Aman dikala hujan, merebahkan badan ke depan saat di tikungan? nggak mesti bro!


Di banyak blog yang membahas tentang cara menikung / cornering, banyak yang menyarankan bahwa sebaiknya mencondongkan badan ke depan untuk menambah tekanan di roda depan. Saya tidak setuju. Karena motor beda – beda, cara menikung juga beda – beda. Kalau dipaksakan begitu, malah bisa ndelosor, jatuh di tikungan.

Menurut saya idealnya beban di roda adalah 50:50 saat di tikungan, roda depan menerima beban yang sama dengan roda belakang. Jadi kalau jatuh nggak njungkel kedepan atau ngepot belakangnya, tapi nyisih, yang biasanya lebih aman.

Beban dari roda tergantung dari banyak hal. Bisa dari karakteristik motor, misalnya ideal untuk motor sport, atau berat di belakang kalau di skuter matic. Bisa karena pengereman, yang membuat roda depan mengalami beban lebih berat. Bisa dari akselerasi yang membuat beban berpindah kebelakang. Bisa dari posisi penumpang atau rider. Bisa dari ukuran atau jenis roda. dan lain – lain.

Jadi, nggak bisa di sama ratakan semua bisa pakai badan condong kedepan. Tikungan tajam dilibas dengan badan condong kedepan ditambah dengan rem akan justru bikin celaka.

Saat hujan, sebisa mungkin pengereman berakhir sebelum mulai berbelok. Jadi kecepatan waktu akan berbelok sudah sesuai dengan tikungan. Jangan lepas rem waktu lagi belok tapi lakukan sebelumnya. Usahakan jangan melakukan perubahan kecepatan bersamaan dengan perubahan kemudi. Tapi tetap kemudi menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi.

Walau 50:50 lebih ideal, namun bila susah untuk mencapainya, maka lebih baik di bebankan ke belakang yang lebih banyak. Jadi justru badan dibuat tegak atau siap, lalu melakukan tikungan dengan sedikit rem atau engine brake atau sedikit akselerasi. Sedikit beban di belakang akan membuat lebih mudah mengkoreksi ban belakang selip. Kalau roda depan yang selip akan jauh lebih susah untuk mengkoreksi. Jangan biarkan motor meluncur bebas. Karena kalau ada hambatan, roda depan dulu yang kena yang akibatnya akan membebani roda depan terlebih dulu, yang bisa membuat roda depan lepas kontrol lebih dulu dari roda belakang.

Kemudian tujuan merebahkan badan ke tikungan bukan buat badan nempel ke tikungan, tapi buat motor tidak terlalu rebah. Tujuannya agar roda sudutnya dengan jalan tidak terlalu miring, sehingga roda masih banyak yang napak ke jalan, di bagian roda yang didesain untuk nempel ke jalan.

Bila terpaksa melakukan pengereman di tengah tikungan, maka pastikan bahwa rem belakang yang terlebih dahulu mengerem, jangan sampai yang depan dulu. Jangan dilakukan mendadak, usahakan sehalus mungkin. Biasakan untuk tidak melakukan pengereman secara mendadak. Bila pengereman sifatnya keras / harus cepat, badan condongkan ke belakang, untuk membantu traksi pengereman roda belakang, untuk mengurangi beban roda depan. Tujuan tetap sama, menyeimbangan beban di roda depan dan belakang.

Untuk keamanan pula maka jangan gunakan roda yang berbeda merek untuk depan dan belakang. Berdasarkan testimoni dari komenter di artikel sebelumnya, hindari ban FDR Genji kalau di musim hujan.

Harus diingat pula bahwa perilaku motor skuter matic akan jauh berbeda dari motor underbone atau motor sport. Jangan kepedean kalau tidak sering coba melalui tikungan basah.

Hati – hati ya bro!

5 thoughts on “Aman dikala hujan, merebahkan badan ke depan saat di tikungan? nggak mesti bro!

  1. Klo ane slalu jaga kepakeman roda depan mas,walau ban blakang ngesot msh bs dpertahankan bwt ga jatuh,,
    tp klo roda dpn yg ngesot waaah lgsg ndlosor mas..
    Intinya,awalnya ane blajar ngerem keras pke ban dpn,jk trasa ada indikasi selip dikit maka ane lepas rem depannya,trs rem lg,jd ada kebiasaan ngerem pakem tp tetep aman,walau ga pke abs tp ane dh cukup jd piranti abs-nya hehe..
    Intinya bagi siapapun,banyak2 latihan ngerem lah mas,trutama rem depan..
    Orang pelan blm tentu aman,siapa tahu dy kagak bs ngerem dgn pas..
    Jd latihan ngerem dgn keras trutama roda depan adl sangat wajib,entah d medan aspal,tanah,krikil entah kering maupun basah entah dlm posisi lurus maupun menikung,
    cwo cwe sama saja guna meningkatkan keamanan berkendara..
    Salam 3S (speed,smooth,& safe)

    Suka

    • Makasih sharingnya.

      Saya agak beda. Bila pakai rem belakang, pengereman jadi jauh lebih pakem daripada hanya mengandalkan yang depan. Apalagi kalau badan mengimbangi belakang.

      Iya, memang perlu latihan, jadi lebih baik membiasakan mengerem ala ABS, dengan perubahan tekanan dilakukan kalem.

      Awal pengereman juga tidak boleh drastis, tidak boleh nyentak, harus dari kalem ke keras.

      Bila terlalu keras, maka kembalinya traksi roda bisa sangat telat / lambat. Sehingga harus betul – betul dijaga agar roda tidak melebihi limit. Kemudian pengereman yang intermittent, tidak konsisten, tidak linier kekuatannya membuat roda depan tidak menapak karena tekanannya berubah ubah.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s