Kelemahan sistem injeksi adalah bisa jadi sangat boros bila sensornya soak


Mungkin banyak orang menganggap teknologi injeksi adalah sesuatu yang istimewa, karena bisa bikin motor lebih irit dan ramah lingkungan.
iwanbanaran.com – Mengintip lebih detil bongkahan komponen O2 sensor Honda Verza150…..

Last.…semakin maju teknologi, maka setiap komponen juga akan makin ringkas dan pintar. Siapa menyangka kuda besi berbanderol 16jutaan sudah dijejali perangkat canggih seperti O2 sensor yang notabene dulunya hanya milik motor-motor moge Eropa. Semoga seluruh pabrikan berlomba-lomba untuk memberikan yang terbaik agar lingkungan dan atmosfir kita senantiasa terjaga dari polusi hasil pembakaran kendaraan. Dan O2 sensor adalah satu contoh tak terbantahkan. Penasaran?. Monggo intip aja alat yang IWB maksud setelah dicopot dari silinder engine. Mirip busi to??

Soal tenaga yang dikurangi untuk mengejar irit di sistem injeksi sudah dibahas di artikel sebelumnya, juga banyak contoh kasus yang diulas sama blogger lain. Yang jarang diulas adalah tentang pengaruh umur sensor O2 pada sistem injeksi. Namun untuk itu, mari kita lihat apa sebenarnya fungsi sensor O2:
Kupas Tuntas, … O2 Sensor pada Sistem Injeksi …!!!

Naaagh sistem injeksi yang menggunakan O2 Sensor disebut Close Loop System …!!! O2 Sensor ditempatkan di exhaust (biasanya pangkal red.) … kerjanya mengukur O2 yang berada di exhaust dan menentukan apakah dalam kondisi lean, stoichiometric atau dalam kondisi rich …!!! Naaagh O2 Sensor tersebut… akan memberikan nilai 0 – 1 volts… dimana 0.5 volts dalam keadaan Stoichiometric… kurang dari 0.5 volts berarti dalam kondisi lean… sedangkan lebih dari 0.5 berarti dalam kondisi rich …!!! ECU yang menerima info dari O2 Sensor… akan meng-adjust AFR agar mencapai posisi stoichiometric … yaitu mengadjust berapa lama injektor buka …!!! ECU akan memonitor setiap saat … mau tarikan bawah, menengah atau atas …!!!

Lhaaa lawannya close loop apa …??? Yaaa open loop atau disebut juga predetermined fuel map… dimana tidak ada O2 Sensor …!!! Implikasinya apa …??? Yaaagh harus diset manual… sekali ngeset nya rich yaaa akan seterusnya akan seperti itu mau tarikan bawah, tengah ataupun atas … demikian juga ketika kondisi lean akan seperti itu …!!! Lha kalau sudah diset posisi pas… alias stoichiometric… terus berjalannya waktu terjadi perubahan ntaaah lean atau rich… pada open loop ya harus diset lageee di bengkel … sedangkan pada close loop sudah otomatis mengadjust …!!! Dengan kata lain… Open Loop seperti sistem carburator manual yang ‘elektronis’ …!!!

Jadi fungsi sensor O2 adalah mengkoreksi kerja dari ECU agar sesuai dengan situasi. Artikel berikut memberikan gambaran tentang cara kerjanya:
[Belajar ECU bag-2] Belum Mampu Ngoprek ECU…. Ya Sudah Oprek Sensor O2-nya Saja. (Resep Ringan Upgrade Top Speed New Vixion Lightning)
bentuk_gelombango2_sensor

 

Problemnya adalah sensor O2 ini bisa tidak berfungsi, penyebabnya karena jelaga pembakaran:
Nih, Komponen Injeksi Mobil yang Jadi Biang Kerok Boros BBM (bag-2)

Biasanya kerusakan karena penampang sensor tertutup jelaga sisa pembakaran. Mau tak mau harus beli baru. Harganya tak terlalu mahal, tetapi biasanya beli set (sepasang) agar umur pakai bisa sama.

Sayangnya tidak bisa diperbaiki ataupun dibersihkan:
SENSOR OXIGEN YARIS, KAPAN HARUS DIGANTI

1. Penyebabnya umur (info dari teknisi auto2000).
2. Nggak bisa dibenerin, gak bisa di cleaning jg (info teknisi auto2000 jg), harus ganti

 

Apa efeknya kalau sudah soak,
www.fueleconomy.gov – the official U.S. government source for fuel economy information – Keeping Your Vehicle in Shape

Fixing a serious maintenance problem, such as a faulty oxygen sensor, can improve your mileage by as much as 40%.

Kalau sudah soak, irit berkurang. 40% itu banyak. Kalau kendaraan bro biasanya dapat 50km per liter, bisa jadi 30km per liter. Disebutkan juga bahwa efek nya jauh lebih besar daripada pakai oli yang sesuai (antara 1-2%), lebih besar dari maintenance normal (4%), ataupun tekanan ban yang sesuai (3.3%). Disebutkan bahwa filter udara yang kotor tidak mengurangi irit tapi mengurangi tenaga.

Sumber yang dipakai di artikel tersebut adalah dokumen ini (file diunduh dari link diatas):
Owner related fuel economy improvements prepared by Energy and Environmental Analysis,, Inc.

Of seven vehicles reporting fuel economy increase of over 40 percent, six had failure of Oxygen Sensor. It appears that this type of failure caused the fuel system to operate at very fuel rich conditions. Engineering analysis also indicates that repairs of such failures can lead to large increase of fuel economy

Jadi, sensor oksigen yang dipergunakan di sistem injeksi dapat membuat motor justru jadi boros saat sensor tersebut gagal berfungsi. Yang bikin sensor gagal berfungsi adalah jelaga dari pembakaran. Walau tidak sepenuhnya rusak, bila diganti maka konsumsi bahan bakar akan lebih baik
Faulty Oxygen Sensor Fuel Economy

We have seen an improvement in fuel economy of 15-18% by replacing an oxygen sensor on a 91 Ford Mercury with 127,000 miles on it. Remember that it takes a while for the air fuel ratio to adjust when making a change such as a faulty O2 sensor. So when making this modification, note that it may take a few weeks for your fuel economy to reach its new optimal level.

 

Parahnya lagi setingan yang lebih boros ini justru seringkali mengurangi tenaga. Untuk menghasilkan tenaga yang maksimal, campuran bensin dengan udara harus pas rasionya. Bila rasio tidak pas maka tenaga justru akan berkurang. Standar nya bisa dilihat di gambar berikut:

Jadi selain boros, kendaraan juga jadi lebih lambat. Kalau mau kembali seperti asal maka sensor harus diganti. Namun sayangnya harga penggantian mahal.

 

Berapa lama sensor ini bisa gagal berfungsi? Ada yang bilang setelah 3 tahun, ada yang bilang setelah 70 ribu km atau 160 ribu km. Kalau pendapat pribadi sih kalau bro merasa motornya jadi boros, minta dicekkan di bengkel resmi apakah sensor oksigennya masih normal atau tidak. Kalau sudah numpuk kotorannya dan bikin tidak normal, tinggal dihitung sendiri murah mana tetap pakai sensor rusak atau diganti. Bisa saja nggak ganti sensor bisa lebih murah, harga resmi sensor oksigen CBR150R adalah Rp 875000, setara dengan 103 liter premium.
harga

Atau mungkin bisa diakali jadi tanpa sensor O2?

Walau ada dealer Yamaha yang klaim aki Honda BeAT rawan saat banjir, kenyataannya tidak


Tertarik melihat artikel mas Iwan Banaran tentang black campaign yang salah satunya menyebut tentang aki Honda Beat yang bikin bahaya saat banjir:
iwanbanaran.com – Iklan gebuk-gebukan?….ora usah terbawa arus brosis….
beatbanjir

Terlihat pada iklan bahwa karena posisi aki yang terletak dibawah, motor Honda Beat diklaim bahaya dipakai saat banjir.

Namun kenyataannya, ini sudah dipikirkan oleh pihak Honda, sudah dibahas juga oleh beberapa blogger, berikut contohnya oleh mas Taufik
tmcblog.com – Kenapa Aki Beat FI aman dari Banjir setinggi 30 cm ?
aki_beatfi

Terlihat bahwa posisi aki memang dibawah kaki, namun ternyata tempat penyimpanannya sudah dibuat kedap air sehingga air tidak mengenai terminal aki:
penampang_aki_beatfi

Di artikel lain juga diperlihatkan saat Honda beat direndam air:
Aki Beat FI kayaknya aman terhadap kemungkinan Banjir
beat-fi-nyemplung-1

Jadi tidak benar bahwa posisi aki dibawah bikin Honda Beat bahaya dipakai saat banjir. Tapi yakin tetap saja bisa mogok kalau air masuk filter udara atau cop businya bermasalah :). Pengalaman pakai Honda, kalau air sudah masuk filter, motor bisa tetap susah dinyalakan sebelum kalau filter kering atau dilepas. Jadi untuk jaga – jaga, siapkan peralatan untuk bongkar filter udara.

Lebih bagus mana antara Diasil Cylinder Yamaha dibanding SCEMnya Suzuki?


Penasaran dengan minimnya / rancunya informasi tentang SCEM, saya mencoba menggali apa sebenarnya SCEM itu. Yang ketemu adalah:
A primer on some of the more common specialty coatings and cylinder materials found in small displacement engines

Nikasil® or NiCom® (1967 Mahle trademark) is electrodeposited oleophilic nickel silicium carbide coating. Simply put, it is a nickel plated silica carbide coating often applied to aluminum cylinder bore IDs but can be used for many applications where tight tolerances and superior wear surfaces are indicated. The oleophilic feature of Nikasil® gives it a natural tendency to absorb oil, which in turn helps the oil retention of the coating. Although there are several proprietary formulations of nickel plated silica carbide, application parameters remain the same for all of them.

As has been mentioned, many variations of Nikasil® like Elnisil®, Kanisil®, Electrosil® and SCEM or Suzuki Composite Electro-chemical Material are available from a variety of manufacturers but generally, these nickel silicon carbide composites use about 14% silicon carbide with the rest in nickel and other additives as binders. This would be similar to conventional vitrified abrasive material where ceramic binders are used to hold abrasive crystals in place.

Jadi, intinya SCEM Suzuki itu adalah teknologi pelapisan nikel pada silinder aluminium. Material pelapisan terbuat 14% dari bahan silikon lalu sisanya nikel dan lem.

Bagaimana perbandingannya dengan Diasil Cylinder Yamaha? Sudah disebut di artikel sebelumnya tapi lebih cocok dikutip lagi:
The Yamaha “DiASil Cylinder” Development of the world’s first all-aluminum die-cast cylinder for high-performance engines, combining high functionality and low cost plus environmental benefits

Called the Yamaha “DiASil Cylinder” (*2), this is the world’s first all-aluminum die-cast cylinder and it achieves cooling performance equivalent to that of a nickel-plated cylinder, which is currently recognized as the best in the industry, but at a significantly lower production cost than a nickel-plated cylinder.

The material used is a 20% silicon content aluminum alloy, the manufacturing technology is the recently developed Yamaha CF Aluminum Die-cast Technology (*4), which enables the production of an all-aluminum die-cast cylinder.

Jadi teknologi terbaik adalah silinder yang dilapisi nikel seperti yang dipakai Suzuki. Tapi Yamaha berhasil membuat silinder menggunakan bahan 20% silikon yang daya hantar panasnya menyamai teknologi Suzuki, dan biaya produksi bisa jauh lebih murah.

Bila teknologi SCEM itu biasa disebut dengan nikasil, maka teknologi dari Diasil Cylinder biasa disebut dengan alusil. Berikut pro kontra dari penggunaan kedua teknologi tersebut, isi sengaja diedit biar lebih fair karena sepertinya website tersebut jualan ALUSIL:
ALUSIL vs NIKASIL CYLINDERS

Re-Plated NIKASIL Cylinders:
small advantage in heat transfer
lower co-efficient of friction
Weighs a few ounces less
Costs twice the price of any other process
Cannot be bored when damaged
Sulfur in fuel corodes Nikasil plating
Can crack, flake and peel off
More fragile than other sleeve materials

Re-Sleeved Cylinders and ALUSIL:
Costs half the price of Nikasil plating
Cast iron, Chrome Molly, Alusil can be used
Alusil has excellent lubricating qualities
Alusil is light weight and wears well
All can be re-bored to next oversize
Can be worked with common tools
Slightly slower heat transfer

Jadi untuk teknologi SCEM ataupun DiaSil Cylinder keduanya menggunakan bahan dasar silinder aluminium. SCEM menggunakan pelapisan nikel (seperti nge chrome knalpot) pada dinding silinder. Sementara DiaSil Cylinder menggunakan bahan AluSil untuk dinding silinder.

Kuat mana? Yang jelas tukang bubut nggak sanggup bore up mesin Suzuki yang pakai SCEM, saking tangguhnya nggak bisa dibubut.

Link Yamaha di atas juga menjelaskan:

image2
Cast steel liner type aluminum cylinder: The detrimental qualities of a cast steel liner type aluminum cylinder include the more complex manufacturing process, heavier weight and poorer cooling performance.

image3
Plated cylinder: Plated cylinders are presently used on high-performance motorcycles engines, but the production cost is higher.

image4
DiASil Cylinder: An all-aluminum cylinder manufactured with the DiASil Cylinder technology has no need for a cast steel liner or cylinder plating, which means a simpler production process. What’s more, it has the same outstanding cooling performance as a plated cylinder.

Jadi untuk motor balap yang dipakai adalah teknologi lapisan nikel ala SCEM. Untuk motor murah tapi cukup awet pakai Diasil Cylinder. Walau begitu pengaruh penggunaan teknologi pelapisan nikel dibanding Diasil Cylinder terhadap harga harusnya kecil karena katanya silinder Suzuki yang pakai SCEM itu harganya Rp 245.000. Harga motor matik Suzuki yang pakai SCEM pun setara dengan motor dari Yamaha yang pakai DiaSil Cylinder. Mungkin Suzuki mengurangi keuntungan dengan memberi teknologi terbaik untuk konsumennya, atau Yamaha memakai teknologi murah untuk menambah keuntungan?

 

Kesimpulannya, SCEM itu dianggap teknologi mahal, sehingga DiaSil Cyclinder diciptakan untuk menekan harga dan mencapai pemindahan panas setara dengan SCEM.

Lebih bagus mana? Kalau yang sukanya bore up ya yang DiaSil Cylinder. Kalau yang suka menjaga mesin agar tetap orisinil sampai tua ya yang SCEM.

Update:
Ternyata DiaSil Cylinder juga tidak bisa di bore up, namun alasannya berbeda, bukan karena lapisan terlalu kuat, tapi nanti merusak lapisan pelindung:
Diasil Silinder Yamaha Mio J Kurang Diminati Pecinta Bore-up…??

Diasil silinder dibuat tanpa liner dan tidak boleh di-oversize. Karena jika dilakukan boring atau pembesaran lubang maka lapisan silinder justru akan rusak. Diasil akan menghasilkan kinerja sempurna jika dipasangkan dengan forged piston dan ring piston dengan pelapis DLC (diamond – like hard carbon).

Apakah Satria dengan mesin 115cc injeksi bisa laku atau malah mematikan pasaran Satria 150?


Tertarik saat melihat bahwa di Filipina tersedia model Suzuki Raider dengan cc cuma 115. Sepertinya dulu ada wacana untuk mendatangkan ke Indonesia. Tapi sepertinya batal karena takut merusak pasar Satria 150 yang sekarang jadi produk andalan Suzuki Indonesia.

Dari spesifikasi terbilang biasa, spesifikasi mesin ngeplek sama dengan shooter yang 115cc fuel injection, berat juga hampir sama. Entah kalau setelan bahan bakar dibuat lebih bertenaga dari shooter.

Bodi mirip,
raider

tapi ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok, seperti lampu dan spedo:
Suzuki Rider J FI 115cc:
raidernya

Suzuki Satria FU 150cc
satrianya

Kalau dari jauh sih mirip, tapi tentu kalau dari dekat suaranya beda. Karena mirip banget, paham bila Suzuki Indonesia tidak memasarkan “baby” Satria. Toh Satria FU harganya sudah dibawah produk unggulan produsen lain. Ngapain menawarkan yang lebih murah.

Beda motor 150cc sport premium Honda sekarang dan 10 tahun lalu, makin berat, makin bertenaga, makin boros


Iseng iseng membandingkan spesifikasi motor 150cc sport premium Honda yang sekarang, CB150R dan 10 tahun lalu, Mega pro.

Spesifikasi resmi Megapro:
megapro_black

Panjang x lebar x tinggi 2.033 x 754 x 1.062 mm
Jarak sumbu roda 1.281 mm
Tinggi sadel 774 mm
Jarak terendah ke tanah 149 mm
Berat kosong 114 kg
Tipe rangka Pola berlian
Tipe suspensi depan Teleskopik
Tipe suspensi belakang Lengan ayun dan peredam kejut dapat disetel pada 5 posisi
Ukuran ban depan 2,75 – 18 42P
Ukuran ban belakang 3,00 – 18 47P
Rem depan Tipe cakram hidrolik, dengan piston ganda
Rem belakang Tipe tromol
Kapasitas tangki bahan bakar 12,4 liter (cadangan 2,3 liter)
Tipe mesin 4 langkah OHC, pendinginan udara
Susunan silinder Satu silinder, sudut kemiringan 15° terhadap vertikal
Diameter x langkah 63,5 x 49,5 mm
Kapasitas mesin 156,7 cc
Perbandingan kompresi 9,0 : 1
Daya maksimum 13,8 PS / 8.500 rpm.
Torsi maksimum 1,3 kg.m / 6.500 rpm.
Kapasitas minyak pelumas mesin 0,9 liter pada penggantian periodik
Kopling Manual, tipe basah & pelat majemuk
Gigi transmisi 5 kecepatan, bertautan tetap
Pola pengoperan gigi 1-N-2-3-4-5
Starter Pedal dan elektrik starter
Aki 12V – 5 AH
Busi ND X 24 EP-U9 / NGK DP8EA-9
Sistem pengapian DC – CDI, Battery
Jenis rantai mesin Silent chain
Alternator 100 W / 5.000 rpm
Konsumsi bahan bakar 51,4 km / liter pada kecepatan 50 km/jam (standard pabrik)

Spesifikasi resmi CB150R:
cb150r

Dimensi (P x L x T) 2.008 x 719 x 1.061
Jarak Sumbu Roda 1.290 mm
Jarak Terendah ke Tanah 148 mm
Ketinggian Tempat Duduk 792 mm
Berat Kosong 131 kg
Rangka Diamond (Innovative Truss Frame / Trellis)
Suspensi Depan Teleskopik
Suspensi Belakang Lengan ayun dengan suspensi tunggal (Prolink)
Ukuran Ban Depan 80/90 – 17M/C 44P (Tubeless)
Ukuran Ban Belakang 100/80 – 17M/C 52P (Tubeless)
Rem Depan Cakram hidrolik dengan piston ganda
Rem Belakang Cakram hidrolik dengan piston tunggal
Sistem Pengereman
Tipe Mesin 4 Langkah DOHC, 4 Katup
Sistem Pendinginan Pendinginan cairan (radiator) dengan kipas elektrik otomatis
Diameter x Langkah 63.5 x 47.2 mm
Volume Langkah 149.48 cc
Perbandingan Kompresi 11.0 : 1
Daya Maksimum 12,5 kW (17 PS) / 10.000 rpm
Torsi Maksimum 12.6 Nm (1.28 kgf.m) / 8.00 rpm
Kopling Manual, wet multiplate clutch with coil spring
Starter Pedal & Elektrik
Busi
Kapasitas Tangki Bahan Bakar 12 liter
Sistem Bahan Bakar Injeksi (PGM-FI)
Kapasitas Minyak Pelumas Mesin 1,0 liter pada penggantian periodik
Transmisi 6 Kecepatan
Pola Pengoperan Gigi (1-N-2-3-4-5-6)
Aki 12V – 5.0 Ah (tipe MF)
Sistem Pengapian Full transisterized

Ambil yang penting penting saja ya. Megapro vs CB150R:
Berat kosong: 114kg vs 131kg
Daya Maksimum: 13,8 PS/8.500 rpm vs 17 PS/10.000 rpm
Torsi Maksimum: 1,3 kg.m/6.500 rpm vs 1.28 kgf.m/8.000 rpm
Power to weight: 0.121 ps/kg vs 0.130 ps/kg
Transmisi: 5 kecepatan vs 6 Kecepatan
Konsumsi bahan bakar (oleh mas Taufik tmcblog.com): 58,6 km/liter vs 50,25 km/liter

Terlihat bahwa generasi baru lebih berat, lebih bertenaga, dan lebih boros. Karena rpm yang butuh tinggi baik untuk tenaga dan torsi, juga karena karakter mesin DOHC yang tenaga keluar di rpm tinggi, juga karena bobot yang 15% lebih berat, maka kalau dipakai ngirit (mengendarai di rpm rendah), seharusnya CB150R lebih loyo. Kalau untuk harian, harusnya lebih lincah Megapro daripada CB150R.

Jadi CB150R adalah motor yang ditujukan untuk jalan kencang. Kalau mau santai, megapro saja.

Berapa sih harga perkiraan dari MX King (Jupiter MX 150)?


Tertarik dengan ulasan mas Iwan Banaran yang menyebutkan bahwa motor Exciter yang disebut sebagai bahan dasar dari MX King dijual dengan harga 26 juta, saya penasaran ingin memperkirakan harga berdasarkan dari harga motor lain yang juga dijual oleh Yamaha:
Data FZ150i, yang mirip New V-ixion Lightning:
datavixion

Exciter RC 2014, mirip Jupiter MX 135cc:
datamx1

Sementara harga dari Exciter 150cc disebutkan adalah:
TRỰC TIẾP] Sự kiện ra mắt Exciter 150 sáng nay 18/12/2014

* Giá chính thức:
– Exciter 150 RC: 44.990.000 đồng.
– Exciter 150 GP: 45.490.000 đồng.

Harga hasil nyomot dari lazada.co.id:
Yamaha New V-ixion: Rp 23.550.000
Yamaha Jupiter MX CW: Rp 17.300.000

Diketahui harga FZ150i adalah 67.500.000 VND, Exciter 135cc adalah 40.000.000 VND, Exciter 150cc adalah 45.000.000 VND.

Jadi perkiraan harga Jupiter MX King kalau dilihat dari harga FZ150 adalah 15.7 juta. Kalau dilihat dari harga Exciter 135cc adalah 19.5 juta.

Sepertinya harga yang paling mendekati adalah 19.5 Juta, yang notabene masih lebih murah dari satria, yang tentu jadi saingan.

Apakah teknologi injeksi Yamaha lebih bagus dari karbu? kok sepertinya tidak?


Sering dikatakan bahwa YM-Jet FI adalah bukti keunggulan teknologi Yamaha, seperti klaim berikut ini:
Teknologi YMJET FI Yamaha Membuat Motor Irit dan Kencang

Beberapa wartawan dari media yang diundang turut pula menyaksikan presentasi mengenai teknologi terkini dari Yamaha yaitu YMJET FI. Teknologi ini membuat motor kian kencang dan irit karena menggunakan beberapa teknologi yaitu Low Friction Piston Ring, Diasil Cyl & Forged Piston, Low Loss Bearing Camshaft, Roller Rocker Arm, Low Loss AC/DC Generator, Low Loss Turbo Fab, Low Resistance Muffler, Low Loss, Bearing Crankshaft, New CVT System, dan Light Weight Crankase. Kelebihan dari YMJET FI terletak pada teknik pengabutannya yang lebih sempurna. Pembakaran yang optimal dan konsumsi pembakaran yang lebih irit membuat hasilnya lembut bak kabut. Yamaha juga bekerjasama dengan ITB untuk menguji iritnya YMJET FI.

Karena penasaran penulis mencoba membandingkan berdasarkan data resmi dan ulasan dari blogger. Berikut ini adalah perbandingan spesifikasi antara Mio Sporty lawas yang tertera di archive dari website resmi Yamaha Mio Sporty CW:

Tipe Mesin : 4 Langkah, SOHC 2-Klep Pendingin Udara AIS (Air Induction System) EURO 2 Ready
Diameter Langkah : 50.0 x 57.9 mm
Volume Silinder : 113.7 cc
Susunan Silinder : Tunggal
Perbandingan Kompresi : 8.8 : 1
Power Max : 6.54 Km (8.9 ps) / 8,000 rpm
Torsi Max : 7.84 Nm (0.88 kgf.m) / 7,000 rpm
Sistem Pelumasan : Wet Sump
Oli Mesin : 0.9 Liter
Radiator : –
Karburator : NCV24x1 (Keihin)
Transmisi : V-Belt Otomatis
Kopling : Kering, Sentrifugal Otomatis
Caster / Trail : 26.5 derajat/ 100 mm
Rasio Gigi : 2.399 – 0.829
Sistem Starter : Kick & Electric

ChasisTipe Rangka : Steel Tube
Suspensi Depan : Teleskopik
Suspensi Belakang : Teleskopik
Rem Depan : Hydraulic Single Disc
Rem Belakang : Drum
Ban Depan : 70/90-14MC 34P
Ban Belakang : 80/90-14MC 34P

Sistem Pengapian : DC-CDI

DimensionPanjang x Lebar x Tinggi : 1,820 x 675 x 1,050 mm
Tinggi Tempat Duduk : 745 mm
Jarak Antar Roda : 1,240 mm
Jarak Ke Tanah : 130 mm
Kapasitas Tangki : 3,7 Liter
Berat Kosong : 87 Kg

Beberapa data kosong sengaja saya hapus. Mari dibandingkan dengan spesifikasi Yamaha Mio yang sekarang, Mio J, dengan kapasitas mesin sama – sama 115cc:
yamahamioj

Bila dirangkum, keduanya sama sama pakai mesin 113.7cc, diameter x langkah sama sama 50.0 x 57.9mm, sama sama 4 langkah SOHC 2 valve. Perbedaannya:
– Yamaha Mio lama: kompresi 8.8:1, berat kosong 87kg, tenaga 8.9ps, torsi yang dalam kurung (ha ha ha sengaja!) 0.88kgf.m.
– Yamaha Mio J: kompresi 9.3:1, berat isi 93kg, tenaga 7.75PS, torsi yang dalam kurung 0.80kgf.m.

Terlihat bahwa walau kompresi mesin lebih tinggi, Yamaha Mio J 15% lebih loyo, mungkin ini dilakukan untuk mengejar irit, seperti yang sudah diinformasikan oleh tmcblog.com:
Kayak apa iritnya Mio J menurut klaim Yamaha Indonesia ?

Bro sekalian, ternyata motor yang dikerudungin adalah Mio J he he he. … Nahh seperti kita ketahui, possitioning Yamaha Mio J yang telah mengadopsi YMJet Fi adalah motor yang tetap memancarkan aura performance khas yamaha namun dengan nilai plus efesiensi bahan bakar. Yamaha mengklaim Mio J lebih irit 30% dari mio sporty

Sepertinya membuat mesin lebih loyo 15% dapat membuat Mio J lebih irit 30%. Apakah itu bukti keunggulan teknologi dari YM-Jet FI? rasanya tidak. YM-Jet FI bukanlah teknologi yang bikin kencang dan irit, tapi teknologi yang bikin pelan dan irit. Ini disebut pula di iwanbanaran.com, bahwa memang YM-Jet FI itu adalah oprekan untuk buat motor lebih irit (kok mirip Blue Core ya?):
Kenapa New Jupiter-Z1 tidak dibekali RDB? nih dia jawaban Yamaha….

Last…..pada saat yang sama IWB juga bertanya, kenapa YIMM tidak mengaplikasi teknologi YM-Jet FI terhadap simoped?. Diwakili oleh pak Abidin…jawabannya cukup singkat dan padat yakni tergantung objectivitas. Karakter YM-Jet FI lebih menekankan irit signifikan pada economical zone. Sesuatu yang nampaknya kurang cocok diaplikasikan ke NJZ1 yang dinobatkan sebagai bebek dengan roh performa.

Kesimpulannya, bila melihat dari data yang ada, belum jelas terlihat keunggulan dari YM-Jet FI. Yang jelas adalah untuk kasus Yamaha Mio Sporty vs Yamaha Mio J, berdasarkan data spesifikasi resmi Mio J 15% lebih loyo daripada Mio Sporty. Jadi bila Mio J 30% lebih irit daripada Mio Sporty, rasanya kok wajar. Ini juga berdasar pengalaman pribadi saat pakai alat penambah tenaga, saat itu penambahan efisiensi membuat tenaga nambah 15% atau setara dengan kendaraan dengan cc 15% lebih besar, penambahan irit menjadi sekitar 30% juga. Jadi dari penilaian pribadi kalau untuk cara normal, kalau efisiensi tetap, mengorbankan tenaga 15% tentunya bisa dipakai untuk bisa lebih irit 30%.

Irit ala Yamaha Blue Core dicapai dengan mengorbankan tenaga


Artikel sebelumnya menunjukkan bahwa implementasi Blue Core di motor sport dilakukan dengan mengurangi tenaga untuk bisa mencapai konsumsi bahan bakar yang lebih baik. Kali ini akan diulas implementasi Blue Core di motor matic.

Bila dibandingkan dari spesifikasi, ternyata praktek oprekan yang sama juga dilakukan di model matic, tenaga dikurangi untuk membuat lebih irit. Ini buktinya:
Spesifikasi Yamaha Xeon RC (125cc):
xeonrc

Spesifikasi Yamaha GT-125 (125cc):
gt125

Spesifikasi Yamaha X-Ride, 115cc sebagai pembanding:
xride

Dan ini spesifikasi resmi Yamaha Mio M3 yang pakai “teknologi” Blue Core (125cc):
miom3

 

Terlihat bahwa tenaga Mio M3 cuma 7kw sementara motor 125cc Yamaha yang lain 8.4kw. Sementara motor 115cc tenaganya adalah 5.7kw. Tenaga Mio M3 pas ditengah tengah antara motor Yamaha lain yang 125cc dan 115cc, ini sepertinya sesuatu yang disengaja. Jadi cc dinaikkan, tapi tenaga dikorbankan untuk mengejar irit.

Jelas bahwa “teknologi” Blue Core itu intinya mengejar irit walau harus mengorbankan tenaga.

Seandainya saja Mio M3 itu tetap pakai mesin 115cc, maka bisa saja implementasi “teknologi” Blue Core akan membuat motor tidak laku karena tenaga berkurang terlalu banyak. Jadi Yamaha “terpaksa” mengakali dengan memakai mesin 125cc walau tetap dengan harga 110cc, harga release hampir sama dengan harga Honda Beat yang 110cc.

Namun Yamaha perlu waspada. Harus dipikir semoga nanti Yamaha tidak dikenal dengan merek barang murah karena pasar Indonesia ini nggak suka barang murahan…. Mahal gampang rusak tidak apa apa yang penting mentereng…

Blue Core ternyata sudah diterapkan di motor Yamaha model sport juga yaitu Yamaha FZ-S FI Version 2.0 alias Byson India


Nggak tahu sudah ada yang bahas atau belum tapi hari ini nemu berita tentang Blue Core yang diterapkan di motor laki Yamaha FZ-S FI Version 2.0, yang dirilis di India:
Perkenalan teknologinya:
bluec1

Ini tampang motornya:
bluefzs

He he, ternyata salah perkiraan, walau memang sudah bakal menyangka bahwa Byson yang bakal diupgrade ke Blue Core tapi ternyata cc nggak dinaikin, mungkin juga harga nggak dibanting, sori. Walau memang sungguhan bodi lebih ringan dan sepertinya tenaga dikurangi. Silahkan dibandingkan sendiri, berikut spesifikasi Yamaha Byson Indonesia vs Yamaha FZ-S FI Version 2.0 (nama kok panjang banget ya?).

Yamaha Byson Indonesia
bluc2byson

Yamaha FZ-S FI Version 2.0 India (perhatikan bahwa nama link juga mengikutkan kode Blue Core!)
bluec3spec1
bluec4spec2

Terlihat torsi diturunkan mungkin untuk mengejar irit. Berat lebih ringan 5 kg.

Jadi, nggak cuma mio saja yang diberi “teknologi” Blue Core, yang motor sport juga, tinggal ditunggu kapan Yamaha akan release ke Indonesia.

Persoalan kualitas yang bikin pikir pikir untuk beli motor Honda


Ini murni pendapat pribadi. Ceritanya panjang.

Berdasar dari keinginan anak untuk bisa merasakan naik CBR150R. Belum beli, masih cuma rencana yang semoga bisa terlaksana. Yang pertama menjadi pertimbangan adalah kenyamanan atau kepraktisan baru kemudian model. Bila menilai soal performa, Suzuki Satria yang menjadi pilihan. Namun keluarga tidak setuju, karena terkesan kurang gagah, walau tampang lumayan tapi tidak seperti motor laki. Pilihan model jadi jatuh ke motor laki yaitu V-ixion, CB150R, R15, lalu CBR150R. Ninja tidak dihitung karena kekhawatiran soal 3S, sementara Pulsar selain dianggap tidak terkenal dan modelnya tidak bagus, juga karena Bajaj sepertinya tidak terlalu perduli dengan kenyamanan. Mungkin kalau pingin motor murah tampilan bagus lebih baik milih Viar VSR daripada Pulsar, toh mesin sama – sama 200 cc.
viar

Karena sisi kenyamanan pula R15 tidak diikut sertakan, gaya berkendara dan boncengan tidak cocok bagi yang sudah berkeluarga, tiadanya pegangan belakang menunjukkan bahwa produsen memang mengharapkan agar “ojo digawe goncengan”, tidak dipakai berboncengan. CB150R terkalahkan oleh CBR150R karena selisih harga sedikit dan tampilan. Daripada setengah setengah beli CB150R lalu dikasih fairing (yang harganya lumayan mahal) sekalian pilih yang CBR150R. V-ixion masih jadi pertimbangan. Mungkin bagus bila diberi fairing R25, namun tetap kelas terasa beda. Rasanya kok lebih tinggi kelas CBR150R walau performa kalah. Sehingga CBR150R yang akhirnya menjadi pilihan utama. Namun ada hal yang menghalang, yaitu soal kualitas dan reliabilitas.

 

Yang pertama dari niatan dari pihak produsen sendiri yang dengan sengaja menurunkan kualitas dari CBR150R. Disebutkan bahwa cbR150R lokal menggunakan material yang murahan:
iwanbanaran.com – Apakah kualitas material Honda CBR150 versi lokal nanti setara dengan Versi Thailand??….

”K45 itu lagi di garap oleh pihak AHM, CBR local itu memang tidak sama dengan CBR Thailand. AHM akan terus jual CBR Thai, jadi dijual bersama-sama dengan CBR local. Banderol memang beda jauh, mesin secara kasat mata memang sama, tetapi materialnya sangat berbeda untuk menghemat cost. Bisa dibuktikan dengan material mesin K15 berbeda dengan material mesin CBR150 Thai. Jadi performancenya tidak akan setara dengan CBR Thai. Sebab kalau seandainya AHM berani menggunakan material mesin yang sama persis dengan CBR Thai, banderol tidak akan semurah ini…

Pihak Jepang juga sudah menyetujui perbedaan material ini. Karena mesin CBR150R aslinya bukan mesin biasa yang bisa menggunakan material biasa, kalo pun materialnya di down grade, itu bakal sangat berpengaruh sama performancenya. Karena itu plan AHM motor K45 itu untuk pasaran local aja dan kalau K45 seandainya akan di export ke luar negeri, material mesin revisi ulang, material mesin akan disamakan dengan CBR150R Thai. (khusus export). Untuk local material mesin akan sama dengan K15..“

Yup…itulah informasi dan ungkapan dari sosok yang tidak mau disebutkan jati dirinya. Sosok yang disinyalir tahu betul dan terlibat langsung dengan project K45.

Produsen lain tidak melakukan itu. Motor yang diproduksi dan dipakai di Indonesia justru diekspor ke luar negeri. Seperti contohnya Yamaha R15:
iwanbanaarn.com – Nih dia perbedaan Yamaha YZF R15 versi Thailand dibanding lokal…

Bro dan sis sekalian….saat dipabrik Yamaha pusat Pulogadung IWB berkesempatan melihat secara dekat beberapa produk R series yang akan dieksport keluar negeri. Salah satu yang menjadi perhatian IWB adalah R15. Yup….motor yang baru dirilis YIMM beberapa bulan lalu tersebut ternyata sudah ada versi Thailand. Mereka akan mengimpor dari Indonesia secara utuh alias CBU. Karena penasaran…..IWB segera nyamperin beberapa unit R15 versi Thai untuk melakukan pengecekan secara detil apa sih perbedaan dibanding R15 lokal?. Berikut hasil investigasinya….

Secara kasat mata, nyaris plek tidak ada perbedaan. Baik dari striping, warna ataupun komponen yang dijejalkan khususnya swing arm yang dijejalkan juga menggunakan merk Endurance. Konfirmasi ini juga diberikan mekanik dilokasi yang menyatakan spesifikasi R15 Thailand tidak ada perbedaan dengan lokal. Sepertinya pihak Yamaha ingin menjadikan R15 sebagai global product sehingga spek sama persis baik dinegara satu dengan lainnya. Mantep wis.

Atau Suzuki Address.
Suzuki Indonesia Siap Ekspor Skutik Address ke 20 Negara

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mantap akan melakukan ekspor ke sejumlah negara. Kali ini dilakukan divisi roda dua dengan memasarkan skutik baru Address ke Jepang, Australia, hingga beberapa negara di Eropa. Pesaing Honda Beat dan Yamaha Mio itu akan menyambangi 20 negara pasar ekspor.

Motoo Murakami, Managing Director 2W SIS mengatakan bahwa Suzuki Indonesia dipercaya mengekspor Address karena sudah menjadi pemroduksi sepeda motor berkubikasi kecil sejak lama. ”Saya berharap produk Indonesia akan meraih reputasi positif dengan penjualan yang baik di pasar global,” kata Marukami, (5/12/2014), di Jakarta.

Jadi terlihat bahwa motor Honda CBR150R yang seharusnya kelas atas itu menggunakan material yang tidak layak untuk diekspor. Cuma pantas di jual di Indonesia. Ini membuat saya kuatir.

 

Yang kedua adalah kenyataan dilapangan dari motor dengan basis mesin sama, yaitu CB150R, banyak timbul masalah yang sepertinya bersumber dari kualitas bahan. Dari penuturan pengguna CB150R terungkap bahwa pengguna CB150R harus siap mogok di jalan karena masalah sepele. Sebagai contoh tutup busi yang sobek ternyata bisa bikin mogok di jalan. Barang ini sepertinya sepele tapi ternyata dijual lumayan mahal dan ternyata tidak selalu tersedia. Yang bikin heran mengapa kok bisa sobek ya? Seharusnya yang pegang cuma bengkel saja. Kalau sudah sobek maka motor akan sering mogok saat hujan karena pengapian akan konslet karena air.
copbusi
Inden pun bisa lama, sampai bulanan, mungkin karena barangnya harus impor!
Tanggapan Honda Motor untuk Bapak Ichsan

Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan yang dialami Bapak Ichsan terkait surat pembaca di detik.com, Rabu (19/02), yang berjudul “Kepala Busi CB150R Robek, Spare Part Tak Ready Stock”.

Kami telah menindak lanjuti keluhan yang disampaikan oleh Bapak Ichsan dan menyelesaikan permasalahan dengan baik. Telah disampaikan pula prosedur pemesanan part Import yaitu part Kepala Busi.

 

Kemudian berikutnya soal per persneling yang bisa patah. Saat patah, motor jadi tidak bisa dipakai. Yang repot walau harga komponen ini murah, termasuk barang langka yang bila pesan inden, bisa sampai lebih dari berbulan-bulan juga! Mungkin ini masuk garansi, tapi apa yang bongkar mesin jadi dibuat gratis juga? kok rasanya enggak. Karena sifatnya langka maka biasanya diakali atau diganti dengan punya model lain.
pirpersneling

Ini juga pernah dibahas di website lain seperti di cicakkreatip.com yang mengutip versi cetak dari Motor Plus. Dimana disebutkan bahwa walau harga cuma RP 3000, inden bisa dari 2 minggu sampai 3 bulan.
Honda CB150R Ngak Bisa Masuk Gigi Gan…!! Ini Lo Komponen Yang Ambrol…!!

 

Kemudian berikutnya soal gigi starter yang rompal. Gigi rompal ini sepertinya hanya terjadi pada edisi awal saja. Namun ini tetap mengkhawatirkan karena ini bukti bahwa kualitas dikompromi untuk menurunkan harga. Ini juga banyak dibahas di website lain seperti di motorexpertz.com yang juga menyebutkan inden perlu nunggu lama:
gear-driven-starter-cb150r
Waspada Gear Ompong di CB150R StreetFire

Part lain yang terancam antara lain bisa dinamo starter rusak, klep bengkok karena patahannya akan terjepit gigi sentrik ataupun gigi camshaft. Jadinya, gak bakalan optimal juga ke kinerja motor, bradsis.

“Untuk mencegahnya, yaa harus ganti yang baru lagi. Tapi, konsumen harus bersabar, dikarenakan untuk pemesanan part gear starter ini cukup lama juga, antara satu bulanan kurang lebih. Ya, paling cepat 2 mingguan,” terang brader yang enggan disebut namanya.

Kemudian berikutnya soal suara klotok – klotok. Penyebabnya pada bagian chamshaft holder. Juga sering dibahas, contohnya di pertamax7.com, semoga sekarang sudah tidak ada yang mengalami itu lagi:
camshaft-holder-honda-cb150r_thumb
klaim camshaft honda CB150R klotok ada yang sampai 4 bulan mas bro

begini om, saya beli motor cb150r bulan january, kemudian claim suara klotok2, bln februari, dan pengerjaan penggantian spare part bulan juni 13,

walaupun lama menunggu namun saya puas dengan hasil saat ini, sudah tidak ada suara klotok-klotok, dan free tanpa dipungut biaya,

 

Kemudian berikutnya soal pengerjaan bodi.
Honda CB150R…Setela Pegas Shift Arm Patah, Lah Kok Sekarang rangkanya Yang Patah..!! Adaapa..?
rangka-cb150r-5

Dudukan Prolink di Swing arm Honda CB150R patah ?
foto-dudukan-prolink-honda-cb150r-patah_thumb

Terus terang masalah – masalah diatas membuat ragu untuk menjatuhkan pilihan ke CBR150R. Apalagi motor ini masih terhitung baru dan komponen – komponennya juga menggunakan komponen yang sama dengan CB150R. Dilihat dari katalog, komponen CB150R yang bermasalah diatas juga dipakai di CBR150R. . Jadi sepertinya lebih aman menunggu respon dari pemilik CBR150R yang baru.

Tambahan:
Ternyata CB150R yang baru pun masih mengeluh tentang mesin berisik:
Keluhan Owner Adakah Solusi Lebih Baik Untuk Suara Berisik Honda All New CB150RPosted on 29 Februari 2016 by otoborn.com

Setelah pemakaian awal hingga service pertama semua baik baik saja. Masalah muncul dua minggu setelah selesai servis pertama pada tanggal 26 Oktober 2016. “Suara di area mesin waktu motor dihidupkan terdengar aneh dan mengganggu. Berisik sekali mas” ujarnya.

Sayangnya, beberapa minggu setelahnya kembali terdengar semakin kasar dan menjadi jadi. Tanggal 10 Desember 2015 kembalilah si NCB ditangani di bengkel resmi yang sama. Menurut beliau, ada sesuatu yang dipotong (rantai keteng?) sehingga kembali suara tidak seberisik sebelumnya. Namun tetap tidak nyaman didengar.

Sebelumnya sempat juga berkunjung ke beberapa forum diskusi untuk perbandingan masalah yang sama. Dari rekaman video suara area mesin yang mereka alami justru lebih berisik dari NCB kepunyaan Mas Lis. Dan dari beberapa yang mengalami kasus serupa juga mengalami perawatan yang sama, bahkan ada yang sudah sampai mengalami ganti komponen, namun masalah tetap ada setelah beberapa minggu kemudian. Walah… kalau penggantian kena biaya lalu masalah tidak hilang, sama juga bohong dong ya…

Meskipun memang kondisi Honda All New CB150R Mas Lis sedikit saja lebih baik dibanding NCB lainnya yang dishare di berbagai forum diskusi, tetap saja permasalahan ini meresahkan pemilik NCB dan juga membuat waswas ketika digunakan untuk support berjualan roti bakar enak buatannya.

ECU sepertinya juga tidak lepas dari kerusakan, biasanya cirinya motor keluar asap hitam, boros dan tidak bisa stasioner. Dilaporkan terjadi di motor CB150R.

Sebelum ini saya juga pernah punya motor Honda. Yang pertama adalah supra fit yang bodynya jadi bergetar kalau jalan agak kencang dikit karena masalah pada roda belakang. Nggak pernah bisa diatasi. Lalu supra fit x new yang walau cc nya cuma seratus borosnya tetap minta ampun. Suara mesin juga berisik mulai dari saat baru, motor buatan cina yang mesinnya mencontoh mesin Honda justru suarannya jauh lebih halus hampir tidak terdengar. Jadi motor Honda yang saya kualitasnya dibawah motor buatan cina. Posisi rantai yang nggak pas juga membuat motor ini jadi megal megol kalau di jalan yang bergelombang. apalagi kalau yang nyetel montirnya nggak tahu bahwa nyetel rantai supra fit x new harus saat dinaiki, bukan saat sandar tengah, jadinya terpaksa sedia kunci pas untuk nyetel rantai sendiri setiap habis dari bengkel. Selama itu nggak pernah ada montir yang tahu persoalan tersebut.

Sepeda spin sudah punya lama, suara mesin sudah berisik karena sering dipakai top speed, tapi kalau jejer dengan vario atau honda beat yang lumayan gres, tetap saja mereka yang lebih berisik mesinnya. Juga pernah pinjamin cemenite ke teman untuk dipasang ke varionya, komentarnya adalah vario jadi jalan tanpa suara mesinnya, lha selama ini berarti kedengaran dong suara mesinnya, padahal vario punya baru beberapa bulan. Saat spin belum pernah dipakai kencang, mesin hampir tanpa suara.

Sepertinya persoalan kualitas lebih ke komponen yang bukan bagian dari mesin utama. Dari spesifikasi mesin DOHC Honda punya kemampuan sangat tinggi, bila yang lain batas maksimal putaran mesin dibatasi hingga 10 ribu rpm, punya Honda bisa sampai 12 ribu rpm. Model downgrade di CB150R pun bisa sampai 11500 rpm. Sementara ini belum pernah dengar ada masalah di piston ataupun klep. Yang kena masalah adalah komponen yang sepertinya diproduksi oleh sub kontrak. Sifat dari produksi sub kontrak biasanya adalah dikejar waktu dengan keuntungan mepet untuk bisa berkompetisi dengan kontraktor lain. Sehingga barang seringkali dibuat terburu – buru dengan kualitas se pas mungkin, tidak berlebihan, yang penting bisa diterima oleh kontrol kualitas internal Honda.

Juga sepertinya masalah banyak terjadi pada barang yang kualitasnya susah diukur dari luar seperti contoh diatas yaitu tutup busi, per persneling dan starter gear. Walau begitu ada saja laporan tentang kelolosan uji kualitas untuk yang lebih tampak seperti misalnya kualitas rangka sehingga ada beberapa konsumen yang menerima rangka berkarat atau kurang kuat las – lasannya.

Masalah lain adalah sepertinya pabrik Honda sendiri juga sudah over capacity, sehingga barang yang kualitasnya masih kurang, ternyata tetap bisa lolos entah karena untuk memenuhi kuota produksi atau karena keteledoran. Diharapkan Honda bisa lebih meningkatkan kualitas baik dari segi bahan yang dipergunakan ataupun kontrol kualitas terhadap komponen yang di sub kontrakkan. Kan percuma sudah punya motor keren tapi mogok saat dipakai pamer, malunya tentu minta ampun. Bagi yang mengandalkan motor untuk kerja, kehandalan motor sangat diharapkan, mogok di tengah jalan bisa jadi sangat merepotkan dan merugikan. Langkanya sparepat pun sangat mengganggu, masa ya motor harus dikandangkan sambil menunggu partnya datang? Kan jadi percuma beli motor? Masa harus beli lagi untuk cadangan?

Oleh karena itu, konsumen yang beli motor Honda harus jeli untuk mengamati kualitas dari semua bagian motor. Bila sudah punya, maka jangan sungkan sungkan untuk melapor semua yang terasa tidak beres ke bengkel resmi, karena untuk servis Honda termasuk yang terbaik. Pelajari semua kelemahan produk dan menyimpan stok komponen murah yang penting. Baik juga bila gabung ke grup Honda setempat untuk belajar dan berkomunikasi tentang masalah yang mungkin timbul, seringkali juga bisa sangat membantu dalam mencari komponen langka.

Jadi untuk soal beli motor Honda, terus terang masih mikir mikir mikir…Atau mungkin nunggu Suzuki mengeluarkan motor fairing 150cc…