Sering dibandingkan dengan Honda PCX, sebenarnya apa Yamaha NMax memang lebih unggul dari Vario 150?


Melihat review dari Yamaha NMax, sering sekali NMax dibandingkan dengan Honda PCX. Karena penulis belum pernah lihat secara langsung, terus terang penulis susah membayangkan apa sebenarnya yang bikin NMax lebih unggul. Kalau melihat dari harga, mungkin memang NMax lebih unggul dari Honda PCX, tapi kalau dibandingkan dengan Honda Vario 150, apa benar NMax lebih unggul? Ini yang penulis coba selidiki.

kobayogas.com bilang bahwa fitur dari Honda Vario 150 tidak sebanding dengan yang ditawarkan oleh Yamaha NMax:
Yamaha NMax – Sekali Hadir Tampar Dua Produk Sekaligus..!

Korban kedua adalah produk terbaru Honda yakni New Vario 150 eSP. Dengan harga Rp. 20,050 juta, berselisih 2 jutaan dengan versi 125 cc-nya, maka jika Yamaha NMax non ABS muncul dengan harga yang tersiar yakni Rp. 24,7 juta akan membuat Vario 150 seakan tak berdaya.

Apa yang ditawarkan Vario 150 tak sebanding dengan Yamaha NMax 155, katakanlah misal, NMax non ABS hadir dengan rem belakang teromol sebagai pembeda dengan versi ABS-nya, tetap saja NMax unggul pada spesifikasi mesinnya, kaki-kaki yang dual shock plus fitur speedometer yang sangat lengkap, MID, tripmeter, eco bar, jam digital dlsb you name it!! Perbedaan harga sebesar Rp. 4 jutaan seakan tidak ada artinya.

Sementara motogokil.com bilang bahwa fitur Honda Vario 150 justru lebih unggul dari yang ditawarkan oleh Yamaha NMax:
AHM Kena Pukulan “Jab” dengan Dirilisnya NMAX150, Hati-hati Akan Dibalas dengan “Upper Cut”
spec-dimensi-nmax-n-pcx-n-vario

Kalau dari penampilan dan ekslusifitas nmax150 memang paling digjaya. Tapi kalau ditinjau dari kepraktisan, performa, kelengkapan fitur, serta harga, sepertinya vario 150 masih bisa bersaing. Dengan pwr yang beda tipis dengan nmax, vario akan lebih lincah di lalulintas padat, karena wheel-base nya jauh lebih pendek (beda 7 cm). Dan saat dituntunpun akan lebih ringan karena perbedaan berat sangat signifikan, beda 18 kilo bro. Ketika melaju kencang bobot yang berat justru membantu kestabilan (nmax150 unggul), akan tetapi ketika mendorong metik masuk rumah, masuk gang atau ketika ban bocor (vario150 unggul), baru terasa bedanya.

Karena belum dirilis secara resmi, belum bisa diketahui apa feature yang akan diunggulkan oleh Yamaha di motor NMax ini. Tapi dari perkiraan blogger lain, fitur andalan berkisar pada bodiwork, roda gambot, shock ganda, pakai radiator, tangki bensin didepan, lampu LED, speedo yang ada MID nya (bisa lihat iritkah?), dan ABS.

Bentuk memang terlihat eksklusif, roda yang besar juga membantu menambah cantiknya penampilan. Saya setuju dengan mas Kobayogas bahwa roda yang tidak standard bisa jadi halangan, namun tentunya Yamaha akan memastikan ketersediaan dari ban bila konsumen butuh ganti. Soal shock ganda mungkin bisa jadi fitur andalan, tapi kalau hanya dibandingkan dengan produk Yamaha yang lain yang terkenal shocknya ambles kalau monoshock. Kalau dibandingkan dengan Vario, fitur double shock dari NMax ya 11:12 sama fitur mono shock di Vario 150.

Vario juga sama sama pakai radiator dan lampu LED, jadi fitur tersebut tidak bisa dibilang lebih unggul. Mungkin tangki bensin yang di depan ini yang bisa jadi unggulan. Apalagi kalau Yamaha pakai black campaign lagi bilang kalau pembuka jok pakai kunci depan itu sering macet setelah beberapa waktu, dan bikin susah kalau mau isi bensin (peristiwa seperi ini penulis lihat sendiri).

Soal fitus di mesin yang katanya pakai Blue Core dan VVA, menurut penulis tidak penting. Yang penting hasil akhirnya bagaimana. Apakah berarti akselerasinya ok atau tidak. Apakah jadi beneran lebih irit dan bertenaga atau tidak. soalnya sering dikatakan punya teknologi lebih unggul tapi kenyataannya terbukti kalau tidak mengorbankan tenaga ya mengorbankan iritnya.

Untuk soal MID yang lengkap mungkin nanti jadi dibesar – besarkan juga. Tapi untuk perbandingan, mobil yang ada MIDnya (penunjuk irit, trip, dst) justru mobil murah irit LCGC (low cost green car). Mobil dari dealer yang sama yang versi lebih mahal yang sama – sama dijajakan malah nggak ada. Apa nggak aneh? Jadi sepertinya MID cuma diberikan ke mobil yang bisa irit saja.

Untuk di NMax bagaimana? kalau NMax irit maka fasilitas bisa lihat irit dari display akan bisa bikin hati senang. Kalau justru boros, malah bikin sumpek rider bila selalu diingat – ingat kan: “aku boros, aku boros, aku boros…”. Tinggal lihat nanti uji tes irit yang dilakukan sama blogger yang berbaik hati mau melakukan pengetesan.

Video yang sering direferensikan adalah yang berikut ini.

Yang perlu diketahui adalah, sebenarnya NMax in pangsa pasarnya siapa? Karena terlihat bahwa seat heightnya tinggi (755mm) dan bodinya berat (127kg). Juga terlihat dari video bahwa posisi speedometer terletak di depan setir. Kalau yang nyetir pendek, selain harus berjinjit saat berhenti, juga harus mendongak kedepan kalau mau lihat speedometer, atau bediri di injakan kaki kalau masih nggak sampai juga. Ribet bagi yang posturnya kurang mendukung. Tapi masa ya harus meninggikan badan hanya untuk mau naik NMax? Kalau saran penulis sih sebaiknya kalau mau beli dipastikan dulu bahwa pengguna motor nanti bisa menggunakan motor Yamaha NMax ini dengan sempurna. Bawa yang mau pakai ke dealer dan suruh coba.

Ini mengingatkan penulis soal Vario. Vario Techno itu bodinya besar. Mungkin terlalu besar sehingga AHM mengeluarkan juga Vario yang bodinya lebih kecil juga. Masih ingatkan siapa bintang iklan Vario? Agnes Monica. Mungkin Agnes Monica dipilih juga karena bodinya lumayan berotot, sehingga tidak kesulitan saat menggunakan motor Vario Techno yang bodinya lebar dan lumayan berat. Tentu susah dibayangkan bila bintang iklannya yang lemah lembut, yang mau menegakkan motor saja susah.

Karena berat dari NMax yang sampai 25% lebih berat, maka tingkat kesulitan menjadi bintang iklan dari NMax menjadi jauh lebih berat. Bila benar NMax akan ditujukan ke pangsa pasar cewek juga, kemungkinannya bintang iklan akan pakai yang posturnya tinggi dan lumayan kekar. Jadi sepertinya bukan penyanyi tapi model catwalk yang sering fitness. Nggak mungkin pakai model dari kalangan penyanyi ala k-pop / girl’s band yang badannya imut – imut.

Siapa yang kira – kira bintang iklan dari NMax nanti? Model cewek siapa yang tidak kesulitan menggunakan standard tengah atau menegakkan NMax?

Terlepas dari itu semua, penulis berpendapat bahwa pasar NMax akan lebih terbatas dari pasar Vario 150. Yang menjadi penghambat utama adalah berat, sesudah itu tempat duduk yang tinggi, lalu velg dan harga. Yamaha NMax jelas punya keunggulan, namun sayangnya beberapa kelemahan tersebut membuat NMax jadi tidak mungkin bisa dipakai oleh sebagian orang.

Iklan

Bagaimana sebenarnya kesan dari pengguna Viar terhadap kualitas sepeda motor Viar?


Dari komentar yang diposting di blog ini, banyak yang meragukan tentang kualitas dari Viar. Karena menurut penulis hanya pengguna dari sepeda motor Viar saja yang bisa memberikan informasi yang lebih subyektif, maka penulis coba merangkum beberapa pendapat dari pemilik motor Viar terhadap kualitas sepeda motor Viar.

Namun untuk pengenalan, mari kita simak dulu review yang tersedia tentang motor Viar.
Review Viar Vix-R 150: Test Ride & Uji Performa

Menjajal ergonomi motor, ketinggian jok dari tanah tidak terlalu tinggi juga. Untuk riding position, sudut setang tidak terlalu merunduk, tapi sensasi sportnya masih cukup terasa. Mencoba masuk ke gigi 1 dan 2, tarikan motor cukup halus. Akselerasinya tidak terlalu besar, tapi handlingnya ringan dan enak dibawa untuk nyelip-nyelip. Dibawa di kecepatan menengah pun handlingnya masih lumayan stabil.

Kelemahan Viar Vix-R 150 mungkin ada di performanya yang tidak terlalu gahar di putaran atas. Tarikan setiap gigi tidak terlalu panjang. Selain itu, persneling perpindahan giginya juga agak keras / tidak langsam.

VIAR VIXR 150 RIDING EXPERIENCE

Sabtu 19 Juni 2010, saya menyempatkan hadir di acara testride Viar VixR 150 bertempat di area barat stadion maguwoharjo sleman yang biasa digunakan sebagai sirkuit gokart. Dari pengamatan saya kualitas fairing yang digunakan cukup baik dimana tidak ada cacat dalam pembentukan fairing ini. Untuk mesin sendiri menggonakan platform mesin CB series khususnya honda megapro. tenaga yang dihasilkan tidak lebih dengan motor jepang 4 tak 125 cc SOHC.

Saat pertama kali naik diatas motor ini, kesan pertama yang saya peroleh ialah “kayanya ga jauh beda dengan CBR yang asli :D”. putaran mesin maksimal hanya sebesar 10ribu. Satu hal yang perlu dijadikan catatan yaitu : getaran mesinnya luaaaar biasa besar . saat saya mencoba zigzag berasa sangat mudah dibandingkan pulsar200 saya.

Viar memberikan jaminan garansi mesin selama 3 tahun. untuk Sparepart, tidak terlalu susah didapatkan apabila sparepart orisinil Viar sulit didapatkan mengingat mesin yang digunakan serupa dengan honda megapro.

Test Ride: Viar VixR 150

Mesin dinyalakan, dan suara mesin ketika stasioner cukup halus. Ketika ditarik, kami merasa ada hambatan. Mesin meraung kencang, tapi akselarasi masih kurang agresif. Tapi untung, perbandingan gear Viar VixR dibuat rapat-rapat sehingga tenaganya masih tertolong.

Perbandingan gear satu dan limanya memang dibuat berat, hingga tenaga di putaran bawah terasa loyo. Namun ini akan menguntungkan ketika motor berada di kecepatan tinggi. Putaran mesin akan tetap rendah dan bermanfaat untuk menghemat bahan bakar.

Soal handling, Viar VixR cukup lincah. Suspensi upside down di bagian depan menyokong laju motor ketika bermanuver. Rem belakang yang sudah menggunakan ABS (Antilock Breaking System) masih belum mampu menghentikan sepeda motor tanpa mengunci roda. Direm mendadak, Viar Vix R tetap mengunci ketika motor hampir berhenti.

Test Ride Viar Vix-R 150 dan VSR 200 (4 – Habis): Biar Nggak Penasaran Uji Akselerasi Ke Atas Mesin Dynomite

Dalam 3 kali run, didapat power maksimal dari yang mesin SOHC dengan bore x stroke; 62,0 mm x 49,5 mm ini sebesar 9,22 hp pada 8.755 rpm. Sedang torsi puncaknya tecatat 8,57 Nm di 6.937 rpm. Lumayan lah, meski mirip performa bebek.

Berikutnya, giliran VSR 200. Power tertinggi yang sanggup dimuntahkan mesin yang berdiameter piston 65,5 mm dan stroke 59,0 mm ini terukur 11,82 hp pada 7.660 rpm. Torsi terbaiknya sebesar 11,98 Nm di 5.990 rpm. Hmmm… but it’s ok lah!

ketika ngegas VSR200, akselarasi yang dirasakan lebih baik. Tapi sayangnya, getaran mesin terasa di rpm tinggi. Yang cukup jadi pertanyaan, apabila motor dalam keadaan statis, putaran mesin bisa melejit ke 11.000 rpm. Namun, ketika motor ini dipacu di trek panjang, putaran mesin cuma teriak sampai 8.000 rpm.

 

Video Viar VSR dapat dilihat di link berikut, suara mesin dan raungan memang mirip Honda GL Pro:

Di video yang terakhir suara mesin Viar VSR jauh lebih kasar dari yang lain. Di review terakhir juga menyebutkan rpm maksimal VSR di stasioner dan di jalan juga berbeda. Ini membuat saya berpikir jangan – jangan Viar model sport (VIXR dan VXR) itu kompresi mesinnya tinggi, sehingga butuh bensin oktan tinggi juga? Sayangnya kompresi mesin tidak disebutkan di spesifikasi.

 

Bila di review hanya menyebutkan kesan sepintas disertai dengan dugaan – dugaan, pemakai motor Viar ada yang mempunyai pendapat berbeda. Menurut pemakai motor Viar, Viar itu motor yang lumayan tangguh. Memang ada kelemahan, namun rata – rata pemakai Viar menerima kekurangan tersebut dan cukup puas dengan produk Viar.

Berikut adalah contoh testimoni dari pengguna Viar Star X100:
review 5 tahun bersama motor cina, bagaimana kualitasnya ?

Body si vira plek abis modelnya sama kayak supra x 125, semlohai mas broo, banyak yang ngira kalo ini supra beneran padahal mocin, kualitas body juga bagus, kencang dan tebal plastiknya, hingga 5 tahun masih belum ada bunyi bunyi aneh, batok pun masih seret, nggak kayak supra yang suka ngeluarin bunyi bunyi, hanya saja kualitas pernis memang kurang daripada mopang body belakang agak kusam.

Karakter mesin vira tergolong galak, pas barunya dulu sentil dikit bisa loncat itu motor, jadi harus kalem ngurut gas, Si Vira dipersenjatai dengan mesin berkapasitas 100 cc, awb kira torsinya besar, hanya saja getarannya emang lebih kerasa, mesinnya bandel jarang rewel, begitupun komsumsi bbm masih bisa tembus 1:50, lima tahun dipakai belum ngebul masih anteng aja, trouble yang pernah terjadi adalah stater error

Setelah lima tahun dipakai mika lampu mulai menguning, khas motor cina, reflektor depan juga sudah meleleh, tapi semua masih berfungsi dengan baik, troble kelistrikan yang sering terjadi ialah lampu depan yang sering mati, disinyalir karena kiprok sudah minta ganti, selain itu adalah kualitas saklar yang jelek, sehingga hampir tiap tahun mesti ganti saklar 👿 , sedangkan pengapian motor sampai sekarang masih aman.

Penuturan yang lebih banyak bisa dilihat di kaskus, dimana thread dibuat khusus untuk pengguna Viar. Disebutkan juga cara – cara mengatasi permasalahan yang sering terjadi pada Viar. Berikut contoh postingannya.
VIRUS [Viar Owner @Kaskus]

BEBERAPA MASALAH YANG TIMBUL PADA SEPEDA MOTOR VIAR DAN CARA MENANGGULANGINYA
vsR 200:
mengatasi suara kasar pada enjin (bawaan orok 😀 ) :

vx2 / tx 150:
mengatasi mesin brebet:
mengatasi stang bergetar:
mengatasi bunyi berisik dari arah belakang:
selongsong gas berasa berat:
kaki terasa panas saat berkendara:
shock usd berasa keras:
Mengatasi tembakan knalpot TX:

vioR:
mengatasi suara ngorok:
suara “jeduk” saat memposisikan dengan standart tengah:
suara kletek-kletek didalam knalpot:
suara “cethok!!” pada bagian depan:
jok berasa geal-geol pada bagian belakang:
electric start tewas:
suara besi beradu saat melibas jalan bergelombang:
gregel-gregel saat berakselerasi:
spakbor kolong gampang amblas:
suara decit saat membawa beban berat ataupun saat melibas jalan keriting:
bagian cvt belakang terdengar bunyi ‘srek-srek-srek-grek-grek-grek’ pada saat roda belakang diputar dengan tangan secara manual:
rem belakang kurang pakem:
kick start macet:
tombol klakson macet/tidak mau membal:
tutup tangki bbm kurang rapat:

star cx:
mogok setelah dicuci:

Beberapa contoh sharing pengalaman:

Beberapa hal yg saya alami:
-baut”nya banyak yg krg kenceng gan,jd kita musti ngecek bgtu kluar dr showroom.
-bushing engine mounting hrs rutin disemprot pelumas kl g bisa bunyi decit pas motor mantul”.
-spedometer pas 80km/jm g stabil jd jarumnya agak bergetar gt,stelah ane tanyain k mekanikny ktnya ‘gpp kok memang smua jg gt’ punya saya smp skg spedony fine” aja tuh msh bs bekerja dgn baik tp y it td pas 80 agak getar jarumya.
-kampas rem blkg krg menggigit kudu punya skill lebih buat ngerem si vio ini,hahaha
Tp lama” g kok gan.
-suara mesinnya agak aneh gan ky serak gt,tp pas uda jalan haluuuusss bgt.
-kulit jok harus ditata ulang kl dr pabrik jelek gan ibarat kulit cewek nih kurang kenceng,hehe, Solusinya bw k tukang jok suruh ngencengin aja.
-buat turing mantep loh gan
-larinya yg jelas kenceng gan ane pernah gas pol tp g penah liat spedo,hehe
-semplakannya empuk gan enak bgt
-tarikannya maknyus

Kesimpulannya sh dgn harga 8jt an vio trbilang worth it gan memang ada beberapa kekurangan tp yg namanya produk smua pst ada kurangnya gan produk jepangpun jg ada kurangnya.

http://www.kaskus.co.id/post/51863f9a1ed719206d000001

Biasanya permasalahan motor2 yang murah2 gini kualitas kelistrikannya rendah, ane udah 2x ganti cdi. Trs kualitas materialnya rendah juga. Tapi semua kembali ke kita sebagai pemilik, semakin kita perduli sama motor kita, semakin motor kita ramH sama kita

Intinya, ane merekomendasikannya untuk orang yang
1. Senang sedikit repot
2. Mengerti sedikit kelistrikan atau mesin
3. Seneng bongkar2 sendiri atau mau bongkar2
4. Suka riset part2 seperti agan ts atau agan2 pemilik tx yang pada kreatif
5. Tidak perduli dengan gengsi dari suatu brand

Tidak merekomendasikan kepada
1. Org yang cukup sibuk
2. Ga mau pusing dengan riset part substusi sampai modifikasi
3. Buta total mesin dan kelistrikan
4. Bengkel resmi/langganan jauh dari tempat tinggal

salam kenal.. ane masih pake Viar Cross X200..
kalau kualitas mesin selama ini tidak ada masalah sama sekali, trabas seharian dak ada kendala di mesin, malah orangnya yang lemes, sekarang Viar lagi buat proyek motor trail, di sini agak jarang yang pakai trail, lebih rame di pesbuk.

1. Karya bit pembuatan sebelum november 2014 harpa lebih berhati-hati dalam penggunaannya krn di bagian leher depan tiopis, ada baiknya coba bawa ke dealer pusat untuk di cek di bagyian lehernya, krn akibatnya fatal, tu leher bs patah, model sekarang besi pada leher udh lebih tebal dan ditambahkan plat baja..
2. untuk V1 jgn sekali-kali kehabisan bensin ya, klo kehabisan bs berabe meskipun sudah diisi akibatnya sering terjadi dinamo stater yg terbakar, solusinya klo pernah kehabisan ya bongkar tu bhody dan sedot tu bensin sehingga karburator keiisi bensin. untuk V2 masih dalam tahap pembenahan lebih baik, memang belum dilaunching.

ah yakin kuatan R15? endurance 2700KM PP bandung – malang – bromo – surabaya – jakarta kemaren pas mudik pake mocin lho pake tapak biksu velg 5,5 inch pula dengan berat rider + bawaan 90KG

R15 wani ora? kalau belom ada yg berani test, belom bisa dikatakan tangguh..

sekedar info aja, mocin 150-200cc banyak mengadopsi mesin berbasic GL/CB pabrikan jepang.. kalau nyang pecinta nih mesin, ud ga usah tanya lagi dah soal durabilitynya

jadi kalau soal durability mesin berani lah adu ama R15 doang mah..

tapi kalau top spit jangan berharap banyak dah,

biar kagak dibilang hoax ane tongolin gambarnya yaks beberapa

 

Seperti halnya membeli sepeda motor dari pabrikan lain, sepertinya lebih aman untuk tidak membeli produk yang baru saja dilaunching (V1). Lebih baik membeli produk lama yang sudah banyak pemakainya. Lebih baik juga bila bergabung ke komunitas Viar agar bisa dapat bantuan bila kesulitan.

Untuk 3S, sepertinya tidak masalah bagi yang lokasinya dekat dengan bengkel resmi. Walau ada juga keluhan bahwa onderdil di bengkel resmi lebih mahal dari merek lain.

Masih banyak sharing yang lain, silahkan disimak karena thread panjang sekali, sampai 157 halaman saat penulis membuat artikel ini. Dan rata – rata mereka saling share tentang bagaimana mengatasi masalah atau sharing trik, bukan soal curhat mau ganti motor lain, tanda bahwa mereka cukup puas dengan Viar.

Semoga ini bisa memberikan gambaran tentang fakta kualitas dan daya tahan dari motor Viar.

Alasan mengapa Viar harus memakai komponen impor dari Cina, bukan karena Viar motor cina


Mungkin banyak yang meremehkan Viar, Viar dianggap sebagai motor cina yang kualitasnya rendah. Namun cukup jadi pertanyaan mengapa Viar bisa bertahan, bisa survive di pasar Indonesia. Ternyata juga Viar punya pangsa pasar diatas dari Kawasaki. Seperti yang diungkapkan berikut ini:
Motor Viar klaim salip Kawasaki di pasar motor Indonesia

Kalo digabung dengan data penjualan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) 2010, Honda memimpin penjualan dengan angka 3,4 juta, Yamaha (3,3 juta), Suzuki (526.003), Viar (96.807), Kawasaki (87.004), TVS (19.435), dan Kanzen (1.890). Jika Minerva dan Bajaj dimasukkan kemungkinan posisi Minerva dan Bajaj ada di bawah Kawasaki dan diatas TVS secara berurut.

Penjualan terbesar Viar disumbangkan model bebek (underbone) dengan 74 persen atau 71.554 unit, tipe roda tiga (13 persen), tipe jenis motor sport (7 persen) dan tipe skuter otomatis (skutik) mencapai 6 persen.. Sedangkan dari sebaran penjualan, daerah Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat menjadi pasar terbesar dengan angka penjualan 18.050 unit atau 19 persen pangsa. Disusul Sulawesi Utara 11.736 unit (12 persen) dan Jawa Timur 11.127 unit (12 persen).

Dalam sejarahnya motor merk viar ini mengalami pasang surut. Lahir saat motor china sedang booming, viar sempat digugat oleh Yamaha Indonesia karena melakukan plagiat terhadap produk yamaha seperti jupiter dan MX. Tetapi sedikit demi sedikit, seperti juga Minerva, saat ini Viar telah menggunakan desainnya sendiri.

Dan ternyata, walau berawal dari perusahaan join dengan Taiwan, sekarang Viar sudah 100% milik pengusaha Indonesia:
Mobil Nasional, Salah Satu Ikon Kemajuan Bangsa

Mungkin karena persepsi masyarakat agak terganggu dengan bahasa Jepang yang ada pada Kanzen tapi mengaku produksi nasional, tentu saja mereka lebih memilih produk VIAR yang walaupun sempat dituding sebagai motor buatan RRC, ternyata selain nama VIAR tidak berbau China sama sekali, manajemen VIAR pun mengaku telah mengakuisisi 100% kepemilikan merk VIAR yang semula hanya prinsipal dari Taiwan, kini telah menjadi 100% merk Indonesia

Walau sudah 100% milik pengusaha Indonesia, Viar masih tetap menggunakan komponen impor juga. Awalnya dari hanya 30% komponen lokal, menjadi lebih banyak lagi.
Viar Naikkan Kapasitas Produksi, Sabtu, 10 Mei 2003

Pihaknya juga merencanakan pengalihan teknologi yang ditargetkan bisa direalisasi pada tahun 2005. Nanti, sebagian besar komponen diproduksi di Indonesia. Selain itu, pabrik baru bisa meningkatkan komponen lokal dari 30% menjadi 60%.

Menurut dia, selama ini pihaknya berupaya memberikan informasi kepada konsumen bahwa produknya berbeda dari motor cina. “Memang, sebelumnya Viar adalah motor cina, tetapi sejak Desember 2001 kami ganti menggunakan mesin motor taiwan.”

Dari berita di tahun 2014, sepeda motor viar menggunakan komponen lokal sampai 60%.
Viar Masih Yakin Kecipratan Ceruk Pasar Bebek

Area Marketing Manager Jatim-Bali Viar Motor Indonesia, Haris Suprapto mengakui, motor niaga atau yang lebih populer dengan motor gerobak, menjadi sumber pendapatan utama pabrikan non Jepang untuk bertahan di Indonesia saat ini. Untuk Viar sendiri, kontribusi penjualan motor niaga sebesar 90 persen.

Tapi, Haris yakin, masih bisa ikut mengambil ceruk pasar tipe cub (bebek), karena isu harga masih sangat menjual untuk ditawarkan ke sebagian segmen.

Haris mengatakan, tahun ini, pihaknya berharap bisa menggenjot penjualan bebek tipe V100. Harga dan angsuran yang murah, masih jadi andalan untuk mendongkrak penetrasi pasar dari motor dengan 60 persen dirakit dari komponen lokal ini.

 

Komponen yang dipergunakan tidak semua diproduksi sendiri, tapi kebanyakan memesan ke daerah di sekitar lokasi pabrik di Semarang:
Viar Pesan Knalpot Purbalingga Sabtu, 28/07/2012 – 06:07

Agus menambahkan, sejumlah komponen onderdil motor Viar kebanyakan diperoleh dari perajin lokal, seperti dari Klaten, Tegal, Pati dan Purbalingga. Setiap kabupaten mensuplai onderdil sesuai yang diproduksi. ”Kami juga mencoba akan membuat handle kopling dan alas kaki pengendara motor Viar. Perajin di Purbalingga sudah sangat mampu bisa membuatnya,” jelasnya.

Deputy Direktur Muncul Sukses Makmur Mster Dealer Viar, Santoso Budiawan mengemukakan, 80 persen komponen motor dibuat di Indonesia, sedangkan siasanya 20 persen masih mengimpor dari mitra kerja Taiwan.

Kehadiran motor Viar roda tiga untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan sarana transportasi. ”Dari komponen onderdil untuk sepeda motor Viar, juga berasal dari para perajin termasuk perajin knalpot Purbalingga, sehingga mampu mengangkat pendapatan perajin,” kata Santoso.

 

Keputusan untuk menggunakan komponen impor salah satunya karena komponen impor lebih murah:
Dilarang Lembur Viar Sulit Kejar Produksi

Plant Manager PT Triangle Motorindo Idrus Al Huzairi mengatakan, komponen yang digunakan dalam motor Viar terdiri dari 70 persen komponen impor dan 30 persen komponen lokal. Untuk komponen impor, hampir seluruhnya diimpor dari China.

“Ketika pemerintah Cina melarang kerja lembur, artinya kami tidak bisa meningkatkan permintaan komponen yang kami butuhkan. Sehingga produksi pun menjadi terbatas. Dengan kata lain, kami tidak bisa meningkatkan produksi yang telah ada,” ujar Idrus.

Sebenarnya, hal tersebut tidak akan menjadi hambatan manakala harga komponen lokal bisa sama atau lebih murah dibandingkan komponen impor dari China.

“Kami sama sekali tidak bisa menggunakan bahan baku lokal. Harganya jauh lebih tinggi dibandingkan produk dari China. Belum lagi kami masih harus mengolahnya. Kalau hal ini terus dibiarkan, bagaimana produk dalam negeri bisa berkembang?” pungkas Idrus.

Di sisi lain komponen impor juga lebih berkualitas:
Viar, Motor China Yang Rakit Mesin di RI, Sabtu, 06/03/2010

“Baru kita satu-satunya motor China yang berani merakit sendiri mesin di Indonesia, yang lain paling hanya bodi saja,” klaim Direktur Marketing PT Triangle
Motorindo, Akwila Natanael, di sela-sela acara Viar Motor Malaysia Tour, di Malaysia, Sabtu (6/2/2010)

Memang, belum semua komponennya berasal dari dalam negeri. Viar mengaku untuk bagian mesin, baru sekitar 20 persen saja komponennya yang berasal dari dalam negeri. Sisanya, masih mencomot dari beberapa merek mapan.

Sebut saja, karburator yang mengambil merek Keihin asal Jepang, Piston Izumi, serta ring piston merek NPR, yang semuanya itu dipadankan dengan komponen-komponen lokal yang tak kalah secara kualitas.

“Karena saya yakin, tidak mungkin kita bisa bertahan sampai 10 tahun kalau kualitasnya jelek, selama ini kan cuma masalah citra motor China saja yang sempat jelek,” bela Akwila.

 

Karena menggunakan komponen yang sudah ada di pasaran, komponen dari motor Viar jadi ada yang bisa disubtitusikan dengan komponen dari merek lain.
Viar Vior, Bisa Substitusi Part Dengan Motor Lain

Okeh, menurut Parwoto, Aftersales Manager, PT TM, Vior pakai roller rocker arm pada pelatuk klepnya. “Ada beberapa persamaan juga di bagian lainnya dengan motor lain,” ujarnya. Misal koil, bisa mengandalkan milik Honda Karisma.

“Begitu pun CDI ber-sistem DC, bisa pakai punya Suzuki Shogun,” lanjutnya. Sementara skutik yang diklaim konsumsi BBM-nya seliter untuk 38 kilometer ini, juga menggunakan peranti CVT yang bisa disepadankan dengan merek lain. Seperti Yamaha Mio, Honda Vario dan Suzuki Spin.

Jadi Viar memilih impor komponen dari Cina adalah untuk mendapatkan kualitas yang baik dengan harga murah. Mungkin hambatan soal harga komponen dan kualitas komponen ini yang membuat Viar tidak bisa menyamai Honda:
Kandungan Lokal All New Honda CBR150R Capai 96,2%

“Kandungan lokal All New CBR150R saat ini telah mencapai 96,2 persen. Tentu kami ingin terus menambah kandungan lokal untuk meningkatkan industri dalam negeri,” kata Executive Vice President Director AHM, Johannes Loman saat peluncuran All New Honda CBR150R di Parkir Barat, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (7/9/2014).

Dengan dukungan dana yang besar, Honda tentunya mampu untuk membuat komponen lokal dengan kualitas baik walau bisa menjadi lebih mahal dari buatan Cina. Namun sayang ada pertanda bahwa kualitas masih kalah dengan buatan Thailand, seperti diungkap di artikel sebelumnya. Jadi keputusan dari Viar untuk impor komponen yang lebih murah dan lebih berkualitas bisa dimaklumi.

Penulis sendiri yakin bahwa buatan Cina sekalipun bisa mempunyai kualitas tinggi. Bahkan saat jaman motor Cina sedang populer, penulis sempat melihat bagaimana motor yang rupa dan bentuknya sama persis dengan motor Honda Supra yang penulis miliki tapi suara mesin hampir tidak terdengar. Sementara punya penulis suara mesinnya kasar.

Namun sayang karena mengejar keuntungan, banyak penjual motor Cina yang menggunakan komponen yang kw2 atau lebih rendah. Sehingga masyarakat terlanjur berpendapat bahwa motor Cina pasti gampang rusak. Ironinya, masyarakat juga terlanjur berpendapat bahwa motor buatan Indonesia pasti lebih rendah kualitasnya dari motor impor dari Thailand gara – gara Honda. Sayangnya masyarakat Indonesia susah untuk berubah pendapat. Sehingga pabrikan yang terkena dampaknya harus berusaha lebih kuat untuk merubah image yang terlanjur melekat tersebut, termasuk juga Viar untuk soal kualitas motor dengan komponen dari Cina, Suzuki dan Yamaha untuk soal kualitas motor buatan Indonesia.

 

Walau banyak yang berpendapat bahwa motor Viar itu gampang rusak, Viar selama ini selalu menggunakan kata – kata tangguh dalam promosi iklannya. Untuk menunjukkan bahwa motor Viar sengaja dirancang agar kuat dan tahan lama. Barangkali bro ada yang punya motor Viar, silahkan share pengalamannya.

kebiasaan visor / windshield dihitamkan / dikasih stiker adalah tanda motor tidak untuk kencang


Kali ini penulis ingin membahas tentang perilaku yang menurut penulis aneh untuk diterapkan di motor yang harusnya dipakai untuk kecepatan tinggi, yaitu soal visor / windshield yang dihitamkan.

Untuk referensi, penulis mencoba mencari referensi gambar motor – motor cepat, untuk melihat, ada atau tidak yang dijual dengan windshield dihitamkan. Beberapa gambar dari diambil dari totalmotorcycle.com.

Yamaha YZF R1:
vyamaha-yzf-r1m6

Honda CBR1000:
vhonda-cbr1000

Kawasaki H2R:
vkawasaki-h2r

Suzuki GSX-R1000:
vsuzuki-gsx-r1000

Suzuki Hayabusa:
vsuzuki-hayabusa

 

Menurut penulis, motor – motor tersebut adalah motor yang kencang, yang didesain untuk bisa jalan kencang. Terlihat bahwa kaca dari windshield tembus pandang, walau ada yang dihitamkan, masih tidak terlalu gelap, cuma sedikit semi. Ini tentunya sesuatu yang diperlukan bila ingin mengendarai dengan aerodinamika yang bagus. Kepala harus di belakang windshield untuk dapat hambatan angin yang kecil, seperti dicontohkan di tes aerodinamika BMW berikut:
P90069052<

Terlihat bahwa bagian kepala menjadi bersatu dengan bagian lain dan membuat hambatan angin kecil. Jadi saat mengendarai motor dengan cepat, kemampuan pandangan ke depan mengandalkan visibilitas dari visor / windshield.

Jadi penulis betul – betul tidak paham saat melihat modifikasi berikut ini:
vyamahar15bvisor

vyamahar15visor

vhondavisorcbr

Mungkin, sekali lagi mungkin, kelihatannya jadi agak lebih keren sedikit. Mungkin cocok untuk bergaya di depan orang yang nggak pernah ngebut seperti misalnya pacar. Tapi untuk orang yang sudah tahu bagaimana caranya mengemudi agar cepat, modifikasi seperti itu cuma menandakan bahwa yang punya nggak ada niatan untuk ngebut. Tapi toh terserah sih, kan ada juga yang beli motor super cepat tapi hanya dipakai jalan – jalan, dipakai mejeng, atau dipakai bawa barang dagangan. Toh untuk keperluan tersebut, windshield nggak ada gunanya.

Kalau beneran dipakai ngebut, masa ya nggak sambil lihat depan? kalau kepala menongol di atas windshield, tambahan hambatan bisa bikin kalah. Apalagi kalau jalurnya masih ada kendaraan lain, navigasi nggak akan bisa selincah yang windshieldnya normal. Atau mungkin modifikasi seperti itu dipergunakan biar nggak malu kalau disalip motor bebek atau matik? nggak tahu lagi.

 

Yang juga aneh walau tidak terlalu parah adalah pengurangan visibilitas pada Honda CBR150R lokal. Berikut perbandingannya, gambar pertama dari iwanbanaran.com (CBR150 lokal) dan gambar kedua dari aphonda.co.th (CBR150 impor).

viwanbanarancbr

vhondacbrimpor

Penulis tidak paham apa tujuan dari Honda melakukan itu. Kalau dari estetika, kok rasanya perubahan tersebut tidak bikin tampilan Honda CBR makin keren. Tapi mungkin itu sudah dipikirkan, walau motor bisa jadi lebih tidak aman di kecepatan tinggi (nggak kelihatan halangan atau orang nyalip atau datang dari samping), mungkin ada fasilitas lain yang ditambahkan biar aman.

Bila Yamaha Byson karbu dipanggil lemot kira – kira apa reaksinya saat tahu versi injeksi bisa lebih lemot lagi?


Berita di blognya om Iwan Banaran menginformasikan bahwa Yamaha Byson Injeksi sudah terlihat di Indonesia, sepertinya sudah dekat dengan waktu rilis.
Spied….termonitor sosok Yamaha Byson FI dijalanan tanah air. Juozz!!

Bro dan sis sekalian….akhirnya dishare oleh beberapa pembaca warung, sosok sport berperawakan seperti Byson tertangkap dijalanan. Siluet gambar terlampir jelas menunjukkan…..YIMM telah mulai melakukan tes ride versi FI yang sedang kita tunggu. Mantapp!!!….

Monggo perhatikan secara seksama….sampeyan akan lihat perawakan sosok FZ16. Bedanya….lampu belakang kini ditopang aluminium pada bagian kiri kanan. Tidak salah lagi….memang inilah Byson FI yang sedang kita tunggu

Yang jadi pertanyaan apakah Byson injeksi yang dirilis di Indonesia akan di pasarkan sebagai motor sport Blue Core (baca: lebih lemot tapi irit) atau sebagai motor sport sejati (baca: sistem injeksi disetel menambah tenaga)?

Bila melihat sejarah, sepertinya motor injeksi dari Yamaha sering diposisikan sebagai motor yang lebih lemot, lebih lambat daripada versi karburator. Contohnya bisa terlihat di versi Byson di India, atau di Yamaha Mio.

Komentar komentar tentang lemot ini bisa dilihat di berbagai tempat, contohnya di facebook:
bysonlemot1

Ayrell Fachrezi Muharram‎ -> Yamaha Byson, 2 March 2012 ·
Kenapa sih rasanya kesel banget kalo ada orang bilang Byson lemot?
Ceritanya gini… aku liat grup fb piksen terus ada yang masukin foto Kebo emas terus ditulisin “saudara dengan tampilan baru”
Terus ada yang komen “tetep aja lemot”
ya ampun, kok aku rasanya kesel gitu yah kalo kebo dibilang lemot, walau mungkin emang kenyataan nya tapi ish… keseeellll
Maaf ya kalo misalnya salah… Cuma sekedar mau luapin uneg” aja

bysonlemot2

atau blog:
YAMAHA BYSON HANYA BISA TERTUNDUK MALU, Februari 27, 2014

Tampilan ala moge pada Byson membuat saya kepincut, jauh lebih keren, gagah dan berwibawa dibandingkan Old Vixion. Banyak yang bilang Yamaha Byson itu motor lemot, larinya enggak sesuai dengan tampilannya yang gagah perkasa, SAYA TAK PEDULI itu masalah buat loe bukan masalah buat gue.

Byson facelift mesin tetep lemot.Masalah buat elo..?? 07/09/2012

Sob,banyak yang bilang yamaha byson motor lelet harusnya mesin di Up Grade donk…..!!
Nah…untuk facelift yamaha byson kali ini apakah mesinya akan di upgrade??sepertinya tidak ada harapan….!!

RACUN AKSELERASI YAMAHA BYSON : ganti karbu vakum byson dengan karbu skep 29 April 2012

seperti yang diketahui bersama dan menjadi rahasia umum kalau akselerasi yamaha byson tergolong smoth ( bahasa halusnya lemot ), kaatanya sih karena menanggung beban ban gajah plus catalic converter yang bikin nggak loss… dan pake karbu tipe vakum yang santaai itu tu

nah, kali ini ane akan membahas sedikit racun buat meningkatkan akselerasi juga topspeed dari motor yamaha yang guanteng ini, ..

5 Alasan Memilih Yamaha Byson, Februari 16, 2011

Selain hal yang bisa menjadikan alasan kita memiliih Byson, tentu supaya fair saya juga menyimpulkan 5 alasan untuk tidak memilih Byson:
1.’Looks but no power’ Saya sebelum memakai Byson sudah 3 tahun menggunakan Yamaha Vixion. Dan kesan pertama yang saya rasakan ketika mencoba Byson “apa nih, kok ngempos????” Lumayan shock ternyata beda nya cukup jauh yah dengan Vixion.

Kamis, 28 Oktober 2010, BYSON emang lemot???

Asumsi ini yang saia dapatkan pas mbaca hasil test drive di warungnya mas Opik (TMC), mas Tri (triatmono.wp) dan beberapa forum milis otomotif(termasuk pemilik BYSON).
Banyak yang kemudian ‘menyalahkan’ faktor Catalytic Cpnverter (CC) pada knalpot Byson, yang menghambat power mesin. Kemudian ada juga yang berasumsi pada lebar ban belakang, yang juga memperberat tarikan.
Kalo rata-rata, emang pada mengeluh tarikan berat/lambat pada RPM rendah. Baru terasa rada enak di RPM 5000-7000 keatas. Waagh, berarti harus pelintir gas lebih dalam doong??? (baca : buang bensin lebih banyak?)

 

Terlihat banyak kekecewaan dicurahkan pada Byson karbu yang diatas kertas lebih bertenaga daripada Byson injeksi India. Sangat menarik untuk mengetahui bagaimana menyikapi hal ini. Bila benar Yamaha itu tanpa kompromi, mendengar apa keluhan dari pengguna setia Byson, maka tenaga akan ditingkatkan. Kalau Yamaha lebih mementingkan menjual image akan Blue Core, sepertinya bisa dijamin Byson FI nantinya akan selemot FZ-S FI version 2.0 India.

Perlu diketahui bahwa perubahan spesifikasi dari versi injeksi sepertinya dibuat untuk mengendarai lebih irit. Dari spek terlihat bahwa mesin menjadi overstroke. langkah menjadi lebih tinggi dari diameter.

Diameter x Langkah versi karbu: 58,0mm x 57,9mm
Diameter x Langkah versi injeksi: 57,3mm x 57,9mm

Seharusnya perubahan itu membuat mesin lebih bertenaga di putaran bawah seperti yang dijelaskan secara gamblang oleh motogokil:
Kenapa Ya..Mesin Over Stroke Dengan CC yang Sama, Lebih Efisien Daripada Over Bore ?

Motor bermesin overstroke bisa mengail torsi dan power pada rpm yang lebih rendah, inilah faktor utama yang membuatnya lebih irit/efisien

Bila benar begitu, harusnya ini mengatasi permasalahan seperti yang disebutkan di artikel asli-malang. Namun mengapa puncak torsi dari kedua motor di spesifikasi tetap sama di 6000 rpm ya?

Yang jelas, nanti konsumen yang akan menilai. Sepertinya blogger yang punya kesempatan untuk mereview harus memberikan keterangan yang jelas tentang perubahan ini. Apa memang Byson injeksi jadi lebih enak dipakai di putaran mesin rendah, atau pengurangan tenaga terjadi di semua putaran mesin. Semoga bukan konsumen yang harus kaget oleh kenyataan sebenarnya dari Yamaha Byson Fi.

Tinggal tunggu ada yang review.

Alternatif yang bisa dilakukan bila pertamax habis karena ketidaksiapan pertamina terhadap penurunan harga bensin


Apabila bro sudah membaca postingan di blog iwanbanaran.com tentang bensin yang habis berikut maka bro akan paham bahwa memang sekarang ini pertamax sedang langka terutama di daerah daerah:
Bensin turun berimbas kekosongan stok dimana-mana??. Hhmm…kenapa ya??…

“Bener Pertamax turun tapi zonk semua. Pom bensin Tanggul kosong….Klatakan kosong…Balsalsari kosong….Rambipuji kosong…sampai Jember kota baru ada tapi ngantrinya naudzubillah..”serunya kesal…

Dari artikel mas Iwan sepertinya yang premium pun juga langka. Kita sepertinya tidak bisa melakukan apa – apa selain berharap bahwa pertamina bisa segera mengatasinya. Mungkin ini repotnya bila penjualan bensin dikuasai satu perusahaan, apalagi sepertinya juga lebih memikirkan keuntungan daripada mensejahterakan rakyat.

Kalau kehabisan seluruh bensin kita mungkin hanya bisa pasrah, namun bila yang kehabisan hanya pertamax dan sementara kendaraan kita butuhnya minim pertamax, maka ada beberapa alternatif yang bisa kita lakukan.

.1. Pakai pertamax plus. Resiko adalah harga lebih mahal, dan mesin bisa lebih bergetar dan lebih panas. Ruang bakar belum tentu lebih bersih seperti yang sudah dicontohkan oleh cicakkreatip.

.2. Pakai premium. Resiko adalah tenaga berkurang, mesin jadi lebih kasar dan tidak halus lagi. Ini sudah sering diungkapkan terutama pemakai mobil. Pada mobil biasanya mobil diterima dari dealer dengan suara mesin tanpa bunyi, dan ketika pemilik pernah menggunakan pertamax, maka suara mesin menjadi kasar tanpa bisa menjadi halus lagi. Di motor ini jarang bisa diamati karena seringkali suara mesin sudah lumayan kasar mulai dari sejak diterima. Entah karena oli yang dibawah standar atau karena memang komponen presisinya tidak tinggi sehingga suara kasar seringkali adalah bawaan.

.3. Pakai premium tapi pakai penambah tenaga. Ini bisa jadi pilihan bagus. Walau kadang tidak sebagus kalau pakai pertamax, alat penambah tenaga paling tidak bisa mengurangi efek dari pemakaian bensin yang dibawah ketentuan. Artikel artikel tentang alat penambah tenaga bisa dilihat pada link diatas tentang “DIY penambah tenaga/irit”.

Kalau dari pengalaman pribadi, alat penambah tenaga yang sesuai bisa sangat membantu. Untuk mobil, penulis menggunakan satu cemenite dan lima versi komersial di beberapa peletakan yang berbeda. Walau pakai premium, mobil Daihatsu Ayla penulis iritnya melebihi rata – rata, ternyata 35km/liter yang penulis sebut di artikel sebelumnya susah sekali dicapai oleh pengguna lainnya, mereka rata – rata hanya dapat antara 22-27km/liter di jalan bebas hambatan. Karena pemakaian alat penambah tenaga tenaga mesin juga menjadi lebih besar, akselerasi di putaran mesin 1200 sampai 2000 sudah cukup untuk dipakai menyalip kendaraan lain dalam beberapa detik, padahal rata – rata pengguna mobil LCGC yaitu Daihatsu Ayla / Toyota Agya, Honda Brio Satya, Datsun Go/Go+, atau Suzuki Wagon-R, sepakat bahwa tenaga di putaran bawah lemot, tidak enak dipakai. Seringkali yang mereka pergunakan adalah rpm 3000 keatas, sayangnya dengan pemakaian rpm yang lebih tinggi pemakaian akan menjadi lebih boros.

Penggunaan alat penambah tenaga pada mobil penulis juga membuat suara mesin mobil lebih halus / senyap, sepertinya lebih halus daripada suara mesin mobil yang masih di dealer. Jadi penggunaan alat penambah tenaga bisa sangat membantu dari banyak segi, rugi bila tidak coba.

Mengapa penulis pakai contoh mobil? karena kalau pakai motor membandingkannya lebih susah, referensi jarang bisa dibandingkan. Karena pemakai motor sudah kebiasaan suara mesin kasar, rpm sering tidak ada dan kebanyakan motor adalah skuter matik. Kemampuan motor seringkali sangat terpengaruh oleh oli yang dipergunakan dan bengkel mana motor tersebut diservis.

Namun di motor pun penulis merasakan ada pengaruhnya. Akselerasi dan top speed bertambah. Untuk irit lebih tergantung sama pemakaian. Kalau di motor sport yang pakai kopling, bedanya adalah antara kalau pakai penambah tenaga bisa jalan tanpa digas dengan mulus. Kadang rpm idle bisa lebih tinggi dan mesin bisa berputar melebihi rev limiter.

 

Dari alternatif tersebut diatas, karena penulis sudah menemukan alat penambah tenaga yang cocok, penulis memilih menggunakan premium dan alat penambah tenaga. Walau pertamax sudah tersedia dengan harga yang cukup murah, penulis tetap menggunakan premium, baik untuk sepeda motor ataupun mobil. Apalagi karena alat yang penulis pergunakan justru lebih punya efek bila pakai premium. Ada testimoni dari pemakai Datsun Go+ bahwa tenaga mesin dan irit justru bertambah setelah pakai premium dan alat penambah tenaga bikinan penulis :).

Bila terkesan promosi, memang ini promosi :). Promosi untuk bro semua segera menggunakan alat penambah tenaga. Nggak harus beli dari penulis, silahkan melihat pilihan alternatif buat sendiri di link “DIY penambah tenaga/irit” diatas. Atau bisa juga browsing mencari alternatif lain di website “free energy”. Banyak pilihan yang tersedia, banyak pula yang sudah diteliti. Tinggal pilih yang cocok.

Good luck bro!

OOT: blog sempat down karena dianggap melanggar peraturan sama sistem otomatis WordPress, pelajaran untuk yang lain


Hari ini penulis sempat panik karena saat habis publish artikel terakhir, website langsung down. Di halaman depan cuma ada tulisan Suspended. Artikel dan lain – lain semua nggak ada.

Saat masuk dashboard, yang ada cuma pilihan laporan dan pilihan untuk ngesave (extract) isi dari website. Dengan penuh keterkejutan dan panik, penulis segera menulis laporan. Isinya untuk memohon WordPress memberitahu alasan mengapa di suspended dan memohon agar website bisa diaktifkan lagi.

Kurang dari satu jam WordPress memberikan email balasan, yang intinya mengatakan bahwa:

“Thank you for getting in touch. Your site was flagged by our automated anti-spam controls. We have reviewed your site and have removed the suspension notice.”

Menurut term of service dari WordPress, anti spam bisa aktif karena aturan berikut (waktu penulis buka, di aturan tersebut diwarnai berbeda):

the Content is not spam, is not machine- or randomly-generated, and does not contain unethical or unwanted commercial content designed to drive traffic to third party sites or boost the search engine rankings of third party sites, or to further unlawful acts (such as phishing) or mislead recipients as to the source of the material (such as spoofing);

Jadi, sepertinya karena penulis terlalu sering mengutip dari website lain beserta dengan linknya, website penulis dianggap sama sistem anti spam WordPress sebagai website yang berusaha meningkatkan ranking dari website tersebut. Padahal suer penulis melakukan hanya untuk menghormati yang sudah memposting terlebih dahulu.

Jadi, haram untuk terlalu sering mengutip website yang sama. Atau apa mungkin karena penulis telalu sering bikin artikel?

 

Saya sangat beruntung karena WordPress mempunyai support system yang bagus. Karena antara dari melaporkan sampai website aktif kembali bisa terjadi kurang dari satu jam.

Jawaban dari WordPress sopan banget, pakai minta maaf segala. Jadi kalau nanti bro ada yang mengalami masalah yang sama, segera laporkan ke wordpress, bila memang hanya kesalahan sistem, maka isi akan diaktifkan kembali. pakai kalimat yang sopan dan yang jelas ya.

Terima kasih banyak kepada WordPress atas kecepatan respon dan kesediaan untuk mengaktifkan kembali blog penulis.