Mengetahui posisi lampu depan LED dari Honda Vario 150 yang tersembunyi


Saat berpapasan dengan Honda Vario 150 penulis melihat kilau yang beda dari motor matik tersebut. Terlihat kilauannya biru dan yang membuat penulis tertarik adalah bagian sumber cahaya sama sekali tidak terlihat. Bila Vario 125 Techno lampunya terlihat jelas, maka di Vario 150 tidak terlihat sama sekali lampu LEDnya. Ini membuat penulis penasaran.

Entah sudah pernah dibahas atau tidak, penulis mencoba menyelidiki. Kebetulan ada Vario 150 yang sedang diparkir. Masih belum ada nomernya, tapi ya sudah, penulis coba ambil gambarnya. Pakai kamera hp, jadi mohon dimaafkan kualitasnya.

Dilihat dari samping, posisi menyorot kebawah:
posisilampuledhondavario150-0

Tapi mana bagian lampunya?
posisilampuledhondavario150-3

posisilampuledhondavario150-2

Ternyata lampunya berupa kepingan berisi banyak LED:
posisilampuledhondavario150-1

 

Posisi yang tersembunyi ini membuat kesannya lebih misterius. Sumber cahaya yang tidak kelihatan membuat kendaraan lain yang bola lampunya masih terlihat jadi terlihat kuno. Mungkin ini disengaja untuk membuat tampilan lebih elegan. Walau sayang bola lampu belok masih terlihat. Seharusnya lebih keren kalau disembunyikan juga.

untuk catatan lain, terlihat bahwa reflector dari lampu depan LED Honda Vario 150 ini mengarah ke bawah. Jadi sepertinya pihak pabrikan Honda sudah memikirkan agar pantulan dari lampu LED ini tidak akan menyilaukan pengendara lain yang berpapasan. Namun sepertinya penggunaan LED ini tetap berpotensi menimbulkan masalah bagi pemakainya. Ini akan dijelaskan di artikel berikutnya.

5 thoughts on “Mengetahui posisi lampu depan LED dari Honda Vario 150 yang tersembunyi

  1. saya pemilik vario 150 mas..
    tapi pengguna karisma 125, hehe
    sebelum definisi “lampu depan putih ilegal” kebablasan, mohon suara UU lalin nya di baca seksama tanpa dipotong dan diresapi makna dan penjelasannya, kalau masih beda persepsi, ya wajar lah hasil pikiran manusia, pasti tidak sempurna.
    Selain aturan warna lampu depan putih/kekuningan, ada penjelasan tambahannya lagi (kalau tidak salah)”menerangi minimal 30 sampai 40 meter kedepan”. Merujuk aturan itu, lampu STD “kuning” yang sudah berumur (pasti kemampuannya menurun), yang tidak mampu menerangi sejauh rujukan minimal berarti potensi melanggar juga…

    Terlepas dari itu semua, IMHO, warna “putih” untuk lampu depan itu mengacu standar internasional, dan saya yakin anda juga sudah tahu, merah untuk rem dan kuning untuk sinyal belok (konteks kendaraan).
    Tentang warna putih tih!… atau kuning (kekuningan) itu lebih disebabkan oleh teknologi, dalam arti, jaman dulu ga bisa membuat sinar putih bersih murni tanpa “nylepret” warna kuning, makanya ga pernah ada warna lampu putih, adanya cuma klaim “whiter x% more than stock halogen, bla bla….Memang ada, seperti produk Ph*l*ps extreem vision ato Osr*m NightBreaker tapi selalu ada unsur kuningnya. LED sudah lama ada tapi teknologi lumens/watt nya untuk layak jadi headlamp belum lama ini baru diciptakan.
    Jadi, “lampu terang”, “lampu led terang”, lampu led “terang” vario, bukan akar masalah potensi melanggar aturan, yang berpotensi kesitu malah dari segi “silau” nya.
    Ingat!, terang tidak selalu bikin silau, karena bahkan “redup” pun bisa menyilaukan*. Lampu “putih” (LED//HID/laser) memang “terang”, tapi untuk selalu di justifikasi “silau” kemudian ilegal, sepertinya anda terlalu cepat berkesimpulan.

    *Contoh: Anda sedang berkendara malam hari, kemudian papasan dengan 3 macam kendaraan berlampu depan beda, pertama papasan dengan orang kaya naik “stock” BM* berheadlamp laser, mata anda akan biasa saja (mungkin hati anda yang bermasalah, kepingin beli), kedua papasan lagi sama bos2 naik “stock” Merc* berheadlamp HID, kondisi pertama akan tejadi lagi (biasa saja hanya hati mungkin tambah gundah gulana), terakhir papasan sama biker naik karisma 125 bonceng tiga di tanjakan, kalo anda tidak mengumpat atau minimal memicingkan mata, berarti anda sakti.

    Inovasi dengan teknologi itu seiring sejalan. Teknologi lampu yang terang ada inovasinya biar ga silau, setau saya kalo dimobil ada “Auto levelling” nya jadi meski papasan di tanjakan ato penumpang overload, si lampu ga bikin silau karena level ketinggiannya bisa menyesuaikan otomatis. Kembali ke konteksnya, led “terang” vario, biar ga silau sumber cahaya (LED) sengaja didesain tersembunyi. Jadi bukan karena biar misterius, sangar ato aneh led itu disembunyikan, karena memang ada maksud tertentu hal itu dilakukan. Kesan2 tadi kalaupun didapat itu adalah bonus, bukan tujuan utama. pernah lihat headlamp mobil pake tudung? itu juga salah satu inovasi biar ga silau, menyembunyikan “titik api”.

    in short, Putih tidak selalu terang dan terang tidak mesti silau, Led putih tidak selalu terang tapi memang bisa menyilaukan.

    “stock/STD” => asumsi kendaraan standar, bukan modifan
    “terang” => ukuran subjektif, dan selalu relatif, putih identik terang padahal tidak.

    Suka

    • Mungkin yang dimaksud adalah bila batok lampunya menguning ya? Kalau bola lampu, rasanya lebih sering mati mendadak tanpa harus redup dulu.

      Soal menyilaukan, Honda Beat saya walau lampunya masih kuning rasanya juga melanggar peraturan karena setelan bawaan dari pabrik terlalu keatas.

      Bila sama sama sorotan terlalu keatas, secara pribadi saya merasa sorotan lampu LED jauh lebih menyilaukan. Di siang hari pun kelihatan silau. Namun anehnya kalau dilihat dari spion mobil silau tersebut tidak membuat kendaraan lebih terdeteksi. Justru lampu kuning yang membuat kendaraan lebih mudah terdeteksi.

      Saya kok tidak yakin lampu LED yang diperkenalkan di motor Indonesia itu pakai standar internasional.

      Juga harus diingat spectrum cahaya lampu LED itu tidak semerata lampu halogen atau yang pakai elemen pemanas. Jadi putih dari lampu LED produk lokal sebaiknya jangan dibandingkan dengan LEDnya phillips penerangan ruangan ataupun HID. Bisa beda jauh.
      https://kupasmotor.wordpress.com/2015/07/13/lampu-depan-led-kok-terasa-membosankan-dan-tidak-menarik-lagi-ya/

      Suka

  2. batok lampu menguning bisa juga menurunkan tingkat fefleksi sinar yg berujung sinar redup,dan menurut opini saya, faktor reflektor kl ga bisa dibilang dominan boleh disebut penting, tp diatas yg saya maksud memang bulb performance nya…
    Halogen pasti menurun kinerjanya seiring runtime
    apalagi supporting device system nya bermasalah, terutama “kiprok”. hanya kebanyakan user ga merasakan degradasi cahaya sampai benar2 gelap gulita
    Dalam proses nyala sebiji bulb filamen (entah halogen/tungsten/dll) itu ada “ritual” siklus yg dialami, nah dlm proses itu sering kali ada interupsi eksternal yg berefek ke “brightness” si bulb, biasanya masalah setrum, lebih spesifiknya tegangan kerja (v work)

    Tentu pernah mendengar fenomena bohlam halogen motor “AC” yg semula rating dayanya tertulis lebih besar, tp dikasih bulb yang rating daya dibawahnya malah lebih “terang”
    Hal itu ada, tp ya itu td, namanya sistem, semuanya terkoneksi, ada dampak dr pergantian part yg tidak sesuai spesifikasinya.
    Jd, menegaskan opini saya diatas, bohlam halogen meredup iya memang ada, tiba2 mendadak mati sering juga (kena over/spike voltage).

    Mengenai sorotan LED lebih menyilaukan saya sependapat karena led memang mempunyai sudut pancar sinar tanpa reflektor cenderung lebih kecil (120 an degree kebawah) drpd bulb filamen (360 degree).
    Tapi mengenai ke terlihat an sinar dr spion mobil, saya belum dan ga kepikiran membandingkannya.
    Hak masing2 beropini, tp kewajiban setiap orang juga menjelaskan manakala ada yg “menanyakan” ke valid an dr apa yg dikatakan. saya kira aneh juga sih kalo dibilang “terang” tp dr kabin mobil sukar di deteksi.

    Tentang standarisasi kelayakan headlamp led di indonesia saya tidak dlm kapasitas menjawab, tp berpendapat. sy bilang merujuk aturan internasional itu dalam hal penggunaan WARNA bukan jenis “source” cahaya nya. sama halnya warna lampu lalin. std nya kan merah kuning hijau, kadang ada yg make merah hijau aja, ato kuning aja, tp di belahan bumi manapun kayanya maknanya “sama”. entah pake led ato bulb.

    Lain hal lagi tentang spectrum cahaya led tidak semerata halogen (filamen), saya kok belum bisa meng-iya-kan. Setahu saya spectrum cahaya led itu lebih komplit drpd filamen
    Led, mau pilih warna apa aja pasti bisa (led rgb pake kontroler), tp kalo bulb filamen kayanya sulit.
    terlebih lagi saya juga tidak membandingkan led lokal dengan led ph$l$ps.
    lebih ke konteks, entah led apa di vario 150 toh saya bandinginnya dengan bulb halogen ph$l$ps dan o$ram karena saya memang fokus bandingin output WARNA cahaya, terlepas dr terang tidaknya ato parameter lain.
    kalo yg dimaksud spectrum itu “visibilitas” nya, ada beberapa hal yg debatable.
    putih led lokal vs led branded memang beda jauh
    tp itu bukan satuan terang. putih 5w led lokal bahkan belum tentu sebanding dgn putih 3w led ph$l$ps mungkin itu maksudnya, putih kuning itu masalah warna kaitannya dengan CRI(color rendering index), mungkin ini yg anda maksud spectrum, tp CRI mendekati /setara 100 pun bukan jaminan lebih “terang”.
    ada terlalu banyak satuan dan parameter dlm hal ke terang an cahaya, aplg reseptor nya tidak standar(kemampuan mata manusia pasti tidak sama satu sama lain) dan ini berpengaruh dominan.
    makanya dlm hal lampu cuma ditulis rating daya nya, dr situ user berkesimpulan sendiri performanya.

    jadi jangan lampu depan kendaraan putih terang itu di tindak, tp lampu silau itu yg wajib, entah putih ato kuning, aplg selain warna yg disebutkan UU.

    Suka

    • Bila seandainya diberi daya lebih rendah bisa lebih terang berarti sistem kelistrikannya aslinya tidak kuat mensupport. Rasanya lampu bolam tidak sensitif terhadap voltage spike, lebih ke perubahan suhu ekstrem saat dinyalakan atau saat voltase/arus naik terlalu tinggi yang efeknya panas menjadi berlebihan.

      Soal dikenali, maksud saya seperti halnya lampu belok warna kuning lebih mudah dikenali daripada yang putih. Karena yang putih mirip pantulan sinar matahari dari bodi mobil.

      Kalau standar internasional untuk lampu depan, masih belum nemu aturannya tapi ada yang nyeletuk aturannya 4300 Kelvin (ini derajat warna, bukan tingkat keterangan). Sementara itu lampu LED motor di Indonesia rasanya lebih dari 5000K karena warnanya kebiruan.

      Spektrum tidak mengacu ke pilihan warna, tapi seberapa merata intensitas warna bila cahaya dipisah dengan prisma. Sebagai contoh, untuk menghasilkan cahaya putih sesuai sinar matahari, lampu penerangan ruangan phillips yang tipe LED menggunakan lebih dari satu warna LED:

      Kalau melihat yang di Vario, rasanya warnanya sama semua. Efek dari intensitas warna yang tidak merata membuat obyek terlihat kusam. Sehingga hasil akhirnya obyek yang disinari terlihat tidak natural / jadi tidak enak dipandang. Ini bisa terasa secara tidak sadar, dimana kita merasa ada yang kurang.

      Kalau bisa memilih, saya sih pingin bisa memasang LED yang semacam dengan lampu penerangan ruangan itu di motor daripada LED yang sekarang ini ditawarkan di motor Indonesia. Saat papasan dengan Vario yang lampunya LED, pantulan obyek terasa kurang sreg. Sementara lampu bolam yang biasa terasa menenangkan.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s