Voltage stabilizer bisa tidak berguna dan ada yang berbahaya dan memperpendek umur komponen sensitif yang mahal


Mungkin bro pernah dengar tentang cara untuk meningkatkan performa kendaraan dengan voltage stabilizer. Dikatakan bahwa dengan memasang voltage stabilizer, maka tenaga akan meningkat dan sebagainya. Merek yang tersedia di pasaran banyak. Mulai dari VSA yang murah 200 ribuan sampai yang seperti UVS Hyper-D, JSONE Power Booster, D1 Spec Super Stabilizer, Pivot Mega Raizin, XCS-3 Hurricane yang 1.5 jutaan atau Qmax IVS Turbo GT3 yang 3 jutaan.

Contoh dari klaim voltage stabilizer adalah sebagai berikut:
QMAX

QMAX I.V.S TURBO memiliki kemampuan jauh melebihi tipe LV & GT3 digabung karena selain menstabilkan tegangan dan memadatkan arus listrik, tipe TURBO mampu memasok arus yang lebih sempurna.

TURBO terhubung langsung dengan alternator sebagai penyuplai arus. Oleh karena alternator berputar mengikuti putaran mesin maka TURBO secara otomatis mendapatkan pasokan arus secara terus-menerus sesuai dengan putaran mesin. Hasilnya adalah tenaga yang besar pada setiap RPM, RPM bawah sampai atas.

XCS3

XCS3 HURRICANE Telah terbukti mampu menstabilkan arus listrik yang bervariable.
XCS HURRICANE akan bekerja menstabilkan setiap arus yang datang dari alternator ke ACCU dan jika arus berlebihan XCS3 HURRICANE akan menyimpanya arus tersebut dan pada saat supply arus dari alternator berikutnya jika lemah / kurang, maka XCS HURRICANE akan mensupply ke ACCU sehingga arus selalu stabil.

Dengan Supply arus listrik yang stabil, maka Penganpian di Busi akan stabil dan besar, sehingga pembakaran semakin sempurna dan tenaga motor meningkat, Hemat BBM, busi lebih awet dan ruang mesin tetap bersih tidak ada timbunan Kerak karbon serta emisi gas buang lebih ramah lingkungan.

Contoh produk dari yang murah, VSA

Voltage Stabilizer Accu Mobil-VSA. Alat ini sangat berpengaruh dan membantu usia accu lebih tahan lama.VSA sebagai filter yang menstabilkan muatan volt yang berlebihan dari alternator, bisa dibuktikan dengan volt meter pembakaran lebih sempurna karena pengapian lebih stabil sekaligus jadi irit bahan bakar, akselerasi bertambah tentu saja.lampu lampu lebih lebih awet dan terang, bahkan dipakai untuk mobil yang sudah bertehnologi tinggi VVTi , Ecu, VTEC maupun Matic akan lebih sempurna.

 

Menambah kapasitas aki

Produk – produk voltage stabilizer diatas memberikan janji peningkatan performa mesin yang lumayan. Karena penasaran, penulis mencoba mencari informasi tentang kemungkinan membuat sendiri voltage stabilizer. ternyata ada. berikut beberapa contohnya. Klik gambar untuk menuju ke website yang menjelaskan tentang cara pembuatannya:
Saft7 – Bikin Voltage Stabilizer untuk Mobil/Motor:
volstab-03

DIY Voltage Stabilizer buat Motor ^^:
2_mfnsyuwqtm_volt_stabilizer

DIY Car voltage stabilizer:
voltage-stabilizer

(diy)voltage stabilizer:
volta1580b1b7

Terlihat dari beberapa skema diagram untuk voltage stabilizer bahwa alat ini intinya adalah kapasitor. Dari produk yang dijual memang beberapa mencantumkan nilai kapasitas dari kapasitor yang dipergunakan. Makin tinggi biasanya makin mahal harganya. Jadi produk voltage stabilizer ini kebanyakan implementasinya adalah memparalel kapasitor dengan aki.

Berikut contoh alat voltage stabilizer yang dibongkar:
DSC015092

Bila bro berminat untuk membuat rangkaian diatas, harus diingat bahwa voltage rating atau batas kemampuan voltase dari kapasitor bergantung pada voltage rating kapasitor yang paling kecil secara keseluruhan. Jadi misalnya ada yang 12V, 25V dan 50V, maka voltase rating keseluruhan adalah 12V. Sangat disarankan voltage rating yang dipakai adalah 2 kali dari sumber voltase. Karena voltase dinamo amper bisa mencapai 17V, sebaiknya pakai kapasitor yang ratingnya 50V lebih.

 

Yang penulis herankan adalah mengapa kok kapasitornya diparalel. Dari pelajaran di sekolah sampai kuliah, yang penulis tahu kalau kapasitor diparalel nilai kapasitasnya nambah. Mengapa kok nggak sekalian pakai kapasitor besar yang harganya jadi lebih murah daripada beli kecil – kecil tapi banyak.

Dengan alasan itu maka penulis mencoba dengan menggunakan kapasitor 10000uF/50V yang kebetulan penulis punyai:
10000

Nggak pakai LED atau apa, langsung gigi buaya untuk disambung ke aki. Penulis kebetulan punya osciloscope DS2 Nano dihadiahkan orang tapi ternyata untuk bisa mengetahui ripple / variasi dari tegangan aki susah, sehingga penulis hanya mengandalkan pada feeling saja.

Setelah dipasang, terus terang penulis tidak merasakan bedanya. Seandainya benar ada perbedaan, efeknya terlalu kecil untuk bisa penulis rasakan.

Apakah teknologi ini hoax atau bohongan? rasanya tidak. Penjelasannya begini, aki itu mempunyai batas arus maksimal yang bisa dimanfaatkan. Besar dari arus maksimal ini tergantung dari ukuran atau kapasitas dari aki tersebut. Angkanya biasanya sama, jadi aki dengan kapasitas 4.5Ah (seperti yang dipakai di kebanyakan sepeda motor) maka pemakaian arus maksimal yang disarankan / yang mampu disuplai adalah 4.5 Ampere. Angka ini bisa berbeda untuk tipe aki berbeda, bila penasaran, silahkan baca link ini:
Battery University – Lead Based Battery

 

Terus apa hubungannya dengan voltage stabilizer?
Kapasitor yang diparalel dengan aki akan membantu suplai arus yang dibutuhkan saat pemakaian arus sudah mepet dengan kapasitas maksimal yang didukung oleh aki. Jadi alat kelistrikan tidak akan hanya mengambil dari aki, tapi juga dari kapasitor. Dengan begitu alat kelistrikan dijamin akan mendapat pasokan arus yang cukup. Sehingga kerja dari alat kelistrikan tersebut tidak terganggu.

Terus mengapa kok penulis gagal mendapatkan manfaat? Disaat bagaimana voltage stabilizer tidak membantu?
Voltage stabilizer bisa tidak berguna bila suplai arus dari alternator (penghasil listrik di sepeda motor) dan aki sudah lebih dari cukup. Karena aki dan alternator mampu, maka penambahan voltage stabilizer jadi tidak terasa. Begitu pula pada kondisi ekstrem sebaliknya, yaitu bila alternator tidak mampu untuk mensuplai kebutuhan arus dari alat kelistrikan, sehingga walau ditambahi voltage stabilizer, efek tetap tidak terasa karena arus dari sumber sudah habis terpakai.

Terus disaat bagaimana voltage stabilizer bisa membantu?
Bila alternator mampu mensuplai arus tapi akinya kurang kuat atau tekor atau soak penggunaan voltage stabilizer akan sangat membantu. Kapasitor pada alat voltage stabilizer akan membantu aki yang soak / kurang kuat dengan berfungsi sebagai alternatif sumber daya arus ketika dibutuhkan. Syaratnya adalah sumber daya utama, alternator, harus punya cukup tenaga untuk juga mengisi kapasitor pada alat voltage stabilizer. Sehingga saat misalnya bagian koil membutuhkan suplai arus besar mendadak, maka alat akan bisa mendapatkannya dari alternator, aki dan kapasitor dari alat voltage stabilizer.

 

Memperbesar kemampuan suplai arus

Sering dikatakan bahwa penggunaan voltage stabilizer bisa lebih terasa pada kendaraan yang kelistrikannya di modifikasi, terutama bagian pengapian. Ini karena pengapian modifikasi sering membutuhkan arus mendadak yang lebih besar dari normal. Arus ini bisa lebih besar dari kemampuan aki, namun bila dirata – rata masih didalam kemampuan alternator untuk mensuplainya. Dalam hal ini penggunaan voltage stabilizer akan menjamin bagian pengapian mendapatkan arus yang cukup. Bila alternator nggak mampu, maka efek voltage stabilizer berkurang.

Jadi pemasangan dari voltage stabilizer bukanlah suatu hal yang ajaib, masih ada keterbatasan. Voltage stabilizer tidak bisa mengatasi aki yang tekor akibat pemasangan alat kelistrikan yang memakan arus lebih banyak dari yang bisa disuplai oleh alternator. Jadi kalau pasang lampu depan wattnya terlalu besar, kalau aki jadi tekor, pasang voltage stabilizer pun aki tetap tekor. Kecuali kalau itu gara – gara akinya sudah soak.

 

Mengurangi hambatan ground

Beberapa pemasangan voltage stabilizer juga menambahkan grounding tambahan. Grounding tambahan dilakukan dengan menarik kabel dengan kapasitas arus yang besar langsung dari kutub negatif aki menuju titik titik di bodi yang lokasinya dekat dengan komponen mobil yang groundingnya menempel ke bodi. Seperti kita tahu, hambatan kabel tembaga jauh lebih kecil daripada hambatan bodi mobil atau mesin mobil. Hambatan tembaga lebih kecil daripada besi (bodi mobil) ataupun aluminium / dural / iron block (mesin mobil). Dengan berkurangnya hambatan otomatis arus yang mengalir ke komponen tersebut menjadi lebih besar. Karena arus yang lebih besar maka otomatis bunga api lebih besar, tenaga bertambah, lampu lebih terang, dst.

Jadi efek yang dikatakan terjadi karena voltase distabilkan terjadi karena penambahan grounding, bukan karena voltage stabilizernya. Dan ini bisa jadi akan merusak komponen bila arus yang mengalir melebihi toleransi dari desain pabriknya. Oleh karena itu sudah diwanti wanti oleh pihak pabrikan bahwa garansi bisa hangus bila ada penambahan terutama di komponen kelistrikan. Lampu lampu bisa gampang mati, komponen seperti CDI atau ECU atau kiprok bisa rusak hangus kepanasan.

 

Memperbesar voltase kendaraan (cara berbahaya)

Ada lagi penjelasan lain, yang ini jauh lebih beresiko merusak komponen. Semoga saja tidak ada voltage stabilizer bekerja dengan cara berikut.

Saya pernah baca suatu voltage stabilizer memperpanjang umur aki dengan menghentikan pengisian ke aki bila aki sudah penuh. Memang betul ini akan memperpanjang umur aki, persoalannya adalah, suplai arus yang tersisa akan dibuang kemana?

Bila kelebihan arus dialirkan ke komponen lain maka jelas lampu akan lebih terang, ac lebih dingin, tenaga mesin nambah. Namun persoalannya, apakah penambahan arus ini baik? dengan bertambahnya suplai arus otomatis voltase naik juga. alternator mampu menghasilkan listrik hingga 17V. Normalnya voltase saat mobil berjalan adalah 14.2V. Apakah komponen mobil aman dijalankan di voltase 17V?

Tipe yang ini biasanya ditandai dengan bertambahnya performa bila kendaraan dipakai kencang atau di jalan tanpa hambatan. Biasanya mengklaim performa kendaraan akan sangat meningkat pada kondisi tersebut.

Saat berjalan pelan di rpm rendah, listrik yang dihasilkan oleh alternator keluar pas pasan. Cukup untuk memberi tenaga pada peralatan, dan cukup untuk mengisi aki juga. Di rpm tinggi alternator akan selalu mampu mensuplai kebutuhan semua peralatan, sehingga akan terjadi kelebihan arus. Oleh pabrik aki dipakai sebagai sarana untuk membuang kelebihan arus. Jadi misalkan arus terjadi secara berlebihan, maka akinya yang terlebih dahulu rusak.

Bila saat kencang dan aki sudah penuh lalu pembuangan arus ke aki dimatikan, maka kelebihan arus akan jadi dialirkan ke komponen yang bisa jadi bisa berlebihan. Arus dan voltase yang mengalir ke komponen akan meningkat. Peningkatan ini tentu tidak dalam perhitungan pabrik, sehingga bisa jadi peningkatan ini berada di luar batas toleransi kemampuan alat. Memang lampu jadi lebih terang, tapi jadi lebih gampang mati. Memang AC lebih dingin, namun kompressor bisa gampang rusak. Memang pengapian jadi lebih besar, namun CDI atau ECU atau kiprok bisa jadi overheat dan rusak. Suara mungkin lebih bulat dan kencang, namun sistem Audio beserta GPS, MID dan komponen sensitif lainnya bisa rusak.

Dari pengalaman yang pakai motor yang akinya mati, termasuk penulis, memang tenaga jadi ok, tapi lampu lampu dan komponen kelistrikan seperti kiprok atau CDI jadi pada rusak semua. Yang motornya injeksi justru lebih parah, ECU yang harganya mahal banget pun jadi rusak.

Memutuskan suplai arus ke aki saat aki sudah penuh memang memperpanjang umur aki, tapi akan sangat memperpendek umur komponen kelistrikan yang lain. Jangan heran bila garansi hangus, karena komponen kelistrikan kendaraan tidak didesain untuk jalan tanpa aki.

Bila saat aki penuh listrik dari alternator diputus, maka tenaga bisa bertambah karena beban mesin berkurang, namun tidak ada penambahan tenaga, lampu tidak tambah terang, ac tidak lebih dingin, dst. Jadi yang perlu dicurigai adalah hanya yang menambah tenaga dan juga bikin lampu tambah terang.

 

Arus pengisian aki yang paling efektif

Bila ada yang mengaku ngaku bahwa pengisian aki bisa lebih baik bila arusnya stabil maka itu jelas bohong. Bahkan ada penelitiannya. Disebutkan bahwa pengisian aki dengan metode pulse charging akan bisa membuat aki lebih panjang umur, lebih cepat pengisiannya dan tidak memanaskan aki sebagaimana bila dilakukan dengan arus yang stabil.
http://www.vershv.narod.ru/sdarticle.pdf

• pulsed-current charging techniques can exert highly advantageous effects – not only in terms of accelerating battery recharge but also with respect to extending the cycle-life performance of low-maintenance batteries;
• recharging time can be reduced by an order or magnitude, i.e., ~ 10 to ~ 1 h;
• cycle life can be increased by a factor of three to four;
• the application of pulsed-current charging to a cycled battery (capacity = 80% initial value) can evoke a recovery in battery capacity;

 

Walau voltage stabilizer bisa berguna, bila aki sudah tekor, mending beli aki baru daripada beli voltage stabilizer. Kalau bisa pasang aki lebih besar, mending beli aki yang lebih besar. Bila alternator sudah lemah, voltage stabilizer tidak akan bisa membantu. Daripada beli voltage stabilizer yang ratusan ribu, mending coba dulu dengan kapasitor besar beli di toko elektronik.

 

Bila ingin meningkatkan efisiensi listrik, hal lain yang biasa digabungkan dengan voltage stabilizer adalah grounding. Grounding adalah teknik dimana semua alat yang membutuhkan listrik negatif dari aki tidak dihubungkan ke bodi tapi langsung di tarik kabel ke kutub negatif aki. Ini tentu saja akan meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan karena bodi motor yang dari besi tentu saja daya hantarnya kalah jauh dengan kabel tembaga. Bodi hambatannya lebih tinggi dari tembaga. Dengan menggunakan kabel grounding langsung ke alat yang membutuhkan kelistrikan, maka kerugian karena hambatan dari penghantar akan berkurang, sehingga efisiensi akan meningkat.

 

High frequency filtering

Berdasarkan link berikut kapasitor yang diparalel bisa mempunyai fungsi MENSTABILKAN tegangan (membutuhkan kapasitor dengan kapasitas besar) dan MENGHILANGKAN voltase dengan frekuensi yang terlalu tinggi (membutuhkan kapasitor dengan kapasitas 0.1uF, 1uF dan 10uF). Disebut juga kapasitor punya kemampuan mengalirkan arus yang lebih baik dari batre.
Decoupling (Bypass) Capacitors, Power Supply Filtering, Signal Filtering

While it seems like this might create a short from power to ground, only high-frequency signals can run through the capacitor to ground. The DC signal will go to the IC, just as desired. Another reason these are called bypass capacitors is because the high frequencies (in the kHz-MHz range) bypass the IC, instead running through the capacitor to get to ground.

When physically placing decoupling capacitors, they should always be located as close as possible to an IC. The further away they are, they less effective they’ll be.

An AC-to-DC power supply circuit. The filter cap (C1) is critical in smoothing out the DC signal sent to the load circuit.

Basic Circuits – Bypass Capacitors

Bypass capacitor: A capacitor employed to conduct an alternating current around a component or group of components. Often the AC is removed from an AC/DC mixture, the DC being free to pass through the bypassed component.

So, how many bypass capacitors do you really need? A good rule of thumb I like to use is each IC on my board gets its own bypass capacitor.

The most simple incarnation of the bypass capacitor is a cap connected directly to the power source and to ground, as shown in the diagram to the left. This simple connection will allow the AC component of VCC to pass through to ground. The cap acts like a reserve of current. The charged capacitor helps to fill in any ‘dips’ in the voltage VCC by releasing its charge when the voltage drops. The size of the capacitor determines how big of a ‘dip’ it can fill. The larger the capacitor, the larger the ‘dip’ it can handle. A common size to use is a .1uF capacitor. You will also see .01uF as a common value. The precise value of a bypass cap isn’t very important.

The type of capacitor you use can be important. I would recommend you use a monolithic ceramic capacitor. They are small, cheap, and readily available. I usually use a .1uF 50Volt +-20% with .1″ or .2″ spacing. Again, .01uF is also acceptable. I would avoid larger voltage capacitors as they are physically too large. Electrolytic capacitors are not well suited to the role of bypass capacitors as they typically have larger capacitance values and don’t respond as well to high frequency changes.

Bila referensi diatas dipergunakan untuk menganalisa voltage stabilizer maka bisa disimpulkan:
– voltage stabilizer punya sifat power supply filtering.
– sifat bypass / decoupling dari voltage stabilizer lemah karena seringnya dipasang di batre dan terlalu jauh dari alat eletronik yang perlu dilindungi
– voltage stabilizer tidak punya sifat signal filtering karena kapasitor tidak dipasang di signal / data namun dipasang di sumber daya.

Jadi dari referensi diatas, kapasitor dengan kapasitas besar dan kombinasi kapasitas beberapa yang kecil dengan beda 10 kali kapasitas, dipasang dekat rangkaian penyearah / kiprok. Sementara itu kapasitor dengan kapasitas besar yang lain dipasang dekat aki.

Lalu di dekat komponen elektronik atau audio dipasang beberapa kapasitor kombinasi nilai beda 10 kali, misalkan 10uF, 1uF, 0.1 uF, dan 0.01uF, masing masing satu.

Kesimpulan

  • voltage stabilizer memang benar ada yang bisa menstabilkan voltase, ini baik untuk komponen, namun belum tentu baik untuk aki.
  • voltage stabilizer yang pakai kapasitor akan membantu bila desain dari pabrik ada yang salah, atau bila ada komponen yang sudah mulai rusak. Lebih baik mengganti komponen yang rusak dulu, misalkan ganti aki bila akinya sudah soak.
  • voltage stabilizer yang juga menambahkan grounding efeknya bisa jadi karena penambahan groundingnya, bukan karena voltage stabilizernya. Penambahan suplai arus ke komponen karena penambahan grounding belum tentu baik bagi komponen, apalagi yang toleransinya terbatas.
  • voltage stabilizer yang menghentikan charging ke aki saat aki penuh dan mengalirkan kelebihan arus ke komponen memang bisa sangat meningkatkan suplai arus ke komponen, tenaga bisa sangat bertambah, ac lebih dingin, lampu jauh lebih terang. Namun ini sangat berbahaya karena voltase dan arus bisa melebihi ambang batas yang sudah didesain oleh pabrik. Selain bisa sangat memperpendek umur komponen, bisa juga membuat komponen tersebut terbakar. Harap hati hati sekali dan memperhatikan faktor faktor keselamatan.

125 thoughts on “Voltage stabilizer bisa tidak berguna dan ada yang berbahaya dan memperpendek umur komponen sensitif yang mahal

  1. Saya pernah pakai kapasitor besar pd supra nf100,tp aki saya lepas,saat rpm menengah ke atas,listrik jd normal seakan pakai aki,lampu sein nyala normal,bgitupun jg dgn klakson,tp saat idle redup..
    Oh iya mas,saya buat cemenite kmrn jumlah ulirnya 2,saya buat cemenite ukuran diameter 5,5 tinggi 2,6 sebanyak 2 buah,satu cemenite saya butuh kabel belden 2;5 meter,sekarang masih saya tes d freezer, yg satu saya tidurkan yg satunya lagi saya bangunkan posisinya,jd belum beku semua mas,insyaAlloh nanti saya post d group cemenite pakai akun istri saya..

    Suka

    • Mungkin karena kapasitas dari kapasitor terlalu rendah, waktu putaran mesin rendah, sisa daya cepat habis sehingga kembali mengandalkan alternator lagi. tapi surpa memang agak lemah alternatornya.

      Ditunggu hasil testnya, silahkan share🙂.

      Suka

  2. Voltase yang dihasilkan aki/ sumber listriklainnya biasanya punya spike di frekuensi2 tertentu kalau di lihat dengan voltmeter yang berupa ocilator. Kalau tidak salah pengguaan ukuran kapasitor yang berbeda-beda itu untuk menghilangkan spike2 yang terjadi tadi. Kalau cuma menggunakan hanya satu jenis ukuran kapasitor saja berarti cuma menghilangkan spike voltase di bagian tertentu saja jadi di bagian lainnya spikenya masih ada. Untuk ukurannya sendiri biasanya untuk 1A memerlukan kapasitor sebesar 2200uF.
    Makanya kalau lihat dari diagram rangkainan yang di atas menggunakan berbagai-ukuran untuk volt stabilizernya CMIIW.

    Suka

    • Setahu saya, frekuensi hubungannya memang dengan nilai kapasitor. Tapi saat kapasitor di paralel, kapasitor tidak bekerja sendiri sendiri tapi bekerja sama sehingga nilai kapasitas menjadi di total. Analoginya sama seperti kalau pegas di paralel, bila panjangnya sama, maka keduanya akan bekerja bersama sama yang hasilnya tenaganya menjadi penjumlahan dari tenaga dari masing masing pegas.

      http://www.geocities.ws/handounimed/medianerdi/rangkaian_seri_dan_paralel_kapasitor.html

      Kondensator/kapasitor bila paralel nilai kapasitasnya akan bertambah besar dan merupakan jumlah dari nilai masing-masing, akan tetapi ,tegangan kerjanya tidak berubah.

      Jadi spike frekuensi berapapun apapun akan menghantam kapasitor bersama sama. nggak milih. Contoh nyatanya adalah low pass filter . Walau kapasitornya cuma satu, ia bisa menyaring banyak frekuensi yang lebih tinggi dari batas. Rasanya tidak ada low pass filter yang butuh kapasitor diparalel.

      Bila ingin kapasitor berfungsi untuk frekuensi yang berbeda, maka butuh rangkaian band pass filter, yang implementasinya biasanya adalah speaker crossover atau audio equalizer.

      Suka

      • bener…stabilizer ini hayalan tingkat tinggi, kapasitor memang meredam riple,,,tapi bila riple ini dihasilkan dari sebuah induktor yg bersumber arus bolak balik / ac yg disearahkan menjadi arus searah /dc. makin besar kapastas dari kapasitor, maka semakin besar riple / getaran yg diredam…
        untuk itu apa fungsi dasar kapasitor..yaitu menyimpan tegangan dc…apa fungsi aki…yaitu menyimpan tegangan dc juga,,
        jadi pada dasarnya kapasitor dan aki berfungsi sama,,tapi tentu aki sangat lebih baik / unggul dari kasitor..
        aki dapat menyimpan tegangan lebih lama dan kuat / tergantung ukurannya..

        jadi bila aki mobil ditambah 100 buah capacitor 3300uf, itu belum sebanding dgn sebuah aki motor..
        maka menurut saya ini benar2 pembodohan orang awam elektronik

        Suka

    • Saya yakin tidak banyak membantu. Yang saya tahu aki itu cepat rusak karena overcharge atau over discharge, kebanyakan di charge sampai kelebihan voltasenya atau kebanyakan dipakai sampai voltasenya ngedrop. Untuk kasus tersebut, voltage stabilizer tidak bisa banyak membantu.

      Lalu bila aki rusak karena elektrolitenya habis. Yang tipe basah ya airnya, yang tipe kering ya gelnya, voltage stabilizer tidak bisa membantu juga.

      voltage stabilizer bisa membantu kalau akinya lemah atau penarikan arus butuh besar dan alternator / dinamo masih cukup kuat. Kalau motor standard, seharusnya pihak pabrikan sudah memperhitungkan.

      Disukai oleh 1 orang

  3. Gan kl yg untuk mobil, skema diagram dr saft… Cuma letknya kapasitor yg 3300 saya ganti 4700 dan yg 4700 saya kasih 3300 dan rangkaian kaya milik saft cuma pemasangan saya balik antara 3300 dan 4700… Kira kira efeknya apa? Atau tetap tidak ada efek kl saya rangkai seperti yg saya rangkai tadi?. Mohon pencerahannya

    Suka

    • Kalau dari rumusnya, kapasitor diparalel itu sama seperti dijumlahkan. Tidak tahu apa benar ada efeknya atau tidak antara kapasitor banyak dan sedikit.

      Beda reaksi / kuat arus maksimal yang bisa ditransfer mestinya bukan tergantung dari kapasitas, tapi bergantung pada material kapasitor. Contoh jelasnya di batre, batre lithium beda kemampuan supply arusnya dibanding batre lead acid atau batre nicd atau batre nimh.

      Jadi bila ingin mencampur kemampuan, maka cukup diwakili satu kapasitor dengan kapasitas besar (lebih besar 20 ribu uF) untuk yang elektrolit dan kapasitar terbesar (1uF) untuk yang keramik.

      Suka

      • Jadi intinya sama saja ya pak, efeknya…. Meskipun tata letak dibolak balik antara yg mestinya rangkaiannya dikasi kapasitor 3300 tapi dikasih 4700 dan yg mestinya dirangkaian dikasi 4700 dikasi 3300. Krn secara total kapasitor mikro faradnya tetap sama… Hanya beda letal aja tidak ada efek ya pak? CWIIm…

        Suka

  4. Ngambil arus (-) aki lewat body simple yah,,, tp saya ukur voltase gk beda kok dgn yg langsung ke terminal (-) pada aki. Gk tau deh kalo ampere nya, hahha

    Suka

    • Mungkin karena bodi juga punya hambatan, oleh karena itu ada teknik grounding. Teknik grounding menambahkan kabel langsung dari aki ke perangkat yang sebelumnya pakai bodi, terutama perangkat yang pakai arusnya banyak.

      Atau bisa juga karena itu sebelum dan sesudah kiprok, bagian yang mengatur besar arus / voltase ke aki.

      Suka

      • Di motor saya memang perangkat bawaan/oem dia (-) gk ngambil ke body,, misalnya komponen injeksi, yah cuma part tambahan dari saya aja kayak klakson keong, dan charger yg (-) ngambil di body,, kalo HID dan alarm saya ngalbil langsung ke (-) aki, hehe,, simple nya nebeng ke kabel warma hijau di kabel harness motor, daripada narik kabel sampai ke termimal (-) aki,,,,

        Kalo charger arusnya max cuma 1A,,, nah Klakson keong yg pasti besar,,, tp saat ini ground ngambil di body suara tetap nyaring kok,,,

        Soalnya ribet kalo gk ngambil (-) di body, kabel jd semrawut, hehe,,, saya ukur voltase gk ada bedanya sih (-) di body sama di terminal (-) aki,,,

        Suka

        • Ok. terima kasih sharingnya. Bila pakai kabel langsung hambatan juga bisa berkurang, konsumsi listrik juga bisa lebih hemat. Kalau soal semrawut, mungkin sebaiknya pakai kabel negatif yang besar yang nanti dicabang dengan mengelupas, mestinya lebih rapi daripada satu satu lari ke aki.

          Suka

  5. Hola Amigos….

    multi elco paralyze.. pasti ada Efectnya.. (apalagi di susun multi kapasitas) jika tema nya adalah STABILIZERS sudah tentu fungsinya kegunaannya stabiliser .. harmonisasi,balanceze, or keseimbangan
    Lantas jika judulnya BANK .. agar dikatakan bank so pasti butuh nasabah yg banyak.. lain pula fungsinya dari stavol.

    multi elco Stavol (stabiliser voltase) sperti di saf*7 atau yg serupa..
    tidak akan melakukan sedotan yg rakus ketika pertamakali START pada perangkat atau kendaraan yg cukup lama tak beroperasi tergantung besaran Kapasitor tsb.

    jika perangkat anda adalah mobil, motor DRUG RACING, Raket nyamuk, Flashblitz, STUNGUN .. dianjurkan CapsBank ~ tapi jika perangkat anda home COMPUTER , motor, mobil harian.. dianjurkan stavol dan soft starter..lalu CapsBANK

    Suka

    • Motor elektrik atau kumparan bisa bekerja lebih effisien dengan nilai kapasitor yang pas. Berlaku untuk selagi mulai bergerak dan sesudah jalan, dimana keduanya butuh nilai kapasitas yang berbeda.

      Untuk soal kapasitor diparalel, selama belum di uji coba tidak akan tahu bedanya. Dan selama ini, susah banget tahu bedanya.

      Dan sekali lagi, kalau akinya tekor, penambahan kapasitas dari capacitor bank akan membantu, namun tidak akan bisa mengalahkan aki yang sehat.

      Suka

  6. pak mau tanya, saya pakai motor dan saya memakai voltmeter di motor saya, baru kemarin saya pasang hid di motor sebanyak 2 buah ( karena lampu motor saya ada 2 ) nah hampir setiap saya nyalain hid ( awalan ) pasti voltmeter saya restart sendiri, baru kemarin juga pada saat nyalain hid pertama kali ( awalan ) speedometer saya langsung error, apa karena awalan hid butuh arus yang besar sehingga pasokan listrik untuk speedometer dll berkurang? kira kira saya harus pakai kapasitor bank atau tidak ya? kalao mau pakai kira kira yang tipe apa dan ukuran berapa amper kapasitornya? terima kasih😀

    Suka

    • Voltmeternya pakai yang model apa? HID pakai berapa watt?

      Bila tidak ada masalah saat sudah jalan/menyala maka kapasitor bank bisa membantu. Pakai kapasitor 20000uF/50V mungkin sudah cukup, ukuran tersebut biasa dipakai untuk mobil.

      Coba cek juga akinya, bisa jadi akinya tekor atau sudah mulai soak. Berapa voltasenya saat jalan/ lampu dinyalakan? sebaiknya lebih dari 13V.

      Suka

      • Voltmeternya koso yang bulat om, hid 35watt x2 brarti 70watt kalo nyala, pada saat sudah jalan sih tidak ada masalah, tapi pada saat awalan aja seperti drop kelistrikan, aki baru ganti om sebesar 8ampere standar di motor saya, nah masalahnya kalau lampu menyala voltase di voltmeter jadi 12 v rata” pas jalan naik ke 13 max 14 volt itu bisa tapi jarang, dia konstan di 12 sampai 13, kelistrikan saya terlalu berat ya?
        Maap om banyak nanya, soalnya sama listrik kurang ngerti😀

        Suka

        • Kalau pas jalan sering ke 12V, maka sepertinya alternator nggak kuat. Seharusnya saat jalan itu 13V sebagai tanda akinya di charge. Kalau seringnya 12V maka lama lama akan tekor akinya atau cepat rusak.

          Jadi sepertinya harus diturunkan. coba pakai sebelah saja yang HID dan di cek lagi.

          Kapasitor hanya akan mengatasi drop saat awal saja.

          Disukai oleh 1 orang

          • Wah makasih banyak nih om ilmunya, coba dulu deh pakai kapasitor kali aja bisa lebih kuat pas awalan nyala lampunya, tadi pas mau beli kapasitor 20000uF/50V dikasih nya cuman satu, tapi besar, dan tulisannya sih sama, apa bener kapasitornya hanya kaya gitu aja?

            Suka

            • ok, perlu dicoba dulu. memang kapasitor normalnya bentuknya seperti itu. Saya berpendapat, satu kapasitor bisa mewakili banyak kapasitor dengan ukuran lebih kecil.

              Suka

  7. Luarbiasa Pak Cahyoaji,sangar berguna ulasan anda, intinya test hanya dng kapasitor 10.000uF langsung sambung ke Aki + & – nya, sudah bisa disebut Stabilizer begitu? maf awan ttg Listrik jd minta yg gampang dng bahasa umum aja hehehe thk.

    Suka

  8. Sy sependapat dg Pak Sucahyoaji…..semua penjelasan dari awal tersebut benar, bagus dan bermanfaat. “Jangan Mudah Terkecoh Dengan Iming2, Kalau Tidak Bisa Mempelajari dan Memahami Bidang Tersebut”. Jaman sekarang Prinsip Ekonomi yg dipakai…. “Dengan Modal Seminim Mungkin, Pendapatan Semaksimal Mungkin”……Modal beli Part elektro 50rb dijual 1jt…. Mantab chaan….🙂

    Suka

  9. Maaf agan, mau sedikit komentar tentang Volt Stabilizer …

    Rangkaian Volt Stabilizer bekerja sebagai peredam Noise Voltage, dimana setiap besaran kelompok Capacitor Meredam Noise yang berbeda – beda. Itu sebabnya digunakan beberapa kelompok Capacitor dengan Besaran/Nilai yang berbeda – beda, jadi tidak bisa hanya menggunakan satu Besaran/Nilai saja. Karena setiap Besaran/Nilai tersebut Mempunyai Fungsi yang berbeda, Semakin Kecil Nilai Capacitance-nya, maka Semakin Tinggi Frequency yang akan Diredam, demikian sebaliknya, jika Semakin Besar Nilai Capacitance-nya, maka Semakin Rendah Frequency yang akan Diredam dari Sistem Kelistrikan yang terpasang Voltage Stabilizer ini,

    Voltage Stabilizer berbeda fungsi dengan Capacitor Bank yang biasa digunakan untuk Sistem Audio Mobil, Capacitor Bank berfungsi untuk memperdekat Sumber Tegangan (ACCU) supaya tidak DROP saat Terjadi Kejutan Daya yang besar secara tiba – tiba dari Sound System. (akibat kabel telat menyalurkan daya dari ACCU).

    Noise Voltage yg terjadi dari Alternator/Generator/Magneto dan Sistem Pengapian (CDI, dsb), ini yang perlu diperbaiki agar Kualitas Listriknya menjadi baik dengan memasang Volt Stailizer.

    Mohon maaf jika ada kesalahan, karena manusia tidak luput dari segala bentuk kesalahan …

    wasalam …

    Suka

    • Mungkin yang dimaksud berfungsi seperti low pass filter/ high pass filter? Memang ada yang seperti itu.

      Saya tidak yakin soal manfaat peredaman noise tersebut berguna untuk motor. Pernah saya tes pakai oscilloscope dan tidak menemukan noise yang berarti.

      Beda lagi kalau untuk mensuplai arus yang butuh besar secara mendadak. Karena memang kemampuan aki terbatas, tergantung pada kapasitas. Sementara itu memang aki motor kapasitasnya kecil.

      Kalau kurang, maka harusnya ini bisa dilihat pakai oscilloscope. Tinggal di cek saja.

      Suka

  10. Secara tidak sengaja saya menemukan forum ini, suatu forum yang banyak memberikan pencerahan buat saya yang awam. Kebetulan sekali saya memakai voltage stabilser bermerk yang katanya teknologi dari Jerman pada mobil saya, memang harganya cukup lumayan namun karena penasaran akhirnya saya beli juga. Sebelum pemasangan saya memastikan bahwa alternator dan aki mobil saya berfungsi dengan baik. Setelah semua ok lalu saya pasang dan mengujinya dengan mengukur voltage dengan cara memasang volt meter pada socket pematik rokok yang ada di dashboard mobil. Hasilnya saya lihat bahwa voltage menjadi lebih stabil, yang sebelumnya berfluktuasi 14.0 – 14.4 kini menjadi 14.2 – 14.3. Setelah pemakaian mencapai 500 km saya melihat ada efek penghematan bahan bakar yang sebelumnya 12 km/l menjadi 14 km/l , atau yang sebelumnya saya harus mengisi ulang bahan bakar sebanyak sekitar 40 liter menjadi hanya sekitar 35 liter saja . (Pengujian memakai kendaraan Ertiga 1400 cc – manual, memakai bensin premium ron 88), dengan syle mengemudi sama (Eco drive), ac dan audio tetap hidup saat pengendaraan). Selain itu ternyata noise pada radio berkurang, terbukti jika sebelumnya saya sama sekali tidak bisa mendengarkan radio AM karena noise (kalau untuk mendengarkan FM/MP3/DVD tidak terdengar noise) namun sekarang sudah bisa didengar walau masih ada noise. Penasaran dengan skema rangkaian di atas, saya ingin mencobanya apakah skema tersebut mampu menghasilkan efek seperti voltage stabileser bermerk tadi. Mohon petunjuk dari suhu-suhu semua sebaiknya saya harus memakai jenis capasitor yang bagaimana, apakah cukup capasitor yang biasa-biasa saja ataukah memakai capasitor solid state.. Terima kasih

    Suka

    • Terima kasih infonya, mungkin untuk mobil masih bisa berguna karena memang keluaran dan pemakaian arus di mobil lumayan besar fluktuasinya.

      Apakah fluktuasi voltase pernah diukur pakai osciloscope? Fluktuasi aki seperti itu rasanya masih bukan tanda peningkatan.

      Voltage stabilizer mahal biasanya tidak hanya terdiri dari kapasitor saja namun juga unit pengatur charging / discharging batre. Karena pengaturan yang berbeda, maka hasil keluaran juga bisa lebih baik dari sistem pengisian aki mobil yang biasanya sederhana. Karena pengaturan lebih canggih, pengisian aki lebih cepat, maka tenaga mesin tidak terbuang percuma untuk selalu mengisi aki seperti pada sistem yang normal, ini menghasilkan penambahan performa atau irit. Sistem yang seperti ini biasanya ditandai dengan pemasangan khusus untuk bagian alternator dan aki.

      Sistem yang seperti itu tentu berbeda dengan voltage stabilizer murah yang cukup hanya di paralel dengan aki.

      Bila ingin coba yang seperti voltage stabilizer murah, maka tinggal coba cari kapasitor 35000uF 25V di toko elektronik, atau bila butuh arus besar, pergunakan beberapa kapasitor diparalel lalu pergunakan kabel yang bisa untuk arus beberapa puluh amper.

      Suka

    • sore agan, jika memang berniat untuk membuat sendiri voltage stabilizer sebaiknya menggunakan beberapa nilai yg berbeda (micro farad-nya)

      … “karena setiap Besaran/Nilai tersebut Mempunyai Fungsi yang berbeda, Semakin Kecil Nilai Capacitance-nya, maka Semakin Tinggi Frequency yang akan Diredam, demikian sebaliknya, jika Semakin Besar Nilai Capacitance-nya, maka Semakin Rendah Frequency yang akan Diredam dari Sistem Kelistrikan yang terpasang Voltage Stabilizer ini,” …

      jadi usahakan tetap menggunakan nilai2 yg lebih kecil, misalnya 3,3mF/16V, 4,7mF/16V, dsb-nya, serta tidak perlu menggunakan nilai yg terlalu besar mencapai 35000mF/25V cukup dikisaran 3300mF/16V atau 4700mF/16V, akan lebih baik mencapai nilai tersebut dengan mempararel beberapa nilai, agar dapat meredam noise frequency tadi ..

      agan sudah merasakan manfaat serta perbedaan antara menggunakan dan tidak menggunakan voltage stabilizer … dan agan jangan lupa menambahkan kapasitor keramik secara paralel antara kutub (+) dan kutub (-) hanya sebagai filter saja … bisa menggunakan nilai 100nF/63V …

      sekian infonya, semoga bermanfaat … mohon maaf jika ada kesalahan …

      Suka

      • terima kasih sarannya.

        kemampuan voltase saat kapasitor di paralel akan mengikuti yang paling kecil. Voltase sebaiknya dua kali dari yang dibutuhkan. Dari yang pernah beberapa kali saya coba, voltase yang ditampung memang cuma separuh dari yang tertera.

        Untuk frekuensi, rasanya perlu dilihat dengan osciloscope untuk bisa tahu frekuensi yang perlu diredam. Dari yang pernah saya ukur, frekuensi rasanya tidak tinggi.

        Atau mungkin link ini bisa membantu:
        https://learn.sparkfun.com/tutorials/capacitors/application-examples

        In this schematic, three decoupling capacitors are used to help reduce the noise in an accelerometer’s voltage supply. Two ceramic 0.1µF and one tantalum electrolytic 10µF split decoupling duties.

        While it seems like this might create a short from power to ground, only high-frequency signals can run through the capacitor to ground. The DC signal will go to the IC, just as desired. Another reason these are called bypass capacitors is because the high frequencies (in the kHz-MHz range) bypass the IC, instead running through the capacitor to get to ground.

        Capacitors are stubborn components, they’ll always try to resist sudden changes in voltage. The filter capacitor will charge up as the rectified voltage increases. When the rectified voltage coming into the cap starts its rapid decline, the capacitor will access its bank of stored energy, and it’ll discharge very slowly, supplying energy to the load. The capacitor shouldn’t fully discharge before the input rectified signal starts to increase again, recharging the cap. This dance plays out many times a second, over-and-over as long as the power supply is in use.

        When working with capacitors, it’s important to design your circuits with capacitors that have a much higher tolerance than the potentially highest voltage spike in your system.

        Suka

  11. Skedar sharing brader semua.
    Ane punya pgalaman pakai voltstab ini. Ane punya 2 motor mio smile th2010. Pembelian bareng cm slisih 1 bln. Yg 1 dipake bini.
    Iseng2 ane bikin sendiri voltstab ngikutin panduan dr om saft7. Ane pasang di motor bini.
    Dengan kondisi kelistrikan dan pengapian semua std, tp motor bini ane yg dpasangin voltstab br ganti aki stelah pemakaian 5th. Persis 2bln sblm gesek kendaraan di samsat. Smentara motor ane dlm 5th udah gnti aki 2x.
    Pemakaian motor tiap hari jg bs dbilang sama, tiap hari sama2 dipake kerja. Sama2 gk prnh telat isi air aki jg.
    Ane smpt mikir apa krn pemakaian voltstab itu jd usia aki jauh lebih panjang, krn prbedaan dr kedua motor itu cm di pemasangan voltstab doang.

    Suka

  12. Terimakasih bro. Saya baru belajar ngeblog nih, di blogomnoto.blogspot.co.id
    Blog soal otomotif, saya ingin berbagi pengalaman yg saya dapat dari kegiatan saya di bengkel mobil. Tulisan agan bagus saya ingin belajar banyak dari agan. Thx

    Suka

    • Terima kasih. semoga sukses. Jangan ragu membuat judul artikel panjang, yang penting benar – benar mencerminkan isinya. Pakai kata – kata bahasa Indonesia yang jelas saja agar google bisa gampang mengindeks.

      Suka

  13. Misi pak bos mau nanyak
    Jadi intinya stabilizer voltase itu tidak ada gunanya ya.. untuk aki tekor gara2 pasang aksesoris tambahan di motor seperti lampu HID.

    Suka

    • Produk yang mahal bagian chargernya ada sendiri. Charger yang bagus lebih efisien. Namun bila kelistrikan sudah cukup maka sebaiknya coba pakai cara buat sendiri. Kadang efek terbantu dengan pemakaian kabel grounding yang juga bisa dipasang sendiri.

      Jadi alat yang mahal biasanya terdiri dari beberapa alat:
      – charge controller
      – stabilizer / capacitor bank / capacitor bypass
      – kabel grounding

      Suka

            • Ohh gitu kalo saudara saya pake stabiziller hurricane xcs3 lampu terang banget, kalo crawford eco block masang di maf sensor gpp? Kalo di naf sensor ga ada masalah?

              Suka

            • Mungkin itu efek dari groundingnya, karena memang kebanyakan negatifnya lampu dilewatkan ke bodinya mobil. Memang lebih terang karena hambatan listrik berkurang. Efek negatif mungkin cuma lampu lebih cepat panas. Kalau kualitas lampu jelek jadi lebih cepat putus.

              Untuk crawford eco block, sepertinya itu mirip dengan Throttle body spacer ya? Bila panjang throttle bodi ditambah, katanya efeknya tenaga di putaran rendah bertambah, tenaga di putaran tinggi berkurang. Cocok bila pakai premium di kendaraan yang butuh pertamax.

              Suka

  14. ijin simak, maaf saya mempunyai vario 110 lama (belum injeksi)

    spesifikasi sekarang :

    tanpa tambahan apapun hanya lampu hazart dan lampu kedip2 touring.
    kelemahan yang terjadi :

    saat rpm rendah dan pegang rem maka klakson bunyinya kecil.
    terkadang lampu kedip touring jika rpm rendah jalannya hanya separuh (kadang mati walaupun relay berbunyi)
    kadang lampu hazart mati apabila di lampu merah dengan menekan rem.
    keinginan :

    memasang charger USB dari rangkaian buatan sendiri (tambahan)
    memasang audio 20watt rangkaian sendiri dengan speaker 4″ bekas speaker samping politron caset.
    menambahkan lampu led kolom (rencana buat sendiri)
    pertanyaan :

    skema/power bank diatas apakah bisa digunakan ?
    apakah ada yang lainnya untuk kebutuhan diatas ? (part atau komponen lainnya)
    jika dipasang 2 aki (bagaimanakan cara pasang 2 aki yang baik dan tidak merusak aki asli/bawaan motor) ?
    terima kasih dan salam kenal

    Suka

    • Salam kenal.

      Ada kemungkinan akinya sudah lemah atau alternator / dinamo ampernya sudah lemah. Normalnya kan harusnya saat rpm rendah sekalipun berfungsi dengan normal. Coba di cek dulu.

      Untuk aki tambahan, cukup diparalel saja. Jangan sampai terbalik polaritasnya. Sepertinya rangkaian tersebut membutuhkan daya banyak, ada kemungkinan alternator tidak akan sanggup mengatasi. Untuk jaga – jaga, perlu dimonitor voltase akinya, normalnya kalau aki tidak dipakai voltasenya 12,54V kurang dari itu berarti sudah ngedrop atau kurang isi. Politron dan charger butuh listrik agak banyak, kalau bisa jangan pakai inverter dan by pass inverter di tapenya untuk langsung pakai 12V kalau bisa. Untuk keperluan tersebut, voltage stabilizer tidak membantu.

      Suka

  15. share: saya salah satu pernah menggunakan rangkaian diatas. Di honda mobilio RS. pengalaman yg saya dapat selama 1bulan terakhir ini dengan rangkaian yg saya rangkai sendiri tapi voltage capasitor saya kasi 25volt karena takut 16volt terlalu rendah. hasil yg lumayan untuk perbandingan premium dalam kota. biasa nya cuman 7-8Kpl sekarang saya dapat 9,5-11kpl. lumayan bukan? Ac dengan temperatur kurang dari setengah cukup terasa dingin yg lumayan, klakson sebelum dipasang rangkaian diatas ditekan lama kadang suara mau lari/beda. sekarang sudah stabil belum lagi ditambah power mobil serasa lebih enteng.

    Suka

    • Keputusan untuk pakai 25V sudah bagus karena memang sarannya pakai rating 2 kali dari voltase yang dibutuhkan.

      Hasilnya lumayan sekali. Terima kasih sharingnya. Mungkin saya perlu coba lagi.

      Suka

      • Salam kenal
        Share: saya kurang setuju jika rangkaian kapasitor diparalel dengan accu mobil disebut VOLT STABILISER karena kenyataannya, dalam keadaan mesin nyala, voltasenya naik-turun biarpun sudah terpasang kapasitor, memang kalau kondisi mesin dan accu bagus, range nya berkisar 13,8 – 14,4 V

        Accu mobil sebenarnya adalah “kapasitor filter besar”, tapi ada “tahanan dalam” yang mempengaruhi kecepatan pengisian dan pembuangan muatan, hal inilah yang bisa diperbaiki dengan penambahan kapasitor, tentu saja kapasitor sendiri juga punya “tahanan dalam”, oleh karenanya harus digunakan yg berkualitas (LOW ESR).
        Pada gambar rangkaian diatas, penggunaan rangkaian kapasitor dibandingkan 1 kapasaitor besar juga berkaitan dengan memperkecil “tahanan dalam” tersebut. Bisa diumpamakan penggunaan kabel kawat tunggal dibandingkan dengan kabel berserabut kawat kecil-kecil

        Berbicara mengenai “kapasitas”, jika diharapkan membantu accu, tentu saja harus besar, istilahnya harus memakai “SUPER CAPACITOR”, saya menggunakan kapasitas 200 FARAD (200 000 000 MIKRO FARAD) jika mengacu kapasitor pasaran yang satuannya dalam MiKROFARAD, maka pada sistem audio, benar2 diperoleh kualitas bass yang berbeda, dan hal ini tidak dapat diperoleh bahkan dengan memasang accu dua buah.

        Semoga bermanfaat, terima kasih

        Suka

        • terima kasih.

          sepertinya yang sering dipromosikan adalah kegunaan kapasitor berbagai ukuran sebagai sarana untuk menghilangkan unsur AC/ripple di aliran yang ke aki, sebagai bypass capacitor (dijelaskan di akhir artikel).

          Untuk hambatan dalam, mungkin lebih jelas bila pakai angka.
          The Forever Rechargeable VARIABLE Super Capacitor Battery !!!

          “3) The internal ESR (Internal resistance) is extremely small in a super capacitor. We’re talking 0.01 Ohms or less. A typical battery has an internal ESR or 0.02 Ohms – 0.2 Ohms.”

          Internal resistance of a battery

          The internal impedance of a typical lead acid battery is around 50 milliOhms, new and can reach 1 ohm by the end of the life of the battery.

          Dikatakan internal resistance kapasitor kurang dari 0.01 ohm. Sementara untuk aki mobil bisa mencapai 1 ohm kalau sudah soak, 0.05 ohm saat masih baru.

          Suka

          • Jadi, dengan memparalel beberapa kapasitor yang didapat adalah kapasitor dengan kapasitas lebih besar, tapi memiliki tahanan dalam lebih kecil. Dikarenakan dengan membeli kapasitor di pasaran, kita tidak dapat mengukur tahanan dalam secara langsung, jadi secara acak, ada yang bagus ada yang kurang bagus, dengan memparalel maka didapat total tahanan dalam akan lebih kecil dari yang paling kecil (rumus mencari tahanan total dalam rangkaian paralel). Jadi memang lebih untung memakai sejumlah kapasitor diparalel dibandingkan satu kapasitor nilai besar

            Mengenai GROUNDING, secara definisi grounding itu untuk menghilangkan beda potensial antara dua titik.
            Grounding selain memperbaiki daya hantar listrik dari mesin/chassis ke kutub negatif accu, juga berguna untuk menghilangkan/mereduksi medan listrik statis yang dapat timbul di sekitar mesin.
            Jadi grounding berguna untuk kendaraan anda.

            Suka

            • Iya, walau bisa jadi satu kapasitor pun sudah cukup untuk membantu aki dalam hal penyediaan arus.

              Untuk efek listrik statis, berdasarkan penelitian saya, yang paling berpengaruh adalah kabel yang menyambung ke oli mesin (sensor oli). Begitu diatasi, tenaga bisa meningkat di rpm range yang biasanya lemah. (testimoni yang pakai pro capacitor dan yang pakai teknologi the hull effect).

              Suka

  16. Share: Sepengetahuan saya untuk masalah pemakaian grounding pada mobil yang ada di Indonesia, biasanya ada minimal dari blok mesin ke body, sedangkan pada mobil bertransmisi otomatis ada tambahan grounding dari rumah transmisi ke body.
    Pada mobil merk Jerman seperti BMW, Mercedez Benz, Audi, VW, saya jumpai pemasangan kabel grounding yang lebih kompleks, begitu pula untuk merk dari Amerika yang sudah saya ketahui seperti JEEP WRANGLER, FORD.
    Jadi pendapat saya bila teman2 ingin mengaplikasikan grounding, lakukan saja, saya yakin bermanfaat

    Terimakasih

    Suka

  17. bedanya sesendok teh:mrgreen:
    menyimak soal bahasan penting sampai banyak yang beli itu dengan angka beberapa F ,, pasti jutaan
    ya aku memilih grounding saja ke titik yang memerlukan daya besar dan vital seperti koil, motor starter, klakson, headlamp, ecu

    Suka

  18. Saya rasa anda menulis ini tanpa mencoba produk Qmax. Mungkin pemahaman anda soal voltage stabiliser hanya sebatas capacitor saja. Yah kalo boleh mungkin saya boleh sharing sedikit produk saya dan nanti anda bisa buktikan sendiri.

    Customer kami rata2 cukup satisfied dengan produk yg kami jual bahkan bisa mereferensikan ke teman2 nya.

    Bagaimana kalau saya diberi kesempatan utk memberi demo ke mobil anda?

    Salam belajar

    Marco Qmax

    Suka

  19. Mungkin kalau yang dibahas di seputar capacitor saya setuju sekali. Tapi Qmax tidak menjual capacitor yang di kotak in dan diberi 2 buah kabel.

    Yang kita tawarkan adalah sebuah tekhnologi energy saver. Product kita boleh di dyno juga sebagai pembuktian nya.

    Cheers

    Marco Qmax

    Suka

  20. Trims.sangat membantu.ini ada sales nawarin xcs3 utk mobil.saya searching di google tentang kekurangannya dulu.eh untung mampir di blog ini.setelah saya baca sy urungkan niat membelinya.krn harganya lumayan 1,5jt. kalo memang tdk banyak perbedaannya mending uang segitu utk servis mobil.hehe..

    Suka

    • Iya, kadang efek yang dikatakan sebagai keunggulan dari voltage stabilizer ternyata bisa karena faktor lain. Misalkan lampu depan yang lebih terang, bisa jadi karena waktu pemasangan juga dilakukan pemasangan kabel grounding yang memang efeknya lampu depan lebih terang karena umumnya lampu depan pakai ground body mobil.

      Yang repot bila lampu terang dan tenaga bertambah itu karena voltase lepas kendali. Usaha pingin merawat aki, membuat aki lebih awet dengan menghentikan charging saat aki penuh, namun jadi lebih berbahaya terhadap komponen kelistrikan lain karena voltase jadi tidak terkontrol, naik tanpa kendali karena tidak ada beban.

      Beberapa pabrik mengandalkan aki untuk membuang kelebihan listrik. Bila si voltage stabilizer berhenti mengalirkan kelebihan listrik ke aki, maka kelebihan tersebut bisa dialirkan ke komponen kelistrikan. Memang tenaga nambah, lampu lebih terang, tapi voltase bisa jadi akan melebihi ambang batas kemampuan alat kelistrikan atau paling tidak memaksa komponen kelistrikan untuk bekerja lebih keras. Di aslinya bila terjadi kelebihan listrik maka akinya yang lebih dulu rusak.

      Jadi kalau listriknya berlebih, bila dialirkan ke aki maka semua elektronik aman namun aki jadi cepat rusak (biasanya mendidih / air cepat habis), bila dialirkan ke elektronik akinya lebih awet namun resiko merusak elektroniknya mobil (ECU, dashboard, multimedia, nav, dst). Yang mengalami ini terutama yang sering pakai rpm tinggi.

      Bila motor dijalankan nggak pakai aki. Lampu akan jadi terang sekali, dan lampu lampu pada akan rusak dan bahkan beberapa ada yang kena ECUnya atau paling tidak kiproknya.

      Suka

  21. Saya menggunakan produk VSA di Daihatsu Ayla, tp stlh penggunaan skitar 1,5th akhirnya aki saya bermasalah entah itu krn usia akinya atau krn penggunaan VSA.

    Air aki menjadi mendidih sampe habis, namun mobil msih bs di stater dan voltase msih diskitaran 12,7volt (krn sy pasang indikator volt didalam kabin)

    Kira2, air aki mendidih itu apa krn daya kerja sel akinya yg sudah lemah? Dan apa krn VSA aki msih bs digunakan utk stater wlupun berdampak air menjadi mendidih.

    Mohon bs dibantu penjelasannya, krn penasaran jg blum ktmu jawaban yg pas, terima kasih

    Best regards

    Suka

    • Umur 1,5 tahun untuk aki sepertinya masih normal. Soal air aki mendidih itu banyak pemilik Agya/Ayla lain yang mengalami. bahkan ada yang mobil baru beberapa bulan sudah mengalami.

      Yang perlu dilihat adalah voltase saat mobil jalan. Aki dikategorikan penuh bila voltasenya mendekati 14,8V. Aki lemah memang bisa karena kapasitasnya turun, sehingga jadi lebih cepat penuh. Untuk hal ini, sepertinya VSA tidak memperparah ataupun membantu.

      Aki bisa mendidih karena saat overcharging suhu sel aki akan meningkat dan membuat aki panas. Solusinya coba mengendarai dengan rpm lebih rendah atau semua kelistrikan yang bisa dipakai dinyalakan. Namun pastikan akinya ok dulu. Karena kalau sudah soak, bisa bisa mati mendadak.

      Suka

    • Kalau untuk volt, 50 Volt sudah cukup. Kalau keperluannnya untuk lampu, rasanya satu saja dengan ukuran besar lebih baik daripada banyak kecil kecil. Jangan lupa dikasih sekring elconya.

      Namun elco tersebut tidak banyak membantu kalau misal alternatornya kurang kuat. Biasanya sih masih kuat. Kalau memang nggak kuat, solusi jangka pendeknya rpm pakai lebih tinggi dari biasa.

      Suka

  22. Terimakasih atas informasinya saya hampir saja membeli stabilizer aki karena motor saya injeksi dan cukup banyak memakan listrik yang disebabkan pemasangan kompenen tambahan seperti strobo dan sirine yg memiliki daya 100watt karena setelah memasang kompenen tersebut aki saya hanya dapat bertahan setahun setelah saya baca penjelasan anda saya hanya ingin memasang relay untuk sirine saya agar ketika sirine digunakan listrik tetap stabil dan rangkaian nya pun saya akan mengikuti saran anda yaitu ground langsung dari terminal negatif aki bukan ke body

    Suka

  23. Lg cari tau mengenai volt stabilizer dan nemu ulasan ini, dan mnrt saya ulasannya sangat informatif sekali, terima kasih atas informasi yg sangat jelas ini

    Suka

  24. ini baru ilmu dan fakta yg benar ,,,jangan percaya dengan Iklan2 yg blm tentu benar,,krn mereka hanya cari untung saja<<<>>>hehehe….

    Suka

  25. Saya sdh menggunakan capacitor bank/volt stabilizer buatan sendiri hanya 20.000 uF 50V pada motor. Dari pengukuran dengan multimeter, penggunaan capacitor bank membuat voltage output dari alternator menjadi lebih stabil.

    Hal yang sudah terbukti adalah jika aki sudah soak (atau bahkan aki sudah mati total atau dilepas sepenuhnya), capacitor dapat menggantikan sebagian fungsi aki juga sebagai buffer penstabil tegangan agar tegangan alternator tidak terlalu fluktuatif (saat putaran mesin tinggi lampu tidak terlalu terang sehingga cepat putus, sebaliknya saat putaran rendah juga lampu tidak terlalu redup).

    Jika aki masih bagus, maka capacitor juga akan bertindak sebagai suplemen yang memperbaiki performa aki dari beban kejutan arus listrik besar seketika sehingga dapat mengurangi stress aki sehingga aki menjadi lebih awet. Ini adalah merupakan konsep dasar dari aki hybrid.

    Saya menggunakan aki kering di motor saya (yang di luar spec krn seharusnya menggunakan aki basah). Penggunaan aki kering di motor tsb krn di luar spec “katanya” akan tidak awet dan cepat soak (bisa over/undercharge karena spec kelistrikan untuk charging dari kiprok aslinya kurang sesuai). Tapi pada kenyataannya smp skr sdh hampir 3 tahun aki kering tsb masih “perkasa” belum menunjukkan tanda2 soak sedikitpun.

    Saat ini bahkan sudah ada aki hybrid yang merupakan gabungan dari batere/aki konvensional dengan super capacitor. Ke depannya saat teknologi capacitor sudah bisa mencapai angka ratusan bahkan (mungkin) jutaan farad diprediksikan super capacitor akan menggantikan fungsi batere/aki sepenuhnya.

    Suka

    • Untuk tahu stabil atau tidak, tidak bisa pakai multimeter. Harusnya pakai osciloscope karena multimeter cuma melakukan perhitungan rata rata.

      Bagaimanapun kemampuan kapasitor terbatas, tidak sama dengan aki. Kapasitor akan lebih cepat penuh atau kosong. Jadi kalau saat aki soak motor digeber lama, maka tegangan akan tetap bisa naik tinggi walau sudah ada kapasitornya. Dibuat pelan lama pun tegangan tetap turun. Kapasitas kapasitor jauh lebih kecil daripada aki. Untuk perbandingan, berdasar uji charging saya dengan stingo charger input 1 amper 12V (12 watt), bila mengisi aki kosong 12V 7Ah butuh waktu 5 jam, maka mengisi kapasitor 50V 10 ribu uF butuh waktu cuma 5 detik.

      Tanpa kapasitorpun umur aki kering bisa awet. Mungkin kapasitor super bisa menggatikan aki, namun masih ada kelemahannya. Kapasitor lemah terhadap overcharging dan suhu panas (bisa meletus). Dalam hal ini aki lebih aman.

      Aki justru lebih lama umurnya bila arus yang masuk tidak stabil / kejutan listrik. dijelaskan di link berikut:
      http://www.vershv.narod.ru/sdarticle.pdf

      An important conclusion from the studies reported here is that premature capacity loss, as well as early failure of Pb-Ca-Sn cells, can be prevented by the application of pulsed-current charging

      pulsed-current charging techniques can exert highly advantageous effects – not only in terms of accelerating battery recharge but also with respect to extending the cycle-life performance of low-maintenance batteries;
      recharging time can be reduced by an order or magnitude, i.e., ~ 10 to ~ 1 h;
      cycle life can be increased by a factor of three to four;
      the application of pulsed-current charging to a cycled battery (capacity = 80% initial value) can evoke a recovery in battery capacity;

      Suka

  26. Idealnya pengukuran memang sebaiknya menggunakan oscilloscope agar terlihat plot gelombangnya. Kebetulan saat itu hanya ada multimeter analog (itupun hanya pinjaman). Paling tidak dari situ saja sudah bisa terlihat dengan jelas perbedaan fluktuasinya yang memang jauh lebih smooth dengan penggunaan capacitor. Tapi untuk pengukuran dan grafik detailnya dengan oscilloscope juga sudah dilakukan oleh penulis artikel “Saft7 – Bikin Voltage Stabilizer untuk Mobil/Motor” (yang linknya ada di atas artikel ini).

    Betul sekali, kapasitas energi kapasitor untuk teknologi saat ini masih sangat terbatas dibandingkan batere konvensional. Tapi kelebihan utamanya adalah proses charge & discharge yang sangat cepat. Itu sebabnya muncul ide hybrid super capacitor-batere, untuk menggabungkan kedua properti terbaik tersebut (kapasitas energi besar & charge-discharge yg cepat). Jika dianalogikan dalam dunia komputer adalah seperti memori cache level 1 yang berkapasitas besar tetapi lambat digabungkan dengan memori cache level 2 yang berkapasitas kecil tetapi sangat cepat.

    Sejauh yg sy tahu, kapasitor tdk akan pernah overcharge spt batere kimiawi (lain soal jika yang dimaksud adalah terhubung dengan voltage yang diatas ambang kerjanya). Selama voltagenya masih dalam ambang batas kerjanya, kapasitor tidak akan mengisi energi lagi jika memang sudah penuh. Dan sejauh yang sy tahu, batere juga rentan terhadap suhu ekstrem (panas).

    Mengenai metode charging, pulsed charging pada artikel diatas secara spesifik menyebutkan itu untuk cell Pb-Ca-Sn (setahu saya memang ada varian lead acid batere kalsium). Saya sendiri kurang tahu apa itu juga berlaku generic untuk semua chemistry lead acid (sealed/non sealed). Tapi sejauh yang saya tahu, pada umumnya metode charging yang direkomendasikan untuk batere lead acid adalah metode CV (Constant Voltage).

    “Constant Voltage Charging: this method is the most commonly used for SLA batteries as
    the individual cells tend to share the voltage and equalize the charge between them. It is
    important to limit the initial charging current to prevent damage to the battery. However, with
    a single fixed voltage, it is impossible to properly balance the requirements of a fast charge
    cycle against the danger of overcharge.

    Two Stage Constant Voltage Charging: this method is a recommended for charging SLA
    batteries in a short period of time and then maintaining them in a fully charged float (or
    standby) condition.”

    Referensi: http://www.silvertel.com/images/technical-articles/charging_sealed_lead_acid_batteries.pdf

    Suka

    • Ok, mungkin naik turunnya voltase masih dalam batas range deteksi multimeter (dalam ratusan milisecond). Perlu dicermati bahwa Saft7 ngukurnya pakai scope lewat audio. Bisa jadi yang terukur interferensi busi. Jadi bila tujuannya agar listrik yang ke aki lebih stabil bisa jadi benar, namun bila tujuannya agar listrik yang ke komponen lebih stabil maka belum tentu, karena dari kutipan diatas, untuk menstabilkan listrik ke komponen, kapasitornya harus dekat komponennya atau bahkan nempel di pcbnya.

      Iya, charging dan discharging kapasitor sangat cepat. Ini sangat berguna untuk membantu startnya motor. Namun terus terang sejak membuat artikel tentang kebakaran bensin, saya jadi mikir mikir untuk mau pasang kapasitor di mobil. Disebutkan kebakaran pom terjadi karena ledakan di mesin mobil. Saya jadi teringat saat lampu hemat energi di rumah meletus. Saat saya buka, yang meletus adalah kapasitornya. Dan ini terjadi beberapa kali, yang lain juga banyak yang mengalami lampu hemat energi meletus. Yang nggak meletus nggak ada kapasitornya tapi konsumsi listrik boros.
      Kalau pingin aman saat mengisi bensin tidak cukup hanya mematikan mesin saja

      Sekarang ini kebanyakan charger sudah tidak lagi pakai constant voltage. Yang termurah pun pakai pulse charging dengan memanfaatkan half wave bridge diode dan bukan full wave bridge diode. Beberapa metode terbaru di sebutkan di link berikut:
      http://www.mpoweruk.com/chargers.htm

      Suka

  27. Oh ya, setelah dicermati lagi, artikel diatas menyebutkan pulsed current atau arus terputus2, sedangkan artikel yang lainnya merekomendasikan constant voltage atau tegangan konstan. Bisa jadi pulsed current dilakukan dalam rentang tegangan yang konstan. Jadi kelihatannya tidak ada kontradiksi di situ.

    Karena capacitor berfungsi sebagai voltage stabilizer (dan bukan current stabilizer), mungkin itu sebabnya kenapa chargingnya menjadi lebih efisien sehingga aki yang dipakai juga bisa menjadi lebih awet.

    Suka

    • Untuk charging normal, aliran arus tergantung dari voltase. Jadi bila voltase terukur tinggi, maka arus yang masuk ke batre juga besar. Bila voltase naik turun, maka arus pengisian juga naik turun mengikuti voltase. Kalau voltase distabilkan, maka arusnya pun juga stabil.

      Suka

  28. Ini maksudnya charging normal dalam konteks umum atau hanya untuk lead acid? Setahu saya kalau metode charging untuk batere li-ion antara arus dan voltage tidak harus selalu linear berbanding lurus tetapi secara garis besar ada dua fase berkebalikan, yaitu fase CC (constant current dengan pulsed voltage) saat masif charging, dan baru berikutnya adalah fase CV (constant voltage) dengan pulsed current pada saat topping off atau trickle charge.

    Suka

    • Maksudnya charging normal itu dari sisi chargernya. Charger nggak normal itu pakai voltase jauh lebih tinggi tapi arusnya kecil, di pasaran nggak ada, banyaknya di grup free energy.

      Pembatasan arus berlaku juga untuk voltase. Dipisahkan karena untuk mengkonstankan arus butuh voltase yang berubah, dan untuk menkonstankan voltase, butuh arus yang berubah. Ini karena hambatan dari batre makin lama makin kecil saat mendekati penuh. Sehingga kalau tidak dikontrol, maka voltase dan arus makin lama makin besar.

      Suka

  29. Oh ya, sekedar sharing tentang safety kapasitor. Sebenarnya selama kapasitor telah digunakan sesuai dengan spek ambang batas tegangan kerjanya seharusnya akan aman. Tapi untuk di Indonesia, payahnya adalah banyak beredar kapasitor palsu yang berkualitas buruk dan speknya tdk sesuai (dalamannya berisi kapasitor spec di bawahnya yang berukuran lebih kecil dengan hanya ditambahkan kerikil sebagai pemberat) seperti contoh kasus berikut: https://restovarius.wordpress.com/2012/06/18/another-fake-capacitor/

    Terus terang saya sendiri baru membaca kasus seperti itu dan saya sendiri juga jadi merasa waswas dengan kapasitor bank buatan sendiri yang di motor, karena dulu sewaktu beli kapasitornya tidak ditest terlebih dulu.

    Suka

    • Iya, setuju, terutama elektrolitnya yang pengaruh. Dulu pernah ada kasus banyak motherboard rusak karena kapasitornya kualitasnya buruk.

      Belum lagi temperatur maksimum yang dibolehkan. Padahal mesin bisa sangat panas apalagi kalau dekat dengan knalpot. Kalau dari wiki, batas maksimal macam macam, ada yang tinggi hingga 150 derajat namun ada yang cuma mampu 85 derajat.
      https://en.wikipedia.org/wiki/Electrolytic_capacitor

      Untungnya suhu maksimal tersebut dilihatkan di bungkusnya. Kalau untuk mobil 105 derajat saja bisa jadi kurang, jelas bahaya sekali kalau pakai yang 85 derajat

      Suka

  30. Ya Rubycon itu salah satu merk kapasitor yang katanya cukup bagus dan aman (dengan asumsi produk yang asli bukan aspal). Merk2 lain yang yang juga katanya bagus dan beredar di Indonesia antara lain Nichicon, Elna, Panasonic & Nippon Chemi-Con.

    Saya berminat membelinya untuk membuat kapasitor bank lagi dari awal buat jaga2 siapa tahu kapasitor abal2 sebelumnya cuma berisi kerikil, tapi agak kesulitan mencarinya. Barangkali Pak Cahyo bisa merekomendasikan toko online yang jual produk2 asli diatas?

    Suka

  31. Jadi gini mas, sy mau pasang voltage stabiliser yg kualitas KW misal nih pivot yg kapasitornya gede2 sprti batray remot. Nah itu spaket kan dapet braket terminal negatif buat grounding +5 kabel ground. Sy kan blm pnya pngalaman sama barang sperti ini makanta trial yg KW dulu lah dripada 1,5lebih duit hilang buat gimick. Pikir sy pakai KW walaupun abal2 ga maksimal voltage stabilisernya tapi mungkin bisa terbantu sama grounding2 gitu nantinya..tapi klo tak lihat2 di mobil bawaan pabrik udah dipasang grounding cm kabelnya kecil, ada yg di sekrup di bodi dan ada di mesin trs dll, nah itu rencana mau tak ganti sekalian kan sama paket voltage stabiliser…kira2 nih dengan analogi saya yg ngaco krna ga paham elektronik ni, ada bahayanya ndak? Atau misal ada keuntungan, keuntungan apa trsebut yg tidak berekses buruk trhadapkomponen kendaraan?
    Kalau soal aki ndak masalah mas memang harus ganti pada waktunya lumrah buat smua kendaraan makanya ada toko aki..trimakasih

    Suka

    • Kalau dari teorinya, bila kabel kurang layak untuk arus yang dialirkan maka kabel akan jadi panas karena ada hambatan. Bila kabel bawaan pabrik sampai puluhan tahun juga tidak masalah berarti walau kecil sudah lebih dari cukup.

      Bila mau mengecek penempatan grounding, coba saja diukur pakai amp meter. Bila kabel ground yang ada tidak cukup bagus daya hantarnya, tentu akan ada sebagian listrik yang mengalir lewat amp meter. Dari yang sudah sudah, sepertinya efeknya lebih ke sebatas perasaan.

      Namun berdasar pengalaman saya eksperimen pro capacitor, bisa jadi pemasangan grounding bisa mengurangi listrik jelek dari kelistrikan mobil. Tujuannya jadi bukan lagi mengurangi hambatan namun mencegah listrik jelek masuk mesin. Secara elektronika tidak terukur bedanya namun tenaga tetap nambah. Kabel grounding di tempel dekat dengan sensor oli atau busi. Kalau dari eksperimen pemasangan pro capacitor di sensor oli, di Daihatsu Ayla terasanya di rpm 2500, di Toyota Avanza terasanya di rpm 3000-4000.

      Kalau pakai amp meter beneran bisa terukur signifikan maka listrik jelas bisa bertambah. resiko akan sesuai dengan penambahan. Kalau listrik yang mengalir ke coil atau lampu bertambah cuma 2% rasanya tidak akan masalah, kalau sampai nambah 10% maka bisa jadi akan melebihi kemampuan lampu atau coil.

      Bila sudah beli, coba cek apakah kapasitornya yang versi 105 derajat juga, karena tentunya kapasitor 85 derajat kurang cocok ditaruh di mesin mobil.
      Kalau pingin aman saat mengisi bensin tidak cukup hanya mematikan mesin saja

      Suka

      • Owh makasih mas jadi gronding dipasang di mesin transmisi alternator starter bodi mobil aja ya mas. Soalnya masih bingung buat pasang2 grounding letak2nya atau ngikutin kabrl pabrikan aja ya didobelin gt?..tapi ada teman blg klo promo bilang js one bisa trial 1 hari dulu nih mau coba dulu kalau misal udah di gronding2 enak plus yambah gimik2 bgituan masih terasa ga efek klaimnya menambah tenaga.hehe..cuma buat stop n go sama biar lincah nyrlip gt aja kok mas ndak buat kebut2an bahaya jalan rame ngebut benjut.haha..trims

        Suka

        • Kalau tujuannya mengurangi hambatan listrik, titiknya didekatkan dengan peralatan yang pakai (busi / lampu / ac / alternator).

          Kalau tujuannya mengurangi energi jelek, titiknya didekatkan sensor yang lari ke mesin (berdasar penelitian thehulleffect / oil bath joe cell). Ini pernah saya coba dengan uji motor. Tenaga nambah hanya di range rpm tertentu. Kabel dari negatif aki harus juga memakai dioda.
          Hasil uji penambah tenaga the hulleffect sukses bro!

          Penambahan tenaga bila ada sepertinya tidak banyak, tidak seperti beda antara premium dan pertamax. Dari yang sudah coba banyak yang tidak merasa. Dan sepertinya yang transmisinya matik yang lebih bisa merasakan.

          Untuk stop and go, barangkali mau coba produk saya? pakai satu ada yang sudah bisa merasakan efeknya. Bila dibanding implementasi kabel dan dioda diatas, efeknya jauh lebih kuat baik di mobil ataupun di motor Bisa dibeli di link ini.

          Suka

  32. Melanjutkan komentar sy sebelumnya tentang kapasitor palsu, sebagaimana yg saya khawatirkan, ternyata kapasitor bank 2x10000uF yang saya rakit sendiri 3 tahun yg lalu itu benar2 kapasitor palsu (dalam artian speknya tidak sesuai atau lebih kecil & hanya diberi tambahan substrat hitam seperti ter agar terkesan besar & berat tampilan fisiknya).

    Saat ini saya sudah kembali merakit kapasitor bank baru yang semoga saja kapasitansinya kali ini real krn sy import langsung, merk Elna, Made in Japan, dengan kapasitansi sebesar 1.67F. Dengan kapasitansi hanya sebesar itu, pada motor efeknya saat dihidupkan dengan posisi stasioner tanpa adanya aki (hanya dengan kapasitor), tegangan alternator naik hampir 3x (rata-rata 9.3v – kalau tanpa kapasitor & tanpa aki hanya sekitar 3.3v). Aplikasi kelistrikan seperti lampu sein & klakson bekerja dgn hampir sempurna (kalau tanpa kapasitor, sein & klakson tidak akan bisa nyala sama sekali). Hanya saja starter elektrik belum bisa bekerja (saya dengar kalau kapasitansinya 500F baru elektrik starter bisa bekerja full walau tanpa aki).

    Suka

    • terima kasih sharingnya. Menyedihkan juga sampai ada yang menipu begitu.

      Namun saya heran dengan dengan voltasenya. Itu alternatornya normalnya berapa volt? setahu saya nilai voltasenya bisa sampai 17V. Sementara itu setahu saya voltase dari kapasitor bisa naik sampai mendekati limit bila di charge tanpa berhenti. Kapasitor 10000uF 50V yang pernah saya coba voltasenya naik sampai 25V. Dan Voltase rating yang disarankan biasanya adalah dua kali dari voltase sistemnya. Jadi untuk sistem 12V kapasitornya lebih baik memilih yang 25V atau lebih besar.

      9V kok rasanya kecil? aki aslinya berapa volt? Nilai 1F rasanya sudah besar, mungkin voltase yang kurang. Tapi aneh juga tanpa aki cuma 3.3V.

      Suka

  33. Tegangan keluaran alternator motor saya (Supra X 100 th 2000) dalam keadaan stationer (diam tidak digas) adalah sekitar 3.3v. Saya belum mencoba tegangan maks jika gas digeber habis (takut suaranya mengganggu tetangga).

    Saya menggunakan super capacitor 10F 2.7v yang diseri sebanyak 6 buah jadi tegangan kerja maks adalah sekitar 16.2v. Cukup mepet memang, tapi ini adalah praktek yang pada umumnya digunakan pada aplikasi otomotif dari super capacitor. Semoga saja tdk over voltage (lagi pula saya jarang kebut2an menggeber gas sampai mentok). Ke depannya saya berencana mencoba dengan kapasitansi total 20F (120F/6, 2.7v) dan akan saya infokan kembali hasilnya disini.

    Tegangan aki masih normal. Tegangan 9v yg saya katakan sebelumnya adalah MURNI tegangan keluaran alternator (TANPA aki) pada posisi STASIONER, jadi itu sudah cukup mendekati tegangan aki (dibandingkan sebelumnya yang hanya 3.3v tanpa kapasitor & tanpa aki, karena itu sudah cukup bisa menyalakan lampu2 dan klakson).

    Skenario pemasangan kapasitor saja tanpa aki dimaksudkan hanya untuk pengujian efek kapasitor. Tapi pada prakteknya, saya tetap menggunakan aki + kapasitor (konsep aki hybrid). Berdasar pengujian sederhana yang objektif dan sebisa mungkin menghindari unsur sugesti subjektif, saya sepenuhnya percaya dan menganggap bahwa capacitor bank benar2 merupakan suplemen untuk aki yang menyebabkan peningkatan performa kelistrikan dan memperpanjang lifetime aki.

    Idealnya aki sepenuhnya digantikan oleh super capacitor, tetapi untuk teknologi saat ini mungkin masih belum memungkinkan. Modul super capacitor seukuran aki mobil untuk saat ini kapasitansinya paling2 baru berkisar 500-750F dan itu mungkin baru sekitar 1/10 atau bahkan kurang dari kapasitas mAH aki sekarang. Krn itu pendekatan yang paling feasibel untuk teknologi saat ini adalah dengan konsep hybrid aki-capacitor.

    Suka

    • Akinya berapa volt? seingat saya 12V? tegangan bila pakai aki berapa volt?

      Kalau 12V maka rasanya kapasitor 16V kurang, karena biasanya voltase maksimal cuma separuh dari ratingnya. Sehingga voltase 9V koma sekian itu rasanya limit dari voltase kapasitor. Karena voltase kurang tinggi maka dinamo starter nggak bisa nyala.

      Jadi saran saya sebaiknya voltase kapasitor total yang ditinggikan, bukan cuma kapasitas.

      3,3v saat idle bisa jadi karena rpm kurang tinggi.

      Sebenarnya sudah ada yang pakai super capacitor sebagai pengganti aki mobil.

      Kalau dibilang ideal, problem di charging mobil sepertinya overcharging. Apa super capacitor mampu menanggulangi overcharging sebaik aki basah biasa?

      Misalkan kalau akinya sudah soak, maka aki bisa mendidih. Nah kalau di kapasitor kalau sampai soak, perilakunya bagaimana?

      Suka

  34. Ya, aki motor standar memang 12v. Kemarin saya lupa mencek tegangan akinya sendiri, tp walau sdh 3 thn sistem kelistrikan semuanya masih bagus tdk ada keluhan, jd sy berasumsi aki masih normal.

    Tentang ambang batas minimal tegangan kerja kapasitor, nanti akan saya cek lagi selama praktek penggunaanya apakah 16.2v msh benar2 bs menghandlenya atau tidak. Hny sj aplikasi supercap pada otomotif biasanya menggunakan 6 supercap yang diseri spt pd video diatas (setahu sy itu adalah supercap 500F 2.7v yg terdiri dr 6 supercap 3000F yg diseri), jd sy berasumsi ambang 16.2v masih bisa menghandlenya untuk penggunaan normal sehari2 (bukan untuk racing yang membutuhkan RPM tinggi).

    Setahu saya, dalam konteks sebab akibat, aki akan soak kalau mendidih (over charged) dan bukan kebalikannya (kalau soak maka aki mendidih).

    “Overcharging” bisa dihandle oleh capacitor bahkan jauh lebih baik dibanding aki, selama masih dalam batas ambang tegangan kerjanya. Setahu saya, capacitor sendiri bahkan tidak mengenal istilah overcharging seperti halnya batere/aki. Capacitor juga memiliki lifetime yang jauh lebih durable daripada aki. Sering dikatakan bahwa kita yang akan mati duluan sebelum capacitornya.

    Bagaimanapun, capacitor juga bisa “soak” atau bocor & rusak. Secara fisik kasat masa biasanya ini ditandai dengan kapasitor yang menggembung. Perilaku kapasitor rusak biasanya ESR atau resistensi internalnya meningkat, tidak dapat menampung banyak muatan listrik dan tingkat kebocoran arusnya (leakage atau self dischargenya) meningkat.

    Suka

  35. Sebagai tambahan, ambang batas tegangan kerja capacitor pada umumnya memiliki nilai toleransi biasanya sekitar 10-20%. Pada kasus capacitor 50v yg hny dpt menyerap tegangan max 25v (atau hny 50%), itu ada relevansinya dengan issue kasus kapasitor palsu spt yg sy alami.

    Kapasitor palsu biasanya memiliki dimensi fisik & bobot yg sama spt kap asli (rating sesuai) tapi sebenarnya hanya berisi kap yg dimensinya lbh kecil dengan konsekuensi hanya memiliki rating dibawahnya (bisa voltage yg sesuai tapi dengan kapasitansi di bawahnya atau kapasitansi sesuai tapi dengan voltage di bawahnya dan modus terakhir ini yg lbh sering digunakan krn belum ada cara untuk melakukan pengujian non destruktif terhadap ambang batas tegangan kerja kapasitor).

    Suka

    • Ok. Dari yang pernah saya coba, seringkali voltase maksimal cuma separuh dari rating. Coba di cek batas voltasenya. Harusnya voltase bisa mencapai paling tidak 15V kalau kapasitas kapasitor kurang.

      Kalau kapasitas cukup maka voltase nggak berhenti di 9V.

      Aki mendidih memang bikin soak, namun juga aki soak tandanya gampang mendidih. Begitu aki mendidih, maka harus diganti. Saat kapasitas aki berkurang, jadi terlalu gampang overcharge.

      Jalan kecepatan tinggi (diatas 80kpj) berlama lama juga bisa bikin overcharge.

      Saat voltasenya mentok, maka itu overcharging. Mentok di aki biasanya di 15V. Kalau kapasitor batasnya tergantung rating. Begitu voltase nggak nambah lagi maka akan overcharge.

      Saat kapasitor overcharge maka akan mengembung atau meletus (seperti yang sering terjadi di lampu CFL yang meletus).

      Umur memang jadi berkurang bila dipakai mentok di voltase maksimalnya, baik itu aki ataupun kapasitor.

      Karena bila pakai aki voltase bisa mencapai 15V, maka pakai kapasitor juga harus bisa mencapai 15V dan untuk amannya tidak lebih dari 15V.

      Suka

  36. Seru juga nih,salut thread and adminnya lumayan responsif🙂 btw sy boleh tanya min, untuk memastikam saja kalau sy buat sendiri rangkaian dengan capasitor besar ukuran (1 Capasitor = 10000 MFD, 100V) apakah masih tergolong aman untuk dipasangkan langsung ke kutub + dan – aki mobil ?

    Jika saya menyambungkan rangkaian capasitor ini melalui konektor lighter mksdnya sy ingin mengambil jalur arus dari kutub + dan – melalui soket konektor lighter yg sy buat sendiri apakah aman dan bisa dengan cara seperti itu karena sy pernah melihat produk yg hampir sama dengan metode tersebut dan dicolok langsung melalui konektor lighter mobil nama produknya “FuelShark” kl gk salah, sy fikir sm inti kerjanya seputar rangkaian capasitor juga nah begitu juga ide yg sy ingin lakukan apakah bisa dicolok melalui konektor lighter mobil toh konektor lighter ada arus + dan – listriknya juga yg berasal dari aki mobil ?

    Pada konektor lighter biasanya sudah ada sekring pengaman juga apakah dengan rangkaian capasitor tersebut masih tergolong aman jika dipasangkan melalui soket/konektor lighter ?

    Mohon pencerahannya mas Admin, Thanks🙂

    Suka

    • Terima kasih.
      Bila kapasitor untuk ditaruh di dalam ruang mesin mobil maka perlu juga dipertimbangkan suhu kerja kapasitor tersebut. 100V rasanya sudah lebih dari cukup. kapasitas sepertinya juga sudah memadai.

      Iya, memang sebaiknya pemasangan kapasitor disertai sikring juga karena kalau kapasitor mati biasanya ngeshort.

      Kalau dipasang di lighter sepertinya bisa, sepertinya cocok bila tujuannya menstabilkan listrik ke audio. Namun bila tujuannya untuk membantu aki, perlu dipertimbangkan juga apakah kabel dan sikring sudah memadai karena arus yang dibutuhkan starter mobil lumayan besar. Hambatan kontak dari lighter juga perlu dipertimbangkan.

      Suka

      • Terima Kasih mas Admin atas jawabannya🙂 justru itu sy mempertimbangkan hal tersebut, untuk suhu maksimal tertera di capasitor maksimal 105°C jika sy taruh diruang mesin dikhawatirkan suhunya terlalu ekstrim karena mesin saja pada suhu normal sudah panas apalagi jika mobil sedang melaju kencang

        Karena itu sy berfikiran ada baiknya jika ditaruh di dalam saja dekat ruang kemudi (socket lighter) karena suhu lebih dingin dari AC dan pemakaian arus keluar masuk ke capasitor dapat dikontrol karena langsung dikendalian dari (kunci kontak) artinya jika kendaraan mati (kondisi off) ya capasitor ikut mematikan fungsinya dan jika ingin menyalakan mesin (kondisi on) otomatis capasitor dapat berfungsi kembali, dengan kondisi ini mungkin bisa lebih awet dalam penggunaan rangkaian capasitor tersebut.

        Suka

        • Iya, menggunakan lighter ide yang bagus. Tinggal di cek saja kabelnya. Kalau punya amp meter mungkin bisa di cek juga seberapa banyak arus yang mengalir menuju atau dari kapasitor tersebut saat mesin dinyalakan atau sudah menyala.

          Ada baiknya voltase juga dimonitor antara sedang idle atau sedang jalan.

          Suka

  37. Update info:

    Dr pengamatan setelah menggunakan supercap 1.67F slm bbrp bln di motor halfwave (sebagian kelistrikan DC, sebagian masih kelistrikan AC), ternyata kapasitansi supercap yang terlalu besar memang baik tetapi murni HANYA untuk kelistrikan DC, sedangkan untuk kelistrikan AC efeknya malah jd kurang baik (porsi power AC jd berkurang mungkin krn bnyk tersedot oleh sisi kelistrikan DC dari supercap).

    Bagaimanapun capacitor bank utk motor HALFWAVE masih tetap bermanfaat untuk kestabilan & optimasi utk sisi kelistrikan DC & efisiensi pengisian & penggunaan aki, tapi perlu diperhatikan kapasitansi optimalnya sebaiknya cukup 10.000uF saja krn jika terlalu besar (apalagi sdh sampai hitungan F, bukan lg uF) maka semua peralatan yg msh menggunakan kelistrikan AC yang akan menjadi korban (misalnya utk motor halfwave spt supra x100, maka lampu depan & lampu senja belakang jd lbh redup, sistem pengapian jg jd mbrebet).

    Suka

    • Terima kasih banyak sharingnya. menarik sekali karena pakai kapasitor justru mengurangi performa bagian ACnya. Tidak menyangka bisa bikin mbrebet juga.

      Yakin pengisian aki lebih baik?

      terima kasih juga sarannya.

      Suka

  38. Ya, sy sendiri surprise & tdk menyangka kl kapasitansi terlalu besar ternyata malah berefek negatif pada kelistrikan AC. Begitu supercap 1.67F diganti hanya dengan kapasitor biasa 10000uF, peralatan kelistrikan AC spt lampu depan langsung kembali normal (lbh terang) & mesin yg tdnya mbrebet sulit distarter kaki langsung kembali lancar.

    Kalau utk kelistrikan DC dan efeknya pd aki, penggunaan kapasitor bahkan supercap dg kapasitansi monster memang sdh confirmed terbukti berefek positif.

    Tentang hal tsb kl tdk salah jg sdh ada beberapa riset & jurnal akademik tentang ini dan bahkan sebenarnya jg sdh diterapkan dlm keseharian contohnya pada kendaraan hybrid & niaga (truk2 besar) di negara2 empat musim untuk mendongkrak CCA & performa aki saat musim dingin.

    Suka

    • iya terima kasih banyak sharingnya. kalau tidak ada yang coba tidak akan tahu.

      Untuk riset, sepertinya kalau di Indonesia aki banyak juga yang rusak karena overcharge, untuk bisa aman pakai kapasitor, mungkin voltage regulator juga perlu dibenahi.

      Suka

  39. saya punya mobil datsun go+ panca yang telah di pasang audio menggunakan 2 subwofer dan tambah dengan memasang fog lamp (lampu senja). mobil saya masih menggunakan aki standar bawaan. terkait dengan kondisi tersebut sebaiknya saya memasang stabilizer atau memperbesar kapasitas aki atau ada cara lain yang lebih baik, mohon arahannya?

    Suka

    • Lampu senja biasanya sudah masuk hitungan. Sepertinya lebih cocok untuk menambah kapasitas. Aki kapasitas lebih besar juga akan mampu memberikan suplai arus lebih besar, arus maksimal yang bisa diberikan berbanding lurus dengan kapasitas. Kapasitor juga bisa membantu tapi mending dipasang di dekat amplinya saja, jangan di ruang mesin.

      Pastikan bahwa alternator mampu memberikan suplai arus yang cukup, jadi untuk amannya, pasang juga alat untuk monito voltase yang bisa menunjukkan 2 digit belakang koma.

      Suka

  40. Terimakasih mas info yang diberikan, saya baca artikel mas dan komentar-komentar semua sangat menambah wawasan.
    Mas menjelaskan bahwa dalam kecepatan 80km/jam dalam kondisi lama akan cepat merusak aki, nah saya mau tanya gimana mengatasi supaya aki tidak cepat rusak dengan kondisi perjalanan jauh dengan kecepatan 80-100km/jam?

    Mohon pencerahannya mas

    Suka

    • Terima kasih. Yang penting adalah rpmnya. Bila sering pakai rpm tinggi maka resiko overcharging lebih besar. Overcharging membuat aki panas dan air bisa mendidih / menguap.

      Untuk bisa awet bila sering pakai rpm tinggi, maka listriknya dipergunakan sebisanya. Kalau di motor maka lampu dinyalakan, kalau di mobil maka pakai AC dan menyalakan audio. Kalau perlu lampu kota.

      Namun perlu diperhatikan juga agar aki tidak tekor. Karena umur aki bisa sangat berkurang bila aki tekor. rpm terlalu rendah juga membuat pengisian aki kurang.

      Kalau perlu pasang alat pengukur voltase agar bisa tahu apakah overcharge atau tekor. Biasanya voltase 14,8 menunjukkan sudah penuh, sementara dibawah 12,8 (saat jalan) menunjukkan pengisian aki mulai kurang. dibawah 11,5 sudah di ambang kritis kurang pengisian.

      Pastikan airnya aki terjaga sesuai petunjuk. Bila akinya hybrid, maka bila start sudah mulai lemah mending ditambah air.

      Suka

  41. Pelajaran dasar Jika kapasitor diparalel tidak akan menaikan tegangan arus yang bertambah, kcuali di seri tegangan naik, pembatasan arus sudah dilakukan oleh dioda setiap komponen, so jdi amanlah

    Suka

    • Iya. Kalau soal aman, yang saya takutkan adalah bila kapasitor sudah mulai rusak, apalagi karena suhu motor bisa sangat panas.

      Sementara itu lampu ruangan yang pakai kapasitor bisa meletus kapasitornya sambil njeglek listriknya / mati lampu. Kalau di mobil ini bisa membuat aki konslet dan membuat aki rusak atau kabel terbakar atau kapasitor bisa meletus satu per satu.

      Jadi untuk amannya, pemasangan kapasitor di aki sebaiknya pakai sekring, dan sebaiknya ditempatkan di posisi yang tidak panas.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s