Alasan lain menaikkan harga BBM, karena harus impor bensin RON>88


Sepertinya pertamina terpaksa melakukan subsidi tambahan karena RON 88 susah dicari, sehingga belinya RON 90, menurut pertamax7:
premium pertamina, bukan RON 88, bukan juga RON 90, tetapi RON 92 ? MOSOK????

Dikatakan Sugiharto, karena lebih mudah mengimpor Ron 90, maka Pertamina tetap menjualnya dengan harga premium Ron 88. Karena apabila bensin Ron 90 harus diturunkan oktannya, memerlukan biaya tambahan lagi.

Sepertinya pemerintah inginnya membuat masyarakat yang harus menanggung akibat dari ketidakmampuan pertamina untuk memperoduksi bensin sendiri.

Yang menarik adalah angka oktan yang dipakai referensi pertamina bukan nilai pas tapi nilai minimum:
Energia Weekly, 15 Oktober2012, NO. 42 TAHUN XLVIII

RON Bahan Bakar Pertamina
Premium : Minimum RON 88
Pertamax : Minimum RON 92
Pertamax Plus : Minimum RON 95
CETANE NUMBER Bahan Bakar Diesel Pertamina
CETANE NUMBER Solar : Minimum 48
CETANE NUMBER Pertamina Dex : Minimum 53

Jadi kemungkinan besar kita benar bisa dapat bensin pertamax pakai harga premium. Coba saja ada yang mau mengecek pom bensin satu – satu. Mungkin ini juga mengapa kualitas bensin SPBU satu dengan yang lain bisa berbeda walau sama – sama premium.

Ternyata pernah terjadi pom bensin asing jual pertamax dengan harga premium


Ini dibahas di majalah pertamina.
Warta Pertamina, ISSN.01259377 • No. 7/THN XLV/JULI 2010

diberitakan:

Seperti dilansir pemberitaan media lokal di Medan pekan-pekan ini, SPBU-SPBU sebuah badan usaha di Medan diduga kuat menjual BBM bersubsidi dengan oktan melebih RON 88 seperti telah ditentukan BPH Migas. Premium mereka menurut sejumlah sopir di Medan cepat pembakaran mesinnya. Dan dari hasil uji sampling yang dilakukan oleh Pertamina Pemasaran BBM Retail Region I, sejak April 2010 ditemukan fakta, bahwa bahan bakar jenis premium mereka memiliki angka oktan di atas 92, berbeda spesifikasi BBM bersubsidi di Indonesia jenis premium yang secara standar internasional harus memiliki angka oktan 88.

bensindimurahin

Nggak tahu apa petronas melakukan politik atau memang masih untung untuk jual pertamax mereka dengan harga premium Indonesia.

Update:
Ternyata, jual pertamax dengan harga premium akan menguntungkan untuk pretonas, bahkan untuk hari ini. informasinya:
Govt to intervene if crude oil prices too high – Chua

Chua cited for comparison Indonesia, where he said due to taxes, RON 88, RON 92 and RON 95 are priced at the respective equivalents of RM2.35, RM2.70 and RM3.20 a litre.

Malaysian_Fuel_Prices_Subsidies_November_2014-630x354

RON95 malaysia disebut dijual dengan harga 2.3 dengan harga asli 2.43. RON95 indonesia dihargai RM3.2

3.2 : 2.43 = RON95 Indonesia 30% lebih mahal.

Bisa dilihat sendiri, RON88 Indonesia harganya lebih mahal sedikit dari RON95 Malaysia. Jadi, ternyata masih sama, petronas akan masih untung bila jual pertamax mereka dengan harga premium.

Gila, Bank Indonesia bilang kalau naikkan BBM untuk memaksa masyarakat untuk tidak memakai BBM.


Saat baca – baca majalah keluaran pertamina, nemu pernyataan yang mencengangkan, silahkan baca sendiri:

Energia Weekly, 14 Juli 2014, NO. 28 TAHUN L

BI : JANGAN RAGU NAIKKAN HARGA BBM SUBSIDI
JAKARTA (Bisnis Indonesia) – Bank Indonesia
(BI) meminta agar pemerintahan baru tidak ragu menaikkan harga BBM bersubsidi mengingat kenaikan harga BBM pada tahun lalu belum mampu menurunkan konsumsi. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengemukakan daya beli masyarakat masih kuat kendati harga Premium dan Solar medio tahun lalu dinaikkan menjadi Rp6.500 dan Rp5.500 per liter. Akibatnya, volume impor BBM belum turun signifikan. Data Kementerian ESDM menyebutkan realisasi BBM subsidi hingga April mencapai 15 juta kiloliter, sedikit meningkat dibandingkan pada realisasi periode yang sama 2012 dan 2013 yang hanya 13,1 juta kl dan 14,8 juta kl.

esdm jalankan penghematan 2 juta kl
JAKARTA (Bisnis Indonesia) – Kementerian ESDM tetap melakukan langkah penghematan volume BBM bersubsidi yang dikurangi sejumlah 2 juta kiloliter pada APBNP 2014 Dirjen Migas Edy Hermantoro mengatakan, pengurangan itu pasti akan dijalankan, salah satunya dengan pengurangan nozzle di SPBU yang akan dilaksanakan sesudah Lebaran. “Kalau tidak dijalankan dan volumenya besar (membengkak), kalau ada apa-apa, siapa yang tanggung jawab?” katanya. Bila volume BBM bersubsidi pada 2014 melebihi kuota yang ditetapkan dan berdasarkan hasil audit BPK diputuskan tidak membayar kelebihan volume itu, maka pada akhirnya negara yang akan mengalami kerugian. Mengenai penghematan dengan mengurangi nozzle BBM bersubsidi, dia mengungkapkan rencana itu dalam pengecekan secara teknis oleh PT Pertamina dan Hiswana Migas yang membawahi SPBU.•RIANTI

BBMmi

Wah, kalau caranya untuk mengurangi import adalah dengan membuat masyarakat tidak mampu beli BBM, ada kemungkinan untuk mengurangi kemacetan, masyarakan dibuat tidak mampu beli kendaraan……

Wah, nggak tahu mau bilang apa lagi. Apa begini ya hasil pendidikan di luar negeri?

Masih untung bensin cuma dinaikkan 2000, kan rencananya memang mau dibuat tanpa subsidi?


Sekarang ini banyak orang yang bertanya – tanya soal kenaikan harga bensin yang sekarang ini menjadi RP. 8500,-. Mestinya mas bro semua sudah bisa memperkirakan hal ini semua sejak Joko Widodo terpilih secara sidang menjadi presiden Indonesia. Kan sudah menjadi rencana dari pak Jokowi untuk menghapus semua subsidi?

Kejelasan hal ini bisa dilihat pada pernyataan pak Jokowi pada detik beberapa bulan sebelum Pemilu:
Ide Jokowi: Subsidi BBM Harus Hilang dalam 4 Tahun

Ia menghitung besaran angka kenaikan harga BBM subsidi per tahun, dihitung dari selisih harga BBM yang disubsidi dengan harga keekonomian dibagi selama 4 tahun. Sehingga pada tahun kelima, pemerintah tidak perlu sediakan anggaran untuk BBM bersubsidi.

“Tadi sudah bilang empat tahun, ya (dibagi empat),” ujarnya.

bensin2

Sehingga sudah dari jauh – jauh hari saya memperkirakan bahwa bensin akan naik. Untungnya harga minyak dunia pas lagi turun, kalau enggak, nggak tahu akan naik berapa. Juga walau harga Pertamax turun, harga premium mungkin tidak diturunkan karena memang sejak dari awal diniati untuk menghilangkan subsidi.

Tapi kembali ke soal keputusan, kan pak Jokowi hanya memenuhi janjinya, dan 50% masyarakat sudah setuju dengan segala rencana pak Jokowi (karena sudah milih pak Jokowi waktu pemilu), ya harusnya yang konsisten. Kalau mau marah, ya jangan ke pemerintah. Kan yang milih rakyat, yang salahkan ke yang milih pak Jokowi, atau dipakai pertimbangan di pemilu yang akan datang, jangan sok lupa waktu sudah pemilu.

Kan milih presiden nggak boleh kayak milih kucing dalam karung. Harus tahu rencana apa saja yang akan dilakukan oleh calonnya. Biar nggak kaget, pak Jokowi juga pernah mengungkapkan:
Media dan Analis Asing Pantau Kebijakan Ekonomi Jokowi

Jika terpilih, Jokowi berjanji akan memangkas anggaran energi hingga Rp 70 triliun dengan cara menghentikan 90% pembangkit listrik berbahan bakar diesel.

Setahu saya, untuk pembangkit listrik, tenaga diesel adalah termasuk yang termurah seperti halnya tenaga batu bara dan tenaga air. Kalau nggak salah pak Jokowi akan berjanji akan mengganti dengan teknologi alternatif (lupa link, maaf) seperti panas bumi atau energi surya. Tapi yang saya tahu, listrik dari teknologi alternatif biasanya 2 atau 3 kali lipat lebih mahal. Ada kemungkinan subsidi untuk listrik pun dicabut untuk membiayai pemerintahan.

Siap – siap listrik jadi jauh lebih mahal ya. Kan sudah diwanti – wanti saat pelantikan dengan semboyan “ayo mulai bekerja”. Ayo kerjo kerjo kerjo…

Tes irit CBR150R mas IWB sudah benar, saya yang salah, dan membahas soal spedo nggak akurat


Postingan sebelumnya tentang tes irit CBR150R yang dilakukan mas Iwan Banaran memberikan pendidikan untuk saya. Mohon maaf kepada mas Iwan Banaran karena sudah menuduh mas IWB salah. Ternyata saya yang katrok, kurang baca. Ternyata sudah ada yang melakukan uji tes keakuratan spedometer dan trip meter. Dan ternyata pihak pabrikan sepertinya berusaha untuk memastikan bahwa trip meter akurat dan sengaja membuat spedo meter tidak akurat.

Yang sudah melakukan pengujian tersebut salah satunya adalah mas Taufik dari tmcblog, yang sama komenter dipanggil wak haji. Contoh pengukuran bisa dilihat pada link berikut:
https://www.google.com/search?q=site:tmcblog.com+gps+spedo+trip

Artikel pada link tersebut memperlihatkan bagaimana mas Taufik membandingkan spedometer dan trip meter berbagai sepeda motor dengan Alat GPS merek Garmin. Salut dan terima kasih atas tesnya.

Di sisi lain, kesalahan ini membuat saya tahu bagaimana sabarnya para komenter sampai bersedia memberikan pendidikan bagi saya yang katrok. Salut bagi para komenter.

Tapi saya benar – benar tidak paham dengan logika dari pihak pabrikan yang sengaja membuat spedo jalan lebih kencang dari aslinya. Banyak yang berpendapat ini adalah untuk keselamatan. Asumsinya kalau orang lihat spedo akan lebih membatasi diri. Tapi apa untungnya dengan membuat spedo tidak akurat? Toh kebanyakan pemula malah nggak lihat spedo, bisa kecelakaan kalau lihat spedo terus. Kemudian pula kalau orang sudah senangnya kencang, apa ya perduli dengan berapa nilai spedo? Malahan beberapa orang justru sengaja mencoba top speed.

Bagi mereka yang penggemar top speed, tahu betul spedo nggak akurat, sampai belain bawa gps untuk pembuktian. Kalau sudah begini, kan jadi percuma mencoba membohongi pengendara.

Kemudian masalah lain. Sepertinya asumsi diatas bermula dari pepatah “alon – alon asal kelakon”. Tapi apakah pepatah itu masih berlaku untuk jaman sekarang ini? Saya berpendapat tidak!

Kalau mau selamat dijalan ya harus mengikuti arus. Kalau lalu lintasnya pada kencang ya harus kencang. Kalau lalu lintasnya pelan ya harus pelan. Beda kecepatan akan sangat berbahaya. Kalau jauh lebih kencang sih tergantung sama skill pengendara, yang biasanya sudah biasa. Tapi kalau jauh lebih lambat, ini yang akan sangat membahayakan kendaraan lain.

Di luar kota jarang sekali ada kendaraan yang berani jalan ditengah dengan lenggang kangkung kayak jalan punya sendiri. Sepertinya bukan karena mereka sudah sadar, tapi bisa dipastikan mereka yang melakukan hal tersebut secara otomatis akan “tereliminasi”. Yang lain belajar dari mereka yang “tereliminasi”. Bagi mereka yang menggantungkan hidup melewati jalan kencang akan sudah tahu bagaimana menyikapinya.

Sayangnya hal tersebut jarang disadari oleh para pengguna jalan di daerah perkotaan. Karena kecepatan yang relatif lebih lambat, masih banyak rider lambat yang “survive” dan masih seenaknya ambil jalan atau menghalangi jalan yang lain. Tidak ada yang memberikan mereka kesadaran bahwa sekarang sudah bukan lagi jamannya “lambat asal selamat”. Mereka – mereka ini lah yang menjadi momok menakutkan saat musim mudik.

Kembali ke soal spedo, mungkin spedo bisa diakali karena untuk sepeda motor tidak ada jalan yang pakai rambu kecepatan minimal. Lain dengan mobil karena di jalan tol ada rambu warna biru yang menunjukkan kecepatan minimal.

Yang jelas menurut saya spedo nggak akurat itu merepotkan. Sekalian saja dimatikan, diganti seperti meteran bensin yang sekarang ini jadi kayak penunjuknya oli mesin, kelap kelip kalau mau habis. Jadi dibuat spedo yang kalau kelap kelip artinya melewati batas kecepatan.

Setelah dikalkulasi ulang, angka konsumsi bensin dari tes CBR150R mas IWB ternyata lebih kecil


Update:
Artikel ditulis saat penulis kurang informasi. Trip meter CBR150R ternyata cukup akurat, tidak sama dengan spedo. Makasih bagi yang sharing link:
Membandingkan Spedometer dan Trip Meter Honda CBR150R dengan Garmin GPS Map 60CSx

artinnya pembacaan tripmeter Ori CBR150R sudah cukup menyamai hasil pengukuran GPS garmin 60CSx

Jadi, saya akui saya yang salah.

Postingan orisinil:
Artikel baru dari mas IwanBanaran sangat menarik. Dikatakan bahwa:
Uji konsumsi bensin Honda new CBR150R…….lha koq??!!

Akhirnya IWB tiba diSPBU Depok. Langsung melipir kesana…..IWB melihat permukaan bensin nggak bergeser. Walah….koq sik peres ki piye. Tapi IWB tetap meminta abang SPBU mengisi bensin. Raut mukanya sedikit heran karena bensin udah full tetap minta dijejali lagi. Untunglah petugas dengan telaten mengarahkan corong BBM Premium…..IWB awasi secara teliti hingga permukaan bensin sudah sampai dibibir paling atas tanki tidak turun lagi. Setelah merasa cukup…minta print biaya…..minggir ditempat aman, kalkulasi dimulai. Menyalakan kunci kontak….cek Odometer IWB lihat nangkring diangka 76.8km…..dikertas print tertera 1.686 liter….dan berikut hitungan yang didapat…..

76.8 (km) / 1.686 (liter) = 45.55 km

.

Terlihat sangat irit banget untuk motor yang orientasinya sport. Namun seharusnya angka tersebut dikoreksi. karena jelas dari foto bahwa jarak yang ditempuh diambil dari spedometer bukan dari GPS. Padahal sudah jelas bahwa spedonya nggak terlalu akurat.

Untuk itu mari kita coba hitung dari artikel mas Iwan Banaran yang lain.
Test ride Blogger…..Top speed Honda CBR150R lokal tembus 146km/jam!

Last…..selain top speed, bro Noe Noe juga mencatat komsumsi bahan bakar K45. Menggunakan bensin Pertamax Plus oktan 95……dalam pengetesan, CBR150R lokal mampu menjelajah sejauh 36,7km/liter. Sayang bro Noenoe tidak menjelaskan…..seberapa jauh jarak saat test top speed. Soale setahu IWB jalur tersebut emang lurus dan panjang. Apapun itu….ditangan bobot pengendara 52kg…..CBR150R sepertinya akan sulit dikejar. Top speed 145km/jam on speedo dan 128km/jam on GPS…dan terbaru diperbaharui meningkat menjadi 146km/jam…..kita tunggu video dari bro Noenoe. 146km/jam?. Ediann tenan bikin ngowoh ki …..(iwb)

Jadi spedonya menunjuk 145km/jam untuk aslinya 128km/jam. Kalau dihitung rasionya = 128 : 145 = 0.882

Jadi kalau dikoreksi,
= 45.55 x 0.882
= 40.175

Jadi angka konsumsi bensin dari hasil uji tes mas Iwan Banaran dengan bensin premium harusnya 40.17km per liter.

Oli jelek penyebab Yamaha terpaksa mengaplikasikan teknologi Diasil Cylinder?


Melihat dari comment di blogger, banyak yang menganggap fasilitas dari diasil cylinder sebagai sesuatu nilai tambah bagi motor merek Yamaha. Namun apa benar begitu?

Kalau dari artikel KBY, diasil cyclinder itu adalah teknologi lama. Berikut artikelnya:
Forged Piston, Diasil Silinder dan Offset Cylinder, Teknologi Lama Yang Jadi Luar Biasa

K: Wah ternyata, bebek aja sudah lama make ya.. Oke kalau itu kan offset silinder, bagaimana dengan forged piston dan diasil silinder? Konon ada selentingan bahwa Ninja 250 tidak menggunakan teknologi ini pada mesinnya… Benarkah demikian?

S: (ngakak)…kata siapa sih? Memangnya yang ngomong sudah pernah belah mesin Ninja? Jangankan yang sekarang, dari era 2 tak saja, itu diasil dan forged piston sudah terpasang di mesin ninja… Bahkan Satria FU aja sudah memakainya…namanya SCEM, hanya sayangnya memang tidak diangkat aja tuh sisi SCEM-nya jadi kurang terkenal deh… Intinya, bukan teknologi advance saat ini lah… Biasa aja.

Jelas bahwa teknologi diasil cylinder itu teknologi yang sudah ada cukup lama. Namun sangat jelas juga bahwa hanya baru – baru ini saja Yamaha mulai mengaplikasikan teknologi ini ke produknya. Apasih keunggulannya? Kalau kata website resminya, ini keunggulannya:

Yamaha Motor Co., Ltd. (YMC) has succeeded in the development of an all-aluminum die-cast cylinder with 60% better cooling performance and 30% cheaper production cost than a conventional cylinder (*1). Called the Yamaha “DiASil Cylinder” (*2), this is the world’s first all-aluminum die-cast cylinder and it achieves cooling performance equivalent to that of a nickel-plated cylinder, which is currently recognized as the best in the industry, but at a significantly lower production cost than a nickel-plated cylinder.

Jadi keunggulan utamanya lebih murah dan lebih gampang membuang panas. Bukan untuk nambah awet. Kalau dari referensi dari website yamaha yang lain, disebut bahwa untuk meningkatkan keawetan, diperlukan tambahan:

There are two types of all-aluminium cylinders. One is the ceramic composite plated cylinder, whose wall surface is covered with a ceramic coating to improve strength and reduce friction resistance. The other is the DiASil cylinder without the coating.

Nah, sekarang, apa mas bro semua memperhatikan bahwa di jaman sebelum diasil cylinder ini motor yamaha banyak yang suaranya berisik dan kadang ngebul asapnya? Menurut saya yang menjadi faktor utamanya adalah Oli Yamalube standard yang jelek. Mungkin saja oli tersebut sudah sesuai standard, tapi toh nyatanya dilapangan terbukti olinya jelek.

Sepertinya, daripada harus memperbaiki kualitas oli, Yamaha lebih memilih untuk mengaplikasikan teknologi diasil silinder yang bisa membuang panas lebih baik (karena olinya jelek bikin panas motor) dan sekalian menekan ongkos produksi. Dan untuk menambah keawetan komponen, forged piston juga dipasangkan (karena oli jelek bikin aus motor). Dan ini sapertinya terbukti ampuh mengurangi reputasi yamaha sebagai motor yang berisik.

Yamah sendiri sudah commit untuk memaksa pengguna Yamaha untuk memakai Yamalube. Iklannya saja “Yamaha motornya Yamalube olinya”.

Kalau saya sih mending pakai pertamina daripada pakai punya bawaan pabrik, nggak perduli ngakunya standar apaan. Soal oli akan dibahas di artikel berikutnya.

Yang aneh dari blog iwanbanaran.com


Blog nya mas IwanBanaran secara content sangat bagus. Informasinya enak diikuti dan menginspirasi semua orang. Kupasan berikut ini tidak bertujuan untuk menjelek – jelekkan blognya mas IwanBanaran tapi untuk memberi saran. Soalnya kan susah sekali menghubungi mas IwanBanaran dengan visitor yang segitu banyak. Barangkali kalau banyak yang memberi saran (setelah membaca postingan ini) mas Iwan bisa tahu.

.1. Iklan “made of champion” yang statis tapi sering ketutupan. Iklan ini berada di pojok kiri atas website dan sering tertutup oleh postingan saat layar di scroll ataupun saat tampilan layarnya kecil. Jadi iklan ini sebenarnya tidak efektif atau bahkan mengganggu tampilan. Contoh, lihat yang ditunjukkan panah merah, saya pakai browser Opera 12 (jangan dipaksa pakai yang lain ya!):

a1

Kalau layarnya kecil, jadinya seperti ini:

a2

Jadi nggak kelihatan. Padahal si mas champion sudah gagah – gagah nongkrong di motor “racing” tapi blas nggak muncul. Kelihatannya sih ini seperti bukan disengaja.

 

.2. Lahan kosong di bagian kanan. Mungkin karena saya pakai antivirus kaspersky, bagian sebelah kanan jadi tidak kosong. BIla bagian kanan ini normalnya ada isinya, harusnya diberi pengganti bila pengguna menggunakan anti virus.

a3

 

.3. Kadang tampilan teks jadi hancur di alamat tertentu, sebagian teks jadi tidak terlihat. Nanti kalau pas nemu lagi akan saya posting contohnya.

 

kemungkinan persoalan diatas terjadi karena bugnya “theme” yang dipakai mas IwanBanaran. Solusinya kalau nggak ngedit sendiri yang update theme atau sekalian ganti theme. Sepertinya website mas Iwan sudah di custom.

Kalau untuk saran lain yang sepele:

mbok yao recent postnya dibikin lebih banyak soalnya mas IwanBanaran kalau posting banter banget. Jangan cuma 5 tapi 10 atau sekalian 15. toh bagian sidebar isinya sudah puanjang.

Bagus juga bila ditambahkan modul archive di sidebar. terus terang agak ribet kalau pingin lihat konten yang sebelumnya. kalau pakai kategori bisa campur aduk.

Sekalian di about di kasih foto mas IwanBanaran sama motor yang dipakai sekarang. Kan pembaca juga ingin tahu motor apa yang mas Iwan pilih kalau beli sendiri.

 

Soal velg matic yamaha yang doyang dombret


Tertarik sama postingan mas IwanBanaran tentang matic Yamaha.

Disebutkan:

Kalo besok itu Mio M3 udah terlanjur ya udahlah mau gimane lagi. Tapi buat Soul GT Bluecore jangan sampe pake ban cacing ‘n velg goyang dombret.

Kalau soal ini saya setuju betul. Nggak cuma karena ukurannya karet rodanya yang lebih kecil dari produk keluaran Honda, tapi velg punya matic Yamaha memang sungguhan goyang dombret. Kita bisa lihat contohnya di jalan, matic yang velgnya goyang kebanyakan adalah merk Yamaha. Sepertinya ini problemnya sudah dari sononya. Dari bahannya memang lemah.

Bahkan waktu dulu survey untuk beli matic, yang di diler Yamaha saat nawari yang model spoke (pakai ruji) bilangnya model spoke lebih kuat velgnya daripada model castwheel (velg racing). Jadi sebenarnya Yamaha sudah tahu kalau velg matic yang racing gampang peyang.

Tapi mungkin sudah kadung cinta, masih banyak juga yang beli. Asal diberitahu saja sama yang pakai untuk melakukan setel velg secara berkala, barangkali setahun sekali. Rasanya sedih juga melihat banyak matic Yamaha tetap melenggang kencang dengan velg yang super bergoyang. Selain tidak napak jalan (rem nggak pakem, akselerasi payah, kendali nggak stabil), ban juga cepat habis.

Jadi sekalipun sudah cinta dan bondo nekat, berani mati, berani membunuh orang, maksa pakai velg bergoyang masih tetap merugikan.

Kalau masih ada sadarnya, dan masih suka mengendarai motor Yamaha, maka sebaiknya memeriksa velg secara berkala. Karena velg goyang tidak cuma menghabiskan bensin, mempercepat aus roda, tapi juga tidak aman dan membahayakan yang lain. Tidak cuma pengendara saja yang terancam nyawanya, tapi juga pengendara lain atau pejalan kaki.

Sudah konsekuensi pengguna matic Yamaha (ataupun model / merk lainnya) untuk memastikan velgnya nggak peyang.

Ternyata yang gambar H2 sangar yang diposting para blogger sebenarnya bukan gambar H2


og

Akhir – akhir ini para blogger banyak yang membahas kehadiran Kawasaki H2. Dari foto yang mereka posting kelihatan bahwa profil dari H2 sangat sangar. Namun ternyata, foto yang mereka posting sesungguhnya adalah versi H2R, yang menurut kode di fotonya adalah 15ZX1000P. Versi H2 (kode foto 15ZX1000N) yang sesungguhnya tampilannya lebih loyo/nggilani dari versi H2R. Ini bisa dilihat di website resmi dari Kawasaki Ninja H2.

Silahkan dibandingkan di foto di bawah ini, H2R (atas) vs H2 (bawah):

h2rh2

Lampu yang ditengah terlihat bikin penampilan tidak sangar lagi. Apalagi bagian lampu sein yang kesannya jadi mirip bekicot. Mungkin ada yang bilang mirip lampu monster, tapi bukan monster sangar tapi monster menjijikkan. Tampilan dari samping juga tidak kalah menjijikkan:

15ZX1000N_Styling03

Bentuk knalpotnya itu lho. Kalau yang tengah saking nggilaninya, mending tidak usah dibahas. Yang bagian belakangnya itu sangat tidak mengenakkan untuk dilihat, nggak proporsional.

Bila benar ada orang Indonesia yang beli Kawasaki H2, bukannya kagum tapi kasihan sama yang beli.

Yang heran, untuk versi H2R, dimana lampu depan dan lampu seinnya ya?