Roller CVT lebih ringan akselerasi makin bagus atau sebaliknya? nggak mesti bro!


Sebelumnya saat saya membaca artikel mas Taufik tentang teknologi Blue Core saya tertarik untuk membahas alasan mengapa roller weight diperberat.
tmcblog.com – Bocoran Turah Turah . . . Gali Resep Blue Core di Yamaha Mio M3 125 Sedikit Lebih dalam

oh ya disana terlihat juga bahwa Roller pemberat dari Mio M3 125 akan lebih berat bro dengan rasio yang ringan . . . ini resep ulikan CVT agar Mio M3 nantinnya punya akselerasi spontan . . . apa terbukti ? . .. nanti kita cek saat test ride

Terus terang saya agak bingung dengan istilah roller lebih berat rasio lebih ringan. Saya rencananya ingin membahas itu dengan menggunakan referensi dari website lain, tapi akhirnya justru tambah pusing, sehingga akhirnya batal. Bikin pusing karena yang diklaim berbeda beda.

Kebanyakan justru membantah informasi dari mas Taufik, contohnya:

Belajar dalamnya CVT skutik: roller, variator dan pernya, part 1

Semakin ringan roller = akselerasi bawah untuk stop and go makin mantap, top speed makin pendek
Semakin berat roller = akselerasi bawah untuk stop and go makin lambat, top speed lebih tinggi

CARA MENAMBAH AKSELERASI PADA MOTOR MIO

kalau pakai bobot yang lebih ringan dari standar, efeknya akselerasi di putaran bawah jadi lebih enteng, kalo pake yang lebih berat untuk mengejar top speed,

Bikin Mio Kencang dan Hemat

6 buah roller dengan berat standar 10,6 gram diganti dengan bobot yang lebih ringan, sehingga akselerasi di putaran bawah lebih enteng. Untuk mengejar top speed, ganti yang lebih berat

Cara Meningkatkan Akselerasi Skuter Matik

Oleh karena itu, bila menginginkan akselerasi yang tinggi, sangat disarankan menggunakan roller yang berbobot ringan. Bila berat standar roller yang digunakan adalah 15 gram, maka gunakan roller yang berbobot 13 gram. “Oleh karena itu, gunakan milik skutik lain atau komponen custom,” terang Rizkon.

Namun, bila ingin mencapai kecepatan tertinggi disarankan untuk menggunakan roller yang agak berat. Jadi, bila ingin akselerasi yang ringan, namun juga mendapatkan kecepatan tertinggi sebaiknya menggunakan roller dengan bobot di antara bobot standar dan ringan, yaitu 14 gram.

Cara Meningkatkan Akselerasi Honda Scoopy

Untuk meningkatkan akselerasi, anda bisa mengganti dengan roller yang lebih ringan. Untuk penggantian roller jangan sampai melebihi 3g dari berat aslinya.

Ada juga yang mendukung penjelasan mas Taufik.
Roller Skutik Ringan = Deselerasi Besar?

Menurut Willy, roller lebih ringan memungkinkan pergeseran lebih cepat kala putaran mesin meningkat. Sedang roller lebih berat, putaran mesin akan lebih tinggi baru besutan akan bergerak. “Kalo lebih berat mesin lebih meraung tapi akselerasinya lebih baik, sementara kalau soal kenyamanan, lebih enak pakai roller lebih kecil, pada putaran di bawah saja sudah jalan,” ujarnya.

Karena itu saya mencoba mencari penelitian tentang roller weight ini, dan ketemu. Penjelasan yang paling ok ada pada penelitian berikut ini:
Priya Adityas, C. Sudibyo dan Basori – PENGARUH BERAT ROLLER CVT (CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION) DAN VARIASI PUTARAN MESIN TERHADAP TORSI PADA YAMAHA MIO SPORTY TAHUN 2007 (file diunduh dari Universitas Sebelas Maret)
sm2
sm

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa setiap berat roller mempunyai pengaruh yang bervariasi pada torsi mesin. terlihat bahwa torsi terbaik pada putaran mesin 5000 rpm didapat bila menggunakan roller berat (11.5 gram & 7.5 gram), hasil terjelek didapat dari roller yang tanggung (9.5 gram). Di putaran mesin 6000 rpm torsi terbaik didapat dari roller 8.5 gram. Sementara di putaran mesin 7000 rpm dan 8000 rpm torsi terbaik didapat dari roller 7.5 gram.

Torsi terbaik di putaran 5000 rpm sangat menarik karena pakai yang tanggung torsinya paling jelek, justru hasil lebih baik didapat bila pakai roller lebih berat ATAU lebih ringan. Kalau sudah begini ketahuan bahwa akselerasi bawah nggak mesti lebih baik kalau roller diringankan. Misalnya tadinya 10.5 gram hasil justru lebih jelek bila menggunakan roller 9.5 gram.

Penelitian berikutnya juga menarik.
Achmad Al Farobi & A Grummy Wailandouw – PENGARUH PENGGUNAAN JENIS PEMBERAT (ROLLER) TERHADAP PERFORMA MESIN YAMAHA MIO SOUL TAHUN 2010 (file diunduh dari Scribd)
peng1
peng2

Terlihat bahwa torsi di putaran mesin awal bila pakai roller standard lebih jelek daripada kalau pakai yang lain, baik yang lebih ringan atau lebih berat. Sementara di putaran mesin lain terlihat bahwa roller 9 gram lebih bertenaga, tapi anehnya justru termasuk irit di putaran menengah ke atas. Berdasarkan penelitian sebelumnya, hasil bisa berbeda bila roller yang lebih ringan (7.5 gram) juga dicoba. Penelitian juga membahas penggunaan per cvt yang tidak standard, silahkan baca juga bila tertarik.

Ada juga yang melakukan penelitian terhadap roller yang dicampur. Namun laporan penelitian agak membingungkan karena diagram dan cara pengujian kacau. Yang diuji adalah roller 9, 10, 11 dan 12 gram. Hasil terbaik adalah dengan menggunakan roller 9 gram, dimana gokart dapat menempuh 90 meter dalam waktu 11.54 detik. Yang aneh adalah saat diuji dengan roller campuran 9 dan 11 gram, jarak 100 meter bisa ditempuh dalam waktu 5.25 detik. Tidak tahu mengapa waktu tempuh kalau pakai campur bisa dua kali lebih cepat. Bila tertarik untuk mempelajari, silahkan baca:
Achmad Ardhiko Widyarso – Analisa dan pengujian roller pada mesin gokart matic
(file diundung dari Universitas Gunadarma)

Harus diketahui juga bahwa menggunakan roller yang tidak sama beratnya bisa membuat komponen tidak awet, berikut testimoninya:
PEMBUKTIAN ROLLER SELANG-SELING

KESIMPULAN
Pemakaian roller kombinasi tak terbukti bikin akselerasi lebih baik dari yang berbobot rata. Selain itu lama-lama roller yang berat jadi cepat aus/peyang karena kerjanya lebih berat dari yang ringan. Hal sama diderita beberapa pengguna Mio. Kombinasi standar (10 gr) dengan 7 gr merek KTC. Belum lama ini timbul vibrasi parah sampai bikin bagian di puli skunder rusak berat,”. Anehnya, roller yang peyang justru yang orisinal Mio.

Kesimpulannya, nggak mesti makin ringan makin enak tarikannya, nggak mesti makin berat makni bagus akselerasinya. Yang paling baik adalah yang pas. Untuk tahu pas, harus dicoba semua. Tinggal dibayangkan beli roller weight 6 set antara 7 gram sampai 12 gram….

Good luck bro!

111 thoughts on “Roller CVT lebih ringan akselerasi makin bagus atau sebaliknya? nggak mesti bro!

  1. Iya dunk,,
    hrs tahu benar kemampuan mesin n bobot motornya,dsitu dcari bobot n profil roller yg trbaik!

    OOT mas..
    Dlm rumah cemenite butuh brp ya mas? Apa tiap ruang dkasih 1 per satu? 1 kamar 1,dapur 1,ruang tamu 1,kamar mandi/wc 1? Bgitukah?
    Apa manfaat cemenite bisa menembus tembok?
    Trs cemenite untuk mobil sperti ayla avanza ukuran yg pas brp ya mas?

    Suka

    • Iya, soal bobot, apa bobot orangnya juga ya?

      untuk cemenite yang penting ruang tidur atau satu untuk tiap alat elektronik. Taruh satu dalam kulkas paling bawah. satu di kompor gas. dst. efek tidak tembus tembok.

      untuk mobil rasanya sama dengan motor. Dulu saya pakai diameter 5cm tipis untuk kijang ’86 1600cc. taruh dibawah filter bensin. Mungkin karena setelan bensin terlalu boros, jadinya nggak bisa pakai banyak cemenite.

      Suka

  2. rasio ringan pd mio m3 maksudnya saat rpm rendah diameter puli sekunder (belakang) lebih besar dibanding mio j/gt. Artinya puli depan jg lbh besar & jalur roller lebih panjang, makanya dipake roller 12gr.

    Suka

    • Ok. terima kasih infonya.

      sepertinya ini pengertian antara gigi nyangkut pada rpm rendah vs gigi nyangkut pada rpm tinggi.

      ada yang bilang yang pertama akselerasi lebih bagus, dan ada yang bilang yang kedua akselerasi lebih bagus. Kayaknya tergantung pada persepsinya.

      Suka

  3. Kalo menurut ane, dengan pegas cvt yang sama.
    Jika roller diperberat, maka roller akan cepat bergerak, ibarat motor berpersneling, sama juga dengan melakukan perpindahan gigi dengan cepat.
    Tapi jika roller diperingan, roller akan bergerak lebih lambat.

    Jadi pegas cvt juga ikut berpengaruh.
    Kerasnya pegas akan memberi beban mengembangnya roller.
    Kalo pegasnya terlalu lembut, memakai roller ringan pun bisa membuat tarikan lambat.
    Begitu pula sebaliknya pegas yang terlalu keras, pake roller berat juga akan membuat lama roller mengembang.

    Maka tak heran salah satu test diatas ada roller ukuran tertentu yang bisa memberikan torsi terbaik. Ya karena roller tersebut cocok dengan pegas cvt yang dipakai.

    Suka

    • Ok. makasih infonya. iya, sepertinya pegas cvt juga ikut berpengaruh. di penelitian yang kedua juga ada perbandingan per cvt standard dan yang aftermarket. dimana yang aftermarket memberikan hasil lebih baik.

      Suka

  4. Salam kenal mas,

    Share info ya. Menurut saya bentuk roller juga berperan,.saya pemakai sliding roller (bentuk mirip trapesium tanpa siku) dan berat saya kurangi dua gram. Hasilnya: akselerasi melesat, dan anehnyaaa top speed nambah. Info dari sellernya, karena mesin saya memang sehat n terawat, jadi adanya roller memeuluskan semua transfer tenaga bahkan di high rpm.

    Beat karbu, top speed awal 90(lama..), top speed skrg 110 (lama..). Berat ane 78. Akselerasi, jgn ditanya hehehe..melesattt..

    Suka

    • Sayangnya untuk ini lebih cocok bila langsung dicoba. Ada kemungkinan belum menggigit karena lebih ringan. Mungkin menggigitnya di rpm lebih tinggi yang efeknya tarikan lebih kuat.

      Suka

  5. artikel yg menarik om sucahyo…
    tapi banyak juga yg bilang kalo jalur roller dibikin lebih keluar bisa menambah top speed… blum lagi gear primer dll… jadi misalkan cuma rollernya aja diberatin atau diringanin sedikit pengaruhnya…

    Suka

  6. bro klo mio gt pakaix roller 11 gram dngan combinasi CVT 1500rpm apa bobot tarikan motor meningkat??
    alx gue pngen tarikan mantap tanpa bor-up..gimna tuch bro??

    Suka

    • Waduh maaf, sepertinya harus eksperimen sendiri. Silahkan dibaca referensi diatas barangkali bisa untuk perbandingan. Di referensi diatas efek maksimal didapat dengan ukuran roler yang pas.

      Namun perubahan itu tentu tidak bisa dibandingkan dengan port & polish dan bore up untuk harian.

      Suka

  7. BRO ANA PUNYA VRIO 125 PGM GANTI ROLER SPIN 12GR PAKAI PER CVT PCX 150, MESIN KELEWAT TERIAK ANE KASIAN LARI 40 RPM NYA TERIAK, KALO BALIKIN KE ROLER ASLI TRUS MASI PAKAI PER PCX ENAK GAK? ATAU ROLER TETAP PAKAI 12 GR PER CVT BALIKIN STANDAR? MOHON INFO NYA BRO?

    Suka

  8. artikelnya bagus gan, walopun ane ga tau istilah istilah torsi, nm, dan apapun bahasa otootif yang agan tulis di atas,
    tapi ane bisa nangkep isi nya, btw ane lagi nyari referensi buat bkin scoopy ane lebih irit, mungkin bisa kasih ane referensi gan,😀

    Suka

      • Maaf gan koreksi dikit, torsi adalah momen puntir atau torsi
        Torsi adalah kemampuan puntir yang diberikan pada suatu benda, sehingga menyebabkan benda tersebut berputar, bergerak atau berpindah. Torsi di rumuskan dengan T = F x r dimana T (Torsi), F (Gaya), r (jarak).

        ” Torsi membuat kendaraan bergerak, dan tenaga menjadikannya bergulir lebih cepat. Begitulah kira-kira perbedaan torsi dan tenaga. Di kota besar, dengan karakteristik jalanan stop and go , maka yang lebih dibutuhkan adalah torsi, terutama untuk pengguna sepeda motor, agar tetap irit dalam konsumsi bahan bakar.

        ”Banyak yang tidak mengerti, atau justru bangga dengan sepeda motor tenaga besar. Padahal, di kota besar, yang penting torsi. Memperbesar torsi tak hanya memudahkan pengendara melakukan tarikan awal, tetapi juga lebih irit BBM,” ujar Jari Hermanyanto, Mechanic in Chief DMS Motor di bilangan Jati Asih, Bekasi Selatan.

        Beda torsi dan tenaga Ada perbedaan signifikan dalam pengertian torsi dan tenaga. Cara mudahnya, bayangkan kuda yang berlari kencang tetapi hanya bisa menarik gerobak berisi dua orang. Bandingkan dengan sapi yang tidak mampu lari kencang, tetapi kuat menarik gerobak berisi banyak orang dan mampu mendaki. ”Jadi pengertiannya, tenaga kuda besar tapi tidak punya torsi besar.

        Sapi memiliki torsi besar, tetapi tidak memiliki tenaga besar. Mobil balap memerlukan tenaga besar agar bisa kencang. Sementara itu, truk perlu torsi besar agar dapat membawa beban berat dan menanjak,” ucap Jari detail.

        Nah, dalam penggunaan sepeda
        motor sehari-hari di perkotaan, yang diperlukan sebenarnya torsi karena berguna untuk berakselerasi stop and go dalam kepadatan lalu lintas plus membawa boncengan, dan kemampuan menanjak.

        Jika memiliki tenaga besar di putaran tinggi tetapi torsi kecil di putaran rendah, maka hasilnya adalah sepeda motor hanya enak di jalan lurus dan kosong. Kalau sudah begini, kena macet plus berboncengan justru menyiksa. Mesin sepeda motor yang efisien adalah mesin yang mampu mengeluarkan torsi besar sejak putaran mesin masih rendah.”

        Jadi intinya torsi untuk tarikan awal, sedang tenaga kuda (HP) untuk top speed

        Jadi pilih mana……mau tarikan gesit atau top speed ?
        Karena salah satu mesti dikorbankan jika mesin masih standar

        Suka

  9. Kemaren habis service ringan dan service cvt mio 2011 di beres iseng minta ama mekanik langganan untuk di bikin tarikan mio ane lebih cepat bawahnya dan atasnya juga dapat.
    roller ane silang pakai 8gram 9.5 gram dan Ganjel Per Pulley Sekunder. Hasilnya dari nol sampai 40kpj seperti gigi 1🙂 setelah melewati 40kpj ke atas baru deh smoot..tarikannya.
    Setelah dicoba di jalan menanjak..lebih mampu nanjak dari pada pakai roller std (11g rata), di jalan lurus tenaga ngisi terus..sampai mentok 90kpj. Disaat 80kpj ke 90kpj mesin meraung kencang, mungkin karena roller terlalu ringan (9.5g) atau kampas kopling ganda sudah mulai menipis. Rencana ada waktu luang mau di setting ulang pakai 8 dan 11. Untuk sementara ini putaran bawah dah tengahnya sudah dapat, tetapi untuk putaran atasnya belum kena.

    *Kondisi mesin std
    *Ganti v-belt di 39100km ( masa pakai 4 tahun)
    *Ganjel Per Pulley Sekunder
    *Roller 8 g dan roller 9.5g
    *Kampas kopling ganda sudah mulai tipis ( masa pakai 4 tahun )
    *Rute perjalanan pp dari kantor ke rumah 50km setiap hari ( stop and go )

    Menurut saya yg pakai matik baru 4 tahun, untuk bagian cvt harus terawat, jika tidak terawat mau di silang rollernya atau pun tidak pastinya motor gak enak dibawa.
    Rutin ganti oli setiap 2000km jika ingin mesin bagian depan sehat, service ringan setiap 3000km, service CVT setiap 8000km
    Mohon di koreksi jika ada yg salah ada yang mau menambahkan…..

    Salam…..

    Suka

    • wah terima kasih sharingnya. Memang sepertinya pertimbangannya antara top speed vs akselerasi. Ganjel per pulley menambah efek dari penggunaan roller yang lebih ringan.

      Kalau kopling ganda habis, mestinya juga terasa waktu akselerasi. rasanya efek tersebut terjadi karena setelannya lebih ke akselerasi.

      Rasanya lebih baik daripada selang seling pakai yang seragam dicoba dengan berat yang berbeda. Soalnya katanya pakai selang seling membawa masalah:
      http://vendra-insomnia.blogspot.co.id/2011/08/pembuktian-roller-selang-seling.html

      Yang repot, di bagian roler tersebut tidak kena oli, jadi lebih rawan aus.

      Suka

  10. Mas.. mungkin yg dimaksud “mas taufik” adalah rasio ringan di gearbox. Jadi meskipun roller weight bertambah yg menyebabkan primary pulley lebih cepat mengembang (menurunkan akselerasi), akselerasi akan tetap spontan karena terdapat perubahan perbandingan gigi reduksi akhir ke rasio yg lebih ringan dibanding generasi sebelumnya.

    Mohon di koreksi
    Salam

    Suka

    • mungkin juga, repotnya kata – kata spontan tersebut bisa mengacu pada dua hal yang berlawanan.
      – bisa berarti digas langsung narik, karena nggak harus menunggu rpm naik sudah langsung jalan, efeknya setelah jalan akselerasi lebih lemot karena tenaga di rpm rendah lemah
      – nunggu rpm naik terlebih dahulu sebelum jalan, akselerasi lebih kuat karena rpm sudah naik

      Faktor lain:
      bila roler berat maka bagian depan mengembang lebih cepat sehingga rasio gigi lebih panjang, tarikan lebih berat namun top speed tinggi. Bila roler lebih ringan maka bagian depan mengembang lebih sedikit sehingga rasio gigi lebih pendek, tarikan ringan namun top speed rendah.

      Suka

  11. info gan =) vario 110 lawas / karbu th,2010 punya sy msh std, km -+ 25rb
    ,,colek dikit aja ngacir..akselearasi n top speed mak nyuuuzzz…

    1. roller 13 gram n vbelt std ori honda vario 110 msh layak pakai / blum aus or retak
    2. per cvt ori cuma diganjal 2 ring seher bekas, rencana mw ganti per PCX
    3. mangkuk kopling ganda di sok / gak diganti, kampas nya msh bawaan krn msh tebal
    4. selang belalai dalam tabung filter dilepas / bukan filternya
    5. filter bawaan kertasnya aja ganti punya ori honda grand yg busa..ukuran disesuaikan
    6. selang belalai dalam tabung filter dilepas / bukan filternya
    7. suplai aki ditambah elco u penyimpanan stroom, klakson lbh nyaring, lampu lbh terang, aki awet
    8. ban belakang 90/90, depan 80 / 80
    9. bbm pertalite / pertamax
    10. mesin halus – bbm irit – lari ngibritt

    berat badan sy -+ 60 kg…lokasi kudus kota..stop n go plus tanjakan…hayo hajar aja !
    salam V@RIO…wuuuzzz…suwun

    Suka

  12. Pengalaman ane pake BeAT FI, roller 7gram sama CVT String 1500 Rpm akselerasi makin cepet gan, ane ulas dikit deh ini moga ga mleset hehehe (^o^)v :

    – Roller Standar Orisinil 13 gram dan CVT Spring Orisinil : Akslerasi ke 40 km butuh sekitar 6 detik ( feeling ane ), top speed maximal 99km. ( bagi motor ane sih hehehe )
    – Roller Standar Orisinil 7 gram dan CVT Spring KTC 1500 Rpm : Akslerasi ke 40 km butuh sekitar 3.5 detik ( feeling ane ), top speed turun dari 99km jadi 95km namun akslerasi dari 0km ke 95km lebih cepat dari pada orisinilan.

    ( + ) Kelebihan :
    1. Ganti roller 7 gram akselerasi cepat namun kekurangannya top-speed turun.
    2. Pake CVT Spring 1500 Rpm tarikan gas ringan ketimbang ori ( feeling ).
    3. Lebih hemat waktu dalam perjalanan.
    4. Ketagihan balap dah ente. :hammer2

    ( – ) Kekurangan :
    1. Bengsin jadi boros, asli nya boros tidaknya gmn kita nya ngatur gas, klo di start awal di gas full, otomatis katup mesinnya ngebuka lebar jadi pembakaran pun lebih bnyak. Diusahakan jangan sampai telat isi bengsin dah. :))
    2. Top-Speed menurun, namun akselerasi cepat.
    3. Mesin cepat panas bila di pakai jarak jauh. Apabila mesin sudah sampai mati dalam perjalanan alangkah baiknya didiamkan terlebih dahulu 30 menit untuk mendinginkan mesin lalu jalankan ulang.

    Saran buat para Bikers / Riders :
    * Diusahakan ngebut inget tempat gan, banyak anak-anak, ibu-ibu, orang tua. dkk nyebrang.
    ** Sering-sering panasin motor sebelum melakukan perjalanan.
    *** Ganti oli 1 bulan sekali / 2000 km. ( Gmn kantong hehehe )
    **** Oiya gan dari bahan bakar juga mempengaruhi kecepatan naiknya pedometer.

    Thanks,
    Warm Regards & GBu,
    Simson D. Finesya

    Suka

    • wah terima kasih banyak sharingnya.

      Yang aneh mengapa pengembangan ke versi ESP rolernya diperberat ya? Harusnya top speed lebih tinggi namun top speed Beat ESP saya cuma mentok 95kpj. Mungkin untuk versi ESP pernya dibuat jauh lebih keras daripada yang FI. Irit dicapai dengan mengurangi suplai bensin di rpm rendah, karena untuk versi ESP di rpm rendah / ngegas sedikit benar benar nggak ada tenaganya.

      Suka

  13. info lanjutan ke 2 gan =)
    oprek ” murmercir ” ( murah meriah ngaciiir ) Vario 110 lawas / karburator

    1. setelah sy ganti hari ini per cvt Vario 110 th.2010 lawas sy yg msh standard pake punya honda PCX n dicoba….ternyata hasilnya ?
    upz…akselerasi n power jd gahar…tarikan awal n top speed lbh cepet di dapat n tenaga ngisi terus dr awal sd akhir

    2. cop busi dihilangkan hambatannya / 0 ohm, gk perlu beli cop busi racing yg muahal…potong dikit pangkal cop busi ambil sekringnya, ganti besi / baut trus sambung lg, jgn lupa dilem besi bekas potonganya, kalo langsung dr kabel koil ditempel ke busi takutnya bahaya kalo kena air

    3. busi std motor dibuat aliran percikan api lebih nendang ala busi racng yg muahal..kikir dikit ujung besi yg agak melengkung yg diatas elektroda, kikir dikit aja dikurangi -+ 0,5 mm, trus ujungnya dibuat lancip.

    slmat mcoba ” kreasi kecil hasil maksil – kreatif dikit lari ngibrit ” …wuuuuzzzzz
    met kenal buat smua rekan disini trutama bwt om sucahyo aji..best regard. suwuun

    yoyoKudus =)

    Suka

    • terima kasih sarannya bro. Namun untuk pertimbangan poin 2 dan 3:
      2. bila hambatan dihilangkan, maka arus yang mengalir ke busi memang lebih besar, namun itu juga berarti arus yang mengalir ke kumparan lebih besar dan akhirnya arus yang mengalir ke ECU / CDI lebih besar. Ini bisa merusak ECU bila pendinginan tidak ditingkatkan. Perlu diberi kipas.

      3. api besar maka kemungkinan gagal menyala makin besar, lebih cocok bila ujungnya diperbanyak sebagai alternatif loncatan api. Busi kaki tiga bisa dicoba.

      Suka

  14. thanks gan nambah ilmu
    kirain semakin roller ringan akan dapat akselerasi bagus dengan top speed mantep..

    ada yang nyaranin pake sliding roller tapi yg jual masih terbatas bahkan ga ada di daerah ane

    Suka

    • Mas aji…saya xyi majalengka motor xride saya udah ganti per cvt 1500rpm roller 7 gr merk T*R tapi ko malah tambah boros…tapi kpj O-40 nyentok bgt…tp kalo digas tetep di 40KPJ mesin malah meraung…kasian mesinya…saya ada ide mau kombnasi roller 7gr dan 11gr merk k.w.h.r…gmn tu saranya

      Suka

  15. gan kalau mio karbu thn 2006 enaknya pake roller yg berapa gram? terus rollernya diganti berapa biji? terus sama per cvt yg berapa rpm enaknya ya? tolong sarannya gan🙂 makasih

    Suka

    • ganti rolernya jangan sebagian, karena kalau berat nggak sama, yang berat bisa aus duluan sehingga jadi nggak rata ausnya.

      Soal cocoknya yang mana, sangat tergantung pada kebutuhan. kalau jalannya kebanyakan lowong maka untuk meningkatkan top speed maka yang lebih berat yang cocok. bila untuk stop and go, lebih ringan yang cocok. per cvt sebaiknya jangan diringankan karena takut nggak ngigit beltnya. atau mending beltnya pakai TDR dulu.

      Suka

  16. Salam spontan……..
    setau ane ne gk cuma seting roler aj aseleerasi motor mio bisa tmbah ok.tapi di liat dari (kampas ganda)nya jga tu berpengaruh sangat

    Suka

  17. gan, motor saya beat ESP thn 2015, kalo di ganti roller 8 gram dan per CVT 1500rpm bagus gak? motor sering dipake stop and go, dan bawa orang tua kepasar dengan beban lumayan berat. mohon masukannya. terimakasih sebelumnya gan:)

    Suka

    • Saya kebetulan pemilik Honda Beat ESP juga. Semenjak pakai modifan ala sendiri (pro capacitor + cemenite) tarikan jadi enak. Tapi kalau dibuat akselerasi ekstrem yang nggak kuat beltnya, setelah dipakai narik ekstrem jadi seperti karet rasanya tarikan. Sehingga sekarang kalau boncengan sama istri dan anak tidak berani narik kencang kencang kalau rpm rendah.

      Jadi saran saya yang dimodif duluan itu beltnya. Hati hati, ukuran belt Beat ESP beda dari ukuran belt Beat sebelumnya / FI. Untuk Beat ESP panjang belt 820mm. Kalau nggak begitu bisa nggak enak tarikannya walau misalkan tenaga ditambah atau roller diringankan.

      Saran saya rollernya dan belt saja dulu dicoba ganti. Karena per CVT belum tentu hasilnya sesuai. Hati hati juga karena diameter roller juga dirubah, berikut artikel yang membahas perbedaan tersebut:
      V-Belt lemah yang bikin Honda Beat ESP nggak cocok untuk main akselerasi ngedrag

      Sebenarnnya jarak poros antar pulley di CVT tetap sama, namun karena Movable drive Honda Beat eSP lebih besar, maka Drive Belt nya jadi ikut ikutan lebih panjang nih dari 805 mm di bealt drve Beat FI lama menjadi 820 mm di Honda Beat eSP baru . .. ini lumayan banget lebih panjang 1,5 cm . . .

      Lalu Rollernnya pun dibuat lebih berat 2 gram perpiece, ( bobot roller beat eSP 15 g-roller beat FI 13 g) dengan jumlah roller yang tetap yakni 6 roller . .. diameter roller beat eSP dibuat lebih kecil 0,11 m dibanding roller beat FI . . .

      Suka

  18. intinya mencari gramasi total yang pas dengan peak power rpm motor.. roller berat dengan ASUMSI JALUR TIDAK DILANDAIKAN (dikerok) masih oke.. yang dikejar sebenarnya kebutuhannya untuk apa dulu.. kalau harian supaya mesin tidak meraung karenanya diberi roller berat.. analoginya sama dengan kalau pindah gigi di sepeda motor rantai.. tetapi kalau untuk cepat2an yang dikejar adalah supaya secepat mungkin rumah roller depan membuka.. sebab di motor matic yang menentukan speed adalah putaran roda belakang.. kalau mesin sudah meraung tapi puli belakang tidak mau membuka ya sama juga bohong

    Suka

      • Om,mhon masukan nya.nih
        Mio sya tahun 2010 udh bore up 150cc, tpi sher byson, noken papasan, klep standar, karbu pe 28 kw.
        Msalah nya tarikan kurang ngejoss, karna bagian. Daleman cvt msih stndar smua, blum sya utak atik,

        Kira2 untk bagian cvt nya yg.cocok pake mrek dan ukuran apa aja ya om, supya tenaga brtmbah stabil dengan cc nya

        Suka

        • Rasanya yang paling penting Beltnya dulu pakai aftermarket semacam TDR. karena belt bagian yang paling lemah. Nanti kalau sudah ganti, coba dicek yang lain. ada paket satu set juga:

          Suka

  19. Bagi solusinya dong. Mio soul aku pertama aku update roler 7×3 sama 11×3 untuk pejalanan jauh medan berpariasi pada saat medan tanjakan tetap rasanya berat dan jalan lurus putaran habis. Padahal aku udah pake cdi brt dual, kemudian aku putusin aja pake roler 7×2 sama 11×4 untung menghindari putaran habis tapi mengabaikan exlarasi jalan menanjak sama tikungan, terakhir aku update bagian noken sama sepetu klep yg udah pake roler, set kampas ganda, puli, painbel, per standar yamaha dan piston naik 2 step up 50. Kandisi sekarang kalo top nya dapat akselerasi nyot. Bagi dong ilmunya ya bro gimana caranya dpt top dan ekslarasi seimbang. Sayang kalo di jual motornya banyak kenangan dan masih nyaman di ajak kemana2 padahal aku punya soul gt juga tapi aku lebih sering pake soul ku yg lama.

    Suka

    • Bila dari transmisi sudah maksimal, mungkin yang perlu dirubah adalah mesinnya. Kalau matik cocoknya diupgrade tenaga tengahnya. Setelan dibuat top speed dapat. Mungkin bisa di port and polish untuk harian.

      Sebaiknya nyetel karburator dilakukan sendiri, bisa disimak caranya di berikut ini:
      Cara menyetel karburator serta mengatasi motor susah hidup saat mesin dingin

      Setelan angin di luar saja pengaruhnya sangat besar. Kalau hampir pas, diputar sedikit saja tenaga beda banyak. Setel klep juga harus disesuaikan dengan setelan roller juga. Nggak bisa digeneralisasi. Timing pengapian juga sangat berpengaruh, beda bensin butuh beda timing. Coba minta disetelkan klep dan timingnya kalau bisa.

      Untuk menambah tenaga, coba juga pakai cemenite. Cara membuat bisa di download di link berikut:
      Cara membuat cemenite

      Suka

  20. Mau Tanya om. Va*** 150 sy dah modif bbrp part cvt nya, diantaranya : per cvt pcx 150, kampas kopling sps carbon, mangkok kopling srp, set rumah roller srp v4, vbelt kawahara, busi iridium, roller 12 gr & 14 gr, selain itu standar semua, bbm pertamax. Hbs dipasang semua trs test drive, kok kayak slip diangkatan awalnya. Top speed nya nambah dikit, 105 kpj. Ada saran om biar ga slip? Makasih..

    Suka

    • Coba dipastikan apakah slip karena bagian CVT atau bagian transmisinya. Kalau di bagian transmisi, oli mobil atau oli yang tidak cocok bisa bikin selip. Atau mekanismenya kurang kuat.

      Kalau bagian CVT, mungkin per CVTnya kurang kuat atau karena beltnya kepanjangan atau kurang lebar. Biasanya untuk mencegah masalah ini part modif dijual satu paket termasuk semua komponen diatas.

      Suka

  21. Mio j gt.kalo pakek riler 10gram+per 1500 rpm TDR. Kira2 gimana hasilnya .saya maunya star standar tapi topsed lumayan. Baiknya gimana riler 9gram+1500 rpm atau 10gram-1500 rpm

    Suka

    • Bila tenaga mesin lemah maka memperberat roler atau meringankan per CVT akan bisa meningkatkan top speed. Namun bila tenaga mesin kuat maka itu tidak akan meningkatkan top speed karena rasio maksimal as CVT depan belakang tetap sama. Top speed bisa ditambah dengan pakai belt lebih panjang, dengan demikian, saat as depan punya rasio maksimal, yang belakang juga makin minimal. Ini hanya bisa dilakukan bila kedua as masih bisa pakai belt lebih panjang.

      Cara gampangnya ganti ban belakang pakai yang lebih besar.

      Suka

    • Kalau honda yang perlu dirubah dulu adalah beltnya, coba pakai merek afermarket seperti TDR, bisa juga produk mereka lainnya.

      Selain itu, dengan kompresi mesin yang tinggi maka sebaiknya bensinnya pakai minim pertamax. atau bila pakai pertalite atau premium, maka perlu ditambah tenaganya pakai aditif, magnet atau pro capacitor. Jangan melepas filter, jangan pakai filter udara free flow, jangan pakai knalpot racing kalau bensin pakai premium. Busi juga jangan sembarangan ganti busi dingin.

      Suka

  22. nice share,..
    request file penelitiannya dong. pngen lebih tau lagi nih gmn hasil pengujiannya.

    efisiensi thermis, dll..
    atau mungkin punya rumus hitung spek roller yg pas bgmn?

    Suka

    • terima kasih. File bisa di download dengan mengeklik linknya. Untuk rumus hitung roler maaf kurang tahu. Mungkin tidak bisa pasti karena bergantung juga pada geometri dan komponen lain di CVT yang bisa berbeda walau merek sama.

      Suka

  23. Om nanya nih, aq baru ganti ban mio m3 naik sedigit dr aslinya. Biar tarikan dapet tapi panjang ga kedodoran, roller make size brapa ya? Ada saran make full 10gr punya xeon karbu tapi masih gamang di per cvt enaknya make xeon karbu ato soul gt ato vario 15000 rpm. Saran donk om

    Suka

    • Mungkin bisa coba trik yang lain pakai roller campur. Bisa coba juga cari belt yang lebih panjang yang masih layak.

      Kalau per CVT maaf kurang tahu yang mana yang lebih keras, kalau pakai yang lebih keras maka memang tarikan waktu kecepatan rendah bisa lebih enak. Punya xeon karbu katanya lebih keras dari Mio M3, entah untuk Vario 1500rpm.

      Modif roler dan per CVT biasanya sepaket, coba cari paketannya, atau mending coba satu satu.

      Suka

  24. Mau tanya ni gan, klo pake roller gabungan 7 sama 9gram merk tdr bagus gak tarikan.a buat start, per cvt ane pake 1500, motor mio sporty

    Suka

    • Mungkin tarikan awal nggak spontan tapi tarikan jadi kuat, namun bisa jadi roler kurang berat untuk buat topspeed karena kalau dirata rata jadi cuma 8 gram. Sebaiknya per cvt ganti belakangan kecuali kalau mau ngejar tarikan saja.

      Suka

  25. gan ane pake roler 9 gram pert cvt bawaan pabrik.. tapi larinya berat bgt kalau udah yampe 75km/h trus gimana solusinya gan.. motor ane mio j.. minta solusinya gan

    Suka

    • iya, sepertinya kalau roler diperingan itu memang efeknya top speed berkurang. efeknya seperti bila gigi depan diperkecil, karena tidak mengembang,

      kalau mau dapat akselerasi dan top speed, belt dipanjangkan bila memungkinkan.

      Atau bisa pakai cara campur ukuran roler seperti dicontohkan diatas.

      Atau coba ditambah tenaga, bisa coba cemenite kalau suka buat sendiri atau pro capacitor bila lebih suka beli.

      Suka

  26. pagi gan, ane baru ganti roler dan v-belt untuk honda beat, tp kenapa jadi nggak ada tarikannya ya. jadi berat dan boros bensin. ane pake rollet yang 9gram… mohon pencerahanya gan.. thx..

    Suka

    • Terima kasih infonya. Rasanya setelan Beat untuk tenaga fokusnya di rpm menengah, bisa jadi roler terlalu ringan.

      Memperingan roler itu tujuannya untuk akselerasi tapi efeknya topspeed berkurang dan respon terhadap gas jadi lambat, jadi boros bensin juga karena rpm saat jalan lebih tinggi dari sebelumnya. kalau ganti belt lebih pendek maka efeknya tarikan jadi nggak enak, top speed berkurang.

      Yakin beli beltnya nggak salah? Karena yang saya tahu belt untuk versi ESP lebih panjang daripada versi sebelumnya (FI).

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s