Bunga api besar belum tentu makin bagus bro.


Menambah besar api juga tidak tentu menghasilkan hasil yang bagus. Harus mempertimbangan semua komponen. Di busi salah satu penyebab berkurangnya tenaga adalah misfire, dan penyebabnya antara lain adalah karena komponennya nggak matching. Jadi kalau ganti komponen cuma sebagian, tanpa pertimbangan, justru hasilnya tidak bagus.

Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan gambaran bahwa bunga api besar saja tidak cukup. Perlu diperhatikan juga faktor busung atau gagal menyala. Di luar negeri bunga api besar juga biasanya dibarengi dengan busi khusus dengan titik kontak yang banyak. Kadang dalam bentuk ring atau bahkan bola.

Seperti ini contohnya:

Busi formula 1 sebelum dilarang
Busi formula 1 sebelum dilarang

Busi formula 1 sebelum dilarang
Busi formula 1 sebelum dilarang

Atau ini:

Robert Krupa: Firestorm spark plug
Robert Krupa: Firestorm spark plug

Mohon baca juga artikel sebelumnya:
Jangan ganti perangkat pengapian busi atau coil sembarangan bro! CDI/ECU nya harus dipikirin juga

Artikel berikut menjelaskan tentang pentingnya busi di teknologi plasma.
Spark Amplifiers (DirectHits)

DirectHits spark amplifiers are a revolutionary breakthrough in ignition technology. Instead of producing the common narrow spark at the plugs, the spark amplifiers produce a huge plasma spark that generates 500 times more spark energy.

This ignites a larger area of the intake charge which increases the speed and pressure of combustion. This allows the spark amplifiers to further increase the faster burn produced by Negative Pressure Supercharging and hot air induction. As a result NPS produces an ultra fast burn that further increases combustion pressure (torque) and allows carbureted engines with NO emission controls to run cleaner than today’s fuel injected wonder engines.

However, the spark amplifiers draw a lot more current to produce the more powerful plasma spark which may cause misfire with some standard and performance ignition systems. Therefore, to find out the ignition parts that should be used with the spark amplifiers see NPS Ignition System

Spark amplifiers work ONLY with standard NON-resistor spark plugs
The DirectHits spark amplifiers are a simple device that screws onto the end of each spark plug and one is required for each cylinder. However, they work ONLY with standard NON-resistor spark plugs such as NGK, Nippondenso or Champion (made in USA). The more expensive platinum or iridium spark plugs prevent the spark amplifiers from producing the powerful plasma spark and may cause misfire.

Teknologi plasma membuat bunga api menjadi sangat besar, ledakan mesin menjadi jauh lebih besar. Teknologi plasma ini sering dimanfaatkan di dunia racing bila tidak ada pembatasan. Yang perlu diperhatikan adalah keterangan di akhir artikel, disebutkan bahwa busi tidak standard justru bisa menghalangi fungsi kerja perangkat penghasil plasma. Jadi, jangan pikir pakai busi mahal bisa lebih bagus. Juga disebutkan perangkat standard bisa menghasilkan misfire juga.

Video berikut menyebutkan pakai cara murah, dengan hanya tambah diode untuk mengurangi misfire dari plasma, tapi tidak tahu apa ini bisa dipakai sungguhan di kendaraan ya lho.:

Jadi bunga api besar saja tidak cukup, pengapian harus diatur dengan baik sehingga tidak misfire. Ganti busi atau ganti coil saja tidak cukup, bisa jadi tidak berguna. Contoh bisa dilihat di artikel sebelumnya, menunjukkan dyno dari penggantian coil.

Misfire ini juga pernah saya amati secara pribadi waktu melakukan eksperimen perbandingan busi normal dengan busi kaki tiga. Misfire terjadi pada busi normal beberapa kali. Misfire tidak terjadi di busi kaki tiga karena bunga api bisa memilih jalur lain bila jalur biasa “terhambat”. terlihat bunga api menyala di ketiga kaki.

Fakta lain yang menarik adalah hambatan busi kaki tiga justru lebih besar, sehingga teorinya bunga apinya harusnya lebih kecil. Memang saat dipakai terasa sentakan lebih kecil, namun tenaga justru nambah karena berkurangnya misfire. Ini sangat terasa di putaran mesin rendah. Mesin jadi tidak nyendal – nyendal walau dipaksa jalan pelan pagai gigi tinggi.

Perilaku bunga api bisa lebih jelas terlihat di video berikut dimana bunga api tidak terpusat pada satu tempat saja tapi berpindah pindah. Memang bunga api cenderung terjadi di tempat yang paling pendek, namun bisa dilihat bahwa sesekali bunga api “terpaksa” pindah ke tempat lain.

Penyebab misfire menurut NGK:
NGK SparkPlug Tech Support – Spark Plugs Overview

A misfire occurs when the spark travels the path of least resistance instead of jumping across the gap. Misfires can be caused by the following:
– Too large of gap size
Mismatched ignition system components (plug resistance / wire resistance, ignition coils / igniter modules, etc.)

Jadi komponen yang tidak matching akan bisa menyebabkan misfire.

Untuk anjuran penggunaan gap busi yang tepat:
Spark Plug Gap by Double H

If you drive your car normally and tune the engine regularly, you can increase the spark plug gap by about 0.010″ for better performance and better fuel economy. However, if you drive at full throttle most of the time, you should reduce the gap by about 0.010″ for better performance. The spark plug itself, and the residue that forms on it, would indicate whether the gap is too big or too small. A light brownish discoloration of the tip of to porcelain insulator indicates the proper operation of the spark plugs with the gap being ideal or close to ideal for the most recent engine speeds. Thus, to check the spark plug gap at high engine speeds, you’d need to run at full throttle and immediately turn the ignition off without allowing the engine to idle.

Untuk pemilihan busi yang tepat:
Sparkplug Guide

NGK BP5ES is hotter than a BP7ES plug.
Hot Plug
– the plug runs at a higher temperature
– the plug is more prone to pre-ignition (if greater than 850 degrees C)
– An overheated plug will be white with brown spots.

Cold Plug
– the plug runs at a lower temperature
– the plug is more prone to fouling (if less than 500 degrees C)
– A fouled plug will be black and sooty.

Semoga berguna

Jangan ganti perangkat pengapian busi atau coil sembarangan bro! CDI/ECU nya harus dipikirin juga


Mungkin banyak yang sudah menyinggung tentang resiko dan kesalahan dalam mengupgrade perangkat pengapian di kendaraan kita. Berikut ini saya coba berikan beberapa referensi dan analisa pribadi mengapa ganti perangkat pengapian tidak bisa sembarangan.

Tujuan dari artikel ini adalah mencegah bro melakukan upgrade perangkat pengapian setengah – setengah. Upgrade harus dilakukan secara komplet, mulai dari busi, kabel busi, coil, driver coil juga perangkat pendukung lain seperti kiprok, CDI atau ECU. Komplet, satu paket.

Bila dana minim, maka perhatikan betul komponen lain yang ikut mendukung, dipegang atau apa, jangan sampai pingin ngirit malah rugi banyak.

Yang pertama adalah peringatannya. Penggantian harus mempertimbangkan perangkat kelistrikan yang lain, terutama untuk motor yang pakai ECU.
Pengapian Motor Injeksi, Waspada Arus Liar Yang Bikin ECU Jebol

Sebab, sudah ada kejadian motor injeksi yang aplikasi kabel busi, cop busi dan busi 0 ohm dan hasilnya di bagian ECU malah jebol. Akibatnnya, kudu ganti ECU baru.

Apa itu arus liar? Kalau melihat dari cirinya, menurut penulis arus liar tersebut adalah flyback voltage. flyback voltage terjadi saat suatu kumparan diputus arusnya. Voltase terjadi karena medan magnet yang terbentuk di kumparan berubah kembali menjadi arus listrik. Voltase dari arus flyback ini bisa sangat tinggi, melebihi dari voltase sumber tenaga. Keterangan bisa dilihat di sini:
Flyback diode

When the switch is opened (Figure 2), the inductor will attempt to resist the sudden drop of current (dI/dt is large therefore V is large) by using its stored magnetic field energy to create its own voltage. An extremely large negative potential is created where there once was positive potential, and a positive potential is created where there was once negative potential.

Mengapa itu tidak terjadi waktu masih pakai komponen standard? Menurut penulis ini terjadi karena terjadi perubahan arus yang melewati komponen pengapian. Saat komponen pengapian diganti menggunakan komponen dengan hambatan yang jauh lebih kecil, maka penggunaan arus akan meningkat. Peningkatan penggunaan arus di keluaran juga akan membuat peningkatan penggunaan arus di masukan. Arus yang makin besar di bagian masukan akan membuat koil menghasilkan flyback voltage yang jauh lebih lebih dari spesifikasi yang didukung sehingga membuat ECU jebol. Penggunaan arus yang makin besar ini juga akan dapat membuat komponen kelistrikan yang mendukung sistim pengapian menjadi lebih panas karena dipaksa mengalirkan arus yang lebih besar. Jadi kiprok dan CDI bisa akan juga terpengaruh / cepat panas / rusak.

 

Berikut ini adalah beberapa bukti bahwa penggantian komponen pengapian bisa saja tidak menambahkan tenaga. Ada di websitenya BintangRacingTeam:
JUKEN EXPLORER 8 : MENEPIS MITOS KOIL TIGER DI YAMAHA VIXION

Vixi mania mungkin udah tidak asing lagi kasus penerapan koil tiger di vixion.
Ini hasil experiment di motor konsumen BRT yang di saksikan oleh owner sendiri.
Awal nya beliau memakai JUKEN, dan keluhan mati klu panas…
Diduga karena beberapa hal :
1. Mapping yang tidak tepat (dengan AFR yang tidak sesuai)
2. Penerapan Koil Tiger.

Kita fokus pada koil tiger saja…
Koil tiger adalah koil dengan sistem CDI dan tidak boleh dipakai untuk system injeksi yang menganut TCI/TIS.
Alasannya simple :
1. Koil TIS itu dialirin arus listrik 12V, karena itu pasti tahan panas.
2. koil Tiger Untuk CDI dan tidak dialiri 12V, maka nilai lilitan primernya berbeda…dan akan menjadi panas.

dengan KOIL STD , pengapian menjadi lebih stabil… Lalu masih mau pakai koil TIGER…ini mitos salah….

JUKEN EXPLORER 10 : EFEK PEMAKAIAN 9 POWER DAN TUTUP BUSI RACING

GRAFIK DYNO : (TUTUP BUSI RACING vs STANDAR)
ANALISA :
– Tutup busi standart telah di rancang dengan hambatan 5K agar efek radiasi yang timbul pada koil dapat di redam dan tidak menimbulkan kerusakan pada perangkat digital yang lain.
– Pengganti tutup busi racing yang hambatan nya 0 sd 1K, secara dyno tidak meningkatkan tenaga. Malah ada putaran atas cendrung mengalami penurunan 1 %, hal ini disebabkan efek radiasi yang menyebabkan timing pengapain menjadi kurang stabil.

Yang menarik, referensi terakhir juga menyebutkan perbandingan dyno pemasangan 9 power. Dyno sepertinya bertambah hanya sedikit sekali padahal ada beberapa video yang beredar menunjukkan bunga api yang makin panjang. Mengapa bunga api makin panjang tapi tenaga tidak bertambah? Menurut saya penggunaan 9 power sama prinsipnya dengan penambahan kapasitor di coil. Untuk menambah tenaga, ignition coil bisa ditambahkan dengan kapasitor. Namun dari testimoni yang pernah saya baca, nilai kapasitor ini harus pas. Kalau nggak pas tidak akan ada penambahan tenaga.

Jadi percuma saja bunga api tambah panjang, bila tidak ada penambahan tenaga.

Artikel membahas bunga api besar:
Bunga api besar belum tentu makin bagus bro.

30 persen lebih irit dengan overdrive, kapan diterapkan ke motor matic ya bro?


Bagi bro yang mengendarai mobil matic mungkin pernah perhatikan tentang adanya tombol overdrive. Fungsi tombol overdrive ini dijelaskan sebagai berikut (menurut manual Toyota Yaris):
overdrive

Menurut wiki:
Overdrive (mechanics)

An overdrive (OD) is a mechanism that allows an automobile to cruise at sustained speed with reduced engine RPM, leading to better fuel economy, lower noise, and lower wear. Overdrive allows the engine to operate at a lower RPM for a given road speed. The automatic transmission automatically shifts from OD to direct drive when more load is present. When less load is present, it shifts back to OD.

Jadi overdrive ini tujuannya untuk membuat mesin bekerja lebih ringan dan irit di rpm rendah walau di kecepatan tinggi. Keunggulannya adalah irit dan awet, kelemahannya daya dorong atau akselerasi jadi berkurang sehingga perlu ada tombol untuk mematikannya.

Saya pernah melihat efek langsung ini saat mengendarai Kia Carnival. Saat Overdrive nyala, rpm terjaga di kisaran 2000 rpm, walau saat jalan lumayan kencang. Dengan rpm yang terjaga tetap rendah, maka pemakaian bahan bakar jadi lebih irit karena bensin tidak disemprotkan sebanyak kalau rpmnya tinggi. Katanya penggunaan overdrive ini bisa membuat berkendara lebih irit hingga 30%.

Namun saat overdrive menyala, akselerasi jadi lemot. Akselerasi jadi seperti merambat. Sehingga lebih baik kalau mau menyalip kendaraan lain overdrive ini dimatikan.

Di motor matic laju kendaraan seringkali terhubung ke putaran mesin. Jadi kalau mau kencang putaran mesin juga harus kencang. Ini dijelaskan dengan detil sekali oleh otojava:
CARA KERJA CVT PADA SEPEDA MOTOR MATIC TRANSMISSION

Pada saat putaran mesin naik hingga kecepatan menengah, gaya centrifugal yang diterima roller pemberat pada drive pulley cukup besar, sehingga roller terlempar keluar, menekan puli geser pada bagian drive pulley untuk bergerak kearah menyempit dan mendorong sabuk kebagian diameter drive pulley yang lebih besar. Panjang sabuk tetap sehingga sabuk pada bagian driven pulley ke posisi yang lebih lebar (diameter mengecil). Keadaan ini membuat rasio transmisi mengecil sehingga laju kecepatan sepeda motor bertambah.

Saya membayangkan bila biasanya di jalan antar kota kita jalan 90kpj di 8000 rpm, kalau pakai overdrive kita bisa jalan di 2000 rpm, mungkin jadi 4 kali lebih irit kali ya?

Tapi kapan ya bro? Apa bisa?

Hasil uji penambah tenaga the hulleffect sukses bro!


Saya adalah peminat energi alternatif. Saya sering melakukan eksperimen untuk menguji kebenaran suatu klaim. Walau memang hanya pilih yang murah – murah saja. Salah satunya adalah teknologi alat penambah tenaga / penambah irit namanya the hull effect. Ini klaim yang bisa dicapai dengan penggunaan alat the hull effect:
Rexresearch.com – Robert HULL // Nathan ROGERS – Hull Effect

AN IMPROVEMENT TO THE JOE CELL…

HE FOUND THAT BY CHARGING THE OIL (OR REMOVING CHARGE FROM THE OIL, OR MORE SPECIFICALLY, THE CARBON PARTICLES IN THE OIL) IN AN INTERNAL COMBUSTION MOTOR, THE BLOCK BECOMES MAGNETIZED AND THE SPARK MUCH MORE SIGNIFICANT, SUCH THAT THE MOTOR CAN BE WEANED OFF OF FUEL. (THE ADDED SPARK SEEMS TO SUBSTITUTE FOR FUEL.) THE EFFECT SEEMS TO GO AWAY IF THE OIL STOPS MOVING, WHICH WOULD MAKE SENSE AS THE ENGINE BLOCK GALLERIES DRAIN BACK TO PAN, MAGNETIC SURFACE AREA IS LOST.

TIMING MUST BE READJUSTED AS THE MOTOR SEEMS TO RUN OFF AN IMPLOSION/ VACUUM CYCLE ONCE THE EFFECT ESTABLISHES ITSELF. HE OMITS THEORY FROM HIS PATENT AS HIS EXPRESSED INTENTION WAS TO DISTRIBUTE THE KNOW-HOW VIA AUTO REPAIR FRANCHISES.

IT SEEMS THE CHARGE ASPECTS CONTRIBUTING TO THE EFFECT WERE DESCRIBED BY VAN DEGRAFF IN HIS EARLY PATENTS COVERING THE ADDING & SEPARATION OF CHARGE FROM MOVING FLUIDS AND GASES. UNDER SOME CIRCUMSTANCES THE ADDITION OF CHARGE TO THESE MOVING FLUIDS/GASES/CHARGE CARRIERS CAN HAVE AN ANTI-GRAVITY EFFECT.

Pada prinsipnya, teknologi the hull effect ini adalah dengan memberikan tegangan listrik kepada oli mesin. Caranya dengan membenamkan batangan logam ke dalam oli mesin. Lokasi terbaik adalah tempat dimana oli mengalami tekanan paling besar, namun hasil juga bisa dicapai cukup pada lokasi tutup oli. Logam tidak boleh terhubung dengan blok mesin, karena nantinya blok mesin dan logam yang dibenamkan harus mempunyai polaritas yang berbeda.

Efek yang didapat dari teknologi the hull effect ini adalah tenaga mesin bertambah, pemakaian bahan bakar lebih irit, mesin lebih tenang, dan beberapa efek nyleneh lain. Biasanya efek tidak terjadi secara spontan, namun butuh beberapa kilometer sebelum efek muncul. Seringkali pula, efek terjadi hanya pada putaran mesin tertentu.

Cara yang disarankan adalah menggunakan listrik keluaran dari alternator, dihubungkan ke alat dimmer lampu, lalu diteruskan melalui dioda menuju ke logam yang dibenamkan ke oli.

Karena dana terbatas, saya tidak bisa melakukan persis sama dengan yang diterangkan di link tersebut. Saya menggunakan versi saya sendiri berdasar pengalaman di bidang ini. Berikut ini menunjukkan apa yang saya lakukan.
thehulleffectzp2

Dioda di diagram pakai 1N4007, Dioda yang kelihatan besar pakai 6 Amper. gambar gelombang air di diagram adalah kumparan yang dililit ke ferrite toroid. Alat di diagram saya buat dengan dana sekitar 70 ribu termasuk bungkusnya dan batre.

Saya coba dengan beberapa variasi dan hasil yang paling maksimal adalah dengan cara seperti diatas. Kalau dibalik tenaga malah berkurang.

Implementasi terlihat mirip dengan pemasangan kabel grounding. Bisa jadi yang memasang kabel grounding merasakan penambahan tenaga karena efek ini. Yang tidak merasakan bisa jadi karena memasang kabelnya tidak pakai dioda. Sehingga hasil bisa berbeda dan lebih maksimal bila ditambahkan dioda seperti dicontohkan diatas.

Hasil penambahan tenaga mirip dengan penemuan saya cemenite. Hasil sedikit berbeda dengan penemuan lain yang rencananya akan dikomersilkan bersama dengan komunitas CB150R Surabaya. Jadi orientasi utamanya lebih ke irit, bukan ke tenaga. Akselerasi tidak terlalu nambah, namun tetap top speed nambah lumayan, di jalan lurus kencang banget, di jalan panjang nggak ada yang bisa ngikuti. sayang spedo mati… Efek lain juga dirasakan seperti mesin yang makin tenang dan rasanya jadi anteng, namun bedanya, efeknya tidak tidak terlalu bergantung pada rpm, beda dengan implementasi aslinya.

 

Teknik semacam juga penulis terapkan ke mobil Ayla dengan bantuan alat buatan penulis yang namanya pro capacitor. Efeknya malah lebih kuat daripada di motor, sangat terasa. Sebelumnya tenaga terasa ngempos di rpm 2500. Jadi bila diurut, dari 1500 ke 2000 terasa naik, lalu dari 2000 ke 2500 terasa turun, lalu dari 2500 ke 3000 naik lagi. Sesudah memasang pro capacitor di sensor oli, tenaga di rpm 2500 tidak ngempos lagi. Kenaikan tenaga menjadi mulus mulai dari 1500 ke 3000. Hasilnya membuat mobil menjadi enak dibuat shift up atau shift down di kisaran 2500. Hasil serupa juga dilaporkan di Mobil Toyota Avanza Matik dan Honda HRV.

Di Avanza Matik efek terasa di rpm 3000-4000:

utk hull effect di kabel sensor olie, seperti nya hanya berlaku utk rpm 3000 sd 4000. Saya coba utk nyalip tanpa pro capacitor skrng kurang kontan, menunggu agak lama sedikit gas nya baru keluar tenaganya.

 

Intinya kalau punya waktu metode ini sangat layak dicoba. Tutup oli wajib pakai yang logam, namun pastikan tidak konslet dengan mesin. Jadi nggak bisa pakai tutup oli aftermarket. Panjang logam harus bisa nempel oli. Saya beli tutup oli kw yang ditambah sedikit biar lebih panjang dari aslinya.

BTW, alat ini sudah ada patennya. Jadi nggak bisa dijual, tapi sepertinya dibolehkan untuk membuat untuk dipakai sendiri. Kalau mau pakai versi saya silahkan, toh beda dengan versi aslinya.

Update:
Bila kesulitan dengan rangkaiannya, bisa coba versi sederhana tanpa rangkaian elektronik, efeknya lebih kecil tapi masih terasa.

thehulleffectzp3

Rangkaian aslinya, klik gambar untuk versi yang lebih besar:
Sw Sch & Parts list 2

Informasi lain bisa dibaca di dokumen pdf berikut:
Hull-Effect-Cold-Plasma

guide to the The HULL EFFECT

Hull Effect Engine Diagram

Rumus menghitung power hp / dk dari video akselerasi


Penasaran pingin tahu apakah bisa kita memperkirakan tenaga dari motor hanya dengan berdasarkan video akselerasi yang diupload ke youtube. Nggak tahu akurat atau enggak, tapi ini yang saya lakukan:

Rumus saya ambil dari website ini:
https://prezi.com/kw35n3h6ipbw/chapter-5-section-4/
speed

Video saya ambil yang ini:
Ian Hammet – Akselerasi CBR 150R 0-100 Kph

Didapat data bahwa pada detik ke 7.132 kecepatannya 53kpj, pada detik 8.509 kecepatannya 68kpj. Sengaja dipilih hanya dari satu gigi.

Berdasarkan data dari mas Taufik dari tmcblog:
http://tmcblog.com/2014/11/07/membandingkan-spedometer-dan-trip-meter-honda-cbr150r-dengan-garmin-gps-map-60csx/

60 km/jam Spedometer | 54,1 km/jam Garmin GPS Map 60CSx

Angka kecepatan dikoreksi menjadi 47.78kpj dan 61.3kpj. diubah menjadi meter per second menjadi 13.27m/s dan 17m/s.

Akselerasi dihitung sebagai ΔV / Δt = selisih kecepatan dibagi selisih waktu. selisih kecepatan = 3.757, selisih waktu 1.377, nilai akselerasi ketemu 2.728 m/ss

Berat masa diperkirakan adalah 143kg (motor) + 70kg (rider) = 213kg.

Force dihitung sebagai akeselerasi kali berat masa, ketemu 581.14.

Power dihitung sebagai Force kali kecepatan. Langsung dikonversikan, maka di kecepatan yang tertera di spedo sebagai 53kpj powernya adalah 10.34dk. di kecepatan spedo 68kpj powernya adalah 13.27hp.

Rasanya nilai tersebut cukup masuk akal. Namun barangkali yang lain punya cara yang lebih baik silahkan komen.

Rumus diatas sudah penulis buatkan file excel bila barangkali ada bro yang mau coba menghitung:
file excel menghitung horse power dari video akselerasi

Di sisi lain, spedo meter digital kok malah makin tidak dapat diandalkan ya? Perubahan angkanya telat pol. bacanya kayaknya lebih butuh waktu daripada analog. Lebih enak pakai spedo analog….

Rider pindah naik angkutan umum bisa mengurangi macet? Emang nggak liat bagaimana perilaku angkutan umum?!


Sekarang ini berkembang wacana (di DKI) bahwa seakan – akan para rider akan setuju untuk tidak pakai sepeda motor kalau angkutan umum sudah dibenahi. Sebenarnya banyak pertanyaan yang muncul dari wacana ini, namun saya hanya akan membahas hubungannya dengan perilaku angkutan umum di daerah sekitar saya (Surabaya-Sidoarjo-Gresik).

Yang namanya angkutan di sini mas bro, yang jelas, bukanlah pengurai kemacetan. Mereka kalau mandek / berhenti seenaknya, sering bikin macet. Kalau di persimpangan juga jarang sekali ngalah. Kendaraan mereka yang sudah dekil juga sering dipakai senjata untuk menyerobot diantara mobil lain yang mulus.

Kalau yang dimaksud dengan angkutan umum adalah yang roda empat, saya nggak tahu dari mana logikanya angkutan umum bisa mengurangi kemacetan. Terus terang, seandainya seluruh rider dipaksa untuk berangkat kerja naik angkutan umum, dan jumlah angkutan umum dinaikkan menjadi 10 kali lipat dari sekarang, nggak tahu lagi kondisi jalan selanjutnya.

Bila dengan keadaan angkutan umum saat ini, yang terancam kolaps karena kenaikan BBM, kita bisa jumpai lima atau lebih menyerobot di jalan yang sedang macet panjang, kalau angkutan umum meningkat 10 kali lipat, maka kita akan bisa lihat lima puluh atau lebih menyerobot. Sata rasa ini bukan pemandangan yang enak.

Para pengemudi angkutan umum ini kan hidupnya bergantung dari setoran. Kalau kendaraannya macet, ya uangnya macet. Hajat hidup mereka ini tergantung dari seberapa banyak ia bisa mengantar penumpang. Menyerobot itu ya sudah cara mereka untuk survive. Mau dilarang juga mereka tidak sungkan untuk melanggar, kan untuk cari makan. Cacian dari pengemudi lain juga bisa mereka anggap sebagai angin lalu, yang penting bisa makan.

Kembali ke topik, saya nggak tahu apakah di DKI pengemudi angkutan umumnya lebih tepo sliro, kalau dengar – dengar sih sama. Kalau benar begitu, kemacetan nggak akan berkurang, kemacetan mungkin akan makin tambah parah.

Lain lagi kalau angkutan umumnya tidak pakai jalan umum. Tapi kapan?

Adab di kala macet, jangan bikin tambah macet bro, ada sunnahnya!


Macet memang banyak penyebabnya. Entah ada persimpangan, ada pasar, ada kegiatan dadakan, ada kecelakaan, dan lain – lain. Sayangnya, dikeadaan yang sudah tidak nyaman tersebut, beberapa orang kadang tidak tepo sliro dengan orang lain main serobot sana – sini. Sayangnya pula ada beberapa yang main serobot yang tidak mikir atau tidak perduli dengan keadaan. Sudah tahu kondisinya macet, dia tidak akan bisa maju walau sudah menyerobot, tetap dipaksakan, yang akhirnya menghalangi jalan orang lain, yang akhirnya bikin jalan semakin macet, kadang sampai berhenti total. Ini berlaku tidak hanya motor tapi juga mobil, kalau mobil yang melakukannya, maka dijamin macet makin parah.

Saya sudah sering mengalami hal ini. Jalan yang seharusnya bisa lancar, jadi macet. Macetnya kemudian merambat kemana – mana. Bahkan saya pernah ketahan macet dua jam di jalan yang harusnya bisa dilewati dalam beberapa menit, hanya gara – gara satu – dua orang tidak mau mengalah. Motong jalan walau mereka tidak bisa terus. Menyerobot hanya untuk mandeg, berhenti dengan memotong jalan orang lain.

Nah, untuk mereka yang masih suka menghalangi jalan orang, ini ada beberapa anjuran, sumbernya:
Adab Di jalan

Rasulullah SAW memperingatkan kaum muslimin untuk tidak duduk di jalan-jalan. Jika mesti demikian, maka hendaklah ia memberikan hak jalan. – Syarh Riyad Al Shalihin, Syekh Ibnu Utsaimin –Rahimahullah- (541/4).

“Penciptaan Setiap manusia dari keturunan Adam dengan 360 persendian. Barangsiapa yang bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih, beristighfar kepada Allah dan menyingkirkan batu, duri atau tulang dari jalan kaum muslimin, beramar ma’ruf dan nahi munkar sejumlah tigaratus enam puluh itu karena dia, maka pada hari itu dia telah dijauhkan dari neraka” – Shahih Al Jami’ (2491).

“Sungguh aku melihat seseorang lelaki yang mondar mandir di surga karena memotong pohon di jalan yang konon mengganggu orang muslim” – Shahih Muslim (4745).

Mungkin bro bisa jalan lancar dengan menyerobot, namun jangan sampai itu membuat banyak orang tertahan berjam – jam. Kan itu jadi menghalangi rejeki orang. Orang yang terzalimi doanya manjur lho bro. Lebih baik jangan melakukan itu daripada didoakan jelek sama mereka. Kalau menyerobot juga nggak bisa ke mana – mana, ya jangan sampai menghalangi jalan orang ya mas bro. Kalau mengalah beberapa detik bisa membuat jalan orang lain lancar, maka mengalah saja ya mas bro.

Untuk yang membantu mengurangi kemacetan, maka hukumnya harusnya seperti orang menebang pohon yang menghalangi jalan, dapat pahala mas bro!

Musim hujan jangan pakai ban kembangan kotak masbro!


Nggak tahu asalnya dari mana, banyak orang percaya bahwa ban kembangan kotak lebih pakem kalau musim hujan. Kembangan ban kotak itu yang model kayak begini:
http://irctire.co.id/id/product/r/IndonesiaPattern000090-SP1
http://irctire.co.id/id/product/r/IndonesiaPattern000074-NR2
bankotak

Namun kenyataannya, ban kembangan kotak malah justru berbahaya kalau dipakai di musim hujan.

Kalau nggak percaya, coba tanya para pengguna ban kembangan kotak, kalau hujan milih terus apa minggir? Mereka kebanyakan milih minggir karena jalannya licin. Penyebabnya ya itu, karena rodanya nggak cocok untuk jalan sehingga membuat jalan terasa licin. Herannya mereka masih ngeyel kalau ban kembangan kotak lebih pakem,.

Secara pribadi saya pernah coba sendiri karena pernah pengalaman punya supra fit, dalam kondisi roda masih bawaan. Ngeri banget bro. Di jalan lurus waktu hujan sepeda bisa nyisih / bergeser ke kanan atau ke kiri sendiri, padahal setang sudah lurus. Di belokan motor terasa geal geol karena bagian ban yang menapak nggak terusan karena kembangannya ada yang nempel dan tidak waktu melewati.

Begitu ganti roda dengan kembangan yang mendukung performa musim hujan. Joss, mau top speed juga ok asal nggak lewat genangan. Di belokan juga jauh jauh jauuuuh lebih stabil daripada kembangan kotak. Ban terasa selalu menapak jalan terus.

Kembangan yang saya anjurkan seperti yang seperti dibawah ini, yang katanya: “Memberikan daya cengkeram maksimal pada saat berkendara di permukaan basah”. Bagian tengah pilih yang lurus saja masbro, karena kalau ban sudah sudah umur kembangan kelak – kelok bikin setang bisa ikut kelak kelok juga.
http://irctire.co.id/id/product/r/IndonesiaPattern000154-SS-560F
ss350f

Favorit pribadi sih yang ini, dengan klaim: “pembuangan air yang sempurna dan efektif dalam pengereman”:
http://irctire.co.id/id/product/r/IndonesiaPattern000084-NR72
nr72

Kesimpulannya, kalau pingin aman, slamet dan tentram, mending ganti saja roda kotak retro masbro dengan kembangan sport yang sesuai dengan musim hujan. Kalau maunya untuk model ya sudah, harus mawas diri and sadar bahaya, kalau hujan wajib minggir.

Kalau sudah punya oktan booster, pakai pertamax rugi banget


Yang umum diketahui dalam perbandingan penggunaan bahan bakar, bensin yang oktannya tinggi akan membuat motor bertenaga dan lebih irit. Namun perlu diingat bahwa ini terjadi karena di Indonesia kendaraan sering dipaksakan menggunakan bensin yang dibawah standar yang dibutuhkan oleh kendaraan. Mari kita lihat hubungan antara bensin yang harusnya dipakai dengan kompresi mesin:
Bingung dengan oktan bensin untuk tunggangan?? monggo diintip…. January 8, 2012

Oke…IWB coba rekap segampang dan sesingkat mungkin mulai dai kompresi dan mana bensin yang cocok. Yang pertama adalah oktan bensin 88 atau yang biasa kita sebut Premium. Oktan dengan angka segitu hanya cocok untuk engine dengan kompresi 7:1 – 9:1. Bisa kita ambil contoh Honda Tiger, Megy lawas, Yamaha Mio dll. Kemudian diatasnya lagi adalah bensin Oktan 92 (Pertamax). Untuk oktan angka segitu….paling cocok digunakan untuk engine kompresi 9:1 – 10:1. Bisa kita ambil contoh Yamaha Scorpio, Yamaha Byson, Honda New MegaPro, Bajaj Pulsar dsb. Sedang yang terakhir adalah nilai Oktan 95. Kenapa IWB sebut paling terakhir?? ini merupakan grade tertinggi yang ada pada produk Pertamina. Bensin yang biasa kita sebut sebagai pertamaxplus dianjurkan untuk mesin dengan kompresi 10:1 – 11:1. Siapa saja?? Vixion, CBR150R, Jupiter MX, Vario CBS dll…

Bisa terlihat sendiri bahwa hampir tidak ada motor baru yang dirancang untuk premium, semuanya harus pakai pertamax baru bisa keluar tenaganya / iritnya.

Bagaimana kalau pakai bensin yang oktannya melebihi yang dibutuhkan? Ini jawabannya?
Mulyadi Bendang – Memilih Bahan Bakar

Apa yang terjadi jika bensin yang dimasukkan memiliki oktan lebih tinggi dari ideal ?
Jika sebuah mesin diisi dengan bahan bakar beroktan lebih tinggi dari yang dibutuhkan, maka hal tersebut tidak pula memberikan efek yang semakin positif karena sudah lebih dari cukup. Tentunya gajala knocking tidak akan terjadi, tapi juga tidak membuat performa kendaraan menjadi meningkat, karena pada waktu yang sudah ditentukan, bensin akan tetap terbakar oleh percikan api dari busi berapapun tinggi nilai kadar oktannya. Jangan membuang uang Anda untuk membeli bensin berkadar oktan melebihi permintaan, kecuali Anda sudah melakukan modifikasi sehingga perbandingan kompresi mesin Anda menjadi lebih tinggi.

Warung DOHC – sesuaikan jenis oktan BBM dengan mesin anda…

Dianjurkan mengisi BBM sesuai nilai kompresi rasio ( kecuali ada modifikasi pada mesin) misal motor balap / drag / kohar(korek harian yg merubah CR). semakin tinggi nilai oktan maka semakin lambat BBM tersebut terbakar (karena titik pembakaran lebih tinggi) semakin sulit juga menguap (titik penguapan rendah) BBM yang gagal terbakar akibat oktan terlalu tinggi menyebabkan kerak & penumpukan pada ruang bakar atau pada klep/ valve, ujung2nya efisiensi mesin turun…….

Jadi, kalau motor dirancang khusus untuk premium, pakai oktan tinggi nggak akan ada gunanya. Malah sering ada laporan mesin jadi panas, getaran mesin lebih terasa dan lain lain.

Kembali ke topik, bagaimana efeknya kalau sudah menggunakan oktan booster dan menggunakan pertamax?

Berdasar pada pengalaman pribadi yang menggunakan oktan booster permanen murah meriah, pakai pertamax atau pertamax plus justru akan mengurangi tenaga dan bikin motor getarannya jadi terasa di setang, motor juga sepertinya makin panas. Ini sudah saya coba di motor lama Honda Supra Fit X new (kompresi 9:1) dan motor sekarang Suzuki Spin (kompresi 9,6:1). Rasanya blas gak enak. Tarikan jadi nggak enak, getaran membuat tangan pegel, apalagi pas waktu nyoba di saat mudik, lengkap sudah penderitaan.

Jadi, kalau anda sudah pakai produk oktan booster, baik yang berupa cairan atau alat langsung tempel, rugi banget anda beli pertamax.

Kalau dihitung rasionya. maka harga premium sekarang sudah seperti nggak disubsidi


Iseng iseng hitung rasio perbandingan harga, sumber menggunakan detik:
Harga Pertamax Turun Jadi Rp 9.950/Liter

Harga BBM jenis pertamax turun dari Rp 10.500/liter menjadi Rp 9.950/liter. “Penurunan harga sejak semalam,” ujar Sofyan, Pengawas SPBU di kawasan Mampang, Jakarta, Sabtu (22/11/2014).

Sofyan mengatakan, selain pertamax, harga bensin pertamax plus juga turun dari Rp 11.900/liter menjadi Rp 11.600/liter.

Kalau dihitung rasionya:
Premium vs Pertamax = 8500 : 9950 = 0.854
pertamax vs pertamax plus = 9950 : 11600 = 0.858

Melihat rasio yang sama persis, sepertinya ini sudah jadi niatan pemerintah. Harga bensin sekarang kayak bukan subsidi, sudah hampir sama dengan mekanisme pasar.

Juga harus diketahui pula bahwa bensin subsidi nggak dipajaki:
Pajak Bahan Bakar Diusulkan Dihapus Agar Harga Pertamax Murah

Menurut dia, insentif tersebut antara lain berupa kebijakan penghapusan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor pada BBM non subsidi. Bahkan akan lebih menarik lagi jika pemerintah mengurangi Pajak Penambahan nilai (PPn) atas penjualan BBM non subsidi yang selama ini ditetapkan sebesar 10% menjadi hanya 5%.

Jadi harga segitu sudah termasuk pajak 10%. Kalau premium diberi pajak, berikut harganya:
8500 + 10% = 9350.

Jadi terlihat kemahalen kan? Jadi menurut saya, harga bensin premium sekarang ini seperti blas nggak pakai subsidi, nggak pakai insentif pajak dll. perbandingan harga antar bensin sudah sama persis seperti kalau bensin premium diperlakukan seperti bensin non subsidi.

Berdasarkan harga, bensin premium sekarang ini seharusnya sudah tidak bisa dikatakan sebagai bensin subsidi lagi. Jadi monggo saudara – saudara yang pakai mobil mewah untuk menggunakan premium.

Kalau takut kendaraan rusak karena pakai bensin yang oktannya terlalu rendah, jangan khawatir, oktan bisa ditambahi pakai cara murah. Cara pembuatan tersedia gratis, tapi nggaweo dewe dan jangan sampai salah buat.
Cemenite, untuk irit bahan bakar dan kesehatan