Irit ala Yamaha Blue Core dicapai dengan mengorbankan tenaga


Artikel sebelumnya menunjukkan bahwa implementasi Blue Core di motor sport dilakukan dengan mengurangi tenaga untuk bisa mencapai konsumsi bahan bakar yang lebih baik. Kali ini akan diulas implementasi Blue Core di motor matic.

Bila dibandingkan dari spesifikasi, ternyata praktek oprekan yang sama juga dilakukan di model matic, tenaga dikurangi untuk membuat lebih irit. Ini buktinya:
Spesifikasi Yamaha Xeon RC (125cc):
xeonrc

Spesifikasi Yamaha GT-125 (125cc):
gt125

Spesifikasi Yamaha X-Ride, 115cc sebagai pembanding:
xride

Dan ini spesifikasi resmi Yamaha Mio M3 yang pakai “teknologi” Blue Core (125cc):
miom3

 

Terlihat bahwa tenaga Mio M3 cuma 7kw sementara motor 125cc Yamaha yang lain 8.4kw. Sementara motor 115cc tenaganya adalah 5.7kw. Tenaga Mio M3 pas ditengah tengah antara motor Yamaha lain yang 125cc dan 115cc, ini sepertinya sesuatu yang disengaja. Jadi cc dinaikkan, tapi tenaga dikorbankan untuk mengejar irit.

Jelas bahwa “teknologi” Blue Core itu intinya mengejar irit walau harus mengorbankan tenaga.

Seandainya saja Mio M3 itu tetap pakai mesin 115cc, maka bisa saja implementasi “teknologi” Blue Core akan membuat motor tidak laku karena tenaga berkurang terlalu banyak. Jadi Yamaha “terpaksa” mengakali dengan memakai mesin 125cc walau tetap dengan harga 110cc, harga release hampir sama dengan harga Honda Beat yang 110cc.

Namun Yamaha perlu waspada. Harus dipikir semoga nanti Yamaha tidak dikenal dengan merek barang murah karena pasar Indonesia ini nggak suka barang murahan…. Mahal gampang rusak tidak apa apa yang penting mentereng…

26 thoughts on “Irit ala Yamaha Blue Core dicapai dengan mengorbankan tenaga

  1. Hmm masalahnya, apa data-data power dan torsi tersebut benar/akurat? Kan bisa saja pencantuman torsi/power hanya trik marketing saja.
    Saya nyari data power-torsi grand filano yang mesinnya identik mio 125 bluecore saja susah, cuma diketahui kompresinya lebih tinggi. Spek resmi grand filano tidak menyertakan power dan torsi.

    Suka

      • Terlepas dari akurat enggaknya data tsb. Untuk data power mio125 sebenernya nggak beda jauh sih sama tenaga matic 125cc pendingin udara merk sebelah. Coba cek power mesin skydrive dan hayate dimana kedua matic tersebut sama sama berpendingin udara seperti mio125.
        Kemudian kenapa gt125 kubikasi sama tapi powernya lebih besar? Salah satunya karena kompresi tinggi. Dari yang saya amati mesin mesin berpendingin cairan kompresinya cukup tinggi.

        Suka

        • Iya, yang saya cari disini adalah bukti bahwa “teknologi” blue core membuat mesin lebih bertenaga selain juga lebih irit. Sayangnya tidak ada komparasi langsung, sepertinya dari hayate tenaga juga sama, walau Hayate masih belum pakai injeksi.

          Juga perbandingan di yang diposting oleh blogger lain adalah mesin 125cc injeksi dibanding 115cc yang karbu. Saya rasa tidak fair karena bore up disebut sebagai salah satu cara untuk ngirit Mio lama.

          Suka

          • Jadi kesimpulannya, power mio125 yang tertulis segitu bukanlah hasil pengorbanan embel embel blue core.
            Tapi sudah rata-rata power yang dihasilkan mesin 4tak 125cc overstroke BERPENDINGIN UDARA, setuju bro?
            Bisa dilihat di data/spek mesin mesin 125cc aircooled seperti hayate,skydrive,supra125,axelo 125,athlete,edge.
            Kalo mesin 125cc berpendingin cairan tentu beda powernya, rata rata memang lebih tinggi dari yang berpendingin udara.

            Suka

            • Iya, mungkin juga, kalau sudah sama 125 cc, Blue Core sebenarnya nggak ada bedanya dengan yang lain.

              Apalagi yang lain masih karbu. Atau mungkin sebenarnya sistem injeksi Yamaha nggak ada bedanya dengan karbu, yang akan saya coba bahas di artikel berikut.

              Suka

        • BTW, saya nemu data mio lama di sini, archive dari website resmi Yamaha, walau pakai karbu ternyata tenaga lebih besar dari X-Ride yang pakai injeksi. Disebut juga kompresi mesin cuma 88, saya rasa ini bukan perbandingan yang fair, apalagi saat tenaga yang 6.54kw cuma beda dikit dengan Mio M3 yang 7Kw:
          https://web.archive.org/web/20100211183552/http://www.yamaha-motor.co.id/product/motorcycle/automatic/mio
          Tipe Mesin : 4 Langkah, SOHC 2-Klep Pendingin Udara
          Diameter Langkah : 50.0 x 57.9 mm
          Volume Silinder : 113.7 cc
          Perbandingan Kompresi : 8.8 : 1
          Power Max : 6.54 Km (8.9 ps) / 8,000 rpm
          Torsi Max : 7.84 Nm (0.88 kgf.m) / 7,000 rpm
          Karburator : NCV24x1 (Keihin)
          Caster / Trail : 26.5 derajat/ 100 mm
          Rasio Gigi : 2.399 – 0.829
          Sistem Starter : Kick & Electric

          Suka

  2. Kayaknya disesuaikan dengan target market yang disasar. Mio M3 kan entry level… dan lawannya Beat eSP powernya juga segitu dengan keiritan main di angka 60-an. Karena matic YIMM sudah 125 semua, maka boleh jadi pembedanya nanti disamping dari desain juga power dan torsinya bakalan beda antar matic low dengan medium …

    Suka

    • Iya, mungkin juga. Strategi yang sangat bagus karena menjual motor 125 cc dengan harga 110cc. Untuk menekan harga, berbagai macam cara dipakai, mungkin termasuk mengurangi kompresi, mengurangi rangka, memakai mesin yang lebih murah, dst.

      Suka

  3. Nggak Penting power besar, yg penting irit dan harga terjangkau serta model ganteng pol.. untuk 3 point kunci ini yamaha M3 sudah bisa merebutnya dari beat… terlebih lagi beat sudah pasaran sekali dimana2, konsumen pasti ada rasa bosan… pasti ingin move on ke matic yg memenuhi 3 point penting diatas, dan it’s ‘Mio M3 125cc bluecore’ time!.. Mio strikesback

    Suka

  4. Dari sisi keilmuan artikel ini dangkal sekali, banyak analisis hanya berdasarkan logika biasa, teknologi mesin bakar memiliki banyak variabel yg bisa anda ulas satu persatu jika anda memahaminya tentunya, tapi jika tidak maka ulasan yg muncul menjadi rancu & tidak bersifat scientific lg sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dari segi ilmiah.

    Suka

    • Nggak perduli kalau pistonnya pakai punya ferari, kalau tenaga makin jeblok ya artinya performa berkurang.

      Untuk mengukur performa mesin gampang. tinggal dilihat powernya dan iritnya. Nggak perduli soal detil komponennya, kalau tambah ngirit tapi tenaga berkurang, jelas nggak tambah efisien. Apa mas bro punya cara yang lebih bagus untuk mengukur performa?

      Suka

  5. =========================
    Beda kompresi beda power dong Om…
    yg jelas beli motor seharga 115 cc bisa dapat 125 cc…
    itu murah.
    =========================

    Suka

    • Iya, kompresi direndahkan untuk menekan harga karena bisa pakai komponen kualitas lebih rendah. untuk tenaga, mungkin perlu review perbandingan kemampuan nyata dulu. apa benar mesin 125cc dari Mio M3 bisa lebih kuat dari saingannya Honda Beat baru.

      Suka

  6. bagi saya sih mending motor matic lama tapi cc nya di upgrade dengan bore up … lebih baik murah beli bekas tapi larinya dan awetnya setara dengan motor baru bahkan bisa lebih… contoh matik lama murah dari suzuki ya skywave…. dari yamaha ya Nouvo….. dari honda ya beat lama/vario lama….

    Suka

    • Ok. Motor baru dengan injeksi juga katanya jadi lebih rumit bila mau bore up. Untuk upgrade lebih cocok bila merubah debit injektor.

      Untuk awet, rasanya kok Nouvo lama sepertinya performanya jatuh ya? nggak pernah lihat Nouvo cepet.

      Suka

  7. konsumen ribut ; ulas sana sini di tambah fan boy ; fanatik buta motor sales nimbrung.
    kenapa vario 125 pakai radiator.kalo kagak 3 bln dah hancur tuh mesin karena cr 11;1 tertinggi untuk produksi masal dan srategi honda pencitraan motor bertenaga dan cepat.kalau mio m3 dan all soul gt cr nya 11:1 & pkai radiator tanya mekanik oprekan estimasi power nya berapa.bisa bisa perang badar antar sales sementara petinggi ahm dan yimm main golf.
    apa esputer ,acg dan neng iis asal dari tubuh pcx.membangun image brand dan terbukti nmax 150 yg membunuh pcx.kalo yamaha jeli ,mengeluarkan matic 125 cr 11:1 radiator fitur nmax turunan.power ngalahin vario 150 apalagi 125 lewat.ancur image honda.dan konsumen akan sadar tentang propraganda pencitraan esputer vs bocor = esputer bocor sama neng iis.
    all soul gt 125 ane yg macho pernah mngejar beat yg centil.hasil nya rahasia.cuman bilang jargon bocor mantap.powerfull putaran menengah atas joss gandos,a

    Suka

    • Tidak juga, kalau coolantnya kualitas seperti di Indonesia, pakai radiator malah bisa lebih cepat overheat. Untuk soal keawetan, standard Honda Indonesia lebih rendah dari standard Honda Thailand, mungkin dibawahnya Yamaha. Soal quality control Yamaha diatas Honda karena kuantitas, namun tetap saja ada kasus kelolosan. Soal top speed, tinggal tergantung ridernya pakai bensin sesuai atau tidak. Untuk soal performa, baik Yamaha atau Honda, efisiensi tidak meningkat sebesar yang diklaim. Sering untuk ngejar irit tenaga dikorbankan.

      Suka

  8. konsumen ribut ; ulas sana sini di tambah fan boy ; fanatik buta motor sales nimbrung.
    kenapa vario 125 pakai radiator.kalo kagak 3 bln dah hancur tuh mesin karena cr 11;1 tertinggi untuk produksi masal dan srategi honda pencitraan motor bertenaga dan cepat.kalau mio m3 dan all soul gt cr nya 11:1 & pkai radiator tanya mekanik oprekan estimasi power nya berapa.bisa bisa perang badar antar sales sementara petinggi ahm dan yimm main golf.
    apa esputer ,acg dan neng iis asal dari tubuh pcx.membangun image brand dan terbukti nmax 150 yg membunuh pcx.kalo yamaha jeli ,mengeluarkan matic 125 cr 11:1 radiator fitur nmax turunan.power ngalahin vario 150 apalagi 125 lewat.ancur image honda.dan konsumen akan sadar tentang propraganda pencitraan esputer vs bocor = esputer bocor sama neng iis.
    all soul gt 125 ane yg macho pernah mngejar beat yg centil.hasil nya rahasia.cuman bilang jargon bocor mantap.powerfull putaran bawah menengah joss gandos,atas maaf kurang.tes bbm full to full 1 liter rata2 50 km,gaspoll terus.apalagi eco drive sd60 kpj bisa sampai 55-58 km perliter= bener bocor ( kata tetangga).handling mantap brooo

    Suka

    • ane punya motor semua merk di garasi, untuk harian ane pake mio m3, dulu nya mio karbu smile, nah klaim 50% lebih irit sedikit mendekati, rata-an konsumsi bbm pp tiap hari (net 100km) untuk saat ini 2 liter pertamax untuk nempuh tuh 100 km (roller 10gram punya xeon,per cvt 1500 rpm tdr racing, knalpot r9 mugello punya mio j, busi platinum)…
      kalo waktu standar ting-ting 1,8ltr pertamax untuk pp.
      tuk kecepatan 0-100 km/jam matic lain gak bisa nyusul, bahkan satria f sama sonic 150 terbaru juga gak bisa nyusul, full speed saat ini cuman bisa nembus 105kpj…gk papa yg penting irit & mantap di accel nya…sorry blepotan komennya

      Suka

      • Wah, bagus juga bila dapat irit sesuai dengan iklan. hebat juga dengan modif sedikit bisa nyusul satria. kalau top speed bisa 105kpj sesuai gps, bisa melibas motor 150cc juga. Kelas moped ketinggal semua.

        Mungkin kerak karbonnya mengurangi iritnya? juga filter udara sudah dibersihkan dengan betul?

        Suka

  9. saya beli bekas tarikkannya dahzatt asal jangan mo lihat lampu ijo indikator bensin maka motor ini menjadi gahar kalahlah 110 cc (w punya 110 cc 2 biji),

    kesimpulan mio m3 = enteng tarikan besar tenaga besar kalau ngak liat lampu indikator eco buat nyalip nyalip gas pol sangat bisa diantalkan

    kesimpulan 2 = kalau mo gaya irit tinggal lihat lampu irit indikator warna ijo maka akan irit bisa 46 km untul 1 liter

    Suka

    • Sip, terima kasih sharingnya. Kalau di atas kertas memang tenaga Mio M3 ditengah tengah antara 110cc dan 125cc nya Yamaha. Soal irit sepertinya 125 cc disetel irit angkanya memang segitu, lumayan.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s