Beda API Service satu dengan yang lain, ternyata untuk mengukur performa minimal oli acuannya bukan API Service


Mungkin kita sudah sering dengar pembahasan tentang API Service. Seringkali angka API Service itu dipergunakan untuk menentukan kemampuan oli. Memang ada benarnya, tapi banyak salahnya.

Tips memilih Oli Motor yang baik dan benar
Mana OLI Mesin yang cocok…!!!

Mutu dari oli sendiri ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua mununjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern.

Kesan tersebut tidak sepenuhnya benar karena sering terjadi oli bisa langsung lulus ke standar api berikutnya tanpa perlu merubah formula. Jadi huruf kedua makin tinggi tidak berarti mutu makin baik.

Yang harus diingat juga adalah API Service itu adalah standar minimal, jadi bisa saja terjadi kasus dimana dua oli yang punya API Service yang sama tapi kemampuan sesungguhnya berbeda. Yang satu mepet sama standar minimal, yang lain jauh lebih bagus dari standar minimal. Yang lebih bagus tidak boleh mencantumkan misalnya SN++, yang tertera di kemasan yang jauh lebih bagus dan yang mepet standar tetap sama, SN. Jadi kita tidak bisa menyimpulkan kualitas oli dari standarnya saja.

Yang berikutnya adalah API servis berlaku juga untuk hasil emisi. Sehingga bisa saja misalnya walau suatu oli performanya bagus, tetap tidak lulus standar API service yang lebih tinggi karena gagal di uji emisi. Jadi tetap bagus atau tidak, kita tidak bisa simpulkan hanya berdasar dari AP Service.

Berikut adalah perbedaan dari standar API Service. Saya ambil dua sumber yang digabung karena tidak lengkap. Yang satu dari Wikinya Lotus Enthusiasts, satu lagi dari website pembuat oli. Di API Service bisa juga ditambahkan kemampuan energy conserving yang menunjukkan bahwa oli tersebut cocok dipergunakan untuk ngirit bahan bakar.

API Service Keterangan
SG Introduced 1989 has much more active dispersant to combat black sludge.
SH Introduced 1993 has same engine tests as SG, but includes phosphorus limit 0.12%, together with control of foam, volatility and shear stability.
SJ Introduced 1996 has the same engine tests as SG/SH, but phosphorus limit 0.10% together with variation on volatility limits. It addresses improved performance in compatibility for catalytic converters, volatility, high-temperature deposits, and low-temperature pumpability.
SL Introduced 2001, all new engine tests reflective of modern engine designs meeting current emissions standards.
SM Introduced November 2004, improved oxidation resistance, deposit protection and wear protection, also better low temperature performance over the life of the oil compared to previous categories.
SM oils are designed to provide improved oxidation resistance, improved deposit protection, better wear protection, and better low-temperature performance over the life of the oil.
SN Introduced in 2010, SN oils are for all automotive engines currently in use. SN oils are designed to provide improved high-temperature deposit protection for pistons, more stringent sludge control, and seal compatibility.

Juga performa oli itu macam – macam, tidak cuma membuat tahan gesek saja, tapi banyak hal. Mungkin di satu bidang satu oli lebih unggul, tapi di bidang lain jeblok. Misalnya di daya tahan terhadap gesekan kuat tapi kemampuan melindungi dari korosi jeblok atau mepet standar, jadi cocok untuk yang sering ngebut dan ganti oli, tidak terlalu cocok untuk yang slow dan jarang pakai. Sayangnya ini tidak bisa dilihat dari acuan API service saja, karena yang ditunjukkan hanya minimalnya.

Berikut adalah referensi dari website resmi API di Amerika. Disebutkan bahwa semua standar API Service yang tersedia saat ini harus juga lolos dari uji performa ILSAC GF-5.

Q.5 ILSAC GF-5 Standard for Passenger Car Engine Oils (Effective October 1, 2010)
The Japan Automobile Manufacturers Association, Inc. and representatives from Chrysler Group LLC, Ford Motor Company and General Motors LLC, through an organization called the International Lubricants Standardization and Approval Committee (ILSAC), jointly developed and approved an ILSAC GF-5 minimum performance standard for engine oils for spark-ignited internal combustion engines.
This standard specifies the minimum performance requirements (both engine sequence and bench tests) and chemical and physical properties for engine oils for spark-ignited internal combustion engines. It is expected that many engine manufacturers will recommend ILSAC GF-5 oil.

Hal – hal yang diuji pada standar ILSAC GF-5 adalah:

– SAE J300, Oils shall meet all requirements of SAE J300. Viscosity grades are limited to SAE 0W, 5W, and 10W multigrade oils.
– Wear and oil thickening: Kinematic viscosity increase @ 40°C, %; Average weighted piston deposits, merits; Hot stuck rings; Average cam plus lifter wear, μm
– Wear, sludge, and varnish: Average engine sludge, merits; Average rocker cover sludge, merits; Average engine varnish, merits; Average piston skirt varnish, merits; Oil screen sludge, % area; Oil screen debris, % area; Hot-stuck compression rings; Cold stuck rings; Oil ring clogging, % area
– Valvetrain wear: Average cam wear (7 position avg), μm
– Bearing corrosion: Bearing weight loss, mg
– Fuel efficiency (% min after 100 hours aging)
– Catalyst compatibility: Phosphorus content, % (mass); Phosphorus volatility (Sequence IIIGB, phosphorus retention); Sulfur content
– Wear: Phosphorus content, % (mass)
– Volatility: Evaporation loss, %; Simulated distillation, %
– High temperature deposits: Deposit weight, mg
– High temperature deposits: Total deposit weight, mg
– Filterability: EOWTT, %: with 0.6% H2O, with 1.0% H2O, with 2.0% H2O, with 3.0% H2O; EOFT, %
– Fresh oil foaming characteristics: Tendency, mL; Stability, mL, after 1-minute settling
– Fresh oil high temperature foaming characteristics: Tendency, mL; Stability, mL, after 1-minute settling
– Aged oil low temperature viscosity: Measure CCS viscosity of EOT ROBO sample at CCS temperature corresponding to original viscosity grade
– Shear stability: 10-hour stripped KV @ 100°C
– Homogeneity and miscibility
– Engine rusting: Average gray value
– Emulsion retention: 0°C, 24 hours; 25°C, 24 hours
– Elastomer compatibility: Polyacrylate Rubber; Hydrogenated Nitrile Rubber; Silicone Rubber; Fluorocarbon Rubber; Ethylene Acrylic Rubber

Terlihat bahwa banyak yang harus dipenuhi. Karena pengaruh bahan dasar oli dan aditif yang sangat bermacam – macam, maka tidak heran bila oli menjadi berbeda – beda perilakunya. Namun sepertinya ada beberapa perilaku oli yang tidak diikutkan di pengujian di atas namun sering dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam memilih oli, contohnya adalah bikin mesin jadi panas atau tidak; mesin jadi tidak bersuara atau tidak.

Kalau untuk soal suara, sepertinya oli yang lebih kental bisa meredam suara lebih bagus, tapi apakah peredaman suara tersebut menunjukkan oli melumasi dengan baik? Beberapa orang bilang walau oli kental bikin mesin senyap, tapi akan ada bagian yang tak terlumasi karena oli terlalu kental. Kalau benar berarti oli senyap malah bikin rusak.

Untuk soal mesin panas, apakah itu berarti oli mencegah gesekan penyebab panas ataukan oli tersebut menghambat perambatan panas? Bila mencegah perambatan, mungkin justru lebih jelek karena kan harusnya oli juga ikut membantu menghantarkan panas. Logikanya, kalau olinya menghambat panas, maka satu bagian akan menjadi berlebihan. Bila olinya menghantarkan panas, maka panas disebar ke seluruh bagian, sehingga sumber panas menjadi lebih dingin.

Semoga bisa paham mengapa penulis berpikir bahwa API Service itu bukan pertanda kualitas oli. API Service cuma standar minimal yang bisa saja dibuat mepet (oli jelek) atau jauh diatasnya (oli bagus). Sayangnya tidak ada acuan baku untuk penilaian tersebut.

5 thoughts on “Beda API Service satu dengan yang lain, ternyata untuk mengukur performa minimal oli acuannya bukan API Service

  1. Iya mas..
    Api SL-nya prima xp sama SL-nya BM1 beda,ane pernah coba..
    Kira2 gini,prima xp lbh tahan penguapan tp tak tahan gesek,alhasil pd km 5000 mesin rompal2..
    Trs pd BM1 oli berkurang,tp mesin ga rompal2..
    Heheeee..

    Suka

    • Iya, kadang satu sisi unggul satu sisi lagi jelek. jadi walau misalnya satu sisi kurang (cepat panas, cepat menguap, berisik) bila tetap melindungi, maka enaknya milih yang melindungi saja.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s