soal iklan BC Yamaha di iwanbanaran.com, ternyata tidak ada yang protes masalah blue core ya?


Mungkin karena gambarnya terlalu kecil, ternyata tidak ada yang memperhatikan bahwa di foto iklan Yamaha yang diposting di iwanbanaran.com tertera juga bahwa blue core ditunjukkan sebagai keunggulan teknologi. Berikut adalah hasil pembesaran dari foto asli, terlihat tulisan blue core sebagai teknologi mesin:
yamahaiklanbluecore

Apa ini karena bro semua pada setuju bahwa Blue Core adalah teknologi? Tidak hanya komentar, artikel yang membahas postingan ini juga nggak protes, seperti misalnya:
Iklan Yamaha Mio M3 Memang Tanpa Kompromi
Iklan BC Muncul terus…… Siapa sih yang buat????

Kalau saya pribadi berpendapat bahwa Blue Core itu bukan teknologi mesin, bukan pula keunggulan teknologi. Blue core itu bukan ciptaan Yamaha, tapi menunjukkan cara pikir Yamaha untuk mencapai motor yang irit walau harus mengorbankan tenaga. Ini sudah dibahas di beberapa artikel sebelumnya.

Irit ala Yamaha Blue Core dicapai dengan mengorbankan tenaga
Blue Core ternyata sudah diterapkan di motor Yamaha model sport juga
Walau GM Yamaha ngakunya Blue Core adalah filosofi, di website resmi tetap tertulis sebagai teknologi bro!
Blue Core itu teknologi sungguhan atau cuma strategi marketing sih?

Di iklan tersebut dan di iklan – iklan Blue Core yang lain sudah jelas terbukti bahwa Yamaha Indonesia mengklaim bahwa Blue Core adalah teknologi mesin. Jadi, untuk blogger – blogger yang sudah memposting bahwa Blue Core bukan teknologi, seperti contohnya dibawah ini:
Blue Core Bukanlah Teknologi, Namun Merupakan Filosofi

Jadi bagi yang berfikir bahwa Blue Core itu merupakan teknologi mesin, ya salah…karena Blue Core merupakan filosofi yang dituangkan pada keseluruhan unit atau produk-produk Yamaha.

So, jangan sampai salah sangka ya lads, ini demi wawasan kita bersama, jangan sampai salah menjawab ataupun salah menginfokan kepada teman atau sanak saudara jika ada yang bertanya seputar Blue Core… Semoga bermanfaat..

Blue Core Yamaha bukan merupakan teknologi? Maksudnya…?

Mungkin banyak yang bertanya apa yang dimaksud dengan blue core dan apa bedanya dengan YmJet-Fi? Ternyata Blue Core adalah filosofi dan bukan merupakan teknologi…

Namun sayang sekali justru pihak pemasaran Yamaha Indonesia yang punya pemikiran berbeda.

 

Beberapa blogger juga sepertinya percaya dengan keterangan yang tertera di website Yamaha Indonesia, dengan menggunakan gambar berikut sebagai referensi.
Yang Penting dari Konsep Teknologi “Blue Core” Yamaha
blue-core

Sayangnya bukti perbandingan spesifikasi resmi menunjukkan bahwa lebih irit ternyata mengorbankan tenaga. Ini dibahas di artikel sebelumnya tentang motor Byson Blue Core yang sudah terbit di India sejak Juli 2014 (kok di Indonesia tidak ada yang membahas ya), terlihat bahwa Byson Indonesia punya torsi 13.6Nm/6000 rpm sementara Byson Blue Core India punya torsi 12.8Nm/6000 rpm, 8% lebih lemah.

14% more mileage mungkin benar, tapi “better performance” jelas bohong, wong berat cuma turun 5 kg (kalau ditambah berat rider 60kg cuma turun 2.5%). Bila itu karena spesifikasi resmi yang salah, tinggal tunggu Byson Blue Core didatangkan ke Indonesia. Tapi itu tetap berarti sudah bohong lagi Yamaha soal spesifikasi.

Intinya saya berpendapat bahwa Blue Core bukan keunggulan teknologi. Namun bila yang lain berpendapat bahwa Blue Core beneran teknologi unggul, ya sudah, tapi kalau bisa posting bukti ya.

24 thoughts on “soal iklan BC Yamaha di iwanbanaran.com, ternyata tidak ada yang protes masalah blue core ya?

  1. yah namanya juga yamahmud 125cc kok beraninya di bandingin sama yang 110cc,kalo mau ngelawan coba dengan Vario 125 dong. coba filosofinya yamahmud lawan tecnolog eSPnya HONDA…

    kalo gak berani yah harap maklum ajah baru belajar bikin motor irit jadi yang di korbankan banyak pake banget wkwkwkwkw

    Suka

  2. Mas,ane kq blm paham mslh buat coil in coil..
    Ksh gambar virtual dunk model lilitan yg bnr tu yg bgmn?
    Ane cuma bisa liat penampakan jadinya aja ee..
    Trs cic vs cemenite kuatan mn mas?

    Suka

    • wah nggak mampu buat gambar virtual, yang penting arah lilitan semuanya sama dengan coilnya cemenite. Yang di thailand malah pakai rumus dan hitungan njelimet untuk tiap lilitannya yang saya malah nggak ngerti.

      Secara kemampuan, cemenite lebih berpotensi untuk menggantikan bensin sebagai bahan bakar. Cuma belum sempat eksperimen karena motor yang sekarang Suzuki spin, ribet untuk eksperimen fuel less.

      Suka

  3. haisshh yahomo,
    bluecore disingkat BC, kegunaannya bukan untuk efisiensi,
    tapi kberadaanya utk nge BC produk tetangga yg jauh lebih laris.
    andaikata pun laris yah nih kolorbiru m3,
    pabriknya bisa ngga buat banyak,
    kasian konsumen dirugiin terus
    nunggu nunggu terus, btw time will tell,
    garpu karat will always becomes the second, no matter how hard garpu wants to defeat its competitor.

    Suka

  4. Mas,klo boleh berpendapat tp ane blm coba jg sih..
    Coba cemenite buat motor tp ukuran besar tp coba timing pengapian dimundurkan,dgn cara menggeser pulser,ane dulu sering geser pulser dgn tujuan pengapian lbh lambat,dampaknya motor anteng dgeber (supra nf100) irit jg kq,,
    nah kmrn mas bilang bensin yg dkasih cemenite akan lbh mudah menguap,jd scr kasat mata mendekati sifat LPG,jd lbh reaktif (cepat terbakar namun tahan tekanan tinggi),nah kata mas tarikan naik tp top speed turun kn?
    Analisa saya (cieee analisa😀 ) torsi naik krn bensin sangat gampang dpicu api,top speed turun krn trlalu awal bensin mledak krn sifat bensin agak brubah krn cemenite.. Krn udh pke cemenite jd teori gejala detonasi coba dsingkirkan dulu krn mgkn detonasi tak terjadi.. Yg jelas kn motornya smentara harus karburator dgn settingan standar..
    Imho lo mas hehehe..
    Ane msh sibuk mas,jd blm sempat coba2 bikin cemenite hehehe..
    Maafkan atas kterbatasan ilmu ane ya mas..

    Suka

    • bila buat cemenitenya bener, top speed akan naik walau kelebihan. Biasanya modifikasi nambah bensin apa butuh melambatkan timing?

      Kalau melihat efeknya, dengan cemenite terbakar lebih besar tapi justru lebih tahan tekanan (oktan naik). Mesin justru jadi tidak ngelitik walau api lebih besar.

      Suka

  5. Tp kq pikiran saya gini mas..
    Nambah rasio bensin dgn sbenarnya dgn nambah rasio bensin dgn cemenite kq beda ya..
    Cuma cemenite efeknya melipat gandakan tenaga bensin itu sendiri,jd seolah mmg energinya bisa disamakan dgn mnambah energinya.. Tp entahlah mas itu cuma sbatas analisa awam ane..
    Biasanya ane mengiritkan motor pernah ane coba di supra nf100 (dgn rasio bensin dkuruskan dgn mnyetel baut angin di luar standar) maka pulser ane geser 1mm dgn harapan timing penyalaan api pd busi lbh lambat..
    Hasilnya kq mesin lbh halus,tarikan lbh oke walau beda tipis,top speed sih tetap tp getaran mesin berkurang,stlh pemakaian bbrp lama busi ane cek warnanya agak coklat kemerahan.. Itu dulu lo mas,blm kenal cemenite sama skali..
    Bgitupun revo nf100 ane saat head blok dpapas masing2 0,5mm,karbu ane stel standar tp pulser saya geser 1mm.. Hasilnya mantap jg mas,lbh bertenaga,mslh iritnya ane blm pernah ukur,tp asumsi ane sharusnya lbh irit krn hasil d atas td..

    Suka

    • mungkin itu mirip nambah kompresi ya. saya rasa cemenite beda dengan modifikasi yang bisa merubah nilai kompresi. cemenite efeknya lebih sama dengan melambatkan pengapian. kan kalau kompresi ditinggikan bisa ngelitik. solusi umum adalah melambatkan timing. tapi kalau melambatkan timing efeknya putaran bawah atau idle jadi nggak stabil ya?

      . saya tambahi trik baru. efek kelebihan sering terjadi pada cemenite dengan bahan kabel kecil. jadi kalau mau sip, pasang dua cemenite sekaligus, yang dari kabel kecil dan yang dari kabel besar. efek kelebihan berkurang.

      Suka

  6. Idle masih bagus kq mas,ga ada perubahan sm skali,itu yg trjd pd supra n revo nf100 ane,entah klo mesin lainnya,udh ga sempat lg..

    Ooo jd gt ya mas caranya,ywd makasih infonya..
    Ane brusaha mengetahui sifat2 cemenite tp blm sampe nalarnya mas,cuma saya bnr2 perhatikan tulisan demi tulisan,komen demi komen mas ataupun pengunjung,smg makin lama makin paham hehe..

    Suka

    • kalau dari keterangannya, ESP itu nama untuk kumpulan teknologi yang dipakai Honda, ditambah teknologi pendukung yaitu PGM-FI, Combi brake system, dan Idle Stop System.

      http://www.hondacengkareng.com/memperkenalkan-teknologi-esp-pada-motor-honda/

      Komponen-komponen yang terdapat pada teknologi eSP:
      ACG Starter: Teknologi yang berfungsi untuk mengurangi gesekan sehingga menghidupkan mesin lebih halus tanpa suara sekaligus mendukung fungsi fitur ISS (Idling Stop System).
      Offset Cylinder: Berfungsi untuk mengurangi gesekan antara piston dan silinder dengan mengatur ulang posisi silinder dan crankshaft.
      Roller Type Rocker Arm: Menggunakan Shell type Needle Bearing sebagai sebagai poros sehingga dapat mengurangi gesekan dan mengurangi beban pegas katup.
      Spinny Sleeve: Tekstur berduri dinding silinder yang menjaga bentuk lingkaran sempurna sehingga dapat mengurangi distorsi dan kerugian akibat gesekan lainnya.
      Squish: Berfungsi agar pengapian lebih baik dan pembakaran lebih cepat.
      Tumble: Berfungsi agar penyebaran bahan bakar yang merata dan menjadikan pembakaran lebih baik.

      Beda dengan Blue Core akan terlihat jelas waktu Yamaha Byson Blue Core hadir di Indonesia nanti. Tinggal dilihat apa persamaan antara Yamaha Byson Blue Core dengan Yamaha Mio M3 Blue Core. rasanya sih cuma filosofinya yang sama.

      Suka

  7. Setelah sy amati selama ini mmg blue core itu filosofi bkn teknologi….lagian kalau blue core tsb bener2 teknologi nggak mungkin harga jual motor nya murah…hehehe

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s