Hasil uji penambah tenaga the hulleffect sukses bro!


Saya adalah peminat energi alternatif. Saya sering melakukan eksperimen untuk menguji kebenaran suatu klaim. Walau memang hanya pilih yang murah – murah saja. Salah satunya adalah teknologi alat penambah tenaga / penambah irit namanya the hull effect. Ini klaim yang bisa dicapai dengan penggunaan alat the hull effect:
Rexresearch.com – Robert HULL // Nathan ROGERS – Hull Effect

AN IMPROVEMENT TO THE JOE CELL…

HE FOUND THAT BY CHARGING THE OIL (OR REMOVING CHARGE FROM THE OIL, OR MORE SPECIFICALLY, THE CARBON PARTICLES IN THE OIL) IN AN INTERNAL COMBUSTION MOTOR, THE BLOCK BECOMES MAGNETIZED AND THE SPARK MUCH MORE SIGNIFICANT, SUCH THAT THE MOTOR CAN BE WEANED OFF OF FUEL. (THE ADDED SPARK SEEMS TO SUBSTITUTE FOR FUEL.) THE EFFECT SEEMS TO GO AWAY IF THE OIL STOPS MOVING, WHICH WOULD MAKE SENSE AS THE ENGINE BLOCK GALLERIES DRAIN BACK TO PAN, MAGNETIC SURFACE AREA IS LOST.

TIMING MUST BE READJUSTED AS THE MOTOR SEEMS TO RUN OFF AN IMPLOSION/ VACUUM CYCLE ONCE THE EFFECT ESTABLISHES ITSELF. HE OMITS THEORY FROM HIS PATENT AS HIS EXPRESSED INTENTION WAS TO DISTRIBUTE THE KNOW-HOW VIA AUTO REPAIR FRANCHISES.

IT SEEMS THE CHARGE ASPECTS CONTRIBUTING TO THE EFFECT WERE DESCRIBED BY VAN DEGRAFF IN HIS EARLY PATENTS COVERING THE ADDING & SEPARATION OF CHARGE FROM MOVING FLUIDS AND GASES. UNDER SOME CIRCUMSTANCES THE ADDITION OF CHARGE TO THESE MOVING FLUIDS/GASES/CHARGE CARRIERS CAN HAVE AN ANTI-GRAVITY EFFECT.

Pada prinsipnya, teknologi the hull effect ini adalah dengan memberikan tegangan listrik kepada oli mesin. Caranya dengan membenamkan batangan logam ke dalam oli mesin. Lokasi terbaik adalah tempat dimana oli mengalami tekanan paling besar, namun hasil juga bisa dicapai cukup pada lokasi tutup oli. Logam tidak boleh terhubung dengan blok mesin, karena nantinya blok mesin dan logam yang dibenamkan harus mempunyai polaritas yang berbeda.

Efek yang didapat dari teknologi the hull effect ini adalah tenaga mesin bertambah, pemakaian bahan bakar lebih irit, mesin lebih tenang, dan beberapa efek nyleneh lain. Biasanya efek tidak terjadi secara spontan, namun butuh beberapa kilometer sebelum efek muncul. Seringkali pula, efek terjadi hanya pada putaran mesin tertentu.

Cara yang disarankan adalah menggunakan listrik keluaran dari alternator, dihubungkan ke alat dimmer lampu, lalu diteruskan melalui dioda menuju ke logam yang dibenamkan ke oli.

Karena dana terbatas, saya tidak bisa melakukan persis sama dengan yang diterangkan di link tersebut. Saya menggunakan versi saya sendiri berdasar pengalaman di bidang ini. Berikut ini menunjukkan apa yang saya lakukan.
thehulleffectzp2

Dioda di diagram pakai 1N4007, Dioda yang kelihatan besar pakai 6 Amper. gambar gelombang air di diagram adalah kumparan yang dililit ke ferrite toroid. Alat di diagram saya buat dengan dana sekitar 70 ribu termasuk bungkusnya dan batre.

Saya coba dengan beberapa variasi dan hasil yang paling maksimal adalah dengan cara seperti diatas. Kalau dibalik tenaga malah berkurang.

Implementasi terlihat mirip dengan pemasangan kabel grounding. Bisa jadi yang memasang kabel grounding merasakan penambahan tenaga karena efek ini. Yang tidak merasakan bisa jadi karena memasang kabelnya tidak pakai dioda. Sehingga hasil bisa berbeda dan lebih maksimal bila ditambahkan dioda seperti dicontohkan diatas.

Hasil penambahan tenaga mirip dengan penemuan saya cemenite. Hasil sedikit berbeda dengan penemuan lain yang rencananya akan dikomersilkan bersama dengan komunitas CB150R Surabaya. Jadi orientasi utamanya lebih ke irit, bukan ke tenaga. Akselerasi tidak terlalu nambah, namun tetap top speed nambah lumayan, di jalan lurus kencang banget, di jalan panjang nggak ada yang bisa ngikuti. sayang spedo mati… Efek lain juga dirasakan seperti mesin yang makin tenang dan rasanya jadi anteng, namun bedanya, efeknya tidak tidak terlalu bergantung pada rpm, beda dengan implementasi aslinya.

 

Teknik semacam juga penulis terapkan ke mobil Ayla dengan bantuan alat buatan penulis yang namanya pro capacitor. Efeknya malah lebih kuat daripada di motor, sangat terasa. Sebelumnya tenaga terasa ngempos di rpm 2500. Jadi bila diurut, dari 1500 ke 2000 terasa naik, lalu dari 2000 ke 2500 terasa turun, lalu dari 2500 ke 3000 naik lagi. Sesudah memasang pro capacitor di sensor oli, tenaga di rpm 2500 tidak ngempos lagi. Kenaikan tenaga menjadi mulus mulai dari 1500 ke 3000. Hasilnya membuat mobil menjadi enak dibuat shift up atau shift down di kisaran 2500. Hasil serupa juga dilaporkan di Mobil Toyota Avanza Matik dan Honda HRV.

Di Avanza Matik efek terasa di rpm 3000-4000:

utk hull effect di kabel sensor olie, seperti nya hanya berlaku utk rpm 3000 sd 4000. Saya coba utk nyalip tanpa pro capacitor skrng kurang kontan, menunggu agak lama sedikit gas nya baru keluar tenaganya.

 

Intinya kalau punya waktu metode ini sangat layak dicoba. Tutup oli wajib pakai yang logam, namun pastikan tidak konslet dengan mesin. Jadi nggak bisa pakai tutup oli aftermarket. Panjang logam harus bisa nempel oli. Saya beli tutup oli kw yang ditambah sedikit biar lebih panjang dari aslinya.

BTW, alat ini sudah ada patennya. Jadi nggak bisa dijual, tapi sepertinya dibolehkan untuk membuat untuk dipakai sendiri. Kalau mau pakai versi saya silahkan, toh beda dengan versi aslinya.

Update:
Bila kesulitan dengan rangkaiannya, bisa coba versi sederhana tanpa rangkaian elektronik, efeknya lebih kecil tapi masih terasa.

thehulleffectzp3

Rangkaian aslinya, klik gambar untuk versi yang lebih besar:
Sw Sch & Parts list 2

Informasi lain bisa dibaca di dokumen pdf berikut:
Hull-Effect-Cold-Plasma

guide to the The HULL EFFECT

Hull Effect Engine Diagram

15 thoughts on “Hasil uji penambah tenaga the hulleffect sukses bro!

  1. Mas,lgsg pke bhs indonesia aja cz ane ga ngerti..
    Trs gmbar komponen elektronikanya sertakan barangnya biar lbh jelas..
    Trs teori dasarnya kasih tahu dunk,bicara teknologi klo tak tahu dasarnya jd plonga plongo..
    Btw mksh arikelnya,mg mkin ramai warungnya..

    Suka

    • Terima kasih. Artikel sudah saya edit untuk menambahkan pengenalan terhadap teknologi ini dalam bahasa indonesia.

      Ini gambar elektroniknya:

      Sayangnya teknologi ini belum ada teorinya. yang dijelaskan di link aslinya masih taraf asumsi. Saya juga mengembangkan berdasarkan asumsi pribadi, tidak pakai teori. Jadi terus terang, saya mengembangkan dengan cara plonga plongo. Jadinya dicoba dulu terus dilihat efeknya, trial and error…

      Di teknologi ini yang terlalu terpaku sama teori justru malah sering gagal dan tidak berkembang.

      Suka

  2. Kenapa tidak langsung ditempelkan ke baut pembuangan oli saja?, bukannya baut pembuangan oli pasti kena oli CMIIW. Jadinya kan lebih sederhana tidak harus menyambung logam di tutup olinya.

    Suka

  3. Tidak bisa karena logam dari baut pembuangan oli terhubung ke blok mesin. Logam yang ditenggelamkan ke oli harus tidak terhubung (tidak short) dengan blok mesin, terpisah dengan insulator.

    Suka

      • Oleh karena itu baut tutup oli sebaiknya dari plastik. Atau bila pakai pakai yang aftermarket, dilubangi dan dikasih insulator biar tidak terhubung konslet dengan blok mesin.

        Saya kebetulan nemu tutup oli yang terbuat dari plastik dan batangan tengahnya dari logam, nemu di toko sparepart yang besar. Kalau Yamaha lebih mudah carinya.

        Suka

        • maksudnya tadi saya mengomentari sdr rai yang menanyakan kenapa tidak menggunakan baut yang di pembuangan oli dan dikasih seal/karet. kan baut ini pake logam, dan jarang sekali orang menggantinya dengan non logam.

          Suka

          • Ok. untuk insulasi memang butuh lebih dari ring atau seal. Juga untuk tutup oli bawah rasanya jarang ada yang plastik. Sehingga yang lebih mudah adalah mengganti tutup oli yang atas.

            Suka

          • Dulu sih kepikrannya drat bautnya diberi gasket trus seal tape seperti yang di keran air untuk kendaraan tua yang dratnya udah agak aus kayanya bisa tapi klo kendaraan baru rawan rusak ya sealnya. Ini pemikiran asal saya saja sih jadi tolong dikoreksi dan dimaafkan kalo ada yang salah ya.

            Suka

            • Sebaiknya dicoba dulu. Seal tape keran air rasanya tidak tahan panas. Belum lagi saat ditutup kencang, seal tape tersebut dirancang agar mengisi celah yagn kosong sehingga logam akan bersentuhan.

              Pakai lem besin pun saya khawatir lemnya tidak tahan sama oli mesinnya. Oleh karena itu saya lebih memilih mencari tutup oli atas yang tengahnya dari logam.

              Tapi mungkin idenya cocok. Barangkali ada baut untuk pipa PVC yang cocok untuk dipakai di sepeda motor akan bisa dipakai. Tinggal dilihat bahan PVCnya bisa tahan terhadap panas mesin atau tidak.

              Suka

    • the hull effect justru diperkenalkan sebagai alat penambah tenaga mobil. Untuk di mobil, cara yang simpel adalah dengan menggunakan tester oli. Jadi bagian untuk melihat ketinggian oli dikasih setrum. Saya sarankan coba cara saya dulu, pakai dioda dari kutub negatif batre.

      Cara yang paling disarankan adalah dengan melubangi mesin pada bagian dimana oli tekanannya paling kuat, kemudian memberi batangan dari stainless steel yang sekelilingnya diinsulasi dari blok mesin. Ada juga yang memanfaatkan oil probe atau pengukur suhu dari mesin.

      Untuk lengkapnya, coba cari dari grup thehulleffect, coba cari info di thread awal awal:
      https://groups.yahoo.com/neo/groups/thehulleffect/

      jangan kaget bila njelimet:

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s