Tes irit CBR150R mas IWB sudah benar, saya yang salah, dan membahas soal spedo nggak akurat


Postingan sebelumnya tentang tes irit CBR150R yang dilakukan mas Iwan Banaran memberikan pendidikan untuk saya. Mohon maaf kepada mas Iwan Banaran karena sudah menuduh mas IWB salah. Ternyata saya yang katrok, kurang baca. Ternyata sudah ada yang melakukan uji tes keakuratan spedometer dan trip meter. Dan ternyata pihak pabrikan sepertinya berusaha untuk memastikan bahwa trip meter akurat dan sengaja membuat spedo meter tidak akurat.

Yang sudah melakukan pengujian tersebut salah satunya adalah mas Taufik dari tmcblog, yang sama komenter dipanggil wak haji. Contoh pengukuran bisa dilihat pada link berikut:
https://www.google.com/search?q=site:tmcblog.com+gps+spedo+trip

Artikel pada link tersebut memperlihatkan bagaimana mas Taufik membandingkan spedometer dan trip meter berbagai sepeda motor dengan Alat GPS merek Garmin. Salut dan terima kasih atas tesnya.

Di sisi lain, kesalahan ini membuat saya tahu bagaimana sabarnya para komenter sampai bersedia memberikan pendidikan bagi saya yang katrok. Salut bagi para komenter.

Tapi saya benar – benar tidak paham dengan logika dari pihak pabrikan yang sengaja membuat spedo jalan lebih kencang dari aslinya. Banyak yang berpendapat ini adalah untuk keselamatan. Asumsinya kalau orang lihat spedo akan lebih membatasi diri. Tapi apa untungnya dengan membuat spedo tidak akurat? Toh kebanyakan pemula malah nggak lihat spedo, bisa kecelakaan kalau lihat spedo terus. Kemudian pula kalau orang sudah senangnya kencang, apa ya perduli dengan berapa nilai spedo? Malahan beberapa orang justru sengaja mencoba top speed.

Bagi mereka yang penggemar top speed, tahu betul spedo nggak akurat, sampai belain bawa gps untuk pembuktian. Kalau sudah begini, kan jadi percuma mencoba membohongi pengendara.

Kemudian masalah lain. Sepertinya asumsi diatas bermula dari pepatah “alon – alon asal kelakon”. Tapi apakah pepatah itu masih berlaku untuk jaman sekarang ini? Saya berpendapat tidak!

Kalau mau selamat dijalan ya harus mengikuti arus. Kalau lalu lintasnya pada kencang ya harus kencang. Kalau lalu lintasnya pelan ya harus pelan. Beda kecepatan akan sangat berbahaya. Kalau jauh lebih kencang sih tergantung sama skill pengendara, yang biasanya sudah biasa. Tapi kalau jauh lebih lambat, ini yang akan sangat membahayakan kendaraan lain.

Di luar kota jarang sekali ada kendaraan yang berani jalan ditengah dengan lenggang kangkung kayak jalan punya sendiri. Sepertinya bukan karena mereka sudah sadar, tapi bisa dipastikan mereka yang melakukan hal tersebut secara otomatis akan “tereliminasi”. Yang lain belajar dari mereka yang “tereliminasi”. Bagi mereka yang menggantungkan hidup melewati jalan kencang akan sudah tahu bagaimana menyikapinya.

Sayangnya hal tersebut jarang disadari oleh para pengguna jalan di daerah perkotaan. Karena kecepatan yang relatif lebih lambat, masih banyak rider lambat yang “survive” dan masih seenaknya ambil jalan atau menghalangi jalan yang lain. Tidak ada yang memberikan mereka kesadaran bahwa sekarang sudah bukan lagi jamannya “lambat asal selamat”. Mereka – mereka ini lah yang menjadi momok menakutkan saat musim mudik.

Kembali ke soal spedo, mungkin spedo bisa diakali karena untuk sepeda motor tidak ada jalan yang pakai rambu kecepatan minimal. Lain dengan mobil karena di jalan tol ada rambu warna biru yang menunjukkan kecepatan minimal.

Yang jelas menurut saya spedo nggak akurat itu merepotkan. Sekalian saja dimatikan, diganti seperti meteran bensin yang sekarang ini jadi kayak penunjuknya oli mesin, kelap kelip kalau mau habis. Jadi dibuat spedo yang kalau kelap kelip artinya melewati batas kecepatan.

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s