Oli jelek penyebab Yamaha terpaksa mengaplikasikan teknologi Diasil Cylinder?


Melihat dari comment di blogger, banyak yang menganggap fasilitas dari diasil cylinder sebagai sesuatu nilai tambah bagi motor merek Yamaha. Namun apa benar begitu?

Kalau dari artikel KBY, diasil cyclinder itu adalah teknologi lama. Berikut artikelnya:
Forged Piston, Diasil Silinder dan Offset Cylinder, Teknologi Lama Yang Jadi Luar Biasa

K: Wah ternyata, bebek aja sudah lama make ya.. Oke kalau itu kan offset silinder, bagaimana dengan forged piston dan diasil silinder? Konon ada selentingan bahwa Ninja 250 tidak menggunakan teknologi ini pada mesinnya… Benarkah demikian?

S: (ngakak)…kata siapa sih? Memangnya yang ngomong sudah pernah belah mesin Ninja? Jangankan yang sekarang, dari era 2 tak saja, itu diasil dan forged piston sudah terpasang di mesin ninja… Bahkan Satria FU aja sudah memakainya…namanya SCEM, hanya sayangnya memang tidak diangkat aja tuh sisi SCEM-nya jadi kurang terkenal deh… Intinya, bukan teknologi advance saat ini lah… Biasa aja.

Jelas bahwa teknologi diasil cylinder itu teknologi yang sudah ada cukup lama. Namun sangat jelas juga bahwa hanya baru – baru ini saja Yamaha mulai mengaplikasikan teknologi ini ke produknya. Apasih keunggulannya? Kalau kata website resminya, ini keunggulannya:

Yamaha Motor Co., Ltd. (YMC) has succeeded in the development of an all-aluminum die-cast cylinder with 60% better cooling performance and 30% cheaper production cost than a conventional cylinder (*1). Called the Yamaha “DiASil Cylinder” (*2), this is the world’s first all-aluminum die-cast cylinder and it achieves cooling performance equivalent to that of a nickel-plated cylinder, which is currently recognized as the best in the industry, but at a significantly lower production cost than a nickel-plated cylinder.

Jadi keunggulan utamanya lebih murah dan lebih gampang membuang panas. Bukan untuk nambah awet. Kalau dari referensi dari website yamaha yang lain, disebut bahwa untuk meningkatkan keawetan, diperlukan tambahan:

There are two types of all-aluminium cylinders. One is the ceramic composite plated cylinder, whose wall surface is covered with a ceramic coating to improve strength and reduce friction resistance. The other is the DiASil cylinder without the coating.

Nah, sekarang, apa mas bro semua memperhatikan bahwa di jaman sebelum diasil cylinder ini motor yamaha banyak yang suaranya berisik dan kadang ngebul asapnya? Menurut saya yang menjadi faktor utamanya adalah Oli Yamalube standard yang jelek. Mungkin saja oli tersebut sudah sesuai standard, tapi toh nyatanya dilapangan terbukti olinya jelek.

Sepertinya, daripada harus memperbaiki kualitas oli, Yamaha lebih memilih untuk mengaplikasikan teknologi diasil silinder yang bisa membuang panas lebih baik (karena olinya jelek bikin panas motor) dan sekalian menekan ongkos produksi. Dan untuk menambah keawetan komponen, forged piston juga dipasangkan (karena oli jelek bikin aus motor). Dan ini sapertinya terbukti ampuh mengurangi reputasi yamaha sebagai motor yang berisik.

Yamah sendiri sudah commit untuk memaksa pengguna Yamaha untuk memakai Yamalube. Iklannya saja “Yamaha motornya Yamalube olinya”.

Kalau saya sih mending pakai pertamina daripada pakai punya bawaan pabrik, nggak perduli ngakunya standar apaan. Soal oli akan dibahas di artikel berikutnya.

11 thoughts on “Oli jelek penyebab Yamaha terpaksa mengaplikasikan teknologi Diasil Cylinder?

  1. Yup…benar sekali yamahalube mmg tak sehebat iklannya hihihi…sy pakai power matic (ymh xeon), begitu jarak tempuh mencapai 1000 km an mulai terasa mesin bersuara agak kasar, lalu oli sy ganti, saat ditap oli sudah berwarna hitam, tanda oli sdh tak layak pakai (pertamax mode on). Sekarang pakai castrol magnatec, memang sih hrg lebih mahal plus kelebihan 0.2 liter. Tapi puas performancenya, jarak tempuh pakainya juga lumayan bisa 3000 km baru diganti.

    Suka

    • iya, iklan memang sering berlebihan. Tapi kalau melihat bisa 1000km rasanya masih lumayan dibanding dengan oli federal. Untuk castrol, agak trauma kalau tidak yang tipe paling tinggi.

      Suka

    • Terus terang untuk federal saya termasuk agak skeptis. Setahu saya pabriknya jadi satu dengan oli punya Honda AHM. Dulu pernah pakai yang paling murah (oli gratisan), cuma tahan 100km, jauh banget bedanya sama oli lain. Bisa jadi sedikit lebih baikan daripada oli resmi Honda, namun saya lebih memilih oli merek pertamina daripada federal. Lagipula ada yang nyeletuk bahwa semua pabrik oli di Indonesia beli base olinya dari pertamina. Alternatif lain adalah base oli dari cina yang kualitasnya bisa naik turun atau bahkan jelek. Jadi kalau untuk harga yang sama, oli pertamina lebih bagus.

      Menurut saya dingin belum tentu pertanda bagus. harus dicermati ciri yang lain dulu. Kalau suara mesin jadi kasar sekali ya berarti pelumasannya jelek.

      Mesin Honda Beat saya suaranya menjadi jauh lebih halus hanya dengan menambah sedikit oli valvoline. Artinya oli bawaan dari pabriknya kualitasnya jelek sekali. Jadi saya agak trauma kalau mau coba oli federal.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s