Mengapa konsumen Indonesia lebih menyukai motor naked?


Hondacb300sf

Yamaha-XJ6-EU-Competition-White

Melihat jarangnya kendaraan CBR atau R15 di jalan membuat penulis berpikir, dengan harga cuma selisih 20%, mengapa kok peredaran motor tidak sebanyak motor naked? Ini juga terbukti dari data penjualan yang menunjukkan kecilnya minta masyarakat terhadap motor berfairing, berikut yang dirangkum di website pertamax7:

penjualan-motor-sport-honda-vs-yamaha-februari-2015-pertamax7-com

Dari data diatas terlihat bahwa berdasarkan data sport Aisi Februari 2015, di kelas 150cc, motor naked terjual sebanyak 41700 unit, sementara motor fairing terjual sebanyak 8678, penjualan motor fairing hanya 20% dari motor naked.

Penulis tidak yakin bila harga dikatakan menjadi penyebab utama konsumen memilih motor naked. Karena banyak yang beli motor naked lalu dimodif yang biayanya bisa dipakai untuk membeli motor fairing. Bila alasannya harga, mengapa kok tidak memilih yang versi murah? Bila performa menjadi pilihan, mengapa kok tidak memilih Suzuki Satria?

Soal model, rasanya lebih banyak yang bilang bahwa model fairing lebih bagus. Buktinya yang punya motor naked juga banyak yang memasang penutup tambahan.

Apa mungkin dari segi sregnya ya? Mungkin bilang bahwa model fairing lebih bagus, tapi kalau untuk dimiliki, mending motor naked?

Data penjualan diatas juga menunjukkan beda ekstrem dari Versi murah Honda dan versi murah Yamaha. Mengapa kok penjualan Yamaha Byson bisa sangat jauh lebih kecil dibandingkan dengan Honda Megapro ataupun Honda Verza, padahal Yamaha Vixion jauh lebih banyak daripada Honda Streetfire. Apakah karena penggemar Yamaha mengharapkan tenaga walau di versi murah (yang tidak bisa diberikan oleh Byson),
ataukah karena versi Honda dianggap lebih nyaman daripada versi Yamaha?
Di model yang murah versi Honda dianggap lebih mantap daripada versi Yamaha?
Di model yang mahal versi Honda dianggap kurang naked daripada versi Yamaha?

Data penjualan motor di kelas 150cc juga bisa menjelaskan mengapa sekarang ini pihak pabrikan berusaha memberikan pilihan motor naked di kelas diatasnya juga. Bila pihak Suzuki jeli, maka seharusnya motor naked 150cc DOHC yang dikeluarkan seharusnya versi naked juga.

Agak susah disimpulkan apa yang menjadi penyebab orang memilih motor naked. Penulis berpendapat bahwa seandainya motor fairing dijual seharga sama dengan motor naked, masih akan lebih banyak orang memilih motor naked. Bila melihat juga perbandingan dari data penjualan versi murah, mungkin masyarakan sebenarnya mendambakan motor naked yang simpel, tidak norak, nyaman, dengan gaya riding tegak namun cepat, barangkali tidak pakai stiker / stripping. Seperti yang disinggung sebelumnya:
Motor dengan riding position tegak sudah mulai ditinggalkan produsen motor?

BTW, motor diatas yang merah itu Honda CB300F dan yang putih itu Yamaha XJ6.

Edit:
Yang aneh juga walau sebagai motor naked yang laku di Indonesia, mengapa model Yamaha idak ditawarkan di website resmi Yamaha di Thailand dan Filipina ya?
tiadavixionfilipina

tiadavixionthailand

3 thoughts on “Mengapa konsumen Indonesia lebih menyukai motor naked?

  1. kalo menurut ane… motor naked itu ya simple….
    simple dimodif….
    simple dibersihin…
    simple diparkirin…
    simple diribetin… hehe…

    nah, kalo motor fairing…. itu ribet….
    ribet kalo rusak….
    ribet dibersihin….
    ribet ada tikus bersarang….
    ribet diparkiran….
    ribet dimodif….
    dan ribet dibikin simple….

    gitu om…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s