Modifikasi sensor motor injeksi agar bisa lebih irit atau lebih bertenaga


Sekarang ini motor sudah lebih canggih dengan menggunakan teknologi pasokan bahan bakar sistem injeksi. Bersamaan dengan implementasi injeksi ini, motor juga sudah mulai memanfaatkan sensor untuk membuat pembakaran lebih sempurna. Penulis mencoba menjelaskan bagaimana hubungan antara nilai yang terbaca oleh sensor dengan jumlah pasokan bahan bakar yang dikontrol oleh ECU. Sifat artikel ini adalah CMIIW, mohon dikoreksi bila salah.

Part catalog dari motor sport dengan sistem injeksi yang produksi oleh Honda dan Yamaha menunjukkan bahwa sensor yang (kemungkinan) berhubungan dengan pasokan bahan bakar ada dua, yaitu sensor oksigen (oxygen / O2 sensor) dan sensor suhu (thermostat) yang bisa berupa pengukur suhu oli mesin ataupun suhu cairan coolant pada motor yang pakai radiator.

Sementara sensor lain yang jelas berhubungan tapi susah diakali adalah sensor rpm dan sensor throttle position. Semakin tinggi rpm maka dibutuhkan semakin banyak bahan bakar. Semakin besar bukaan throttle, semakin banyak bahan bakan disemprotkan, atau kadang dipergunakan untuk mengetahui perilaku pengendara, apakah sedang ngegas kecil atau ngegas konstan yang akan diberikan pasokan mendadak lebih banyak agar akselerasi makin spontan. Kedua sensor ini susah diakali karena ada batasannya, sensor rpm akan juga menentukan idle dan rpm maksimum, sementara throttle position normalnya berkisar antara 0% sampai 100%.

Oleh karena itu yang diakali lebih banyak sensor di bagian lain. Berikut contoh sensor suhu mesin di Verza:
sensorthermostatverza

Berikut contoh sensor suhu mesin di CB150R streetfire:
sensorthermostatstreetfire

 

Sensor oksigen kegunaannya adalah untuk mendeteksi rasio campuran bensin pada saluran pembuangan. Dari sensor ini ECU mencoba menebak apakah campuran bensin sudah sesuai atau belum. Ada dua macam sensor oksigen:
– narrow band sensor: sensor yang hanya bisa mendeteksi apakah campuran berlebih atau kurang. Output dari sensor ini adalah voltase. Voltase rendah berarti terlalu irit, voltase tinggi berarti terlalu boros.
– wide band sensor: sensor yang bisa mendeteksi campuran secara lebih akurat. Keluaran sensor ini berupa arus. Arus ke arah tertentu berarti campuran kurang, arus ke arah sebaliknya berarti campuran berlebih. Karena sensor lebih akurat, maka ECU bisa lebih presisi dalam mengatur campuran bahan bakar.

Nilai yang dikeluarkan oleh sensor oksigen tidak stabil tapi akan berubah ubah sesuai dengan keluarnya sisa pembakaran. Ada beberapa yang mencoba mengakali sensor ini dengan menambahkan resistor, terutama untuk lebih irit. Namun perlu diingat bahwa bila voltase keluaran sensor tinggi terus atau rendah terus, maka ECU akan menganggap sensor rusak dan tidak lagi mempergunakan nilai dari sensor.
Series_Parallel

 

Sensor suhu mesin akan membantu ECU menentukan suplai bahan bakar karena jumlah pasokan bahan bakar yang optimal harus sesuai dengan suhu mesin. Mesin yang dingin membutuhkan pasokan bahan bakar yang lebih banyak. Dengan informasi dari sensor suhu, maka ECU akan bisa tahu bahwa mesin sedang dingin sehingga bisa secara otomatis menambah jumlah pasokan bahan bakar. Ini pula yang menyebabkan tidak perlunya choke di kendaraan yang sudah pakai sistem injeksi. ECU akan secara otomatis mengontrol pasokan bahan bakar sesuai dengan suhu mesin berdasar masukan dari sensor suhu.

Sensor suhu juga akan bisa memberitahu ECU apabila mesin menjadi terlalu panas. ECU akan mencoba mengatasi dengan memundurkan derajat waktu pengapian karena mesin terlalu panas lebih rawan knocking yang bisa merusak mesin. Hal ini akan mengurangi tenaga karena waktu pengapian menjadi tidak optimal. Dan bila ECU merasa mesin sudah panas melebihi batas, maka suplai bahan bakar akan digelontor untuk mencoba mendinginkan mesin, konsumsi bensin akan menjadi sangat boros dalam hal ini.

Sensor suhu ini bekerja seperti resistor. Pada saat mesin dingin maka sensor suhu mempunyai nilai resistansi yang tinggi, yang akan makin berkurang bersamaan dengan meningkatnya suhu mesin. Trik pemakaian resistor juga bisa diterapkan pada sensor ini, namun harus tetap diingat agar tidak melebihi batas. Juga harus diperhatikan bahwa mesin akan memperlambat waktu pengapian bila ECU mengira mesin menjadi terlalu panas.

Sayangnya di sepeda motor sensor suhu ini hanya terpasang pada radiator saja pada motor yang pakai radiator. Akan menjadi masalah bila sistem pendinginan atau coolant yang jelek membuat cairan radiator mempunyai suhu yang jauh berbeda dengan suhu mesin. Padahal mesin sudah panas tapi dikira masih dingin. Bila ECU telat mengantisipasi, bisa terjadi proses knocking yang parah yang bisa merusak mesin. Atau paling tidak tenaga terasa berkurang atau naik turun tenaganya karena ECU tidak bisa menebak dengan benar.

Semoga berguna.

Sumber:
mpgmike – Tuning For Mileage
Oxygen Sensor Adjustment – General Information
Basic Types of Oxygen Sensor

6 thoughts on “Modifikasi sensor motor injeksi agar bisa lebih irit atau lebih bertenaga

  1. dulu ane punya njmx sempat rusak… ketika mesin panas, motor koit… setelah dingin bisa nyala… pertama ane pikir sensor suhu diradiator… tapi ternyata TPS yg rusak…

    Suka

  2. Teorinya ane kurang mendalami, tapi yg jelas O2 Manipulator bekerja dengan sempurna, sedangkan Resistor tidak.

    Gambar diatas adalah setelah pakai O2 Manipulator by Cheetah Power, sedangkan yg pakai Resistor gk sempat capture foto, gk tertarik, busi jadi warna putih gitu, amit-amit dah, hehehe,,, coz ane pake Knalpot Free Flow kalo gk Mixture AFR gk dibikin Rich ya mesin kepanasan yg otomatis bikin oli menguap parah, belom lagi gejala suara letupan di knalpot saat deselarasi, hehehe,,,

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s