Analisa mengapa besar kemungkinan suara knalpot Suzuki Satria FU Euro3 akan jauh lebih senyap


Penulis tertarik dengan perubahan konstruksi knalpot dari Suzuki Satria FU yang dibahas oleh mas Taufik dari tmcbloc.com:
Kepo banget selidiki Daleman Knalpot Suzuki Satria FU 150 terbaru yang diklaim Lolos Uji Emisi Euro III, June 25, 2015
knalpot satria euro3 vs lama

Terlihat kisi kisi mirip saringan yang radial dalam knalpot. Dari bentuk, itu sepertinya mirip dengan desain knalpot berikut, perhatikan bagian 1 yang mirip dengan di foto daleman knalpot Suzuki Satria baru di artikel mas Taufik:
Flowmaster Laminar Flow Technology
knalpot cone untuk mengurangi kebisingan

Knalpot model tersebut sudah dibahas di artikel sebelumnya dimana kegunaan utama dari desain tersebut adalah mengurangi kebisingan tanpa banyak mengurangi tenaga:
Metoda ampuh yang bisa membantu Kawasaki Ninja 2tak 150R lolos standard emisi Euro3

Bila benar seperti itu maka bisa dipastikan bahwa suara dari Suzuki Satria yang sudah lolosd uji Euro3 akan jauh lebih senyap. Konsekuensinya adalah faktor kejantanan jadi berkurang karena suara knalpot jadi tidak terdengar.

Penulis adalah penggemar suara knalpot mantap. Bukan yang asal suara keras tapi jalan kayak siput atau model blong yang bikin telinga pecah, tapi model yang suaranya mantap tapi nggak bising. Yang suaranya mendekati yang seperti ini:

Suara satria paling tidak ada mirip miripnya seperti itu. Suara Satria pernah penulis rekam di video tentang berisiknya suara Vario baru:

Sayangnya dengan aturan Euro3, suara nalpot bisa jadi tidak terdengar. Sekarang ini bila ada motor sport baru lewat tapi knalpotnya tidak ada suaranya, penulis cuma bisa mbatin “emane….puih”. Apalagi penulis juga benci dengan berisiknya suara mesin. Pabrikan sepertinya agak curang, knalpot dibuat tidak bersuara (yang mengurangi kejantanan), durabilitas mesin juga dikurangi (yang mengesankan kendaraan murahan). Sesuatu yang terbalik, harusnya suara mesin tidak terdengar dan suara knalpot mantap.
Aturan kebisingan berlaku tidak hanya pada knalpot, kita bisa protes tentang mesin yang berisik

Iklan

Video iklan untuk motor baru Yamaha Vixion, Byson dan MT25 sudah keluar dengan semboyan sangat arogan dan tidak tepo sliro


Video iklan yang menggunakan semboyan “ini jalan kita” akhirnya keluar. Video memperlihatkan motor baru Yamaha New Vixion Advance, All New Byson FI dan MT-25. Berikut videonya:

Narasi yang diumbar di dalam video adalah:

kita adalah panah
menolak untuk menyerah
melawan tajamnya tikungan
menerjang derasnya badai
lampaui diri dan menangkan hari
kita adalah tonggak
berdiri tangguh tanpa takut
menantang setiap gelombang
menaklukkan segala ancaman
lampaui diri dan kokohkan hati
kita adalah gemuruh
bertahta diatas jalan
memimpin para pemenang
merajai para pemberani
lampaui diri dan tak tertandingi
Yamaha, ini waktunya kita, ini jalan kita

Diakhiri dengan gambar ini:
Semboyan arogan Yamaha di Video Naked evolution

Iklan ini tetap arogan dan rasanya mengarah ke tidak tepo sliro / tidak tenggang rasa. Iklan Yamaha ini kok rasanya seperti iklan untuk grup begal jalanan, terdengar seperti orasi geng motor yang sekarang ini meresahkan masyarakat. Ada kata “bertahta di atas jalan”, yang di akhiri dengan “ini jalan kita”. Terkesan bahwa selama jalan sedang dilewati, yang lain tidak punya hak.

Silahkan mengaku – ngaku sebagai raja jalanan atau pemenang, tapi jangan merampas jalan. Sekarang ini yang dibutuhkan adalah iklan yang respek dengan yang lain. Menang tanpa melukai, jawara tanpa perlu berperang, juara tanpa arogansi, tanpa tanding walau tidak curang.

Iklan Naked Evolution Yamaha tidak mendidik. Trik marketing atau apapun, ini tidak mengundang simpati.

Artikel sebelumnya:
Semboyan Yamaha V-ixion Advance “Ini Jalan Penguasa” yang bikin emosi
Perbandingan dengan iklan sebelumnya menunjukkan bahwa semboyan Yamaha “ini jalan penguasa, ini jalan kita” tidak untuk berbagi jalan
Komentar masyarakat tentang semboyan Yamaha “ini jalan penguasa” lebih banyak yang protes
Yamaha new catchphrase “ini jalan kita” has caused big misunderstanding among Indonesian rider

Mengapa konsumen & pabrikan lebih suka batok lampu yang besar padahal motor garang justru pakai yang mungil?


Saat melihat motor motor naked di jalanan, penulis menjadi kepikiran, mengapa kok model naked dengan lampu mungil kok tidak populer di Indonesia. Motor naked di Indonesia biasa tersedia dengan batok lampu yang besar. Beberapa malah seperti keberatan kepala, batok lampunya oversize, bodi mungil tapi kepalanya besar. Rasanya tidak proporsional.

Di luar negeri ada istilah namanya streetfighter. Deskripsi dari streetfighter adalah:

1) A streetfighter is a sport bike that is customized by removing the fairing, and making other changes that result in an overall more aggressive look.
2) A streetfighter is a motorcycle that has been modified from the original, usually because it’s been wrecked and the owner either didn’t have the funds or didn’t want to restore it to stock condition. What you end up with is a custom bike, usually one that doesn’t look like any other. A streetfighter can be good and beautiful, ugly and full of attitude, or just plain ugly. Imagination is the only limiting factor when it comes to making a streetfighter, that and some cash, which is why most streetfighters fall into the second or third categories.

Intinya motor streefighter adalah motor yang ditelanjangi untuk tampilan yang lebih agresive yang bisa dibuat jelek atau keren atau nyeleneh. Dilihat dari motor naked yang ada dijalanan sekarang, rasanya nanggung. Naked tapi kok lampunya dikasih kerudung, bahkan terkadang kerudungnya berlebihan sehingga mengurangi kesan garang. Kesan menjadi lebih polosan. Nggak usah penulis beri contoh, rasanya pembaca bisa mengerti model motor sport apa saja yang kerudungnya berlebihan.

Untuk contoh motor streetfighter garang, coba lihat motor – motor berikut, yang walau lampunya kerudungnya minim, toh masih terlihat bagus, atau bahkan jauh lebih keren. Beberapa contoh diambil dari pinterest
motorstreetfighterlampukecil9

motorstreetfighterlampukecil1

motorstreetfighterlampukecil2

motorstreetfighterlampukecil3

motorstreetfighterlampukecil4

motorstreetfighterlampukecil5

motorstreetfighterlampukecil6

motorstreetfighterlampukecil7

motorstreetfighterlampukecil8

 

Bila masih kurang, bisa melihat koleksi galeri motor streetfighter berikut:
Streetfighters US – Streetfighter Motorcycle Pictures Gallery

 

Bila dibanding dengan contoh contoh diatas, maka model batok lampu motor sport naked yang dijual di Indonesia terkesan kegemukan. Rasanya pihak pabrikan hanya berfokus untuk membuat langsing bagian belakang sementara bagian depan dibuat seperti binatang yang mukanya lebar atau kepalanya besar. Menurut penulis ini justru membuat motor berkurang nilai atletisnya.

Rasanya sekarang sudah tidak musim lagi bola lampu besar dan cenderung ke lampu yang kecil. Baik dari batok lampu maupun reflektornya maupun permukaan lampu yang terekspos. Rasanya bola lampu besar itu lebih cocok untuk model classic, cruiser atau touring, sementara model model motor sport yang ditawarkan sekarang lebih mengarah ke sport konsumsi ABG. Pada model yang cocok sekalipun proporsi dibuat sesuai dengan ukuran mesin atau bodi secara keseluruhan, sementara implementasi pada motor yang ditawarkan di Indonesia terkesan asal comot tanpa menyesuaikan dengan proporsi. Model lampu yang terlihat menarik dan cocok untuk motor cc besar menjadi jelek dan mengurangi penampilan karena dipasang tanpa penyesuaian. Dan dari contoh diatas, justru motor bisa terlihat garang walau lampunya pakai mungil. Coba dibayangkan bila motor diatas dipasang batok lampu yang oversize, tentu jadi tidak menarik.

Penulis juga merasa heran mengapa pengguna motor di Indonesia jarang sekali mengganti batok lampu dalam modifikasi. Seringkali cuma bagian bodi yang lain yang dirubah. Padahal hanya dengan merubah batok lampu saja, motor bisa terlihat lebih agresive. Modelnya pun banyak, seperti yang bisa dilihat di website berikut:
Motorbike Headlights

Apa mungkin perilaku tersebut karena mengganti batok lampu dengan merek lain dianggap melanggar peraturan karena bentuk motor jadi seperti punya merek lain? Rasanya itu bukan itu alasannya karena ada juga yang ganti pakai batok lampu model lain, entah karena kepepet nyari ori nggak nemu atau karena memang disengaja.

Yang menyedihkan, sudah beberapa kali penulis melihat modif streetfighter dari motor justru nggak pakai lampu. Sori bro, kalau yang begitu penulis anggap nggak keren. Jauh dari contoh diatas.

Lepas dari itu, mungkin untuk batok lampu sepertinya konsumen Indonesia bisa dibilang pasrah dengan pemberian pabrikan. Padahal bisa saja Honda Streetfire atau Yamaha Vixion bila dipasangi model batok lampu alien akan terlihat jauh lebih garang. Mungkin bukan seleranya.

Memaksakan cara irit ala Bluecore pada Yamaha Byson bukan keinginan masyarakat Indonesia


Telah terjadi lagi pemaksaan selera kepada konsumen, bukti bahwa pabrikan tidak mendengarkan keinginan konsumen. Kali ini terjadi pada motor Yamaha Byson yang baru dirilis Yamaha.

Motor diperkenalkan dengan spesifikasi yang sama dengan yang diperkenalkan di India satu tahun lalu. Berikut beritanya:
Yamaha resmi rilis new Byson FI dengan banderol 21,650 juta OTR Jakarta. Ada 3 pilihan warna bro !! June 18, 2015

Spesifikasi tenaga dibuat lebih lemah dari sebelumnya untuk mengejar irit. Spesifikasi sepertinya sama persis dengan Yamaha FZ-S FI Version 2.0, dimana di klaim bahwa motor menjadi lebih irit 14%:

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah masyarakat Indonesia membutuhkan motor laki yang disunat tenaganya? Berdasarkan komentar masyarakat yang penulis rangkum sebelumnya, jelas bahwa masyarakat Indonesia tidak suka dengan motor laki yang tenaganya lemot:
Bila Yamaha Byson karbu dipanggil lemot kira – kira apa reaksinya saat tahu versi injeksi bisa lebih lemot lagi?

Bila Yamaha berpikir bahwa masyarakat Indonesia benar – benar butuh motor laki yang lemot, mengapa tidak sekalian pihak Yamaha merilis motor sport lemot Yamaha yang lain? seperti misalnya Yamaha SS125, Yamaha Saluto 125 dan Yamaha YBR110?

motor sport lemot Yamaha ss125

motor sport lemot Yamaha saluto125

motor sport lemot Yamaha ybr110

Selain dari komentar masyarakat, seharusnya Yamaha paham bahwa selera masyarakat Indonesia berbeda dari selera masyarakat India. Buktinya, motor laki 100cc dan 125cc tidak diminati masyarakat. Sebuah langkah yang aneh bila Yamaha mengurangi tenaga pada motor Yamaha Byson. Dari review banyak dibahas bahwa tampilan dibuat lebih garang, lebih jantan, lebih agresive. Seharusnya yang dibuat garang adalah tenaganya, bukan malah disunat.

Mengganti relay dengan MOSFET untuk solusi lampu depan atau klakson keong yang lebih hemat listrik


Untuk solusi pemasangan lampu depan atau klakson keong banyak orang yang menyarankan menggunakan relay. Relay adalah alat yang dirancang untuk mengalirkan listrik daya besar bila ditenagai dengan arus kecil. Pemakaian relay akan dapat membantu mengurangi beban arus listrik yang harus ditanggung oleh kabel dan saklar, apalagi seringkali modifikasi lampu depan atau klakson yang dilakukan membutuhkan daya yang lebih besar dari standard. Kabel atau saklar standard mungkin tidak mampu untuk bisa mengalirkan sebesar yang diharapkan pada lampu depan modif atau klakson keong, efeknya selain lampu redup dan suara jembret, kabel atau saklar bisa menjadi panas atau bahkan rusak. Menggunakan relay akan bisa membantu mengatasi masalah ini, arus dan panas yang asalnya harus ditanggung kabel ke dashboard dan saklar akan menjadi ditanggung relay. Efeknya arus akan bisa mengalir lebih sempurna.

gambarkakirelaysaft7

Sayangnya relay mempunyai kelemahan. Yang utama adalah relay juga mengkonsumsi arus yang lumayan besar, bisa lebih dari 2 watt yang dipergunakan untuk menghasilkan medan elektromagnet pada koil di dalam relay yang efeknya menggerakkan mekanisme untuk mengalirkan listrik. Jadi relay tidak mengurangi penggunaan arus tapi justru menambah penggunaan arus. Tidak tambah irit listrik tapi tujuannya lebih untuk membantu daya kerja saklar yang tidak kuat mengalirkan arus besar.

Relay juga banyak dipalsu, sehingga kemampuan sesungguhnya seringkali tidak sesuai dengan yang tertera. Posisi relay yang seringkali di buat dekat dengan bahan bakar juga beresiko karena setiap kali diaktifkan relay akan menimbulkan percikan api, saklar juga sama namun posisi jauh dari bensin.

Ada alternatif lain yang bisa dipakai, yaitu dengan menggunakan MOSFET. MOSFET adalah suatu jenis transistor yang sifatnya hampir sama dengan relay, mengalirkan arus besar dengan ditenagai voltase kecil, menjadi jauh lebih efisien daripada relay karena hampir tidak membutuhkan arus.

Ide ini bermula dari postingan bro Rony Mukhlishon yang menceritakan hebatnya MOSFET:
link forum:
MOSFET vs Transistor

dapat disimpulkan bahwa MOSFET hanya cocok dipakai untuk switching (ON atau OFF load) tidak boleh 1/4 ON, 1/2 ON dan sebagainya karena akan merusak mosfet akibat dari panas yang dihasilkan saat mosfet tidak fully on

dengan pengetahuan diatas, saya coba menyalakan lampu sepeda motor 35 watt dengan mosfet IRFP250 dalam keadaan fully ON, tidak terjadi panas pada mosfet saya sempat heran, kok bisa ya… mosfet tidak panas sama sekali ? padahal mengalirkan arus 2,75 Ampere (arus segitu boleh dibilang tidak sedikit karena jika diterapkan pada transistor, akan terjadi panas)

karena penasaran dengan hasil diatas, saya coba dengan lampu sorot 55 watt hasilnya sedikit berbeda, namun tetap identik (panas yang dihasilkan oleh mosfet boleh dibilang tidak signifikan alias dipegang pakai tanganpun hanya terasa hangat padahal mengalirkan arus 4,5 Ampere)

terakhir saya coba dengan pemanas nikrom 3 ohm alias mosfet dipaksa mengalirkan arus 6 Ampere pada tegangan 12 volt hasilnya juga sama, mosfet hanya hangat padahal kawat pemanas (load) menyala merah dan apabila timah solder didekatkan akan melelah

sebagai contoh pada IRFP 250 datasheet Turn off delay = 70 nano second… setara 14 MHz, kecepatan switcing yang tinggi juga diimbangi dengan kemampuan menghandle arus sampai 30 Ampere (bisa menghandle arus puncak sampai 120 Ampere) tegangan yang mampu dihandle pun terbilang lumayan yaitu 200 volt.

pertimbangan lainnya dalam memilih mosfet adalah Rds on (resistansi internal mosfet) seminimal mungkin (setelah saya coba bandingkan, mosfet yang memiliki Rds alias resistansi internal yang kecil, panas pada mosfet cenderung lebih kecil dibanding dengan mosfet yang memiliki Rds yang besar)
sebagai contoh Rds dari IRFP 250 adalah 0,075 ohm
Rds dari IRF 840 adalah 0,85 ohm
Rds dari IRF 640 adalah 0,15 ohm

yang “terbaik” sementara ini adalah IRFP 250, saya sudah mencobanya dalam beberapa “ujian” berikut ini:
1. menjalankan beban resistif. saya coba menyalakan lampu 35 watt (arus 2,75 Ampere). saat saya pegang mosfet, kok tidak panas sama sekali, akhirnya beban saya naikkan jadi 55 watt (arus 4,5 ampere) sampai dengan pemanas 2 ohm alias 72 watt (arus 6 Ampere). mosfet terbukti mampu menerima arus sebesar itu dan panas pada mosfet tidak signifikan (berbeda jauh jika memakai transistor.

Terjadi panas pada mosfet “hanya” terjadi jika beban resistif tersebut dijalankan secara ON OFF ON OFF alias dibuat DC pulsed. itupun tidak sepanas pada transistor.

 

Dari soal kemampuan terlihat bahwa MOSFET bisa tidak panas walau diberi beban yang besar. MOSFET juga bisa mampu mengalirkan arus yang besar. Pada contoh beban 55 watt dengan arus sekitar 4,5 Amper masih jauh dibawah batas maksimal yang bisa dialirkan (30 Amper).

Cara merangkainya adalah sebagai berikut, dimana resistor 1K dan LED diganti dengan lampu depan atau klakson keong:
MOSFET-TEST

Cara lain bisa dilihat di link berikut. Link disarankan oleh bro Rony, makasih bro.
Homemade Circuit Projects – Simple Mosfet Switch Circuit with Delay Timer

using mosfet as a switch circuit

a mosfet would switch ON fully in response to a voltage above 5V at virtually zero current across its gate and source. Another good thing about mosfet switching is they conduct fully offering very low resistance across the current path to the load. Additionally a mosfet wouldn’t require a resistor for gate triggering and may be switched directly with the available supply voltage provided it’s not far too beyond the 12V mark. All these properties associated with mosfets makes it a clear winner when compared to BJTs, especially when it’s used like a switch for operating powerful loads such as high current incandescent lamps, halogen lamps, motors, solenoids etc.

As requested here we’ll see how a mosfet may be used as a switch for toggling a car wiper system. A car wiper motor consumes considerable amount of current and is usually switched through a buffer stage such as relays, SSRs etc. However relays can be prone to wear and tear while SSRs can be too costly. A simpler option can be in the form of a mosfet switch,

Link juga menunjukkan cara membuat saklar yang bisa nyala spontan tapi matinya menunggu beberapa menit karena ada kapasitor.
mosfet as delay timer circuit

atau versi yang bisa delay lebih lama:

 

Spesifikasi dari MOSFET IRF540 dapat dilihat di file berikut, dimana disebutkan salah satu aplikasinya adalah :”AUTOMOTIVE ENVIRONMENT (INJECTION, ABS, AIR-BAG, LAMP DRIVERS Etc.)”
IRF540 (file pdf)

Spesifikasi MOSFET yang berbeda bisa dilihat di link berikut:
MOSFET Transistors – IRF Series

Harga bisa dicek di link berikut, dimana pada saat artikel ini dibuat harga MOSFET IRF540 adalah 10 ribu, rasanya lebih murah dari harga relay Hela:
DUNIA ELEKTRO – Katalog » TRANSISTOR / FET / MOSFET

 

Memakai MOSFET tidak bisa langsung, perlu ada penggantian posisi kaki. Kalau pakai relay diagramnya seperti berikut ini:

Bila pakai mosfet jadi seperti ini:

Ada perbedaan penting antara pakai MOSFET dan relay, kalau pakai relay kakinya kebalik masih fungsi, kalau pakai MOSFET harus benar benar memperhatikan mana yang nyambung ke positif aki dan mana yang nyambung negatif, dst.

Sebenarnya bisa dibuat lebih mirip relay, cuma tidak tahu apa MOSFET dengan model kebalikan (Load nyambung MOSFET dan negatif aki) banyak tersedia atau tidak.

Untuk jaga – jaga, sebaiknya dipasang pendingin kecil di MOSFETnya, gunakan insulator karena bagian logam pendingin terhubung dengan salah satu kakinya. Dicoba dulu beberapa menit lalu dilihat panas atau tidak. Menempelkan pendingin ke mosfet wajib dilapisi isolator. Pendingin bisa ditempel bodi motor untuk membantu pendinginan.

Selamat mencoba.

Yamaha new catchphrase “ini jalan kita” has caused big misunderstanding among Indonesian rider


Yamaha Indonesia made a big mistake by using ambiguous and wrong word for their new catch phrase “ini jalan kita”. In their new website page for MT-25 and Vixion they use catchphrase “Ini jalan penguasa, ini jalan kita”:
semboyanjalanpenguasa

semboyanjalanpenguasa2

 

In their new video advert for MT-25 they use catchphrase “ini jalanku, mana jalanmu, ini jalan kita”

 

It seems those new catchphrase were derived from english word literally without considering the Indonesian culture. Taken as it is, without narration or story, those catchphrase is not only uncool but also offensive and can make people mad.

The word “jalan” seems to be derived from the word “way”. While “jalan” can mean road or method, most of the time “jalan” refer to “road”, especially when it is mentioned for something that use the road. The word “ku” means “me”, the word “mu” means “your”, the word “kita” means “our” which can be them only or include us. With a narration people can translate “ini jalanku, mana jalanmu, ini jalan kita” as “this is my way, what is your way, this is our way”. Without narration people will translate it as “this is my road, where is your road, this is our road” which is considered offensive because not only arrogance but also selfish.

The word “penguasa” seems to be derived from the word “conquer”. While the phrase “menguasai lomba” (the active verb version of “penguasa”) has the same meaning as “conquering the race”, “menguasai jalan” actually do not means “conquering the road”. It actually means “taking control of the road” or “taking over the road”, as usually done by the authority or mobs or demonstrant, which prevent others from using the road. With narration the catchphrase of “ini jalan penguasa, ini jalan kita” can be translated to “this is authority’s way, this is our road”. Without narration people will translated as “this is authority’s road, this is our road” as if Yamaha is the authority, and the road belong to only Yamaha, denying other people’s right to use the road, forbid the other from using Yamaha’s road. It has a very offensive meaning.

 

The misunderstanding already happening among riders. We can see it happen clearly on the article made by famous Indonesian blogger Taufik from tmcblog.com. Many reader and even the writer itself assume that “jalan” refer to “road”. You can read people’s reaction here:
Scoop . . . Yamaha Indonesia siapkan Kampanye Baru ” Jalan Kita ” untuk varian StreetBike? June 6, 2015

Komentar masyarakat tentang semboyan Yamaha “ini jalan penguasa” lebih banyak yang protes

 

With the new catchphrase Yamaha Indonesia seems to try to build exclusive image. This is against the current trend among rider in Indonesia. In Indonesia, people join motor group or club to try to get unity, not exclusivity. The motor group or club forbid people from bad mouthing others even from different brand. They want to make friend with everyone, to act like a family. They are also very tolerant, they sometimes do a join touring with different kind of clubs, even from another brand. They often make a charity event, helping the weak and do good deeds to the society. The exclusivity offered by Yamaha Indonesia are not suitable for them. Yamaha Indonesia new catchphrase can be seen as something that break this trend.

The current situation also discourage selfish / exclusive group. People are now concerned about the violence from immature and irresponsible selfish group. The violence have cause damages and death casualties. The police even asking every group to report their activity and member with a deadline date set. The new catchphrase from Yamaha Indonesia do not improve this situation but make this worse. Their catchphrase endorse egoist selfish group instead of trying to make the group more tolerant to others.

A responsible rider would not be comfortable using that kind of catchphrase. Only immature and irresponsible rider will be comfortable. So this kind of catchphrase not only make others hate Yamaha but also even make the owner uncomfortable. Yamaha Indonesia new catchphrase only suitable for selfish insensitive exclusive group which is not suitable for Indonesia.

I believe that Yamaha Indonesia should revise their catchphrase to a more tolerant one.

To Indonesian reader:
Maaf bila artikel ini menggunakan bahasa inggris. Karena penulis menduga yang bikin semboyan / slogan Yamaha itu tidak mengerti bahasa Indonesia sehingga untuk bisa mencapai petinggi Yamaha harus pakai bahasa inggris.

Inti dari artikel ini adalah penulis menganggap Yamaha salah pakai kata. Penulis perkirakan mereka maunya pakai semboyan “This is my way, what is your way, this is conquerer’s way, this is our way”. Semboyan yang tidak jelek. Namun masyarakat menterjemahkannya menjadi “this is my road, where is your road, this is authority’s road, Yamaha is the authority, this is Yamaha’s road”. Semboyan yang sangat egois dan menyinggung perasaan. Bukti bisa dilihat sendiri pada komentar di artikel mas taufik.

Selain itu penulis berpendapat bahwa rider membuat grup atau klub untuk kebersamaan, bukan untuk bikin gengsi gengsian. Grup di Indonesia sangat tolerant terhadap perbedaan, dan siap melakukan touring bersama – sama dengan grup lain walau beda merek. Grup atau klub di Indonesia lebih mementingkan persatuan dan menghindari perpecahan, pengkotakan atau geng gengan. Lebih mementingkan rasa kekeluargaan daripada eksklusif. Sayangnya semboyan Yamaha lebih mengarah ke perpecahan.

Yamaha Indonesia perlu merubah semboyannya.

Soal ergonomi, apakah produsen motor benar benar memperhatikan kebutuhan konsumen Indonesia?


Pikiran bahwa pabrikan motor terasa memaksakan desain kembali terbersit setelah melihat video berikut ini:

Disebutkan bahwa: “tinggi joknya juga makin pas untuk posturku, jadi semakin nyaman saat berkendara”.

Tapi bila diperhatikan, terlihat bahwa ridernya pakai sepatu hak tinggi yang jinjit lumayan:
sepatujinijitsaatmenaikihondabeatpopesp

Dibilang pas padahal masih harus jinjit. Jadi sebenarnya motornya masih terlalu tinggi tapi masih dipaksakan dibilang sudah pas. Contoh di video menunjukkan bahwa saat bikin iklan pun Honda pun terpaksa harus mengakali, mungkin diwanti wanti agar bintang iklan tidak boleh kelihatan jinjit.

Sebelumnya juga sudah dibahas bagaimana kebingungan penulis tentang peruntukan motor Vario:
Sebenarnya, ergonomi Honda Vario 150 itu disesuaikan untuk ukuran tubuh bagaimana sih bro?

Juga tentang gaya berkendara:
Motor dengan riding position tegak sudah mulai ditinggalkan produsen motor?

Bila dulu motor Honda yang muncul di Indonesia itu pada pendek pendek, seperti supercup atau Honda CB lama, mengapa kok sekarang pada dibuat tinggi – tinggi ya? Nggak cuma Honda saja, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki juga sama.

Rasanya motor dibuat tinggi bukan karena keterpaksaan, karena desain mesin atau rangka tentu bisa disesuaikan. Apakah takut kalau motornya pendek tidak laku? Apa ini juga yang membuat Honda tidak memasukkan Zoomer?

Kemudian soal daya jangkau ke kemudi dan ketinggiannya, mengapa kok sekarang dipaksakan menjadi lebih jauh juga? Bisa dilihat digambar bahwa lengan pengendara terlihat tidak menekuk, padahal dalam posisi tegak. Pengendara mungkin harus agak menunduk untuk menjulurkan tangan di saat menikung. Bila posisi kemudi lebih ditinggikan atau didekatkan tentu pengendara bisa lebih rileks dan enak.

Seperti contoh berikut:
thevirginnaikHondasupercubc70