Persoalan kualitas yang bikin pikir pikir untuk beli motor Honda


Ini murni pendapat pribadi. Ceritanya panjang.

Berdasar dari keinginan anak untuk bisa merasakan naik CBR150R. Belum beli, masih cuma rencana yang semoga bisa terlaksana. Yang pertama menjadi pertimbangan adalah kenyamanan atau kepraktisan baru kemudian model. Bila menilai soal performa, Suzuki Satria yang menjadi pilihan. Namun keluarga tidak setuju, karena terkesan kurang gagah, walau tampang lumayan tapi tidak seperti motor laki. Pilihan model jadi jatuh ke motor laki yaitu V-ixion, CB150R, R15, lalu CBR150R. Ninja tidak dihitung karena kekhawatiran soal 3S, sementara Pulsar selain dianggap tidak terkenal dan modelnya tidak bagus, juga karena Bajaj sepertinya tidak terlalu perduli dengan kenyamanan. Mungkin kalau pingin motor murah tampilan bagus lebih baik milih Viar VSR daripada Pulsar, toh mesin sama – sama 200 cc.
viar

Karena sisi kenyamanan pula R15 tidak diikut sertakan, gaya berkendara dan boncengan tidak cocok bagi yang sudah berkeluarga, tiadanya pegangan belakang menunjukkan bahwa produsen memang mengharapkan agar “ojo digawe goncengan”, tidak dipakai berboncengan. CB150R terkalahkan oleh CBR150R karena selisih harga sedikit dan tampilan. Daripada setengah setengah beli CB150R lalu dikasih fairing (yang harganya lumayan mahal) sekalian pilih yang CBR150R. V-ixion masih jadi pertimbangan. Mungkin bagus bila diberi fairing R25, namun tetap kelas terasa beda. Rasanya kok lebih tinggi kelas CBR150R walau performa kalah. Sehingga CBR150R yang akhirnya menjadi pilihan utama. Namun ada hal yang menghalang, yaitu soal kualitas dan reliabilitas.

 

Yang pertama dari niatan dari pihak produsen sendiri yang dengan sengaja menurunkan kualitas dari CBR150R. Disebutkan bahwa cbR150R lokal menggunakan material yang murahan:
iwanbanaran.com – Apakah kualitas material Honda CBR150 versi lokal nanti setara dengan Versi Thailand??….

”K45 itu lagi di garap oleh pihak AHM, CBR local itu memang tidak sama dengan CBR Thailand. AHM akan terus jual CBR Thai, jadi dijual bersama-sama dengan CBR local. Banderol memang beda jauh, mesin secara kasat mata memang sama, tetapi materialnya sangat berbeda untuk menghemat cost. Bisa dibuktikan dengan material mesin K15 berbeda dengan material mesin CBR150 Thai. Jadi performancenya tidak akan setara dengan CBR Thai. Sebab kalau seandainya AHM berani menggunakan material mesin yang sama persis dengan CBR Thai, banderol tidak akan semurah ini…

Pihak Jepang juga sudah menyetujui perbedaan material ini. Karena mesin CBR150R aslinya bukan mesin biasa yang bisa menggunakan material biasa, kalo pun materialnya di down grade, itu bakal sangat berpengaruh sama performancenya. Karena itu plan AHM motor K45 itu untuk pasaran local aja dan kalau K45 seandainya akan di export ke luar negeri, material mesin revisi ulang, material mesin akan disamakan dengan CBR150R Thai. (khusus export). Untuk local material mesin akan sama dengan K15..“

Yup…itulah informasi dan ungkapan dari sosok yang tidak mau disebutkan jati dirinya. Sosok yang disinyalir tahu betul dan terlibat langsung dengan project K45.

Produsen lain tidak melakukan itu. Motor yang diproduksi dan dipakai di Indonesia justru diekspor ke luar negeri. Seperti contohnya Yamaha R15:
iwanbanaarn.com – Nih dia perbedaan Yamaha YZF R15 versi Thailand dibanding lokal…

Bro dan sis sekalian….saat dipabrik Yamaha pusat Pulogadung IWB berkesempatan melihat secara dekat beberapa produk R series yang akan dieksport keluar negeri. Salah satu yang menjadi perhatian IWB adalah R15. Yup….motor yang baru dirilis YIMM beberapa bulan lalu tersebut ternyata sudah ada versi Thailand. Mereka akan mengimpor dari Indonesia secara utuh alias CBU. Karena penasaran…..IWB segera nyamperin beberapa unit R15 versi Thai untuk melakukan pengecekan secara detil apa sih perbedaan dibanding R15 lokal?. Berikut hasil investigasinya….

Secara kasat mata, nyaris plek tidak ada perbedaan. Baik dari striping, warna ataupun komponen yang dijejalkan khususnya swing arm yang dijejalkan juga menggunakan merk Endurance. Konfirmasi ini juga diberikan mekanik dilokasi yang menyatakan spesifikasi R15 Thailand tidak ada perbedaan dengan lokal. Sepertinya pihak Yamaha ingin menjadikan R15 sebagai global product sehingga spek sama persis baik dinegara satu dengan lainnya. Mantep wis.

Atau Suzuki Address.
Suzuki Indonesia Siap Ekspor Skutik Address ke 20 Negara

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mantap akan melakukan ekspor ke sejumlah negara. Kali ini dilakukan divisi roda dua dengan memasarkan skutik baru Address ke Jepang, Australia, hingga beberapa negara di Eropa. Pesaing Honda Beat dan Yamaha Mio itu akan menyambangi 20 negara pasar ekspor.

Motoo Murakami, Managing Director 2W SIS mengatakan bahwa Suzuki Indonesia dipercaya mengekspor Address karena sudah menjadi pemroduksi sepeda motor berkubikasi kecil sejak lama. ”Saya berharap produk Indonesia akan meraih reputasi positif dengan penjualan yang baik di pasar global,” kata Marukami, (5/12/2014), di Jakarta.

Jadi terlihat bahwa motor Honda CBR150R yang seharusnya kelas atas itu menggunakan material yang tidak layak untuk diekspor. Cuma pantas di jual di Indonesia. Ini membuat saya kuatir.

 

Yang kedua adalah kenyataan dilapangan dari motor dengan basis mesin sama, yaitu CB150R, banyak timbul masalah yang sepertinya bersumber dari kualitas bahan. Dari penuturan pengguna CB150R terungkap bahwa pengguna CB150R harus siap mogok di jalan karena masalah sepele. Sebagai contoh tutup busi yang sobek ternyata bisa bikin mogok di jalan. Barang ini sepertinya sepele tapi ternyata dijual lumayan mahal dan ternyata tidak selalu tersedia. Yang bikin heran mengapa kok bisa sobek ya? Seharusnya yang pegang cuma bengkel saja. Kalau sudah sobek maka motor akan sering mogok saat hujan karena pengapian akan konslet karena air.
copbusi
Inden pun bisa lama, sampai bulanan, mungkin karena barangnya harus impor!
Tanggapan Honda Motor untuk Bapak Ichsan

Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan yang dialami Bapak Ichsan terkait surat pembaca di detik.com, Rabu (19/02), yang berjudul “Kepala Busi CB150R Robek, Spare Part Tak Ready Stock”.

Kami telah menindak lanjuti keluhan yang disampaikan oleh Bapak Ichsan dan menyelesaikan permasalahan dengan baik. Telah disampaikan pula prosedur pemesanan part Import yaitu part Kepala Busi.

 

Kemudian berikutnya soal per persneling yang bisa patah. Saat patah, motor jadi tidak bisa dipakai. Yang repot walau harga komponen ini murah, termasuk barang langka yang bila pesan inden, bisa sampai lebih dari berbulan-bulan juga! Mungkin ini masuk garansi, tapi apa yang bongkar mesin jadi dibuat gratis juga? kok rasanya enggak. Karena sifatnya langka maka biasanya diakali atau diganti dengan punya model lain.
pirpersneling

Ini juga pernah dibahas di website lain seperti di cicakkreatip.com yang mengutip versi cetak dari Motor Plus. Dimana disebutkan bahwa walau harga cuma RP 3000, inden bisa dari 2 minggu sampai 3 bulan.
Honda CB150R Ngak Bisa Masuk Gigi Gan…!! Ini Lo Komponen Yang Ambrol…!!

 

Kemudian berikutnya soal gigi starter yang rompal. Gigi rompal ini sepertinya hanya terjadi pada edisi awal saja. Namun ini tetap mengkhawatirkan karena ini bukti bahwa kualitas dikompromi untuk menurunkan harga. Ini juga banyak dibahas di website lain seperti di motorexpertz.com yang juga menyebutkan inden perlu nunggu lama:
gear-driven-starter-cb150r
Waspada Gear Ompong di CB150R StreetFire

Part lain yang terancam antara lain bisa dinamo starter rusak, klep bengkok karena patahannya akan terjepit gigi sentrik ataupun gigi camshaft. Jadinya, gak bakalan optimal juga ke kinerja motor, bradsis.

“Untuk mencegahnya, yaa harus ganti yang baru lagi. Tapi, konsumen harus bersabar, dikarenakan untuk pemesanan part gear starter ini cukup lama juga, antara satu bulanan kurang lebih. Ya, paling cepat 2 mingguan,” terang brader yang enggan disebut namanya.

Kemudian berikutnya soal suara klotok – klotok. Penyebabnya pada bagian chamshaft holder. Juga sering dibahas, contohnya di pertamax7.com, semoga sekarang sudah tidak ada yang mengalami itu lagi:
camshaft-holder-honda-cb150r_thumb
klaim camshaft honda CB150R klotok ada yang sampai 4 bulan mas bro

begini om, saya beli motor cb150r bulan january, kemudian claim suara klotok2, bln februari, dan pengerjaan penggantian spare part bulan juni 13,

walaupun lama menunggu namun saya puas dengan hasil saat ini, sudah tidak ada suara klotok-klotok, dan free tanpa dipungut biaya,

 

Kemudian berikutnya soal pengerjaan bodi.
Honda CB150R…Setela Pegas Shift Arm Patah, Lah Kok Sekarang rangkanya Yang Patah..!! Adaapa..?
rangka-cb150r-5

Dudukan Prolink di Swing arm Honda CB150R patah ?
foto-dudukan-prolink-honda-cb150r-patah_thumb

Terus terang masalah – masalah diatas membuat ragu untuk menjatuhkan pilihan ke CBR150R. Apalagi motor ini masih terhitung baru dan komponen – komponennya juga menggunakan komponen yang sama dengan CB150R. Dilihat dari katalog, komponen CB150R yang bermasalah diatas juga dipakai di CBR150R. . Jadi sepertinya lebih aman menunggu respon dari pemilik CBR150R yang baru.

Tambahan:
Ternyata CB150R yang baru pun masih mengeluh tentang mesin berisik:
Keluhan Owner Adakah Solusi Lebih Baik Untuk Suara Berisik Honda All New CB150RPosted on 29 Februari 2016 by otoborn.com

Setelah pemakaian awal hingga service pertama semua baik baik saja. Masalah muncul dua minggu setelah selesai servis pertama pada tanggal 26 Oktober 2016. “Suara di area mesin waktu motor dihidupkan terdengar aneh dan mengganggu. Berisik sekali mas” ujarnya.

Sayangnya, beberapa minggu setelahnya kembali terdengar semakin kasar dan menjadi jadi. Tanggal 10 Desember 2015 kembalilah si NCB ditangani di bengkel resmi yang sama. Menurut beliau, ada sesuatu yang dipotong (rantai keteng?) sehingga kembali suara tidak seberisik sebelumnya. Namun tetap tidak nyaman didengar.

Sebelumnya sempat juga berkunjung ke beberapa forum diskusi untuk perbandingan masalah yang sama. Dari rekaman video suara area mesin yang mereka alami justru lebih berisik dari NCB kepunyaan Mas Lis. Dan dari beberapa yang mengalami kasus serupa juga mengalami perawatan yang sama, bahkan ada yang sudah sampai mengalami ganti komponen, namun masalah tetap ada setelah beberapa minggu kemudian. Walah… kalau penggantian kena biaya lalu masalah tidak hilang, sama juga bohong dong ya…

Meskipun memang kondisi Honda All New CB150R Mas Lis sedikit saja lebih baik dibanding NCB lainnya yang dishare di berbagai forum diskusi, tetap saja permasalahan ini meresahkan pemilik NCB dan juga membuat waswas ketika digunakan untuk support berjualan roti bakar enak buatannya.

ECU sepertinya juga tidak lepas dari kerusakan, biasanya cirinya motor keluar asap hitam, boros dan tidak bisa stasioner. Dilaporkan terjadi di motor CB150R.

Sebelum ini saya juga pernah punya motor Honda. Yang pertama adalah supra fit yang bodynya jadi bergetar kalau jalan agak kencang dikit karena masalah pada roda belakang. Nggak pernah bisa diatasi. Lalu supra fit x new yang walau cc nya cuma seratus borosnya tetap minta ampun. Suara mesin juga berisik mulai dari saat baru, motor buatan cina yang mesinnya mencontoh mesin Honda justru suarannya jauh lebih halus hampir tidak terdengar. Jadi motor Honda yang saya kualitasnya dibawah motor buatan cina. Posisi rantai yang nggak pas juga membuat motor ini jadi megal megol kalau di jalan yang bergelombang. apalagi kalau yang nyetel montirnya nggak tahu bahwa nyetel rantai supra fit x new harus saat dinaiki, bukan saat sandar tengah, jadinya terpaksa sedia kunci pas untuk nyetel rantai sendiri setiap habis dari bengkel. Selama itu nggak pernah ada montir yang tahu persoalan tersebut.

Sepeda spin sudah punya lama, suara mesin sudah berisik karena sering dipakai top speed, tapi kalau jejer dengan vario atau honda beat yang lumayan gres, tetap saja mereka yang lebih berisik mesinnya. Juga pernah pinjamin cemenite ke teman untuk dipasang ke varionya, komentarnya adalah vario jadi jalan tanpa suara mesinnya, lha selama ini berarti kedengaran dong suara mesinnya, padahal vario punya baru beberapa bulan. Saat spin belum pernah dipakai kencang, mesin hampir tanpa suara.

Sepertinya persoalan kualitas lebih ke komponen yang bukan bagian dari mesin utama. Dari spesifikasi mesin DOHC Honda punya kemampuan sangat tinggi, bila yang lain batas maksimal putaran mesin dibatasi hingga 10 ribu rpm, punya Honda bisa sampai 12 ribu rpm. Model downgrade di CB150R pun bisa sampai 11500 rpm. Sementara ini belum pernah dengar ada masalah di piston ataupun klep. Yang kena masalah adalah komponen yang sepertinya diproduksi oleh sub kontrak. Sifat dari produksi sub kontrak biasanya adalah dikejar waktu dengan keuntungan mepet untuk bisa berkompetisi dengan kontraktor lain. Sehingga barang seringkali dibuat terburu – buru dengan kualitas se pas mungkin, tidak berlebihan, yang penting bisa diterima oleh kontrol kualitas internal Honda.

Juga sepertinya masalah banyak terjadi pada barang yang kualitasnya susah diukur dari luar seperti contoh diatas yaitu tutup busi, per persneling dan starter gear. Walau begitu ada saja laporan tentang kelolosan uji kualitas untuk yang lebih tampak seperti misalnya kualitas rangka sehingga ada beberapa konsumen yang menerima rangka berkarat atau kurang kuat las – lasannya.

Masalah lain adalah sepertinya pabrik Honda sendiri juga sudah over capacity, sehingga barang yang kualitasnya masih kurang, ternyata tetap bisa lolos entah karena untuk memenuhi kuota produksi atau karena keteledoran. Diharapkan Honda bisa lebih meningkatkan kualitas baik dari segi bahan yang dipergunakan ataupun kontrol kualitas terhadap komponen yang di sub kontrakkan. Kan percuma sudah punya motor keren tapi mogok saat dipakai pamer, malunya tentu minta ampun. Bagi yang mengandalkan motor untuk kerja, kehandalan motor sangat diharapkan, mogok di tengah jalan bisa jadi sangat merepotkan dan merugikan. Langkanya sparepat pun sangat mengganggu, masa ya motor harus dikandangkan sambil menunggu partnya datang? Kan jadi percuma beli motor? Masa harus beli lagi untuk cadangan?

Oleh karena itu, konsumen yang beli motor Honda harus jeli untuk mengamati kualitas dari semua bagian motor. Bila sudah punya, maka jangan sungkan sungkan untuk melapor semua yang terasa tidak beres ke bengkel resmi, karena untuk servis Honda termasuk yang terbaik. Pelajari semua kelemahan produk dan menyimpan stok komponen murah yang penting. Baik juga bila gabung ke grup Honda setempat untuk belajar dan berkomunikasi tentang masalah yang mungkin timbul, seringkali juga bisa sangat membantu dalam mencari komponen langka.

Jadi untuk soal beli motor Honda, terus terang masih mikir mikir mikir…Atau mungkin nunggu Suzuki mengeluarkan motor fairing 150cc…

78 thoughts on “Persoalan kualitas yang bikin pikir pikir untuk beli motor Honda

  1. Hehehe..
    Iya jg sih mas..
    Tp ane emg sejak awal bisa dkatakan fanatik ma honda,apa2 motor ane honda mas baik matik maupun bebeknya,cuma buat sport naked 150cc ane rencana pilih nvl..
    Karakter honda cocok sih ma ane yg biasa saja,kalem ga trlalu ngotot hehe,,
    jd dapet istri ya gt jg mas,cantik,baik n kalem hehehe,kmn2 enjoy naik si supri wtf,nrima apa adanya hehe..
    Oh iya mas klo cemenit bwt motor diameter 5cm dtaruh d tank ma selangnya tuh gpp apa mas? Trs wajib diiritkan ya? Semisal coba pd supri 125 ane trs ane kasih spuyer main jet punya revo nf100?
    Trs cemenit jk dtaruh dlm aquarium gpp jg?
    Trs buat ngatur cuaca ukuran diameter 8 cm, 3 buah dirangkai segi tiga itu jarak antar cemenite brp ya mas? Atau yg heksagonal jaraknya jg brp?
    Klo tetangga jg pke cemenite cuaca 8cm gpp ya? Ga ngaruh?
    Trs ane mau ujikan pd kebun sawit rencana bikin 100 buah buat 100 pohon spt yg mas intruksikan kmrn,cara menyimpan/menyusun yg benar bgmn? Rencana mau ane bawa k kalimantan naik kapal/pesawat,ane khawatir klo menyusunnya salah energinya jg negatif,bisa kacau kn mas ombak ma udaranya? Hehehe..
    Maaf mas tanya ane kebanyakan ya?

    Suka

    • He he iya, amiin. Beberapa orang memang suka Honda sudah mendarah daging. Mangkanya disebut nama besar. Dulu motor honda paling ketinggalan teknologi tapi tetap yang paling laku. Sekarang pun iklannya tetap bilang paling irit, walau di kenyataan boros, toh orang memaafkan.

      Untuk cemenite coba dulu di jok. Kalau terasa kurang baru di selang bensin. Untuk ngirit, coba di setel dengan main jet dan pilot jet putar rapat dulu, juga kedalaman klep jarum karbu kalau ada. lalu setelan angin. Apa punya revo lebih kecil main jetnya?

      Taruh dalam aquarium nggak apa apa, kan bukan bahan beracun.

      Untuk cuaca, segitiga atau hexagon di diameter satu atau dua meter. Banyak yang pakai cemenite tidak apa – apa. kalau soal bawa seratus, saya pernah kirim 3 kilo ke australia, rasanya tidak apa – apa. seharusnya cuaca juga lebih bersahabat.

      sebaiknya jangan langsung buat seratus, tapi buat beberapa untuk dites, dipastikan bahwa buatnya sudah benar. Soalnya seringkali ada yang keliru.

      silahkan tanya, lebih baik daripada salah🙂.

      Suka

  2. Iya mas,main jet punya revo nf100 lbh kecil dr pd supra..
    Iya mas ane sering mampir d grup cemenit pke akun istri ane..
    InsyaAlloh ane paham baik cara buat maupun tesnya,postingan lama smpe baru ane baca satu per satu..
    Cuma ampun aja klo pke bhs inggris,ane ga ngerti mas heheheee..
    Btw makasih mas ilmunya,mg berkah segalanya..

    Suka

    • Terima kasih, sama sama. Semoga berguna.

      Kalau bisa hasil tes di posting juga ya. Kalau ketemu yang bahasa inggris tetap bisa tanya pakai bahasa Indonesia, postingan tersebut biasanya membahas tentang cuaca.

      Suka

  3. Agak oot nih mau tanya, barusan buat cemenite diameter 1 inch saya isi sekitar 40 koil sudah dites dibekukan dalam air muncul es beningnya di sekitar cemenitenya sama beberapa gelembung meruncing yang mengarah ke cemenitenya. Lalu saya letakkan di dekat tanki bensin motor 100cc hasilnya raungan suaranya jadi agak sopan dikit. Untuk tarikan atau nambah iritnya sih perasaan masih tidak tersasa perbedaanya. Apa memang harus stel karbu lagi ya setelah pemasangan biar kerasa? atau cemenitenya kurang besar diameternya?
    maksih sebelumnya.

    Suka

    • Hasil tesnya ok. Mungkin ukuran terlalu kecil untuk ditaruh tangki, coba taruh di selang bensin. Efek tidak mendadak, butuh waktu, antara 5 km sampai dua hari. Coba ditunggu sampai hari ke dua setelah di tempel di selang bensin tapi agak jauhan dari karburator atau mesin.

      Suka

  4. Malem mas bro,,, artikelnya bagus mas dan harapannya bisa membuka mata orang2 yang buta merk ,,wkwkwkkw bukan bermaksud “BC” tapi ganjil juga R15 lokal kualitas ekspor harga 29,5jt dulu malah 28,5. sedangkan CBR150 kualitas lokal aka kampung g boleh ekspor harganya 29,5 dan repsol 30,2 jt . over price kah CBR.,..? kalo bicara fitur jelas R15 lebih wah,,, diasil,forged. swing arm pisang alu, pass beam, engine kill, desain keren ,,, nah secara harga kok bisa ya CBR nempel R15 yg kaya fiture,,wkwkkwkwk 😆 :mrgreen:
    oya bro,,, ciri khas honda itu kualitas cat cepat busam,,, 😆:mrgreen:

    Suka

    • terima kasih. Untuk honda memang dari dulu sudah begitu standar harganya. Konsumen juga sudah dari dulu tahu kalau Honda pakai mesin lokal Indonesia selalu lebih jelek dari yang impor. Mesin Honda yang impor selalu lebih bisa diajak kencang, lebih awet dan lebih tidak bersuara. Kalau dulu biasanya rilis pertama adalah impor, mangkanya dulu orang kejar yang rilis pertama, kalau nggak salah yang Astrea Prima, Kirana dst. Sekarang sepertinya tidak lagi.

      Tapi toh laku. Ya semoga saja Honda tetap berusaha memperbaiki kualitas walau paling laku.

      Suka

  5. kayaknya cb sama cbr keluaran terbaru ini udah ga ada masalah kok mas, buktinya beritanya udah ilang. temen ane juga touring medan padang naik cb amaan mas

    Suka

    • Untuk yang keluaran bulan berapa? Untuk 2014 sepertinya masalah per persneling putus masih ada. Beberapa hari yang lalu juga ada yang menyediakan jasa untuk centering clutch bagi yang koplingnya tersendat saat lepas handle kopling. Kalau kop busi sepertinya masih impor karena harga katanya masih 200 ribuan.

      Suka

  6. sepemahaman gan, sangat membantu dalam menentukan pilihan, katanya motor honda memang mahal, tapi gak segitunya kali, sebagai konsumen pintar memilih, itu memang benar adanya

    Suka

    • Biar bermasalah, Honda masih punya nilai gengsi yang tinggi. Kalau nggak mikiri gengsi, ya milih Viar VSR, model ngeplek, cc lebih besar, harga separuhnya, dan sepertinya kualitas mesin juga lebih baik karena Viar berani jelajah negeri.

      Jadi pertimbangannya antara gengsi atau reliabilitas.

      Suka

  7. ga smuanya motor honda bgtu ndro. honda lebih milih kenyamanan ketimbang model . r 15 itu kalo dilihat dijalan itu serem bngt tinggi yg diboncengin kn kasian tuh ga nyaman bngt . maticnya jauh lebih nyaman merk H ketimbang merk Y dan dari dlu smpe skrg Merk Y ga pernah mau pikirin kenyamanan. tp mlah upgrade cc biar kenceng kencengnya matic. ….

    Suka

  8. setuju nmp fi ku baru 5 bulan koplingnya macet motor jd me loncat2 sendiri tak bawa ke ahass montirnya gak bisa benerin ampe dua kali bongkar tuh kopling akhirnya ada kepala mekanik yg bantuin trus pertamax ditangki dikuras banyak hanya buat nyuci rumah kopling doang sampe turun 3 strip weleeh! akhirnya kena biaya bongkar 50ribu padahal bawa buku servis gratis dan parahnya kupon dibuku servis di ambil juga meskipun saya uda bilang motor saya tadi gak di servis cuma bongkar kopling doang! sekarang motor rasanya jadi gak enak bgt kapok servis di ahass tidak seperti servis di bengkel suzuki waktu jadi pemake suzuki dulu.

    nb.ahass ip*ng motor taman sidoarjo

    Suka

    • Terima kasih banyak infonya. Mungkin memang level dari mekanik juga berbeda beda.

      Coba hubungi mas “Han’s Arek Honda (Burhan)”, tinggal di Surabaya, sepertinya banyak paham soal kompling. Mas Hans juga yang nawarin jasa “Yang punya keluhan kopling tersendat saat lepas handle kopling boleh di coba, centering clutch fo CB150R.”

      Suka

    • Ane jga prnah servis di situ. Sya pke honda beat fi. Awalnya sebelum servis sih enak-enak aja lha kok setelah servis bunyi klotok kaya traktor. Katanya laker as nya rusak. Trus dikasih solusi ganti + bongkar 275. Pikir2 dulu, trus cba kebengkel lain yg bisa servis matic. Eh ternyata gk papa. Ternyata cuma akal2an pihak bengkel untuk jual spareparts.
      Ahm ip*ng Trosobo Taman Sidoarjo

      Suka

  9. Artikel bagus. Sangat mengesankan. Biar adil, bikin artikel juga tentang “Persoalan Kualitas yang Bikin Pikir-Pikir untuk Beli Motor Yamaha”, “Persoalan Kualitas yang Bikin Pikir-Pikir untuk Beli Motor Suzuki”, “Persoalan Kualitas yang Bikin Pikir-Pikir untuk Beli Motor Kawasaki”, “Persoalan Kualitas yang Bikin Pikir-Pikir untuk Beli Motor Bajaj”, “Persoalan Kualitas yang Bikin Pikir-Pikir untuk Beli Motor Minerva”, dan “Persoalan Kualitas yang Bikin Pikir-Pikir untuk Beli Motor Moge CBU”. Saya yakin tiap pabrikan punya sisi minus dalam persoala kualitas. Nggak ada yg sempurna. Nah, nanti kami sebagai pembaca akan terbuka wawasannya… Saya tunggu request artikel-artikelnya bro…🙂

    Disukai oleh 1 orang

    • terima kasih. masalahnya saya hanya mendasarkan pada apa yang saya dengar, lihat dan baca. Dan kebetulan yang saya baca banyak masalah di CB150R. untuk suzuki, kawasaki dan yamaha, persoalan lebih ke kualitas oli mesin. Pernah saya lihat sendiri ada motor suzuki smash turun mesin, saat saya tanya si pemilik pakai oli top one. ada yang honda dengan knalpot ngebul ternyata karena oli top one juga. Dari yang saya dengar, suara mesin yamaha juga sepertinya terjadi karena oli yang kualitasnya jelek.

      saya rasa oli standar yamaha tidak bagus kualitasnya, dan sepertinya yang lain juga:
      https://kupasmotor.wordpress.com/2014/11/22/oli-jelek-penyebab-yamaha-terpaksa-mengaplikasikan-teknologi-diasil-cylinder/

      Untuk soal minerva dan viar, saya rasa mesin mereka rpmnya rendah dan daya tahan cukupan. yang kurang mungkin di kualitas logam bodi. Toh viar juga berani melakukan demo jelajah negeri.

      Tinggal dilihat produsen mana yang tidak pernah melakukan jelajah negeri, atau riding 24 jam. Yang sering melakukan adalah suzuki.

      Suka

  10. […] Berisiknya suara mesin itu bisa terjadi karena kualitas komponen yang rendah. Artikel sebelumnya juga membahas tentang hal ini. Secara terbuka juga dikatakan bahwa untuk motor premium sport sekalipun, motor yang diproduksi untuk Indonesia menggunakan komponen yang kualitasnya lebih rendah, yang tidak layak ekspor. Ini dibahas di artikel berikut: Persoalan kualitas yang bikin pikir pikir untuk beli motor Honda […]

    Suka

      • Ga mas, jebol kok laher noken as di km 12.000. (usia 1 tahun)
        Selain itu kesalahan penanganan menyebabkan oli rembes saja ga mau ganti, maunya drat ulang. Itu juga dipingpomg dulu.
        Inilah yang membuat saya pikir2 klo mo pakai Honda lagi.
        Bukan BC hanya share pengalaman.

        Suka

        • Ok. terima kasih sharingnya. Sepertinya bila pakai Honda buatan lokal harus lebih hati hati. Oli sebaiknya harus yang lebih bagus dari yang tersedia di dealer/bengkel resmi.

          Suka

  11. Lah trus masalah diacil dari merk Y yg gosong, block mesin baret, home stir oblak, tanki bolong, shock depan patah kaya kayu, deltabox sobek, seal shock depan bocor, block mesin pecah, radiator bocor sampe campur oli kok gak di bahas juga om TS, jangan satu prodak doang dong yg di bahas kekurangan nya. Om TS udah pernah punya motor sport belom, atau jangan2 mo beli motor cina ya, logika aja om harga gak bohong, jangan sampe pas nanjak tuh mesin kebakar kaya kasus busway buatan cina, motor yg buat tes dan yg buat di pasarkan udah pasti beda om, kaya nya otak om TS udah di cuci sama sales ya.

    Suka

    • Selama saya bisa menemukan link/sumber dimana masalah tersebut dibahas, maka akan saya kupas juga. Barangkali punya link?

      Untuk soal per persneling Honda CB150R streetfire, ada contoh berikut:

      Suka

    • Saya pernah turing keliling Sumatra..Aceh, Medan – Pekan Baru – plembang – jambi – Sumbar – balik lagi ke aceh..
      Peserta turing Ane pake Kawasaki z250, yamaha Scorpio, Vixion, Honda Tiger, dan CBR150 K45 dan Thailand..

      Jujur, dr smua motor, cuma motor CBR K45 yg bnyak masalah..mulai dri tali kopling hmpir putus di Sumut (km 742), rante sering kedororan, dan bunyi kasar pas baru nyampe Pekan Baru..

      Ahh..sudahlah..
      Tiger emang lbh keren..

      Suka

      • Terima kasih sharingnya, jauh sekali rutenya. Kalau tiger katanya memang mantap untuk yang impor. Honda CBR buatan thailand juga terkenal awet.

        Tiger Sang Legenda Punya Penyakit yang Juga Melegenda

        Honda GL max penulis dulu masih teringat dibenak penulis turun mesin pada usia 50.000-an km karena masalah bunyi mesin yang berisik, setelah diperiksa ternyata rantai kamrat memang sudah kendor dan sekalian LAT diakali biar sodokannya semakin kuat. Namun pada kasus Tiger 2004 milik penulis mengalami masalah yang serupa tapi pada kilometer 20.000 km! kemungkinan analisa diatas penyebabnya. Tapi anehnya masalah ini tidak ditemui pada honda tiger keluaran awal yang “konon” materialnya lebih kuat karena masih import, penulis menarik kesimpulan material yang digunakan juga menjadi penyebab bunyi berisik ini.Setelah cari informasi kesana-kemari dan mencari informasi di komunitas tiger, kelemahan ini merupakan penyakit bawaan tiger dan rata2 solusi yang ditawarkan oleh pengunjung situs komunitas itu adalah kamrat diganti dengan milik AHM dan LAT pake honda Thailand aja karena harganya lebih murah (LAT AHM hampir 300rb, LAT Thai cuma 75rb).

        Tapi sayangnya beda harga antara impor dan lokal jauh banget.

        Suka

      • saya pengguna cbr dr pertama meluncur tapi sampe sekrang gka ada maslah apa” tlong jgan satu produk di bahas produk yg laen donk.
        masalah cbr gue cma di rantai yg bunyi berisik itu aja yg lain no…
        jadi cari pertimbangan yg detil jgan cari jelek nya aja coba cri kelebihan nya jga ik bro.

        Suka

        • CBR pertama itu yang lampu belakangnya bulat bulat dua ya? Disini saya membedakan antara Honda buatan Indonesia dan Honda buatan Thailand. Kalau buatan thailand seperti CBR pertama, kualitasnya top menyamai Suzuki.

          Saya ada rekan eksperimen di Thailand yang bilang motor Honda CBR di thailand populer karena kehandalannnya. Motor dia keluaran 2003, tapi sampai sekarang masih ok. Berikut hasil eksperimen dia menggunakan gabungan thehulleffect (info silahkan dilihat di artikel lain) dan teknologi pro capacitor saya, motor dia bisa mencapai 14 ribu rpm:

          On the the CBR after changing the air filter, new oil and spark plug the engine now exceeds the the red line of 12 thousand. I took it to a local mechanic who services CBR’s locally and all other bikes as well to have him test it based on his experience. He drove the bike and did some testing on it and wanted to know if I had changed the electronic ignition because now the bike is much faster than any CBR he has tested. All CBR’s start missing over 12,000 rpm at full throttle but this one goes to 14,000 very easily and then starts missing. He was sure I must have done something to the electronics. I said everything was original and showed him the things I had done. He now wants me to do the same for his bike. He said that he hit 175 and the bike was still going with very impressive pickup. He will be a good tester so will build some for him.

          Today it was just flying and a new CBR 250 could not keep up and I had not opened more than half throttle. He was flashing his lights so I slowed down and he wanted to talk so I stopped. He looked at the alterations and was amazed that it has made such a big difference. He said the difference is more than the difference between his bike and a normal 150 CBR his being quite a bit faster.

          Suka

  12. “…V-ixion masih jadi pertimbangan. Mungkin bagus bila diberi fairing R25, namun tetap kelas terasa beda. Rasanya kok lebih tinggi kelas CBR150R walau performa kalah.”
    maksudnya performa cbr150r dibawah vixion gitu ya bro? mending dicoba dulu deh. krn setelah tukar pakai sama temen saya yg pake NVA, pendapat di atas blum pernah terbukti, termasuk soal konsumsi bensin yg katanya cbr lokal tu boros bangets.

    FYI, 11 bln saya pake cbr lokal blom ada trouble apa2. so far yg jadi keluhan cm kualitas cat sama klakson yg sangat mengaibkan itu. dibawa 100kpj tu klakson bs mendayu kayak siulan gitu.

    sekian dan trimakasih😀

    Suka

    • Terima kasih sharingnya. Apa mungkin sumber komponen beda ya?

      Soal performa, maksudnya bila dihubungkan dengan kurva tenaga dan bobot kendaraan, maka NVA lebih unggul. Hasil tentu bisa berbeda bila CBR diupdate dengan mesin generasi baru yang tenaga di rpm menengah lebih tinggi.

      Soal beda kelas, persepsi saja, yang lebih ke penampilan dan gaya.

      Suka

      • Maaf bro saat ini aq pake vixion, d track150 n Tiger revo..
        Sepemahaman saya cb150r ferpoma (speedny) lebih baik dari nva, secara logika, vixion punya desain yg baik, pengalaman di150cc street fighter di Indonesia cukup baik, tapi knapa cb150 keluar, yamaha jadi kelabakan bahkan taun ini tutup buku jadi ganti xabre150. Na klo xabre n cbsf.. Kayanya 11-12, performany…

        Suka

        • iya, secara performa sudah lumayan. sayang soal keawetan masih kurang. Coba join grupnya motor sport Honda dan baca komentarnya / keluhannya, beda sama yang grup Yamaha atau Suzuki atau kawasaki. Di grup Honda keluhan mesin tiba tiba mati atau tidak bisa menyala itu lumayan sering.

          Suka

    • Untuk tenaga, sekarang sepertinya paling ok. Karena torsi yang berada di rpm sedang, cocok bila untuk perkotaan. Walau ada yang mengeluh karena torsi besar bikin lebih menyentak dikala macet.

      Pengecekan akhir kualitas Honda sepertinya kurang karena mengejar produksi, sehingga perlu mengecek lebih teliti. Kalau ada sedikit kurang sreg segera konsultasi ke bengkel.

      Lebih baik gabung ke klub CB150R setempat paling tidak di grupnya untuk dapat support dan info kelemahan. Karena seperti contoh, kalau komponen rusak kadang lebih baik ganti dengan subtitusi yang lebih awet daripada yang ori, ini jarang diekspos di media/blog namun sering dibahas di grup.

      Karena kelemahan kebanyakan lebih ke mesin, maka penggunaan oli mesin yang bagus dan coolant yang dicampur air aqua akan membantu. Radiator jangan dipasang penutup sembarangan. Hati hati juga bila mencuci sepeda karena sensor yang kemasukan air bisa bikin rewel.

      Untuk suara mesin bisa cek di videonya mas taufik, terdengar berisik tapi rasanya suara akan lebih halus bila pakai oli bagus.

      Secara pribadi bila harus memilih sekarang, lebih suka yang bisa enak dipakai setiap hari walau suara mesin kasar dan ada resiko rusak, asal jangan sering. Problem yang disebut diatas juga masih ada solusinya.

      Suka

    • SERIBU MOTOR DI BUAT YG PASTI SALAH SATUNYA ADA YG GAGAL BRO JADI MEREK APAPUN ITU BISA AJA TERJADI KLO MAU NGEBUT PAKE YAMAHA , KLO MAU TOURING Y PAKE HONDA ITU AJA KOK REPOT, INGAT HONDA DULU DAN SEKARANG BEDA AKSELERASI LEBIH GEDE

      Suka

  13. Bloger e Udah bilang dari awal adalah murni opini pribadi😀
    Lah ini yo murni opini pribadiku, sampeyan kurang paham dalam membandingkan motor kangmas😀 dan trlalu lama berpikir gak akan jd beli motor wk.wk.wk…..
    Terutama dipoin “mending viar drpd ns toh mesin sama 200cc” (gak paham mesin iki :p )
    “Material mesin honda utk cbr lokal jelek” ( hadeeh… lha yg lainnya piye??? )
    “Mending nunggu Suzuki ngeluarin sport 150” ( kapan keluarnya :p n klo keluar pasti bagus??? )

    Ha.ha.ha….. gak usah beli motor ato mobil aja krn gak akan ada produk yg sempurna wk.wk.wk……

    Suka

    • Karena istri minta, saya sekarang punya motor matik Honda. Dan memang sesuai dengan perkiraan, mesin yang konon katanya terbaik se Indonesia berisiknya seperti mesin sudah 10 tahunan. Untung masih bisa dikurangi berisiknya sekalian ditambah tenaga lemotnya pakai oli bagus dan pro capacitor.

      Suka

      • bukannya dari matic merek Y ya om yang mesinnya berisik ? coba liat n**x , m*o dll , berani adu kehalusan mesin sama H , kalo soal kualitas saya lebih frefer ke honda dari dulu , soal kaki” , rangka yang kokoh dan dari dulu saya pake honda dari CB100 , astrea prima , astrea grand , supra fit 2004 , vario 110 2009 , megapro 2012 , scoopy 2014 , vario 110 2016 ,semua motor itu saya pake gaada kendala dan masalah , belum pernah ada mogok dsb , dari tenaga y 125cc sama h110 cc juga berani , emang diatas kertas cc lebih besar , tp secara test drag +-700m tenaga yang dihasilkan sama , malah lebih dapet h diputaran bawah , coba jelajah deh om motor nya , sy udah coba kualitas y , s , k , h , kebetulan saya penggemar motor

        Suka

        • Dari yang saya tangkap di grupnya pemilik motor Honda, dibanding dengan grup yamaha, suzuki atau kawasaki, di grup honda pemiliknya lebih sering mengeluh di mesin. Yang rame sekarang soal durabilitas Honda Sonic/CB150R/Supra GTR. Bila bro tidak pernah masalah kendaraannya, maka selamat.

          Buatan Honda Thailand itu kualitasnya jauh diatas buatan Indonesia, harus dibedakan.

          Kalau yang dibandingkan akselerasinya itu mio m3 sama beat, maka bisa jadi setara, karena mio m3 sepertinya disunat tenaganya untuk ngejar irit. Kalau dibuat iritnya sama, rasanya tenaga bakalan sama. Spin saya sekarang saya buat seirit Honda Beat ESP dan tenaga jadi hampir menyamai Beat. Di matik, meningkatkan akselerasi biasanya disertai dengan mengorbankan top speed. Jadi kalau membandingkan akselerasi, harus yang irit dan top speednya sama.

          Harus dibedakan antara Honda buatan thailand dan buatan Indonesia, beda kualitas banyak.

          Soal mesin, yang bikin suara kasar itu karena kualitas oli resmi yamaha yamalube dan honda ahm itu dibawah standar. Ketahuan banget bila dibandingkan oli bagus atau setelah ditambah minyak goreng. Tapi dengan oli yang sama, Suzuki spin saya mesinnya lebih hening dari Honda Beat ESP saya.

          Sekarang sih suara Honda Beat sudah jauh lebih mendingan senyapnya, tidak lagi bikin risih telinga. Jejer Beat lain, Vario atau Mio juga lebih senyap.

          Membandingkan pemakaian oli diesel di motor dengan minyak goreng sebagai aditif oli lebih sesat mana

          Suka

  14. Negara kita terus di bodohi oleh produk2 japan. Padahal sumber sdm rakyat indo, bnyk yg mampu mnghasil speda mtr yg jauh lbh baik.
    ga ada perlindungan pemerintah terhadap produk lokal, duit dibiarkan ngalir ke jepun ampeyamaha jepun pun hidup dari konsumen indonesia… salah kaprah yg luar biasa…… ada perusahaan otomotip lokal berkembang dikit udah dihabisin ama grup otomotif peliharaan jepun besar macem ASTR* pemerintah keok karna suap dan ancaman investor asing kabur, ck..ck..ck

    Suka

  15. iya gan, aku jg nunggu sport 150 cc suzuki. aku pengguna satria f150 karbu mulai thn 2011 sampai des 2015 kemarin aku jual, over all gak ada kendala atau keluhan yg ribet selama pakai satria f150 karbu, kualitasnya oke. rencana aku mau beli yg sport 150 fi aja. kabarnya setelah satria f150 fi launching feb 2016, nanti akan ada sport 150 fi yg di launching pertengahan tahun 2016. ada yg menyebut fxr 150 reborn sih.. satria f150 fi aja tenaganya 18 dk, apalagi yg sport 150 fi ya, bisa jd di kisaran 20 dk. amazing..! kita tunggu aja.. salam..

    Suka

  16. artikelnya bagus banget mas. ane juga punya kekhawatiran yg sama soal kualitas motor2 AHM (bukan Honda loh ya).

    ane ngincer motor 250cc 2-cyl dan masih bingung antara nungguin CBR250RR yg katanya keluar Agustus 2016 atau beli 250cc yg udah ada (Ninin 250 atau R25).
    harus diakuin, kualitas bodi dan finishing motor2 KMI sangat superior dibanding kompetitor Jepang lain, tapi harganya premium. apalagi harga Ninja 250 makin lama makin mahal, mungkin karena Ninja 2-tak yang selama ini jadi “tulang punggung” KMI harus distop produksi karena masalah emisi. selain itu motor2 KMI agak ribet untuk 3S..
    YIMM, emang kualitas R25 sedikit dibawah KMI tapi standar mereka tetep tinggi. bisa dibuktikan dari review2 majalah biker di Eropa, R3 banyak dinobatkan sebagai entry-level sportbike terbaik tahun 2015. 3S-pun lebih baik dari KMI, dan untuk harga saya bisa bilang yg terbaik di kelas 250cc. sayangnya ane kurang sreg dengan desain R25/R3.
    nah, Light Weight Super Sport Concept alias CBR250RR menurut ane adalah (calon) motor 250cc terganteng. tapi, untuk negara basis produksinya masih simpang siur.. kalo yg produksi AP Honda Thai, sejujurnya ane percaya banget dengan kualitasnya. biar dibanderol AHM 70juta++ juga ane bakal kejar. tapi kalo AHM yg produksi, wah maaf2 deh. apalagi kualitas motor terbaru keluaran AHM (CB150R facelift) masih memprihatinkan.
    yg paling ane takutin adalah segmentasi pasar. jangan2 nanti CBR250RR dirakit AHM khusus untuk pasar Indonesia, sementara CBR350RR dirakit AP Honda Thai dan untuk diekspor ke Eropa dan Amerika.😦

    Ohiya, untuk motor2 “ekspor” AHM, jangan disamain dengan YIMM atau SIS. R25/R3 dan Adress itu diekspor ke Eropa, bukan negara dunia ketiga kayak Filipina atau Vietnam, jadi levelnya jauh beda dari AHM.

    terakhir, Mas. kalo ada sales2 dungu atau FBAHM nyinyir di blog ini, gausah didengerin. justru FBH sejati adalah mereka yg selalu ngasih kritik konstruktif karena mau produk Honda jadi yg terbaik.

    Suka

    • terima kasih.

      Yang sering agak nggak enak itu R&Dnya Honda sering terburu buru, waktu testingnya kurang lama, sehingga desain sering diperbaiki setelah ada feedback dari konsumen. Sepertinya ini berlaku secara internasional juga:
      Honda, Grappling With Quality Problems, Will Replace Its President

      TOKYO — Honda Motor said on Monday that it would replace its president and chief executive, Takanobu Ito, a sign the Japanese automaker may be trying to draw a line under recent quality problems.

      Di Indonesia sih sepertinya sudah komitmen untuk membuat produk lokal tidak berkualitas ekspor.

      Kalau CBR 250RR sendiri kabarnya pakai mesin dua silinder yang bisa jadi sangat mumpuni. Bila dipasangkan dengan bisa ganti mappingnya semprotan bahan bakar, tentu jadi sangat menarik. Teknologi seperti ini rasanya masih tidak bisa dilakukan di Indonesia, jadi mungkin pabriknya di thailand dulu atau bahkan di Jepang.

      Suka

  17. saya kasih bocoran ni tentang strategi prusahaan otomotif(motor & mobil). untuk masalah kualitas hampir di semua perusahaan strateginya hampir sama, secara kualitas di turunkan materialnya. produk zaman dahulu rata2 secara kualitas lebih kuat daripada produk sekarang. pertimbangannya:
    -life cycle bisa di atur produknya.
    -komponen2nya biar laku walaupun part terpisah2 tapi secara laba kan juga lumayan drpd jual produknya aja.
    -meningkatkan aftersales karena makin banyak produk makin banyak yg butuh 3S kan?
    itu contoh pertimbangan yg di ambil prusahaan trsebut. masih banyak faktor laen yg di jelasin bisa panjang banget. 1 faktor aja detailnya panjang apalagi semua faktor strategi tersebut di tulis disini. kalo mau lebih paham bisa tanya ke orang yang memang punya basic di bidang bisnis, saya yakin penjelasan secara umum pasti tahu. itu semua demi kelangsungan bisnis perusahaan tersebut baek mulai hari ini, besok, & masa depan.
    sekedar sharing aja biar ada pemahaman tentang kualitas produk otomotif(pengalaman kerja di otomotif).

    Disukai oleh 2 orang

    • Rasanya itu cuma berlaku untuk motor Honda saja (Astra Honda Motor). Buktinya kalau untuk mobil, Honda yang paling murah pun kualitas masih dijaga tinggi. Juga sudah diakui bahwa untuk pasar Indonesia kualitas tidak sama dengan kalau untuk ekspor. Padahal pabrik lain seperti Yamaha dan Suzuki kualitas dibuat sama dengan yang ekspor.

      Jadi hanya motor Honda saja yang menurunkan harga dengan trik mengurangi kualitas.

      Suka

  18. Buat sales2 honda yg ga percaya dg kenyataan ini coba deh gabung di grup old cb,cbr,ncb dan terahir grup sonic…..disitu kalian akan liat seberapa parah problem mesin motor sport honda dr generasi old cb sampai skrng ncb….kasian banget liat keluhan para penggunanya…harusnya kasus spt itu sdh masuk tahap recal,jgn tutupin gitu harus terbuka biar konsumen untung dan supaya ahm membenahi produknya….sorry saya bkn fbh,fby,fbk,fbs …sy beli produk sesuai dg apa yg saya inginkan spt saat ini motor sport 150cc 4 tak lbh suka gen vixion(ane udh punya) kalau sport honda saya udah katakan TIDAK ada dlm benak melihat banyaknya kasus2 kerusakannya….kalau ada rezeki ane rela nunggu R25 facelift aja dg desain baru dan mesin crossplane……hehehehe…

    Suka

    • Rasanya susah untuk mengharapkan Honda untuk menaikkan kualitas motor. Karena organisasi yang besar membuat sistem tidak efisien. untuk membuat kendaraan kompetitif sayangnya Honda memilih untuk menurunkan kualitas. Nggak cuma kualitas material yagn diturunkan, bahkan untuk proses produksi juga sepertinya tidak bermutu. Sayangnya yang kena konsumen.

      Nggak ada recall karena problem beda beda, nggak selalu sama untuk tiap konsumen. Jadi beli Honda seperti beli kucing dalam karung.

      Suka

  19. ITU CMAN LASNYA YG LEPPAS, KCUALI BUKAN LAS YG LEPAS WAJIP DIPERTANYAKAN YG ARTINYA BESI TRALISNYA EMANG GA KUAT, PROSES LASNYAKAN MANUAL, KLO VXI ATI ATI AJA BAGIAN DELTABOX BAWAH KLO UDAH KARAT ATI ATI AJA, BEDA AMA TRALIS

    Suka

    • Terima kasih masukkannya. Honda sistemnya sudah canggih, jadi harusnya error bisa dikurangi. Seharusnya walau permintaan melebihi kapasitas, untuk kualitas tidak dikorbankan. Rasanya di Honda ini kurang QAnya (quality assurance. Motor sudah jadi nggak di cek dengan benar. Masa lampu depan sampai ke konsumen masih menengadah.

      Suka

  20. maaf bila honda fans tersingung, informasi jelek produk terekspose karena konsumen vokal atas kwalitas yang jelek, bila konsumen k,s,y kecewa pasti ngomong karena zaman keterbukaan semua mau ngomong jujur, walau di blok info propaganda pasti ngak mempan, AHM Honda motor baru mesin dan cat sejak tahun 2000an hingga sekarang amat jelek (saya pelihara gl pro *subframe gampang megol* ,grand,cbr thailand) kawasaki terutama klx komstir sering oblak part, suzuki pernah punya shogun dan hayate, Yamaha byson segitiga lembek sengol dikit musti di press, hanya sharing

    Suka

    • terima kasih sharingnya. Iya, seharusnya bila ada kekurangan dishare terbuka. Fans yang akan untung bila pabrikan memperbaiki. Kalau ditutup tutupi maka fans yang justru rugi karena masalah akan dibiarkan saja.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s