Sebenarnya konsumen butuh motor pakai stripping stiker atau tidak sih?


Entah asalnya bagaimana, stiker atau stripping sudah menjadi bagian penting pada produk sepeda motor yang ditawarkan di Indonesia. Ada yang beli motor hanya gara – gara stiker versi baru lebih menarik, ada juga yang tidak jadi beli hanya gara – gara stikernya tidak cocok dengan selera.

Yang menjadi perhatian penulis adalah banyaknya pengguna motor yang menutupi stripping stiker asli dari motor mereka.
byson

cb150rskotlet

honda-beat

yamahavegazr

vixion

Jelas bahwa mereka benci atau sudah bosan dengan stiker bawaan. Walau benci atau sudah bosan, mereka tidak melepas stiker, namun hanya menutupinya karena sudah jadi pengetahuan umum bahwa harga jual bisa turun bila stiker asli dilepas.

Karena stiker menjadi bagian penting dalam penampilan motor, maka stiker ikut menjadi salah satu faktor penentu dari lakunya penjualan. Apalagi karena sepertinya konsumen Indonesia sangat memperhatikan faktor penampilan dari motor.

Melihat dari banyaknya yang menutupi stiker asli, menunjukkan bahwa seringkali selera dari pendesain stiker tidak sama dengan selera konsumen. Ini menjadi penting karena produsen sepeda motor sekarang ini walau menawarkan warna stiker yang berbeda disesuaikan dengan warna dasar motor, desain stiker yang ditawarkan sama semua. Seringkali desain berbeda diberikan hanya sebagai bagian dari peremajaan.

Mungkin produsen perlu mempertimbangkan menawarkan desain stiker yang berbeda. Produsen yang pernah sering menawarkan produk dengan desain stiker yang berbeda adalah Suzuki. Walau warna dasar sama, biasa tersedia beberapa pilihan stripping stiker. Atau mungkin juga menempuh cara yang sama seperti yang dilakukan Honda untuk Vario 150, menawarkan versi yang tanpa menggunakan stiker sama sekali.

Kembali ke soal benci, jelas bahwa pengguna masih suka dengan sepeda motornya, yang dibenci hanya stikernya saja. Penulis amati jarang sekali pengguna menempelkan stiker berdesain lain diatas stiker lama yang telah tertutupi. Dari fakta itu, bisa disimpulkan bahwa sepertinya konsumen di Indonesia lebih suka dengan desain yang sederhana atau sekalian yang polos. Ini menjadi menarik karena sepertinya desainer dari produsen motor kok lebih banyak mengeluarkan desain yang rame / pop. Atau apa tren ini sudah ditangkap oleh produsen Honda karena produk yang sekarang desain stikernya lebih simpel?

Berikut perbandingan yang dimuat di website iwanbanaran.com, desain stiker dari Honda Beat Pop terlihat lebih simpel dibanding versi sebelumnya Honda Beat FI:

Honda Beat FI:
beatfi

Honda Beat Pop:
beatesp

Atau kita juga bisa mengetahui dari keberadaan Vario 150, karena di website resmi Honda terlihat bahwa Vario 150 ditawarkan dalam edisi exclusive yang tanpa stiker dan edisi sport yang pakai stiker:

vario150sporty

vario150exclusive

Tinggal dilihat di jalan lebih banyak model Honda Vario 150 yang mana, yang pakai stiker atau yang pakai logo timbul.

14 thoughts on “Sebenarnya konsumen butuh motor pakai stripping stiker atau tidak sih?

    • Dari yang sudah sering pakai, justru disarankan agar pemakaian skotlet dibatasi, maksimal 6 bulan. Lebih dari itu beresiko karena bisa menyebabkan karat. apalagi bila pemakaiannya di rangka/bodi.

      Juga bila skotlet tidak menutup keseluruhan, bisa menimbulkan belang karena perbedaan tingkat paparan ke matahari.

      Juga bisa menimbulkan masalah bila skotlet yang dipergunakan justru bikin cat mengelupas. Oleh karena itu skotlet juga ada merek yang memberi jaminan tidak membuat cat mengelupas. Melepas skotlet itu juga butuh teknik karena bila salah justru membuat cat asli tergores atua lebih parah lagi, mengelupas.

      jadi saya berpendapat bahwa stiker tidak melindungi cat.

      Suka

  1. saya setuju dengan mas yohama, memang dalam beberapa kasus skotlet justru merusa car. tapi saya lebih memandang sisi “tujuan” memasang skotlet, yaitu yang utama bukan karena benci striping tapi untuk melindungi striping dan cat dengan harapan saat dijual kembali masih kinclong. masalah faktanya justru merusak, itu tentu diluar perhitungan si pemilik, tapi tetap tujuan awalnya melindungi, bukan karena nggak suka motifnya

    Suka

    • Apakah bro sekarang sedang pakai skotlet dengan tujuan itu? Karena saya berpikir bahwa kebanyakan mereka yang pakai skotlet itu adalah untuk mereka pamerkan motor mereka sekarang bukan agar pemilik berikutnya bisa pamer cat dan stiker nanti.

      Atau bisa juga karena ongkos pasang skotlet terasa mahal dibanding penurunan karena bodi tidak mulus.

      Tapi tentu saja saya tidak menampik kemungkinan bahwa ada yang beli motor tujuannya tidak untuk pamer tapi untuk dagang/kerja saja. Mereka tidak perduli tampilan yang penting motor bisa berfungsi. Semua yang bisa dilepas akan dilepaskan, termasuk wing atau bodi, cuma tinggal bagian yang penting agar tidak kena tilang dan motor masih bisa jalan. Jadi saat dijual mereka tinggal pasang lagi. Tapi itu tidak ada hubungannya dengan mereka suka stiker atau tidak karena mereka hanya butuh kendaraan, mau ada stiker atau tidak, tidak penting bagi mereka.

      Suka

      • di motor bini iya, pasang scotlet seluruh full bodi. dan memang setelah hampir 4 tahun scotlet saya buka motor jadi kelihatan fresh.
        untuk motor saya, dari baru langsung saya lepas stripingnya, bukan karena nggak suka motifnya, tapi saya nggak suka kalo habis dipoles pake Kit justru meninggalkan bekas kuning (dari pasta Kit) tepat di pinggir striping. jadi seandainya pabrik ngasih striping yg letaknya di bawah cat (cat clearnya setelah striping dipasang) pasti saya biaring stripingnya

        Suka

        • ok. terima kasih infonya. Iya repot juga bila pakai kit meninggalkan bekas.

          Mungkin kalau catnya semacam punya Suzuki yang ada glitter / ada serabut metaliknya, justru kelihatan kusam kalau pakai skotlet.

          Suka

  2. Baru tahu ternyata nyopot stripping bisa nurunin harga jual kembali.

    Btw barusan beli Vario 110 eSP Monotone Black saya sama istri malah sepakat langsung nyopot strippingnya biar polos, bahkan sampe stripping logo Honda-nya ikut dicopot, tinggal ninggalin stiker keterangan & spesifikasi.

    Biarlah harga jualnya turun, niatnya sih dipake sampe anak cucu nanti🙂

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s