Spektrum yang tidak lengkap membuat lampu depan LED bisa tidak nyaman


Pabrikan sepeda motor sekarang sudah mulai gencar mengimplementasikan lampu LED ke jajaran produk mereka. Para blogger sepertinya mendukung hal tersebut dengan menyebutkan bahwa lampu LED adalah suatu kemajuan, kalau nggak pakai berarti kuno, kalau belum LED dianggap kurang, dan seterusnya. Bisa dipastikan bahwa kedepan akan lebih banyak lagi produk yang menggunakan lampu LED.

Penulis termasuk yang kurang setuju dengan implementasi lampu LED. Mungkin terlihat canggih, namun penulis lebih mengutamakan fungsi dan keamanan. Soal keamanan sudah dikupas pada artikel – artikel sebelumnya, yang intinya adalah penulis menganggap lampu depan LED itu lebih tidak aman, baik bagi pengguna maupun bagi pengguna jalan lain.

Soal fungsi LED punya kelebihan tidak bikin batok lampu leleh, konsumsi energi yang lebih rendah, dan sering ditawarkan dengan model yang terang. Ada satu fungsi lampu LED yang belum penulis kupas yaitu soal kenyamanan di mata.

LED mungkin lebih terang, cahaya bisa lebih putih, namun banyak orang merasakan bahwa pantulan dari lampu LED terasa tidak nyaman. Menurut penulis, ini terjadi karena lampu LED mempunyai spektrum cahaya yang tidak sempurna.

Sebagai makhluk yang berdiam di bumi, kita sudah terbiasa dengan pencahayaan dari matahari. Pencahayaan dari matahari ini mempunyai spektrum cahaya yang lengkap. Oleh karena itu, saat kita menerima cahaya dengan spektrum yang tidak lengkap kita akan merasa ada yang kurang dan merasa tidak nyaman.

Contoh dari spektrum cahaya matahari:
spektrum2

Terlihat bahwa spektrum terisi rata. coba dibandingkan dengan contoh contoh berikut.

Contoh distribusi warna dari lampu LED. Lebih banyak birunya sementara warna hijau dan merah banyak hilang
spectrumwarna

Contoh spektrum lampu halogen dibanding dengan HID Metal Halide. Terlihat bahwa spektrum warna dari halogen lebih mulus.
spaktrumcahaya

 

Efek dari spektrum yang tidak lengkap ini membuat obyek yang terkena cahaya menjadi memantulkan pola warna yang berbeda, dan ini bisa menjadikan sumber ketidaknyamanan. Silakan amati contoh berikut:
Lampu dengan LED dikiri terlihat lebih terang, namun untuk saya terasa tetap tidak natural, rumput tidak terlihat hijau. Walau yang kanan mungkin lebih parah karena kelihatan oranye semua, tapi terasa lebih nyaman dipandang.
perbedaanwarna

Hasil foto yang bisa berbeda bila sumber cahaya tidak sempurna:
efeklampuspektrumnyasalah

 

Untuk mereka yang membutuhkan lampu yang spektrumnya lebih lengkap, produsen lampu LED menyediakan produk khusus yang dinamakan “full spectrum”, dimana walau teknologinya menggunakan LED, cahaya yang dihasilkan tetap nyaman di mata. Seperti contoh berikut, untuk menghasilkan cahaya lampu yang merata spektrumnya, lampu philips berisi lebih banyak lampu kuning
LEDphillips

 

Bagaimana dengan lampu sepeda motor” Kalau melihat prakteknya, sepertinya produsen motor tidak memikirkan hal ini. Sepertinya asal lampunya sudah LED sudah cukup, yang dipentingkan terang dan kelihatan keren, tidak memikirkan kenyamanan ataupun keamanan. .

Semoga di masa depan ada perhatian lebih pada hal ini.

7 thoughts on “Spektrum yang tidak lengkap membuat lampu depan LED bisa tidak nyaman

  1. Setuju…..
    Philips pernah mengeluarkan daylight lamp yang cahayanya tidak terlalu putih, agak kekuningan. Ruangan jadi lebih nyaman untuk baca dan aktifitas lainnya. Mbok yao motor juga begitu…
    Secara teknis saya gak mudheng.

    Suka

  2. bla bla bla bla,intinya ay ga mudeng,kalo mau agak kuning kyk halogen ya dikasih stiker kuning transparan ja mika lampunya guampang khan

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s