Standar oli nggak bisa dipakai acuan memilih oli bro! harus coba sendiri.


Banyak yang menyarankan hanya pakai acuan standar oli atau SAE dalam menyarankan oli yang dipergunakan. Sering dikatakan, pilih oli tinggal menyesuaikan dengan SAE dan standar oli yang dibutuhkan oleh mesin. Kalau sudah pas, dijamin kendaraan akan oke, katanya. Padahal dalam kenyataaannya, kedua hal tersebut kadang tidak mencerminkan kemampuan sesungguhnya dari olinya.

Nggak percaya? Coba aja dua oli dengan standar dan nilai SAE yang sama tapi dengan tipe atau merek yang berbeda. Pasti rasanya berbeda. Apa tidak merasa aneh lha wong standar dan SAEnya sama tapi kok rasanya beda? Ini dikarekankan kemampuan oli tidak hanya terbatas pada nilai SAE ataupun standar oli. Jadi, kita tidak bisa hanya berpatokan sama nilai SAE ataupun standar.

Contoh kemampuan oli yang jarang dikupas adalah:
– daya tahan terhadap gesekan/himpitan (selain viskositas)
– daya tahan terhadap panas
– daya tahan terhadap kocokan
– daya tahan terhadap penguapan
– daya tahan terhadap oksidasi
– nggak bikin kopling licin
– mendekat ke panas vs menjauh dari panas
– membersihkan mesin dari kerak / tidak menghasilkan endapan
– tidak merusak seal

Kemampuan tersebut, tidak bisa kita ketahui hanya dari bungkusnya. Lebih baik jangan terlalu percaya iklan ataupun tulisan di kemasan. Bisa dipastikan bahwa semua oli yang berada di pasaran sudah memenuhi standar. Tapi kenyataan menunjukkan kemampuan njomplang banget. Beda antara oli jelek sangat jauh dibanding dengan oli yang mendingan. Sudah jelas bahwa uji standarnya terlalu ndlosor, terlalu rendah.

Harga tidak menjamin kemampuan. Yang mahal belum tentu lebih baik. Beberapa orang beranggapan oli sintetik pasti lebih baik, sehingga mereka pilih oli sintetik murah. Namun bagaimana bila karena bahan dasar yang mahal, pabriknya jadi nggak bisa menambahkan aditif yang cukup sehingga kemampuan yang tidak berhubungan dengan viskositas jadi sangat kurang? Sehingga bisa terjadi olinya lebih mudah menguap, tidak membersihkan kerak, dst.

Beberapa orang juga masih ada saja yang percaya kalau aditif oli bisa bikin oli makin bagus. Alasan itu tidak sepenuhnya benar. Mungkin saja aditifnya bisa menambahkan viskositas sesuai dengan klaim, tapi bagaimana bila itu akhirnya merusak keseimbangan zat kimia di oli yang sudah diatur pas sama pabriknya, yang akhirnya malah bikin olinya membuat endapan, membuat kerak yang menutupi jalannya oli yang akhirnya hanya bisa diatasi dengan turun mesin? Mencampur oli pun bisa berakibat tidak bagus seperti yang dialami bro berikut ini:
https://triyantobanyumasan.wordpress.com/2012/09/04/jangan-asal-mencampur-oli-mesin/

Pelajari darimana pabrikan memperoleh sumber oli. Ada yang belinya di cina dengan kualitasnya nggak mesti. Ada yang beli dari pertamina lalu diberi aditif sendiri. Ada yang pakai oli bekas di daur ulang, dst. Yang wajib harus dihindari adalah yang kualitasnya naik turun. Hindari juga yang banyak oli palsunya. Lebih mending pilih oli langka yang kualitasnya terjamin.

Namun mohon maaf, disini penulis tidak bisa memberikan informasi oli apa yang terbaik, karena belum tentu apa yang penulis alami saat sering eksperimen ganti oli masih sesuai dengan kondisi saat ini, tapi paling tidak bisa memberikan gambaran bahwa pilih oli itu tidak gampang. Sebagai ancer – ancer, tanda bagus atau tidaknya oli perhatikan hal sebagai berikut:

  1. Mesin tidak menjadi berisik:
    Oli jelek dan oli bagus bedanya biasanya langsung terasa beberapa saat setelah diganti. Amati perubahan temperature, kebisingan dan performa mesin.
  2. Performa oli (suara berisik, tenaga mesin) tetap stabil sesuai dengan masa pakainya. Oli jelek biasanya daya tahannya tidak sesuai dengan klaim yang diberikan. Sering saya alami performa turun setelah beberapa puluh kilometer. Oli yang baik daya tahannya sesuai atau bahkan lebih dari apa yang mereka klaimkan.

  3. Pelajari tertimoni dari pengguna oli lain. Jangan hiraukan mereka yang tidak pernah ganti ganti oli, dengarkan dari mereka yang sering membandingkan oli. Kalau bisa pilih yang menggunakan kendaraan yang sama dan berada dalam kondisi jalan yang sama. Cari terutama testimoni tentang komplin oli jelek. Contoh testimoni yang lumayan:
    http://jackalride.wordpress.com/2014/03/21/artikel-review-pemakaian-berbagai-oli-pada-cb150r-streetfire-oli-apa-yang-cocok/
    http://www.ridergalau.com/2014/09/oli-yang-bagus-buat-new-vixion.html

  4. Jangan tanya ke penjual oli, tanya ke bengkel yang biasa terima sepeda motor bermasalah.

  5. Jangan terpaku harga. Harga mahal tidak menjamin oli yang lebih bagus.

  6. Oli rekomendasi dari dealer biasanya membawa pesan sponsor. Jangan percaya dengan rekomendasi dealer. Buktikan sendiri.

  7. Sesuaikan pemilihan oli dengan pemakaian. Walau pakai motor yang bisa mencapai 12000 rpm, nggak perlu beli oli racing super encer kalau tiap hari pakainya di jalan macet. Perlindungan untuk mesin jalan kencang kan berbeda dari mesin jalan pelan. Seringkali bisa kita lihat deskripsi di kemasan pun mencerminkan itu. Reliability itu artinya lebih awet tapi nggak bisa kencang. Performa itu artinya nggak awet tapi kencang. Tinggal pilih sendiri.

Mungkin beberapa orang masih punya tradisi kalau habis keluar kota ganti oli. Nah itu tandanya olinya jelek. Kalau oli bagus, mau dipakai ke luar kota beberapa kalipun tidak masalah. Mesin tetap enak, suara tetap tidak berisik.

Penulis sekarang ini pilih pakai oli valvoline. Oli langka, karena cuma nemu satu tempat yang jual. Pilihan pertama sih Castrol GPS, tapi sekarang sudah tidak ada. Oli berikutnya kalau kepepet adalah Castrol Active, atau pilihan lebih mahal Repsol. Sudah kapok pakai oli rekomendasi dari dealer. Lebih kapok lagi pakai rekomendasi toko. Iklan juga menipu, masa di iklan dilihatkan pakai oli lain bikin motor ngebul, padahal di kenyataan, justru oli iklan itu yang bikin ngebul, si top. Kalau ada oli baru, mending pilih oli yang ada tulisannya “everyday riding” daripada “super performance”.

Kalau pertimbangannya iklan, maka cari oli yang dipakai beneran di racing. Bukan yang cuma nempel sebagai iklan sponsor. Kalau pertimbangannya oli impor, lihat di forum luar negeri, oli yang mereka pakai apa. Jangan kaget kalau tahu oli populer yang katanya impor nggak populer atau nggak ada yang pakai di luar negeri.

Daripada oli sintentis murah, penulis lebih milih oli mineral atau semi sintetis mahal. Tapi tetap, hasil akhir diputuskan setelah dicoba. Pastikan setelah mencoba oli rekomendasi rider lain.

16 thoughts on “Standar oli nggak bisa dipakai acuan memilih oli bro! harus coba sendiri.

  1. Ane pernah coba primaxp API SL sepanjang 5000km,mesin ane mrotholi trlihat dr serpihan n puing2 besi saat ngetap oli..
    Pdhal ane sblmnya pke BM1 API SJ sepanjang 7000km tetep halus n ga ada puing2 sedikitpun..
    Sori bkn iklan lo ya..

    Suka

    • Tidak tahu juga. bisa jadi yang gramnya larut itu lebih baik, daripada gramnya nempel di mesin? Tahunya kalau blok mesin dibuka.

      Kalau menurut mas IWB, butiran gram logam itu sesuatu yang normal:
      http://iwanbanaran.com/2011/07/11/jangan-remehkan-filter-oli-mesin-mzbro/
      “Dewasa ini mayoritas pabrikan membekali produk mereka dengan filter oli yang ditempatkan sedemikian rupa supaya gram atau bekas butiran logam mikro bisa terjaring tanpa sempat menuju kesilinder serta semua komponen penopang utama gerak mesin.”

      Menurut link berikut, membawa butiran gram logam termasuk salah satu fungsi oli:
      http://ell-capitano.blogspot.com/2012/05/makalah-oli-sebagai-pelumas.html
      ” Sebagai Pembersih
      Kotoran akan mengendap dalam komponen mesin seperti butiran- butiran logam hasil gesekan antara logam yang saling bersinggungan, ini menambah pergesekan dan menyumbat saluran oli. Oli mesin akan membersihkan kotoran tersebut untuk mencegah kotoran yang tertimbun didalam mesin.”

      Suka

  2. Klo gram2 halus ya wajar mas,tp ini puing2 logam skitar 5 mm,n mesin suaranya kasar bgt,jd blm tentu jg api SL slalu lbh baik dr pd api SJ,tergantung formula2 rahasia tiap merk kali ya..

    Suka

    • Ooo begitu. lain lagi ceritanya. Tapi oli BM-1 nya sebaiknya dibandingkan dulu dengan oli yang jadi iklan motogp. Kalau dulu coba BM-1 kesannya kayak agip.

      BTW, oli valvoline yang dulu sering saya pakai standarnya SF. waktu itu lebih baik dari castrol go atau AHM atau pertamina.

      Suka

  3. yup,,
    smntara ini stelah bbrp kali ax 5 lambang kerang
    dan yamalube 1 L, serta prima xp dan top 1
    ud nyoba juga castrol active
    akhirnya bertahan si kental warna biru aroma prmen karet dari bumn
    si endur biasa
    klw motor yg stelah th 2000 an coba yg racing yg agk encer 😀

    Suka

    • makasih infonya. merek luar pun belum tentu lebih bagus. karena bisa jadi untuk harga oli lokal kelas 1 kita dapat oli luar kelas 3. dan harga oli luar kelas 1 bisa saja tidak terjangkau. Jadi pilihan oli luar pun nggak milih yang paling murah.

      Suka

  4. Wah…jelimet juga ya…klau sy berpatokan pd oli standart bawaan motor, misal 10W-30 api service SJ maka bila cari penggantinya lain merek dari bawaan motor nilai viskositasnya hrs 10W-30 sementara grade api nya minimal SJ.

    Suka

    • ok. viscositas rasanya perlu karena perilaku mesin berkembang dan rpm makin tinggi. Namun rasanya oli encer itu tujuannya untuk biar lebih mengurangi hambatan dan bukan untuk menambah pelumasan. Jadi kalau pakainya pelan, saya lebih memilih oli kental.

      Suka

  5. Pernah pake oli mobil di mesin motor (Prima XP sae 20-50W, tp entah yg apa API nya) hasilnya kopling suka selip. Jd skrg back to Castrol (10-40W) 😁

    Suka

  6. Banyak oli bagus dan murah.
    Cuma ya itu kang, review-nya dikit banget.
    Ane udah berkali2 coba beberapa jenis oli di motor berbeda.
    Dari sekian oli, Cas**ol termasuk menipu. Iklan bagus tapi gpg hitam dan gpg banget bikin mesin jadi kasar.
    S**ll yang terbaik. Gampang item tapi suara mesin halus sampai cukup lama. Tapi kalau udah berkurang atau menurun daya tahannya ya langsung kasar bgt suara mesinnya kyk Cas**ol.
    Enduro Racing paling awet tp sayangnya gpg bikin selip kopling apalagi kalau kondisi panas.
    Terakhir sampai skrg pakai Evalube. Paling murah dan umur pakai paling pendek tapi selama memakainya lebih puas drpd S**ll.
    Sekali dua kali selip kopling pas kondisi dingin banget. Tapi kalau panas JOSS.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s