Pro kontra magnet sebagai penambah irit dan tenaga


Magnet bisa dipergunakan untuk menambah tenaga. Cara pemakaiannya sederhana. Magnet ditempelkan ke selang bensin atau bensin dilewatkan magnet. Namun ada pro kontra terhadap efektifitas dari pemakaian magnet sebagai alat pengirit tenaga.

Berikut adalah contoh yang pesimis, menganggap penambah tenaga berbahan magnet sebagai penipuan. Tapi tidak mencoba sendiri, hanya pakai acuan dari website perlindungan konsumen amerika.
Tinjauan Kritis Terhadap Alat Penghemat BBM

Secara umum, percobaan-percobaan tidak mencantumkan metoda perhitungannya, dan hanya mencantumkan hasil akhirnya saja. Saya sendiri tidak begitu yakin percobaan-percobaan tersebut dilakukan secara ilmiah, dapat dipertanggungjawabkan secara statistik dan dengan demikian membuktikan klaim yang diberikan.

Dengan fakta-fakta tersebut di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa hampir semua alat penghemat BBM yang dijual dipasaran adalah penipuan, yang entah disadari atau tidak. Menurut EPA, hanya ada satu jenis kategori alat penghemat BBM yang secara konsisten memang menghemat BBM, yaitu modifikasi mesin.

Tidak ada cara yang praktis bagi pengendara mobil biasa (dan juga termasuk para jurnalis media massa otomotif) untuk membuktikan klaim penghematan BBM oleh alat-alat tersebut.

 

Yang pesimis biasanya melakukan review terhadap produk yang ada di pasaran. Pendapat berbeda diungkapkan oleh mereka yang sudah coba dari alat buat sendiri. Dan juga banyak peneliti yang melakukan penelitian terhadap efek magnet terhadap konsumsi bahan bakar dan penambahan tenaga motor.

Berikut adalah penelitian – penelitian dari penggunaan magnet pada mesin bensin / diesel dari beberapa universitas di Indonesia:
PENGARUH PENAMBAHAN MULTIPLE MEDAN MAGNET ARAH RADIAL PADA ALIRAN BAHAN BAKAR TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BENSIN 4 LANGKAH HONDA KARISMA – ITS Library Digital Content Publisher

Medan magnet dialirkan pada bensin dengan cara radial.Kendaraan uji adalah honda kharisma 125 cc dan ujicoba dilakukan di Laboratorium Bahan Bakar dan Motor Pembakaran Dalam Jurusan Teknik Mesin FTI – ITS. Dengan penambahan medan magnet secara radial dan divariasikan kuat medan magnetnya hasil menunjukkan pada tiap kenaikan 0.1 tesla dari besar kuat medan magnet 0.1 – 0.4 Tesla, pertama,Torsi naik 6.67 %, 8.25 %, 9.44 %, dan 9.73 %. Kedua Daya naik 4.25 %, 7.48 %,7.65 %, 8.41 %, Ketiga Bmep naik sebesar 4.25 %, 7.48 %,7.65 %, 8.41 % Keempat Sfc turun sebesar 6,96 %, 12.69%, 12.92%, 14.14%,Kelima Efisiensi Thermis naik sebesar 7.67 %, 14.79%, 15.21%, 16.83% Untuk Emisi gas buang CO turun sebesar 15.58%, 17.42%, 18.68%,19.06% dan HC turun sebesar 9.51%, 18.31%, 31.42%, 36.63%.

STUDI TEKNIS PENGGUNAAN FUEL MAGNETIZER X POWER PADA KAPAL NELAYAN TRADISIONAL LAMONGAN YANG MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR CAMPURAN – ITS Library Digital Content Publisher

Tujuan yang ingin dicapai dalam pengujian ini adalah mengetahui apakah prosentase penghematan yang tercantum di spesifikasi alat bisa dicapai, dan apakah penggunaan fuel magnetizer yang diaplikasikan pada mesin berbahan bakar campuran akan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar. Dari hasil pengujian terlihat bahwa prosentase penurunan konsumsi bahan bakar pada mesin diesel berbahan bakar murni (solar saja) tidak sebesar yang dicantumkan di spesifikasi alat. Semakin besar kekuatan medan magnet akan meningkatkan kinerja alat baik dalam hal peningkatan daya, penurunan SFOC, dan penurunan temperatur gas buang. Pengujian pada bahan bakar campuran menunjukkan bahwa fuel magnetizer dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dalam skala kecil.

Studi pengaruh medan magnet pada aliran bahan bakar terhadap unjuk kerja motor bensin

Peningkatan unjuk kerja mesin dengan adanya perlakuan medan magnet antara lama peningkatan daya maksimum sebesar 4,7%, penurunan pemakaian bahan bakar spesifik maksimum sebesar 11,8%, peningkatan efisiensi thermis maksimum sebesar 13,4%, dan penurunan kadar CO maksimum sebesar 25%. Sehingga pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perlakuan medan magnel dapat meningkatkan unjuk kerja mesin.

Pengaruh Diameter Kawat Kumparan Alat Penghemat Energi yang Berbasis Elektromagnetik Terhadap Kinerja Motor Diesel (2007) (backup file)

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh perubahan diameter kawat kumparan alat penghemat bahan bakar yang berbasis elektromagnetik terhadap konsumsi energi motor diesel. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan diameter kawat 0,35 mm dan jumlah lilitan kumparan 4000 lilitan memberikan penghematan bahan bakar sekitar 30,79% dibandingkan dengan mesin diesel standar. Disamping itu penambahan penghemat bahan bakar dalam penelitian ini mengurangi opasitas (kehitaman) dari gas buang motor diesel yang diuji

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH MULTIPLE MAGNET TERHADAP TEMPERATUR API BUNSEN BURNER – ITS Library Digital Content Publisher

Pada tugas akhir ini kita menguji pengaruh multiple magnet dengan variasi kekutan medan magnet yang dipasang secara seri di saluran bahan bakar LPG. Penelitian ini menggunakan elektromagnet sebagai magnet penghemat bahan bakar LPG. Jumlah elektromagnet yang digunakan yaitu dua buah dan jarak antara dua magnet adalah tetap. Penambahan medan magnet pada single magnet dan multiple magnet divariasikan pada 0,1T dan 0,2T. Uji coba ini dilakukan di Lab TPBB Teknik Mesin ITS dengan menggunakan Bunsen Burner Hasil dari penelitian ini adalah warna api diffusi multiple magnet 0,2 Tesla paling banyak warna biru daripada warna api diffusi tanpa magnet. Warna api diffusi multiple magnet 0,1 Tesla lebih banyak warna biru daripada warna api diffusi tanpa magnet. Warna api diffusi tanapa magnet lebih sedikit warna biru. Terjadinya kenaikan tinggi nyala api Multiple Magnet 0,2 Tesla sebesar 9 mm daripada ketinggian nyala api tanpa magnet. Terjadinya kenaikan tinggi nyala api multiple magnet 0,1 Tesla sebesar 6 mm daripada ketinggian nyala api tanpa magnet. Nyala api tanpa magnet memiliki ketinggian nyala api yang paling rendah, yaitu 120 mm. Terjadinya kenaikan temperatur rata-rata total nyala api sebesar 73,719 °C dengan adanya penggunaan multiple magnet 0,1 Tesla daripada temperatur rata-rata total nyala api tanpa magnet. Dengan adanya penggunaan multiple magnet 0,2 Tesla maka terjadi kenaikan temperatur rata-rata total nyala api sebesar 112,43 °C daripada temperatur rata-rata total nyala api tanpa magnet. Temperatur rata-rata total nyala api multiple magnet 0,1 Tesla lebih tinggi daripada temperatur rata-rata total nyala api single magnet 0,1 Tesla, yaitu sebesar 52,913 °C. Temperatur rata-rata total nyala api multiple magnet 0,2 Tesla lebih tinggi daripada temperatur rata-rata total nyala api single magnet 0,2 Tesla, yaitu sebesar 27,493 °C. Tetapi temperatur rata-rata total nyala api single magnet 0,2 Tesla lebih tinggi daripada temperatur rata-rata total nyala api multiple magnet 0,1 Tesla, yaitu sebesar 11,218 °C.

VARIASI KUAT ARUS DAN ARAH MEDAN MAGNET PADA SALURAN BAHAN BAKAR TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BAKAR 4 LANGKAH DENGAN BAHAN BAKAR E-10, Oleh LUKMAN HAKIM, JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER 2014

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Konversi Energi Fakultas Teknik Universitas Jember. Peralatan yang digunakan pada penelitian ini adalah motor bakar 4 langkah merek Jupiter Z 2010, Dinamometer, Gas Analizer, Kumparan elektromagnet, buret, dan tachometer. Bahan yang digunakan bensin premium, etanol, E10, Kawat tembaga berdiameter 0,6 mm, pipa berdiameter 20 mm dengan panjang 12 cm dan ring 18 mm.

Dari penelitian ini diperoleh hasil kuat arus elektromagnet mepengaruhi unjuk kerja motor bakar empat langkah. arus 0.65A (4V) sudah dapat meningkatkan unjuk kerja mesin. Namun hasil optimal pada variasi arus 1.90A (12V). Karena pada electromagnet 1.90A (12V) mampu menghasilkan medan magnet yang lebih besar sehingga pengaruhnya terhadap bahan bakar lebih besar juga. mengalami peningkatan daya maksimal sebesar 4.87% yaitu dari daya dari bahan bakar premium dengan penambahan elektro magnet 0.65A (4V) sebesar 6.05 hp menjadi 6.37 hp menggunakan bahan bakar E10 dengan penambahan elektromagnet 1.90A (12V). Konsumsi bahan bakar menurun dengan di tambahkanya Elektromagnet. Penurunan maksimal terjadi pada variasi bahan bakar E10 dengan variasi kuat arus 1.30A (8V) yaitu dari konsumsi bahan bakar premium dengan penambahan elektromagnet 0.65A (4V) sebesar 0.00141 kg/hp.jam menjadi 0.00107 kg/hp.jam. dengan demikian SFCe mengalami penurunan sekitar 24.11%. Dengan penambahan elektromagnet bisa menurunkan emisi gas buang CO dan HC penurunan CO paling kecil terjadi pada penanmban elektromagnet dengan arus 1.30A (8V) yaitu sebesar 0.04%. kemudian HC paling kecil didapat pada penambahan elektromagnet 1.90A (12V) yaitu sebesar 58.67 ppm.

PENGARUH PANJANG KUMPARAN MAGNET PADA ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR JENIS ELEKTROMAGNETIK TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BENSIN 4 LANGKAH, Oleh Febriyan Dwi N.P, JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER 2013

Penelitian ini memfokuskan tentang pengaruh panjang kumparan magnet penghemat bahan bakar, yaitu dengan variasi panjang 2 cm, 6 cm dan 12 cm dibandingkan dengan kondisi motor tanpa perlakuan magnet atau motor standar. Data yang dicari meliputi Torsi, Daya Efektif, Konsumsi bahan bakar (FC), maupun konsumsi bahan bakar per satu tarikan sampai rpm 12000. Penelitian ini dilakukan di Bengkel Central Yamaha Kaliwates Jember. Penggunaan alat elektromagnet menyebabkan kenaikan torsi dan daya efektif yang dihasilkan. Pada kondisi standart, torsi maksimal sebesar 10,54 Kg.m dan daya efektif maksimal sebesar 20,44 HP. Sedangkan bila digunakan elektromagnet dengan panjang kumparan 2 cm diperoleh daya efektif maksimal sebesar 23,74 HP pada 9000 rpm dan panjang kumparan 12 cm diperoleh torsi maksimal yaitu sebesar 11,20 Kg.m pada putaran 8000 rpm. Konsumsi bahan bakar paling efisien terdapat pada penggunaan panjang kumparan 12 cm dari konsumsi bahan bakar keadaan standar sebesar 1,2175 Kg/jam menjadi 0,9696 Kg/jam pada putaran 7000 rpm. Jadi penghematan bahan bakar yang terjadi sekitar 20,36 %.

PENGARUH BESAR MEDAN MAGNET TERHADAP PRESTASI MESIN DIESEL STASIONER SATU SILINDER, Oleh NUGRAHA MUNTHE, DEPARTEMEN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, M E D A N 2015

Objek dalam penelitian ini adalah mesin diesel stasioner satu silinder, Smart Engine Test Bed TD 111 MK II dengan pengaruh medan magnet, dimana magnet dipasangkan disaluran pompa minyak. Adapun variasi medan magnet yang digunakan dalam pengujian ini adalah magnet X (2500 Gauss), magnet Y (2000 Gauss) dan magnet Z (350 Gauss). Tujuan dilakukan pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh besar medan magnet terhadap prestasi mesin diesel stasioner satu silinder. Penelitian ini menggunakan serangkaian pengujian prestasi mesin diesel satu silinder dengan pembacaan instrumentasi secara langsung dan perhitungan menurut Willard Pulkrabek. Variasi beban yang digunakan adalah 3,5 kg dan 4,5 kg dengan kombinasi variasi putaran 1600 rpm, 1800 rpm, 2000 rpm, 2200 rpm, 2400 rpm dan 2600 rpm dengan mengunakan bahan bakar solar. Dari hasil pengujian diperoleh dengan menggunakan magnet X pada pembebanan 4,5 kg putaran 2600 rpm didapat daya poros yaitu : 3,28 kW, nilai SFC terendah yaitu : 93 g/kWh, nilai AFR tertinggi diperoleh yaitu : 52,80, nilai efisiensi termal tertinggi yaitu : 21,72 % dan heat loss tertinggi yaitu 24,98%.

ANALISA VARIASI JUMLAH LILITAN PADA ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR TERHADAP EMISI GAS BUANG MOTOR BENSIN 4 LANGKAH, Oleh Prastiya Eka Putra Pratama, JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER 2013

Peralatan yang digunakan dalam pengujian adalah Motor Bensin 4 Langkah dengan merk mesin Honda Supra x 125D, Gas Analyzer, buret, gelas ukur, stop wach, tachometer, dan aki 12 volt. Bahan yang digunakan adalah Premium RON 88, kawat berdiameter 0,6 cm, pipa berdiameter 1″ dengan panjang 12 cm, dan ring 18 cm. Variasi jumlah lilitan elektromagnet mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Konsumsi bahan bakar paling efisien terdapat pada penggunaan variasi jumlah lilitan 1000 lilitan dari kondisi bahan bakar keadaan standar sebesar 0,57 Kg/jam menjadi 0,43 Kg/jam pada putaran 3000 RPM dengan peningkatan efisiensi sekitar 8,14 %. Meskipun hasil ini lebih kecil dari hasil penelitian sebelumnya sebesar 20,35%, tetapi pada putaran mesin 9000 RPM hasil penelitian ini menghasilkan FC yang lebih rendah, yaitu 0,81 Kg/jam dibanding 1,19 Kg/jam.

EFEK MAGNETIK TERHADAP PERFORMA MESIN DIESEL PADA SISTEM COLD EGR MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR SOLAR, BAYU EKO PRASETYO, JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG MARET 2012

Pengujian ini dilakukan dengan beberapa variasi, yaitu variasi beban, rpm, % EGR. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa peningkatan dan penurunan nilai Daya, BMEP, dan . tidak terlihat signifikan dengan adanya cold EGR dan ring magnetik. Yang mempengaruhi nilai tersebut adalah peningkatan beban dan rpm. Penggunaan cold EGR dan ring magnetik menyebabkan nilai .. semakin turun, āf meningkat dan āv turun dibandingkan tanpa menggunakan cold EGR dan ring magnetik.

KAJIAN VARIASI KUAT MEDAN MAGNET PADA ALIRAN BAHAN BAKAR TERHADAP UNJUK KERJA DAN EMISI MESIN SINJAI 3 SILINDER 650 CC, Syarifudin, Teknik Mesin FTI-ITDS

Pengujian diawali dengan pengujian spektroskopi fourier transform infra red (FTIR) dan selanjutnya dengan pengujian unjuk kerja engine. Masing-masing tanpa dan dengan pemberian kuat medan magnet 100, 200 dan 300 gauss. Pengujian FTIR untuk mengetahui struktur molekul bahan bakar sebelum dan sesudah diberikan magnetisasi tanpa retensi waktu. Untuk pengujian unjuk kerja dilakukan dengan mesin Sinjai 2 silinder 650 cc dengan metode variabel speed antara 2000 s.d 5000 rpm interval 500 rpm dengan bukaan katub penuh. Parameter yang diukur adalah waktu konsumsi bahan bakar, torsi, putaran mesin, emisi (CO, HC), T ekshaust, T head silinder, dan T oli pelumas. Dan parameter yang dihitung adalah daya, bmep, sfc dan effisiensi thermal.
Pengujian FTIR menunjukkan intensitas transmitansi Pada panjang gelombang 2871,81, 2925,81 dan 2958,6 cm-1 secara rata-rata terjadi kenaikan sebesar 60,91% ketika sampel bensin dimagnetisasi 300 gauss. Untuk unjuk kerja engine penambahan magnet 300 gauss menghasilkan kenaikan torsi, daya, BMEP dan effisiensi thermal, masing – masing sebesar 6,876%, 6,676%, 6,876%, dan 14,376%. Dan penurunan Sfc sebesar 11,555%, emisi CO dan HC mengalami penurunan 23,427% dan 12,898%.

Pengaruh Diameter Kawat Kumparan Alat Penghemat Energi yang Berbasis Elektromagnetik Terhadap Kinerja Motor Diesel, Houtman P. Siregar, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Indonesia, Jakarta

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh perubahan diameter kawat kumparan alat penghemat bahan bakar yang berbasis elektromagnetik terhadap konsumsi energi motor diesel. Diameter kawat kumparan yang digunakan dalam penelitian adalah 0,25 dan 0,35 mm. Pengamatan dilakukan dengan menguji kinerja mesindipasang peralatan penghemat bahan bakar dan tidak dipasang alat penghemat bahan bakar (mesin standar).

Sebagai variabel pengujian adalah putaran mesin, dan banyaknya lilitan yang digunakan pada kumparan alat penghemat bahan bakar yang dirancang. Penelitian ini telah berhasil merancang alat penghemat bahan bakar solar yang berbasis elektromagnetik dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan diameter kawat 0,35 mm dan jumlah lilitan kumparan 4000 lilitan memberikan penghematan bahan bakar sekitar 30,79% dibandingkan dengan mesin diesel standar. Disamping itu penambahan penghemat bahan bakar dalam penelitian ini mengurangi opasitas (kehitaman) dari gas buang motor diesel yang diuji.

Pengaruh variasi kuat magnet serta putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar spesifik mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variasi kuat medan magnet berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan bakar spesifik. Konsumsi bahan bakar spesifik pada putaran mesin bervariasi, terdapat perbedaan yang nyata untuk mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar.

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH MAGNETISASI PADA VARIASI JENIS BAHAN BAKAR TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH

Varibel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penggunakan premium, pertamax, dan pertamax plus dengan variasi putaran 3000 – 9000 rpm dan variasi penggunaan magnet penghemat bahan bakar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan variasi bahan bakar dan magnet penghemat bahan bakar memiliki perbedaan konsumsi bahan bakar spesifik (sfc) antara sistem pengapian standar dengan pengapian yang menggunakan magnet penghemat bahan bakar.

Analisis pengaruh pre-heater dan magnetisasi bahan bakar terhadap unjuk kerja motor diesel

Sebagai variabel penelitiannya adalah suhu (30oC; 40oC dan 50oC), fluks magnet (0,1 Tesla; 0,2 Tesla; 0,3 Tesla dan 0,4 Tesla) dan bahan bakar (solar murni dan B30 CPO Parit). Pengujian unjuk kerja dilakukan pada putaran mesin 900, 1100 dan 1300 rpm menggunakan engine test bed pada motor diesel Merk Petter 3,5 HP 1 silinder. Sedangkan uji emisi gas buang opasitas menggunakan alat opacitymeter dan gas analyzer, yang diujikan pada motor diesel Merk Toyota 4 silinder pada putaran maksimum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perolehan torsi (4,214 N-m), daya (0,397 kW; 0,485 kW; dan 0,573 kW) dan bmep (241,701 kPa). Penghematan SFC tertinggi untuk putaran mesin 900 rpm adalah 8,25 % ( fluks magnet 0,1 Tesla vs 50oC), 1100 rpm sebesar 22,35 % (fluks magnet 0,3 Tesla vs 50oC); dan 1300 rpm sebesar 20,21 % (fluks magnet 0,4 Tesla vs 50oC). Emisi gas buang opasitas turun sebesar 37,8 % (0,4 Tesla vs 50oC) untuk solar dan 33,3 (0,3 Tesla vs 50oC) untuk B30 CPO Parit. Dengan penelitian ini penulis dapat menyimpulkan bahwa heater dan magnet terbukti memberi pengaruh positif terhadap penghematan bahan bakar dan penurunan emisi gas buang serta direkomendasikan agar dapat disosialisasikan dan diaplikasikan pada motor diesel.

Studi pengaruh medan magnet pada aliran bahan bakar terhadap unjuk kerja motor bensin

Peningkatan unjuk kerja mesin dengan adanya perlakuan medan magnet antara lama peningkatan daya maksimum sebesar 4,7%, penurunan pemakaian bahan bakar spesifik maksimum sebesar 11,8%, peningkatan efisiensi thermis maksimum sebesar 13,4%, dan penurunan kadar CO maksimum sebesar 25%. Sehingga pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perlakuan medan magnel dapat meningkatkan unjuk kerja mesin.

 

Penelitian luar negeri:
Effects of Magnetic Field on Fuel Consumption and Exhaust Emissions in Two-Stroke Engine

The overall performance and exhaust emission tests showed a good result, where the rate of reduction in gasoline consumption ranges between (9-14) %, and the higher the value of a reduction in the rate of 14% was obtained using field intensity 6000 Gauss as well as the intensity 9000 Gauss

Experimental Study the Effect of Electromagnetic Field on Performance & Emission of IC Engine

Internal combustion engine is getting maximum energy per liter as well as environment with lowest possible level toxic emission. The resultant fuel burn more completely, producing higher engine output, better fuel economy, more power & most importantly reduces the amount of HC, CO, NOx in the exhaust.& therefore control the emission at low cost. Avoid clogging problems in Diesel Engine, Cost saving, Eco friendly, provides extra life for expensive catalytic converter & Reduce maintenance of engine. That increase the 10-30% mileage of vehicle. Complete combustion improve the life of engine cost of maintenance reduced

Review on Effect of Fuel Magnetism by Varying Intensity on Performance and Emission of Single Cylinder Four Stroke Diesel Engine

The Ferrite magnets are the most cost effective for treating fuel. When high energy Neodymium Iron Boron Magnets are applied, we can obtain a decrease in the fuel mileage and unburned hydrocarbons and carbon monoxide. The study of fuel magnetism got importance in recent year due to its effect on decreased fuel consumption and reduced exhaust emission. It also shows improvement in brake Thermal efficiency and Indicated power. Hence by varying strength of magnetic field better result can be obtained.

PERFORMANCE OF SPARK IGNITION ENGINE UNDER THE INFLUENCE OF MAGNETIC FIELD

There is significant increase in brake thermal efficiency due to the reduction of fuel consumption and also the reduction in the exhaust emissions. The experiments show the magnetic effect on fuel consumption reduction was up to 12%. CO reduction was range up to 11%. The effect on NO emissions increases range up to 19%. The reduction of HC emissions was range up to 27%. It is recommended to conduct this method similarly to internal combustion engines fuelled by diesel fuel and CNG as well. By varying the strength of magnet one can perform this experiment for better results.

Effect of magnetic field on performance and emission of single cylinder four stroke diesel engine

It is clear from the experiment result that the brake thermal efficiency, indicated power are similar in both with and without Magnet Fuel Energizer but indicated power gets improve at lower load condition. Specific fuel consumption decreases due to the reduction of fuel consumption at higher load.
There is significant reduction in the exhaust emissions at all load condition in both neodium and ferrite but among them two neodium gave better effect than the ferrite .The experiments results show the magnetic effect on fuel consumption reduction was up to 8% at higher load condition. The CO emission gets reduce at higher load. The effect on NOx emissions reduces range up to 27.7%. The reduction of HC emissions was range up to 30%. The CO2 emission reduction was up to 9.72% at average of all loads.

Experimental Investigation of Magnetic Fuel Conditioner (M.F.C) in I.C. engine

By establishing correct fuel burning parameters through proper magnetic means (MFC) one can assume that an internal combustion engine is getting maximum energy per liter as well as environment with lowest possible level toxic emission. MFC increases the internal energy of a fuel to cause specific changes at a molecular level which obtained easier combustion. The resultant fuel burn more completely, producing higher engine output, better fuel economy, more power & most importantly reduces the amount of HC, CO, NOx in the exhaust.& therefore control the emission at low cost. In short the summary of the conclusion includes: MFC increases 10-40% mileage of vehicle, Reduction in HC emission & other pollutants, Avoid clogging problems in Diesel Engine, Cost saving, Eco friendly, Provides 30% extra life for expensive catalytic converter, Reduce maintenance of engine most importantly does not require any design modification & finally COST SAVING.

 

Dari hasil penelitian – penelitian diatas, bisa disimpulkan bahwa efek dari magnet terhadap bahan bakar itu pasti ada. Namun efeknya sangat tergantung pada cara pemakaian dan kekuatan dari magnet yang dipergunakan.

Hasil yang mengecewakan dari alat penambah tenaga magnet yang dijual di pasaran kemungkinan bisa karena material yang daya magnetnya lemah bila terkena panas (untuk tipe neo magnet) atau karena ukuran / daya magnetnya terlalu kecil.

Jadi, bila ingin mencoba sebaiknya mencari bahan sendiri. Misalnya di pasar loak cari bass speaker bekas / rusak lalu ambil magnetnya saja. makin besar makin bagus. Bisa juga cari bekas speaker mobil. Pemasangan sepertinya lebih baik bila bensin lewat tengah lobangnya, walau begitu di tempel juga bisa. Lebih baik lagi bila bisa membuat bensin mengalir melalui magnetnya. Bisa juga pakai model elektro magnet seperti di salah satu penelitian di atas, tapi pastikan bahwa desain memperhitungkan daya panas yang akan timbul.

Penulis menyarankan untuk menggunakan magnet dari keramik/ferit yang berwarna hitam karena:
lebih tahan panas
– sudah penulis coba sendiri, efek lebih kuat untuk daya magnet yang relatif sama.

Harus diingat bahwa makin besar efek makin kuat. Jadi pasang yang sebesar mungkin. Pastikan bahwa pemasangan tidak mengganggu fungsi dari komponen lain di kendaraan. atau bisa mengikuti petunjuk berikut:
PENGUJIAN PENGARUH MEDAN MAGNET SEBAGAI ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) BAGI KENDARAAN BERMOTOR

Dari hasil penelitian – penelitian diatas, bisa disimpulkan bahwa efek dari magnet terhadap bahan bakar itu pasti ada. Namun efeknya sangat tergantung pada cara pemakaian dan kekuatan dari magnet yang dipergunakan.
Hasil yang mengecewakan dari alat penambah tenaga magnet yang dijual di pasaran kemungkinan bisa karena material yang daya magnetnya lemah bila terkena panas (untuk tipe neo magnet) atau karena ukuran / daya magnetnya terlalu kecil.
Jadi, bila ingin mencoba sebaiknya mencari bahan sendiri. Misalnya di pasar loak cari bass speaker bekas / rusak lalu ambil magnetnya saja. makin besar makin bagus. Bisa juga cari bekas speaker mobil. Pemasangan sepertinya lebih baik bila bensin lewat tengah lobangnya, walau begitu di tempel juga bisa. Lebih baik lagi bila bisa membuat bensin mengalir melalui magnetnya. Bisa juga pakai model elektro magnet seperti di salah satu penelitian di atas, tapi pastikan bahwa desain memperhitungkan daya panas yang akan timbul.

Karena sudah mencoba sendiri, penulis yakin bahwa magnet bisa menambah tenaga atau menambah irit. Makin besar makin bagus. Alasan penulis tidak pakai magnet di kendaraan pribadi sekarang adalah karena jauh lebih mendingan pakai cemenite🙂.

23 thoughts on “Pro kontra magnet sebagai penambah irit dan tenaga

    • magnet tamiya terlalu kecil, dan bila dipasang, arah kutub jadi berbeda dengan yang diteliti di universitas. arah kutub mereka samakan dengan arah aliran bahan bakar. bila ada efek, sedikit sekali.

      Suka

    • Bila selang dilewatkan lubang tengah, sebaiknya yang dari tangki kena kutub selatan, kutub utara lari ke mesin. tapi kutub selatan dihadapkan mesin.

      Bila ditempel, maka tempel bagian kutub utaranya ke selang bensin.

      Suka

    • Saya lihat harganya 225 ribu. Yang bikin saya ragu karena pemasangannya pakai dua bilah yang disatukan. Sepengetahuan saya, pemasangan magnet itu idealnya lewat lubangnya atau satu kutub. Sementara kalau pakai dua sisi yang ditangkupkan itu kalau kutubnya sama nggak mau. Jadi mestinya alatnya itu satu sisi utara, sisi lain selatan. Sehingga yang kena bensin nggak sama.

      mending coba buat sendiri dulu.

      atau barangkali mau coba produk saya he he he.

      Suka

  1. Mas Sucahyo, pro capacitor & power coil fungsinya sama saja kah? Kalau untuk motor matic karburator & injeksi pakai yang mana? Trus kalau mau pake untuk kabel bahan bakar & kabel busi, apa pakai 1 pro capacitor & 1 power coil, atau bisa 2 pro capacitor saja?

    Suka

    • Cuma beda nama saja, belakangan saya namakan power coil karena kalau dinamakan pro capacitor dikira kapasitor beneran. Untuk motor karbu dan injeksi, selang bahan bakar dan busi yang dipakai sama, tidak ada bedanya. Sebenarnya ada versi yang optimal untuk motor, versi yang sekarang dibuat optimal untuk mobil, namun efek tidak jauh berbeda namun syarat jadi lebih ketat yaitu campuran bensin wajib kering. Untungnya setelan standard dari pabrik biasanya kering.

      Kalau sudah modif, wajib disetel ulang.

      Suka

  2. gan aku pake magnit dinamo strter motor ya g rusak. bisa gak ? terus cara masang nya gimana? apa tarik menarik .. apa tolak menolak masang nya di selang bensin nya ?

    Suka

    • Anjuran memasangnya aliran bensin mengalir dari kutub selatan menuju kutub utaranya magnet. Coba dipaskan saja. Kalau ada dua buah magnetnya, nggak usah dipaksa memasang keduanya.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s