Mengkritisi uji korosif radiator coolant vs air ac, jangan tertipu bro!


Tertarik dengan cerita seorang bro yang motornya jadi overheat dikala macet padahal motornya sudah pakai radiator. Ceritanya menjadi sebuah diskusi yang menarik diikuti. Diskusi ikut juga menyinggung soal radiator yang perlu diservis untuk menghilangkan kerak.

Yang jadi pertanyaan, kan sudah pakai radiator coolant rekomendasi bengkel resmi, kok masih ada dugaan soal kerak? Dari pertanyaan ini penulis mencoba menelusuri, ada tidak orang yang menguji performa radiator coolant. Ketemu, tapi kesimpulan yang diambil bikin penulis bertanya – tanya.

Informasinya disini:
Thread: Inilah Kelebihan Radiator Coolant Berbanding Air Biasa Untuk AC Mobil
4123

Hasil pengujian ini menunjukan bahwa Radiator Coolant efektif menjaga kondisi logam sebagai pencegah korosi (karat). Wadah yang berisikan air AC terlihat sangat keruh dan terdapat endapan karat logam, sedangkan wadah yang berisikan radiator coolant relatif tidak berubah; hanya sedikit berubah warnanya namun tidak keruh dan tidak terdapat endapan karat.

Terus terang penulis tidak setuju dengan kesimpulan itu. Karena percobaan itu tidak mencerminkan kondisi sesungguhnya dari mesin. Kondisi yang kurang adalah panas. Harusnya coolant dan air ac tersebut direbus, sampai garing atau paling tidak merendam paku dalam kondisi larutan panas. Hasilnya bisa jadi berbeda. Bisa saja yang di coolant jadi ikut berkarat.

Mungkin ada bro yang berpikir bahwa karat adalah tanda korosi. Bro harus ingat, bahwa karat bukan satu satunya tanda korosi. Kalau dalam larutan asam, maka korosinya justru tidak terlihat. Nggak percaya? rendam saja paku berkarat dalam asam. Dijamin hilang karatnya. Apakah itu tandanya asam bagus untuk coolant? ada yang berani coba?

Kemudian soal kerak. Bisa menghilangkan karat belum tentu mencegah kerak. Karena kerak bisa terjadi dari banyak hal, bukan cuma karat saja. Kalau masak air, kerak terjadi karena adanya partikel yang larut didalam air, dan partikel itu tidak mesti partikel logam. Nah kalau partikelnya justru bersumber pada pewarna dari coolant bagaimana? Yang namanya pewarna tentu menambah partikel pada cairan kan?

Kalau ada bro yang berpikir bahwa larutan yang bisa menghilangkan karat dan bisa menghilangkan kerak bagus dipakai coolant, bagaimana dengan wing porselen? Wing porselen
lumayan bagus bila dipakai menghilangkan kerak, juga bisa menghilangkan karat. Apa wing porselen tambah ethylene glycol jadi bagus untuk coolant?

Jawaban baru akan ketemu kalau sudah dididihkan. Intinya saya tidak setuju kalau tes dilakukan tanpa memanaskan larutannya.

Sebagai tambahan, zat yang bikin karat makin cepat adalah basa. Contoh ekstremnya soda api. Contoh kecilnya adalah air kran. Air kran sering mengandung tawas. Dan kalau tawas dipakai dalam konsentrasi tinggi hasilnya seperti dibawah ini, berkarat dalam waktu beberapa menit saat dipanaskan:
berkaratIMG_7179_zps23f1f3ba

Mungkin asam tidak akan menimbulkan karat, tapi asam akan bereaksi dengan logam alias menggerogoti bagian logam. Hasil dari reaksi juga bisa menimbulkan partikel yang bisa menjadi penyebab kerak.

 

Harus diingat bahwa Radiator Coolant masih mengandung air. Kebanyakan coolant adalah air yang ditambahi bahan kimia glycol yang memiliki titik didih lebih tinggi dari air agar bisa tahan panas, juga bahan kimia lain agar tidak mudah beku atau menguap atau mengendap. Biasanya 50% adalah air. Belum pernah dengar yang nggak ada airnya sama sekali. Oleh karena itu walaupun sudah pakai coolant tetap bisa berkarat karena tetap ada airnya.

Hal yang perlu dicermati lain adalah pewarna atau partikel lain yang terkandung di dalam Radiator Coolant bisa mengakibatkan penyumbatan saluran radiator. Jadi mungkin nggak karatan, tapi jadi tersumbat karena partikel tersebut, efeknya bisa lebih parah karena mesin tidak didinginkan secara sempurna.

 

Kesimpulannya, sebisa mungkin menguji coba coolant dalam keadaan mendekati situasi yang sebenarnya. Kalau cuma ditaruh gelas saja, belum mencerminkan sifat dari coolant. Lebih baik juga diuji dengan dipanaskan berlama – lama. Lalu dilihat ada keraknya tidak, ada endapan logam tidak. Sekalian dipanggang berbarengan dengan air biasa untuk mengecek apakah benar coolantnya mendidih jauh lebih lambat dari air biasa.

Bila tidak ada waktu untuk eksperimen, yang jelas jangan beli merek coolant abal – abal. Pilih rekomendasi pabrik mobil, sekalipun itu mau dipakai untuk motor. Karena jarang sekali harus ganti, mending milih merek yang terbaik dan terkenal di luar negeri.

7 thoughts on “Mengkritisi uji korosif radiator coolant vs air ac, jangan tertipu bro!

    • Tujuannya untuk mengurangi partikel. Mengurangi penyebab kerak. Kalau soal karat, tergantung pH.

      Pada prinsipnya, saat air membeku, maka partikel yang berada dalam air akan terpisah dan membentuk bagian es yang buthek / yang putih.

      Bila mau yang banyak beningnya, pakai air yang sudah dididihkan, bekukan, lalu ambil bagian es yang bening saja.

      Tapi air yang partikelnya sedikit titik didihnya rendah, lebih mudah mendidih.

      Suka

  1. Dalam uji artikel tersebut hanya ada 2 kontestan, air hasil kondensasi dan coolant(materi yang didesain untuk tujuan pengisi radiator).
    disini air hasil kondensasi dianggap spesial dari air tanah/mineral biasa karena dalam proses kondensasi ada potensi melalui tahap
    pemisahan dengan zat2 selain h2o yang mungkin dapat mempengaruhi titik didih air(dikhwatirkan menyebabkan titik didih kurang dari 100degC
    (penguapan terlalu dini).Sehingga dengan kondensasi diharapkan air memiliki titik didih menuju sempurna yaitu 100degC,tetapi terdapat fakta bahwa “logam+air=potensi karat”
    pada air kondensasi tidak mengalami teknik rekayasa atau pengupayaan dalam menurunkan reaksi rusting.Sedangkan pada coolant yang didesain
    memang untuk pengisi radiator dilakukan rekayasa menambah zat peningkat titik didih 100degC+, serta menambah zat penurun terjadinya reaksi
    rusting.Meskipun dalam kaitannya dengan rusting tidak mungkin mencapai kondisi 0%/zero rusting. Maka coolant didesain memicu rusting lebih
    kecil dibanding air kondensasi.Namun coolant dipasaran tidak semua sejalan dengan idealisme pembuatan coolant itu sendiri,ada yg baik atau
    juga buruk kualitasnya.Tetap konsumen harus bijak memilih.

    Suka

    • Saya pernah eksperimen elektrolisis. kalau airnya basa, maka logam yang terendam cepat berkarat. kalau airnya asam maka logam yang tidak terendam yang cepat berkarat.

      Coolant itu antara 50 sampai 70% air. Salah bila dianggap coolant yang dijual dipasaran tidak mengandung air.

      Suka

  2. cara gampang menguji kandungan mineral dan logam yang terkandung dalam radiator coolant dengan alat electrolizer , bisa didapat di toko perlengkepan yang jual peralatan air di wtc mangga dua dan harga juga tidak terlalu mahal, tinggal dimasukan ke dalam radiator coolant dan diamkan sekitar 3 menit, jika langsung bereaksi dan menimbulkan kerak berarti radiator coolant ity banyak mineral dan unsur logam,dan dapat endapan hasil reaksi tersebut dapat menyumbat lobang lubang dalam radiator, dan jika tidak bereaksi berarti radiator itu tidak mengandung unsur logam, dulu saya pernah uji coba air radiator yang merk nya tidak terkenal (lupa merk nya) tetapi bagus sekali uji electolisa nya…terima kasih ,semoga manfaat

    Suka

    • Tidak juga. Elektrolisa bisa bereaksi kuat bila pHnya tidak netral. Jadi bila asam atau basa maka akan bereaksi. Logam mungkin menambah daya hantar namun tidak akan sekuat kemampuan asam/basa.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s