Apakah Ninja dengan mesin D-Tracker akan andalan Kawasaki bila tidak lagi menjual Ninja 150R 2 tak?


Pemikiran ini terpicu setelah melihat ada dealer resmi Kawasaki dekat rumah yang ditutup.
kawasaki tutup

Juga setelah membaca artikel berikut:
iwbspeed – Kawasaki berusaha menghilangkan nama besar Pulsar ???….Posted on February 27, 2015

Berbagai analisa ahli strategi menggodok hal ini. Entah kebetulan atau tidak….pendekatan komunikasi seolah ingin menghilangkan nama Pulsar. Yup….Kawasaki mungkin melihat, Pulsar sudah kadung lekat dengan Bajaj…dan ini harus coba dihilangkan pelan-pelan. Terbukti dalam banyak kasus print ad…..KMI lebih demen menggunakan kode produk dibanding Pulsar itu sendiri. Seperti kiriman bro Septian berikut ini….

Dengan harus dihentikannya penjualan dari motor 2 tak Ninja 150, bila tidak ada Bajaj Pulsar 200NS, maka praktis dari Kawasaki sendiri menjadi tidak ada produk yang terjangkau, selain dari kelas bebek (moped). Jadi rasanya kok tidak mungkin Kawasaki berusaha menghilangkan nama besar Pulsar.

Tapi itu nggak penting.

Penulis lebih tertarik untuk mencoba memperkirakan langkah apa yang akan dilakukan oleh Kawasaki. Karena jelas bahwa untuk bisa bertahan secara nasional, diperlukan produk yang terjangkau dan disukai oleh masyarakat. Bila tidak, maka Kawasaki hanya akan bisa bertahan di kota besar saja, dan dealer – dealer yang di daerah hanya bisa kembang kempis atau bahkan tutup seperti yang terjadi di dekat rumah.

Kawasaki tidak punya model matik, padahal model matiklah yang sekarang paling laku dan paling besar pangsanya. Produk terjangkau dari Kawasaki hanya ada tipe bebek seperti Athlete dan Edge. Walau secara tampilan mirip dengan satria, secara harga dan spesifikasi saingan dari Kawasaki Athlete adalah Honda Supra X dan Yamaha Jupiter Z1. Sementara untuk model Edge, harga dan spesifikasi sama dengan Revo. Namun harus diingat bahwa pasar bebek jelas terlihat sudah berkurang digantikan oleh motor matik. Orang mulai lebih suka motor matik daripada motor bebek.

Di kelas sport menengah, selain Ninja 150R, hanya ada produk buatan Bajaj yaitu Pulsar 200NS. Produk lain yang harganya terjangkau ada di model trail seperti KSR atau KLX. Tapi model trail pasarnya kecil, dan sepertinya mulai digerogoti oleh model lokal seperti Viar yang harganya lebih murah dan kehandalannya sudah diakui.

Jelas bahwa Kawasaki butuh kendaraan terjangkau yang bisa laris di pasaran bila ingin dealer – dealer kecilnya hidup.

Kalau melihat dari harga, sepertinya yang paling cepat diintegrasikan oleh Kawasaki adalah mesin dari D-Tracker atau KLX-150 yang mesinnya 150 cc. Harga jual kedua trail tersebut juga berada sedikit dibawah harga Ninja 150R. Bila menggunakan mesin trail tersebut maka harga bisa tetap sama atau diturunkan.
kawasakininja150

Tapi masalahnya adalah performa. Mesin trail performanya kurang dari separuh dari motor Ninja 2 tak, performanya hanya sekelas dengan Yamaha NMax atau Yamaha Byson atau Honda Verza. Sama sekali tidak kompetitif. Performa perlu diupgrade untuk bisa paling tidak kompetitif melawan Honda CBR atau Yamaha R15. Untuk itu sepertinya Kawasaki perlu mengembangkan mesin dengan 4 katup baik berupa SOHC atau DOHC.

Tapi kalau waktunya tidak nutut, mungkin Kawasaki bisa memilih menjual motor dengan bodi ninja dan mesin KLX yang lalu dijual dengan harga setara Yamaha Byson atau Honda Verza.

Atau inikah yang menjadikan alasan Kawasaki menggandeng Bajaj? Karena mereka tidak sanggup untuk mengembangkan motor 150cc dan memilih memasarkan motor buatan Bajaj?

Kalau memang benar tuduhan bahwa Kawasaki akan menjual Pulsar dengan nama berbeda, tentu Kawasaki yang akan rugi, karena secara kualitas produk, Kawasaki dikenal tinggi standarnya. Dan menurut penulis, standard produk Bajaj masih dibawah Kawasaki. Dari segi nama besar, penggantian nama baru akan menguntungkan Kawasaki bisa Kawasaki akan memproduksi Pulsar tersebut dengan kontrol kualitas dari Kawasaki.

Akan merugikan bila Kawasaki melakukan co branding motor yang kualitasnya dibawah standard Kawasaki. Tentunya bagi Kawasaki menjaga nama dari produk andalan (motor mahal kelas atas) jauh lebih penting daripada larisnya motor (murah) yang bukan buatan sendiri.

2 thoughts on “Apakah Ninja dengan mesin D-Tracker akan andalan Kawasaki bila tidak lagi menjual Ninja 150R 2 tak?

  1. salam kenal maz…
    ane lebih suka bajaj (walaupun ga punya) krn kualitas ga kalah dari motor jepang yg sekarang, apalagi ditambah harga yg terjangkau, belum lagi teknologinya yg 3 busi. sedangkan motor jepang teknologinya bisa dibilang teknologi konvensional….

    Suka

    • Halo

      Kalau untuk teknologi, Bajaj termasuk sangat unggul. Mulai dari pemakaian teknologi Helmholtz resonator (Bajaj exhaustec), 3 busi itu, rem yang kerjasama dengan brembo, dst.

      Tapi Kawasaki ninja tidak kalah, ada KIPS yang bisa mengatur panjang/volume udara masuk dan keluar di rpm berbeda, ada HISS yang memberi pasukan udara lebih hanya saat rpm rendah saja, juga ada aplikasi helmholtz resonator di bagian saluran hisap, dst. Keduanya memberikan teknologi yang tidak ditawarkan produsen lain.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s