Apakah Honda Vario 150 sudah cukup untuk bersaing dengan Yamaha Nmax atau haruskah Honda PCX diproduksi lokal?


Mas Iwan Banaran baru baru ini memuat artikel tentang adanya kemungkinan Honda PCX akan diproduksi secara lokal:
Untuk ganjal Yamaha NMax 150….AHM akhirnya tertarik lokalkan PCX150 ??. Waahhh…. July 10, 2015

Bro dan sis sekalian….persaingan memang luar biasa efeknya. Jika dulu AHM kekeuh enggan melokalkan PCX150…..kini tiba-tiba muncul “sounding” yang menyatakan sebaliknya. Dimuat oleh media Kompas…..ungkapan tersebut sempat dilontarkan oleh salah satu internal AHM yang mengatakan ketertarikan mereka melokalkan PCX150. Waahhhh…..

Sebelumnya penulis sudah membahas tentang prospek dari Honda Vario 150 bila dibanding dengan Yamaha NMax.
Sering dibandingkan dengan Honda PCX, sebenarnya apa Yamaha NMax memang lebih unggul dari Vario 150?

Yamahanmax2

Dalam artikel tersebut penulis berpendapat bahwa bobot dari Yamaha NMax yang lebih berat dari Honda Vario 150 menjadi faktor penghambatnya. Juga dari performa hampir setara dan harga yang beda jauh.

Dari selentingan tentang kemungkinan Honda PCX akan diproduksi lokal sepertinya ada kesan bahwa kehadiran dari Honda Vario 150 itu tidak mengganggu penjualan dari NMax. Mungkin angka penjualan dari NMax ini dianggap signifikan sehingga Honda merasa perlu untuk menghadirkan PCX dengan kualitas Honda Indonesia dan harga lokal. Walau belum pasti apakah Honda mampu menghadirkan Honda PCX dengan harga setara dengan NMax.

Bila melihat populasi Vario 150 dibanding populasi Yamaha NMax di sekitar tempat tinggal penulis maka bisa dikatakan bahwa Vario 150 sangat mendominasi. Jarang sekali terlihat Yamaha NMax di jalan, sementara gampang sekali menemui Honda Vario 150 walau kehadirannya lebih telat.

Berbeda dari perkiraan penulis, ternyata yang menjadi penghalang lakunya Yamaha Nmax sepertinya adalah suspensi yang keras. Fasilitas suspensi yang keras ini banyak dibahas oleh blogger yang sebenarnya berminat membeli NMax. Sepertinya sudah menjadi image masyarakat bahwa motor dengan bodi besar itu suspensinya empuk. Sayang sekali bila Yamaha gagal untuk memenuhi keinginan tersebut. Ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia tidak terlalu perduli dengan kestabilan di kecepatan tinggi. Walau memang ada juga blogger yang memuji kestabilan di kecepatan tinggi namun sepertinya pengguna motor di Indonesia lebih banyak menggunakan motor untuk kecepatan rendah atau menengah.
Keputusan pabrikan untuk mengorbankan kenyamanan kecepatan rendah demi kestabilan kecepatan tinggi adalah kesalahan besar

Dari soal harga, mungkin Yamaha sudah terlalu mepet menurunkan harga dari NMax sehingga suspensi pun terpaksa pakai yang murahan.
Alasan mengapa skok bagus bisa bikin melewati polisi tidur di kecepatan tinggi tidak mental

Ini terbukti bahwa belakangan Yamaha memberikan konsumen opsi skok lebih empuk dengan menambah harga yang lumayan:
Aksesori Yamaha NMAX, Ada Sokbreker Belakang Yang Lebih Empuk! Selasa, 23 Juni 2015

Selain merilis NMAX non ABS, Yamaha juga sekaligus mengumumkan kalau aksesori untuk NMAX kini sudah dijual. Buat yang mengeluh sokbreker belakang NMAX keras, kini ada obatnya!
Daftar harga aksesori Yamaha NMAX:
– Foot panel : Rp 550.000
– Soft rear absorber (sokbreker belakang) : Rp 560.000 (1 set)
– Rear rack & top case (SHAD) : Rp 1.050.000
– Knuckle cover : Rp 375.000
– Middle screen (windscreen) : Rp 1.500.000
– GPS holder : Rp 450.000

Dari artikel tersebut sudah jelas bahwa Yamaha pun sudah tahu bahwa skoknya terlalu keras. Saking parahnya sampai konsumen diberi pilihan walau harus merogoh kocek lagi. Kesan in berbeda dari Yamaha Nmax yang ditawarkan di Eropa. Di website resmi Yamaha Eropa dikatakan bahwa:

Riding the sporty new Yamaha NMAX, your daily trip into the city is about to become something to enjoy rather than endure.

Dengan memakai Nmax maka seharusnya perjalanan menjadi sesuatu yang bisa dinikmati dan bukan sesuatu yang butuh kesabaran. Namun pada nyatanya konsumen di Indonesia punya pendapat berbeda. Banyak yang merasa tersiksa saat mencoba mengendarai NMax. Apalagi karena di Indonesia jalan seringkali tidak mulus.

 

Selama NMax masih dianggap sebagai motor dengan suspensi keras maka kehadiran dari Honda PCX lokal sepertinya tidak dibutuhkan oleh Honda. Apalagi karena sepertinya susah untuk menghadirkan PCX dengan harga yang setara. Lebih baik bila Honda memaksimalkan Vario 150 dengan memperbaiki kelemahan yang ada. Mungkin akan bisa lebih propektif bila Honda merilis Vario dengan roda yang gambot.

Untuk perbandingan, ini pendapat penulis untuk Vario 150:
Sebenarnya, ergonomi Honda Vario 150 itu disesuaikan untuk ukuran tubuh bagaimana sih bro?

12 thoughts on “Apakah Honda Vario 150 sudah cukup untuk bersaing dengan Yamaha Nmax atau haruskah Honda PCX diproduksi lokal?

  1. untuk melokalkan pcx buat ahm seprtinya sangat mudah om… 5plant om… yimm cuman 2…
    tapi sepertinya sulit diterima masyarakat, ya masalah body plastik dan cat…
    kalo mesin okelah…
    apalagi orang dealer honda pernah bilang nmax motor banci, apa kata fansboy nanti??? hehehe

    sekarang masyarakat ga terlalu suka honda, soalnya honda sekarang dan yg dulu beda kualitas…

    Suka

    • Sepertinya mudah, tapi masalahnya sepertinya di bagaimana menurunkan harga. Dari kasus Honda CBR, harga ditekan lebih murah antara lain dengan menurunkan kualitas komponen. Masalahnya apa setelah diturunkan kualitasnya Honda PCX lokal masih akan diminati? karena seperti kasus di Yamaha NMax, motor yang aslinya empuk jadi tidak disukai karena keras.

      Suka

  2. Namanya aja matic sport ya wajar kalau suspensinya keras demi kestabilan di kecepatan tinggi biar konsumen bisa ngrasain vva nya dengan maksimal dan stabil. Btw baca artikel di blog ini serasa baca karya tulis ilmiah bro bahasanya baku nggak ada selingan humornya.

    Suka

    • Se sport sportnya matic, rasanya ya begitu itu. Kalau diadu beneran, suspensi keras kok rasanya tidak ngefek. Roda justru lebih berpengaruh. Suspensi itu tugasnya mengayun atas bawah, seharusnya tidak pengaruh untuk goyangan kiri kanan.

      Suspensi keras cuma stabil kalau jalannya super mulus. Rasanya jarang banget ada jalur mulus. Apalagi saat motor dilarang lewat TOL. Kalau dipakai di jalan bergelombang jalur kencang seperti di Pasuruan Jatim, pakai suspensi keras itu malah membawa petaka.

      Ho oh, disini lebih mengemukakan analisa.

      Suka

    • Sekarang sih sudah ditawarkan skok penggantinya, tapi rasanya orang sudah terlanjur pesimis. Sempat juga ada yang menawarkan skok shogun, tapi kalau dari sisi harga kok lebih mending ke yang ditawarkan sama Yamaha sendiri.

      Suka

  3. Shock keras??? Itu apa adanya. Namun tdk sekeras yg dgembar gemborkan.

    Klo saya, yg mghambat memang dibody yg bongsor dan berat. Dan dek tdk rata

    Klo performa, yg sdah pernah pakai pasti tahu bedanya

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s