Susahnya mencari informasi tentang tinggi tempat duduk motor Honda


Istri barusan punya ide untuk beli motor matik baru. Ini membuat penulis berpikir kira – kira motor apa yang cocok diberikan untuk istri. Kalau melihat tren, sekarang sepertinya motor Honda Vario 150 sedang jadi perhatian, istri yang sempat melihat bentuknya menjadi tertarik, jadi paling tidak mencoba mencari yang Vario 125 saja lah. Tapi terus terang penulis tidak ingin istri harus mengalami seperti yang mas Taufik rasakan:
Jpeg

Kalau sampai harus jinjit seperti itu kalau pakai tentu berbahaya, apalagi istri nanti harus membawa anak kecil. Sehingga jadinya Vario 150 atau Vario 125 menjadi motor yang berbahaya untuk dipakai keluarga. Vario menjadi tidak bisa dipilih karena alasan keamanan. Istri paham betul kalau motor tersebut terlalu berbahaya.

Istri pingin motor yang pakainya tidak perlu jinjit. Untuk itu penulis mencoba merangkum data tentang ketinggian tempat duduk, sekalian juga data untuk ground clearancenya.

Namun ternyata, spesifikasi yang tertera di website resmi honda tidak ada keterangan tentang tinggi dari tempat duduk, baik di website astramotor maupun website astra-honda, walaupun ada tempat isiannya, datanya dikosongi:
spekhondabeatesp

Tidak tahu maksudnya apa. Untungnya kalau untuk Honda Beat esp masih bisa dicari di blogger, seperti contohnya:
Ergonomi Duo Honda Beat ESP dan Beat POP ESP . .. Paling Rendah Di kelasnnya December 15, 2014

Seperti kita ketahui dari spesifikasi resmi Honda beat ESP memiliki ketinggian tempat duduk (seat height) sebesar 740 mm dan Honda Beat POP ESP memiliki ketinggian Tempat duduk setengah cm lebih rendah yakni 735 mm . . . Dibanding Seat height Suzuki Address (755 mm) dan Yamaha Mio M3 125 (750) sekarang Honda beat ESP series menjadi Skutik dengan seat height Paling rendah di kelasnnya.

Jadi jelas data resmi untuk Honda Beat esp ada, yaitu 740mm, namun sepertinya sengaja dihapuskan dari website.

Website Suzuki
mencantumkan kedua data tersebut, yaitu:
Suzuki Nex – Jarak Pijak: 135mm, Tinggi Jok: 735mm
Suzuki Address – Jarak Pijak: 120mm, Tinggi Jok: 755mm

Website Yamaha juga mencantumkannya:
Yamaha Mio M3 – JARAK TERENDAH KE TANAH: 135mm, TINGGI TEMPAT DUDUK: 750mm
Yamaha Mio J – JARAK TERENDAH KE TANAH: 130mm, TINGGI TEMPAT DUDUK: 745mm
Yamaha NMAX – JARAK TERENDAH KE TANAH: 135mm, TINGGI TEMPAT DUDUK: 765mm
Yamaha GT125 – JARAK TERENDAH KE TANAH: 135mm, TINGGI TEMPAT DUDUK: 760mm
Yamaha X-Ride – JARAK TERENDAH KE TANAH: 152mm, TINGGI TEMPAT DUDUK: 780mm

 

Dari pilihan yang tersedia, urutan dari yang tempat duduknya paling rendah adalah:
– Suzuki Nex
– Honda Beat Pop
– Yamaha Mio J
– Yamaha Mio M3
– Suzuki Address
– Honda Vario

Temuan lain yang cukup bikin kaget penulis adalah ground clearance dari Suzuki Adress yang rendah tapi dengan tempat duduk lebih tinggi. Ground clearance lebih rendah dari Vario Techno yang katanya sering mentok polisi tidur. Apakah ini karena untuk pasar Eropa dan Jepang tidak perlu ground clearance tinggi tapi butuh tempat duduk yang tinggi? Sepertinya Address ini didesain dengan mengikuti selera Eropa dan Jepang juga.

Sepertinya nanti pilihan berkisar antara Nex, Beat Pop, Mio J dan Mio M3. Suzuki Address ketinggian tempat duduknya dan ground clearance sepertinya terlalu rendah. Dan kalau Vario 150 melihat dari foto mas Taufik pakai rasanya miris kalau istri harus seperti itu.

Apakah Ninja dengan mesin D-Tracker akan andalan Kawasaki bila tidak lagi menjual Ninja 150R 2 tak?


Pemikiran ini terpicu setelah melihat ada dealer resmi Kawasaki dekat rumah yang ditutup.
kawasaki tutup

Juga setelah membaca artikel berikut:
iwbspeed – Kawasaki berusaha menghilangkan nama besar Pulsar ???….Posted on February 27, 2015

Berbagai analisa ahli strategi menggodok hal ini. Entah kebetulan atau tidak….pendekatan komunikasi seolah ingin menghilangkan nama Pulsar. Yup….Kawasaki mungkin melihat, Pulsar sudah kadung lekat dengan Bajaj…dan ini harus coba dihilangkan pelan-pelan. Terbukti dalam banyak kasus print ad…..KMI lebih demen menggunakan kode produk dibanding Pulsar itu sendiri. Seperti kiriman bro Septian berikut ini….

Dengan harus dihentikannya penjualan dari motor 2 tak Ninja 150, bila tidak ada Bajaj Pulsar 200NS, maka praktis dari Kawasaki sendiri menjadi tidak ada produk yang terjangkau, selain dari kelas bebek (moped). Jadi rasanya kok tidak mungkin Kawasaki berusaha menghilangkan nama besar Pulsar.

Tapi itu nggak penting.

Penulis lebih tertarik untuk mencoba memperkirakan langkah apa yang akan dilakukan oleh Kawasaki. Karena jelas bahwa untuk bisa bertahan secara nasional, diperlukan produk yang terjangkau dan disukai oleh masyarakat. Bila tidak, maka Kawasaki hanya akan bisa bertahan di kota besar saja, dan dealer – dealer yang di daerah hanya bisa kembang kempis atau bahkan tutup seperti yang terjadi di dekat rumah.

Kawasaki tidak punya model matik, padahal model matiklah yang sekarang paling laku dan paling besar pangsanya. Produk terjangkau dari Kawasaki hanya ada tipe bebek seperti Athlete dan Edge. Walau secara tampilan mirip dengan satria, secara harga dan spesifikasi saingan dari Kawasaki Athlete adalah Honda Supra X dan Yamaha Jupiter Z1. Sementara untuk model Edge, harga dan spesifikasi sama dengan Revo. Namun harus diingat bahwa pasar bebek jelas terlihat sudah berkurang digantikan oleh motor matik. Orang mulai lebih suka motor matik daripada motor bebek.

Di kelas sport menengah, selain Ninja 150R, hanya ada produk buatan Bajaj yaitu Pulsar 200NS. Produk lain yang harganya terjangkau ada di model trail seperti KSR atau KLX. Tapi model trail pasarnya kecil, dan sepertinya mulai digerogoti oleh model lokal seperti Viar yang harganya lebih murah dan kehandalannya sudah diakui.

Jelas bahwa Kawasaki butuh kendaraan terjangkau yang bisa laris di pasaran bila ingin dealer – dealer kecilnya hidup.

Kalau melihat dari harga, sepertinya yang paling cepat diintegrasikan oleh Kawasaki adalah mesin dari D-Tracker atau KLX-150 yang mesinnya 150 cc. Harga jual kedua trail tersebut juga berada sedikit dibawah harga Ninja 150R. Bila menggunakan mesin trail tersebut maka harga bisa tetap sama atau diturunkan.
kawasakininja150

Tapi masalahnya adalah performa. Mesin trail performanya kurang dari separuh dari motor Ninja 2 tak, performanya hanya sekelas dengan Yamaha NMax atau Yamaha Byson atau Honda Verza. Sama sekali tidak kompetitif. Performa perlu diupgrade untuk bisa paling tidak kompetitif melawan Honda CBR atau Yamaha R15. Untuk itu sepertinya Kawasaki perlu mengembangkan mesin dengan 4 katup baik berupa SOHC atau DOHC.

Tapi kalau waktunya tidak nutut, mungkin Kawasaki bisa memilih menjual motor dengan bodi ninja dan mesin KLX yang lalu dijual dengan harga setara Yamaha Byson atau Honda Verza.

Atau inikah yang menjadikan alasan Kawasaki menggandeng Bajaj? Karena mereka tidak sanggup untuk mengembangkan motor 150cc dan memilih memasarkan motor buatan Bajaj?

Kalau memang benar tuduhan bahwa Kawasaki akan menjual Pulsar dengan nama berbeda, tentu Kawasaki yang akan rugi, karena secara kualitas produk, Kawasaki dikenal tinggi standarnya. Dan menurut penulis, standard produk Bajaj masih dibawah Kawasaki. Dari segi nama besar, penggantian nama baru akan menguntungkan Kawasaki bisa Kawasaki akan memproduksi Pulsar tersebut dengan kontrol kualitas dari Kawasaki.

Akan merugikan bila Kawasaki melakukan co branding motor yang kualitasnya dibawah standard Kawasaki. Tentunya bagi Kawasaki menjaga nama dari produk andalan (motor mahal kelas atas) jauh lebih penting daripada larisnya motor (murah) yang bukan buatan sendiri.