Membikin grafik kurva tenaga ala dyno dengan data dari video akselerasi


Sebelumnya penulis sudah membuat artikel untuk mengetahui kekuatan mesin / horse power dengan menggunakan data dari video akselerasi:
Mencoba menghitung power hp / dk dari video akselerasi, 27 November 2014

Kali ini penulis mengembangkan lebih lanjut dengan menggunakannya untuk membuat kurva grafik tenaga atau istilahnya dyno chart seperti yang biasa dihasilkan dengan dyno. Prinsipnya sama, dengan memakai video akselerasi.

Untuk video akselerasi, idealnya dilakukan pada gigi yang sama mulai dari rpm serendah mungkin. Dari data akselerasi tersebut, kita bisa menyimpulkan karakteristik dari mesin.

Berikut video yang saya pakai:

File yang saya pakai untuk menghitung bisa didownload di link berikut:
hitungan rumus hp dari kecepatan

Dan berikut hasil hitungannya:
hitungan kecepatan ayla

Terlihat hasil grafik tenaga menunjukkan tenaga berada di puncak di rpm 5200.

Mengetahui kurva grafik tenaga akan bisa membantu bro memanfaatkan kendaraan secara maksimal. Mungkin tidak seakurat kalau pakai dyno, tapi kalau keperluannya hanya untuk mengetahui estimasi kurva tenaga, cara ini juga bisa dipakai.

Silahkan mencoba bro. Silahkan sharing hasilnya juga.

Update:
contoh lain, Avanza Matik 1.3 VVTI. Kebetulan ada data dynonya.

Video akselerasinya:

 

Hasil perhitungannya:
kurva-tenaga-vs-dyno-dari-avanza-1-3-vvti

 

Terlihat bahwa kurva yang dibuat dari kalkulasi bentuknya mirip dengan hasil uji dyno.

Hasil dyno diposting di link berikut:
[GT] 2013 ALL NEW TOYOTA AVANZA 1.3 G A/T 4MATIC BLACK MICA

Dari perbandingan video akselerasi terlihat perfoma mobil LCGC bisa setara dengan MPV/SUV


Update:
Dari banyak membaca testimoni dan dari video atau secara langsung melihat akselerasi Ayla/Agya lain, rasanya yang menjadi penyebab utama kelemahan performa di kenyataan dari Ayla/Agya adalah karena kompresi mesin yang tinggi dan bensin dari pertamina yang kualitasnya tidak sama dari bensin di luar negeri. Modif memperbesar pasokan udara (contohnya filter ferrox, port & polist, atau sport exhaust) pada Ayla/Agya justru bisa mengurangi tenaga karena kebutuhan oktan meningkat, sementara kebutuhan oktan asli sudah tinggi (Oktan 92/pertamax). Performa sepertinya baru bisa dirasakan bila menggunakan pertamax plus yang punya oktan 95 atau bila menggunakan aditif atau seperti yang diterapkan penulis yaitu dengan alat pengubah sifat bensin.

Kelemahan ini sepertinya juga menjalar ke merek lain di Indonesia. Kendaraan yang menggunakan pertamax plus atau pakai aditif atau pakai alat performanya akan jauh meningkat sehingga bisa setara dengan kendaraan kelas diatasnya. Kendaraan akan jadi lebih kencang dari kendaraan setipe. Ini bisa dilihat contohnya pada perbedaan performa antara video postingan Indonesia dan video postingan luar negeri. Video postingan luar negeri lebih kencang dari video postingan lokal. Walau mesin dan spesifikasi lain sama persis, bahkan misalkan kendaraan sama sama dibuat oleh pabrik yang sama (misalkan sama sama buatan Thailand atau buatan Astra Toyota), performa bisa jauh beda karena kualitas bensin yang beda.

Contohnya Toyota Wigo yang buatan Astra Indonesia, dengan spesifikasi yang sama persis dengan Toyota Agya yang juga buatan Astra Indonesia, beberapa orang di Filipina berani klaim bahwa 0-100kpj bisa dicapai dalam waktu 12 detik. Sementara itu kalau di Indonesia, 0-100kpj dalam 15 detik saja dianggap hanya bisa dicapai dengan modif mumpuni (modif selain turbo dan ECU). Untuk performa orang Filipina biasa pakai oktan 91, sementara orang Indonesia biasa pakai pertamax oktan 92.

Mobil Murah Agya-Ayla Berubah Nama Jadi Wigo, Senin, 3 Februari 2014 15:37 WIB

Toyota Wigo sendiri dibuat di pabrik Astra Dihatsu Motor di Kawarang, Jawa Barat, yang tetap mengambil basis Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Mobil ini akan diekspor ke Filipina sebanyak 6.000 unit sepanjang tahun 2014 ini.

Performa juga sering tidak sesuai dengan spesifikasi. Sebagai contoh soal tenaga puncak. Di spesifikasi Ayla/Agya disebutkan punya tenaga puncak di 6000 rpm, namun dalam kenyataan, banyak yang bilang tenaga mesin ngedrop bila sudah diatas 4500 rpm. Menurut penulis ini juga bisa karena kualitas bensinnya kurang, karena dari video performa wigo yang pakai bensin Filipina atau mobil penulis penurunan tenaga tidak begitu terlihat bila dibanding dengan Ayla/Agya umumnya.

Oleh karena itu bisa dibilang perbandingan berikut tidak fair. Walau mobil penulis pakai premium tapi sudah dilengkapi alat perubah bensin.

 

Artikel asli:
Penulis penasaran terhadap performa mobil Daihatsu Ayla yang penulis miliki. Selama ini bila dipakai keluar kota rasanya kok tidak lambat lambat amat, rasanya setara dengan mobil mobil lain di jalan, kadang juga lebih kencang. Dari data yang diposting di majalah majalah juga seharusnya performa tidak kalah dengan mobil kebanyakan. Tapi anehnya banyak orang yang bilang bahwa mobil LCGC lebih lambat dari mobil MPV seperti Innova atau Avanza, termasuk juga dari pendapat pemilik Ayla / Agya yang lain.

Oleh karena itu penulis mencoba melakukan perbandingan dengan mobil mobil yang sering kita temui dijalan. Dan ternyata hasilnya mengagetkan, tidak sama seperti yang diklaim kebanyakan orang. Memang benar ada mobil yang lebih mantap performanya daripada Ayla, namun yang bikin kaget adalah ternyata ada mobil yang diklaim lebih cepat justru performanya lebih jelek daripada Ayla.

Untuk video video berikut, penulis menggunakan video akselerasi Ayla di gigi 3. Performa akselerasi di hanya gigi 3 tidak bisa sebaik bila memanfaatkan rpm dengan tenaga besar, yaitu bila memakai gigi yang menyesuaikan dengan kecepatan. Namun karena penulis tidak punya video 0-100, maka hanya video itu yang bisa penulis pakai. Perbandingan bila menggunakan shifting optimal bisa dilihat di video berikut yang dilakukan pada kembaran Ayla di Malaysia, Toyota Wigo:
ayla vs Toyota Wigo 1.0 MT 2014 Speed Test 0-120kmh

Mobil lain menggunakan video 0-100. Ada yang matik, adapula yang manual, namun dari video yang penulis koleksi, beda performa dari yang versi matik tidak berbeda dari yang versi manual. Justru kadang yang manual lebih lambat karena shiftingnya nggak bisa cepat. Perbedaan bisa dilihat pada berapa kecepatan pada saat shifting (saat rpmnya mendadak turun), bila di sekitar 40km/h berarti manual, bila di lebih dari 60km/h berarti matik. Mesin diesel biasanya rpm maksimal di spedo adalah 6000, sementara mesin bensin rpm maksimal lebih dari 8000.

Video kedua mobil yang dibandingkan di sinkronisasi di kecepatan 50km/h. Disertakan juga gambar screenshot saat mobil mencapai 100km/h agar lebih mudah membandingkan.
 

Untuk pertama perbandingan dengan LCGC lain dulu:
Khusus video berikut, dilakukan di gigi 2 dan sinkronisasi di kecepatan 30km/h:
ayla vs suzuki wagon r, setara

suzuki wagon r setara dengan daihatsu ayla

ayla vs Toyota Innova Diesel Run Test 2KD, innova kalah

Toyota Innova Diesel Run Test 2KD kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Kijang Innova 0-100 kpj, setara

Kijang Innova 0-100 kpj setara dengan Daihatsu Ayla

ayla vs toyota Innova 0-100 km, setara

toyota Innova 0-100 km setara dengan Daihatsu Ayla

ayla vs All New Kijang Innova 2016 Diesel A T 0-100 Acceleration, setara

All New Kijang Innova 2016 Diesel A_T 0-100 Acceleration setara dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Toyota Innova 0-100 kph First Run Test, setara

Toyota Innova 0-100 kph First Run Test setara dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Akselerasi Toyota Avanza Veloz 1500cc A T setelah TUSS dan OptiK, setara

Akselerasi Toyota Avanza Veloz 1500cc A_T setelah TUSS dan OptiK setara dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Toyota Avanza 1 5 0-100, avanza kalah dikit

Toyota Avanza 1.5 (0-100) kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Grand New Avanza 1300cc 0-100 km/h 15 second, avanza kalah dikit

Grand New Avanza 1300cc 0-100 km_h 15 second kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Test speed avanza 0-120km/h, avanza kalah dikit

Test speed avanza(0-120km_h) kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Daihatsu Terios 2007 from 0-100 km, terios kalah dikit

Daihatsu Terios 2007 from 0-100 km kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Akselerasi Nissan Grand Livina 1500cc AT setelah TUSS OptiK, livina kalah dikit

Akselerasi Nissan Grand Livina 1500cc AT setelah TUSS OptiK kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Akselerasi Mazda 2 A T setelah TUSS OptiK, Mazda 2 kalah dikit

Akselerasi Mazda 2 A_T setelah TUSS OptiK kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Toyota Rush Acceleration 0-155Km/h, setara

Toyota Rush Acceleration 0-155Km_h setara dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Performance Test Isuzu Panther with 4JA1 L Turbo Diesel Engine, panther kalah

Performance Test Isuzu Panther with 4JA1-L Turbo Diesel Engine kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Isuzu panther Performance Test 0-100 Kph, panther kalah

Isuzu panther Performance Test 0-100 Kph kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs isuzu panther test 0-100 kph, panther kalah

isuzu panther test 0-100 kph kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Honda freed run 0-100km, freed kalah dikit

Honda freed run 0-100km kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Datsun GO GO test speed 0-130km, datsun go kalah

Datsun GO _ GO test speed 0-130km kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs indonesian wagonR karimun standart full ac 0-100kpj 21dtk, wagon r kalah

indonesian wagonR_ karimun standart full ac 0 100kpj 21dtk kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Suzuki Ertiga R3 acceleration 0-100 km/h, setara

Suzuki Ertiga R3 acceleration 0-100 kmh setara dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Topspeed Suzuki Ertiga 20 174 km h in 50s downhill at purwakarta km 97, setara

Topspeed Suzuki Ertiga (20-174 km_h in 50s) downhill at purwakarta km 97 setara dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Toyota Innova D4D powerplug with BOV 0 100kph 16second, innova kalah

Toyota Innova D4D powerplug with BOV 0-100kph 16second nggak bisa menang lawan ayla

Ayla vs S MODE 0 100 In Different Modes On 2014 Honda City SV CVT, city menang

Ayla vs S MODE

Ayla vs D MODE 0 100 In Different Modes On 2014 Honda City SV CVT, setara

Ayla vs D MODE

ayla vs Akselerasi Nissan Evalia automatic setelah di TUSS dan di OptiK, Evalia kalah:

Akselerasi Nissan Evalia automatic setelah di TUSS dan di OptiK kalah dengan Daihatsu Ayla

ayla vs DAIHATSU LUXIO 1,5L STANDART 130KM H

DAIHATSU LUXIO 1,5L STANDART 130KMPH setara dengan Daihatsu Ayla

ayla vs Suzuki Swift 1.4 automatic

Suzuki Swift 1.4 setara dengan Daihatsu Ayla

Jadi, kalau dibandingkan pakai video, sebenarnya performa dari Daihatsu Ayla bisa dibilang sebanding dengan mobil MPV atau SUV yang ada dipasaran. Nah maasalahnya, mengapa orang pada bilang lebih lambat? Menurut penulis ini karena grengnya mesin kecil tidak terasa. Sementara grengnya mesin cc besar sangat terasa, sehingga walau spedo nggak maju maju, perasaan drivernya seakan akan sudah cepet banget.

Seperti membandingkan Isuzu panther dengan Ayla. Dari yang penulis rasakan, tarikan Panther terasa sekali dibandingkan dengan Ayla. Panther saat di gas terasa grengnya, tidak seperti di Ayla, namun greng yang kuat tersebut tidak disertai dengan peningkatan kecepatan. Sehingga bila sungguhan dibandingkan, terlihat bahwa performa mobil tidak bisa dinilai hanya pakai perasaan saja, nggak bisa cuma pakai feeling. Sayangnya banyak yang mengandalkan itu dan jadinya punya sugesti yang salah.

Honda dan Yamaha adu semboyan garang, Suzuki tidak mau kalah


Sebelumnya penulis sudah membahas bagaimana Yamaha mengeluarkan semboyan yang arogan. Kemudian walau tidak searogan Yamaha, Honda juga ikut mengeluarkan semboyan yang garang juga. Barusan penulis baru sadar bahwa Suzuki juga ikut mengeluarkan semboyan yang garang juga.

Semboyan Yamaha adalah:
INI JALAN KITA,
#NAKEDEVOLUTION, #LAMPAUIDIRIMU
semboyanyamaha

Dari Honda:
INI BARU GENERASI JUARA,
PERFORMA SANG PENAKLUK (CB150R), AKSI TANPA BATAS (SONIC)
semboyanHondaCB150Rsonic

semboyanHondasonic

Suzuki mengimbangi dengan:
NYALAKAN NYALI,
RULE THE TRACK (ADDRESS), MAKE A SPEED TAKE THE LEAD (INAZUMA), THE RACE BREED (SATRIA F150)
semboyansuzukiaddress

semboyansuzukiinazuma

semboyansuzukisatria1

semboyansuzukisatria2

 

Menurut bro keren yang mana? Secara pribadi penulis tidak suka dengan semboyan Yamaha.

Artikel sebelumnya:
Semboyan Yamaha V-ixion Advance “Ini Jalan Penguasa” yang bikin emosi
Kompetisi iklan Honda vs Yamaha sekarang mengarah ke arogansi

Metode menambah tenaga pakai Cold Air Induction atau air bleed bisa membuat mesin tidak normal bila berlebihan


Sekarang ini banyak sekali yang memanfatkan metode penambah tenaga Cold Air Induction atau sering disingkat CAI. Walau di luar negeri metode ini mengacu pada mengubah saluran hisap ke lokasi yang lebih dingin, di Indonesia metode ini mengacu pada membocorkan pipa vakum, yang bila di luar negeri lebih umum disebut sebagai Air Bleed.

Contoh implementasi sebagai berikut:
COLD AIR INTAKE ( CAI )

Karena metode yang murah dan mudah, banyak orang yang menerapkan cara ini. Karena mudah dibuat, cara ini juga jadi lahan bisnis yang populer. Namun banyak yang tidak tahu bahwa metode ini punya efek negatif yang bahkan bisa membuat mesin tidak bekerja normal.

Dari segi fungsi, CAI ini dikatakan dapat menambah tenaga, lebih irit, ngelitik berkurang, menanjak jadi lebih bertenaga. Namun berdasar testimoni dari yang sudah pakai tidak semuanya itu benar.

Penulis jadi tergelitik membahas ini karena testimoni dari salah satu konsumen yang tertarik dengan produk pro capacitor. Konsumen tersebut punya kendaraan Avanza yang sudah pakai banyak sekali alat penambah tenaga, namun anehnya masih ngelitik / knocking pada rpm tertentu. Walau dari yang disebutkan tidak menyebut CAI, penulis curiga karena seharusnya dari banyak modif yang disebutkan tidak membuat masalah ngelitik tersebut terjadi. Dan memang benar ternyata konsumen tersebut juga menggunakan modif CAI. Dan ternyata setelah CAI dimatikan knocking jadi jauh berkurang. Walau juga terbantu dengan pemasangan pro capacitor tapi mematikan CAI efeknya lebih besar.

saya sudah pakai magnet macem xpower di pipa saluran bensin & 9power di kabel busi, nano card di filter udara, turbo ventilator, nitro obd2, PCV juga saya beri air boom nano twister, busi juga udah ganti iridium, udah carbon clean & flush oli mesin, cuman kadang masih ngelitik di 2500-3000 rpm pada gigi 3,4. Pakai premium / pertamax rasanya juga masih sama. Kalau di tanjakan parkir mall engga bisa langsung injak gas penuh, karena akan ngelitik di 2000-2500rpm.

Oh iya betul, saya pakai cold air intake cuman bikin sendiri.

Ternyata memang benar setelah kran setelan udara dari cold air intake saya tutup, mobil lebih jarang knocking. Mungkin pasokan udara nya jadi kebanyakan yg membuat campuran bbm jadi lean. Setelah power coil nya saya taruh di kabel yg masuk ke arah mesin dkt master rem, knocking nya jadi hilang waktu kick down (langsung injak pedal gas full), cuman belum dicoba di tanjakan mall.

 

Jadi bisa terjadi situasi dimana menggunakan CAI justru bikin kendaraan ngelitik. Ini berbeda dari klaimnya. Mungkin testimoni berikut juga membantu mengenali bagaimana rasanya pakai CAI:
Katanya “Cold Air Induction (CAI)”, September 13, 2012

setelah dicoba, awalnya rpm mesin dalam keadaan idle naik… gas diinjek responya cepet, tapi setelah gas dilepas, rpm langsung drop dan mesin pincang/mbrebet… terus saya coba tutup ujung selang CAI dengan jari, rpm idle kembali normal. saya coba buka tutup rpm naik kembali. Ternyata dibutuhkan keran untuk mengatur debit udara yang masuk.

Tes CAI Bogor Bandung Via Puncak, September 21, 2012

Senin, 17 September, jam 6 pagi berangkat dari rumah. Mengantar istri ke stasiun bojonggede terlebih dahulu. Langsung tancap gas menuju tol kedung halang. tarikan terasa sedikit ngempos… sempet kecewa juga. tapi lumayanlah masih bisa jalan 130km/jam. memasuki daerah gadog, di tanjakan yang biasanya saya pake gigi 2, ternyata dengan gigi 3 masih kuat, dan RPM tidak drop. perasaan kecewa mulai sedikit berkurang. sampai pertigaan taman safari, hampir semua tanjakan saya pake gigi 3. mantab…. Bingung juga sih… tarikan ngempos, tapi buat nanjak kok malah jadi enak… sampai akhirnya turun masuk cianjur.

 

Sementara itu beberapa pemakai di mobil yang sudah pernah mencoba CAI (bisa dibaca di grup atau forum) mengatakan efek tidak terlalu terasa. Tenaga tidak bertambah namun respon mesin yang berubah. Jadi di gas sedikit sudah seperti di gas banyak, namun akselerasi tidak bertambah. Efek terasa seakan akan posisi injakan gas berubah lebih awal namun tenaga tetap sama, tidak ada perubahan. Ini dikatakan memberikan ilusi seakan tenaga bertambah padahal hanya posisi gasnya saja yang bergeser. Efek samping yang jadi perhatian adalah rpm idle yang naik walau mobilnya sudah pakai injeksi.

Efek samping juga disebutkan oleh seorang produsen kit CAI yang menawarkan versi yang sudah improvisasi di kaskus. Dikatakan bahwa versi improvisasi menghindari peningkatan rpm idle dan menghindari mesin bergetar:

“Keunggulan CAI 2.0 adalah CAI hanya bekerja saat pedal gas diinjak. Jadi udara bisa dimasukan lebih banyak tanpa membuat mesin getar atau RPM naik saat idle”

Jadi model yang hanya pakai selang dan keran justru bisa membuat mesin bergetar saat idle.

 

Pemasangan CAI juga tidak bisa sembarangan. Harus di setel. Di video berikut juga dijelaskan bahwa keran CAI disetel agar tenaga di putaran bawah nambah tanpa banyak mengurangi tarikan di putaran atas.

Jadi penggunaan CAI yang tidak tepat akan mengurangi tenaga di putaran mesin atas.

 

Dari logikanya, membocorkan vakum pipa tentu bisa mempengaruhi kerja komponen yang mengandalkan vakum. Kalau di motor contohnya adalah klep bensin, ada beberapa motor yang pakai kran vakum untuk aliran bensinnya. Ada juga motor yang menggunakan vakum untuk mengatur aliran udara dari knalpot ke saluran hisap, seperti yang ada di motor Suzuki Spin. Bila dilepas, maka tenaga justru turun dan mesin tidak mau idle.

Yang lebih berbahaya lagi adalah versi di mobil yang menggunakan selang vakum dari rem. Konsumennya ada yang laporan bahwa cara ini walau terasa menambah tenaga tapi kadang bikin rem terasa blong. Ini banyak terjadi pada implementasi CAI yang menggunakan HKS kompressor.

Di bengkel, penambahan alat ini bisa dijadikan kambing hitam juga:
Air Injection pada Vixion ternyata bikin pusing ECU?

 

Testimoni tambahan:

Norman Hasibuan: Kemarin malam pas saya italian tune up, ayla yg sdh pake map ecu obd2 dan cai. Mobil pas digerakkin nyundul2

 

Menurut penulis, CAI ini benar bisa bermanfaat. Namun tanpa pembatasan kerja atau cuma mengandalkan keran saja tidak cukup. Penulis merasa bahwa CAI ini berguna hanya pada rpm rendah saja. Walau pabrikan berusaha membuat campuran udara sempurna di semua rpm, namun dengan penambahan udara lewat selang vakum ini membuat campuran udara lebih sempurna bila setelannya benar. Namun ini tidak bisa diterapkan terus menerus dan difungsikan hanya pada saat tertentu atau paling tidak pada rpm tertentu juga. Ini tidak bisa dilakukan hanya mengandalkan selang dan keran saja.

Bila kita membandingkan fungsi, harga dan efek samping maka sebaiknya tidak usah menggunakan metode penambah tenaga ini. Metode penambah tenaga lain banyak yang bisa lebih membantu. Dan seperti contoh diatas, bila sudah pakai banyak penambah tenaga, pakai CAI justru bisa malah membuat mesin bekerja tidak sempurna.

Sebaiknya jangan pakai Cold Air Induction / Air bleed. Menambah masalah tanpa memberikan keuntungan berarti. Seandainya merasa berguna, sebaiknya sering sering dicek dan disetel agar tidak justru mengurangi kemampuan mesin.

Solusi mengatasi masalah kunci jok susah dibuka di motor Honda Beat


Umur motor Honda Beat ESP penulis baru beberapa bulan. Namun ternyata jok ternyata sudah jadi susah dibuka. Ini terjadi pas pada waktu mau mengisi bensin. Penulis harus berlama lama berjibaku dengan kunci. Mau dipaksa kuat kunci sudah mulai melengkung, mau dipaksa ditarik paksa takut plastiknya pecah karena joknya dari plastik. Untunglah saat itu dibantu sama petugas pom bensinnya yang sepertinya sudah hapal masalah jok bandel tidak mau dibuka di motor Honda.

Sampai di rumah, penulis mencoba menganalisa penyebab macetnya kunci jok tersebut. Cara kerja dari kunci tersebut tidak pakai mekanisme langsung, tapi ada bagian pendorong yang bila bagian mekaniknya tidak licin, bisa gampang tersangkut:

Bagian pengunci jok motor Honda Beat
Bagian pengunci jok motor Honda Beat

Terlihat bahwa ada bagian logam yang bersilangan. Mekanisme agak aneh, bagian logam yang diputar kunci mendorong bagian miring secara bersilangan untuk menggerakkan mekanisme pembuka kunci. Yang di video itu direkam saat sudah agak lancar. Sebelumnya mekanismenya seakan tersangkut pada saat masih setengah, dan membuat kunci jok tidak bisa terbuka.

Bila mekanisme tersangkut, sepertinya cara berikut ini lebih membantu. Daripada memaksakan untuk memutar kunci, badan kunci lebih baik digerakkan ke kiri atau ke kanan agar bagian yang menyangkut bisa terlepas dan kunci bisa diputar terus. Sebelumnya walau kunci dipaksa memutar hingga sampai sedikit melengkung, jok masih tetap tidak terbuka.

Bila susah dibuka, tekan kunci sesuai arah panah atau sebaliknya.
Bila susah dibuka, tekan kunci sesuai arah panah atau sebaliknya.

Semoga Honda mengembangkan bagian kunci ini agar lebih awet dan tidak gampang macet.

Menarik, mendorong atau menekan jok tidak akan membantu. Malah resiko akan merusak jok karena plastiknya bisa pecah bila dipaksakan. Yang bisa dilakukan adalah mencoba dari bagian kuncinya. Jangan juga dipaksakan diputar karena mekanisme bisa patah seperti yang diungkap pembaca. Jadi lebih aman dicoba di goyang goyang. motornya di coba dimiringkan ke kanan juga bisa membantu.

Untuk mencegah terjadinya masalah yang sama, agar tidak macet lagi saat buka jok, bagian yang berbenturan / bergesekan yang ditunjukkan diatas diberikan pelumas. Setelah diberikan pelumas maka mekanisme menjadi ringan dan jok bisa dengan mudah dibuka.

Untuk yang punya motor Honda Beat, sebaiknya perhatikan bagian ini. Bila sudah mulai terasa macet, segera lumasi. Bila dalam keadaan kepepet, gunakan trik diatas.

Tambahan:
Ternyata dengan dilumasi, penyakit masih muncul. Jok bisa dibuka dengan goyang kiri kanan beberapa waktu sambil memutar kunci. Setelah penulis selidiki lagi, maka solusi berikut lebih permanen:
– bengkokkan bagian yang terayun / terdorong pengungkit ke arah depan. Ganjal dulu bagian tengah besi tipisnya, lalu tekan ujungnya sehingga lebih bengkok ke depan.

Penyebab macet adalah karena saat tuas pengungkit mendorong, besi tipisnya terdorong kebelakang juga sehingga bikin macet. Setelah besi tipisnya dimajukan ke depan, tekanan pengungkit ke besi tipis bisa memutar lebih lancar. Jok jadi lebih mudah dibuka

Spakbor belakang yang makin tidak jelas fungsinya karena tidak melindungi dari cipratan air dan terlihat bikin jelek


Penulis sebelumnya sudah sempat merasa aneh karena spakbor belakang (rear fender) motor baru kok makin lama makin kecil ukurannya. Pikiran ini kembali muncul setelah melihat foto MT-15 di websitenya mas Iwan Banaran:

Spakbor MT-15 kok tidak menahan cipratan air
Spakbor MT-15 kok tidak menahan cipratan air

Terlihat bahwa lumpur becek menyiprat ke atas. Seandainya motor melaju kencang maka bisa dipastikan bagian belakang baju dan bagian dalam celana akan kotor semua. Kalau sudah begini, terus apa gunanya pakai spakbor?

Kalau dikatakan spakbor gunanya untuk memperindah, penulis tidak setuju. Karena terbukti banyak bro yang ingin memperindah motornya dengan melepas spakbor. Kalau dikatakan untuk tempat menempelkan plat nomer, yang maksa masang plat nomer di kolong bodi juga banyak. Berikut contohnya:

SANYO DIGITAL CAMERA
Ninja yang spakbornya dilepas dan plat nomer ditaruh di bawah bodi

Bila spakbor tidak bisa berfungsi menahan cipratan air, tidak bisa mencegah kotoran agar tidak mengenai baju, plat nomor bisa dipasang di bawah bodi, lalu tampilan justru lebih jelek bila pakai spakbor, mengapa tidak sekalian dilepas saja spakbornya?

Atau ganti desainnya jadi seperti berikut, menempel roda, menutup tidak cuma separuh tapi sampai kebelakang, walau contohnya model harley, mestinya bisa diterapkan di motor sport juga:
motorcycle4

Mirip yang seperti berikut ini tapi lebih menutup dan sekalian spakbor belakang aslinya dilepas, namanya hugger:
r1200gs_hugger_mod05
p135rearfender
nanggung

Tentunya spakbor model begini tidak akan begitu merusak penampilan. Tetap terlihat sporty tapi baju nggak kotor kalau hujan. Untuk plat nomor, bila dibawah tidak boleh, dibuatkan dudukan diatas lampu belakang namun dibelakang pegangan tangan mestinya lebih bagus, bisa juga dipasang di bagasi tambahan.

Cara memperpanjang umur aki kering motor atau lampu emergency yang sudah mulai lemah


Sekarang ini aki kering sudah banyak dipakai di motor. Aki yang sama juga sering terpasang di lampu emergency, UPS nya komputer, dan alat lain yang bisa di charge. Keunggulan utama adalah posisi aki bisa dibuat seenaknya, namun sepertinya kalau di motor dibuat posisinya selalu tegak.

Trik berikut bisa dipergunakan untuk memperpanjang umur aki kering. Ini hanya bisa diterapkan pada aki kering yang voltasenya masih normal namun tenaganya sudah mulai lemah, misalnya starter motor susah atau lampu emergency redup walau sudah di charge.

Walau dikatakan aki kering, bagian dalam aki kering masih mengandung air. Air bisa habis karena panas atau keseringan overcharge atau memang umur. Saat air mulai berkurang maka kapasitas juga akan mulai berkurang. Berkurangnya kapasitas ini tidak sama dengan berkurangnya voltase. Berkurangnya kapasitas ditandai dengan berkurangnya kemampuan menghasilkan arus. Karena arusnya berkurang, maka starter motor jadi tidak bertenaga, sehingga motor lebih susah menyala.

Bila dibuka, aki kering akan ada lubang yang tertutup karet. Kita bisa mengisi air dari lubang itu. Contoh bisa dilihat di foto berikut, maaf lagi tidak sempat buka aki motornya, tapi intinya sama

SANYO DIGITAL CAMERA
Aki kering lampu emergency
SANYO DIGITAL CAMERA
Aki kering UPS

Setelah diisi air maka kapasitas aki akan meningkat. Bila masih lemah, bisa dicoba ditingkatkan kapasitasnya dengan rangkaian semacam berikut ini, biasa dinamakan rejuvenator. Untuk versi ini namanya radiant charger, yang berikut ini murni inovasi penulis, bebas untuk dicoba.

stingo6ampdirection

Saya sudah pernah melakukan trik ini beberapa kali. Namun harus diingat bahwa trik ini tidak berlaku untuk aki yang voltasenya sudah drop atau elektrodenya sudah berkarat.

Selamat mencoba.

Jangan pakai pertalite bro! tenaga motor berkurang


Pertalite sekarang ini sudah tersedia di banyak SPBU. Mungkin pembaca sudah banyak yang mencoba pertalite dan membandingkannya dengan premium ataupun pertamax. Kalau kata pertamina sendiri adalah:
Energia weekly – 27 April 2015 NO. 17 TAHUN LI

Sementara itu, Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, mengungkapkan bahwa produk Pertalite Ron 90 memiliki kualitas bahan bakar yang lebih baik dibanding Premium. Ia juga meyakini masyarakat akan beralih ke Pertalite daripada tetap menggunakan bensin Premium.

pertalite

Energia Weekly – 5 Oktober 2015, NO. 40 TAHUN LI

Dari hasil turun langsung menjual Pertalite itu, lanjut Zainal, manajemen juga ingin mendengarkan langsung masukanmasukan dari konsumen terkait produk baru ini. “Alhamdulillah responnya bagus. Rata-rata yang sudah pakai Pertalite bilang tarikan ke mesin jadi lebih enteng,” ungkapnya. “Bahkan becak motor pun ada yang sudah pakai Pertalite,” lanjutnya.

Energia Weekly – 10 Agustus 2015, NO. 32 TAHUN LI

JAKARTA – Pertamina melakukan tatap muka dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk menyosialisasikan kelayakan Bahan Bakar Minyak (BBM) varian baru Pertalite bagi pengguna kendaraan bermotor. Ekonom Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) ITB, Tri Yuswidjajanto Zaenuri yang ikut hadir dalam acara tersebut menjelaskan, masing-masing bahan bakar minyak seperti Premium dan Pertamax memiliki perbedaan signifikan dengan Pertalite. “Secara umum, Pertalite lebih irit ketimbang dengan Premium,” ungkap Tri.

Uji coba untuk kendaraan roda dua dilakukan pada motor jenis Honda Beat 110 cc Full Injection (FI), Honda Vario 125 ccFI, dan Yamaha Vixion 150 ccFI. Sedangkan roda empat pada jenis Toyota Camry, Toyota Avanza, dan Mercedes. Secara performa, lanjut Tri, Pertalite lebih baik dibanding Premium namun masih dibawah Pertamax.

 

Katanya begitu, namun dari beberapa testimoni kenalan, banyak yang mengungkapkan bahwa tenaga mesin pakai pertalite tidak sehebat janji tersebut. Bahkan ada yang klaim bahwa pakai campuran premium dan pertamax terasa lebih bertenaga dan lebih irit daripada pakai pertalite.

Bagi yang ingin irit uang, tentu premium tetap menjadi pilihan utama. Terlepas dari klaim bahwa premium tidak akan dihapuskan tentu pembaca sudah tahu sendiri bahwa itu tidak bisa jadi jaminan, pemerintah bisa saja secara tiba – tiba mengumumkan pengentian penjualan premium demi alasan ekonomi.

Apalagi memang sudah diklaim bahwa pertalite dikeluarkan tujuannya untuk mengurangi kerugian pertalite.
Energia Weekly – 17 Agustus 2015, NO. 33 TAHUN LI

Belum lagi upaya Pertamina dalam memberikan pilihan kepada konsumen dengan meluncurkan produk baru, seperti Pertalite. Dengan produk baru tersebut, Pertamina berusaha mencari solusi untuk mengurangi kerugian akibat melemahnya harga crude. Selain tentunya sebagai bukti bahwa Pertamina selalu mengedepankan customer satisfaction sehingga masyarakat dapat memilih bahan bakar yang digunakan sesuai dengan kemampuan ekonominya.
Jadi, ketika tahun 2015 pemerintah menggaungkan tagline “Ayo Kerja” di usia 70 tahun negara ini, sesungguhnya Pertamina tiada henti bekerja demi mengejawantahkan kemandirian energi untuk bumi pertiwi.•

Bila yang pakai premium masih jauh lebih banyak, maka bisa jadi akan ada aturan yang memaksa masyarakat untuk pakai pertalite. Sesuai dengan semboyan pemerintah sekarang untuk meminta masyarakat mencari uang lebih keras, “ayo kerja”.

Untuk mempromosikan, pertamina juga bekerja sama dengan go-jek:
Energia weekly – 21 September 2015, NO. 38 TAHUN LI

“Ini adalah win-win solutions. Go-Jek berkomitmen menggunakan produk Pertamina, seperti BBM non subsidi Pertalite dan pelumas Pertamina,” jelas Ahmad Bambang.

Untuk penulis sendiri, selama premium masih tersedia, lebih memilih pakai premium saja. Toh kendaraan masih bisa irit, kencang dan bisa dibikin nggak berisik walau pakai premium. Penulis juga tidak percaya pertalite tenaganya lebih ok, toh banyak teman yang tidak puas dengan performa pertalite. Mereka lebih menyarankan campuran premium dan pertamax, kalau memang tidak ingin pakai premium dan pertamax dianggap terlalu mahal.

Seandainya pertalite dijual dengan harga yang sama dengan premium, penulis lebih memilih pakai premium. Kalau memang butuh tenaga nambah ya mending mencampur dengan pertamax atau pakai aditif, toh juga penulis sudah pakai modif penambah tenaga yang juga merubah sifat bensin. Dengan modif ini premium terasa lebih bertenaga daripada pakai pertamax. Mau adu dengan yang pakai pertamax pun no problem, apalagi kalau cuma dibanding dengan pertalite. Pertalite terasa tidak bermanfat bagi penulis. Penulis cuma bisa berharap agar premium akan tetap ada.

Bagaimana kesan bro terhadap pertalite?

update:
Karena penasaran maka penulis memutuskan untuk mencoba pertalite. Untuk lebih fair, penulis terlebih dahulu melepas semua modif pro capacitor / cemenite yang ada di motor penulis. Penulis pakai dulu beberapa hari untuk lebih hapal respon mesinnya.

Ternyata hasilnya mengecewakan. Tenaga saat pakai pertalite lebih parah daripada waktu isi bensin yang paling basi. Tarikan serasa kurang, motor susah diajak akselerasi, kecepatan juga berkurang. Setelah penulis balik lagi ke premium, tenaga terasa mulai pulih kembali.

Sepeda motor penulis sengaja dibuat dengan setelan irit. Namun dengan pemakaian pertalite, seakan setelan jadi lebih irit lagi. Saat kembali ke premium, campuran bensin terasa lebih kaya.

Efek di mesin juga parah, mesin terasa lebih panas waktu pakai pertalite. Mungkin pertalite itu mirip dengan alkohol, oktannya tinggi tapi tenaganya kurang.

Ini bikin penulis jadi berpikir, mengapa kok sampai ada yang mengaku pakai pertalite tenaga nambah? Berikut kemungkinan yang penulis pikirkan:
– Saat mencoba, pertalite masih baru keluar jadi bensinnya masih fresh. Jadi yang coba sebenarnya membandingkan antara bensin basi dan bensin segar. tentu hasil tidak seimbang
– kendaraan yang coba setelan mesinnya terlalu boros, sehingga saat diberi pertalite yang simpanan tenaganya kurang, tenaga mesin justru bertambah
– yang coba tidak sadar bahwa yang dirasakan sebenarnya tenaga berkurang, dikira tenaga nambah padahal justru berkurang

Kesimpulannya, sebaiknya hindari pertalite, bila ingin pakai oktan tinggi mending pertamax, atau kalau dana kurang pertamax campur premium.

Update:
di bulan Agustus 2016 tempat pengisian premium sudah mulai dikurangi. Bila pertalite sudah bukan lagi campuran dari pertamax dan premium dan aditif, maka tenaga pertalite bisa jadi akan lebih baik. Paling tidak tenaga jadi setara dengan premium (dengan asumsi oktan sudah cukup). Karena sudah pernah dibahas sebelumnya bahwa untuk membuat premium 88, pertamina mencampur bensin impor 90 dengan naphta untuk mengurangi oktan. Dan ini sempat penulis rasakan dimana tenaga pertalite setelah premium langka menjadi lebih baik. Namun ini bisa jadi belum merata di semua SPBU.

Update lagi:
Ternyata salah impresi. Bila setelah pakai pertalite, memang pakai premium tarikannya terasa sama. Akan tetapi, bila sudah beberapa minggu pakai premium, setelah pakai pertalite akan terasa tenaga berkurang. Jadi ada sesuatu di pertalite yang mengganggu kerja mesin. Dan efek baru hilang setelah beberapa minggu pakai premium lagi.

Update:
Artikel ini hanya membahas soal tenaga. Penelitian di kutip di artikel berikut:

Untuk soal irit, sepertinya memang pertalite lebih irit. Penulis curiga bahwa pertalite itu ditambahi pelumas. Sehingga motor yang kebanyakan pakai oli mesin jelek akan bisa sangat merasakan perbedaan dari pemakaian pertalite.

Jadi misal Honda Beat yang harusnya akselerasi dan top speed dihambat sama oli AHM jadi bisa akselerasi lebih baik karena di bensin ada olinya juga.

Menghindari masalah knalpot mengebulkan asap


Mungkin pembaca pernah melihat motor yang walau sudah 4 tak tapi mengebulkan asap. Mungkin ada yang menyalahkan pabrikan, menganggap knalpot berasap karena kesalahan produksi. Memang bisa jadi seperti itu. Namun kenyataannya yang mengalami masalah knalpotnya berasap bukan cuma satu tipe saja, tapi semua tipe dan bahkan semua merek.

Menurut penulis, masalah knalpot berasap terjadi terutama adalah kesalahan pengguna.

Menurut penulis masalah terutama berhubungan dengan oli yang dipakai. Tidak bisa dipungkiri bahwa pihak pabrikan seringkali menggunakan komponen yang pas – pasan. Kalau olinya jelek, maka seringkali komponennya yang tidak tahan.

Oli tidak hanya berfungsi melumasi mesin. Oli harus juga kompatibel dengan komponen mesin seperti misalnya seal. Ini disebutkan dalam referensi pengujian oli. Disebutkan bahwa salah satu syarat kelulusan adalah kompatibilitas dengan beberapa jenis karet:

– Elastomer compatibility: Polyacrylate Rubber; Hydrogenated Nitrile Rubber; Silicone Rubber; Fluorocarbon Rubber; Ethylene Acrylic Rubber

Bila oli tidak kompatibel, maka oli bisa merusak seal. Biasanya ini terjadi dengan cepat. Problem terjadi beberapa kilometer atau beberapa hari setelah ganti oli. Kadang bisa terjadi langsung besok paginya.

Penting untuk menghindari oli yang bisa membikin rusak seal. Sayangnya kita tidak bisa mempercayai tulisan yang ada di bungkus. Kita cuma bisa berharap oli yang kita beli tidak palsu dan isinya sesuai dengan yang tertulis dibungkus.

 

Masalah knalpot berasap juga bisa terjadi bila telat ganti oli. Oli yang lama bisa mengalami oksidasi. Oksidasi ini akan membuat oli mempunyai sifat asam. Dan seperti diketahui, asam mempunyai sifat korosi. Sifat korosi ini bisa menggerogoti mesin atau komponennya.

Masalah juga bisa terjadi bila pengguna tidak sadar bahwa oli sudah berkurang. Saat oli berkurang maka mesin bisa menjadi sangat panas. Panas ini bisa mengurangi umur dari seal atau komponen lainnya.

Jadi, untuk mengurangi resiko knalpot berasap, pergunakan oli yang bagus dan selangkan waktu untuk memeriksa oli secara berkala. Seandainya ada cacat produksi, paling tidak masalah tidak akan separah yang pakai oli ala kadarnya.

V-Belt lemah yang bikin Honda Beat ESP nggak cocok untuk main akselerasi ngedrag


Barusan ini penulis merasakan bahwa Honda Beat penulis jadi tidak enak dipakai setelah dipakai akselerasi kuat. Masalah belum pernah timbul sebelumnya, namun biasanya akselerasi maksimal dilakukan saat sendirian. Saat itu penulis sedang berboncengan dengan istri dan balita. Penulis mencoba melakukan akselerasi dari 0 sampai 40 kpj, nggak sampai kencang tapi akselerasi dimaksimalkan. Setelah akselerasi tersebut motor dijalankan di kecepatan konstan. Di saat berjalan di kecepatan konstan tersebut reaksi dari motor serasa seperti karet, reaksi gas tidak spontan dan terasa ada membal membalnya. Reaksi dari mesin yang biasanya lumayan halus jadi terasa sedikit bergetar.

Sebelumnya penulis juga pernah melakukan akselerasi maksimal, namun saat itu dalam kondisi tidak dimodif (modifnya lepas), jadi tarikan terasa lemot dan tidak bertenaga. Saat terjadi masalah, modif sudah dipasang sehingga tenaga terasa lebih kuat. Sepertinya penambahan tenaga inilah yang membuat sistem transmisi tidak mampu untuk bekerja dengan benar. Seandainya tenaga mesin masih lemot seperti standardnya Honda Beat ESP pada umumnya, masalah transmisi ini bisa tidak terjadi karena sistemnya masih sanggup.

Untungnya masalah tidak permanen. Paginya kondisi sudah normal lagi, sentakan terasa halus dan tidak membal lagi. Bisa jadi karena overheat atau semacamnya.

Masalah sepertinya baru akan terjadi bila kendaraan diakselerasi maksimal di kecepatan rendah dengan muatan yang mendekati maksimal. Masalah bisa jadi tidak akan keluar bila motor dipakai sendirian saja atau bila tidak pernah akselerasi maksimal walau berboncengan. Jadi sebaiknya walau tenaga lemot, Honda Beatnya jangan diupgrade dan bila akselerasi yang kalem kalem saja. Pakai di kecepatan tinggi rasanya tidak terlalu masalah. Untuk jaga – jaga, sebaiknya walau Honda Beatnya masih lemot / masih standard / belum diupgrade, jangan sering sering melakukan akselerasi maksimal bila berboncengan. Hati hati juga saat ditanjakan. Ada kemungkinan pemakaian rpm rendah di tanjakan yang panjang juga akan membuat masalah ini timbul.

 

Kalau dari informasinya sepertinya Belt di Honda Beat ESP ini lebih baik dari Honda Beat FI sebelumnya:
Kupas Tuntas Honda Beat ESP series VS Honda Beat FI . . . Bagian Mesin ( Part 1 ) December 22, 2014
belt roller honda Beat

Sebenarnnya jarak poros antar pulley di CVT tetap sama, namun karena Movable drive Honda Beat eSP lebih besar, maka Drive Belt nya jadi ikut ikutan lebih panjang nih dari 805 mm di bealt drve Beat FI lama menjadi 820 mm di Honda Beat eSP baru . .. ini lumayan banget lebih panjang 1,5 cm . . . ini lah yang tmcblog sempat tanyakan di sesi Q&A dengan Pak Sarwono Edhi . . . apakah belt lebih panjang akan membuat tarikan tidak responsif nantinya?

Jawaban pak sarwono Edhi adalah . . . panjangnnya belt drive itu dikarenakan kemiringan dari Movable drive namun tidak mempengaryuhi performance (menurunkan performance karena jarak pulleynya sama)

Lalu Rollernnya pun dibuat lebih berat 2 gram perpiece, ( bobot roller beat eSP 15 g-roller beat FI 13 g) dengan jumlah roller yang tetap yakni 6 roller . .. diameter roller beat eSP dibuat lebih kecil 0,11 m dibanding roller beat FI . . . dan kembali di sesi Q&A tmcblog tanya lagiii . . . * nanya mulu nih hehehe Lho kenapa dibuat lebih berat dan lebih kecil?

Jawaban Pak sarwono edhi adalah . . . Secara total . . . ada perbaikkan perfomance di Low dan mid rpm dengan membuat Roller jadi lebih berat dan perbaikan movable drive jadi lebih lebar dan perbedaan kemiringannnya.

Penulis curiga masalah ini terjadi pada matic Honda yang lain, termasuk juga Honda PCX dan vario. Silahkan baca ulasan dan komen pembaca di artikel berikut:
Satu Tahun Bersama New Honda PCX 150, Apa Kekurangan dan Kelebihannya? 09/10/2015

Jika CVT kotor maka getaran pada setang dan kaki sangat mengganggu, terasanya pada saat stop dan go.. kalau sudah jalan sih normal. Ini karakter PCX yang sulit hilang sejak gen lawas..Yang KBY lakukan untuk menanggulanginya adalah dari yang paling mudah hingga melakukan servis berkala.Yang termudah dengan menahan rem depan dan memutar gas hingga motor ingin melaju. Tahan sekitar 5-10 detik, biasanya setelah itu getarannya hilang.Yang kedua adalah melakukan penggantian pelumas mesin dengan yang lebih baik (lebih encer lebih licin) seperti pelumas untuk mobil. Hal ini juga tokcer menghilangkan getarannya untuk jangka waktu cukup lama…

10. Speed Man – 09/10/2015
Sama dengan vario 125ku mang, kalo v belt kotor getarannya kya jalan di bebatuan dan bikin pegel. tapi kalo varioku tak paksain malah mesinnya bunyi klotok” pas idle. pernah minta utk dibersihin cvtnya di ahass malah ditolak, katanya gak boleh dibuka sebelum 10rb km. walahhh

33. DmNc – 12/10/2015
buru diical we sblm harganya jatoh krn versi lokalnya nongol. kl geter coba ganti ke v-belt aftermarket. ane nyoba di vario ade ane lemayanan.

 

Sepertinya solusinya adalah dengan menggunakan Belt racing, mungkin macam TDR:
MERANCANG MESIN BALAP MATIC (1)

V-belt seperti rantai, tugasnya meneruskan putaran mesin sampai roda belakang skubek. Kendalanya sampai sekarang belum didapat v-belt racing yang kuat dari standar. Akhirnya buat balap, tetap pakai standar namun lebih cepat ganti.

Coki alias Yessy Liga Siswanto dari JP Racing sudah pernah riset. Bahkan, beberapa v-belt racing buatan luar dicobanya. Namun, tetap saja putus. “Itu terjadi di Mio drag bike 250 cc (22 dk) atau Mio road race 150 cc (15 dk),” kata Coki bek..
Sebagai solusi, tetap menggunakan v-belt standar. Namun batas pakainya lebih cepat. “Habis balap harus dilepas,” jelas Beny Pria ‘Baong’ Nursandi, pembalap seeded bangkotan yang kini melirik balap skutik
Goday, mekanik JP Racing kasih penjelasan rinci. Katanya demi keamanan setiap 15 lap harus ganti v-belt. Sebab berisiko fatal jika sampai putus. “Bahayanya seperti putus cinta. Iya puli depan (driven pully) kerap rompal akibat v-belt putus,” tambah Beny.

Itu ditangkap Mitra2000 yang terkenal dengan TDR-nya. Maklum, Mitra2000 sudah banyak bereksperimen, sebelum balap skubek rame. Masih ingat kan, skubek milik Mitra200 yang menarik mobil off-road bongsor. Nah, itu saja, V-BELT TDR gak putus-putus. Apalagi hanya menarik motor. balap-skubek(beni-mitra)—.jpg” title=”Beny Rachmawan. Berani diuji ”

Padahal, tuh skubek menghela beban yang ruar biasa berat. “Mitra2000 melakukan riset v-belt atas dasar standar. Basicnya, harus berpatokan pada v-belt asli pabrik. Itu yang dilakukan,” sebut Tedy Hartono, bos Mitra2000.

Singkat cerita, Mitra2000 yang bermitra dengan Bando Manufacturing Thailand (BMT) Ltd., yang tentu, bermarkas di Thailand. BMT sebagai penyuplai v-belt resmi pabrikan pabrikan Jepang. Punya basic atau ukuran kekuatan sabuk standar pabrik. “Khusus untuk TDR dibikin lebih kuat lagi,” rinci Tedy yang sedang ke Thai untuk menangkap Gajah Putih lalu diikat pakai v-belt TDR. Maksud, loe? Iya, itu tanda sabuk TDR kuat. He, he…

Pantas TDR berani jadi sponsor resmi balap skubek yang akan dipentas 4 seri sepanjang 2009 ini. “Bahkan TDR berani kasih kepada semua tim dan pembalap untuk memakainya. Ini komitmen Mitra2000 untuk membuat produk berkualitas,” timpal Beny Rachmawan, juru bicara TDR.

 

Karena sekarang sudah tahu kelemahannya, maka ya sudah, toh hanya dipakai terutama sama istri, pemakaian dibuat nyantai nyantai saja. Kalau untuk pembaca yang punya niat modif mesin Honda Beatnya, jangan melupakan untuk upgrade Beltnya juga.

Tambahan:
Berdasarkan informasi dari mas Yogas, sepertinya masalah yang terjadi di Honda Vario atau Honda PCX lain. Masalah mereka terjadi terutama saat start awal saja. Mas Yogas menyebutkan masalah terjadi karena kopling yang kurang besar / kurang mengigit. Menurut penulis bisa ada dua macam penyebab.

Yang pertama adalah bagian CVT. Belt pada sistem CVT terhubung pada dua as. Saat rpm rendah maka pemberat tidak mengapit sehingga bagian depan beltnya menempel langsung pada as, dan bagian belakang membesar karena diapit per, silahkan lihat video berikut untuk lebih jelasnya. Bagian depan dijepit dari reaksi pemberat sementara bagian belakang dijepit dari reaksi per:

Bila belt kendor atau kurang lebar atau per CVTnya lemah maka efek nyendal atau kurang mengigit saat start bisa terjadi. Bagian CVT biasanya kotor dan perlu dibersihkan dan diberi stempet ulang karena tidak terendam oli.

Yang kedua adalah bagian transmisi dimana ada mekanisme untuk menyangkutkan roda dengan putaran CVT. Di Honda mekanisme ini termasuk rawan. Bagian ini mempunyai bak oli yang terpisah dari mesin dan sering terlupakan. Saran penggantian oli biasanya 8000km, lebih jarang daripada oli mesin. Bila mekanisme tersebut aus, maka pada saat awal akan terasa nyentak atau kurang mulus saat awal. Oli mesin yang jelek akan memperparah keadaan.