Honda Zoomer, skutik macho ala Yamaha X-Ride mengapa belum didatangkan ke Indonesia ya?


Saat melihat lihat website Honda Thailand, penulis melihat ada produk Honda yang sangat unik yaitu Honda Zoomer. Honda Zoomer ini sebenarnya sudha dibahas berkali – kali oleh blogger lain. Mas Taufik juga pernah menyebutkan kemungkinan masuknya Zoomer ini ke Indonesia:
Gimana Kabar Honda Zoomer X di List Calon New Model AHM 2014 ?

Bro sekalian, Dengan Sumber super secret TMCBlog yang kemarin Membicarakan perihal time line New Procust K41, kami tidak hanya membcarakan K41 . .. namun membicarakan seperti apa peta Time Line New Product Honda khususnya di 2014 ini . . . dan salah satu yang dibicarakan adalah Zoomer X atau Yang di Thailand dikenal dengan code Name K20 (entah kalo di indonesia namanya apa)

Selain membicarakan next product setelah K41, kami juga membahas tentang Next Beat, Next V110 FI, Next Tiger, CBR 150 Lokal dah lain sebagainya, termasuk Zoomer X . . . kaget tenan, Zoomer X yang sempat di perlihatkan oleh astra Honda Motor di JMCS beberapa tahun yang lalu itu tentara di 2014 ini pun sepertinya belum masuk menjadi salah satu pengisi list new Model . . . walah jadi kenapa waktu di pajang dong . . . ngiler ngilerin aja hehehe

Penulis tidak terlalu memperhatikan, model terlihat biasa. Namun setelah melihat foto yang di website Honda Thailand penulis jadi baru ngeh, mengapa kok mas Taufik sampai ngiler. Mungkin karena yang ditunjukkan foto kurang menunjukkan bentuk sesungguhnya dari Honda Zoomer. Bodi ternyata 3 dimensi, nggak flat macam Honda BeAT. Silahkan lihat gambar gambar berikut ini
z5
z4
z3
z2
z1

Bahkan juga ada edisi komiknya yang menggunakan karakter dari manga One Piece:
zoomerchopper
zoomerluffy

Yang bikin kelihatan macho adalah garpu depan dan roda yang gambot. Walau cuma 12 inci, tapi pakai ukuran 100/90 depan dan 110/90 belakang. Bisa dilihat sendiri di spesifikasi di websitenya:
A.P. Honda – Zoomer specification
dimensirodazoomer

Mungkin Honda sementara masih fokus dengan produk terlaku yaitu Honda Beat dan Honda Vario. Mungkin kalau kapasitas produksi dari pabrik Honda sudah bisa memenuhi permintaan, Honda Zoomer akan mulai didatangkan ke Indonesia.

Daripada Yamaha X-Ride, kok rasanya lebih macho Honda Zoomer.

Atau mungkin terhambat soal roda yang ukurannya tidak standard ya? Barangkali pihak Honda kesusahan untuk mencari partner yang mau diajak produksi roda dengan ukuran yang tidak standard. Mungkin pihak produsen rodanya keberatan karena takut kalau motornya tidak laku, investasi untuk produksi ban diluar standard jadi percuma, rugi dong!

Atau mungkin bila Honda Zoomer jadi didatangkan ke Indonesia, velgnya dirubah jadi ring 14″. Namun semoga bisa posisi ruang tidak cukup, tidak akan diberikan ban cacing. Jadi tidak terlihat menarik lagi kalau pakai ban cacing.

Tinggal kita lihat saja nanti.

Iklan

Knalpot sepeda motor sport yang makin tidak sporty, bentuk makin saru tapi malah jadi tidak jantan


Ini murni pendapat pribadi. Perasaan kok sepertinya knalpot sepeda motor yang kategorinya sporty makin lama makin tidak sporty ya? Sepertinya sudah hilang masa dimana knalpot ori suatu motor jadi idola dan menjadi tren untuk dipakai motor lain. Yang ada sekarang justru motor baru dipasangi knalpot motor lama.

Knalpot yang menurut saya bentuknya makin saru tapi makin tidak sporty adalah:
Knalpotnya New Megapro dan Verza:
kverza2
kverza

Atau kalau dari fotonya mas Iwan Banaran:
kverzanmp9

Menurut saya bentuknya tidak sedap dipandang, baik dari belakang maupun dari samping. Bentuknya saru, seperti barang yang tabu untuk dilihat.

Mungkin karena itulah banyak penggunanya yang berpikir untuk menggunakan knalpot milik sepeda motor lain. Misalnya seperti berikut ini, pakai knalpot tiger revo:
khonda-verza-pasang-knalpot-tiger-revo

Knalpot Honda Tiger Revo sepertinya sudah menjadi incaran dari awal karena memang bentuknya yang keren.
ktigerrevo

Knalpot juga populer di pemakai Honda CB150R Streetfire:
knalpot-honda-tiger-di-honda-cb150r_thumb

Kalau dulu knalpot sepeda motor Honda sering jadi idola pemakai motor merek lain, sekarang sepertinya terbalik. Sekarang jamannya motor Honda pakai knalpot punya merek lain, seperti beberapa contoh berikut ini:
honda-cbr150r-knalpot-satria-fu_thumb

honda-cb150r-pakai-knlapot-suzuki-satria-fu_thumb

honda-cb150r-pakai-knlapot-suzuki-satria-fu-2-small_thumb

Yang terakhir ini terlihat agak dipaksakan, pakai knalpot Yamaha New Scorpio:
kscorpiodihonda

Mungkin peletakannya saja yang susah, kalau peletakannya pas, harusnya bisa terlihat lebih bagus.
kscorpio

Dari contoh diatas terlihat beberapa menggunakan knalpot dari Suzuki Satria FU versi thailand. Knalpot tersebut sepertinya memang cocok untuk motor sport. Penulis juga pernah melihat beberapa Yamaha V-ixion menggunakan knalpot Satria FU, termasuk juga yang ini:
yamaha-new-vixion-pakai-knalpot-suzuki-satria-fu

 

Entah apa alasan Honda tiba – tiba mengubah bentuk knalpot secara drastis. Motor honda lain yang menurut penulis bentuk knalpotnya kurang sip adalah Honda Revo, Honda Blade dan Honda CBR150R impor:
krevo
kblade
wpid-cbr-knalpot-standar

Kalau Honda CBR150R lokal masih agak mendingan:
CBR150R-vs-CBR250R-4-2

 

Contoh contoh diatas menunjukkan bahwa justru yang jadi idola adalah knalpot dari motor yang sudah tidak dijual lagi. Kalau dari sisi sporty ada knalpot Suzuki Satria FU thailand, kalau dari sisi elegan ada knalpot Honda Tiger Revo.

Kalau menurut bro, knalpot motor 2015 apa yang pantas jadi idola berikutnya?

Lampu LED terang dari Honda Vario 150 berpotensi melanggar peraturan?


Sanjungan terhadap lampu LED dari Honda Vario 150 sempat membuat penulis berpikir apakah lampu LED memang sudah layak untuk dipakai secara massal. Dari sisi hukum, sepertinya penggunaan lampu putih itu bisa melanggar peraturan. Menurut artikel berikut, penggunaan lampu putih terang berpotensi melanggar hukum:
Minggu, 18 Januari 2015, Lampu Kendaraan Putih-Silau Terancam Penjara 2 Bulan

Belakangan ini makin banyak mobil atau sepeda motor yang menggunakan lampu depan putih menyilaukan, tanpa sadar bahwa hal itu bukan hanya melanggar hukum, tapi juga membahayakan keselamatan orang lain.

Menurut Kepolisian Daerah Metro Jaya, petugas akan menindak pelanggar dengan memberikan surat tilang, yang berisi denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan dua bulan.

“Peringatan bagi para pengendara mobil dan sepeda motor yang mengganti lampu depan kendaraan yang mengeluarkan sinar berwarna putih terang, berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas,” bunyi pernyataan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya yang diterima redaksi, Minggu (18/1).

 

Bila menurut review, pancaran lampu dari Honda Vario 150 dideskripsikan sebagai berikut:
Berikut nyala lampu new Honda Vario125/150 dikegelapan……keren bro!

Nyala lampu putih juga cukup kuat. Menurut pak Edi (bagian teknis AHM)…..kekuatan daya pancar LED sang skutik sanggup menembus kabut tebal sekalipun. “Nggak masalah mz. Kita sudah test dan walau daya pancar putih……kekuatannya jauh dari batas yang dipatok. LED standart adalah 12ribu candela. Milik kita cukup tinggi yakni mencapai 22-23ribu candela.

Artikel tersebut jelas mendeskripsikan sinar lampu depan dari Honda Vario 150 sebagai putih terang, deksripsi yang sama dengan yang disebut di pernyataan Traffic Management Center Polda Metro Jaya.

Lampu LED sebenarnya juga tersedia warna yang kuning juga, contohnya bisa dilihat di website berikut:
LAMPU HEADLAMP MOTOR 3 SISI LED CREE

perbandingan lampu depan LED dengan lampu standar
Spesifikasi Produk :
Jenis : Led Cree COB (3 X 5W).
Input : DC 12V (Alias listrik stabil, bukan statis AC)
Watt : 15W Saat Hi (3Lampu), 10W Saat Low (2Lampu).
Jangkauan Cahaya : Tergantung Reflektor
Warna Cahaya : Putih, (6.000Kelvin) & Kekuningan (4.300Kelvin)
Lumens : 1600Lm
Type Konektor : H6, H4, HS1

Jadi jelas lampu LED kuning pun ada.

Mungkin pihak Astra Honda Motor perlu untuk mengkaji ulang pilihan lampu putih tersebut. Karena bila lampu Vario memang ternyata sangat menyilaukan, maka yang terkena akibatnya bukan AHM, tapi konsumen.

Dan untuk konsumen, barangkali merasa sungkan, lampu bisa diganti dengan LED lain yang warnanya kuning. Sepertinya mengganti dengan bola lampu biasa berpotensi membuat aki tekor karena disebutkan alternatornya beda dengan versi lampu depan pakai bola lampu.

Kupas Point Perbedaan New Vario 125 dengan Vario 125 Lama

Ada pertanyaan Apakah Bisa kita menempelkan Bentuk depan Vario 125 baru ke Vario 125 lama . . . jawabannya adalah, Sangat sulit . . . bro musti Ingat Kelistrikannya sedikit berbeda, karena Vario 125/ Vario 150 mengguakan LED yang hanya 2,6 watt x 2 (low) dan 5,2 Watt x 2 ( hi) maka Alternator nya pun beda. . . belum lagi posisi aki juga dipindah di bagian dek floor

Jadi satu satunya alternatif untuk pemilik Honda Vario 150 yang ingin lampunya kuning adalah mengganti dengan versi LED juga tapi yang warna kuning.

Semoga lampu putih menyilaukan dari Vario 150 tidak berpotensi mencelakakan orang lain.

Update: ternyata posisi lampu menyorot agak ke bawah:
Mengetahui posisi lampu depan LED dari Honda Vario 150 yang tersembunyi

Namun lampu tetap terkesan sangat putih

Walau mungkin bisa tidak merusak mesin, pakai aditif tetap rugi bro


Diakui atau tidak, pemakai aditif bahan bakar ternyata banyak. Walau mungkin sekarang penggunaan aditif jadi kurang menarik karena harga bensin sudah turun (premium Rp.6.700, pertamax Rp. 8.000), penulis tetap akan mencoba mengupas.

Mari kita mulai dari debatnya dulu, diulas oleh mas Taufik bahwa diduga penggunaan aditif menyebabkan bertumpuknya karbon:
Share Pengalaman Vixi Pake Sembarang Aditif BBM . . . Penyebab Karbon di Jeroan Bro?

Bro sekalian, berikut ini adalah isi Surel asli dari Bro Rozak, seorang pengguna V-Ixion yang share bagaimana bentuk jeroan mesin Vixinya setelah menggunakan Bahan Aditif bbm merk tertentu . . . Terlihat memang terjadi pengerakan karbon pada permukaan Piston dan Klep . kita belum tahu apakah pengerakan ini terjadi akibat aditif bmm atau tidak perlu penelitian dan diagnosa tentu, namun fakta bawwa bro rozak menggunakan aditif tidak terbantahkan .. . YIMM kalo nggak salah sendiri sangat tidak merekomendasikan penggunaan Aditif bbm pada Yamaha V-Ixion . . . karena selain bermasalah di area pembakaran, dikhawatirkan terjadi pengendapan di sekitar Fuel Pump yang dapat menghambat suplay bbm ke dapur pacu

Kurang lebih pemakaian kurang lebih 20 liter premium. Jadi di campur 40 tetes ******* gold yang harganya 45 rb. Memang saya akui mesin jadi halus dan tarikan enteng. tapi masalah jangka panjang muncul. pernah suatu pagi vixi saya keluar asap dan susah hidup . waduh ….

Postingan tersebut memicu debat antara benar tidaknya aditif bensin mempunyai pengaruh buruk dari mesin. Kemudian ada yang berusaha mengupas isi dari postingan tersebut, dilakukan bloggercatcher:
BIO ADDITIVE TERNAMA NORIVAL, DIYAKINI BANYAK PENGGUNANYA

Bio Aditif N*****L, merk yang cukup akrab dikalangan otomotif. Beberapa waktu lalu aditif tersebut mengalami kejadian menghebohkan karena sebuah artikel. Dalam waktu singkat, 2 buah blog terkenal memuat artikel tentang N*****L sebagai penyebab kerak. Tidak sampai disitu saja, pada forum lain pun artikel menyebar cepat dengan pernyataan share. Melihat opini publik yang telah ada, penyamaran merk menjadi NO****L tidak memberikan efek berarti karena indikasi produk diberikan secara jelas. Bahkan beberapa opini publik dengan gamblang menyebutkan merk tersebut saat melihat indikatornya.

Pro dan kontra langsung terjadi antara pengguna produk dengan pihak penulis. Sebabnya, pihak pengguna berjumlah cukup banyak dan tidak mengalami kejadian tersebut. Bahkan pihak pengguna dengan kendaraan yang sama juga menyangkal adanya efek tersebut.

BLOGGERCATCHER cukup terkejut dengan jumlah pendukung yang setiap harinya meningkat pesat mendukung produk tersebut. Karena itu kami tertarik meneliti kasus ini dengan seakurat mungkin. Hal ini bisa membuka wawasan publik tentang kasus produk aditif tersebut. Produk yang didukung penggunanya sampai tingkat agresif, memang bahan artikel yang menggoda.

Lambat laun blog yang memuat artikel tersebut, dituding pencemaran nama baik oleh banyak penggunanya. Alasannya, tidak memiliki Dasar Teknis yang kuat dalam artikelnya. Salah satu blog yang memuat artikel tersebut telah menutup ruang komentar untuk mencegah kejadian yang lebih luas. Kejanggalan pada artikel, menurut opini publik sangat jelas terlihat. Pihak blog pun menambahkan pernyataan seorang mahasiswa kimia untuk mendukung artikel tersebut.

BLOGGER CATCHER mencoba mengulas tuntas artikel tersebut termasuk kejanggalan menurut opini publik. BLOGGER CATCHER telah menghubungi ahli bahan bakar dan hukum untuk meneliti artikel ini.

blogcatcher berusaha memberikan referensi – referensi untuk mengupas pro kontra tersebut dengan netral. Ia berusaha mengupas kejanggalan dari cerita satu per satu, dan berusaha memberikan alternatif penjelasan mengapa pemilik V-ixion bisa mengalami hal seperti itu.

Untuk argumentasi ini, penulis pernah tahu tentang mesin V-ixion yang juga berkerak walau pakai pertamax terus, pernah diulas sebelumnya, ini kutipannya:
Ruang bakar dan piston, walau BBM memakai Pertamax terus..tetep saja ada keraknya
piston-vixion-yudibatang

Kali ini saya mau berbagi tentang kerak pada piston dan ruang bakar. Yups..dari sejak pertama meminang Yamaha Vixion hingga sekarang hampir berumur empat tahun, saya sudah berkali-kali membongkar pasang mesin yamaha vixion ini. dan motor selalu saya isi dengan BBM jenis Pertamax, kadang-kadang pake Shell super extra kalau pas kebeneran riding kejakarta.
Tahukah anda? Ternyata walau motor diisi BBM pertamax terus, bila ruang bakar dibongkar tetap saja masih ada kerak pada piston dan ruang bakar. jadi bila brother biker membongkar mesinnya dan mendapati kerak pada piston dan ruang bakar, itu sudah kejadian wajar

Jadi tanpa pakai aditif sekalipun mesin bisa berkerak. Namun harus diingat bahwa kerak bukan satu – satunya penyebab masalah pada mesin. Ternyata ada jenis aditif yang sungguh – sungguh bisa merusak mesin.

Berikut adalah ulasan mengapa aditif bensin bisa merusak mesin:
Belum Ada Izin, Octane Booster Tetap Dijual Bebas

Sebagai informasi, penggunaan octane booster diketahui memang akan berdampak merusak beberapa komponen kendaraan seperti senyawa berbasis logam misalnya MMT (metilsiklopentadienil manganese tricarbonil) dan Ferrocene (disiklopentadienel iron).

Aditif MMT sendiri dapat mengganggu sistem pengapian, sensor oksigen, konverter, dan deposit pada dinding silinder, dan batas pemakaian MMT di Amerika dan Kanada adalah 8,2 mg/l bensin.

Aditif Ferrocene sangat dibatasi penggunaannya terutama di Amerika karena merupakan logam berat dan pada aplikasinya dapat mengikis ring piston, silinder, dan gangguan pengapian.

Disebutkan bahwa penyebabnya adalah karena reaksi dari bahan pembuat dari aditif. Aditif itu jenisnya macam – macam. Dan masing – masing punya keunggulan dan kelemahan sendiri – sendiri. Penjelasan dari Norival memberikan informasi detil tentang kelemahan dari (selain yang dipakai norival) alkohol, MMT, TEL, Naphtalene, Ferrocene dan MTBE:
NORIVAL tidak menggunakan kimia berbahaya

alkohol memiliki sifat mengikat air. Bila dalam tangki kita terdapat air, maka octane booster jenis ini akan mengendap didasar tangki bersama air dan tidak akan tercampur sempurna dengan bahan bakar.

MMT cenderung menimbulkan kerak dan berefek “catalyst-poisoning”. Mengganggu kinerja dalam mesin misalnya busi yang mengakibatkan buruknya pengapian, performance mesin, serta mutu gas buang.

Tetraethyl Lead atau TEL isinya adalah logam timah. Sangat efektif dalam meningkatkan angka oktan. Sangat beracun dalam kondisi murninya. Sudah pasti dapat merusak sensor oxygen dan Catalityc converter dengan cara menutup permukaan kerja kedua alat tersebut.

Naftalena memiliki kemiripan sifat yang memungkinkannya menjadi aditif bensin meningkatkan angka oktan. Bahan ini juga terdapat dalam kapur barus dan cukup sering digunakan untuk meningkatkan nilai oktan. Hanya saja senyawa ini bersifat karsinogen (penyebab kanker), dan emisi gas buangnya sangat beracun.

Namun Ferrocene yang mengandung senyawa besi ( iron ) ini, setelah proses pembakaran menghasilkan senyawa iron-oxide ( besi oksida ) yang menjadi kerak dan menutupi permukaan catalyst pada gas buang.

MTBE ini juga berbahaya bagi lingkungan karena mempunyai sifat karsiogenik dan mudah bercampur dengan air

 

Dari dua artikel diatas jelas bahwa yang memang benar ada aditif yang bisa bikin kerak, tapi ada juga yang tidak menimbulkan kerak. Karena faktor kesehatan, ada pula aditif yang dilarang karena beracun.

TEL dikatakan sebagai penambah oktan yang sangat efektif, namun karena beracun sekarang sudah dilarang. Pertamina pernah menggunakan TEL untuk menambah oktan, namun sekarang tidak lagi:
Indonesia Tak Gunakan Timbal Lagi Dalam BBM

Jakarta (ANTARA News) – Indonesia sejak awal Juli 2006 sudah tak menggunakan lagi timbal (TEL) sebagai aditif untuk meningkatkan Research Octane Number (RON) dalam pengolahan Premium 88 di sejumlah kilang-kilang Pertamina, dalam upaya mendukung program langit biru yang telah dicanangkan pemerintah. “Pertamina sudah melaporkan kepada kami bahwa mereka sudah tidak produksi lagi bensin pakai timbal, karena bila tetap dengan timbal dampaknya akan merusak otak terutama pada anak kecil,” ujar Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar kepada pers, di Jakarta, akhir pekan lalu. Menurutnya, di seluruh dunia saat ini sudah tidak diproduksi bahan bakar pakai timbal. Pada dasarnya timbal itu suatu zat tambahan (aditif) yang sangat mudah dibuat dan biayanya lebih murah ketimbang tidak pakai timbal. Namun demikian dampaknya sangat merugikan bagi kehidupan.

 

Sekarang anggap saja bahwa aditif yang ada di pasaran itu aman baik bagi mesin dan bagi manusia, apakah aditif tersebut benar – benar menambah oktan? Apakah bisa menambah tenaga, atau menambah irit, atau menambah halus mesin? Berikut beberapa penelitian terhadap aditif bensin:

PENGARUH ADITIF BAHAN BAKAR BENSIN PADA OPERASI STASIONER

Penelitian ini menunjukan bahwa aditif-aditif bensin ini bekerja dengan baik pada pembebanan rendah dan menengah, tetapi kinerjanya kurang menguntungkan pada pembebanan tinggi. Dari sisi ekonomi, kebanyakan dari aditif bahan bakar tersebut, menguntungkan bila digunakan pada beban rendah.

Penelitian ini menemukan aditif terbaik untuk operasi beban 33%, 67% dan 100% secara berurutan adalah TA-4 300 PPM, TA-4 300 PPM dan TA-1 300 PPM. Disimpulkan bahwa aditif-aditif ini hanya menghemat bahan bakar pada pembebanan rendah dan menengah. Aditif-aditif tersebut memberikan penghematan biaya jika digunakan pada beban rendah.

PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF BAHAN BAKAR TERHADAP UNJUK KERJA GENSET MESIN BENSIN EMPAT LANGKAH

Pencampuran zat aditif dengan bensin dilakukan dengan cara mengambil tiga sampel produk zat aditif dari pabrikan yang berbeda dan perbandingan campuran menurut anjuran pabrik zat aditif A, B, C. Uji unjuk kerja dilakukan pada genset mesin bensin empat langkah 196 cc untuk mengetahui daya, torsi, tekanan efektif rata-rata (Bmep), pemakaian bahan bakar spesifik (Bsfc), dan efisiensi thermis.Dari hasil pengujian terlihat bahwa pengaruh campuran zat aditif pada mesin bensin 4 langkah 196 cc pada metode pengujian konstan speed tidak mengalami kenaikan unjuk kerja. Sedangkan pada metode pengujian variable speed, terjadi kenaikan unjuk kerja tetapi tidak terlalu signifikan kenaikannya.

PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF BERBAHAN DASAR METHANOL PADA BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH SATU SILINDER

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh zat aditif bahan bakar yang berbahan dasar methanol terhadap prestasi motor bensin empat langkah satu silinder. Pada penelitian ini digunakan dua buah merk zat aditif yaitu tipe A dan tipe B dengan lima perbandingan konsentrasi yaitu 0,075%, 0,1%, 0,125%, 0,15% dan 0,175%. Mesin yang digunakan untuk pengambilan data adalah mesin merk Tecumseh TD110 yang terdapat di Laboratorium Motor Bakar Teknik Mesin Universitas Lampung. Hasil penelitian ini menunjukkan untuk zat aditif tipe A dapat meningkatkan daya engkol lebih baik dibandingkan zat aditif tipe B sebesar 36,14% tetapi zat aditif tipe B dapat menurunkan nilai bsfc sebesar 59,54% dibandingkan dengan zat aditif tipe A. Dan zat aditif tipe A dapat meningkatkan akselerasi sebesar 14,85% dibandingkan dengan tanpa zat aditif.

PENGARUH PENAMBAHAN ADITIF BAHAN BAKAR PADA UNJUK KERJA MOTOR BAKAR BENSIN DENGAN MENGGUNAKAN PENGAPIAN CDI

Hasil penelitian menunjukkan bahwa torsi sebagai fungsi putaran poros motor pada bahan bakar motor bakar bensin yang dicampur dengan zat aditif lebih besar 3,49% dibandingkan premium murni. Perhitungan untuk daya mesin sebagai fungsi putaran poros motor pada bahan bakar premium ditambahkan aditif lebih besar 3,95% daripada premium murni. Perhitungan konsumsi bahan bakar sebagai fungsi putaran poros motor menunjukkan bahan bakar premium ditambah aditif lebih ekonomis 3,96% daripada premium murni. Perhitungan konsumsi bahan bakar spesifik sebagai fungsi putaran poros motor lebih ekonomis 4,51% untuk bahan bakar premium ditambah aditif dibandingkan premium murni.

PENGARUH PENGGUNAAN ZAT ADITIF OCTANE BOOSTER TERHADAP KINERJA MESIN BENSIN

Penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan zat aditif berpengaruh terhadap kinerja mesin bensin. Hal ini dapat dilihat dari adanya perubahan parameter daya poros, tekanan rata-rata, pemakaian bahan bakar, efisiensi thermal pada kinerja mesin bensin. Metoda yang dipakai dalam penulisan tugas akhir ini dengan mencampurkan setiap 5 liter premium dengan 40,25 ml zat aditif.

PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF ALAMI PADA BENSIN TERHADAP PRESTASI SEPEDA MOTOR 4-LANGKAH

Kemudian dari hasil penelitian yang dilakukan Andriyanto (2008) dengan menggunakan zat aditif TOP 1 octane booster, sebanyak dua kali dari aturan pakai (0,05%) diperoleh penurunan konsumsi bahan bakar terbaik sebesar 21,01% (9,67 ml) dibandingkan dengan bensin tanpa aditif (46 ml) pada putaran 3000 rpm selama 10 menit. Untuk akselerasi pada 0-80 km/jam dengan menggunakan zat aditif STP octane booster dapat meningkatkan akselerasi sebesar 12,14 % (8,54 detik) dibandingkan dengan bensin tanpa zat aditif (9,72 detik) [2]. Pada penelitian yang dilakukan oleh Kirana (2005) terhadap campuran bensin zat aditif (1:10) PEA (Polyether Amine) pada pengujian TD 114 diketahui peningkatan daya engkol sebesar 4,28 % dan penurunan konsumsi bahan bakar spesifik engkol sebesar 23,93 % dibandingkan dengan bahan bakar bensin tanpa zat aditif tersebut [3].

Zat aditif yang digunakan merupakan zat aditif alami produk dari Amerika, Bentuk dari aditif bahan bakar multi fungsi ini adalah berbentuk tablet. Ternyata dengan konsentrasi pencampuran zat aditif alami terhadap bensin yang lebih banyak tidak berarti juga lebih efektif untuk menurunkan konsumsi bahan bakar yang digunakan.

 

Berikut adalah penelitian yang mengupas khusus penggunaan minyak atsiri sebagai penambah tenaga:
EKSPLORASI MINYAK ATSIRI SEBAGAI BIOADITIF BAHAN BAKAR SOLAR Backup

Minyak cengkeh, minyak terpentin, minyak pala, minyak gandapura, minyak sereh dan minyak kayu putih adalah minyak atsiri yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai bioaditif bahan bakar solar karena dari tinjauan terhadap struktur senyawa penyusunnya, material ini memiliki rantai siklik dan ketersediaan oksigen yang cukup besar.
aditifterpentin
aditifcengkeh
aditifminyakkayuputih
aditifsereh
KESIMPULAN
1. Minyak cengkeh memiliki potensi untuk dijadikan bioaditif minyak solar karena memiliki kinerja paling tinggi dalam menurunkan laju konsumsi bahan bakar dibanding minyak terpentin, minyak pala, minyak gandapura, minyak sereh maupun minyak kayu putih.
2. Komposisi optimum penambahan bioaditif minyak cengkeh adalah sebesar 0,6%. Komposisi solar-minyak cengkeh 0,6% mampu menurunkan laju konsumsi bahan bakar hingga 251,91 mL/jam relatif terhadap laju konsumsi minyak solar yang tidak direformulasi (263,58 mL/jam)

PENGARUH PENAMBAHAN BIO-ADITIF PADA PREMIUM TERHADAP KINERJA MOTOR BAKAR backup

Penelitian ini akan membahas tentang pengaruh minyak atsiri serai wangi sebagai bio-aditif pada premium sebagai bahan bakar mesin bensin. Komposisi penambahan bio-aditif pada premium yang digunakan sebesar 0,1%, dan sebagai variabel pengujian adalah putaran mesin pada 1300 rpm, 1500 rpm, 1700 rpm, 1900 rpm dan 2100 rpm. Parameter yang akan dianalisa meliputi daya poros, tekanan efektif rata-rata, konsumsi bahan bakar spesifik (SFC), efisiensi termal dan kadar emisi yang dihasilkan. Dari hasil pengujian dengan penambahan bio-aditif, hingga putaran 1900 rpm daya poros yang dihasilkan lebih rendah sekitar 4,87% tetapi pada putaran 2100 rpm, daya poros yang dihasilkan sama. Dan juga dapat menghemat pemakaian bahan bakar yang didasarkan pada hasil perhitungan SFC, dimana terjadi nilai penurunan sebesar 4,84% sedangkan efisiensi termalnya meningkat sekitar 6,56%. Penambahan bio-aditif juga dapat menurunkan kadar emisi HC dan CO.

MINYAK ATSIRI SEBAGAI BIO ADITIF UNTUK PENGHEMATAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)
konsumsi

Penggunaan bahan aditif dalam BBM, terutama bensin dan solar dimaksudkan untuk menyempurnakan proses pembakaran BBM didalam mesin. Bahan aditif yang dimaksud dibuat dari beberapa jenis minyak atsiri. Formulasi aditif berbahan baku minyak atsiri tersebut merupakan campuran beberapa minyak dengan komposisi tertentu yang didasarkan pada sifat-sifat kimiawi dari komponen-komponen dalam minyak atsiri yang digunakan.
Pengujian yang dilakukan meliputi karakter-karakter berat jenis, titik didih, titik nyala, viscositas, komposisi kimia, kadar sulfur, konsumsi bahan bakar, uji jalan dan emisi gas buang. Hasil uji parameter-parameter yang dilakukan menunjukkan tingkat efisiensi atau penurunan konsumsi BBM mencapai 20 persen.

 

Terlihat dari penelitian – penelitian diatas bahwa ada aditif yang cuma nambah sedikit, dan ada aditif yang nambahnya banyak. Pertamina juga pernah pakai aditif TEL untuk mendongkrak oktan, walau sekarang kayaknya juga pakai aditif, napthalene untuk mengoplos degradasi bensin RON92 jadi RON88.

Walau begitu, penulis tetap bilang rugi pakai aditif. Mengapa?

.1. Karena ada yang penambahannya sedikit. Dan sekalipun sepertinya besar, kok rasanya lebih murah dan efektif modifikasi lain seperti pemakaian magnet di artikel sebelumnya. Atau sekalian pakai pertamax. Tapi toh bila bro mampu untuk pakai semuanya, pakai magnet, pakai Norival, dan pakai pertamax plus untuk motor kompresi 11:1 bro, sepertinya sah sah saja.

Berikut contoh dyno yang ditunjukkan di website partner dari Norival.
Testimoni Independent Honda CBR 150 FI with dynotest
dynonorival1
dynonorival2

Terlihat penambahan tenaga cuma sedikit, kalah jauh sama uji magnet di artikel sebelumnya. Sayang grafik naik turun sehingga susah disimpulkan.

 

.2. Karena mahal. seperti contoh berikut ini:
Octane boster? Why not, tapi……

Prestone octan booster
Prestone octan booster

Liat kan up to 10 poin? Berarti cuma naik 1 oktan? Lha ga terlalu ngaruh lah. Itu juga up to, bisa kurang ga bisa lebih. ibarat kata kita meningkatkan kualitas bbm bukan penaik oktan gila gilaan

Lebih mending beli pertamax. Walau ada yang versi yang hitungannya murah, seperti yang di klaim oleh Norival. misalkan pakai Norival Platinum 12ml, seharga 75 ribu , dipakai untuk 180 liter premium. Bila dihitung Rp. 416 per liter. Apa nggak lebih murah ngembat minyak angin punya anak? ha ha ha ha.

Salah satu penelitian diatas menyebutkan bahwa minyak atsiri bisa berupa minyak cengkeh, minyak terpentin, minyak pala, minyak gandapura, minyak sereh dan minyak kayu putih. Tinggal pilih, tapi tentu resiko tanggung sendiri.

 

Bila bro merasa pemakaian aditif bermanfaat maka harus perhatikan juga bahwa pemakaian tidak boleh berlebih. Penelitian – penelitian diatas membuktikan bahwa hasil maksimal didapat bila campurannya pas. Ini juga diungkapkan bahkan oleh Norival di websitenya:
Norival Energy Fuel Enhancer

Kelebihan Dosis pada aplikasinya akan menyebabkan:
* Kinerja mesin menjadi terbebani, dikarenakan peningkatan nilai Oktan/Cetane & kalori yang terkandung dalam BBM tidak dapat dibakar sempurna oleh mesin pada umumnya.
* Konsumsi BBM meningkat dikarenakan tingkatan BBM yang digunakan tidak sesuai dengan Spesifikasi mesin pada umumnya. Contoh: Penggunaan Racing Fuel pada kendaraan umum.

Link bagus lain:
Benarkah Premium Bebas Timbal ?

Kata siapa ?, Kata Pertamina melalui Media Masa dan dishare oleh banyak Blogger dan Pengguna Sosmed sehingga menjadi sebuah Keyakinan bahwa hal itu benar adanya.

Pertama-tama, perlu diketahui bahwa Bebas TEL (Tetraethyllead) dengan Bebas Pb (Timbal) itu berbeda definisi loh !

Premium yang dicampur TEL maka Pb Content adalah 0,3 g/l, setelah TEL dilarang/tidak digunakan lagi maka Pb Content turun jadi 0,013 g/l tapi itu belum cukup untuk bisa disebut Bebas Timbal, bahkan 0.001 g/l pun tidak bisa disebut bebas timbal, kecuali 0,000 g/l.

Sudah.

Semoga membantu.

Pro kontra magnet sebagai penambah irit dan tenaga


Magnet bisa dipergunakan untuk menambah tenaga. Cara pemakaiannya sederhana. Magnet ditempelkan ke selang bensin atau bensin dilewatkan magnet. Namun ada pro kontra terhadap efektifitas dari pemakaian magnet sebagai alat pengirit tenaga.

Berikut adalah contoh yang pesimis, menganggap penambah tenaga berbahan magnet sebagai penipuan. Tapi tidak mencoba sendiri, hanya pakai acuan dari website perlindungan konsumen amerika.
Tinjauan Kritis Terhadap Alat Penghemat BBM

Secara umum, percobaan-percobaan tidak mencantumkan metoda perhitungannya, dan hanya mencantumkan hasil akhirnya saja. Saya sendiri tidak begitu yakin percobaan-percobaan tersebut dilakukan secara ilmiah, dapat dipertanggungjawabkan secara statistik dan dengan demikian membuktikan klaim yang diberikan.

Dengan fakta-fakta tersebut di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa hampir semua alat penghemat BBM yang dijual dipasaran adalah penipuan, yang entah disadari atau tidak. Menurut EPA, hanya ada satu jenis kategori alat penghemat BBM yang secara konsisten memang menghemat BBM, yaitu modifikasi mesin.

Tidak ada cara yang praktis bagi pengendara mobil biasa (dan juga termasuk para jurnalis media massa otomotif) untuk membuktikan klaim penghematan BBM oleh alat-alat tersebut.

 

Yang pesimis biasanya melakukan review terhadap produk yang ada di pasaran. Pendapat berbeda diungkapkan oleh mereka yang sudah coba dari alat buat sendiri. Dan juga banyak peneliti yang melakukan penelitian terhadap efek magnet terhadap konsumsi bahan bakar dan penambahan tenaga motor.

Berikut adalah penelitian – penelitian dari penggunaan magnet pada mesin bensin / diesel dari beberapa universitas di Indonesia:
PENGARUH PENAMBAHAN MULTIPLE MEDAN MAGNET ARAH RADIAL PADA ALIRAN BAHAN BAKAR TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BENSIN 4 LANGKAH HONDA KARISMA – ITS Library Digital Content Publisher

Medan magnet dialirkan pada bensin dengan cara radial.Kendaraan uji adalah honda kharisma 125 cc dan ujicoba dilakukan di Laboratorium Bahan Bakar dan Motor Pembakaran Dalam Jurusan Teknik Mesin FTI – ITS. Dengan penambahan medan magnet secara radial dan divariasikan kuat medan magnetnya hasil menunjukkan pada tiap kenaikan 0.1 tesla dari besar kuat medan magnet 0.1 – 0.4 Tesla, pertama,Torsi naik 6.67 %, 8.25 %, 9.44 %, dan 9.73 %. Kedua Daya naik 4.25 %, 7.48 %,7.65 %, 8.41 %, Ketiga Bmep naik sebesar 4.25 %, 7.48 %,7.65 %, 8.41 % Keempat Sfc turun sebesar 6,96 %, 12.69%, 12.92%, 14.14%,Kelima Efisiensi Thermis naik sebesar 7.67 %, 14.79%, 15.21%, 16.83% Untuk Emisi gas buang CO turun sebesar 15.58%, 17.42%, 18.68%,19.06% dan HC turun sebesar 9.51%, 18.31%, 31.42%, 36.63%.

STUDI TEKNIS PENGGUNAAN FUEL MAGNETIZER X POWER PADA KAPAL NELAYAN TRADISIONAL LAMONGAN YANG MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR CAMPURAN – ITS Library Digital Content Publisher

Tujuan yang ingin dicapai dalam pengujian ini adalah mengetahui apakah prosentase penghematan yang tercantum di spesifikasi alat bisa dicapai, dan apakah penggunaan fuel magnetizer yang diaplikasikan pada mesin berbahan bakar campuran akan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar. Dari hasil pengujian terlihat bahwa prosentase penurunan konsumsi bahan bakar pada mesin diesel berbahan bakar murni (solar saja) tidak sebesar yang dicantumkan di spesifikasi alat. Semakin besar kekuatan medan magnet akan meningkatkan kinerja alat baik dalam hal peningkatan daya, penurunan SFOC, dan penurunan temperatur gas buang. Pengujian pada bahan bakar campuran menunjukkan bahwa fuel magnetizer dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dalam skala kecil.

Studi pengaruh medan magnet pada aliran bahan bakar terhadap unjuk kerja motor bensin

Peningkatan unjuk kerja mesin dengan adanya perlakuan medan magnet antara lama peningkatan daya maksimum sebesar 4,7%, penurunan pemakaian bahan bakar spesifik maksimum sebesar 11,8%, peningkatan efisiensi thermis maksimum sebesar 13,4%, dan penurunan kadar CO maksimum sebesar 25%. Sehingga pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perlakuan medan magnel dapat meningkatkan unjuk kerja mesin.

Pengaruh Diameter Kawat Kumparan Alat Penghemat Energi yang Berbasis Elektromagnetik Terhadap Kinerja Motor Diesel (2007) (backup file)

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh perubahan diameter kawat kumparan alat penghemat bahan bakar yang berbasis elektromagnetik terhadap konsumsi energi motor diesel. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan diameter kawat 0,35 mm dan jumlah lilitan kumparan 4000 lilitan memberikan penghematan bahan bakar sekitar 30,79% dibandingkan dengan mesin diesel standar. Disamping itu penambahan penghemat bahan bakar dalam penelitian ini mengurangi opasitas (kehitaman) dari gas buang motor diesel yang diuji

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH MULTIPLE MAGNET TERHADAP TEMPERATUR API BUNSEN BURNER – ITS Library Digital Content Publisher

Pada tugas akhir ini kita menguji pengaruh multiple magnet dengan variasi kekutan medan magnet yang dipasang secara seri di saluran bahan bakar LPG. Penelitian ini menggunakan elektromagnet sebagai magnet penghemat bahan bakar LPG. Jumlah elektromagnet yang digunakan yaitu dua buah dan jarak antara dua magnet adalah tetap. Penambahan medan magnet pada single magnet dan multiple magnet divariasikan pada 0,1T dan 0,2T. Uji coba ini dilakukan di Lab TPBB Teknik Mesin ITS dengan menggunakan Bunsen Burner Hasil dari penelitian ini adalah warna api diffusi multiple magnet 0,2 Tesla paling banyak warna biru daripada warna api diffusi tanpa magnet. Warna api diffusi multiple magnet 0,1 Tesla lebih banyak warna biru daripada warna api diffusi tanpa magnet. Warna api diffusi tanapa magnet lebih sedikit warna biru. Terjadinya kenaikan tinggi nyala api Multiple Magnet 0,2 Tesla sebesar 9 mm daripada ketinggian nyala api tanpa magnet. Terjadinya kenaikan tinggi nyala api multiple magnet 0,1 Tesla sebesar 6 mm daripada ketinggian nyala api tanpa magnet. Nyala api tanpa magnet memiliki ketinggian nyala api yang paling rendah, yaitu 120 mm. Terjadinya kenaikan temperatur rata-rata total nyala api sebesar 73,719 °C dengan adanya penggunaan multiple magnet 0,1 Tesla daripada temperatur rata-rata total nyala api tanpa magnet. Dengan adanya penggunaan multiple magnet 0,2 Tesla maka terjadi kenaikan temperatur rata-rata total nyala api sebesar 112,43 °C daripada temperatur rata-rata total nyala api tanpa magnet. Temperatur rata-rata total nyala api multiple magnet 0,1 Tesla lebih tinggi daripada temperatur rata-rata total nyala api single magnet 0,1 Tesla, yaitu sebesar 52,913 °C. Temperatur rata-rata total nyala api multiple magnet 0,2 Tesla lebih tinggi daripada temperatur rata-rata total nyala api single magnet 0,2 Tesla, yaitu sebesar 27,493 °C. Tetapi temperatur rata-rata total nyala api single magnet 0,2 Tesla lebih tinggi daripada temperatur rata-rata total nyala api multiple magnet 0,1 Tesla, yaitu sebesar 11,218 °C.

VARIASI KUAT ARUS DAN ARAH MEDAN MAGNET PADA SALURAN BAHAN BAKAR TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BAKAR 4 LANGKAH DENGAN BAHAN BAKAR E-10, Oleh LUKMAN HAKIM, JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER 2014

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Konversi Energi Fakultas Teknik Universitas Jember. Peralatan yang digunakan pada penelitian ini adalah motor bakar 4 langkah merek Jupiter Z 2010, Dinamometer, Gas Analizer, Kumparan elektromagnet, buret, dan tachometer. Bahan yang digunakan bensin premium, etanol, E10, Kawat tembaga berdiameter 0,6 mm, pipa berdiameter 20 mm dengan panjang 12 cm dan ring 18 mm.

Dari penelitian ini diperoleh hasil kuat arus elektromagnet mepengaruhi unjuk kerja motor bakar empat langkah. arus 0.65A (4V) sudah dapat meningkatkan unjuk kerja mesin. Namun hasil optimal pada variasi arus 1.90A (12V). Karena pada electromagnet 1.90A (12V) mampu menghasilkan medan magnet yang lebih besar sehingga pengaruhnya terhadap bahan bakar lebih besar juga. mengalami peningkatan daya maksimal sebesar 4.87% yaitu dari daya dari bahan bakar premium dengan penambahan elektro magnet 0.65A (4V) sebesar 6.05 hp menjadi 6.37 hp menggunakan bahan bakar E10 dengan penambahan elektromagnet 1.90A (12V). Konsumsi bahan bakar menurun dengan di tambahkanya Elektromagnet. Penurunan maksimal terjadi pada variasi bahan bakar E10 dengan variasi kuat arus 1.30A (8V) yaitu dari konsumsi bahan bakar premium dengan penambahan elektromagnet 0.65A (4V) sebesar 0.00141 kg/hp.jam menjadi 0.00107 kg/hp.jam. dengan demikian SFCe mengalami penurunan sekitar 24.11%. Dengan penambahan elektromagnet bisa menurunkan emisi gas buang CO dan HC penurunan CO paling kecil terjadi pada penanmban elektromagnet dengan arus 1.30A (8V) yaitu sebesar 0.04%. kemudian HC paling kecil didapat pada penambahan elektromagnet 1.90A (12V) yaitu sebesar 58.67 ppm.

PENGARUH PANJANG KUMPARAN MAGNET PADA ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR JENIS ELEKTROMAGNETIK TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BENSIN 4 LANGKAH, Oleh Febriyan Dwi N.P, JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER 2013

Penelitian ini memfokuskan tentang pengaruh panjang kumparan magnet penghemat bahan bakar, yaitu dengan variasi panjang 2 cm, 6 cm dan 12 cm dibandingkan dengan kondisi motor tanpa perlakuan magnet atau motor standar. Data yang dicari meliputi Torsi, Daya Efektif, Konsumsi bahan bakar (FC), maupun konsumsi bahan bakar per satu tarikan sampai rpm 12000. Penelitian ini dilakukan di Bengkel Central Yamaha Kaliwates Jember. Penggunaan alat elektromagnet menyebabkan kenaikan torsi dan daya efektif yang dihasilkan. Pada kondisi standart, torsi maksimal sebesar 10,54 Kg.m dan daya efektif maksimal sebesar 20,44 HP. Sedangkan bila digunakan elektromagnet dengan panjang kumparan 2 cm diperoleh daya efektif maksimal sebesar 23,74 HP pada 9000 rpm dan panjang kumparan 12 cm diperoleh torsi maksimal yaitu sebesar 11,20 Kg.m pada putaran 8000 rpm. Konsumsi bahan bakar paling efisien terdapat pada penggunaan panjang kumparan 12 cm dari konsumsi bahan bakar keadaan standar sebesar 1,2175 Kg/jam menjadi 0,9696 Kg/jam pada putaran 7000 rpm. Jadi penghematan bahan bakar yang terjadi sekitar 20,36 %.

PENGARUH BESAR MEDAN MAGNET TERHADAP PRESTASI MESIN DIESEL STASIONER SATU SILINDER, Oleh NUGRAHA MUNTHE, DEPARTEMEN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, M E D A N 2015

Objek dalam penelitian ini adalah mesin diesel stasioner satu silinder, Smart Engine Test Bed TD 111 MK II dengan pengaruh medan magnet, dimana magnet dipasangkan disaluran pompa minyak. Adapun variasi medan magnet yang digunakan dalam pengujian ini adalah magnet X (2500 Gauss), magnet Y (2000 Gauss) dan magnet Z (350 Gauss). Tujuan dilakukan pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh besar medan magnet terhadap prestasi mesin diesel stasioner satu silinder. Penelitian ini menggunakan serangkaian pengujian prestasi mesin diesel satu silinder dengan pembacaan instrumentasi secara langsung dan perhitungan menurut Willard Pulkrabek. Variasi beban yang digunakan adalah 3,5 kg dan 4,5 kg dengan kombinasi variasi putaran 1600 rpm, 1800 rpm, 2000 rpm, 2200 rpm, 2400 rpm dan 2600 rpm dengan mengunakan bahan bakar solar. Dari hasil pengujian diperoleh dengan menggunakan magnet X pada pembebanan 4,5 kg putaran 2600 rpm didapat daya poros yaitu : 3,28 kW, nilai SFC terendah yaitu : 93 g/kWh, nilai AFR tertinggi diperoleh yaitu : 52,80, nilai efisiensi termal tertinggi yaitu : 21,72 % dan heat loss tertinggi yaitu 24,98%.

ANALISA VARIASI JUMLAH LILITAN PADA ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR TERHADAP EMISI GAS BUANG MOTOR BENSIN 4 LANGKAH, Oleh Prastiya Eka Putra Pratama, JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER 2013

Peralatan yang digunakan dalam pengujian adalah Motor Bensin 4 Langkah dengan merk mesin Honda Supra x 125D, Gas Analyzer, buret, gelas ukur, stop wach, tachometer, dan aki 12 volt. Bahan yang digunakan adalah Premium RON 88, kawat berdiameter 0,6 cm, pipa berdiameter 1″ dengan panjang 12 cm, dan ring 18 cm. Variasi jumlah lilitan elektromagnet mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Konsumsi bahan bakar paling efisien terdapat pada penggunaan variasi jumlah lilitan 1000 lilitan dari kondisi bahan bakar keadaan standar sebesar 0,57 Kg/jam menjadi 0,43 Kg/jam pada putaran 3000 RPM dengan peningkatan efisiensi sekitar 8,14 %. Meskipun hasil ini lebih kecil dari hasil penelitian sebelumnya sebesar 20,35%, tetapi pada putaran mesin 9000 RPM hasil penelitian ini menghasilkan FC yang lebih rendah, yaitu 0,81 Kg/jam dibanding 1,19 Kg/jam.

EFEK MAGNETIK TERHADAP PERFORMA MESIN DIESEL PADA SISTEM COLD EGR MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR SOLAR, BAYU EKO PRASETYO, JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG MARET 2012

Pengujian ini dilakukan dengan beberapa variasi, yaitu variasi beban, rpm, % EGR. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa peningkatan dan penurunan nilai Daya, BMEP, dan . tidak terlihat signifikan dengan adanya cold EGR dan ring magnetik. Yang mempengaruhi nilai tersebut adalah peningkatan beban dan rpm. Penggunaan cold EGR dan ring magnetik menyebabkan nilai .. semakin turun, āf meningkat dan āv turun dibandingkan tanpa menggunakan cold EGR dan ring magnetik.

KAJIAN VARIASI KUAT MEDAN MAGNET PADA ALIRAN BAHAN BAKAR TERHADAP UNJUK KERJA DAN EMISI MESIN SINJAI 3 SILINDER 650 CC, Syarifudin, Teknik Mesin FTI-ITDS

Pengujian diawali dengan pengujian spektroskopi fourier transform infra red (FTIR) dan selanjutnya dengan pengujian unjuk kerja engine. Masing-masing tanpa dan dengan pemberian kuat medan magnet 100, 200 dan 300 gauss. Pengujian FTIR untuk mengetahui struktur molekul bahan bakar sebelum dan sesudah diberikan magnetisasi tanpa retensi waktu. Untuk pengujian unjuk kerja dilakukan dengan mesin Sinjai 2 silinder 650 cc dengan metode variabel speed antara 2000 s.d 5000 rpm interval 500 rpm dengan bukaan katub penuh. Parameter yang diukur adalah waktu konsumsi bahan bakar, torsi, putaran mesin, emisi (CO, HC), T ekshaust, T head silinder, dan T oli pelumas. Dan parameter yang dihitung adalah daya, bmep, sfc dan effisiensi thermal.
Pengujian FTIR menunjukkan intensitas transmitansi Pada panjang gelombang 2871,81, 2925,81 dan 2958,6 cm-1 secara rata-rata terjadi kenaikan sebesar 60,91% ketika sampel bensin dimagnetisasi 300 gauss. Untuk unjuk kerja engine penambahan magnet 300 gauss menghasilkan kenaikan torsi, daya, BMEP dan effisiensi thermal, masing – masing sebesar 6,876%, 6,676%, 6,876%, dan 14,376%. Dan penurunan Sfc sebesar 11,555%, emisi CO dan HC mengalami penurunan 23,427% dan 12,898%.

Pengaruh Diameter Kawat Kumparan Alat Penghemat Energi yang Berbasis Elektromagnetik Terhadap Kinerja Motor Diesel, Houtman P. Siregar, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Indonesia, Jakarta

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh perubahan diameter kawat kumparan alat penghemat bahan bakar yang berbasis elektromagnetik terhadap konsumsi energi motor diesel. Diameter kawat kumparan yang digunakan dalam penelitian adalah 0,25 dan 0,35 mm. Pengamatan dilakukan dengan menguji kinerja mesindipasang peralatan penghemat bahan bakar dan tidak dipasang alat penghemat bahan bakar (mesin standar).

Sebagai variabel pengujian adalah putaran mesin, dan banyaknya lilitan yang digunakan pada kumparan alat penghemat bahan bakar yang dirancang. Penelitian ini telah berhasil merancang alat penghemat bahan bakar solar yang berbasis elektromagnetik dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan diameter kawat 0,35 mm dan jumlah lilitan kumparan 4000 lilitan memberikan penghematan bahan bakar sekitar 30,79% dibandingkan dengan mesin diesel standar. Disamping itu penambahan penghemat bahan bakar dalam penelitian ini mengurangi opasitas (kehitaman) dari gas buang motor diesel yang diuji.

Pengaruh variasi kuat magnet serta putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar spesifik mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variasi kuat medan magnet berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan bakar spesifik. Konsumsi bahan bakar spesifik pada putaran mesin bervariasi, terdapat perbedaan yang nyata untuk mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar.

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH MAGNETISASI PADA VARIASI JENIS BAHAN BAKAR TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH

Varibel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penggunakan premium, pertamax, dan pertamax plus dengan variasi putaran 3000 – 9000 rpm dan variasi penggunaan magnet penghemat bahan bakar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan variasi bahan bakar dan magnet penghemat bahan bakar memiliki perbedaan konsumsi bahan bakar spesifik (sfc) antara sistem pengapian standar dengan pengapian yang menggunakan magnet penghemat bahan bakar.

Analisis pengaruh pre-heater dan magnetisasi bahan bakar terhadap unjuk kerja motor diesel

Sebagai variabel penelitiannya adalah suhu (30oC; 40oC dan 50oC), fluks magnet (0,1 Tesla; 0,2 Tesla; 0,3 Tesla dan 0,4 Tesla) dan bahan bakar (solar murni dan B30 CPO Parit). Pengujian unjuk kerja dilakukan pada putaran mesin 900, 1100 dan 1300 rpm menggunakan engine test bed pada motor diesel Merk Petter 3,5 HP 1 silinder. Sedangkan uji emisi gas buang opasitas menggunakan alat opacitymeter dan gas analyzer, yang diujikan pada motor diesel Merk Toyota 4 silinder pada putaran maksimum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perolehan torsi (4,214 N-m), daya (0,397 kW; 0,485 kW; dan 0,573 kW) dan bmep (241,701 kPa). Penghematan SFC tertinggi untuk putaran mesin 900 rpm adalah 8,25 % ( fluks magnet 0,1 Tesla vs 50oC), 1100 rpm sebesar 22,35 % (fluks magnet 0,3 Tesla vs 50oC); dan 1300 rpm sebesar 20,21 % (fluks magnet 0,4 Tesla vs 50oC). Emisi gas buang opasitas turun sebesar 37,8 % (0,4 Tesla vs 50oC) untuk solar dan 33,3 (0,3 Tesla vs 50oC) untuk B30 CPO Parit. Dengan penelitian ini penulis dapat menyimpulkan bahwa heater dan magnet terbukti memberi pengaruh positif terhadap penghematan bahan bakar dan penurunan emisi gas buang serta direkomendasikan agar dapat disosialisasikan dan diaplikasikan pada motor diesel.

Studi pengaruh medan magnet pada aliran bahan bakar terhadap unjuk kerja motor bensin

Peningkatan unjuk kerja mesin dengan adanya perlakuan medan magnet antara lama peningkatan daya maksimum sebesar 4,7%, penurunan pemakaian bahan bakar spesifik maksimum sebesar 11,8%, peningkatan efisiensi thermis maksimum sebesar 13,4%, dan penurunan kadar CO maksimum sebesar 25%. Sehingga pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perlakuan medan magnel dapat meningkatkan unjuk kerja mesin.

 

Penelitian luar negeri:
Effects of Magnetic Field on Fuel Consumption and Exhaust Emissions in Two-Stroke Engine

The overall performance and exhaust emission tests showed a good result, where the rate of reduction in gasoline consumption ranges between (9-14) %, and the higher the value of a reduction in the rate of 14% was obtained using field intensity 6000 Gauss as well as the intensity 9000 Gauss

Experimental Study the Effect of Electromagnetic Field on Performance & Emission of IC Engine

Internal combustion engine is getting maximum energy per liter as well as environment with lowest possible level toxic emission. The resultant fuel burn more completely, producing higher engine output, better fuel economy, more power & most importantly reduces the amount of HC, CO, NOx in the exhaust.& therefore control the emission at low cost. Avoid clogging problems in Diesel Engine, Cost saving, Eco friendly, provides extra life for expensive catalytic converter & Reduce maintenance of engine. That increase the 10-30% mileage of vehicle. Complete combustion improve the life of engine cost of maintenance reduced

Review on Effect of Fuel Magnetism by Varying Intensity on Performance and Emission of Single Cylinder Four Stroke Diesel Engine

The Ferrite magnets are the most cost effective for treating fuel. When high energy Neodymium Iron Boron Magnets are applied, we can obtain a decrease in the fuel mileage and unburned hydrocarbons and carbon monoxide. The study of fuel magnetism got importance in recent year due to its effect on decreased fuel consumption and reduced exhaust emission. It also shows improvement in brake Thermal efficiency and Indicated power. Hence by varying strength of magnetic field better result can be obtained.

PERFORMANCE OF SPARK IGNITION ENGINE UNDER THE INFLUENCE OF MAGNETIC FIELD

There is significant increase in brake thermal efficiency due to the reduction of fuel consumption and also the reduction in the exhaust emissions. The experiments show the magnetic effect on fuel consumption reduction was up to 12%. CO reduction was range up to 11%. The effect on NO emissions increases range up to 19%. The reduction of HC emissions was range up to 27%. It is recommended to conduct this method similarly to internal combustion engines fuelled by diesel fuel and CNG as well. By varying the strength of magnet one can perform this experiment for better results.

Effect of magnetic field on performance and emission of single cylinder four stroke diesel engine

It is clear from the experiment result that the brake thermal efficiency, indicated power are similar in both with and without Magnet Fuel Energizer but indicated power gets improve at lower load condition. Specific fuel consumption decreases due to the reduction of fuel consumption at higher load.
There is significant reduction in the exhaust emissions at all load condition in both neodium and ferrite but among them two neodium gave better effect than the ferrite .The experiments results show the magnetic effect on fuel consumption reduction was up to 8% at higher load condition. The CO emission gets reduce at higher load. The effect on NOx emissions reduces range up to 27.7%. The reduction of HC emissions was range up to 30%. The CO2 emission reduction was up to 9.72% at average of all loads.

Experimental Investigation of Magnetic Fuel Conditioner (M.F.C) in I.C. engine

By establishing correct fuel burning parameters through proper magnetic means (MFC) one can assume that an internal combustion engine is getting maximum energy per liter as well as environment with lowest possible level toxic emission. MFC increases the internal energy of a fuel to cause specific changes at a molecular level which obtained easier combustion. The resultant fuel burn more completely, producing higher engine output, better fuel economy, more power & most importantly reduces the amount of HC, CO, NOx in the exhaust.& therefore control the emission at low cost. In short the summary of the conclusion includes: MFC increases 10-40% mileage of vehicle, Reduction in HC emission & other pollutants, Avoid clogging problems in Diesel Engine, Cost saving, Eco friendly, Provides 30% extra life for expensive catalytic converter, Reduce maintenance of engine most importantly does not require any design modification & finally COST SAVING.

 

Dari hasil penelitian – penelitian diatas, bisa disimpulkan bahwa efek dari magnet terhadap bahan bakar itu pasti ada. Namun efeknya sangat tergantung pada cara pemakaian dan kekuatan dari magnet yang dipergunakan.

Hasil yang mengecewakan dari alat penambah tenaga magnet yang dijual di pasaran kemungkinan bisa karena material yang daya magnetnya lemah bila terkena panas (untuk tipe neo magnet) atau karena ukuran / daya magnetnya terlalu kecil.

Jadi, bila ingin mencoba sebaiknya mencari bahan sendiri. Misalnya di pasar loak cari bass speaker bekas / rusak lalu ambil magnetnya saja. makin besar makin bagus. Bisa juga cari bekas speaker mobil. Pemasangan sepertinya lebih baik bila bensin lewat tengah lobangnya, walau begitu di tempel juga bisa. Lebih baik lagi bila bisa membuat bensin mengalir melalui magnetnya. Bisa juga pakai model elektro magnet seperti di salah satu penelitian di atas, tapi pastikan bahwa desain memperhitungkan daya panas yang akan timbul.

Penulis menyarankan untuk menggunakan magnet dari keramik/ferit yang berwarna hitam karena:
lebih tahan panas
– sudah penulis coba sendiri, efek lebih kuat untuk daya magnet yang relatif sama.

Harus diingat bahwa makin besar efek makin kuat. Jadi pasang yang sebesar mungkin. Pastikan bahwa pemasangan tidak mengganggu fungsi dari komponen lain di kendaraan. atau bisa mengikuti petunjuk berikut:
PENGUJIAN PENGARUH MEDAN MAGNET SEBAGAI ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) BAGI KENDARAAN BERMOTOR

Dari hasil penelitian – penelitian diatas, bisa disimpulkan bahwa efek dari magnet terhadap bahan bakar itu pasti ada. Namun efeknya sangat tergantung pada cara pemakaian dan kekuatan dari magnet yang dipergunakan.
Hasil yang mengecewakan dari alat penambah tenaga magnet yang dijual di pasaran kemungkinan bisa karena material yang daya magnetnya lemah bila terkena panas (untuk tipe neo magnet) atau karena ukuran / daya magnetnya terlalu kecil.
Jadi, bila ingin mencoba sebaiknya mencari bahan sendiri. Misalnya di pasar loak cari bass speaker bekas / rusak lalu ambil magnetnya saja. makin besar makin bagus. Bisa juga cari bekas speaker mobil. Pemasangan sepertinya lebih baik bila bensin lewat tengah lobangnya, walau begitu di tempel juga bisa. Lebih baik lagi bila bisa membuat bensin mengalir melalui magnetnya. Bisa juga pakai model elektro magnet seperti di salah satu penelitian di atas, tapi pastikan bahwa desain memperhitungkan daya panas yang akan timbul.

Karena sudah mencoba sendiri, penulis yakin bahwa magnet bisa menambah tenaga atau menambah irit. Makin besar makin bagus. Alasan penulis tidak pakai magnet di kendaraan pribadi sekarang adalah karena jauh lebih mendingan pakai cemenite :).

Vario bukan motor pertama yang pakai tubeless


Membaca postingan di IndoMotoNews, saya tidak setuju dengan Mbah Dukun yang mengatakan bahwa Vario adalah motor skutik mainstream pertama yang menggunakan tubeless.
IndoMotoNews – Indonesian Ultimate Motorcycle Blog – Honda Vario 150 … Terdepan di kelasnya!

Ban tubless
Selain menggunakan teknologi terkini, Honda Vario sudah menggunakan ban tubless. Ban ini memang biasa di gunakan di sportbike, tetapi untuk motor skutik mainstream ini baru pertama kalinya digunakan. Yang jelas ban model gini effektif apabila si pengguna motor melindas paku!

dengan keunggulan ini boleh lah AHM percaya diri dengan menargetkan penjualan 100.000 unit untuk tahap pertama

Sebelumnya sudah ada motor skutik dari TVS yang menawarkan ban tubeless. Bahkan ada iklannya juga di TV, khusus membahas keunggulan feature ban tubeless di TVS Dazz.

Blogger lain juga sudah membahas hal tersebut:
Value Yang ditawarkan motor matik TVS Dazz . . . A first Sight Impression, July 25, 2013

Ban Tubeless
Ban Tubeless adalah salah satu dobrakan value yang ditawarkan TVS di Skutik entry level . . belum ada Skutik Merk Jepang yang melakukan ini di skutik entry level bahkan masih jarang ditemukan di skutik mid-level, Diferensiasi memang perlu dilakukan untuk mengambil hati Konsumen

Matic murmergus TVS DAZZ semoga laku mencapai target..!!! Posted on July 25, 2013

Truss… pelek palang model kereennn… ini subjektif tapi model peleknya keren loh.. Lalu bannya sudah tubelesss…!!! Wow keren, lebih tahan ranjau paku nih ditambah harga ban tubeless lebih mahal masbro, apalagi merknya IRC, bukan abal-abal..!!!

Spesifikasi dan galeri suktik TVS DAZZ dengan charger HP ban tubeless dan parking brake lock dijual Rp. 10 jutaan saja, 30 Juni 2013

3. ban tubeless on TVS DAZZ
fitur baru, kenapa ane anggap fitur baru,
coba sebutkan matic indonesia yang dah pake ban tubeless

Atas info dari mas abubakar, Kymco ternyata memang sudah dikenal dengan ban tubelessnya:
First Sight Benson (Kymco) Like 150, September 20, 2010

Kaki Kaki Benson Like ini cukup kekar, dual sok depan dan dibelakang mengawal suspensi motor ini. Ban depan Belakang Ring 12 bertapak lebar depan 120 belakang 130 Tubeless .. . mantaaaabb . .. Sistem pengereman? depan belakang Disc Brake. Depan-belakang kaliper 2 Piston.

 

Atau kuncinya ada di kata “mainstream”? Apa itu artinya TVS nggak mainstream menurut mbah dukun?

Yang jelas kalau menurut penulis, Vario 150 bukan motor skutik “murah” pertama yang pakai tubeless. Kata murah saya kasih tanda kutip karena kan Vario itu termasuk juga motor premium, termasuk mahal daripada yang lain.

Voltage stabilizer bisa tidak berguna dan ada yang berbahaya dan memperpendek umur komponen sensitif yang mahal


Mungkin bro pernah dengar tentang cara untuk meningkatkan performa kendaraan dengan voltage stabilizer. Dikatakan bahwa dengan memasang voltage stabilizer, maka tenaga akan meningkat dan sebagainya. Merek yang tersedia di pasaran banyak. Mulai dari VSA yang murah 200 ribuan sampai yang seperti UVS Hyper-D, JSONE Power Booster, D1 Spec Super Stabilizer, Pivot Mega Raizin, XCS-3 Hurricane yang 1.5 jutaan atau Qmax IVS Turbo GT3 yang 3 jutaan.

Contoh dari klaim voltage stabilizer adalah sebagai berikut:
QMAX

QMAX I.V.S TURBO memiliki kemampuan jauh melebihi tipe LV & GT3 digabung karena selain menstabilkan tegangan dan memadatkan arus listrik, tipe TURBO mampu memasok arus yang lebih sempurna.

TURBO terhubung langsung dengan alternator sebagai penyuplai arus. Oleh karena alternator berputar mengikuti putaran mesin maka TURBO secara otomatis mendapatkan pasokan arus secara terus-menerus sesuai dengan putaran mesin. Hasilnya adalah tenaga yang besar pada setiap RPM, RPM bawah sampai atas.

XCS3

XCS3 HURRICANE Telah terbukti mampu menstabilkan arus listrik yang bervariable.
XCS HURRICANE akan bekerja menstabilkan setiap arus yang datang dari alternator ke ACCU dan jika arus berlebihan XCS3 HURRICANE akan menyimpanya arus tersebut dan pada saat supply arus dari alternator berikutnya jika lemah / kurang, maka XCS HURRICANE akan mensupply ke ACCU sehingga arus selalu stabil.

Dengan Supply arus listrik yang stabil, maka Penganpian di Busi akan stabil dan besar, sehingga pembakaran semakin sempurna dan tenaga motor meningkat, Hemat BBM, busi lebih awet dan ruang mesin tetap bersih tidak ada timbunan Kerak karbon serta emisi gas buang lebih ramah lingkungan.

Contoh produk dari yang murah, VSA

Voltage Stabilizer Accu Mobil-VSA. Alat ini sangat berpengaruh dan membantu usia accu lebih tahan lama.VSA sebagai filter yang menstabilkan muatan volt yang berlebihan dari alternator, bisa dibuktikan dengan volt meter pembakaran lebih sempurna karena pengapian lebih stabil sekaligus jadi irit bahan bakar, akselerasi bertambah tentu saja.lampu lampu lebih lebih awet dan terang, bahkan dipakai untuk mobil yang sudah bertehnologi tinggi VVTi , Ecu, VTEC maupun Matic akan lebih sempurna.

 

Menambah kapasitas aki

Produk – produk voltage stabilizer diatas memberikan janji peningkatan performa mesin yang lumayan. Karena penasaran, penulis mencoba mencari informasi tentang kemungkinan membuat sendiri voltage stabilizer. ternyata ada. berikut beberapa contohnya. Klik gambar untuk menuju ke website yang menjelaskan tentang cara pembuatannya:
Saft7 – Bikin Voltage Stabilizer untuk Mobil/Motor:
volstab-03

DIY Voltage Stabilizer buat Motor ^^:
2_mfnsyuwqtm_volt_stabilizer

DIY Car voltage stabilizer:
voltage-stabilizer

(diy)voltage stabilizer:
volta1580b1b7

Terlihat dari beberapa skema diagram untuk voltage stabilizer bahwa alat ini intinya adalah kapasitor. Dari produk yang dijual memang beberapa mencantumkan nilai kapasitas dari kapasitor yang dipergunakan. Makin tinggi biasanya makin mahal harganya. Jadi produk voltage stabilizer ini kebanyakan implementasinya adalah memparalel kapasitor dengan aki.

Berikut contoh alat voltage stabilizer yang dibongkar:
DSC015092

Bila bro berminat untuk membuat rangkaian diatas, harus diingat bahwa voltage rating atau batas kemampuan voltase dari kapasitor bergantung pada voltage rating kapasitor yang paling kecil secara keseluruhan. Jadi misalnya ada yang 12V, 25V dan 50V, maka voltase rating keseluruhan adalah 12V. Sangat disarankan voltage rating yang dipakai adalah 2 kali dari sumber voltase. Karena voltase dinamo amper bisa mencapai 17V, sebaiknya pakai kapasitor yang ratingnya 50V lebih.

 

Yang penulis herankan adalah mengapa kok kapasitornya diparalel. Dari pelajaran di sekolah sampai kuliah, yang penulis tahu kalau kapasitor diparalel nilai kapasitasnya nambah. Mengapa kok nggak sekalian pakai kapasitor besar yang harganya jadi lebih murah daripada beli kecil – kecil tapi banyak.

Dengan alasan itu maka penulis mencoba dengan menggunakan kapasitor 10000uF/50V yang kebetulan penulis punyai:
10000

Nggak pakai LED atau apa, langsung gigi buaya untuk disambung ke aki. Penulis kebetulan punya osciloscope DS2 Nano dihadiahkan orang tapi ternyata untuk bisa mengetahui ripple / variasi dari tegangan aki susah, sehingga penulis hanya mengandalkan pada feeling saja.

Setelah dipasang, terus terang penulis tidak merasakan bedanya. Seandainya benar ada perbedaan, efeknya terlalu kecil untuk bisa penulis rasakan.

Apakah teknologi ini hoax atau bohongan? rasanya tidak. Penjelasannya begini, aki itu mempunyai batas arus maksimal yang bisa dimanfaatkan. Besar dari arus maksimal ini tergantung dari ukuran atau kapasitas dari aki tersebut. Angkanya biasanya sama, jadi aki dengan kapasitas 4.5Ah (seperti yang dipakai di kebanyakan sepeda motor) maka pemakaian arus maksimal yang disarankan / yang mampu disuplai adalah 4.5 Ampere. Angka ini bisa berbeda untuk tipe aki berbeda, bila penasaran, silahkan baca link ini:
Battery University – Lead Based Battery

 

Terus apa hubungannya dengan voltage stabilizer?
Kapasitor yang diparalel dengan aki akan membantu suplai arus yang dibutuhkan saat pemakaian arus sudah mepet dengan kapasitas maksimal yang didukung oleh aki. Jadi alat kelistrikan tidak akan hanya mengambil dari aki, tapi juga dari kapasitor. Dengan begitu alat kelistrikan dijamin akan mendapat pasokan arus yang cukup. Sehingga kerja dari alat kelistrikan tersebut tidak terganggu.

Terus mengapa kok penulis gagal mendapatkan manfaat? Disaat bagaimana voltage stabilizer tidak membantu?
Voltage stabilizer bisa tidak berguna bila suplai arus dari alternator (penghasil listrik di sepeda motor) dan aki sudah lebih dari cukup. Karena aki dan alternator mampu, maka penambahan voltage stabilizer jadi tidak terasa. Begitu pula pada kondisi ekstrem sebaliknya, yaitu bila alternator tidak mampu untuk mensuplai kebutuhan arus dari alat kelistrikan, sehingga walau ditambahi voltage stabilizer, efek tetap tidak terasa karena arus dari sumber sudah habis terpakai.

Terus disaat bagaimana voltage stabilizer bisa membantu?
Bila alternator mampu mensuplai arus tapi akinya kurang kuat atau tekor atau soak penggunaan voltage stabilizer akan sangat membantu. Kapasitor pada alat voltage stabilizer akan membantu aki yang soak / kurang kuat dengan berfungsi sebagai alternatif sumber daya arus ketika dibutuhkan. Syaratnya adalah sumber daya utama, alternator, harus punya cukup tenaga untuk juga mengisi kapasitor pada alat voltage stabilizer. Sehingga saat misalnya bagian koil membutuhkan suplai arus besar mendadak, maka alat akan bisa mendapatkannya dari alternator, aki dan kapasitor dari alat voltage stabilizer.

 

Memperbesar kemampuan suplai arus

Sering dikatakan bahwa penggunaan voltage stabilizer bisa lebih terasa pada kendaraan yang kelistrikannya di modifikasi, terutama bagian pengapian. Ini karena pengapian modifikasi sering membutuhkan arus mendadak yang lebih besar dari normal. Arus ini bisa lebih besar dari kemampuan aki, namun bila dirata – rata masih didalam kemampuan alternator untuk mensuplainya. Dalam hal ini penggunaan voltage stabilizer akan menjamin bagian pengapian mendapatkan arus yang cukup. Bila alternator nggak mampu, maka efek voltage stabilizer berkurang.

Jadi pemasangan dari voltage stabilizer bukanlah suatu hal yang ajaib, masih ada keterbatasan. Voltage stabilizer tidak bisa mengatasi aki yang tekor akibat pemasangan alat kelistrikan yang memakan arus lebih banyak dari yang bisa disuplai oleh alternator. Jadi kalau pasang lampu depan wattnya terlalu besar, kalau aki jadi tekor, pasang voltage stabilizer pun aki tetap tekor. Kecuali kalau itu gara – gara akinya sudah soak.

 

Mengurangi hambatan ground

Beberapa pemasangan voltage stabilizer juga menambahkan grounding tambahan. Grounding tambahan dilakukan dengan menarik kabel dengan kapasitas arus yang besar langsung dari kutub negatif aki menuju titik titik di bodi yang lokasinya dekat dengan komponen mobil yang groundingnya menempel ke bodi. Seperti kita tahu, hambatan kabel tembaga jauh lebih kecil daripada hambatan bodi mobil atau mesin mobil. Hambatan tembaga lebih kecil daripada besi (bodi mobil) ataupun aluminium / dural / iron block (mesin mobil). Dengan berkurangnya hambatan otomatis arus yang mengalir ke komponen tersebut menjadi lebih besar. Karena arus yang lebih besar maka otomatis bunga api lebih besar, tenaga bertambah, lampu lebih terang, dst.

Jadi efek yang dikatakan terjadi karena voltase distabilkan terjadi karena penambahan grounding, bukan karena voltage stabilizernya. Dan ini bisa jadi akan merusak komponen bila arus yang mengalir melebihi toleransi dari desain pabriknya. Oleh karena itu sudah diwanti wanti oleh pihak pabrikan bahwa garansi bisa hangus bila ada penambahan terutama di komponen kelistrikan. Lampu lampu bisa gampang mati, komponen seperti CDI atau ECU atau kiprok bisa rusak hangus kepanasan.

 

Memperbesar voltase kendaraan (cara berbahaya)

Ada lagi penjelasan lain, yang ini jauh lebih beresiko merusak komponen. Semoga saja tidak ada voltage stabilizer bekerja dengan cara berikut.

Saya pernah baca suatu voltage stabilizer memperpanjang umur aki dengan menghentikan pengisian ke aki bila aki sudah penuh. Memang betul ini akan memperpanjang umur aki, persoalannya adalah, suplai arus yang tersisa akan dibuang kemana?

Bila kelebihan arus dialirkan ke komponen lain maka jelas lampu akan lebih terang, ac lebih dingin, tenaga mesin nambah. Namun persoalannya, apakah penambahan arus ini baik? dengan bertambahnya suplai arus otomatis voltase naik juga. alternator mampu menghasilkan listrik hingga 17V. Normalnya voltase saat mobil berjalan adalah 14.2V. Apakah komponen mobil aman dijalankan di voltase 17V?

Tipe yang ini biasanya ditandai dengan bertambahnya performa bila kendaraan dipakai kencang atau di jalan tanpa hambatan. Biasanya mengklaim performa kendaraan akan sangat meningkat pada kondisi tersebut.

Saat berjalan pelan di rpm rendah, listrik yang dihasilkan oleh alternator keluar pas pasan. Cukup untuk memberi tenaga pada peralatan, dan cukup untuk mengisi aki juga. Di rpm tinggi alternator akan selalu mampu mensuplai kebutuhan semua peralatan, sehingga akan terjadi kelebihan arus. Oleh pabrik aki dipakai sebagai sarana untuk membuang kelebihan arus. Jadi misalkan arus terjadi secara berlebihan, maka akinya yang terlebih dahulu rusak.

Bila saat kencang dan aki sudah penuh lalu pembuangan arus ke aki dimatikan, maka kelebihan arus akan jadi dialirkan ke komponen yang bisa jadi bisa berlebihan. Arus dan voltase yang mengalir ke komponen akan meningkat. Peningkatan ini tentu tidak dalam perhitungan pabrik, sehingga bisa jadi peningkatan ini berada di luar batas toleransi kemampuan alat. Memang lampu jadi lebih terang, tapi jadi lebih gampang mati. Memang AC lebih dingin, namun kompressor bisa gampang rusak. Memang pengapian jadi lebih besar, namun CDI atau ECU atau kiprok bisa jadi overheat dan rusak. Suara mungkin lebih bulat dan kencang, namun sistem Audio beserta GPS, MID dan komponen sensitif lainnya bisa rusak.

Dari pengalaman yang pakai motor yang akinya mati, termasuk penulis, memang tenaga jadi ok, tapi lampu lampu dan komponen kelistrikan seperti kiprok atau CDI jadi pada rusak semua. Yang motornya injeksi justru lebih parah, ECU yang harganya mahal banget pun jadi rusak.

Memutuskan suplai arus ke aki saat aki sudah penuh memang memperpanjang umur aki, tapi akan sangat memperpendek umur komponen kelistrikan yang lain. Jangan heran bila garansi hangus, karena komponen kelistrikan kendaraan tidak didesain untuk jalan tanpa aki.

Bila saat aki penuh listrik dari alternator diputus, maka tenaga bisa bertambah karena beban mesin berkurang, namun tidak ada penambahan tenaga, lampu tidak tambah terang, ac tidak lebih dingin, dst. Jadi yang perlu dicurigai adalah hanya yang menambah tenaga dan juga bikin lampu tambah terang.

 

Arus pengisian aki yang paling efektif

Bila ada yang mengaku ngaku bahwa pengisian aki bisa lebih baik bila arusnya stabil maka itu jelas bohong. Bahkan ada penelitiannya. Disebutkan bahwa pengisian aki dengan metode pulse charging akan bisa membuat aki lebih panjang umur, lebih cepat pengisiannya dan tidak memanaskan aki sebagaimana bila dilakukan dengan arus yang stabil.
http://www.vershv.narod.ru/sdarticle.pdf

• pulsed-current charging techniques can exert highly advantageous effects – not only in terms of accelerating battery recharge but also with respect to extending the cycle-life performance of low-maintenance batteries;
• recharging time can be reduced by an order or magnitude, i.e., ~ 10 to ~ 1 h;
• cycle life can be increased by a factor of three to four;
• the application of pulsed-current charging to a cycled battery (capacity = 80% initial value) can evoke a recovery in battery capacity;

 

Walau voltage stabilizer bisa berguna, bila aki sudah tekor, mending beli aki baru daripada beli voltage stabilizer. Kalau bisa pasang aki lebih besar, mending beli aki yang lebih besar. Bila alternator sudah lemah, voltage stabilizer tidak akan bisa membantu. Daripada beli voltage stabilizer yang ratusan ribu, mending coba dulu dengan kapasitor besar beli di toko elektronik.

 

Bila ingin meningkatkan efisiensi listrik, hal lain yang biasa digabungkan dengan voltage stabilizer adalah grounding. Grounding adalah teknik dimana semua alat yang membutuhkan listrik negatif dari aki tidak dihubungkan ke bodi tapi langsung di tarik kabel ke kutub negatif aki. Ini tentu saja akan meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan karena bodi motor yang dari besi tentu saja daya hantarnya kalah jauh dengan kabel tembaga. Bodi hambatannya lebih tinggi dari tembaga. Dengan menggunakan kabel grounding langsung ke alat yang membutuhkan kelistrikan, maka kerugian karena hambatan dari penghantar akan berkurang, sehingga efisiensi akan meningkat.

 

High frequency filtering

Berdasarkan link berikut kapasitor yang diparalel bisa mempunyai fungsi MENSTABILKAN tegangan (membutuhkan kapasitor dengan kapasitas besar) dan MENGHILANGKAN voltase dengan frekuensi yang terlalu tinggi (membutuhkan kapasitor dengan kapasitas 0.1uF, 1uF dan 10uF). Disebut juga kapasitor punya kemampuan mengalirkan arus yang lebih baik dari batre.
Decoupling (Bypass) Capacitors, Power Supply Filtering, Signal Filtering

While it seems like this might create a short from power to ground, only high-frequency signals can run through the capacitor to ground. The DC signal will go to the IC, just as desired. Another reason these are called bypass capacitors is because the high frequencies (in the kHz-MHz range) bypass the IC, instead running through the capacitor to get to ground.

When physically placing decoupling capacitors, they should always be located as close as possible to an IC. The further away they are, they less effective they’ll be.

An AC-to-DC power supply circuit. The filter cap (C1) is critical in smoothing out the DC signal sent to the load circuit.

Basic Circuits – Bypass Capacitors

Bypass capacitor: A capacitor employed to conduct an alternating current around a component or group of components. Often the AC is removed from an AC/DC mixture, the DC being free to pass through the bypassed component.

So, how many bypass capacitors do you really need? A good rule of thumb I like to use is each IC on my board gets its own bypass capacitor.

The most simple incarnation of the bypass capacitor is a cap connected directly to the power source and to ground, as shown in the diagram to the left. This simple connection will allow the AC component of VCC to pass through to ground. The cap acts like a reserve of current. The charged capacitor helps to fill in any ‘dips’ in the voltage VCC by releasing its charge when the voltage drops. The size of the capacitor determines how big of a ‘dip’ it can fill. The larger the capacitor, the larger the ‘dip’ it can handle. A common size to use is a .1uF capacitor. You will also see .01uF as a common value. The precise value of a bypass cap isn’t very important.

The type of capacitor you use can be important. I would recommend you use a monolithic ceramic capacitor. They are small, cheap, and readily available. I usually use a .1uF 50Volt +-20% with .1″ or .2″ spacing. Again, .01uF is also acceptable. I would avoid larger voltage capacitors as they are physically too large. Electrolytic capacitors are not well suited to the role of bypass capacitors as they typically have larger capacitance values and don’t respond as well to high frequency changes.

Bila referensi diatas dipergunakan untuk menganalisa voltage stabilizer maka bisa disimpulkan:
– voltage stabilizer punya sifat power supply filtering.
– sifat bypass / decoupling dari voltage stabilizer lemah karena seringnya dipasang di batre dan terlalu jauh dari alat eletronik yang perlu dilindungi
– voltage stabilizer tidak punya sifat signal filtering karena kapasitor tidak dipasang di signal / data namun dipasang di sumber daya.

Jadi dari referensi diatas, kapasitor dengan kapasitas besar dan kombinasi kapasitas beberapa yang kecil dengan beda 10 kali kapasitas, dipasang dekat rangkaian penyearah / kiprok. Sementara itu kapasitor dengan kapasitas besar yang lain dipasang dekat aki.

Lalu di dekat komponen elektronik atau audio dipasang beberapa kapasitor kombinasi nilai beda 10 kali, misalkan 10uF, 1uF, 0.1 uF, dan 0.01uF, masing masing satu.

Kesimpulan

  • voltage stabilizer memang benar ada yang bisa menstabilkan voltase, ini baik untuk komponen, namun belum tentu baik untuk aki.
  • voltage stabilizer yang pakai kapasitor akan membantu bila desain dari pabrik ada yang salah, atau bila ada komponen yang sudah mulai rusak. Lebih baik mengganti komponen yang rusak dulu, misalkan ganti aki bila akinya sudah soak.
  • voltage stabilizer yang juga menambahkan grounding efeknya bisa jadi karena penambahan groundingnya, bukan karena voltage stabilizernya. Penambahan suplai arus ke komponen karena penambahan grounding belum tentu baik bagi komponen, apalagi yang toleransinya terbatas.
  • voltage stabilizer yang menghentikan charging ke aki saat aki penuh dan mengalirkan kelebihan arus ke komponen memang bisa sangat meningkatkan suplai arus ke komponen, tenaga bisa sangat bertambah, ac lebih dingin, lampu jauh lebih terang. Namun ini sangat berbahaya karena voltase dan arus bisa melebihi ambang batas yang sudah didesain oleh pabrik. Selain bisa sangat memperpendek umur komponen, bisa juga membuat komponen tersebut terbakar. Harap hati hati sekali dan memperhatikan faktor faktor keselamatan.