Kata siapa pakai pertamax plus bisa membersihkan mesin? Pakai carbon cleaner pun nggak menjamin bisa bersih total bro


Ini bermula dari rasa penasaran dengan berita tentang perawatan berkala yang disarankan Yamaha untuk motor tipe injeksi, awalnya saya mencoba mencari tahu apa benar perawatan itu perlu atau cuma untuk iklan untuk produk mereka, Yamalube Carbon Cleaner.
FI Ready Membuat Motor Yamaha “Mudah Murah Perawatannya”

§ Self service FI Maintenance (tanpa harus ke bengkel) menggunakan “YAMALUBE Carbon Cleaner”. Konsumen dapat melakukannya sendiri ke dalam tanki bensin, formula khususnya bekerja membersihkan sistem FI secara otomatis. Cukup lakukan setiap 3.000 km, sangat cocok untuk kondisi di Rural Area (kualitas bensin rendah).

Saat cari cari, ternyata nemu ada beberapa bro yang klaim bahwa pertamax plus bisa bikin mesin lebih bersih. Jadi mereka pikir dengan menggunakan pertamax atau pertamax plus mesin akan tetap bersih, dan bahkan sampai berpikir bahwa pertamax plus bisa bikin motor yang penuh kerak karbon bisa jadi bersih. Kebetulan nemu beberapa artikel yang membantu menjelaskan. Dan ternyata pakai pertamax plus pun mesin bisa berkerak karbon.

Testimoni pertama dari yudibatang personal blog
Ruang bakar dan piston, walau BBM memakai Pertamax terus..tetep saja ada keraknya
piston-vixion-yudibatang

Kali ini saya mau berbagi tentang kerak pada piston dan ruang bakar. Yups..dari sejak pertama meminang Yamaha Vixion hingga sekarang hampir berumur empat tahun, saya sudah berkali-kali membongkar pasang mesin yamaha vixion ini. dan motor selalu saya isi dengan BBM jenis Pertamax, kadang-kadang pake Shell super extra kalau pas kebeneran riding kejakarta.

Tahukah anda? Ternyata walau motor diisi BBM pertamax terus, bila ruang bakar dibongkar tetap saja masih ada kerak pada piston dan ruang bakar. jadi bila brother biker membongkar mesinnya dan mendapati kerak pada piston dan ruang bakar, itu sudah kejadian wajar

Lalu berikutnya dari cicakkreatip.com yang sengaja melakukan perbandingan jos antara pemakaian bensin Pertamina premium, pertamax plus dan Shell V-Power.
BBM : Adu Kebersihan Ruang bakar Jika Pakai BBM Premium, Pertamax Plus, dan Shell V-Power… Siapa Jawaranya…? Monggo Dilihat…!!!
perbandingan-premium-pertamax-shell

Keterangan diberikan pada artikel yang berbeda. Untuk premium ini penjelasannya:
eruang-bakar-busi

Oh iya…bahan bakar pertama yang kangbro coba adalah jenis premium, dengan alasan bahan bakar jenis ini lebih merakyat dan tentunya lebih banyak digunakan, dengan patokan kilometer di speedometer kangbro buat aktifitas seperti pada pamakaian kendaraan pada umumnya, berangkat kantor, pulang kantor…walhasi kangbro targetnya ngak muluk muluk, speedometer menunjukkan angka 100km kangbro bongkar dah tu ruang bakar lagi.

100km sudah diperoleh dalam kurun waktu 2 hari, dimana motor kangbro buat PP kantor tiap harinya, semangat pingin ngintip lagi menjadikan tangan kangbro lebih agresif dalam membuka, membuka baut baut yang ada di mesin maksudnya (jangan brefikiran jorok om heheh) sudah lepas baut baut pengikat cylinder headnya, langsung tarik dah keluar…jiahhhhh semula ruang bakarnya kinclong, sekarang menjadi gosong, wah wah…jadi gini ya kondisi ruang bakar jika kita memakai premium…monggo dilihat gambar di bawah ini.

Untuk pertamax plus, percobaan pertama, ini penjelasannya
kondisi-setelah-di-bongkar

Setelah membongkar tetek bengeknya, akhirnya ruang bakar bisa di intip juga…tereng tereng… hasilnya seperti gambar yang sampeyan lihat di atas saat ini, terlihat hasilnya sama sama nyerempet dikit dengan pemakaian BBM jenis premium kemarin (klik disini untuk melihat), kondisinya tetap bro…tetap didapati jelaga, tetapi warnyanya bukan hitam pekat, melainkan warna merah. Sempat kaget juga sih…kata orang orang..kalau pakai pertamax plus ruang bakar menjadi bersih…!! lah ini kok menyimpang yo dari pernyataan tersebut…hemmmm sempat kecewa juga sih, tetapi setelah dipikir pikir dengan mengaitkan teorinya, bahwa pemakaian bahan bakar yang sesuai itu dipengaruhi juga oleh perbandingan kompresi yang ada (kompresi rasio – CR).

Percobaan kedua dengan pertamax plus:
aruang-bakar
aintake-manifold-dan-busi

Jiah…jiah…ternyata bro..hasilnya sama seperti pada pengujian awal…tetap ruang bakarnya dipenuhi dengan jelaga, tetapi lebih sedikit jika dibandingkan dengan pemakaian BBM jenis premium (klik disini), untuk pistonnya tetap kondisinya didapati jelaga/kerak yang tidak merata, dimana lebih dominan kerak yang seperti lumpur tersebut cenderung nempel pada kepala piston yang berdekatan dengan posisi klep EX (pembuangan).

Kalau kangbro amati, kondisi dari ruang bakar selain didapati jelaga, ternyata juga dibarengi dengan cairan berwarna merah, cairan ini adalah BBM pertamax plus yang kayaknya tidak terbakar semua saat proses pembakaran berlangsung. Walhasil saat kangbro bongkar terdapat cairan berwarna merah dalam ruang bakar maupun piston.

Pengamatan tidak hanya kangbro lakukan pada ruang bakar saja, tetapi bagian yang dilewati BBM seperti intake manifold juga kangbro periksa. Nah lebih jelasnya kondisi intake manifold juga sama seperti pengujian yang pertama, dimana intake manifold terlihat berwarna merah, warna yang ditimbulkan oleh cairan BBM pertamax yang nempel pada dinding manifold.

Untuk Shell V-Power, ini penjelasannya:
fruang-bakar-1

Lah ini nih…baru josss bro…tu lihat, ternyata dari pemakaian BBM jenis Shell V-Power ketika diterapin pada motor dengan perbandingan kompresi 9,3 : 1 hemm ruang bakarnya masih tetap bersih je…dari ke tiga pengujian yang kangbro lakukan, BBM jenis Shell yang telah menjadi jawara kebersihan, lah jelaga yang didapati cuman sak iprit bro,,,hemm jossslah…mantef mantef…sebanding dengan harga yang ditawarkan, cimamik pul-pul.

Jadi jelas, pemakaian pertamax plus tidak membuat mesin jadi lebih bersih, mesin tetap berkerak, walau mungkin tidak secepat kalau pakai premium. Untuk mengetahui, kita perlu mengecek ruang mesin. Seperti terlihat diatas, busi juga ikut berubah. Jadi dengan melihat warna busi kita bisa mengecek seberapa banyak kerak yang terjadi.

Bagaimana dengan carbon cleaner? menurut sinaga17 carbon cleaner bisa mengurangi tapi terlihat di gambar bahwa kerak tidak sepenuhnya hilang:
Cara mudah membersihkan Injeksi motor yamaha
bkotoran-fuel-injector
bhasil-pembersihan-katup

Bagaimana dengan carbon cleaner lain? Contoh lain:
Jasa Servis Fuel Injector Cleaner untuk Motor bermesin Injeksi
cpasang
cAtHeadCylinder
cHasil3MFIC

Atau pakai cara langsung nembak cairan ke mesin, petunjuk membersihkan sendiri ala otodiy:
DIY : carbon clean innova dengan AMB Carbon Speed dan ganti busi Innova VVT-i {ipah2.0v}
dsendiriCC13

Atau seperti kalau pakai Preston ECQ Engine Conditioner
prestone engine conditioner

2. Semprotkan cairan Prestone Engine Conditioner. Jumlah yang akan disemprotkan tergantung dari kondisi seher/piston motor kalian, bradsis, jika sangat kotor bisa membutuhkan sekitar 100ml Prestone Engine Conditioner.
3. Tunggu sekitar 5 menit hingga cairan bekerja untuk merontokkan kotoran pada seher/piston.
4. Starter motor menggunakan menggunakan kick starter, hingga cairan menyemprot keluar beserta kotorannya.
5. Masukan busi kembali dan nyalakan motor. Jangan khawatir dengan asap yang keluar, bradsis. Asap itu adalah kotoran yang dibersihkan oleh Prestone Engine Conditioner, dan dibuang melalui knalpot.

Wurth:

“Cairan Wurth ini berfungsi untuk menghapus dan membersihkan kerak membandel yang berbahaya, oli dan lapisan yang menumpuk pada karburator, ruang pembakaran, wadah penampung bensin pada karburator, cuk, dan lainnya. Membersihkan dengan cepat intake manifold atau leher angsa, serta exhaust,” urai Herman salah satu sales Wurth.

Cara penggunaanya sendiri, enggak ribet-ribet amat bradsis. Jadi, saat mesin dalam keadaan dingin, angkat filter udara dan copot busi. Lalu semprotkan pada bagian luar dan dalam karburator serta lubang silinder busi. Kemudian, diamkan selama 5-10 menit. Setelah itu hidupkan mesin untuk mengeluarkan endapan yang tersisa sampai putaran mesin menjadi normal kembali atau langsam.

Atau carbon cleaner lain:
carbon-clean-motor-5
carbon-clean-motor-1
carbon-clean-motor-4

Cara – cara terakhir sepertinya yang paling efektif dalam menghilangkan kerak karbon di mesin. Namun penulis sarankan untuk tidak terlalu sering karena ada kemungkinan carbon cleaner ini bisa membuat seal karet menjadi lembek. Bau dari yamalube carbon cleaner juga seperti minyak tanah. Minyak tanah dikatakan bisa membuat karet lembek. Jadi kalau terlalu sering, bisa bocor sealnya.

Untuk membersikan mesin motor, mungkin cara yang paling populer adalah bongkar blok mesin. Tapi mungkin bisa lama nunggu antrinya ataupun nunggu prosesnya, jadi carbon cleaner tetap pilihan yang baik kalau mau cepet, lakukan saat mesin mulai ngelitik, namun jangan berharap bersih tuntas.

Dan yang jelas, pakai pertamax plus tidak membuat mesin jadi lebih bersih.

Untuk pencegahan, membuat mesin bekerja lebih efektif bisa mengurangi timbulnya kerak. Jangan pakai solusi yang menggunakan cairan, karena terbukti beberapa justru bikin sumber kerak. Gunakanlah cara seperti modifikasi ECU, ganti knalpot, injeksi kabut air, HHO, penambah bunga api, stabilizer voltase busi, dll.

Kalau saya sih pakai cemenite. DI kompor gas terbukti bikin api makin besar dan panas, tentunya di motor juga pembakaran makin sempurna. Nggak pernah bongkar mesin sih, jadi nggak tahu ada kerak atau tidak, yang jelas tenaga dan iritnya nambah.

56 thoughts on “Kata siapa pakai pertamax plus bisa membersihkan mesin? Pakai carbon cleaner pun nggak menjamin bisa bersih total bro

  1. Premium 8.500
    Pertamax + : 12.000

    selisih 3.500..

    katakan FC 50 km/L, maka setelah 3.000 km, ada selisih uang sekitar 200 rb

    dengan uang segitu bisa overhaul sekalian, jelas bersih sebersih2nya

    Suka

      • Mungin pakai pertamax normalnya lebih irit. namun dari pengalaman saya beberapa tahun pakai penambah tenaga, premium justru jadi lebih bertenaga dan irit. sepertinya pertamax kebanyakan aditif sehingga menjadi penghambat penambahan tenaga. Ruang bakar juga saking bersihnya sampai montirnya bilang setelan terlalu irit….

        Jadi saya lebih memilih pakai premium dan penambah tenaga daripada pertamax/pertamax plus.

        Suka

  2. Sori mas,ga bisa reply cz pke uc browser hp,klo d iwb n tmc bisa cz ada fitur “reply” d kolom komentarnya hehe..
    Oh iya dulu plajaran SMA,scr kimia baik premium maupun pertamax struktur molekulnya sama yaitu pd unsur carbon (c) yg memanjang kyk gini :
    c-c-c-c-c..
    Makin panjang rantai c makin rendah oktannya,krn c yg panjang tsb sifatnya tak tahan kompresi,jd makin mudah mledak jk dkompresi,krn rantai c panjang permukaan gesek antar molekul lbh besar.
    D buku kimia kls 11 trtulis minyak tanah oktannya 75,solar oktannya d bawahnya lg,jd mudah mledak ktika dkompresi,bisa dsimpulkan jg dunk rantai c-nya lbh panjang dr pd bensin,cuma minyak tanah tak ada unsur pelumasnya jd tak bisa mencegah kerak baik d tangki penampungnya,sistem injektornya,maupun dapur pacunya..
    Kembali lg pd premium n pertamax yg kedua molekul c kimianya sama panjang..
    Premium tak ada zat aditifnya,tp pertamax adalah premium yg dtambah zat aditif,salah satu zat aditifnya klo ga salah namanya tetra etyil lead (TEL) yg satunya lupa cz kepanjangan namanya,pokoknya blabla…blakangnya butyil eter.
    Itu cuma campuran n tak bereaksi sama premiumnya,jd cuma mengurangi konsentrasi premium shg gejala detonasi bisa brkurang,kotoranpun brkurang..
    ga ada bedanya kn dgn menambahkan alkohol?
    Ironisnya premium n pertamax Indonesia d atas kq sama2 kotor? Emg sberapa sih aditif yg dtambah pemerintah pd pertamax? Trs efek halusnya mesin apa benar2 beda? Atau cuma feeling aja?
    Artikel mas kemarin benar harusnya pemerintah perhatiin tuh etanolnya baik2,bisa menghemat anggaran pemerintah,bbm murah,mesin bersih n awet,polusi pun berkurang..
    Jd ukuran oktan “real”nya ada pada seberapa tahan ia dikompresi n seberapa bersih pd dapur pacunya,walau secara pemerintah “katanya” sudah ditambah aditif tp klo bedanya 11-12?? Sama jg bodong hehehe..
    Makanya kmrn banyak yg tanya gmn caranya ngukur nilai oktan?? Yah nurut ane yg awam ya dgn mengkompresikannya,yg manual ya merasakannya pd getaran mesin dgn spek kompresi sebelasanlah..
    iMHO

    Suka

    • Iya. Di gambar diatas, terlihat justru pewarna dari pertamax plus yang bikin kerak. Jadi warna yang bikin kelihatan mewah justru jadi sumber masalah. Coba saja kalau nggak pakai pewarna. Mungkin pertamina perlu cari bahan pewarna yang bisa terbakar, bukan malah jadi kerak.

      Sebagai tambahan. Oli mesin juga mestinya ikut berkontribusi ke kerak.

      Disukai oleh 1 orang

  3. mumetz brow ,,,,
    btw boleh ga bandingin ma pake lpg kebersihan ruang bakarnya coz ane minat nie ngrubah bebek babe jdi make lpg gapake premium ato pertamak lag4

    Suka

    • Iya, beberapa orang menyebutnya dengan italian tuning. Mobil dijalankan di rpm tinggi. Walau menurut saya yang cocok sebenarnya kalau mesin dijalankan di torsi yang maksimal. Kalau di torsi maksimal kan mestinya yang paling sempurna pembakarannya.

      Suka

  4. Kok saya jadi tergelitik baca artikel ini ya..hehe, mohon maaf sebelumnya kalau salah, setau saya dari sumber yang sangat bisa dipercaya pertamax atau pertamax plus itu tangki penampungan BBMnya sama dengan shell yaitu di pelumpang(milik pertamina), dan shell pun ngambilnya disana,karena si shell belum punya tangk BBM sendiri di Indonesia(mungkin karena biaya investasinya ga murah dan hitung2annya belum masuk mungkin ya). jadi yang bisa bikin beda apanya ya??? kalo dibilang kualitasnya beda,kok ya aneh sekali, yg pasti pemiliknya yang beda..hehe. saya takut ini ada bakwan dibalik udang,mudah2an tidak, bangsa ini sangat mudah di bodohi dan beralih ke hal yang tidak perlu dan pemborosan, Kita sangat mudah di jajah dan di direct untuk menghancurkan produk sendiri meski kita harus merogoh kocek dalam2(hebat kan Indonesia??makanya bangsa luar hobby untuk bodohi kita). setau saya jelaga di ruang bakar mesin 4 tak motor atau mobil itu wajar terjadi mau pake bahan bakar apapun itu, itu kan sisa ledakan didalam dan sangat wajar. kecuali di dalam ruang bakar ada vacum sedot sisa pembakaran, barulah bersih itu barang… kalau normal2 saja(pembuangan karena dorongan kompresi ke valve buang) pasti ada sisa kotoran, belum lagi kalo seal klep atau ring seher udah renggang bbrp michron,sudah pasti berkerak. jadi… kerak itu wajar dan pasti ada,rajin2lah carbon clean. saya sudah uji coba dari jaman sekolah dulu(17an tahun lalu) di beberapa mobil yang pernah saya pakai dan pake produk dalam negeri(bensin atau oli) ga pernah turun mesin besar apalagi kerusakan di jeroan,paling iseng bersiin buka head aja(itupun karena iseng aja mau bersiin), dan para mekanik takjub dengan kekinclongan jeroan mesin mobil atau motor saya dan saya ga pernah ngerusak jeroan sama sekali meski waktu jaman SMA dan kuliah dulu sering high rev dijalanan,padahal seringnya pake premium(karena buat aktifitas dalam kota dan luar kota sesekali),mesin ga akan ngelitik kalo perawatannya bagus. sampai sekarangpun tetap sama(sekarang pake mobil yg kompressi mesinnya 10,6:1 dan motor 10,7:1 yg seharusnya wajib pake oktan tinggi) dan ga pernah aneh2 dan kalo di tol seringnya diatas 100km/h dan kalo kosong diatas 150km/h). kilometer mobil sudah diatas 120.000KM dan motor sekitar 60.000anKM keduanya sangat sering pake premium,dr baru beli,part yang pernah ganti cuma kampas rem(sering) sama ganti oli+filter2nya aja,parts lain ga pernah rusak dan mesin ga pernah ngelitik/detonasi(mobil sekarang kan udah pada pake knocking sensor),motor jg ga knocking, pernah buka head motor karena busi patah didalem karena iseng mau ngencengin sendiri dan salah posisi kuncinya untungnya bisa dibuka dari dalem(ga perlu tab atau bubut) dan sekali lagi mekaniknya kagum,pake lap aja langsung kinclong tu kepala piston sama klepnya,pas dinyalain mesinnya jg halus..tadinya mau sekalian skir klep jadi batal krn masih kinclong dan rapet banget.. saya pake premium karena realistis saja,pertamax atau pertamax plus atau shell ataupun total dan kawan2 itu mahal om/tan brooo, meskipun mampu belinya tapi buat apa?? ga akan berpengaruh,apalagi dalam kota,kecuali anda orang yang psikologinya gampang dipengaruhi merasa pake pertamax/plus/shell enakan(padahal kompresi kendaraan anda rendah dan ga pengaruh sama sekali kecuali buang uang) mending bakal dirumah selisih uangnya. saya berani tulis ini karena sudah pernah uji coba sendiri dan merasakan hasilnya. kalau mau pakai oktan tinggi(pertamax/shell/total) sah2 aja asal kompressi mesin anda tinggi(diatas 9,5:1, liat di spek mesin anda)) dan mau jalan2 keluar kota, baru akan terasa bedanya meski hanya sedikit sekali tapi kalo kompressi mesin dibawah 10:1 dijamin mubbbazir… dan kalau mau italian tune up itu sangat bagus dan murah tapi pada tempatnya lo ya..dan sebentar saja(kasian mesin).

    Intinya, lakukanlah perawatan berkala yang disiplin(mau sendiri atau ke BERES ataupun bengkel kepercayaan anda) tapi lebih baik dilakukan sendiri,karena akan maksimal dan ganti oli usahakan jangan lebih dari 5000KM karena dijakarta kan macet,jadi mobil/motor lebih lama berhenti dan KM ga bs dijadikan acuan(bagusnya sih itung jam) dan kalo mobil bagusnya ganti filter oli setiap ganti oli. di manual book semua kendaraan kan ada panduan service, ikuti aja petunjuk dan lebih2kan sendiri memeriksa itemnya. dijamin awet untuk 10 tahun kedepan dan seterusnya. kalau mau pake produk aftermarket pilih yang high quality,kadang produsen aftermarket itu ada yang supplier ke OEM dan bahkan ada juga yang qualitasnya diatas OEM, tergantung anda saja itu sih lagi pula sekarang kan ada ISO,TUV dan kawan2. dan jangan mudah terpengaruh ya,karena kendaraan anda(mau merk apapun itu) itu sudah di uji sebelum di lepas kepasaran dan ada tahapan2 yang dilalui sehingga ada standart qualitas(kecuali mungkin mobil murah yang sekarang bertebaran atau motor cungkuo’ yang katanya materialnya kurang bagus,itu mungkin lo ya saya juga belum pernah coba) Dan jangan lupa untuk rutin service(bersih2 ganti yang harus diganti) dan carbon clean(lakukan dengan benar dan jangan berlebihan) dan faktanya BERES mobil sekalipun seringkali carbon clean pada saat service,mau mobil kelas murah ataupun premium. sekali lagi,lakukan carbon clean(mereknya apapun itu) dan periksa juga yang lainnya karena itu penting buat anda dan kendaraan anda. jika saatnya itu part ganti ya ganti,kalau harus dibersihkan ya dibersihkan. Jadilah konsumen bijak dan tidak mudah dipengaruhi. Jadilah user yang bijak tanpa harus pusing dan mudah terpengaruh,dan hati2 juga sama bengkel(meski ga semua) karena mereka seringkali mengambil keuntungan dari ketidak tahuan/awam user. Sekian,mudah2an bermanfaat.

    Suka

    • Terima kasih sharingnya. Untuk bensin, karena warna beda maka bisa saja aditif yang ditambahkan beda juga.

      Untuk bensin, tinggal dicoba sendiri, bila ngelitik maka sebaiknya tidak dipaksa ngebut atau pakai penambah tenaga kalau masih mau tetap pakai premium.

      Untuk carbon cleaner, beberapa orang justru percaya bahwa itu bisa digantikan dengan pakai pertamax plus lalu mesin digeber. Sayangnya pembuktian tidak ada yang didokumentasikan. Carbon cleaner juga kualitasnya beda beda, katanya yang bagus adalah yang foam. Sementara untuk yang dicampur bensin, efeknya kecil sekali.

      Suka

    • Yups…saya setuju sama tulisan bang pei pei tuh…yg bagian atas2 tu…mank gampang banget y di bodohin.sampe ad penelitian buat men judge produk lg…pengin hasil beda lagi g???nih y cb deh pake pertamax plus trus shell trus premium…sama2 deh pindah ke daerah yg cuacanya dingin dengan kondisi oksigen yg tipis…abis tu pake deh tuh motor pake 3 bahan bakar yg berbeda…hasilnya ap???beda jg kn dengan yg di daerah panas!!!y jelas beda lah…pembakaran di ryang bakar itu di pengaruhi oleh 3 hal1.kompresi2.campuran bahan bakar3.heat.makannya yg namanya octane butuh pemanas.beda ama yg memiliki rumus cetane(minyak tanah/solar)itu sudah sangat jelas beda rumusnya..sekarang gini deh kalo buat balapan deh kan pakenya bahan bakar peaawat tuh…g cb itu aj…kn katana biar bs bersih tu ruang bakar…pada aneh y…yg namana pengin bersih jangan maunya instan ky orang males y…kalo pengin ruang bakar bersih y sering di bersihin.berlalu lintas lah yg tertib…kalo kalian mau instan pake ini ke ap ke trus g akan meninggalkan kerak mank loe dewa…nuklir aj masih ad kerak nuklir di bibir dalam ruang defusi nuklir…fotosintesis aj yg jelas2 ciptaan Tuhan masih ad zat yg tergolong carbon…bukannya tidak sempurna…tapi memang di buat seperti itu..supaya menghargai proses…dlm sebuah proses ad saja yg harus tertinggal…y kalo di motor /mesin y carbon lah…di tambah lagi yg d promosiin jg tidak menghilangkan cm mengurangi…brrt blm tentu produknya jelek…tapi orangnya yg masih perlu sangat banyak belajar dan baca buku kalo perlu sekolah…kalo g pny duit masuk sekolah aj pakr seragam pas musim ajaran baru…g ketahuan…klo blm di absen bilang aj pindahan datanya belum masuk.

      Suka

      • Ok. Perbedaan suhu mempengaruhi kebutuhan oktan juga. Kalau tidak salah makin panas butuh oktan makin tinggi, oleh karena itu kalau mesin makin panas, pengapian dimundurkan agar tidak knocking.

        Memang dari logika pembakaran makin sempurna ruang bakar makin bersih, namun nyatanya pembakaran dengan bensin tidak bisa sempurna.

        Suka

  5. Kalo mau benar benar bersih tanpa karbon sedikit pun ya pakai bahan bakar avgas aja atau biasa kita sebut bensol,saya sendiri pernah membuka ruang bakar motor yamaha mio kelas FFA yang memakai bahan bakar avgas yang RON nya105,motor dipakai sudah berkali kali race,tapi ruang bakar bersih tanpa karbon sedikit pun

    Suka

  6. Mau pakai bahan bakar pertamax or pertamax plus ataupun V-Power sekalipun tetap saja pasti gk bisa kinclong terus. Inti nya tetap harus ada maintenance untuk mesin yang sudah dipakai. Dan memang memakai V-Power lebih bersih dibandingkan product pertamina tapi tetap saja harus ada perawatan service besar untuk menambah umur mesin. Pakai carbon cleaner tetap aja kurang maximal menurut ane soalnya pernah coba bongkar sendiri tuh mesin setelah memakai carbon cleaner itu pun jg di test sampai bensin yg tadinya full habis dipakai perjalanan test jakarta- puncak – jakarta langsung bongkar mesin lagi.. Hehheheehe itu aja sih yg udah pernah ane test

    Suka

    • Terima kasih infonya. memang perawatan tetap penting. Kalau sepeda motor bongkar mesin bisa jadi lebih ok, namun keseringan bongkar mesin bisa bikin murnya dol. Carbon cleaner yang terbaik katanya yang busa namun harganya 100ribu lebih.

      Suka

  7. hati menggunakan karbon cleaner,terutama jika motor lama,sebab karbonnya sudah menumpuk,dan klo lepas,bs masuk ke silinder dan baret parah…utnuk yg paling bagus adalah nulon,berdasar dari beberapa pengujian,harganya jg lumayan bagus,tpi sepadan hasilnya…kan lebih bagus mtor baru tiap 3000km pke karbon cleaner secara teratur

    Suka

  8. Tidak begitu masbro. Saya ekspesimen sendiri menggunakan Premium, Pertamax, dan Pertamax Plus di mobil Karimun Wagon R saya. Pakai Premium lama-lama bisa bikin mesin mbrebet di gas awal, RPM turun, kadang bisa sampai mati kalau tidak diinjak lebih dalam, seperti ada yang mampet.

    Pakai Pertamax juga enakan, ga ada ngelitik, namun kalau pemakaian udah agak lama, jauh, dan lingkungan kotor dengan debu-debu halus berterbangan, mesin agak mbrebet juga. Entah karena debu, bensin tercampur air, injektor kotor, busi kotor, atau entahlah. Yang jelas, selanjutnya saya kosongin itu bensin Pertamax dan ganti Pertamax Plus, dipakai harian sampai habis setengah tanki, hasilnya mbrebet mulai hilang dan sekarang udah bebas mbrebet.

    Selanjutnya, terserah mau pakei Pertamax lagi, atau coba Pertalite, atau ngirit pake Premium. Kalau udah kerasa kotor, ganti lagi pake Pertamax Plus.

    Suka

    • Terima kasih informasinya. Sudah pernah coba bandingkan bila dengan tambahan carbon cleaner yang dicampur bensin?

      Kalau soal mbrebet, ada kemungkinan juga ECU salah prediksi. seharusnya otomatis timingnya diundurkan untuk mengurangi knocking dan membuat mesin lebih lancar jalannya.

      Suka

  9. Pertamax series bisa membersihkan mesin ? Bisa mas tp bagian intake valve carbrtor , bgian piston tetap berkerak nmun tdk scpat premium , sya sudah pernah uji di motor cbr old dan blade, dgn premium intake memg mengerak hitam 1bulan pemakain , lalu sengaja ngisi pertamax yg ktnya bs mbersihkn kerak , setelah 1 minggu pemakaian pertamax + high rpm hasilnya memg bisa bersih intakenya , jadi kesimpulanya pertamax bisa bersihkn kerak dari premium

    Suka

  10. Di motor saya Pertamax gk meninggalkan residu pewarna tuh,,, kayaknya sistem pembakaran motor anda gk sempurna, masih ada bahan bakar yg tidak terbakar sempurna,,,

    Jadi jangan dulu salahkan Bahan Bakarnya ya om, hehe dari adanya warna biru, merah, kuning dari solvent dye bahan bakar yg anda pakai, itu sudah indikasi bahwa sistem motornya pembakarannya tidak sempurna.

    Suka

      • kenapa gan ?

        bukannya di motor ente semuanya meninggalkan residu pewarna ?, gk pertamina, shell sama aja ada pewarna yg gk terbakar,,, itu artinya pembakaran motor ente gk sempurna

        ane sempet ambil foto kok saat overhaul,,,

        ruang bakar malah jadi kuning sampai ke insulator busi pun warna kuning, biasa disebut kuning bata sih,,, pantesan kondisi ruang bakar bisa dilihat dari kondisi warna di busi,,,

        Suka

        • Beda bensin walau sama oktannya hasilnya akan beda, kerak / deposit karbon bisa berbeda. Terus terang saya ragu sama Pertamina. Apalagi setelah tahu pertalite tenaganya nggak sebagus premium/pertamax.

          Suka

          • Pertalite kan Premium campur Pertamax 92 gan ?

            Hmmm saya belum pernah ngetest deposit di Klep In sih setelah pakai Pertamax, soalnya saya juga ragu dengan EcoSavenya pertamax, saya aja masih pakai STP kok buat bersihin fuel line (part yg dilalui bensin), kemaren pas Overhaul sih Klep In sangat bersih, termasuk area disekitar klepnya, tapi itu kayaknya karena STP deh

            Bensin paling mantap itu produksi Total dan Shell gan, Pertamina mah busuk di fuel tapi mantap di lubricant

            Awalnya ane cuma mau komen soal solvent dye (pewarna) yg masih tersisa di fuel line entah itu intake manifold, atau ruang bakar (head dan kepala piston), itu ciri pembakaran gk sempurna bukan karena bensin tapi karena sistem bahan bakar di motor bersangkutan, motor ane Vario 125 saat kondisi 100% standar juga ada pewarna yg tertinggal kok, di intake manifold malah pewarnanya masih cair, tapi saat itu belom overhaul buat liat ada tidaknya pewarna di kepala piston dan head,,,

            pewarna hilang/tidak tersisa sejak ane upgrade, yakni filter udara pakai Ferrox dan air connect (penghubung box filter dengan throttle body) pakai punya PCX, dan Coil pakai Ultraspeed, busi pakai NKG SIMR8A-9 (Iridium), serta pakai O2 Manipulator

            Busi pun jadi Merah Bata

            Sebelum pake ubahan itu, warna busi aja putih kecoklatan kok, dan tentunya ada sisa pewarna di intake manifold

            ane males melakukan experiment soal pertamax coz cuma pertamina yg ada di daerah ane om, kalo ada shell dan total mah ane gk bakalan pake pertamina, udh terkena lah gimana busuknya bensin pertamina, tipe apa pun itu,,,

            Suka

            • Terima kasih sharing pengalamannya.

              Setahu saya, premium itu RON90 hasil beli dari luar yang diturunkan oktannya dengan mengoplos dengan naphtalene. Naphtalene itu termasuk aditif penambah tenaga. Kalau melihat itu rasanya wajar bila pertalite tenaganya lebih sedikit. Tenaga bisa tidak berhubungan dengan oktan bila mesin kompresinya cocok.

              Iya, memang perlu hati hati memakai carbon cleaner / pembersih mesin.

              Setuju juga soal kualitas bensin vs oli pertamina.

              Memang efek jadi berkurang bila pembakaran disempurnakan. Modifnya Vario tersebut ok banget.

              Saya juga pernah melihat perubahan drastis juga. Dulu waktu masih mengembangkan cemenite saya masih pakai Supra Fit. Efiensi yang buruk membuat warna busi supra cenderung hitam. Setelah saya mulai pakai cemenite warna busi jadi kuning mendekati putih. Waktu ke bengkel sampai montirnya memaksa agar setelan dibuat boros karena menganggap setelan terlalu irit, padahal butuhnya pingin diiritkan lagi agar lebih keluar tenaganya. Sekarang pakai Suzuki Spin juga sama, busi warna juga kuning mendekati putih, sekarang sudah pakai versi selanjutnya, pro capacitor. Di modif macam ini, pakai premium terasa lebih bertenaga daripada pakai pertamax.

              Jadi dengan meningkatkan efisiensi pembakaran, kerak bisa jauh berkurang.

              Jadi kalau ingin mengurangi kerak, meningkatkan efisiensi pembakaran akan sangat membantu.

              Suka

            • Soal perminyakan saya gk bisa banyak komen, bukan bidang saya soalnya, hehe

              Soal kompresi, juga gk bisa dipukul rata,,, soalnya ada kompresi statis dan dinamis,,,

              Vario 125 misalnya, kompresi statisnya 11:1, tapi kompresi dinamisnya (ini yg real) adalah 10,6:1 yg sangat ideal pakai RON 92, sudah saya buktikan tidak ada knocking, sampai-sampai dibuktikan dengan overhaul, ruang bakar sempurna.

              Kalo pernjelasan resminya sih Pertalite itu bahan dasarnya Nafta + Pertamax Plus, dan Nafta itu Lokal, bukan Import, malah Nafta kita diexport ke Jepang, nah Pertamax itu bukan Nafta bahan dasarnya, Jepang udh bisa bikin RON 92 ke atas pakai Nafta, Indonesia masih dalam proses karena mesti bikin infrastrukturnya.

              Itu alasan kenapa Pertalite VS Premium cenderung bagusan Premium, lebih bagus lagi Premium campur Pertamax, bahkan Norival pun lebih enak kalo dicampur di Premium daripada Pertalite.

              Jadi ceritanya Pertalite ini Lokal, Premium, Pertamax itu Import.

              Soal Performa gk cuma bicara RON saja gan, makanya Pertalite ini sebenernya incaranya ya cuma RON. Bensol yg RON nya tinggi pun Energy nya kalah sama Pertamax Plus, walaupun memang tidak terjadi Knocking pada mesin kompresi 13:1 ke atas.

              Suka

            • Setahu saya kilang di Indonesia sudah sangat tidak memadai sehingga pertamina sangat mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Karena yang jual RON 88 sudah tidak ada, minim adalah RON 90, maka untuk menurunkan oktan kilang pertamina dipakai untuk mengoplos denga naphtalene sehingga RON jadi 88.

              Rasanya pertalite itu juga impor. Masih belum baca jurnal pertamina sih. nanti coba cari.
              https://kupasmotor.wordpress.com/2014/12/30/soal-penghapusan-premium-dan-pertamax-dijual-jadi-7500-kekayaan-indonesia-itu-untuk-memakmurkan-rakyat-atau-untuk-memakmurkan-pertamina-sih-bro/

              Soal knocking, yang repot mungkin cuma motor yang masih karbu saja. Kalau untuk mobil, sepertinya ada limit seberapa rendah oktan yang bisa dipakai, karena sepertinya memundurkan pengapian tidak bisa terlalu banyak.

              Suka

            • Maaf gan, setau ane naphtalene itu kapur barus, yg biasa dipake untuk nambah oktan, jika Premium RON 90 aslinya lalu ditambah naphtalene mestinya RON nya naik, bukannya berkurang seperti yg digosipkan selama ini.

              Premium RON itu RON 90-92 bisa banyak sebab, bukan berarti Pertamina males nurunin RON karena biaya produksi, tapi bisa karena akumulasi Oktana didalam tangki penyimpanan dibawah tanah, dimana iso-oktana ini bisa disebut RON Booster/Ocatane boster, kalo dulu kan Timbal dan MTBE, skarang tidak lagi, masih menjadi misteri apa yg digunakan pertamina sebaga iso-oktana pada premium, tapi besar kemungkinan adalah Ethanol karena mudah didapatkan, ramah lingkungan karena tidak mencemari lingkungan seperti TEL dan MTBE, melimpah karena berbasis nabati/bio (fermentasi tumbuh-tumbuhan). Hanya saja persentasenya lebih sedikit dibanding Pertamax 92, untuk premium digunakan 88% iso-oktana dan 12% n-heptana.

              BBM Pertamina yg pake Ethanol sebagai octane booster adalah Pertamax 92, yg dulu namanya adalah Bio Pertamax, sedangkan Pertamax Plus masih misteri, katanya Toulene tapi sebenarnya tidak karena Toulene juga karsinogen/menyebabkan kangker, sangat bodoh jika pertamina pakai Toulene sebagai aditif penambah oktan Pertamax Plus, lalu apa dong ?, ane juga gk tau, karena gk mungkin pakai Ethanol di Pertamax Plus, bahaya buat mesin karena persentase konsentrasinya bakalan banyak.

              Dan sangat berbahaya jika menggunakan campuran naphtalene karena itu logam berat, gk ramah lingkungan, dan masalah lainnya terkait dengan mesin.

              Setau ane yg newbie ini gan, Premium, Pertamax, Pertamax Plus itu bahan utamanya sama yakni HOMC, hanya beda di aditif peningkat oktan dan aditif ecosave nya saja (ecosave pertamax 92 dgn pertamax plus aja beda, pertamax 92 gk bisa mengurai air, sedangkan pertamax plus bisa mengurai air). Kalo Pertamax Racing ane kurang tau.

              Nah Pertalite ini dia beda sendiri, bahan dasarnya adalah Nafta (mirip ya, tapi bukan naphtalene), dan jumlahnya sangat melimpah di Indonesia dan bisa diproduksi Pertamina, bahkan berlebihan sehingga bisa diexport ke jepang yg mana jepang lebih maju dalam pengolahan Nafta, RON 92 ke atas aja jepang udh bisa bikin dari Nafta. Nah bahan dasar adalah Nafta, lalu Oktan Boosternya apa ?, Oktan Boosternya adalah HOMC (High Octane Mogas Component) yg tak lain adalah Pertamax itu sendiri.

              Nafta itu aslinya RON 65-70, dan HOMC itu RON 92 – 95, jadi ya dioplos alias dicampur antara Nafta + HOMC hingga RON jadi 90, lalu ditambahakan Aditif EcoSave Technology punya Pertamax Series.

              Jadi jangan heran ada yg biasa pakai Premium beralih ke Pertalite kok malah gk enak, tarikan berat, karena gan,,, soal performa tidak melulu soal RON saja,,, tapi banyak sekali chemical properties didalam BBM yg bisa mempengaruhi performa mesin.

              Ane gan mending pake Pertamax 92 aja, kalo pun langka mending pakai Premium + Norival, daripada pakai Pertalite, di SPBU dekat rumah ane licik gan, dispenser Pertamax mereka nonaktifkan alasanya rusak, padahal agar orang lebih memilih Pertalite, karena orang banya lebih memilih Pertamax 92 yg harganya beda tipis, lebih mahal sedikit dari Pertalite.

              Suka

            • Kalau setahu saya, kapur barus dipakai untuk nambah tenaga, untuk soal oktan kurang jelas.

              Baru tahu bila nafta beda dari naftalene, juga soal HOMC. terimakasih infonya. Sangat mencerahkan.

              Info pemakaian naphta disebut oleh republika
              http://www.republika.co.id/berita/koran/halaman-1/14/12/23/nh0r8718-pertamina-mengaku-rugi

              Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko menilai, penghapusan RON 88 akan mengakibatkan naiknya impor bahan bakar minyak (BBM) karena kilang dalam negeri tidak bisa secara optimal mengolah RON 92. Selama ini, kilang lebih banyak mengolah RON 88 yang merupakan pencampuran RON 92 dan Naphtha.

              Dia mengungkapkan, konsumsi BBM bersubsidi jenis Premium pada 2014 sekitar 30 juta kiloliter (kl). Sementara olahan Pertamina hanya sekitar 10 juta kl. ”Kita Impor sekitar 20 juta kl,” kata Suhartoko kepada Republika, Senin (22/12).

              Alhasil, dengan peralihan ke RON 92, pengolahan RON 88 di kilang Pertamina akan semakin menipis. Artinya, produksi kilang kian minim dan impor BBM semakin meningkat. Selain itu, kata dia, impor RON 92 akan membengkakkan biaya pembelian.

              Kalau ethanol, katanya problemnya adalah berkarat dan merusak karet untuk motor yang nggak kompatibel. Dari buku manual, Honda Beat saya disebut kompatibel. Mobil modern sekarang katanya juga sudah lebih kompatibel dengan ethanol, biasanya disebut dengan standar flex.
              https://en.wikipedia.org/wiki/Flexible-fuel_vehicle

              Setuju bila banyak aditif punya sifat berbahaya, ada yang berbahaya bagi lingkungan ada yang berbahaya bagi kita. Memang yang sekarang ngetrend adalah aditif dari minyak aromatik, semacam dengan produk norival. Atau pakai yang tempel selang bensin (yang saya pakai di motor dan mobil).

              Kenapa sampai harus memaksa orang beli pertalite ya? Apakah ada insentif penjualan pertalite dari pertamina?

              Suka

  11. carbon cleaner kykny cocok pd motor karbu lek udh di coba masukan ketangki mio soul karbu yg dicampurkn premium suarany halus kyk motor baru keluar dari dialer lek … tp gk tw ruang bakarny kerakny rontok ap bnyk nempelny krn belom perna bongkar … ngoahahaha ..

    Suka

  12. Hmm hmmm hmmmm…
    Saya baru tahu…

    Saya pengguna pertamax series (Merah Dan Biru).
    Tapi kalo untuk akselerasi lebih enak pakai pertamax d banding premium, karena perbedaan nilai octane.
    Premium : 88
    Si merah : 95
    Si biru : 92

    Suka

    • Waktu saya mengkoleksi video akselerasi 0-100, terlihat jelas bahwa akselerasi mobil milik orang luar negeri lebih kencang dari punya orang indonesia. Sepertinya walau oktannya tinggi, bensin pertamina kurang aditif tenaga sehingga tenaga nggak ok.

      Akselerasi lebih ok pakai pertamax karena memang oktannya lebih sesuai, bukan karena bensinnya lebih bertenaga. Walau sudah sama sama oktan 92, bensin buatan selain pertamina bisa lebih jos karena aditif lebih komplit.

      Suka

  13. Yg bikim komentar pegawai shell X ya. Cb yg buat org pertamina. Pasti artikelnya yg menang pertamak plus. Saya setia pke Pertamak plus aja. Karna pak de saya org pertamina. Hahah. Adil kan ?

    Suka

    • Di pertamina kualitas sering disamakan dengan oktan, sementara merek lain kualitas bisa beda walau oktannya sama. Contohnya shell australia, walau sama sama oktan 98 ada tipe V-power lalu ada tipe Premium. Yang tipe V-Power fokusnya ke tenaga, sementara Premium fokusnya ke irit.

      Nah, pertamina pertamax plus itu fokusnya apa?

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s