Kompresi mesin Honda Sonic 150R dan CB150R baru yang 11,3:1 bisa jadi keputusan yang salah dan beresiko


Spesifikasi untuk Honda SOnic 150R dan revisi Honda CB150R streetfire sudah dirilis. Ringkasannya sebagai berikut:

Bocoran Spesifikasi New Major Change Honda CB150R . . . Square Engine Power : 12,5 kW, Torsi : 14,0 Nm , Full LED Lamp, ban depan-belakang besar July 11, 2015

  • Panjang x lebar x tinggi    : 2.019 x 719 x 1.039 (mm)
  • Sumbu roda   : 1.293 mm
  • Tinggi jok : 797 mm
  • Ground clearance  : 169 mm
  • Berat kosong : 136 kg
  • Diameter x langkah : 57,3 x 57,8
  • Radius Putar minimum : 2.100 mm
  • Kapasitas: 149,16 cc
  • Tipe mesin  : 4-tak, DOHC, berpendingin cairan, 6 percepatan
  • Perbandingan kompresi : 11,3:1
  • Power maksimum : 12,5 kW/9.000 rpm
  • Torsi maksium   : 14,0 Nm/7.000 rpm
  • Kapasitas tangki bensin  : 12 liter
  • Rem depan-belakang : Rem cakram
  • Ban depan-belakang   : 100/80-17 (depan) -130/70-17 (belakang)
  • suspensi depan : teleskopik
  • suspensi belakang : Mono dengan link
  • Rangka : Diamon Truss Frame
  • Tipe pelumasan : Basah
  • lampu : full Led ( headlamp, tail lamp, lampu sein )

Spesifikasi Mesin Honda Sonic 150R . . . Hampir Square Engine Terbukti ! July 7, 2015

  • Panjang x lebar x tinggi (mm)    : 1.941 x 659 x 977 (mm)
  • Sumbu roda   : 1.275 mm
  • Tinggi jok : 754 mm
  • Ground clearance  : 140 mm
  • Berat  : 114,2 kg
  • Diameter x langkah : 57,3 x 57,8
  • Kapasitas: 148,2 cc ( mungkin maksutnya 149,2 )
  • Tipe mesin  : 4-tak, DOHC, berpendingin cairan
  • Perbandingan kompresi : 11,3:1
  • Power maksimum : 11,5 kW/9.000 rpm
  • Torsi maksium   : 13,5 Nm/8.500 rpm
  • Kapasitas tangki bensin  : 4,3 liter
  • Rem depan-belakang : Rem cakram
  • Ban depan-belakang   : 70/90-17 (depan) -80/90-17 (belakang)

Keduanya sepertinya menggunakan basis mesin yang sama yang sedikit berbeda dari mesin yang dipergunakan pada motor Honda CB150R sekarang. Peningkatan diperkirakan untuk mengejar penambahan tenaga/torsi di putaran rendah. RPM juga sepertinya diturunkan.

Ada faktor lain yang juga penting yang berkenaan dengan penggunaan bahan bakar, yaitu perubahan kompresi mesin. Kompresi mesin meningkat dari 11:1 menjadi 11,3:1. Dengan perubahan kompresi mesin ini maka kebutuhan bensin menjadi makin meningkat. Nilai kompresi ini rasanya termasuk paling tinggi dibanding dengan motor lain, bahkan dibandingkan dengan motor yang ccnya lebih besar sekalipun.

Dari teori, kompresi mesin yang lebih tinggi membutuhkan bensin yang oktannya lebih tinggi. Berikut tabel yang termuat di tmcblog:
Kalo Motor Kompresi Kecil, Pakai Premium atau Pertamax Pengaruhnnya kecil dengan Konsumsi bahan bakar January 8, 2015
fuelandcompressionratio

Dari tabel terlihat bahwa dengan kompresi mesin 11:1 sebenarnya bensin yang cocok adalah pertamax plus. Dari yang penulis ketahui, pengguna motor Honda CB150R kebanyakan pakai pertamax saja, RON92. Dengan kenaikan nilai kompresi, maka rasa – rasanya kebanyakan pengguna kedua motor baru Honda tidak akan bisa merasakan tenaga secara optimal, karena mereka kebanyakan menggunakan bensin yang oktannya terlalu rendah. Dengan kenaikan kompresi, maka kompatibilitas akan menjadi lebih rendah yang pada efeknya selain tenaga yang tidak optimal juga akan menambah beban pada komponen mesin karena mesin dengan bensin tidak sesuai tidak akan berjalan mulus.

Peminat atau pengguna dari generasi mesin yang baru ini harus lebih berhati – hati dalam pemakaian bahan bakar. Mungkin kenaikan hanya sekian persen tapi efek akan berlipat bila menggunakan bensin yang oktannya terpaut jauh, bila misalnya memaksakan memakai premium tanpa embelan apa – apa. Bisa juga dengan mengantisipasi dengan menggunakan alat penambah oktan seperti cemenite, pro capacitor atau cairan norival. Paling tidak akan mengurangi efek buruk penggunaan oktan bensin yang terlalu rendah.
Kalau sudah punya oktan booster, pakai pertamax rugi banget

Keputusan meningkatkan oktan menjadi beresiko bila masyarakat tidak tahu efek dari peningkatan kompresi itu juga meningkatkan kebutuhan terhadap oktan bensin. Ketidak pahaman bisa meningkatkan tingkat komplin atau ketidakpuasan di belakangan hari. Karena penggunaan premium di mesin kompresi tinggi bisa mengurangi durabilitas / kehalusan mesin. Efek menjadi lebih parah bila mesin dipaksa bekerja di rpm maksimal setiap hari dimana efek knocking (karena bensin kurang oktan) muncul lebih kuat. Atau mungkin inilah alasan mengurangi red line. Bisa jadi rpm maksimal dari Honda Sonic dan Honda CB150R baru akan lebih kecil dari Honda CB150R sekarang.

Dengan peningkatan kompresi mesin seharusnya Honda memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Mungkin akan menimbulkan reaksi negatif dari konsumen, tapi konsumen harus tahu bahwa dengan kompresi yang lebih tinggi maka kebutuhan akan bensin dengan oktan tinggi meningkat. Para blogger juga bisa membantu dengan memberikan informasi kepada pelanggan/pembacanya.

28 thoughts on “Kompresi mesin Honda Sonic 150R dan CB150R baru yang 11,3:1 bisa jadi keputusan yang salah dan beresiko

  1. Betul Mas…
    sebagian pengguna motor yang fanatik merk tertentu pun kadang hanya bisa mengeluh tanpa tahu kenapa…. di saat yang sama mereka tidak mau tahu kebutuhan mesin dengan kompresi tinggi….

    Suka

    • Yang sedikit kasihan dengan mesin sudah pakai pertamax tapi rasanya lebih banyak yang pakai premium. Efeknya suara kemlothak / klitik klitik mesin jadi lebih cepat terjadi. Bisa dilihat/didengar dari Vario 125 yang ngantri bensinnya di jalur peremium.

      Suka

        • Iya, dan repotnya lagi harusnya pertamax plus. Oleh karena itu produk aditif jadi laku. Kalau pingin gampang murah meriah, bisa pakai magnetnya subwoofer untuk sedikit membantu.

          Mungkin itu sebabnya motor sekarang susah dibuat naik gunung dibanding motor lama ya? ketersediaan bahan bakar yang sesuai susah.

          Suka

  2. Itu data prbandingan kompresi statis ya, dg cara mnghitung total volume dibagi volume ruang bakar..
    Jd yg akurat perbanding kompresi itu pada bukaan dan nutupnya klep.

    Suka

      • Rasio Kompresi mesin bensin 10,4:1 tidaklah rendah. Secara teori, minimal butuh bensin RON 92 seperti Pertamax dan sejenis nya. Tapi kenyataan nya banyak orang yang mengisi bensin Premium RON 88 untuk mesin bensin kendaraan nya, dan saya belum pernah dengar keluhan dari pemilik motor yang bersangkutan. Yah, saran saya sih sebaiknya, minimal, pakai BBM bensin RON 90 seperti Pertalite untuk mesin bensin kendaraan anda yang Rasio Kompresi nya antara 10:1 – 11:1.😉

        Suka

        • Mesin sih nggak rusak, tapi kalau keluhan pasti ada. Minimal tenaga jadi berkurang, dan berkurangnya lumayan. Mungkin karena mesin sekarang cenderung berisik sehingga orang jarang memperhatikan bahwa suara mesin juga jadi lebih kasar. Padahal kalau di mobil terasa sekali.

          Sayangnya, bensin pertamina itu untuk tenaga sangat kurang, sehingga walau oktannya cukup tenaga juga masih tidak optimal. Dan rasanya pertalite yang paling parah. Premium masih mendingan daripada pertalite. Sehingga kalau sudah pakai alat yang bisa meningkatkan oktan, pakai premium jauh lebih ok daripada pakai pertalite. Dibanding pertamax sekalipun premium tetap bisa lebih enak.

          Suka

          • Ada masalah apa dengan Pertalite? Saya kok jadi ingin tahu pendapat dan keluhan anda yang lebih rinci tentang BBM bensin produksi PT Pertamina mulai dari Premium RON 88, Pertalite RON 90, Pertamax RON 92, Pertamax Plus RON 95 atau (mungkin) Pertamax Racing RON 100. Cuma, saya dengar dari beberapa pendapat dari kenalan saudara ku kalau bensin V Power setara Pertamina Pertamax Plus produk swasta Shell mungkin adalah bensin yang paling top markotop paling tidak di Indonesia. Lebih bagus dari Pertamax Plus. Kata nya mereka lho, bukan pendapatku. Karena saya “cuma” punya 2 mobil bermesin diesel Isuzu Black Panther tahun produksi 2004 dan Toyota Kijang Innova Diesel tipe G (Grande) Transmisi Otomatis tahun produksi 2012. Dan saya selalu pakai BBM Minyak Solar / Biosolar’48 (Gasoil / HSD), tidak pernah pakai Pertamina DEX ataupun BBM diesel dari perusahaan yang lain seperti Shell, Peteonas, Total, dll.

            Suka

  3. Ngar dindtralisir dengan pernyataan, “BIAR KOMPRESI TINGGI, MOTOR INI PREMIUM/PERTALITE FRIENDLY…… Biasanya begitu !!!

    Suka

    • wah. Tapi mungkin aman itu berbeda dengan cocok. Walau nggak cocok tapi masih aman bisa saja. Toh buktinya banyak mobil kompresi mesin tinggi yang dipaksa minum premium dan masih bisa jalan, walau suara mesin memang jadi kasar.

      Suka

  4. Intinya orang susah di larang beli motor ini
    Sekarang udah banyak ko biker yang isi bbm non subsidi. Santai aja mas bro, gak ada yang salah dan beresiko

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s