Aturan kebisingan berlaku tidak hanya pada knalpot, kita bisa protes tentang mesin yang berisik


Kita tentu telah sering mendengar tentang peraturan menteri lingkungan hidup yang mengatur tentang ambang batas kebisingan kendaraan bermotor tipe baru, yang salah satunya adalah tentang sepeda motor. Namun sepertinya banyak yang terpaku pada asumsi bahwa hanya knalpot yang bikin suara mesin jadi berisik. Padahal yang bikin berisik di sepeda motor jelas bukan hanya knalpot saja.

Herannya asumsi ini sepertinya tidak hanya dilakukan oleh masyarakat saja, namun juga polisi dan bahkan pihak produsen. Sehingga akibatnya, motor sekarang suara knalpotnya sangat pelan, hampir tidak terdengar. Bagus memang, tapi kok tidak ada yang protes dengan suara mesin yang masih tetap keras? beberapa motor juga sengaja diproduksi dengan rantai yang bersuara keras!

Terus terang sebagai pemakai saya lebih suka kalau mesin dan rantai nyaris tanpa suara dan knalpot yang suaranya bisa dipakai sebagai acuan putaran mesin tapi nggak bikin budeg. Karena penasaran, saya mencoba mencari tahu sebenarnya apa sih yang diukur waktu pengetesan ambang batas? Di peraturan menteri itu ternyata disebutkan. Bisa dilihat di file berikut:

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2009 TENTANG AMBANG BATAS KEBISINGAN KENDARAAN BERMOTOR TIPE BARU (file diunduh dari Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat))

Menguji tingkat kebisingan pada kendaraan bermotor roda dua (Kategori L) sesuai dengan ECE R41-01. Tempat pengukuran harus terdiri dari bagian akselerasi yang dikelilingi oleh daerah yang rata. Mikropon tidak boleh terhalang, tak ada orang yang menghalangi antara mikropon dengan sumber suara. Bila ada sumber suara lain selain kendaraan maka nilainya harus
10 dB(A) dibawah nilai yang dihasilkan oleh kendaraan. Mikropon berada di tengah jalur akselerasi pada jarak 7,5m ± 0,2m dari garis CC dengan tinggi 1,2m ± 0,1m dari atas tanah. Ketika bagian depan kendaraan mencapai garis AA’ gas secepat mungkin dibuka penuh dan dipertahankan seperti itu hingga bagian belakang kendaraan menyentuh garis BB’, saat itu gas secepat mungkin ditutup kembali. Penentuan kecepatan kendaraan mendekati garis AA dan pemilihan gigi : 6.7.1. Kendaraan gigi transmisi non otomatis VA = 50 km/jam atau VA dimana NA = ¾ S (pilih mana yang terendah) Pemilihan gigi: Gigi 2 : Semua sepeda motor dengan maksimum 4 rasio gigi, Gigi 3: Sepeda motor dengan isi silinder tidak lebih dari 175 cc dengan 5 rasio gigi atau lebih. Nilai yang diukur adalah tingkat tekanan suara maksimum yang dinyatakan dalam dB(A) saat kendaraan melintas dari titik AA’ dan garis BB’.

Singkatnya begini: motor dijalankan pakai gigi 2 (untuk sekelas revo) atau gigi 3 (untuk sekelas verza) di kecepatan 50kpj, lalu mendekati titik pengukuran di gas pol sampai akhir batas pengukuran.

Jadi jelas bro, pengukuran tidak dilakukan dengan menaruh mic di mulut knalpot. Tes mengukur kebisingan dari seluruh bagian motor. Jadi ini termasuk suara mesin, suara rantai, atau suara ban. Walau memang kipas sengaja tidak diikutkan, berisiknya suara kipas diabaikan, juga klakson.

Apa hasil dari salah asumsi ini? Motor dengan knalpot senyap tapi suara mesin tetap berisik! Nggak percaya? Silahkan dengar sendiri motor keluaran baru, mesin terdengar lebih keras daripada knalpot.

Secara pribadi, suara mesin yang lebih keras dari knalpot ini sangat mengganggu. Suara mesin itu tidak nyaman didengar. Saya jauh lebih suka dengar suara knalpot keras daripada dengar suara mesin yang keras. Dan rupanya mas Iwan Banaran juga setuju sehingga mengikutkannya sebagai salah satu kelemahan R15:
Video onboard turing 1200km bersama Yamaha YZF R15. Monggo perhatikan posisi RPM brosis….

2. Suara knalpot terlalu senyap. Jadi saat digeber gerungan engine terlalu dominan

Yang punya Honda jangan bersorak dulu, karena saya sudah dengar sendiri saat melewati atau dilewati CB150R. Kalau knalpotnya standar, suara mesin mereka yang keras tidak enak didengar.

Pihak produsen itu sudah kebangetan, suara knalpot dibuat menghilang, padahal suara mesin dan rantai masih tetap keras, menurut saya itu pencemaran lingkungan. Padahal standarnya juga tidak se ekstrem itu. Berdasarkan peraturan menteri standarnya adalah:
levelkebisingan

Untuk memberikan gambaran, maka berikut adalah illustrasi antara sumber kebisingan dan tingkat kebisingan:
noiselevel

Batas kebisingan yang diijinkan adalah 80dB. Terlihat bahwa 70dB itu suara vakum kliner dari jarak tiga meter. Suara knalpot sekarang sepertinya sudah jauh lebih senyap daripada vakum kliner, sehingga bolehlah diloloskan. Sementara itu 90dB itu suara blender dari jarak satu meter, lumayan berisik, tapi saya kok curiga bahwa mesin kendaraan sekarang suaranya lebih berisik daripada itu? Nggak cuma motor sport saja, tapi termasuk kendaraan matik yang suara berisiknya melebihi suara blender.

Saya bikin artikel ini karena kemarin waktu berkendara di gang sempit suara yang terdengar keras adalah suara mesin, saya jadi berpikir mengapa kok semua hanya fokus pada knalpot saja. Motor saya keluaran 5 tahun lalu, saat itu belum ada peraturan kebisingan, jadi wajar kalau mesinnya berisik. Tapi ternyata sekarang tetap tidak ada perkembangan. Suara mesin sekarang tetap saja berisik. Bahkan beberapa motor matik baru ada yang suara mesinnya jauh lebih berisik dari sepeda matik saya. Jelas ini pelanggaran.

Bila produsen mengikuti aturan, harusnya nggak cuma knalpot saja yang lebih senyap, suara mesin juga. Tapi mungkin karena nggak mampu, produsen hanya bisa bikin suara knalpot senyap dan suara mesin tetap dibiarin kencang. Nggak fair kalau hanya rider yang pakai knalpot racing yang ditilang, harusnya produsen yang bikin motor berisik atau jual oli yang bikin motor berisik juga harus ditilang.

6 thoughts on “Aturan kebisingan berlaku tidak hanya pada knalpot, kita bisa protes tentang mesin yang berisik

  1. Ya pakai cemenite dunk mas huahahahaha..
    Oh iya mas..
    Klo cemenit cuaca (pokoknya ukuran besar) ditaruh di dalam rumah/ruang kamar efeknya bagaimana mas?

    Suka

  2. […] Sayangnya dengan aturan Euro3, suara nalpot bisa jadi tidak terdengar. Sekarang ini bila ada motor sport baru lewat tapi knalpotnya tidak ada suaranya, penulis cuma bisa mbatin “emane….puih”. Apalagi penulis juga benci dengan berisiknya suara mesin. Pabrikan sepertinya agak curang, knalpot dibuat tidak bersuara (yang mengurangi kejantanan), durabilitas mesin juga dikurangi (yang mengesankan kendaraan murahan). Sesuatu yang terbalik, harusnya suara mesin tidak terdengar dan suara knalpot mantap. Aturan kebisingan berlaku tidak hanya pada knalpot, kita bisa protes tentang mesin yang berisik […]

    Suka

  3. […] Dari sisi suara, Honda Beat jelas lebih berisik dari suara blender. Suara blender dikatakan mempunyai kebisingan 90dB. Padahal peraturan menuntut agar suara dari kendaraan tidak lebih lebih berisik dari 80dB. Jadi seharusnya motor Honda Beat ISS tidak pantas lolos uji emisi Euro 3. Aturan kebisingan berlaku tidak hanya pada knalpot, kita bisa protes tentang mesin yang berisik […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s