Harus ada yang bisa manipulasi balapan untuk bikin motoGP menarik?


Penulis menjadi tertarik untuk membahas ini setelah membaca postingan di tmcblog.com:
Dorna Amankan Masa Depan MotoGP dengan menanggung Biaya Motor Untuk tim Privater/Satelit

Peraturan MotoGP One Single ECU and Software . . menurut tmcblog, itu dibuat agar kesenjangan Tim Factory – satelit – Parivater menjadi tidak terlalu drastis sehingga ujungnya membuat Kompetisi menjadi semakin menarik . . .

Kalau melihat judul jadi terkesan bahwa masa depan motogp akan suram kalau dibiarkan jor – joran menggelontorkan dana riset. Namun apa itu yang jadi kunci menarik tidaknya balapan? Untuk itu penulis coba melihat pendapat dari tempat lain. Berikut beberapa contohnya.

Ada yang mengupas dari sisi kendaraan:
Opini Pribadi seorang Race Director MotoGP tentang bagaimana Membuat MotoGP lebih Menarik ke depan

Cecchinelli secara umum mengatakan Race di MotoGP jangan dijadikan sebuah Perjudian, harus terukur dan membuat Rider terbaik yang bisa menjadi pemenangnya . . .
Degradasi dari keausan Kompon ban yang tidak bisa diprediksi membuat kita menyaksikan hanya beberapa rider saja yang sanggup mempertahan kan ban sampai akhir Race dan ini membuat Battle dan dog fight antar masing masing Rider mayoritas hanya terjadi di awal Race, sedangkan di akhir Race jarang terjadi karena keterbatasan kualitas kompon dan grip ban yang sudah terkikis.
Opini Pribadi Cecchinelli Yang kedua adalah pengurangan jumlah electronic controls namun untuk soal ini Cecchinelli mengatakan harus hati hati dan dipikirkan masak masak karena menyangkut masalah safety.
Opini Pribadi Cecchinelli Yang ketiga adalah melakukan beberapa amandemen regulasi sehingga membuat Motor yang dipakai di MotoGP lebih mudah dikendarai dan lebih Murah .

Rossi: Komponen Elektronik Berlebihan Membuat Balapan MotoGP Tidak Terlalu Seru

Rossi merasa bahwa perangkat elektronik yang membantu pembalap saat ini memberikan efek yang buruk pada gelaran MotoGP sehingga balapan jadi tidak menarik dan hasil balapan pun sangat mudah ditebak.

“Menurutku motor kita secara keseluruhan terlalu sempurna dan kadang terlalu sulit digunakan untuk menyalip ataupun bertarung. saat ini kita punya terlalu banyak komponen elektronik yang semuanya untuk peningkatan performa. Mungkin MotoGP harus mundur sedikit pada level dimana motor dan balapan jadi lebih menyenangkan dan seru, dengan lebih banyak kesalahan dari pembalap tanpa dikoreksi elektronik. Karena sekarang irama balapan sangat cepat dan konstan dari awal hingga akhir balapan.”

Kita akan sulit melihat pembalap yang sudah keluar trek kembali bersaing ke barisan depan lagi. Coba ingat Crutchlow yang terjauh dan berhasil kembali mengikuti balapan Brno akhir pekan lalu, pembalap Inggris ini hanya bisa mendapatkan posisi ke-17.

Sisi lain balapan yang tidak boleh kita lupakan adalah pertarungan antar pembalap, kesalahan pembalap yang kemudian bisa dimanfaatkan pembalap lainnya untuk mendapatkan posisi. Namun apalah artinya balapan jika kesalahan pembalap langsung dikoreksi oleh software, sehingga balapan menjadi terlalu sempurna (baca: membosankan).

 

Atau dari sisi partisipant:
3 Alasan MotoGP 2015 Akan Lebih Seru

Duel Valentino Rossi vs Marc Marquez. Inilah faktor pertama yang membuat MotoGP musim ini akan semakin berwarna.
Kehadiran Suzuki dan Aprilia. Beberapa musim terakhir tim pabrikan yang bertarung di kelas para raja hanya antara Honda vs Yamaha vs Ducati.
Kehadiran Para Rookie. Rookie atau pembalap baru akan selalu memberi warna baru pada sebuah ajang balap motor, khususnya MotoGP.

Marquez Membuat MotoGP Tak Menarik

Di Austin, sinyal tersebut sudah tergambar jelas. Sebelum balapan dimulai, Marquez menyatakan, saingan utamanya di GP Amerika adalah rekan setimnya, Dani Pedrosa. Tapi seperti banyak balapan sebelumnya, Pedrosa tampil begitu membosankan tanpa ada semangat untuk bertarung.

Rossi Membuat MotoGP “Hidup” Lagi

Seri pembuka MotoGP 2013 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (7/4/2013) malam waktu setempat atau Senin (8/4) dini hari waktu Indonesia, menjadi arena pertunjukan Rossi sebagai seorang entertainer sejati di trek balapan. Pertunjukan itu kian menarik dengan kehadiran rookie MotoGP yang digadang-gadang bakal jadi raja kelas premier, Marc Marquez.

Valentino Rossi Masih Menjadi Magnet Kuat MotoGP

secara sadar atau tidak Rossi – lah yang membuat MotoGP selalu dinantikan setiap serinya, aksi balapnya yang selalu membuat penggemarnya berdebar – debar saat duel melawan rival – rivalnya membuat beberapa perusahaan besar mau menggelontorkan dananya untuk menjadi seponsor di ajang balap MotoGP.

 

Kalau menurut penulis, yang membuat balapan jadi menarik adalah:

  1. Ada jagoannya yang kelihatan banget skillnya, dengan satu atau dua rival. Kalau semuanya kompetitif, dimana juaranya selalu berbeda – beda tiap racenya maka balapan jadi tidak menarik untuk diikuti. Kalau skillnya nggak kelihatan, jadi tidak terasa jagonya. Kalau menangnya dibantu alat, jadi tidak menarik.
  2. Lebih baik lagi bila antar jagoan skillnya beda. Misalnya satu jago di tikungan, satu jago di jalan lurus / ngerem.

  3. Lintasan sebaiknya yang mendukung salip menyalip.

  4. Motor dibuat beda karakteristiknya dan lebih bagus kalau ada kelemahannya. Sehingga penonton bisa melihat bagaimana rider mencoba mengatasi perbedaan karakteristik masing masing motor dan memanfaatkan keunggulan.

  5. Motor dibuat lebih susah dipakai namun tidak mengurangi keamanan. Misalnya shifting yang nggak mulus atau akselerasi yang kadang terganggu yang bisa bikin rival menyalip. Penonton dibikin berdebar – debar setiap tikungan bukan nunggu jatuh tapi nunggu perubahan posisi.

  6. Balapan dibuat susah diprediksi namun tidak juga tidak terlalu kacau.

 

Intinya, bagaimana caranya balapan bisa menarik tanpa perlu ada pembalap semacam Rossi yang menghibur penonton dengan mengontrol balapan. Seharusnya balapan bisa menarik tanpa perlu didramatisir atau dimanipulasi. Bila melihat kondisi sekarang ini, maka bisa jadi akhirnya motogp menjadi balapan yang harus dimanipulasi agar bisa menarik.

Mungkin solusi manipulasi balapanlah yang paling cocok, asal penonton jangan sampai tahu atau bisa menerima. Butuh rider yang kemampuan dan kendaraannya berlebihan sehingga bisa mengontrol balapan, semacam dengan Muhammad Ali di ring tinju, yang walau bisa menang dalam satu ronde tapi pertandingan di buat beronde ronde, saat bertanding juga menunjukkan skill dan atraksi.

Tapi tentu susah dilakukan kalau motor dan pembalapnya karakteristiknya sama semua, atau bila yang menonjol tidak mau mengakali balapan. Sudah menjadi fakta bahwa penonton tidak suka dengan racer yang hebat yang berusaha menunjukkan kemampuannya. Harus yang mau mengalah dan yang mau kelihatan kadang salah atau kadang lemah.

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s