Harus ada yang bisa manipulasi balapan untuk bikin motoGP menarik?


Penulis menjadi tertarik untuk membahas ini setelah membaca postingan di tmcblog.com:
Dorna Amankan Masa Depan MotoGP dengan menanggung Biaya Motor Untuk tim Privater/Satelit

Peraturan MotoGP One Single ECU and Software . . menurut tmcblog, itu dibuat agar kesenjangan Tim Factory – satelit – Parivater menjadi tidak terlalu drastis sehingga ujungnya membuat Kompetisi menjadi semakin menarik . . .

Kalau melihat judul jadi terkesan bahwa masa depan motogp akan suram kalau dibiarkan jor – joran menggelontorkan dana riset. Namun apa itu yang jadi kunci menarik tidaknya balapan? Untuk itu penulis coba melihat pendapat dari tempat lain. Berikut beberapa contohnya.

Ada yang mengupas dari sisi kendaraan:
Opini Pribadi seorang Race Director MotoGP tentang bagaimana Membuat MotoGP lebih Menarik ke depan

Cecchinelli secara umum mengatakan Race di MotoGP jangan dijadikan sebuah Perjudian, harus terukur dan membuat Rider terbaik yang bisa menjadi pemenangnya . . .
Degradasi dari keausan Kompon ban yang tidak bisa diprediksi membuat kita menyaksikan hanya beberapa rider saja yang sanggup mempertahan kan ban sampai akhir Race dan ini membuat Battle dan dog fight antar masing masing Rider mayoritas hanya terjadi di awal Race, sedangkan di akhir Race jarang terjadi karena keterbatasan kualitas kompon dan grip ban yang sudah terkikis.
Opini Pribadi Cecchinelli Yang kedua adalah pengurangan jumlah electronic controls namun untuk soal ini Cecchinelli mengatakan harus hati hati dan dipikirkan masak masak karena menyangkut masalah safety.
Opini Pribadi Cecchinelli Yang ketiga adalah melakukan beberapa amandemen regulasi sehingga membuat Motor yang dipakai di MotoGP lebih mudah dikendarai dan lebih Murah .

Rossi: Komponen Elektronik Berlebihan Membuat Balapan MotoGP Tidak Terlalu Seru

Rossi merasa bahwa perangkat elektronik yang membantu pembalap saat ini memberikan efek yang buruk pada gelaran MotoGP sehingga balapan jadi tidak menarik dan hasil balapan pun sangat mudah ditebak.

“Menurutku motor kita secara keseluruhan terlalu sempurna dan kadang terlalu sulit digunakan untuk menyalip ataupun bertarung. saat ini kita punya terlalu banyak komponen elektronik yang semuanya untuk peningkatan performa. Mungkin MotoGP harus mundur sedikit pada level dimana motor dan balapan jadi lebih menyenangkan dan seru, dengan lebih banyak kesalahan dari pembalap tanpa dikoreksi elektronik. Karena sekarang irama balapan sangat cepat dan konstan dari awal hingga akhir balapan.”

Kita akan sulit melihat pembalap yang sudah keluar trek kembali bersaing ke barisan depan lagi. Coba ingat Crutchlow yang terjauh dan berhasil kembali mengikuti balapan Brno akhir pekan lalu, pembalap Inggris ini hanya bisa mendapatkan posisi ke-17.

Sisi lain balapan yang tidak boleh kita lupakan adalah pertarungan antar pembalap, kesalahan pembalap yang kemudian bisa dimanfaatkan pembalap lainnya untuk mendapatkan posisi. Namun apalah artinya balapan jika kesalahan pembalap langsung dikoreksi oleh software, sehingga balapan menjadi terlalu sempurna (baca: membosankan).

 

Atau dari sisi partisipant:
3 Alasan MotoGP 2015 Akan Lebih Seru

Duel Valentino Rossi vs Marc Marquez. Inilah faktor pertama yang membuat MotoGP musim ini akan semakin berwarna.
Kehadiran Suzuki dan Aprilia. Beberapa musim terakhir tim pabrikan yang bertarung di kelas para raja hanya antara Honda vs Yamaha vs Ducati.
Kehadiran Para Rookie. Rookie atau pembalap baru akan selalu memberi warna baru pada sebuah ajang balap motor, khususnya MotoGP.

Marquez Membuat MotoGP Tak Menarik

Di Austin, sinyal tersebut sudah tergambar jelas. Sebelum balapan dimulai, Marquez menyatakan, saingan utamanya di GP Amerika adalah rekan setimnya, Dani Pedrosa. Tapi seperti banyak balapan sebelumnya, Pedrosa tampil begitu membosankan tanpa ada semangat untuk bertarung.

Rossi Membuat MotoGP “Hidup” Lagi

Seri pembuka MotoGP 2013 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (7/4/2013) malam waktu setempat atau Senin (8/4) dini hari waktu Indonesia, menjadi arena pertunjukan Rossi sebagai seorang entertainer sejati di trek balapan. Pertunjukan itu kian menarik dengan kehadiran rookie MotoGP yang digadang-gadang bakal jadi raja kelas premier, Marc Marquez.

Valentino Rossi Masih Menjadi Magnet Kuat MotoGP

secara sadar atau tidak Rossi – lah yang membuat MotoGP selalu dinantikan setiap serinya, aksi balapnya yang selalu membuat penggemarnya berdebar – debar saat duel melawan rival – rivalnya membuat beberapa perusahaan besar mau menggelontorkan dananya untuk menjadi seponsor di ajang balap MotoGP.

 

Kalau menurut penulis, yang membuat balapan jadi menarik adalah:

  1. Ada jagoannya yang kelihatan banget skillnya, dengan satu atau dua rival. Kalau semuanya kompetitif, dimana juaranya selalu berbeda – beda tiap racenya maka balapan jadi tidak menarik untuk diikuti. Kalau skillnya nggak kelihatan, jadi tidak terasa jagonya. Kalau menangnya dibantu alat, jadi tidak menarik.
  2. Lebih baik lagi bila antar jagoan skillnya beda. Misalnya satu jago di tikungan, satu jago di jalan lurus / ngerem.

  3. Lintasan sebaiknya yang mendukung salip menyalip.

  4. Motor dibuat beda karakteristiknya dan lebih bagus kalau ada kelemahannya. Sehingga penonton bisa melihat bagaimana rider mencoba mengatasi perbedaan karakteristik masing masing motor dan memanfaatkan keunggulan.

  5. Motor dibuat lebih susah dipakai namun tidak mengurangi keamanan. Misalnya shifting yang nggak mulus atau akselerasi yang kadang terganggu yang bisa bikin rival menyalip. Penonton dibikin berdebar – debar setiap tikungan bukan nunggu jatuh tapi nunggu perubahan posisi.

  6. Balapan dibuat susah diprediksi namun tidak juga tidak terlalu kacau.

 

Intinya, bagaimana caranya balapan bisa menarik tanpa perlu ada pembalap semacam Rossi yang menghibur penonton dengan mengontrol balapan. Seharusnya balapan bisa menarik tanpa perlu didramatisir atau dimanipulasi. Bila melihat kondisi sekarang ini, maka bisa jadi akhirnya motogp menjadi balapan yang harus dimanipulasi agar bisa menarik.

Mungkin solusi manipulasi balapanlah yang paling cocok, asal penonton jangan sampai tahu atau bisa menerima. Butuh rider yang kemampuan dan kendaraannya berlebihan sehingga bisa mengontrol balapan, semacam dengan Muhammad Ali di ring tinju, yang walau bisa menang dalam satu ronde tapi pertandingan di buat beronde ronde, saat bertanding juga menunjukkan skill dan atraksi.

Tapi tentu susah dilakukan kalau motor dan pembalapnya karakteristiknya sama semua, atau bila yang menonjol tidak mau mengakali balapan. Sudah menjadi fakta bahwa penonton tidak suka dengan racer yang hebat yang berusaha menunjukkan kemampuannya. Harus yang mau mengalah dan yang mau kelihatan kadang salah atau kadang lemah.

Pujian mesin terbaik dari otomotif.net untuk Honda Beat ISS tidak memperhitungkan kondisi setelah dipakai


Mungkin bro sudah baca postingan dari blogger lain yang membahas tentang pemberian penghargaan sebagai mesin terbaik untuk mesin Honda Beat ISS. Ada yang mendukung, ada yang mengkritisi. Nah kali ini penulis menjadi salah satu yang mengkritisi.

Informasi penghargaan bisa disimak di artikel berikut:
Otomotifnet.com – Mesin Skutik Honda 110 cc eSP Raih Best Engine, Jumat, 24 April 2015

Dari artikel tersebut, bisa diketahui kriteria penilaian yaitu:

Kategori Best Engine atau mesin terbaik sepeda motor dinilai dari perfoma yang dihasilkan, durabilitas atau daya tahan mesin, konsumsi bahan bakar, serta fleksibilitas platform mesin untuk diadaptasi pada berbagai tipe sepeda motor.

Disebutkan yang menjadi kunci kemenangan adalah:

Salah satu yang menjadi keunggulan mesin ini adalah diaplikasikannya fitur ACG Starter yang menghasilkan suara mesin halus saat dihidupkan, serta menjadi dasar pengaplikasian fitur canggih Idling Stop System (ISS) yang mampu mematikan mesin saat berhenti lebih dari 3 detik dan hanya perlu menarik tuas gas untuk menghidupkannya lagi.

Deputy Head of Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan mesin berteknologi enhanced Smart Power (eSP) telah disematkan pada berbagai tipe sepeda motor Honda dengan tingkat kapasitas mesin yang berbeda,

 

Yang penulis kurang setuju adalah pengikutsertaan fleksibilitas platform mesin adaptasi. Karena menurut penulis, konsumen tidak perduli dengan hal tersebut. Penulis sendiri berpendapat bahwa mesin yang baik mempunyai faktor berikut:
– awet dan tahan lama menggunakan komponen yang berkualitas
– bandel dan tidak gampang rusak
– efisiensi tinggi yang menjadikannya irit dan bertenaga
– mesin bersuara halus, senyap dan tidak berisik
– harga terjangkau atau kompetitif

Sangat menarik bila suara mesin halus saat dihidupkan menjadi pertimbangan utama. Karena menurut penulis, bila suara halus diikutkan, seharusnya mesin Honda Beat gagal memenuhi kriteria. Mungkin memang ISS membuat suara start halus, tapi masa ya suara mesin yang jauh lebih keras dari suara starter motor lain tidak diperhitungkan?

Menurut penulis suara mesin Honda Beat itu tidak halus. Mungkin waktu pertama dapat suara mesin halus sekali. Tapi coba dengar suara mesin Honda Beat kalau lagi ngisi di pom bensin. Pagi ini waktu penulis isi bensin memperhatikan bahwa mesin Honda Beat termasuk yang paling berisik. Ada tiga Honda Beat semuanya suara mesinnya berisik.

Berisiknya suara mesin itu bisa terjadi karena kualitas komponen yang rendah. Artikel sebelumnya juga membahas tentang hal ini. Secara terbuka juga dikatakan bahwa untuk motor premium sport sekalipun, motor yang diproduksi untuk Indonesia menggunakan komponen yang kualitasnya lebih rendah, yang tidak layak ekspor. Ini dibahas di artikel berikut:
Persoalan kualitas yang bikin pikir pikir untuk beli motor Honda

Untuk soal suara mesin, pernah ada teman kantor yang penulis pinjami cemenite. Komentarnya selama masa peminjaman adalah “wah sepeda Vario ku tarikane luwih enak, mlaku sewidhak ora ono suarane blas!”, sepeda motor varionya akselerasi lebih enak dan jalan enam puluh tidak ada suaranya. Namun beberapa bulan setelah itu saat penulis ketemu teman kantor tersebut di parkiran saat ia membawa Honda Varionya, yang penulis perhatikan adalah suara Vario tersebut yang kemlothak, kemorosok dan lain lain, yang menurut penulis sudah nggak layak lagi disebut sebagai mesin halus. Penulis jadi paham mengapa jalan jadi tidak berisik kok sampai diperhatikan, sepertinya karena suara mesin yang berisik menjadi salah satu yang ingin dibenahi oleh pemilik Honda Vario / Honda Beat.

Bila bro kurang yakin, coba perhatikan video berikut yang merekam suara salah satu Honda Beat yang penulis temui di pom Bensin.

Dari fakta ini, penulis berpendapat bahwa mesin Honda Beat tidak pantas mendapat penghargaan sebagai mesin terbaik. Mesin Honda Beat tidak terdengar halus, komponen dicurigai berkualitas rendah, yang ujung – ujungnya mengurangi efisiensi, mengurangi performa dan mengurangi irit. Tidak yakin bandel, tidak yakin tahan lama pula.

Bila ada pembaca yang juga adalah pecinta Honda, maka sebaiknya jangan marah dulu. Apakah sebagai pecinta Honda bro tidak mau motor Honda menjadi semakin berkembang? Apa bro mau untuk seterusnya bro akan mendapat motor yang tidak berisik hanya kalau masih baru saja? Apa bro tidak ingin motor bro menjadi motor yang beneran terbaik?

Mesin yang berisik dan komponen yang tidak berkualitas adalah sesuatu yang harus ditingkatkan oleh Honda untuk bisa pantas mendapat penghargaan yang terbaik. Dan itu bukanlah sesuatu yang mustahil selama pihak pabrikan Honda ada kemauan untuk itu. Cuma tinggal masalah policy saja, soal keputusan. Selama konsumen masih terima dengan apa yang diberikan saat ini, maka rasanya tidak akan ada perkembangan.

Jadi, sebaiknya para pecinta Honda memberikan masukan bagi pihak pabrikan Honda. Kalau nggak protes yang dianggap sudah ok.

Baby Satria 115cc sepertinya untuk menggantikan jebloknya pasar shooter


Barusan ini dipastikan bahwa baby satria sudah akan muncul di pasaran.
Iwanbanaran.com – Lho….baby Satria FU150 koq sudah diumbar secara umum ya bro! April 24, 2015

Bila sebelumnya penulis membahas tentang efek dari rilis motor 115cc ini terhadap pasar motor Satria FU 150cc:

Apakah Satria dengan mesin 115cc injeksi bisa laku atau malah mematikan pasaran Satria 150?

Maka kali ini penulis berpikir apakah ini karena penjualan motor shooter yang jeblok.

Dari produk motor Suzuki yang tersedia sekarang ini, maka shooter termasuk yang tidak disukai penulis. Alasan utamanya sih model, jelek banget. Kalau soal kenyamanan, awet dan reliabilitas, rasanya sudah tinggi sesuai dengan standar Suzuki jepang. Penulis justru lebih suka model dari Suzuki Smash Titan. Anehnya kok malah model laku dimatikan untuk meningkatkan penjualan model nggak laku?
Cerita awal jatuhnya kerajaan Suzuki motor di Indonesia

Selalu menghentikan produksi tipe yang lagi laris-larisnya, contoh yang saat ini terjadi adalah disuntik matinya Smash Titan dengan harapan penjualan Shooter meningkat. Tapi apa yang terjadi, penjualan Shooter tidak kunjung meningkat.

Apa Suzuki tidak berpikir bahwa masyarakat jadi berpaling ke merek lain? Rasanya pembeli masih mikir mikir walaupun sudah maniak Suzuki. Melihat pangsa pasar, yang ngefans bebek Suzuki kok rasanya tidak banyak. Apalagi sekarang masyarakat lebih memilih matik daripada motor bebek. Yang komentar dari bali juga berpendapat bahwa motor bebek sudah nggak laku di Bali, matik lebih nggak ribet dan praktis.
Penurunan Penjualan Motor Bebek, Masih Berlanjut?

Sedangkan penjualan motor bebek, justru anjlok 16,9% dibandingkan 2013 yang tercatat 1,77 juta unit. Tren penurunan penjualan motor bebek ini melanjutkan tren penurunan yang juga terjadi pada 2013 bila dibanding 2012. Pada 2012, penjualan motor bebek bisa mencapai 2,14 juta unit, sedangkan di 2013 turun 17,1% menjadi 1,77 juta unit.

Cara yang dilakukan Suzuki untuk meningkatkan penjualan dari shooter juga agak aneh, sempat melakukan diganti namanya saja.
Suzuki Smash Lahir Kembali Dengan Injeksi, Mon, 29 Dec 2014

Mesin dan desain bodi Smash FI yang tak lain adalah Suzuki Shooter ini menandakan hanya penggantian nama saja yang dilakukan oleh Suzuki. “Otomatis nama Shooter juga sudah tidak dipakai lagi dan berganti Suzuki Smash FI,” tutup Yohan.

Agak aneh karena seakan – akan beranggapan bahwa komsumen itu membeli karena namanya. Mungkin itu cuma berlaku untuk Honda, seharusnya Suzuki sadar bahwa nama Suzuki di hati konsumen tidak sebesar Honda.

 

Mungkin karena ganti nama gagal, Suzuki mencoba mengebut untuk mengeluarkan baby Satria. Entah merupakan langkah yang bagus atau tidak. Dari sisi model, baby Satria 115cc terlihat jauh lebih keren daripada Suzuki Shooter 115cc. Namun juga harus diingat fakta bahwa angka penjualan motor bebek makin menurun.

Mungkin sudah saatnya Suzuki melakukan survey ke seluruh lapisan masyarakat, baik untuk model selanjutnya ataupun sebelum mematikan produk sekarang.

Pertalite kemungkinan hanya sementara, untuk mentransisikan dari premium ke pertamax


Pertamina berencana untuk mulai memperkenalkan bensin baru dengan nama Pertalite di Jakarta mulai bulan Mei depan. Karena nilai oktan yang ditawarkan, yaitu RON 90, berada diantara premium dan pertamax, harga juga diputuskan diantara harga premium dan pertamax. Banyak yang bilang harganya besar kemungkinan pada 8000 rupiah. Benar atau tidak, yang jelas pertalite akan segera muncul.

Namun ada yang membuat penulis berpikir bahwa pertalite ini hanya sementara. Dasarnya ada pada fakta bahwa negara kita, yang katanya kalau disekolah adalah negara penghasil minyak, ternyata sekarang ini sangat bergantung pada impor.

Salah satu penyebabnya adalah produksi yang kian menurun:
Energia – No.12/THNXLVI/Desember 2013
cadanganminyak

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa gelisah dengan kondisi pengelolaan migas nasional. Kegelisahan seorang Hatta dan juga para pengamat serta praktisi perminyakan lainnya sangatlah beralasan. Di tengah meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berdampak kepada tingginya impor crude oil dan BBM, cadangan minyak di Indonesia diyakini akan habis dalam 12 tahun ke depan. Karena itu, reformasi bidang migas tidak bisa ditunda. Menurutnya, cadangan minyak akan habis 12 tahun jika tidak ada investasi dan eksplorasi.

Bagi Pertamina, ini bukanlah seperti petir di ‘tengah hari bolong’. Karena, sejatinya Pertamina sebagai praktisi perminyakan sudah menyuarakan hal tersebut walaupun dengan ‘bahasa’ yang berbeda. Bahwa ketahanan energy bangsa ini terancam jika hanya mengandalkan minyak bumi. Sedangkan sumur-sumur minyak di tanah air banyak yang masuk kategori ‘mature’, yang secara alami berpengaruh pada berkurangnya hasil produksi.

 

Parahnya, bahan yang dibutuhkan oleh kilang minyak kita tidak bisa menggunakan bahan produksi dari negara kita sendiri:
Warta Pertamina – ISSN.01259377 • No. 7/THN XLV/JULI 2010

Kita harus aktif bahwa kebijakan penyesuaian harga itu karena kita adalah net importer, karena kilang kita sebagian tidak cocok dengan hasil crude yang kita miliki sendiri, sehingga kita masih perlu impor BBM. Kita masih harus menguras devisa untuk memastikan ketersediaan BBM.

 

Konsumsi masyarakat juga jauh lebih banyak dari yang bisa diproduksi:
konsumsi
Pertamina – Laporan Keberlanjutan 2011

Secara umum penurunan produksi dan lifting disebabkan karena produktivitas sumber-sumber minyak dan gas bumi yang menurun seiring dengan umur reservoir dan fasilitas produksi. Pemerintah mendorong peningkatan lifting dan produksi dengan upaya rekayasa sumber yang ada dan eksplorasi sumber-sumber baru. Penurunan pasokan migas dibandingkan kenaikan permintaannya menjadikan Indonesia menjadi negara pengimpor minyak sejak 2004.

Dari sisi penggunaan, minyak dan gas bumi diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Karena tingginya permintaan, baik minyak mentah maupun BBM harus diimpor. Pada 2011, realisasi penjualan BBM mencapai 61,04 juta kiloliter yang terdiri dari subsidi 41,69 juta kiloliter dan nonsubsidi 19,35 juta kiloliter. Dari angka tersebut, kemampuan produksi kilang pengolahan nasional hanya mencapai 47,55 juta kiloliter untuk keperluan retail, aviasi dan industri, dan sisanya harus ditutupi dengan melakukan impor. Dengan pertumbuhan permintaan BBM 4% setahun, defisit BBM ini diperkirakan akan terus terjadi sampai Indonesia memiliki kilang pengolahan baru.

Pengolahan minyak bumi dilakukan di kilang-kilang pengolahan Pertamina. Investasi di masa lalu ditujukan agar kilang pengolahan dapat mengolah minyak mentah berkualitas tinggi dan rendah. Namun hal ini juga mengakibatkan ketergantungan kilang terhadap spesifikasi minyak mentah tertentu yang hanya bisa diperoleh melalui impor.

Impor minyak mentah dan BBM harus dilakukan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kilang dan permintaan pasokan BBM masyarakat. Aktivitas impor minyak bumi dan ekspor produk minyak dilakukan entitas anak perusahaan Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) yang berkedudukan di Singapura.

Dilihat dari segi keuntungan impor justru lebih menguntungkan daripada produksi sendiri.
Warta Pertamina – No. 3/THN XLVII/Maret 2012

Menurut Pri Agung, kemampuan produksi Pertamax dalam negeri baru 1 juta kiloliter per tahun. Dengan pembatasan BBM bersubsidi, tentunya pemakaian Pertamax akan bertambah. “Konsekuensinya, kita mesti menambah impornya. Setidaknya, impor komponen Pertamax itu,” ujar Pri Agung.

Dari sisi ekonomis, sekarang ini mengimpor BBM jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan mengolah sendiri di dalam negri. Kami hanya minta, lindungi kilang kami,” ujarnya. Kalau sepenuhnya impor, tentunya pengilangan akan mandek dan bisa mendatangkan kerugian besar.

Namun ini mengakibatkan negara kita jadi tergantung pada rasa iba dari negara lain:
Energia – No.07/THNXLVIII/Juli 2013

Kilang baru dibutuhkan oleh Indonesia bukan dibutuhkan Pertamina. Jadi kalau memang bangsa ini tidak mau tergantung dari orang luar untuk BBMnya maka kita harus bangun kilang. Kita impor BBM saat ini sudah 40 persen dari kebutuhan dalam negeri. Artinya, cukup besar dan hampir separuh kilang yang ada sekarang ini kita impor. Di Refinery, kita harus sesegera mungkin meng-up grade kilang, bukan tuntutan untuk membangun kilang baru. Kalau kita tidak up grade kilang, maka lama-lama kilang kita akan mati. Karena, harga BBM dari perusahaan lain lebih murah, tapi kita terus naik.

 

Dari referensi referensi diatas menjadi jelas bahwa sekarang ini kebutuhan bensin sangat bergantung pada impor. Artikel – artikel sebelumnya juga menjelaskan bahwa salah satu alasan pemerintah untuk menghentikan penggunaan premium adalah karena kebanyakan premium harus impor, sementara sudah tidak ada lagi yang jual. Katanya paling rendah RON90.

Kalau melihat trennya, sekarang ini RON90 juga sudah mulai banyak ditinggalkan. Banyak negara menggantinya dengan RON92, beberapa ada juga yang mengganti dengan bensin campuran alkohol / ethanol. Jadi bisa dipastikan bahwa di suatu waktu RON90 ini akan akhirnya diganti dengan RON92.

Jadi menurut penulis pertalite diperkenalkan hanya sebagai batu loncatan untuk mentransisikan masyarakat ke pertamax. Mungkin tidak dibuat langsung ke pertamax karena untuk menghidupi kilang yang katanya dapat untung dengan mengoplos RON92 dengan naftalene untuk jadi RON88. Seperti disebut di artikel sebelumnya:
Soal penghapusan premium dan pertamax dijual jadi 7500, kekayaan indonesia itu untuk memakmurkan rakyat atau untuk memakmurkan pertamina sih bro?

Sementara itu, di negara lain sudah mulai memperkenalkan bahan bakar berbahan dasar tumbuhan. Bisa jadi disuatu saat pemerintah “terpaksa” lagi untuk memaksa masyarakat menggunakan bensin campur ethanol, padahal kendaraan harus dimodifikasi agar bisa menggunakan bensin campur ethanol dengan aman. Masyarakat bisa terpaksa harus beli motor lagi untuk bisa menggunakan bensin ini, atau bayar jauh lebih mahal untuk bensin murni.
Alkohol, bahan bakar ramah lingkungan yang lebih bertenaga dan lebih murah dari bensin, kenapa belum tersedia?

Sebaiknya siap – siap saja. Mari kita berdoa agar kita bisa mendapatkan yang terbaik.

Pertamax Racing, bensin produksi pertamina dengan oktan 100


Selama ini penulis berpikir bahwa bensin oktan tertinggi yang dijual oleh pertamina adalah pertamax plus, yang katanya punya RON 95. Ternyata pertamina juga punya produk lain dengan nilai oktan lebih tinggi, yaitu pertamax racing.

pertamaxracing

Sesuai dengan namanya, pertamax racing ini ditujukan khusus bagi yang butuh bensin untuk performa. Berikut informasinya:
http://www.pertamina.com/our-business/hilir/pemasaran-dan-niaga/produk-dan-layanan/produk-konsumen/spbu/

Pertamax Racing adalah Bahan bakar mesin balap yang mampu menghasilkan daya dan torsi tinggi tanpa menimbulkan detonasi, agar kendaraan balap responsif dan berkinerja stabil, serta ketahanannya tinggi. Produk ini merupakan high grade fuel quality yang bersifat ramah lingkungan (mengandung bioethanol & bebas timbal/TEL) dan diformulasikan secara khusus untuk bahan bakar kendaraan balap dan kendaraan modern yang memiliki kompresi mesin yang tinggi yaitu di atas 10:1 sehingga aman untuk mesin, tidak menimbulkan emisi yang membahayakan kesehatan mekanik, pembalap dan penonton acara balap

 

Berbeda dengan bensin yang lain, pertamax racing dijual dalam bentuk kalengan. Selain oktan yang tinggi, harganya juga termasuk tinggi juga, simak artikel berikut yang terbit di April 2014
Pertamax Racing Support Mobil Sport Naik Gunung

Rombongan meluncur menuju Bandung untuk merasakan langsung kualitas dan performa bahan bakar beroktan 100 tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina. Pertamax Racing ini sangat cocok dengan mobil sport karena memiliki kandungan bio-etanol dan bebas timbal,” kata Nono, President dari Speedgonz Car Club.

selain memiliki oktan paling tinggi di gasoline, Pertamax Racing juga memiliki kelebihan lain. Di antaranya, ramah lingkungan, mampu memelihara bagian dalam mesin agar tetap awet, membersihkan mesin, pelindung anti karat (corrosion inhibitor) pada dinding tangki, saluran bahan bakar, dan ruang bakar mesin, serta memurnikan bahan bakar.

Saat ini produk yang diakui federasi balap internasional ini tersedia di SPBU COCO Arteri Pondok Indah dan SPBU COCO Kuningan, Jakarta Selatan dengan harga Rp.49.000 per liter [di April 2014]. Selain itu, Pertamax Racing dalam bentuk kemasan 5 liter, 10 liter dan 20 liter telah tersedia di seluruh SPBU COCO di pulau Sumatera dan Jawa.

Nah keren kan?

Rasanya ini cocok bagi yang suka ngedrag. Tapi mungkin yang hobi ngedrag mestinya sudah tahu keberadaan bensin pertamax racing ini….

Jadi kalau pingin bensin yang paling top, apalagi karena spbu asing sudah pada tutup, tersedia pertamax racing ini. Untuk penulis, premium saja cukup deh….

Spektrum yang tidak lengkap membuat lampu depan LED bisa tidak nyaman


Pabrikan sepeda motor sekarang sudah mulai gencar mengimplementasikan lampu LED ke jajaran produk mereka. Para blogger sepertinya mendukung hal tersebut dengan menyebutkan bahwa lampu LED adalah suatu kemajuan, kalau nggak pakai berarti kuno, kalau belum LED dianggap kurang, dan seterusnya. Bisa dipastikan bahwa kedepan akan lebih banyak lagi produk yang menggunakan lampu LED.

Penulis termasuk yang kurang setuju dengan implementasi lampu LED. Mungkin terlihat canggih, namun penulis lebih mengutamakan fungsi dan keamanan. Soal keamanan sudah dikupas pada artikel – artikel sebelumnya, yang intinya adalah penulis menganggap lampu depan LED itu lebih tidak aman, baik bagi pengguna maupun bagi pengguna jalan lain.

Soal fungsi LED punya kelebihan tidak bikin batok lampu leleh, konsumsi energi yang lebih rendah, dan sering ditawarkan dengan model yang terang. Ada satu fungsi lampu LED yang belum penulis kupas yaitu soal kenyamanan di mata.

LED mungkin lebih terang, cahaya bisa lebih putih, namun banyak orang merasakan bahwa pantulan dari lampu LED terasa tidak nyaman. Menurut penulis, ini terjadi karena lampu LED mempunyai spektrum cahaya yang tidak sempurna.

Sebagai makhluk yang berdiam di bumi, kita sudah terbiasa dengan pencahayaan dari matahari. Pencahayaan dari matahari ini mempunyai spektrum cahaya yang lengkap. Oleh karena itu, saat kita menerima cahaya dengan spektrum yang tidak lengkap kita akan merasa ada yang kurang dan merasa tidak nyaman.

Contoh dari spektrum cahaya matahari:
spektrum2

Terlihat bahwa spektrum terisi rata. coba dibandingkan dengan contoh contoh berikut.

Contoh distribusi warna dari lampu LED. Lebih banyak birunya sementara warna hijau dan merah banyak hilang
spectrumwarna

Contoh spektrum lampu halogen dibanding dengan HID Metal Halide. Terlihat bahwa spektrum warna dari halogen lebih mulus.
spaktrumcahaya

 

Efek dari spektrum yang tidak lengkap ini membuat obyek yang terkena cahaya menjadi memantulkan pola warna yang berbeda, dan ini bisa menjadikan sumber ketidaknyamanan. Silakan amati contoh berikut:
Lampu dengan LED dikiri terlihat lebih terang, namun untuk saya terasa tetap tidak natural, rumput tidak terlihat hijau. Walau yang kanan mungkin lebih parah karena kelihatan oranye semua, tapi terasa lebih nyaman dipandang.
perbedaanwarna

Hasil foto yang bisa berbeda bila sumber cahaya tidak sempurna:
efeklampuspektrumnyasalah

 

Untuk mereka yang membutuhkan lampu yang spektrumnya lebih lengkap, produsen lampu LED menyediakan produk khusus yang dinamakan “full spectrum”, dimana walau teknologinya menggunakan LED, cahaya yang dihasilkan tetap nyaman di mata. Seperti contoh berikut, untuk menghasilkan cahaya lampu yang merata spektrumnya, lampu philips berisi lebih banyak lampu kuning
LEDphillips

 

Bagaimana dengan lampu sepeda motor” Kalau melihat prakteknya, sepertinya produsen motor tidak memikirkan hal ini. Sepertinya asal lampunya sudah LED sudah cukup, yang dipentingkan terang dan kelihatan keren, tidak memikirkan kenyamanan ataupun keamanan. .

Semoga di masa depan ada perhatian lebih pada hal ini.