Resiko ban meletus bila mengendarai dengan ban kempos kurang angin saat ngebut kecepatan tinggi


Sudah umum diketahui bahwa mengendarai kendaraan di kecepatan tinggi menjadi lebih berbahaya bila tekanan angin ban kurang. Bukan hanya karena berkurangnya stabilitas saja, motor memang jadi lebih susah dikontrol, namun yang lebih berbahaya adalah resiko ban meletus. Berikut penjelasan dari beberapa website pembuat ban.

Hankook – Maintaining Optimum Tire Inflation Pressure

Optimum inflation pressure is one of the most important aspects of caring for tires. Proper inflation pressure maintains an even ground contact pressure of the tire tread and prevents uneven wear. In addition, by reducing rolling resistance and quickly discharging any heat that is generated, internal heat levels are kept at a stable level. In sum, the right inflation pressure delivers maximum performance in terms of safe driving, riding comfort and monetary savings. the maximum inflation pressure for safe driving is marked on the tire sidewall.

Generally, the optimum inflation pressure is about 90% of the maximum level. For high-speed driving, drivers are recommended to use a higher than normal pressure.
hankookheattire

Dikatakan bahwa tekanan optimum sangat penting. Tekanan optimum menjamin tingkat kontak yang rata pada roda dan mencegah aus yang tidak merata. Juga akan mengurangi hambatan berputar dan bisa menyebar panas yang dihasilkan lebih mudah, sehingga panas dalam ban bisa terjaga aman. Tekanan yang pas akan memberikan performa maksimal di sisi keamanan, kenyamanan dan irit.

Tekanan maksimal biasa di cantumkan di sisi samping ban. Tekanan optimum biasanya sekitar 90% dari tekanan maksimal. Bila butuh mengendarai di kecepatan tinggi, disarankan menggunakan tekanan ban yang lebih besar dari biasanya.

 

Bridgestone Firestone: TIRE MAINTENANCE, SAFETY and WARRANTY MANUAL (file pdf)

Tires can lose 1 psi (pound per square inch) per month under normal conditions. additionally, tires can lose 1 psi for every 10° F temperature drop. Just a look won’t do it. One of these tires is actually 10 psi under-inflated. Your eyes can deceive you, so rely on a good tire gauge for an accurate reading.
hubunganantaratekananbandanpanas

Tekanan ban dikatakan bisa berkurang 1psi tiap bulannya dalam kondisi normal. Ban juga akan kehilangan tekanan 1psi untuk setiap penurunan suhu 10° F.

Menilai tekanan ban tidak hanya cukup dilihat namun juga harus diukur pakai alat pengukur tekanan yang baik.

 

Michelin Indonesia – Mau Aman, Tekanan Angin Wajib di Perhatikan

Bila tekanan angin kurang dan sering menghantam lubang dipastikan ban akan mudah rusak, bahkan bisa menyebabkan pelek patah. Tekanan angin yang kurang juga menyebabkan ban habis tidak merata. Pada kecepatan tinggi, panas ban akan naik dan bisa berakibat ban meletus. Dari segi kenyamanan, bila kondisi ban kurang angin, motor terasa goyang dan handlingnya tidak stabil.

 

Bila tekanan kurang, maka roda tidak berbentuk bundar sempurna dan akan ada bagian yang menggelembung ke samping. Pada kecepatan tinggi, bagian ini akan berubah ubah secara cepat yang mengakibatkan timbulnya panas yang berlebihan. Panas ini bisa menyebabkan ban rusak, retak atau bahkan meletus. Paling tidak retakan ini bisa menjadi sumber ban bocor dikemudian hari baik untuk yang rodanya tubeless ataupun yang pakai ban dalam.

Tekanan juga tidak boleh berlebihan karena justru bisa merusak ban. Ban dengan kembangan yang berkelok tanggung terutama sangat rawan dengan kelebihan tekanan. Ban akan menjadi tidak rata dan bisa membuat pengendalian terasa berkelak kelok bahkan di kecepatan rendah. Bila sudah begini harus segera diganti. Alur ban yang berlebihan berkelak keloknya atau pelek yang sudah tidak lurus akan membuat ban gampang kempos saat dikendarai di kecepatan tinggi dan juga bisa merusak klaker atau bearing.

Terkadang agak susah untuk bisa menjaga tekanan ban yang pas. Bila kita memompa ban di pinggir jalan bisa jadi tekanan ban berlebihan atau kurang. Ini bisa terjadi karena yang memompa ban tidak pakai meteran atau karena meterannya tidak akurat. Biasanya penulis menyesuaikan tekanan ban dengan membebani ban atau diinjak. Bila berubah bentuk banyak ditambahi tekanan anginnya, bila tidak berubah bentuk sama sekali akan dikurangi tekanan anginnya. Dibuat sehingga hanya ada sedikit perubahan bentuk saat diinjak. Biasanya setelan ini masih agak keras untuk kecepatan rendah, namun terasa empuk dan cukup stabil di kecepatan tinggi.

Bila tidak pernah cepat maka tekanan angin bisa dikurangi, namun tetap harus sesuai standar. Bila pingin empuk sebaiknya jangan dari mengurangi tekanan ban. Bila tetap ingin memaksakan menggunakan tekanan angin yang dikurangi, maka jangan sampai dipergunakan untuk kecepatan tinggi.

Kenyamanan jangan sampai mengorbankan keselamatan. Bila ingin empuk, mending pakai suspensi yang empuk saja, namun dipastikan skoknya juga disesuaikan sehingga kendaraan masih akan tetap stabil.

Bila tujuannya pingin irit, harus diperhatikan bahwa ban yang tekanan anginnya sering kurang akan menjadi tidak awet, ini karena ban lebih menapak dan bentuknya sering berubah saat jalan karena ban tidak bundar sempurna. Tekanan ban yang kurang hambatannya juga lebih besar. Secara pribadi saya bisa merasakan tarikan menjadi berat bila ban kurang angin. Intinya bila ingin irit, maka tekanan ban harus optimal.

Update:
Untuk amannya, bila kendaraan sering dipakai di tol atau dibawa membawa beban lebih, maka disarankan ban diberi tekanan 40psi. 40 psi bukan yang dipinggir jalan tapi yang pakai alat. Nggak penting itu pakai nitrogen atau tidak.

Bridgestone – Tyre Pressure Guide

Contrary to popular belief, tyre pressure is not determined by the type of tyre or its size but upon your vehicle’s load and driving application i.e. speed

To find out what your car’s tyre pressure should be, consult the manufacturers tyre placard usually found inside the driver’s door sill, glove box, fuel filler cap or under the bonnet.
The placard also displays the manufacturers recommended tyre sizes.
Tyre pressures should be checked when the tyre is ‘cold’, as pressure increases as the tyre becomes ‘hot’. Take the “cold” reading and check them against the recommended tyre pressures from your placard.

Heavy loads or towing puts an extra strain on your tyres. So if your vehicle is fully loaded with passengers and luggage, the general rule is to add 28kpa (4PSI or 4lbs).
At high speed, (defined as driving at 120km/h for over one hour), your tyres will wear out twice as fast as when you drive at 70-80 km/h. If your tyres are under-inflated by twenty per cent tyre life can be reduced by thirty per cent. The rule here is to add 28Kpa (4PSI) from your Minimum Compliance Plate Pressure. Don’t inflate your tyres above 40 psi or 280 kPa. When the tyres get hot from driving, the pressure will increase even more.

Dikatakan bahwa tekanan ban itu sesungguhnya tidak ditentukan dari tipe atau ukurannya tapi dari beban dan cara pemakaian (kecepatan).

Disarankan untuk menggunakan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Ban yang tekanan anginnya 20% lebih rendah dari ketentuan masa pakainya bisa kerkurang 30%. Tekanan yang tercantum adalah tekanan pada saat ban masih dingin, sebelum kendaraan dipergunakan.

Beban berat atau kecepatan tinggi membuat ban menerima tekanan lebih tinggi. Disarankan untuk meningkatkan tekanan ban 4psi bila kendaraan dipakai untuk membawa beban lebih atau akan dipakai di kecepatan tinggi (misalnya 120km/jam selama lebih dari 1 jam). Penambahan 4psi ini ditambah dari angka tekanan yang direkomendasikan pabrik.

Disarankan untuk tidak menggunakan tekanan ban lebih dari 40 psi karena saat dikendarai ban akan menjadi lebih panas.

Karena kendaraan sekarang rata rata disarankan menggunakan 36 psi, maka untuk kecepatan tinggi cocoknya 40psi. Sebagai perbandingan, ban gajah tunggal biasanya punya batasan tekanan maksimal 43psi.

 

Memaksakan mengendarai di kecepatan lebih dari 80km/jam dengan tekanan ban dibawah standar selain beresiko pecah atau ban rusak, juga stabilitas kendaraan sangat kurang. Mobil jadi tidak stabil dan susah dikendalikan.

Alasan mengapa dari sebelumnya kewalahan memenuhi permintaan, Honda sekarang bisa ekspor Beat ke Filipina


Berita tentang ekspor Honda Beat ke filipina sekarang ramai dibahas di media. Ada yang memuji secara berlebihan sampai bilang harus ditiru oleh pabrikan lain, ada juga yang bilang itu terjadi karena pasar motor di Indonesia jadi lesu. Disini penulis mencoba memberikan pemikiran lain dari soal prestasi dan pasar.

Soal ekspor, pabrikan lain juga sudah melakukannya, bahkan ada yang sampai ekspor ke Eropa. Jadi sudah waktunya untuk Honda untuk bisa melakukannya juga. Menurut penulis kendala utama sebelumnya bagi Honda untuk ekspor adalah kapasitas produksi. Honda sebelumnya kewalahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Untuk memenuhi permintaan motor di Indonesia saja kurang, sehingga ekspor sepertinya tidak menjadi prioritas.

Mungkin memang benar bahwa pasar sepeda motor di Indonesia sedang lesu, namun penulis berpendapat bahwa ada satu lagi faktor yang mendorong Honda untuk ekspor, yaitu pabrik baru. Honda di akhir tahun 2014 lalu telah menjalankan pabrik baru yang di khususkan untuk produksi motor matik:
Plant 4 AHM Diresmikan . . Plant 4A, Sang Gunung Api Dalam Laut Segmen Sport sudah Bersiap menyembul December 12, 2014

Bro sekalian, akhirnnya secara resmi Wakil Presiden Jusuf kala kemarin secara resmi meresmikan Plant 4 AHM di karawang Yang berkekuatan produksi 1,1 Juta Unit Pertahun Khusus untuk varian Skutik ESP series

Dipandang dari pemikiran positif, kehadiran pabrik baru membuat Honda mampu memenuhi kebutuhan pasar Indonesia dan bisa mempertimbangkan ekspor. Dipandang dari pemikiran negatif, lemahnya pasar membuat pabrik baru ini over produksi dan memaksa Honda untuk mencari pasar lain.

Laporan bahwa pabrik dibuat untuk mengatasi kekurangan kapasitas bisa disimak di laporan tahunan dari grup astra:
Astra International – Laporan Tahunan 2013 Annual Report

Pada tahun 2013, AHM memiliki kapasitas produksi sebesar 4,5 juta unit per tahun di tiga pabrik perakitan, dimana tingkat permintaan produk masih lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitas produksi normal.

Penulis berpendapat bahwa pemilihan negara Filipina sebagai negara tujuan ekspor adalah selain karena selera dan kebutuhan kendaraan yang sama, posisi geografis Filipina membuat motor produksi dari Indonesia memiliki keunggulan dari motor Honda produksi negara lain. Soal produksi, Honda thailand sering dikatakan lebih unggul, terutama di kualitas. Sepertinya agak susah bagi Honda Indonesia untuk berkompetisi dengan produksi dari Thailand. Pasar dari Honda Thailand sepertinya mencakup negara yang bisa dijangkau lewat daratan dari Thailand. Karena lokasi Filipina yang merupakan negara kepulauan yang lebih dekat dengan Indonesia tentu membuat pengiriman dari Indonesia lebih murah. Karena kualitas dikatakan sudah memenuhi kebutuhan masyarakat Filipina, maka produk dari Honda Indonesia menjadi bisa dipasarkan di Filipina.

Sebenarnya konsumen butuh motor pakai stripping stiker atau tidak sih?


Entah asalnya bagaimana, stiker atau stripping sudah menjadi bagian penting pada produk sepeda motor yang ditawarkan di Indonesia. Ada yang beli motor hanya gara – gara stiker versi baru lebih menarik, ada juga yang tidak jadi beli hanya gara – gara stikernya tidak cocok dengan selera.

Yang menjadi perhatian penulis adalah banyaknya pengguna motor yang menutupi stripping stiker asli dari motor mereka.
byson

cb150rskotlet

honda-beat

yamahavegazr

vixion

Jelas bahwa mereka benci atau sudah bosan dengan stiker bawaan. Walau benci atau sudah bosan, mereka tidak melepas stiker, namun hanya menutupinya karena sudah jadi pengetahuan umum bahwa harga jual bisa turun bila stiker asli dilepas.

Karena stiker menjadi bagian penting dalam penampilan motor, maka stiker ikut menjadi salah satu faktor penentu dari lakunya penjualan. Apalagi karena sepertinya konsumen Indonesia sangat memperhatikan faktor penampilan dari motor.

Melihat dari banyaknya yang menutupi stiker asli, menunjukkan bahwa seringkali selera dari pendesain stiker tidak sama dengan selera konsumen. Ini menjadi penting karena produsen sepeda motor sekarang ini walau menawarkan warna stiker yang berbeda disesuaikan dengan warna dasar motor, desain stiker yang ditawarkan sama semua. Seringkali desain berbeda diberikan hanya sebagai bagian dari peremajaan.

Mungkin produsen perlu mempertimbangkan menawarkan desain stiker yang berbeda. Produsen yang pernah sering menawarkan produk dengan desain stiker yang berbeda adalah Suzuki. Walau warna dasar sama, biasa tersedia beberapa pilihan stripping stiker. Atau mungkin juga menempuh cara yang sama seperti yang dilakukan Honda untuk Vario 150, menawarkan versi yang tanpa menggunakan stiker sama sekali.

Kembali ke soal benci, jelas bahwa pengguna masih suka dengan sepeda motornya, yang dibenci hanya stikernya saja. Penulis amati jarang sekali pengguna menempelkan stiker berdesain lain diatas stiker lama yang telah tertutupi. Dari fakta itu, bisa disimpulkan bahwa sepertinya konsumen di Indonesia lebih suka dengan desain yang sederhana atau sekalian yang polos. Ini menjadi menarik karena sepertinya desainer dari produsen motor kok lebih banyak mengeluarkan desain yang rame / pop. Atau apa tren ini sudah ditangkap oleh produsen Honda karena produk yang sekarang desain stikernya lebih simpel?

Berikut perbandingan yang dimuat di website iwanbanaran.com, desain stiker dari Honda Beat Pop terlihat lebih simpel dibanding versi sebelumnya Honda Beat FI:

Honda Beat FI:
beatfi

Honda Beat Pop:
beatesp

Atau kita juga bisa mengetahui dari keberadaan Vario 150, karena di website resmi Honda terlihat bahwa Vario 150 ditawarkan dalam edisi exclusive yang tanpa stiker dan edisi sport yang pakai stiker:

vario150sporty

vario150exclusive

Tinggal dilihat di jalan lebih banyak model Honda Vario 150 yang mana, yang pakai stiker atau yang pakai logo timbul.

Ternyata masih ada yang jual motor 200cc dengan harga 10 Juta, Beijing Trooper


Saat jalan – jalan ke Giant hari minggu, ketemu dengan display motor. Yang bikin kaget adalah harganya, walau 200cc cuma dijual 10 juta! Motor tersebut adalah Beijing Trooper:

Yang menarik adalah disebutkan bisa menggunakan spare part tiger:
beijingtrooperkompatibilitas

Informasi lain bisa dilihat di websitenya:
http://beijingmotorcycle.blogspot.com/

 

Bersamaan dengan itu, ada juga motor matik 125cc seharga 5,5 juta dan motor bebek 100cc seharga 4,5 juta dan 6,75 juta! Beijing Exotic, Beijing Arjuna dan Beijing Bravo:

Di kondisi dimana perekonomoan sedang lesu sekarang ini, mungkin bisa jadi pertimbangan. Biasanya untuk soal mesin lumayan awet, asal hati hati dalam menerima produk. Diteliti betul semua bagian, kalau ada yang cacat atau tidak sreg sedikit batalkan saja, sebaiknya di tes jalan juga. Kelistrikan dan lampu biasanya agak lemah. Tombol / knop juga sering tidak awet.

Terus terang walau ditawarkan dengan harga serendah itu penulis lebih memilih motor Suzuki bekas kalau untuk model bebek dan matiknya. Untuk model sport, antara Yamaha dan Honda. Bila disuruh memilih antara motor bebek 100cc Honda bekas dan Beijing baru, terus terang ragu – ragu. Pada waktu dulu penulis baru saja beli Honda Supra Fit X New, saat itu sedang rame – ramenya motor mocin. Saat di pameran ditunjukkan bahwa motor beijing mesinnya sama sekali tidak bersuara, sementara saat itu motor Honda Supra yang penulis dapatkan suaranya tidak senyap padahal masih baru gres. Suara juga kalah hening dengan motor Honda Astrea Prima yang sepertinya mesinnya masih impor.

Jadi untuk soal kualitas mesin antara Beijing dan Honda, penulis tidak setuju dengan pendapat mas Taufik dari tmcblog, disebutkan:
Beijing motorcycle jual motor (mirip) Tiger July 17, 2008

Nah sebetulnya produk nya beijing motor itu gak lain dan gak bukan seluruhnya adalah part substitusi dengan kualitas 50% lebih rendah untuk mengincar pasar otomotif kelas murah. Parts dengan kualitas diatas 85% hingga 100% biasanya dipakai sebagai parts no 1 yang dipergunakan oleh sebagian besar pabrikan besar.

Berdasar pengalaman pribadi, penulis merasa yang terjadi bisa saja sebaliknya. Karena menurut penulis, mesin bebek dengan kualitas dan presisi yang prima seharusnya tidak berisik saat masih baru, dan tidak akan terlalu berisik saat sudah berumur. Dari yang penulis ketahui, motor Beijing yang sudah tahunan pun masih tetap halus suaranya. Jadi kalau untuk motor bebek Honda, penulis akan coba cari yang mesinnya buatan impor atau dari model hening seperti Karisma, Supra X atu Kirana. Kalau untuk matik, penulis tidak tahu ada yang mesinnya impor atau tidak.

Motor dengan riding position tegak sudah mulai ditinggalkan produsen motor?


Melihat foto Yamaha Vixion Advance yang baru dirilis di website tmcblog membuat penulis berpikir, kok sepertinya sekarang motor kencang pada menggunakan riding position yang lebih merunduk ya? Berikut fotonya:
tmcblogvixinadvance2

Lebih lengkapnya bisa disimak di link berikut:
Yamaha Vixion Advance Movistar MotoGP . . . Berikut ini mega Galeri Foto Foto dan pembahasan Bedanya dengan Versi Standar May 20, 2015

Terlihat bahwa posisi duduk terlihat tidak tegak, agak merunduk. Kalau dulu, seingat penulis, motor kencang itu riding positionnya tegak, seperti contohnya Honda Megapro, Honda tiger atau Yamaha scorpio:
tiger

Motor kencang sekarang posisinya pada merunduk, selain Yamaha vixion, Honda CB150R juga butuh agak merunduk:
cb150r

Yang full fairing malah lebih parah lagi, seperti contohnya Yamaha R15:
yamahar15

Yang sekarang ini menawarkan riding position tegak adalah motor lambat seperti Honda Verza :
verza

Yamaha Byson walau lambat ternyata butuh riding position yang agak merunduk juga:
byson

Sementara motor kencang dengan riding position tegak seperti Honda Tiger atau Yamaha Scorpio sekarang ini sudah tidak laku:
tiger5

scorpio

Entah mengapa tidak laku, tapi penulis merasa bahwa pemilihan desain yang salah yang menjadi penyebab utamanya. Motor nyaman dengan riding position tegak konsumennya adalah bagi yang sudah mapan, biasanya bapak – bapak dengan body yang sudah tidak ideal lagi. Mereka membutuhkan desain yang elegan dan simpel, sementara desain yang ditawarkan adalah desain untuk ABG yang sangat sporty dan meriah, kurang cocok bagi yang sudah mapan. Motor menjadi tidak laku karena yang ABG merasa motor kurang sporty atau kurang kencang, sementara yang mapan merasa motor terlalu ABG.

Sepertinya, konsumen yang aslinya membutuhkan kendaraan touring kencang yang nyaman akhirnya memilih untuk beli motor matik yang nyaman daripada memilih motor touring yang lambat. Sekalian pilih motor yang terkesan lambat daripada memilih motor yang imagenya kencang tapi sebenarnya lambat.

Modifikasi sensor motor injeksi agar bisa lebih irit atau lebih bertenaga


Sekarang ini motor sudah lebih canggih dengan menggunakan teknologi pasokan bahan bakar sistem injeksi. Bersamaan dengan implementasi injeksi ini, motor juga sudah mulai memanfaatkan sensor untuk membuat pembakaran lebih sempurna. Penulis mencoba menjelaskan bagaimana hubungan antara nilai yang terbaca oleh sensor dengan jumlah pasokan bahan bakar yang dikontrol oleh ECU. Sifat artikel ini adalah CMIIW, mohon dikoreksi bila salah.

Part catalog dari motor sport dengan sistem injeksi yang produksi oleh Honda dan Yamaha menunjukkan bahwa sensor yang (kemungkinan) berhubungan dengan pasokan bahan bakar ada dua, yaitu sensor oksigen (oxygen / O2 sensor) dan sensor suhu (thermostat) yang bisa berupa pengukur suhu oli mesin ataupun suhu cairan coolant pada motor yang pakai radiator.

Sementara sensor lain yang jelas berhubungan tapi susah diakali adalah sensor rpm dan sensor throttle position. Semakin tinggi rpm maka dibutuhkan semakin banyak bahan bakar. Semakin besar bukaan throttle, semakin banyak bahan bakan disemprotkan, atau kadang dipergunakan untuk mengetahui perilaku pengendara, apakah sedang ngegas kecil atau ngegas konstan yang akan diberikan pasokan mendadak lebih banyak agar akselerasi makin spontan. Kedua sensor ini susah diakali karena ada batasannya, sensor rpm akan juga menentukan idle dan rpm maksimum, sementara throttle position normalnya berkisar antara 0% sampai 100%.

Oleh karena itu yang diakali lebih banyak sensor di bagian lain. Berikut contoh sensor suhu mesin di Verza:
sensorthermostatverza

Berikut contoh sensor suhu mesin di CB150R streetfire:
sensorthermostatstreetfire

 

Sensor oksigen kegunaannya adalah untuk mendeteksi rasio campuran bensin pada saluran pembuangan. Dari sensor ini ECU mencoba menebak apakah campuran bensin sudah sesuai atau belum. Ada dua macam sensor oksigen:
– narrow band sensor: sensor yang hanya bisa mendeteksi apakah campuran berlebih atau kurang. Output dari sensor ini adalah voltase. Voltase rendah berarti terlalu irit, voltase tinggi berarti terlalu boros.
– wide band sensor: sensor yang bisa mendeteksi campuran secara lebih akurat. Keluaran sensor ini berupa arus. Arus ke arah tertentu berarti campuran kurang, arus ke arah sebaliknya berarti campuran berlebih. Karena sensor lebih akurat, maka ECU bisa lebih presisi dalam mengatur campuran bahan bakar.

Nilai yang dikeluarkan oleh sensor oksigen tidak stabil tapi akan berubah ubah sesuai dengan keluarnya sisa pembakaran. Ada beberapa yang mencoba mengakali sensor ini dengan menambahkan resistor, terutama untuk lebih irit. Namun perlu diingat bahwa bila voltase keluaran sensor tinggi terus atau rendah terus, maka ECU akan menganggap sensor rusak dan tidak lagi mempergunakan nilai dari sensor.
Series_Parallel

 

Sensor suhu mesin akan membantu ECU menentukan suplai bahan bakar karena jumlah pasokan bahan bakar yang optimal harus sesuai dengan suhu mesin. Mesin yang dingin membutuhkan pasokan bahan bakar yang lebih banyak. Dengan informasi dari sensor suhu, maka ECU akan bisa tahu bahwa mesin sedang dingin sehingga bisa secara otomatis menambah jumlah pasokan bahan bakar. Ini pula yang menyebabkan tidak perlunya choke di kendaraan yang sudah pakai sistem injeksi. ECU akan secara otomatis mengontrol pasokan bahan bakar sesuai dengan suhu mesin berdasar masukan dari sensor suhu.

Sensor suhu juga akan bisa memberitahu ECU apabila mesin menjadi terlalu panas. ECU akan mencoba mengatasi dengan memundurkan derajat waktu pengapian karena mesin terlalu panas lebih rawan knocking yang bisa merusak mesin. Hal ini akan mengurangi tenaga karena waktu pengapian menjadi tidak optimal. Dan bila ECU merasa mesin sudah panas melebihi batas, maka suplai bahan bakar akan digelontor untuk mencoba mendinginkan mesin, konsumsi bensin akan menjadi sangat boros dalam hal ini.

Sensor suhu ini bekerja seperti resistor. Pada saat mesin dingin maka sensor suhu mempunyai nilai resistansi yang tinggi, yang akan makin berkurang bersamaan dengan meningkatnya suhu mesin. Trik pemakaian resistor juga bisa diterapkan pada sensor ini, namun harus tetap diingat agar tidak melebihi batas. Juga harus diperhatikan bahwa mesin akan memperlambat waktu pengapian bila ECU mengira mesin menjadi terlalu panas.

Sayangnya di sepeda motor sensor suhu ini hanya terpasang pada radiator saja pada motor yang pakai radiator. Akan menjadi masalah bila sistem pendinginan atau coolant yang jelek membuat cairan radiator mempunyai suhu yang jauh berbeda dengan suhu mesin. Padahal mesin sudah panas tapi dikira masih dingin. Bila ECU telat mengantisipasi, bisa terjadi proses knocking yang parah yang bisa merusak mesin. Atau paling tidak tenaga terasa berkurang atau naik turun tenaganya karena ECU tidak bisa menebak dengan benar.

Semoga berguna.

Sumber:
mpgmike – Tuning For Mileage
Oxygen Sensor Adjustment – General Information
Basic Types of Oxygen Sensor

Alasan mengapa kehadiran Yamaha MX King tidak akan mengurangi fans Suzuki Satria FU


Banyak blogger yang berpendapat bahwa Yamaha MX King akan sangat menggerogoti pasar Satria. Penulis kurang setuju karena para blogger tersebut hanya membandingkan dari segi performa. Yang diperhitungkan oleh konsumen dalam membeli motor bukan hanya performa saja, namun juga dari segi tampilan dan faktor lainnya.

Dari sisi tampilan, jelas bahwa Satria punya tampilan yang bertolak belakang dari MX King. Satria tampilannya langsing, sementara MX King tampilannya kekar.
satriagp

mxking2

Bagi yang menyukai bodi Satria yang langsing, tentu bodi kekar dari MX King tidak menarik perhatian. Ada juga yang memilih memantaskan ukuran badan dengan motor. Jadi ada yang merasa bodi Satria terlalu langsing, atau yang merasa bodi MX King terlalu kekar. Ada yang memilih Satria karena bodinya langsing, ada yang tertarik dengan MX King karena bodinya lebih mirip Moge. Namun tentu ada juga yang merasa keduanya terlalu pendek dan memilih sekalian motor laki atau motor sport yang terkesan lebih jantan.

Dari segi image, yang menjadi keunggulan dari Suzuki Satria adalah motor yang dipakai ditawarkan ke konsumen bodinya ngeplek sama persis dengan yang dipakai racing. Melihat bodi yang lebar dari Yamaha MX King, ada kemungkinan beberapa bagian dari MX king akan dilepas, dipotong atau diganti, bisa bodinya atau batok lampunya. Seperti contoh berikut ini:
mxrace

Di Satria ini jarang dilakukan karena sudah dari awal bodinya sudah sangat minim.
satriarace

Berbeda dengan dahulu, konstruksi body kit sekarang ini membuat kendaraan menjadi tidak enak dilihat bila dilepas. Oleh karena itu konsumen sekarang ini jarang sekali melepas body. Bagi konsumen yang ingin meniru model racing, Suzuki Satria sudah sama. Namun bukan berarti konsumen akan memilih Satria hanya gara – gara biar sama dengan yang di trak racing. Hanya tampilan dari Satria akan lebih racing karena versi racing sama saja dengan versi jalan raya, berbeda dengan MX King yang sering kali versi racing berbeda dengan versi jalan raya.

Ada juga yang beli Suzuki Satria dengan “terpaksa”. Sebenarnya tidak suka model Satria yang langsing namun tetap membeli hanya karena performanya. Untuk pembeli yang seperti ini, bisa jadi Yamaha MX King menjadi pilihan alternatif, bila barangkali suka yang model lebih kekar.

Kesimpulannya, bila konsumen sudah kadung suka dengan bodi Suzuki Satria FU yang kecil, tentu tidak akan melirik ke Yamaha MX King. Bagi yang tidak suka model Satria FU, tentu akan mempertimbangkan MX King. Keduanya punya pasar yang berbeda.

Menurut penulis, performa kendaraan standard jarang jadi pilihan utama dari konsumen. Kalau tujuannya performa, konsumen rela untuk mengeluarkan dana jutaan untuk meningkatkan kemampuan motor. Motor yang diatas kertas lemah pun bisa tetap jadi pilihan bila konsumen suka dengan faktor lain dari motor. Kemampuan performa standard sering dikalahkan oleh tampilan, harga, kepraktisan, reliabilitas dan 3S.

Kemampuan motor di lapangan juga seringkali berbeda dengan yang dibandingkan di media atau blogger. Kemampuan tune up bengkel, kemampuan pengendara, pemakaian bahan bakar, kualitas komponen dan perawatan akan banyak mempengaruhi. Apalagi untuk motor yang kemampuannya sebanding seperti Satria lawan MX King. Apabila motor sport 150cc saja bisa dikalahkan motor matik 125cc di jalan, maka tentu balapan antar motor yang sebanding hasilnya lebih susah ditebak.