Alasan mengapa Viar harus memakai komponen impor dari Cina, bukan karena Viar motor cina


Mungkin banyak yang meremehkan Viar, Viar dianggap sebagai motor cina yang kualitasnya rendah. Namun cukup jadi pertanyaan mengapa Viar bisa bertahan, bisa survive di pasar Indonesia. Ternyata juga Viar punya pangsa pasar diatas dari Kawasaki. Seperti yang diungkapkan berikut ini:
Motor Viar klaim salip Kawasaki di pasar motor Indonesia

Kalo digabung dengan data penjualan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) 2010, Honda memimpin penjualan dengan angka 3,4 juta, Yamaha (3,3 juta), Suzuki (526.003), Viar (96.807), Kawasaki (87.004), TVS (19.435), dan Kanzen (1.890). Jika Minerva dan Bajaj dimasukkan kemungkinan posisi Minerva dan Bajaj ada di bawah Kawasaki dan diatas TVS secara berurut.

Penjualan terbesar Viar disumbangkan model bebek (underbone) dengan 74 persen atau 71.554 unit, tipe roda tiga (13 persen), tipe jenis motor sport (7 persen) dan tipe skuter otomatis (skutik) mencapai 6 persen.. Sedangkan dari sebaran penjualan, daerah Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat menjadi pasar terbesar dengan angka penjualan 18.050 unit atau 19 persen pangsa. Disusul Sulawesi Utara 11.736 unit (12 persen) dan Jawa Timur 11.127 unit (12 persen).

Dalam sejarahnya motor merk viar ini mengalami pasang surut. Lahir saat motor china sedang booming, viar sempat digugat oleh Yamaha Indonesia karena melakukan plagiat terhadap produk yamaha seperti jupiter dan MX. Tetapi sedikit demi sedikit, seperti juga Minerva, saat ini Viar telah menggunakan desainnya sendiri.

Dan ternyata, walau berawal dari perusahaan join dengan Taiwan, sekarang Viar sudah 100% milik pengusaha Indonesia:
Mobil Nasional, Salah Satu Ikon Kemajuan Bangsa

Mungkin karena persepsi masyarakat agak terganggu dengan bahasa Jepang yang ada pada Kanzen tapi mengaku produksi nasional, tentu saja mereka lebih memilih produk VIAR yang walaupun sempat dituding sebagai motor buatan RRC, ternyata selain nama VIAR tidak berbau China sama sekali, manajemen VIAR pun mengaku telah mengakuisisi 100% kepemilikan merk VIAR yang semula hanya prinsipal dari Taiwan, kini telah menjadi 100% merk Indonesia

Walau sudah 100% milik pengusaha Indonesia, Viar masih tetap menggunakan komponen impor juga. Awalnya dari hanya 30% komponen lokal, menjadi lebih banyak lagi.
Viar Naikkan Kapasitas Produksi, Sabtu, 10 Mei 2003

Pihaknya juga merencanakan pengalihan teknologi yang ditargetkan bisa direalisasi pada tahun 2005. Nanti, sebagian besar komponen diproduksi di Indonesia. Selain itu, pabrik baru bisa meningkatkan komponen lokal dari 30% menjadi 60%.

Menurut dia, selama ini pihaknya berupaya memberikan informasi kepada konsumen bahwa produknya berbeda dari motor cina. “Memang, sebelumnya Viar adalah motor cina, tetapi sejak Desember 2001 kami ganti menggunakan mesin motor taiwan.”

Dari berita di tahun 2014, sepeda motor viar menggunakan komponen lokal sampai 60%.
Viar Masih Yakin Kecipratan Ceruk Pasar Bebek

Area Marketing Manager Jatim-Bali Viar Motor Indonesia, Haris Suprapto mengakui, motor niaga atau yang lebih populer dengan motor gerobak, menjadi sumber pendapatan utama pabrikan non Jepang untuk bertahan di Indonesia saat ini. Untuk Viar sendiri, kontribusi penjualan motor niaga sebesar 90 persen.

Tapi, Haris yakin, masih bisa ikut mengambil ceruk pasar tipe cub (bebek), karena isu harga masih sangat menjual untuk ditawarkan ke sebagian segmen.

Haris mengatakan, tahun ini, pihaknya berharap bisa menggenjot penjualan bebek tipe V100. Harga dan angsuran yang murah, masih jadi andalan untuk mendongkrak penetrasi pasar dari motor dengan 60 persen dirakit dari komponen lokal ini.

 

Komponen yang dipergunakan tidak semua diproduksi sendiri, tapi kebanyakan memesan ke daerah di sekitar lokasi pabrik di Semarang:
Viar Pesan Knalpot Purbalingga Sabtu, 28/07/2012 – 06:07

Agus menambahkan, sejumlah komponen onderdil motor Viar kebanyakan diperoleh dari perajin lokal, seperti dari Klaten, Tegal, Pati dan Purbalingga. Setiap kabupaten mensuplai onderdil sesuai yang diproduksi. ”Kami juga mencoba akan membuat handle kopling dan alas kaki pengendara motor Viar. Perajin di Purbalingga sudah sangat mampu bisa membuatnya,” jelasnya.

Deputy Direktur Muncul Sukses Makmur Mster Dealer Viar, Santoso Budiawan mengemukakan, 80 persen komponen motor dibuat di Indonesia, sedangkan siasanya 20 persen masih mengimpor dari mitra kerja Taiwan.

Kehadiran motor Viar roda tiga untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan sarana transportasi. ”Dari komponen onderdil untuk sepeda motor Viar, juga berasal dari para perajin termasuk perajin knalpot Purbalingga, sehingga mampu mengangkat pendapatan perajin,” kata Santoso.

 

Keputusan untuk menggunakan komponen impor salah satunya karena komponen impor lebih murah:
Dilarang Lembur Viar Sulit Kejar Produksi

Plant Manager PT Triangle Motorindo Idrus Al Huzairi mengatakan, komponen yang digunakan dalam motor Viar terdiri dari 70 persen komponen impor dan 30 persen komponen lokal. Untuk komponen impor, hampir seluruhnya diimpor dari China.

“Ketika pemerintah Cina melarang kerja lembur, artinya kami tidak bisa meningkatkan permintaan komponen yang kami butuhkan. Sehingga produksi pun menjadi terbatas. Dengan kata lain, kami tidak bisa meningkatkan produksi yang telah ada,” ujar Idrus.

Sebenarnya, hal tersebut tidak akan menjadi hambatan manakala harga komponen lokal bisa sama atau lebih murah dibandingkan komponen impor dari China.

“Kami sama sekali tidak bisa menggunakan bahan baku lokal. Harganya jauh lebih tinggi dibandingkan produk dari China. Belum lagi kami masih harus mengolahnya. Kalau hal ini terus dibiarkan, bagaimana produk dalam negeri bisa berkembang?” pungkas Idrus.

Di sisi lain komponen impor juga lebih berkualitas:
Viar, Motor China Yang Rakit Mesin di RI, Sabtu, 06/03/2010

“Baru kita satu-satunya motor China yang berani merakit sendiri mesin di Indonesia, yang lain paling hanya bodi saja,” klaim Direktur Marketing PT Triangle
Motorindo, Akwila Natanael, di sela-sela acara Viar Motor Malaysia Tour, di Malaysia, Sabtu (6/2/2010)

Memang, belum semua komponennya berasal dari dalam negeri. Viar mengaku untuk bagian mesin, baru sekitar 20 persen saja komponennya yang berasal dari dalam negeri. Sisanya, masih mencomot dari beberapa merek mapan.

Sebut saja, karburator yang mengambil merek Keihin asal Jepang, Piston Izumi, serta ring piston merek NPR, yang semuanya itu dipadankan dengan komponen-komponen lokal yang tak kalah secara kualitas.

“Karena saya yakin, tidak mungkin kita bisa bertahan sampai 10 tahun kalau kualitasnya jelek, selama ini kan cuma masalah citra motor China saja yang sempat jelek,” bela Akwila.

 

Karena menggunakan komponen yang sudah ada di pasaran, komponen dari motor Viar jadi ada yang bisa disubtitusikan dengan komponen dari merek lain.
Viar Vior, Bisa Substitusi Part Dengan Motor Lain

Okeh, menurut Parwoto, Aftersales Manager, PT TM, Vior pakai roller rocker arm pada pelatuk klepnya. “Ada beberapa persamaan juga di bagian lainnya dengan motor lain,” ujarnya. Misal koil, bisa mengandalkan milik Honda Karisma.

“Begitu pun CDI ber-sistem DC, bisa pakai punya Suzuki Shogun,” lanjutnya. Sementara skutik yang diklaim konsumsi BBM-nya seliter untuk 38 kilometer ini, juga menggunakan peranti CVT yang bisa disepadankan dengan merek lain. Seperti Yamaha Mio, Honda Vario dan Suzuki Spin.

Jadi Viar memilih impor komponen dari Cina adalah untuk mendapatkan kualitas yang baik dengan harga murah. Mungkin hambatan soal harga komponen dan kualitas komponen ini yang membuat Viar tidak bisa menyamai Honda:
Kandungan Lokal All New Honda CBR150R Capai 96,2%

“Kandungan lokal All New CBR150R saat ini telah mencapai 96,2 persen. Tentu kami ingin terus menambah kandungan lokal untuk meningkatkan industri dalam negeri,” kata Executive Vice President Director AHM, Johannes Loman saat peluncuran All New Honda CBR150R di Parkir Barat, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (7/9/2014).

Dengan dukungan dana yang besar, Honda tentunya mampu untuk membuat komponen lokal dengan kualitas baik walau bisa menjadi lebih mahal dari buatan Cina. Namun sayang ada pertanda bahwa kualitas masih kalah dengan buatan Thailand, seperti diungkap di artikel sebelumnya. Jadi keputusan dari Viar untuk impor komponen yang lebih murah dan lebih berkualitas bisa dimaklumi.

Penulis sendiri yakin bahwa buatan Cina sekalipun bisa mempunyai kualitas tinggi. Bahkan saat jaman motor Cina sedang populer, penulis sempat melihat bagaimana motor yang rupa dan bentuknya sama persis dengan motor Honda Supra yang penulis miliki tapi suara mesin hampir tidak terdengar. Sementara punya penulis suara mesinnya kasar.

Namun sayang karena mengejar keuntungan, banyak penjual motor Cina yang menggunakan komponen yang kw2 atau lebih rendah. Sehingga masyarakat terlanjur berpendapat bahwa motor Cina pasti gampang rusak. Ironinya, masyarakat juga terlanjur berpendapat bahwa motor buatan Indonesia pasti lebih rendah kualitasnya dari motor impor dari Thailand gara – gara Honda. Sayangnya masyarakat Indonesia susah untuk berubah pendapat. Sehingga pabrikan yang terkena dampaknya harus berusaha lebih kuat untuk merubah image yang terlanjur melekat tersebut, termasuk juga Viar untuk soal kualitas motor dengan komponen dari Cina, Suzuki dan Yamaha untuk soal kualitas motor buatan Indonesia.

 

Walau banyak yang berpendapat bahwa motor Viar itu gampang rusak, Viar selama ini selalu menggunakan kata – kata tangguh dalam promosi iklannya. Untuk menunjukkan bahwa motor Viar sengaja dirancang agar kuat dan tahan lama. Barangkali bro ada yang punya motor Viar, silahkan share pengalamannya.

36 thoughts on “Alasan mengapa Viar harus memakai komponen impor dari Cina, bukan karena Viar motor cina

    • Untuk kekuatan material, rasanya kok jarang dengar keluhan. Mesinnya juga sama dengan yang dipakai di model gerobak. Tapi nanti saya coba cari informasi tentang kualitas Viar dari yang punya Viar.

      Kalau kekuatan mesin, ini komentarnya:

      Suka

    • Viar cross 200cc basic engine nya mirip yang dipakai Minerva R150VX Old generasi tahun 2011-2012 bro dan juga Viar cross yang 250cc juga memakai mesin zhongsen dan Minerva Megelli 250cc Gen 2 produksi tahun 2012 – sekarang memakai mesin yang sama yang membedakannya minerva tidak memakai kick starter sedangkan Viar memakai kick starter, sekian info yang saya ketahui bro. 😁

      Suka

      • terima kasih infonya. Iya, mungkin sama namun kualitas sepertinya tergantung pesanan pabrikan. Waktu jaman mocin dulu walau mesin ngeplek sama persis yang satu mesinnya berisik yang lain mesinnya senyap.

        Suka

    • Saya sudah nemu beberapa tempat nongkrongnya pengguna viar, artikel berikutnya akan membahas apa kata mereka tentang motor Viar. Mestinya lebih bisa dipercaya dari cuma rumor. Dari yang saya baca, problem lebih banyak terjadi di kelistrikan.

      Suka

  1. mbo si erick tohir yg beli saham/kepemilikan intermilan bikin manufaktur kendaraan nasional aja kali ya arah duitnya
    lha malah beli tim bola,
    ya walau suka2 sih, tapi apa ga miris negara sndiri malah jadi lahan jualan negara luar

    Suka

  2. Saya punya Viar Star cx, sy beli bulan februari 2010 jadi sudah 5 tahun sy memakainya untuk kendaraan sy berkerja dengan rute kota Bogor-Jakarta dan Bogor-Tambun(Bekasi).Selama ini motor tsb tidak pernah rewel, asal jgn telat ganti oli dan servis rutin.Kelemahan Viar itu di kelistrikannya dan layanan 3S yg masih belum.Itu pengalaman sy dengan Viar.

    Suka

  3. Slam knal ,klo sya coba pakai vsr 200 dan baru setaun pake blum ada trouble .Yg aga repot 3s nya setahun lebih blum pernah servis

    Suka

    • Halo, terima kasih sharingnya. Sip sekali.

      Kalau soal servis, rasanya motor hanya cukup ganti oli dan bersihkan filter saja. Bongkar karbu apalagi bongkar mesin tidak ada perlunya. Kalau mesin kotor pakai carbon cleaner foam saja.

      Suka

  4. kami pengguna viar cross x 150, agk kecewa sih dikit krn br 1 mnggu eh sdh kluar oli mesin,tp lngsung d tangani d beres,kelistrikn mgkn jelek krn blum smpai 2 buln pitting lmpu dpn melelh dan sekrin putus,kirain kelistrikn jg garAnsi 1 thn ternyata beli sendiri alatnya dan bayar biaya servis d beresnya,ni motor blum d bawa adventure tp masalahnya udah banyak.,nasib2 bli nih motor.,!

    Suka

  5. Compare: Sosialisasi dan berlebihan kemahalan harga utuh motor jual dilokal padahal sama2 impor mesin dari china beda ±100% cek dari web online entah mengapa jadi meragukan,nih beda klw motor india & harga jual dilokal hampir sama ekonomis dapet teknologi duluan lebih modern dari jepang sisi digital dan cukup meyakinkan.

    Suka

    • Sayangnya kualitas motor cina tidak bisa ditebak bila tidak di cek sendiri. Produk cina juga bisa sangat bagus dengan kualitas setara / melebihi motor jepang. Soal harga lah yang menjadi penentu. pesan yang jelek juga tersedia.

      Untuk teknologi motor India mungkin lebih maju, namun soal kualitas atau konsistensi produk sepertinya masih belum.

      Suka

      • produk india malah lebih jelek, jet tempur tejas sudah 30 tahun bikin, ga jadi jadi, sama tank arjun juga gagal, orang india itu kebanyakan mulutnya yang ngomong ketimbang tangannya yang kerja.
        terakhir bikin smartphone ngakunya buatan dalem negri, ga taunya bikinan cina yang dirakit di india macem laptop axioo di indo.

        Suka

  6. sy pakai viar star cx.lokasi tangrang bsd.5 tahun aman2 saja bodi kokoh. kelistrikan pernah mati pas 4 tahun tgl digantu cdi hnda type cdi c100 .motor aman. mesin aman dan halus asal rajin rawat seperti umumnya motor.

    Suka

  7. Sy punya motor viar star x 100cc sedari bulan februari 2012 sampai sekarang , belum pernah mogok tuh mesin motornya ,sampe sekarang masih kuat diajak perjalanan jauh ke serang-sukabumi(PP),bandung-cianjur-sukabumi(PP) asalkan perawatannya telaten, hanya memang sy mengakui kelemahan viar star x ini ada di kelistrikan,cat body yg mudah pudar,serta kekuatan body yg lemah.salah perlakuan dalam memutar kekencangan baut pasti bodynya langsung retak, oleh karena itu agar hal2 vital ini lebih diperhatikan lagi oleh pt.triangle motorindo

    Sekalian sampaikan usul sy ke pt.triangle motorindo agar membuat motor bebek 125cc yang bagasinya bisa masuk helm full face seperti produk tetangga, biar fiturnya banyak dan lengkap

    Suka

  8. saya punya viar vx150r koil mo ganti punya tiger 2 kaki persis koil viar warna sama hitam dan hijau apa bisa langsung saya konect takutnya konslet

    Suka

  9. punya ane vx150r mo ganti koil tiger 2 kaki hitam sama hijau persis punya viar apa bisa langsung di konect takutnya konslet, yg ane tahu warna kabel lain merk motor beda fungsinya

    Suka

  10. gan setelah viar ane ganti koil tiger, busi ngk platinum gas ditarik dikit rpm cepat sekali naik tapi speed kecepatanya gk naik contoh gigi 2 40km/jam tp rpm sudah 11.000 mohon pencerahannya thx

    Suka

  11. Kalo menurut saya yang juga memiliki motor viar, mesinnya sih memang agak rapuh pada bagian crank case nya terbukti saat saya bongkar bak mesinnya dan sy psang lgi bautnya gampang skali dol. Tapi kalo soal spare part kebanyakan sama persin sama punya honda.

    Suka

  12. Saya punya motor viar vsr 200.. Dari segi mesin sangat bagus..tidak berisik. Cukup bersaing dengan merk tetangga. Body oke mirip cbr.
    Kalau dari segi kecepatan bisa bersaing dengan kawasaki.
    Kualitas viar vsr200 sesuai dgn harganya. Saya beli cuman 14.500.000. Kalau produk tetangga mah 3 kali lipatnya.
    Yakin lah viar bisa bersaing dengan produk yg lain. Asalkan marketingnya aja di banyakin pasti semua masyarakat akan tau banyak tentang viar. Sudah murah dan cukup bagus.

    Suka

  13. Saya punya Viar Motor trail pertama, VX1. kami berempat sepakat beli motor itu.
    dan masalah kami sama.
    1. tombol-tombol sein rusak setelah 8 bulan
    2. rangka dijamain karatan, apalagi pas sambungan
    3. batok lampu, air bisa masuk.
    4. saya sampai saat ini sudah beli 2 kali Tangki motor, bocor karena karatan, gak percaya tanya sama mas Agus Herianto ( penjual spare part Viar Online ).

    Saya anggap ini sebagai Investasi saya kepada motor asli Indonesia, sama seperti yang dilakukan oleh orang kepada hape SAMSUNG, orang korsel tetep beli walau harga mahal kualitas dibawah SONY.
    tapi dia beli sebagai INVESTASI.

    Saya pun berinvestasi kepada VIAR, membeli motor pertama trail yang gampang rusak.
    supaya viar bisa bertahan dan mengalahkan Motor JEPANG.

    Saya diperkebunan di Kalimantan Tengah,
    saya sampai beli lagi motor Honda Revo, supaya kalo pas VIAR VX1 rusak saya tetep,
    Gampang sekali rusak, terupa timplar noken as yang sering berbunyi.

    Tapi saya coba iklan khan walau gak dibayar viar, dipelosok-pelosok.
    saya bawa kemana2,

    Sukses terus VIAR,

    @biasbee

    Suka

    • terima kasih, semoga bisa jadi pertimbangan bagi yang lain, semoga pihak Viar memperhatikan betul agar dimasa depan lebih mementingkan reliabilitas daripada tampilan.

      Suka

  14. sy pengguna viar CX200SE … motor tiba2 mati ga ada aliran listriknya… tindakan saya sudah mengganti busi, sikring, sampai CDI saya sudah ganti sm punya karya… tetapi msh blm nyala juga…. mohon pencerahannya dr para suhu…tindakan apalagi yg hrs sya lakukan…. mtr saya gunakan br 8 bln dr baru… mksh

    Suka

  15. Saya pengguna Viar VSR 200, kalo menurut saya dari kekurangan Viar VSR 200 adalah :
    1. Klakson, bisa lah diganti hella / denso
    2. Kelistrikan dan accu, harus diperhatikan kabel-kabel kelistrikan, dirapihkan, dan accu harusnya memakai yang kualitas bagus
    3. Cat, kalo kurang di rawat sedikit, rapuh..
    4. Lampu-lampu, paling lemah di LED putih, harusnya diberikan yg terbaik agar tetap menyala dengan baik juga
    5. Pindah gigi ke neutral rada susah, tapi ada beberapa cara yg di terapkan oleh komunitas kami
    6. Mesin sedikit kasar

    Kelebihan :
    1. Motor enak di bawa
    2. Matic, R15, CBR150, Ninja250, R25 gampang dilewatin tapi ada beberapa rombakan sedikit, seperti cop busi, busi dll
    3. Selebihnya saya suka

    Komunitas instagram kami : vsr.society
    Jika ingin msk group Viar VSR Community bisa hubungi saya di 087878390409

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s