Soal penghapusan premium dan pertamax dijual jadi 7500, kekayaan indonesia itu untuk memakmurkan rakyat atau untuk memakmurkan pertamina sih bro?


Bila bro mencermati berita tentang penghapusan bensin premium dan mengganti dengan pertamax yang dijual lebih murah dari premium sekarang, tentunya itu suatu yang wajar karena harga minyak dunia yang turun. Masa rakyat cuma dibebani susahnya dan tidak boleh merasakan nikmatnya?

Tapi yang aneh yang menjadi penghambat adalah pertamina. Berikut adalah contoh beritanya:
Pemerintah Akui Belum Siap Hapus Premium

Pemerintah menyatakan belum akan menghapus bensin dengan nomor oktan 88 (RON 88) atau premium pada tahun depan. Pasalnya, kualitas ataupun kapasitas kilang yang ada dinilai belum siap untuk mengeksekusi rencana tersebut.

Kilang- kilang PT Pertamina (persero) yang relatif sudah tua tidak mampu menyediakan bensin RON 92 dalam jumlah yang memadai untuk menggantikan premium.

Senada dengannya, anggota Komisi VII DPR Kurtubi mengatakan penghapusan premium jika direalisasikan dalam waktu beberapa bulan ke depan akan berdampak pada meningkatnya impor pertamax secara besar- besaran.

Yang berikut lebih aneh lagi, katanya bisa bikin Pertamina ambruk:
Pertamina Mengaku Rugi

Pertamina mengakui penghentian produksi dan impor bensin beroktan RON 88 (Premium) seperti diusulkan Tim Reformasi Tata Kelola Migas akan membuat mereka rugi. Perusahaan negara itu harus mengimpor RON 92 (Pertamax) lebih besar dan mahal.

Selama ini, kilang lebih banyak mengolah RON 88 yang merupakan pencampuran RON 92 dan Naphtha.

Dia mengungkapkan, konsumsi BBM bersubsidi jenis Premium pada 2014 sekitar 30 juta kiloliter (kl). Sementara olahan Pertamina hanya sekitar 10 juta kl. ”Kita Impor sekitar 20 juta kl,” kata Suhartoko kepada Republika, Senin (22/12).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) Faisal Yusra menyatakan, penghapusan RON 88 tak bertahap berpotensi menghancurkan bisnis BBM Pertamina. Menurutnya, kilang minyak di Indonesia sudah tua dan hanya bisa menghasilkan produksi RON 92-96 sebesar 200 ribu per bulan. Yusra mengatakan, jika Premium RON 88 dihilangkan, maka produk valuable Kilang Pertamina akan jeblok atau hancur. Akibatnya, pesaing (pihak asing) akan merajalela.

Jadi, bensin premium yang kita beli di Indonesia dengan harga setara dengan harga pertamax plus di Malaysia ini adalah lahan bisnis dari Pertamina! Apa nggak bikin heran bro? Pertamina ini perusahaan negara atau swasta sih? Kalau perusahaan negara, mengapa kok bisa sampai kolaps hanya karena bisnisnya dirubah bukan jadi produsen menjadi makelar? Toh mestinya masih tetap untung kalau Pertamina beli bensin sekelas pertamax dari Malaysia misalnya, karena toh Rp 7.500 masih lebih mahal dari mereka.

Lagian selama ini toh kilang minyak diberdayakan hanya sebagai pengoplos / downgrade bensin saja? Dan selama ini keuntungan pertamina dipakai untuk apa kok sampai tidak bisa membuat kilang minyak baru?
Kilang Pertamina belum siap produksi RON 98

Ia menjelaskan, lima kilang pengolahan minyak yang dimiliki Pertamina, empat di antaranya umurnya sudah sangat tua. Produksi yang bisa dihasilkan pun berkualitas rendah atau RON 88.

Kok bisa – bisanya produsen asing bisa menjual dengan harga lebih murah tapi masih tetap bisa produksi bensin berkualitas? Kok bisa bisanya Pertamina menjual bensin diatas harga pasar tapi tidak sanggup membuat kilang minyak? Kan selama ini Pertamina tidak rugi karena bensin disubsidi oleh pemerintah? Kok tidak sanggup untuk paling tidak meremajakan kilang? Dikemanakan uang keuntungannya?

Kalau dipikir pikir, bukannya kilang minyak pertamina yang tadinya diperuntukkan untuk mengoplos bensin berkualitas jadi bensin jelek kemudian bisa diberdayakan atau diupgrade jadi kilang yang bisa memproduksi pertamax? Biaya pembangunan kilang baru kan bisa ambil dari keuntungan jadi makelar bensin Malaysia?

Premium Akan Dihapuskan?

Tim menemukan bahwa masalahnya bersumber dari keterbatasan produksi BBM dari kilang domestik, sehingga PT Pertamina terpaksa mengimpor BBM untuk memenuhi kebutuhan nasional terhadap konsumsi bahan bakar minyak. Situasi ini diperburuk oleh kondisi kilang Pertamina yang rata-rata telah berusia sangat tua. Kemampuan produksinya hanya 800 ribu barel per hari, padahal kebutuhan nasional mencapai 1,5 juta barel per hari.

“Hal itu mengakibatkan rendahnya efisiensi hasil produk dari kilang Pertamina dan sangat tingginya biaya produksi kilang,” ujar Faisal di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta. Parahnya lagi, sebagian besar kilang domestik itu hanya dapat memproduksi bensin premium (RON 88), solar (kandungan sulfur 0.35 persen), dan minyak tanah.

Untuk kawasan Asia Tenggara, menurut Faisal, Indonesia adalah pembeli tunggal bensin RON 88. Bensin yang diimpor dengan spesifikasi RON 92 seperti Mogas 92 (setara pertamax), harus diolah lagi agar menghasilkan bensin premium atau RON 88. Ia menyebut, secara implisit ada keharusan mem-blending bensin impor, sehingga spesifikasinya sama dengan RON 88. “Blending dilakukan lewat penambahan Naptha dengan persentase tertentu pada bensin yang kualitasnya lebih tinggi, misalnya RON 92, sehingga spesifikasinya sama dengan RON 88,” kata dia.

Meski merupakan satu-satunya pengimpor RON 88, dengan volume pembelian jauh lebih besar dibandingkan dengan transaksi RON 92 di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tidak memiliki kekuatan dalam pembentukan harga MoPS (Mean of Platts Singapore: penilaian produk untuk perdagangan minyak di kawasan Asia yang dibuat oleh Platts, perusahaan di Singapura) untuk Mogas 92 yang menjadi benchmark atau acuan harga bensin RON 88. Dengan kata lain, Indonesia tidak akan bisa berbuat apa-apa, jika ada permainan harga oleh kartel. “Mereka berpeluang menjadi satu-satunya penjual atau produsen yang menghasilkan RON 88 untuk Indonesia,” kata Faisal.

Kalau jual premium bikin rugi dan pemerintah bisa menjual pertamax dengan harga lebih murah mengapa tidak diteruskan? Bila Pertamina merasa rugi, saya tidak keberatan kok kalau pertamax dijual pakai harga premium sekarang yang Rp 8.500,-.

Sepertinya yang ada disini sudah bukan lagi pemikiran untuk memakmurkan rakyat, tapi tinggal kartel mana yang bisa lebih kuat melobi pemerintah atau masalah uang lainnya. Kita orang cilik hanya bisa berdoa.

Mari kita berdoa bro, semoga rakyat Indonesia bisa lebih makmur, Amiin!

9 thoughts on “Soal penghapusan premium dan pertamax dijual jadi 7500, kekayaan indonesia itu untuk memakmurkan rakyat atau untuk memakmurkan pertamina sih bro?

  1. Hukum yg ga tegas mas,sok2an bela2 HAM..
    Pdhal kjahatan d negara qt sudah melampaui batas,pembunuhan massal scr pelan2 ini namanya..
    Contoh tuh hukum d china n jepang!
    Imho..

    Suka

  2. […] Jadi menurut penulis pertalite diperkenalkan hanya sebagai batu loncatan untuk mentransisikan masyarakat ke pertamax. Mungkin tidak dibuat langsung ke pertamax karena untuk menghidupi kilang yang katanya dapat untung dengan mengoplos RON92 dengan naftalene untuk jadi RON88. Seperti disebut di artikel sebelumnya: Soal penghapusan premium dan pertamax dijual jadi 7500, kekayaan indonesia itu untuk memakmurkan rak… […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s