Kelemahan oli yang masih bisa ditoleransi, oli yang bikin mesin panas atau mudah menguap belum tentu jelek


Ini murni pendapat pribadi.

Memilih oli itu terus terang susah. Banyak pertimbangan dan banyak saran. Ada yang mendasarkan pada pengalaman dan ada yang mendasarkan pada spesifikasi. Penulis termasuk yang mendasarkan pemilihan oli mesin pada pengalaman dan tidak begitu menghiraukan spesifikasi / sertifikasi. Dasar dari pendapat ini adalah semua oli cepat atau lambat akan memenuhi sertifikasi, dan pada kenyataannya walau suatu oli diklaim sudah memenuhi sertifikasi ternyata hasil di lapangan parah / jeblok. Entah sertifikasinya palsu atau betulan yang jelas sertifikasi bukanlah pertanda kualitas bagus. Oli jelek yang bisa bikin mesin rusak pun ada sertifikasi internasionalnya.

Oli bersertifikasi namun berkualitas jelek tersebut penulis yakin bukan oli palsu karena dijual di dealer resmi, yang jeleknya konsisten walau beli di manapun juga. Oli bagus kualitasnya berbeda jauh dengan yang palsu. Sementara oli jelek kualitasnya 11:12 dengan oli palsu. Kadang malah oli palsu kualitasnya lebih bagus karena oli palsunya pakai oli bekas dari oli bagus.

Harga juga tidak menentukan kualitas. Ada oli jelek yang harganya mahal. Sementara itu ada oli bagus yang harganya murah. Sayang sekali hal beginian jarang ada reviewnya. Yang sering dibandingkan adalah oli mahal dengan oli super mahal. Sementara itu oli murah jarang di bandingkan. Perbandingan juga seringkali salah, yang dibandingkan adalah faktor yang tidak penting. Faktor keawetan mesin justru sering tidak tersentuh karena memang susah untuk bisa menilainya. Banyak faktor yang dibahas justru sering didasarkan pada asumsi yang salah sehingga hasil perbandingan menjadi tidak bisa diandalkan.

 

Mesin panas = oli jelek?
Faktor yang menurut penulis sering disalah artikan adalah faktor pendinginan mesin. Banyak yang sudah tahu bahwa salah satu fungsi dari oli mesin adalah untuk mendinginkan mesin. Namun banyak yang mengasumsikan bahwa bila mesin jadi panas bila dipegang maka olinya jelek. Penulis punya pendapat berbeda, penulis berpendapat bahwa oli yang punya sifat pendinginan bagus justru bisa membuat mesin panas.

Logikanya adalah sifat pendinginan mesin bergantung pada daya hantar panas oli. Oli yang baik bisa menyerap atau mengalirkan panas atau menyebarkan panas sehingga panas pembakaran tidak terkungkung atau terisolasi pada satu tempat. Dengan penyebaran panas yang merata akan mengurangi berkumpulnya panas di satu tempat dan mengurangi efek overheat. Efeknya adalah seluruh bagian mesin yang terkena oli panasnya jadi sama dengan bagian mesin terpanas / ruang pembakaran. Mesin tentunya jadi terasa panas. Harus diingat bahwa suhu meisn yang optimal adalah 90 derajat. Suhu setinggi ini tentu bisa membuat kulit sakit bila tersentuh.

Dari prinsip hukum alam, panas tidak bisa menghilang begitu saja. Untuk mendinginkan sesuatu, panas harus dialirkan atau disebar. Oli membantu mesin mengalirkan dan menyebarkan panas dari ruang pembakaran. Contoh lain adalah air conditioner atau pendingin ruangan. AC split mendinginkan ruangan dengan mengalirkan panas ke bagian outdoor. Dengan prinsip penguapan AC akan mendinginkan sirip di bagian dalam, dan saat di padatkan akan melepas panas di bagian luar. Contoh lain adalah radiator, air yang mengalir ke mesin akan dipanaskan oleh mesin dan menyerap panas dari mesin, lalu air akan memanaskan radiator dan di akan didinginkan dengan bantuan kipas dan angin.

Bila mesin yang panas dikasih air es maka airnya tetap akan jadi panas. Setelah air panas yang seluruh bagian mesin jadi ikut panas juga karena panas tidak hilang begitu saja. Walau dikatakan punya sifat mendinginkan mesin bukan berarti kalau bahwa panas dari mesin akan secara ajaib hilang. Fungsi pendinginan justru membuat panas lebih cepat tersebar. Justru bila fungsi pedinginan kurang bisa membuat mesin terasa lebih dingin karena panas menjadi terkurung di satu bagian saja.

Namun tetap ada pengecualian. Ada juga oli yang saking jeleknya sifat pelumasnya tidak ada. Ini membuat komponen mesin bergesekan tanpa pelumas dan menghasilkan panas. Namun ini bisa dengan mudah diketahui karena suara mesin jadi sangat kasar. Kalau sudah begini jangan tunggu lama – lama, segera dibawa balik ke bengkel untuk ganti oli yang lebih bagus.

Kesimpulannya:
.- bikin mesin panas tapi suara mesin halus = oli bagus
.- bikin mesin panas dan suara mesin hancur = oli jelek
.- bikin mesin dingin dan suara mesin halus = kalau sampai mesin pernah overheat perlu dicurigai, tidak direkomendasi
.- bikin mesin dingin dan suara mesin kasar = oli jelek

 

Gampang menguap = oli jelek?
Faktor lain yang sering disalah artikan adalah faktor penguapan oli. Ini juga membuat penulis bingung. Mungkin logikanya kalau oli tidak mudah menguap maka oli lebih awet. Bagi penulis itu tidak penting, biar olinya gampang menguap yang penting mesinnya awet.

Dari hukum alam bila suatu benda lebih cair maka akan lebih mudah menguap, yang kental lebih susah menguap. Jadi oli yang sekarang ini cenderung lebih cair normalnya memang lebih menguap. Kalau lebih cair tapi justru lebih susah menguap tentu tidak wajar dan tentu ada sesuatu. Memang ada zat yang bisa menghambat penguapan. Namun tentu ada konsekuensinya. Berkurangnya sifat penguapan biasanya disertai dengan efek lain. Sayangnya penulis kurang tahu apa efek dari penambahan zat yang bisa mengurangi penguapan. Bisa jadi efek sampingnya adalah berkurangnya daya pendinginan (daya hantar panas) atau membuat oli lebih mudah membuat berkerak.

Jadi penulis tidak menghiraukan sifat yang mudah menguap, nggak penting. Bila oli berkurang, ya ditambahi. Toh sudah menjadi kewajiban untuk mengecek oli secara berkala.

 

Gampang hitam = oli jelek?
Salah satu faktor yang menurut penulis penting adalah fungsi membersihkan mesin. Tidak tahu mengapa ada yang berpendapat bahwa oli gampang hitam itu jelek. Menurut penulis oli yang hitam itu pertanda oli bisa melarutkan kerak atau kotoran yang berada di dalam mesin. Oli yang lebih susah hitam walau sudah ribuan kilometer dipakai ada kemungkinan justru menimbulkan kerak atau justru lebih parahnya membuat endapan di ruang mesin yang mengganggu sirkulasi oli di dalam mesin.

Namun ada pengecualian. Yaitu bila gas buang jadi berwarna. Karena itu pertanda olinya merusak seal yang efeknya pembakaran jadi bocor ke ruang mesin dan oli dari ruang mesin bocor ke ruang pembakaran. Oli yang membuat seal bocor akan cepat hitam dan gas buang jadi kotor.

Kesimpulannya:
.- oli gampang hitam dan gas buang bersih = oli bagus
.- oli gampang hitam dan gas buang jadi kotor = oli jelek

Sementara itu menurut penulis faktor dari oli mesin yang tidak bisa ditoleransi adalah:
.- bikin mesin kasar, bukan suara kasar klotak klotak benturan komponen tapi kasar shak shak shak dari gesekan mesin. Oli encer memang cenderung lebih kemlothak suaranya karena daya peredaman suara memang lebih kecil. Tapi kalau sampai bikin kemroshak berarti daya lumasnya kurang.
.- bikin endapan
.- membuat gram mesin muncul walau mesin sudah lewat masa break in.

Barangkali ada faktor lain yang perlu ditambahkan?

Membandingkan performa Honda Beat ISS dengan punya orang lain pakai video


Penasaran dengan performa Honda Beat ISS, penulis iseng iseng mencoba membandingkan performa Honda Beat penulis dengan yang lain.

Untuk yang pertama bila dibandingkan dengan review Honda Beat FI oleh mas Iwan Banaran, dari video aslinya:
Iwan Banaran – Accelerasi Honda Beat FI dari 0-100km/jam!

video perbandingannya:

Dari kenaikan kecepatan 10kpj sampai ke 30kpj terlihat berimbang, namun setelah itu motor Honda Beat penulis sedikit lebih cepat. Bisa jadi karena perbedaan bobot pengendara yang 70kg vs 80kg, yang kalau ditotal dengan berat kendaraan berarti 165kg vs 175kg, beda berat 6%.

Untuk yang kedua dibandingkan dengan video bro Yovie Elda. Namun mungkin motornya sedang tidak fit sehingga akselerasi terlihat terhambat. Dari video aslinya Yovie Elda TOP SPEED HONDA BEAT PGM-FI 103KM.

video perbandingannya:

Agak kecewa juga karena menurut iklan Honda Beat ISS penulis harusnya akselerasinya lebih cepat dari Honda Beat FI. Ya sudahlah. Klaim bisa disimak di:

konsumsi bahan bakar Honda Beat ESP vs FI

kecepatan maksimal Honda Beat ESP vs FI

Akselerasi 200meter Honda Beat ESP vs FI

Fungsi CBS di motor matik Honda sesungguhnya bukan untuk memperpendek jarak pengereman tapi untuk memperpanjang jarak pengereman


Banyak orang yang menyangka bahwa Combi Brake System yang ditawarkan pada beberapa model motor matik Honda adalah sistem yang meningkatkan daya pengereman. Namun ternyata itu salah. Implementasi dari CBS untuk motor matik Honda yang diperuntukkan di Indonesia berbeda dari implementasi CBS untuk dunia internasional. Mungkin di iklan dikatakan bahwa CBS membuat pengereman lebih optimal. Namun ada perbedaan, kalau di skala internasional optimal itu lebih pakem daya pengeremannya, sementara kalau untuk Indonesia optimal itu antara pakem dan tidak. Berikut penjelasannya.

Implementasi CBS untuk motor matik skala internasional dijelaskan sebagai berikut:
Honda Technology Close up – CBS

kerjacombibrakeinternasional
Honda’s CBS can be largely classified into two types; Combi brake adopted for scooters, medium sized motorcycles and American custom models and dual CBS used by large sports and large tourers.

The main purpose of the two types is the same; to increase the deceleration obtained on appllication of the pedal brake (or the left lever), which was previously relatively lower during the application of the rear wheel brake alone.
Mechanical Combi Brake for small scooters
A number of small scooters are equipped with mechanical drum brakes. The mechanical Combi Brake is a system designed for small scooters. On application of the left lever, the brakes will work simultaneously on the front and rear wheels through the equalizer. On input of low power, however, the front wheel brake efficacy is checked to bring nosedive closer to the former level caused by operation of the left lever. Thanks to the system, a high degree of deceleration is effectively obtained through a single operation of the left lever.

Dijelaskan bahwa CBS untuk motor matik Honda secara global meningkatkan daya pengereman dengan membuat ban depan dan ban belakang di rem secara bersama sama.

Setelah mencoba sendiri sistem CBS yang tersedia pada motor Honda Beat ISS, penulis kaget karena ternyata sistem CBS di motor penulis berbeda dari yang dijelaskan di website tersebut. Pengereman dengan CBS (rem kiri) tidak sepakem rem kanan kalau di jalan aspal. Sementara kalau di jalan tanah yang agak licin, cuma roda belakang saja yang ngelock:

Video jejak tanah:

Saat rem kiri ditekan maka di setengah tekanan pertama rem depan sudah diaktifkan namun hanya sedikit saja. Bila rem kiri ditekan penuh maka rem belakang akan mulai aktif sementara rem depan masih tetap mengerem sedikit saja. Ini menimbulkan pertanyaan penulis karena untuk mengerem secara maksimal (kata optimal bikin rancu) maka rem depan dan belakang harus dimaksimalkan.

Ternyata sistem rem CBS untuk Indonesia sengaja dibuat seperti itu. Itu dicantumkan pada label petunjuk dan website dari Honda.

Keterangan dari sistem CBS (di Honda Beat penulis diletakkan di atas tangki bensin) adalah sebagai berikut:

Dikatakan:

Dengan menarik tuas rem kiri, rem belakang dan rem depan dapat berfungsi dengan tepat.

Untuk efektifitas rem maksimal, pergunakan kedua rem depan dan belakang secara bersamaan.

Pada awalnya penulis bingung mengapa ada kata – kata tepat dan maksimal. Untungnya ada penjelasan yang lebih detail di website Honda berikut ini:
Teknologi Combi Brake System: Inovasi Sistem Pengereman agar Lebih Aman dan Optimal, Tuesday, 25 March 2014

kerjacombibrakelokalFungsi pengereman sebenarnya bukan untuk menghentikan motor lho Brosis! Tapi untuk memperlambat laju kendaraan,secara bertahap alias deselerasi hingga kecepatan motor mencapai 0, alias berhenti total.

Coba deh kalau dipikir secara logis, memang masuk akal. Jika fungsi rem adalah untuk menghentikan laju motor, bayangin Brosis lagi berkendara dengan kecepatan 60 km/jam. Kemudian ngerem dan kecepatan motor langsung kecepatan 0 km/jam. Dipastikan brosis yang bakalan mental.

Oleh karena itu, penting menjaga selalu kondisi pengereman agar mampu melakukan proses deselerasi secara optimal. Selain itu, teknik pengereman juga berpengaruh. Sekarang mau nanya Brosis nih! Biasanya ngerem pakai rem depan atau belakang?

Idealnya, Brosis harus menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan. Ada anggapan yang mengatakan penggunaan rem belakang lebih aman. Tidak sepenuhnya tepat sih. Dalam pengereman, rem belakang lebih membutuhkan amplitudo waktu pengereman yang lebih panjang, sehingga dalam kondisi rem mendadak, rem belakang tidak dapat diandalkan. Yang ada malah sliding, alias ngepot.

Kalau rem depan, memang jarak pengeremannya lebih pendek, namun pada kondisi pengereman mendadak dalam kecepatan tinggi rentan membuat motor menjadi terpelanting. Soalnya sewaktu rem depan ditekan dengan kuat pada saat mengendarai sepeda motor, suspensi depan akan menekan dan suspensi belakang meregang. Sehingga ada gaya yang mendorong pengendara ke depan.

Di sinilah Honda hadir dengan teknologi Combi-Brake System (CBS). Dimana ketika tuas rem belakang ditekan, maka selain roda ban belakang melakukan pengereman, roda ban depan pun secara otomatis melakukan pengereman dengan proporsi pengereman yang berimbang. (note: dari yang penulis coba nyatanya tidak, rem depan cuma ngerem sedikit)

Pada dasarnya CBS merupakan mechanical braking system yang artinya dalam pengoperasiannya hanya menggunakan prinsip mekanik saja. Dalam hal ini CBS menggunakan Equalizer sebagai sistem mekanik yang bertugas sebagai penghubung antara rem depan, rem belakang dan tuas rem kiri, sehingga CBS tersebut dapat bekerja secara bersamaan.

Oh ya, CBS hanya berfungsi ketika tuas rem belakang ditarik saja Brosis. Kalau rem depan ditekan, CBS tidak berfungsi, alias rem belakang gak ikutan ngerem. Tapi ingat, jangan mentang-mentang sudah pakai Sistem CBS, rem depan jadi enggak pernah dipakai lagi. Tentu saja Brosis masih perlu menekan rem depan agar proses deselerasi berjalan dengan lancar yah.

Penjelasan singkatnya di website Honda yang lain:
Teknologi Combi Brake System Motor Honda, 21 Januari 2015

Pada dasarnya rem bukan berfungsi untuk menghentikan motor tetapi untuk memperlambat laju kendaraan secara bertahap sampai kecepatan 0 kilometer/jam.

Dengan hadirnya teknologi CBS ini anda dapat melakukan pengereman secara optimal pada rem depan dan rem belakang. Pada rem depan jarak pengeremannya terlalu pendek sedangkan rem belakang jarak pengeremannya lebih panjang. Sehingga jika digabungkan akan menghasilkan pengereman yang optimal dan tepat.

 

Jadi intinya Combi Brake System itu mengurangi daya pengereman sehingga tidak terlalu mendadak. Itu yang dikatakan optimal atau tepat. Sementara itu kalau mau benar benar maksimal maka bro harus pakai kedua tuas rem, baik yang kiri ataupun yang kanan.

Bro juga harus ingat untuk selalu menyesuaikan setelan rem belakang agar tidak ndelosor seperti bro berikut ini:
Combi brake system (CBS) cuma untuk yang rajin ngecek rem!!!

Saat kampas rem mulai menipis dan rem gak di setel lagi , atau rem menjadi dalam maka….. ANDA BISA CELAKA-!!!!

Lho kok celaka ??

Begini logikanya disaat normal tuas rem belakang di tarik duluan baru di ikuti rem depang dengan rasio 1,5 : 1, namun jika kampasrem sudah tipis dan tarikan makin dalam maka bisa imbang..

Dan saat di jalan yang turun dan berkerikil tentu pengunaan rem belakang mutlak dan rem depan cuma buat ngimbangi namun jika rem belakang dalem maka rem depanpun lebih cepat ngerem dan kalo gak siap ya.. NDELONGSOR !!!! *pengalaman berbicara.

Maka dari itu rajin rajinlah ngecek rem karena sanggat PENTING !

Jadi salah bila dikatakan sistem CBS memperpendek daya pengereman. Sistem CBS motor Honda matik Indonesia justru dirancang untuk agar pengereman tidak terlalu mendadak, biar jarak pengereman lebih panjang. Bila mau lebih pendek, pergunakan kedua tangan.

Tapi terus terang kalau sistem CBS dirancang seperti itu, rasanya sistem CBS tidak terlalu berguna untuk yang tenaga tangan kirinya lemah (kebanyakan orang) dan yang harus nyetir pakai tangan kanan saja (tangan kiri sibuk pegang dagangan / anak). Jadi kalau beli motor matik Honda, mending yang nggak pakai CBS, kecuali “kepepet” karena pingin nyoba / pamer fitur ISS.

Tambahan

beberapa hari yang lalu penulis mencoba melakukan pengereman dari kecepatan tinggi hanya mengandalkan fitus CBS saja, jadi yang ditekan hanya tuas rem kiri saja. Tuas rem kiri sudah ditekan sangat maksimal pakai sekuat tenaga (rider cewek mungkin tidak menekan sekuat ini), namun kendaraan tidak berhenti berhenti. Kekuatan pengereman baru normal setelah pakai tuas rem kanan juga. Padahal saat itu cuma boncengan sama anak yang masih 1 smp.

 

Intinya walau iklannya CBS dikatakan membantu pengereman, kalau mau mengerem maksimal, masih harus pakai keduanya.

Hebaat!, Honda Beat ISS sudah mendukung penggunaan bensin beralkohol hingga 10 persen


Petunjuk bahwa motor matik Honda sudah mendukung bahan bakar bensin bercampur alkohol termuat di dalam buku manual Honda Beat ISS sporty halaman 100:
petunjukaditifalkoholuntuk hondabeat

Disebutkan bahwa:

Campuran bahan bakar berikut ini dapat digunakan untuk skuter (honda Beat ISS) anda:
– Ethanol (ethyl alcohol) sampai dengan 10% berdasarkan volume

Bensin yang mengandung ethanol kemungkinan bisa dipasarkan dengan nama Gasohol

Penggunaan bensin yang mengandung lebih dari 10% ethanol dapat:
.- merusak cat tangki bahan bakar
.- merusak selang karet saluran bahan bakar
.- menyebabkan karat di dalam tangki bahan bakar
.- menyebabkan pengendaraan yang tidak baik

Ini merupakan kabar yang menggembirakan. Memang tidak sempurna, maksimal hanya 10 persen, namun paling tidak sudah ada usaha di Indonesia untuk mangakomodasi bahan bakar berdasar tumbuhan (ethanol/alkohol). Honda sendiri sudah punya motor yang bisa menggunakan campuran alkohol dan bensin dengan campuran bebas di Brazil, seperti yang pernah diulas sebelumnya:
Honda CG150 TITAN MIX di Brazil bisa diisi alkohol juga bro!

Sifat dari bahan bakar alkohol adalah oktan yang lebih tinggi namun daya bakar yang lebih rendah. Menambahkan alkohol berguna untuk meningkatkan nilai oktan bensin, yang bila asalnya kurang akan bisa menambah tenaga. Namun bila nilai oktan aslinya sudah cukup maka menambah alkohol bisa malah mengurangi tenaga, kecuali waktu pengapian dimajukan atau modifikasi lain yang sesuai untuk bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi.

Jangan menggunakan smart atau parking brake lock bila ingin aman karena fitur tidak bisa diandalkan


Sekarang ini fasilitas rem saat parkir sudah menjadi salah satu fitur unggulan untuk sepeda motor matik. Di Honda fitur ini dinamakan parking brake lock sementara di Yamaha dinamakan smart brake lock. Fitur ini dikatakan berguna saat motor berhenti di jalan miring atau untuk saat akan menyalakan motor.

Mengenal Fitur Parking Brake Lock

Fitur Parking Brake Lock ini pada dasarnya berfungsi layaknya rem tangan. Sesuai dengan namanya, fitur ini berfungsi untuk membantu Anda mengunci posisi motor terutama pada saat motor Anda berhenti di jalan menanjak atau menurun.

Selain itu, Parking Brake Lock juga mampu menjadi salah satu fitur keselamatan bagi anda bahkan pada saat mesin motor mulai dinyalakan. Karena sistemnya yang dapat mengunci rem belakang motor Anda, maka resiko motor loncat karena membuka pedal gas secara berlebihan dapat Anda hindari.

Sistem kerja dari Parking Brake Lock ini sebenarnya sangat sederhana. Anda cukup menarik tuas rem belakang pada motor Honda, kemudian tekan tuas kecil yang berada di depan tuas rem tersebut. Tuas kecil ini adalah fitur Parking Brake Lock yang dimaksud. Ketika Anda tekan, maka rem belakang motor Anda akan terkunci secara otomatis.

Akan tetapi penulis menjumpai bahwa fitur ini ternyata mempunyai kelemahan. Kelemahannya adalah penguncian dari rem parkir yang ditawarkan bekerja pada sudut yang tidak bisa dirubah. Padahal bagian rem yang dipergunakan untuk itu adalah rem belakang yang bukan cakram. Rem tersebut aus lebih cepat dari rem cakram.

Yang bikin miris lagi adalah walau sepeda motor Honda Beat penulis masih baru beberapa hari, ternyata parking brake locknya sudah tidak berfungsi.

Walau fungsi parking brake sudah diaktifkan, motor masih bisa di dorong walau penulis cuma pegang setir pakai satu tangan. Sebenarnya ini bisa dikoreksi dengan mudah dengan merubah setelan rem. Yang jadi pertanyaan adalah mengapa dengan setelan dari pabrik parking brake lock tidak berfungsi dengan benar, motor masih benar benar baru dan penulis tidak melakukan perubahan. Ini membuktikan kurangnya kontrol kualitas dari AHM selaku produsen motor Honda.

Setelan rem belakang juga sebenarnya tidak kurang karena saat dibuat mengerem mendadak, roda belakang masih bisa terkunci, terlihat guratan roda belakang di tanah setelah di rem mendadak:

Jadi setelan cukup untuk membuat roda belakang mengunci saat mengerem di jalan tanah tapi tidak cukup untuk bisa membuat parking brake lock berfungsi dengan benar. Ini membuktikan kelemahan desain dari parking brake lock.

Ini bisa menjadi potensi bahaya bila ada yang terlalu mengandalkan fitur parking brake lock tersebut. Terutama bagi yang menggunakan fitur ini di jalan miring.

Mas Taufik dari tmcblog pernah menguji fitur ini pada motor Yamaha di jalan miring:
Tes Fungsionalitas Smart Brake Lock Yamaha Mio GT, February 19, 2013

Bro Sekalian, Yamaha Mio GT adalah Varian Skutik ketiga yamaha Yang di jejali fitur penambah value yakni Smart Brake Lock. Ini adalah fitur baru dan banyak juga pengunjung blog yang nanyain tentang fitur ini, kayak apa sih fungsionalnya . . . apa bener bisa dibuat parkiran di tempat dengan kemiringan . .. ya sudah untuk memuaskan dahaga keingin tahuan mas bro semua tmcblog langsung coba ngetest fitur ini di sebuah tanjakan yang lumayan curam, berapa derajat? cek aja dah gambar dan Videonya he he he

Hasilnya Gimana? Ya memang terbukti efektif ini Smart Brake Lock difungsikan sebagai alat untuk pengunci parkir saat Mio GT diparkir ditempat dengan kemiringan yang cukup lumayan. Kalo untuk Motor sport sih memang bisa dilakukan dengan cara memasukkan gear, maka ban akan nge-lock . . . nah kalo skutik? Yahh Brake Lock memang merupakan salah satu solusinya tentu .

Yang penulis kurang sependapat adalah cara pengetesannya. Motor dihadapkan mengarah ke tanjakan. Dengan posisi tersebut, motor tanpa fitur smart brake lock pun bisa aman diparkir. Hasil bisa berbeda bila motor dihadapkan mengarah ke turunan, seperti yang disinggung di artikel berikut:
Masukan Buat Honda . . . PCX 150 dikasih Parking Brake Lock July 6, 2013

Kejadiannya adalah ketika itu tmcblog sengaja berhenti dipinggir jalan cikidang untuk sekedar beristirahat dan menghirup udara segar di tengah rimbunnya pepohonan karet di jalur cikidang. Namun ternyata ternyata jalan kemiringan tempat parkir (kebetulan dipinggir jalan persis) itu lumayan cukup untuk membuat PCX 150 yang sedang diparkir bisa bergeser maju (kemiringan nya ke arah depan ). Memang seharusnya tmcblog menggunakan Standar dua/standar tengah saat itu namun tenyata kemiringan kecil pun bisa membuat motor ini bergerak saat parkir . . . hadeew sereeem euuy, secara ini motor turing dan banyak pula yang mengandalkan motor ini untuk turing . . . turing kan banyak juga mengunjungi daerah peunungan yang sudut kemiringan jalannya cukup untuk membuat sulit PCX 150 saat standar samping

Posisi yang menghadap turunan bisa membuat motor lepas dari posisi standar samping. Bila setelan rem belakang belakang tidak pas maka fitur smart brake lock Yamaha ataupun parking brake lock Honda menjadi tidak berguna dan bisa membuat situasi berbahaya.

Ini juga mengundang pertanyaan lain. Bila tujuannya mencegah motor maju ke depan saat di jalan turunan, maka penguncian yang optimal adalah di ban depan. Seharusnya fitur rem parkir diberikan tidak hanya pada roda belakang namun pada roda depan juga. Bila ada yang ngeklaim bahwa sistem combi brake bisa mengelock roda depan dan belakang, maka penulis bisa katakan itu salah.

Alasannya:
.1. Terbukti di sepeda motor penulis yang sudah dilengkapi fitur combi brake, motor masih bisa didorong dan dimundurkan pakai kaki.
.2. Pada saat rem kiri ditekan penuh, walau sudah dilengkapi combi brake, cuma roda belakang saja yang ngunci, roda depan enggak (kelemahan combi brake ini akan dijabarkan detil di artikel selanjutnya)

Solusi yang menurut penulis paling sesuai adalah dengan menggunakan sistem mirip di mobil, dimana posisi sudut parking brake tidak fixed dan bisa di kretek kretek sampai terkunci benar. Jadi walau rem belakang sudah aus paling tidak tekanan rem bisa diterapkan maksimal. Kemudian, fitur itu juga diimplementasikan pada rem depan juga sehingga bisa lebih maksimal.

Oleh karena itu, dengan sistem yang sekarang ini, fitur parking brake lock Honda atau smart brake lock Yamaha cuma gaya – gayaan dan bukan fitur keamanan sesungguhnya. Sistem masih kurang reliable, kurang bisa diandalkan. Walau dipasarkan sebagai fitur keamanan namun nyatanya justru bisa meningkatkan resiko kecelakaan karena desain yang kurang sempurna.

Penulis menyarankan agar jangan mengandalkan fasilitas smart brake lock di Yamaha ataupun parking brake lock di Honda. Kalau sepeda motor yang sedang diparkir roboh kan bisa mencelakai orang juga.

Membandingkan Honda Beat ISS dengan Suzuki Spin seperti membandingkan kw2 dengan kw1


Untuk mengantar jemput anak yang mulai masuk sekolah menengah, istri minta dibelikan motor. Istri ingin motor matik Honda dengan bodi yang ringan, maka pilihan jatuh pada motor Honda Beat. Istri memilih berdasarkan pilihan warna yang ada dan modelnya, kebetulan untuk warna yang diinginkan cuma ada variasi tertinggi dari Honda Beat Sporty dengan fasilitas combi brake dan idle stop system. Kesan berikut disimpulkan dengan membandingkan motor yang penulis pakai sekarang ini, Suzuki Spin 2009, motor matik 125cc.

Yang paling mengesankan saat pertama mengendarai Honda Beat adalah jok yang sangat empuk. Suspensi terasa tidak berbeda dari Suzuki Spin, namun dengan jok yang empuk membuat mengendarai terasa lebih empuk daripada Suzuki Spin. Sepertinya ini juga dibantu dengan damper skok yang lebih empuk dari punya Spin.

Bodi Honda Beat terasa lebih ringan dari Suzuki Spin saat didorong. Namun anehnya lebih berat saat harus di standar tengah. Istri mungkin akan sangat kesulitan untuk bisa menstandar tengah Honda Beat.

dek dan posisi aki
dek dan posisi aki

Ground clearance juga tinggi. Jarak bodi ke tanah kira – kira sama dengan Suzuki Spin. Namun injakan kaki pengemudi yang lebih tinggi membuat kaki lebih cepat lelah daripada bila pakai Spin. Terasa bila perjalanan lebih dari setengah jam.

Berbeda dengan Suzuki Spin, transmisi CVT Honda Beat terasa pada saat akselerasi. Ada kesan drrt drrt drrt saat CVT beraksi. Getaran terasa sampai ke setang. Efek ini tidak terasa pada Suzuki Spin dimana akselerasi terasa halus. Mesin Honda Beat memang lebih bergetar, yang bisa membuat setang bergetar kuat saat stasioner, namun saat jalan getaran mesin tidak terlalu terasa.

 

Untuk soal mesin, sebelumnya penulis sudah membuat artikel yang khusus membahas berisiknya mesin Honda Beat:
Pujian mesin terbaik dari otomotif.net untuk Honda Beat ISS tidak memperhitungkan kondisi setelah dipakai

Berdasarkan penilaian dari otomotif.net, penulis berasumsi bahwa suara mesin Honda Beat halus saat baru beli dan jadi berisik setelah beberapa saat dipakai. Namun penulis salah besar, karena ternyata suara mesin Honda Beat sudah sangat berisik walau baru pertama kali beli.

Untuk itu penulis memohon maaf kepada pembaca atas kesalahan informasi.

Suaar kasar dari mesin Honda tersebut mengalahkan berisiknya suara knalpot Ninja 2 tak. Ini menjadi aneh karena sepertinya Ninja 150R tidak lolos uji emisi Euro III karena faktor kebisingan suara.
Metoda ampuh yang bisa membantu Kawasaki Ninja 2tak 150R lolos standard emisi Euro3

Dari sisi suara, Honda Beat jelas lebih berisik dari suara blender. Suara blender dikatakan mempunyai kebisingan 90dB. Padahal peraturan menuntut agar suara dari kendaraan tidak lebih lebih berisik dari 80dB. Jadi seharusnya motor Honda Beat ISS tidak pantas lolos uji emisi Euro 3.
Aturan kebisingan berlaku tidak hanya pada knalpot, kita bisa protes tentang mesin yang berisik

Namun ini sepertinya ada jawabannya. Karena ternyata setelah oli mesin penulis tambahi dengan oli Valvoline yang biasanya dipakai untuk Spin, suara mesin menjadi lebih senyap. Suara mesin menjadi setara dengan suara mesin dari Spin sekarang.

Bahkan di jalan pun suara mesin menjadi lebih halus, jauh lebih halus dari bahkan motor Yamaha, apalagi bila dibanding dengan Honda Beat lain atau yang lebih parah Honda Vario. Suara knalpot juga tidak lagi tertutupi suara mesin (apa karena ini ya alasan kebisingan hanya diukur pakai knalpotnya saja?).

Walau lebih senyap, suara yang berisiknya setara dengan Suzuki Spin menunjukkan perbedaan paling tidak kualitas material (ada kemungkinan juga perbedaan presisi). Bila mesin Suzuki Spin kw 1, maka mesin Honda Beat ISS kw 2 atau lebih rendah. Padahal dari level berisik yang sekarang penulis merasa mesin Suzuki waktunya ganti komponen, karena suara sudah jauh lebih kasar dari beberapa tahun lalu karena dipakai top speed tiap hari.

Ekstremnya perbedaan setelah oli ditambahi oli bagus juga menunjukkan betapa tidak layaknya oli standar. Karena kualitas material yang kurang maka oli mesin menuntut yang lebih bagus agar mesin lebih awet. Mesin kw 2 harus pakai oli kw 1 agar awet. Penulis menyarankan agar pembaca menggunakan oli yang lebih baik untuk Honda Beat pembaca. Jangan termakan iklan, sebaiknya mencoba sendiri. Coba dibandingkan suara mesin Honda Beat pembaca dengan punya penulis sebagai referensi. Suara mesin wajib lebih halus dari yang pakai oli standard.

 

Perbedaan poros roda Honda Beat dengan Suzuki Spin
Perbedaan poros roda Honda Beat dengan Suzuki Spin

Saat dikendarai Honda Beat terasa sangat berbeda dari Suzuki Spin, terutama saat menikung. Ternyata memang sumbu roda keduanya berbeda, sumbu roda Honda Beat berada di depan sumbu kemudi, sementara sumbu roda Suzuki Spin berada di belakang sumbu kemudi. Di motor sport sumbu roda biasanya berada ditengah sumbu kemudi. Ini menghasilkan perbedaan saat setir di belokkan. Honda Beat terasa lebih lincah di kecepatan rendah sementara Suzuki Spin terasa lebih anteng di kecepatan tinggi.

spedometer
spedometer

Sayangnya Honda Beat dilengkapi di dengan spedometer yang cembung, sehingga bisa lebih silau bila dikendarai siang hari. Posisi spedo terasa lebih dekat ke wajah daripada punya Spin. Beruntung meteran bensin masih menggunakan manual sehingga sisa bensin bisa lebih mudah diperkirakan. Konsumsi bensin juga terasa lebih irit, namun masih belum pasti seberapa banyak.

Kelemahan lain adalah spion yang terasa susah dipakai. Bentuknya gepeng bila diposisikan horisontal, namun terasa sempit bila dibuat diagonal. Penulis lebih suka dengan bentuk spion yang cenderung kotak daripada model ketupat.
SANYO DIGITAL CAMERA
SANYO DIGITAL CAMERA

kunci pembuka samping
kunci pembuka samping

Penulis merasa beruntung karena di versi ini bagasi tidak harus dibuka lewat kemudi. Penulis tidak suka dengan metode membuka bagasi lewat kunci depan.

Bagasi lumayan besar untuk banyak keperluan. Bentuk juga akomodatif dan tidak aneh seperti di kendaraan lain. Sayangnya posisi untuk gantungan helem terlalu masuk ke dalam dan membuat helem susah digantungkan. Helem juga tidak bisa dimasukkan bagasi dan helem juga tidak bisa ditaruh di gantungan tengah. Ini bisa menjadi persoalan saat butuh membawa helem tambahan ataupun saat parkir.

 

filter udara dan pencegah cipratan air kotor
filter udara dan pencegah cipratan air kotor

Persoalan lain adalah penahan cipratan air. Sepertinya desain dari Honda kurang memperhitungkan hal ini sehingga banyak ruang yang bisa jadi cepat kotor saat musim hujan. Sepertinya ada usaha untuk mengatasi ini seperti yang terlihat di lembaran plastik di bawah spakbor belakang.

posisi spakbor dan roda
posisi spakbor dan roda

Sayang untuk roda depan tidak ada usaha yang sama. Kesan kejar tayang juga bisa terlihat dari sorotan lampu depan, setelan tidak pas dan membuat lampu menyorot terlalu keatas. Sehingga bila lampu jauh diaktifkan maka menyorot keatas.

 

Dari sisi finishing Honda Beat lumayan. Walau cat masih dibawah Suzuki Spin yang walau motor tapi catnya metalik.

logo depan dan tuas parking brake
logo depan dan tuas parking brake

Fasilitas parking brake ada namun agak bingung kapan itu ada gunanya. Bila untuk mencegah motor maju ke depan saat standar tengah atau samping maka harusnya parking brake dipasang di rem depan, namun kok di Honda Beat dipasang di rem belakang. Di motor penulis, walau masih baru nyis, motor masih bisa didorong walau sudah di parking brake.

Fasilitas combi brake juga terkesan tidak bermanfaat, yang akan dibahas lebih detil di artikel lain.

Fitur ISS mungkin bisa mengurangi efisiensi bensin, namun selain kelemahan lampu depan menyala saat mesin sudah mati dan tenaga mesin berkurang karena itu, rasanya fitur ini butuh penyesuaian. Waktu dinyalakan rasanya seperti mesin yang stasionernya kurang tinggi sehingga mati sendiri saat berhenti. Justru sering reflek menekan tombol starter saat motor berhenti. Lagipula butuh perjalanan agak jauh baru fitur bisa aktif. Kalau cuma ke pasar atau mengantar jemput anak sekolah fitur bisa belum sempat aktif walau di perjalanan pulang. Dilihat dari sisi pengguna fitur ini juga gampang di terapkan ke motor lain, tinggal disetel idlenya agak rendah sehingga mesin mati sendiri setelah beberapa detik. Tapi baik istri maupun penulis merasa fitur ISS ini tidak nyaman dipakai karena kendaraan jadi terasa seperti kendaraan yang salah setel.

 

Velg racing dan rem cakram di kiri, kabel spedo di kanan
Velg racing dan rem cakram di kiri, kabel spedo di kanan
rem tromol
rem tromol
kipas pendingin dan knalpot
kipas pendingin dan knalpot
tombol idle stop system
tombol idle stop system
tombol lampu
tombol lampu
kunci kontak
kunci kontak
unknow
stripping samping
logo depan
logo depan
lampu depan
lampu depan
lampu belakang
lampu belakang
kap depan
kap depan

Secara keseluruhan, ada ketidakpuasan setelah memiliki motor Honda Beat Sporty ISS. Keunggulan utama ada pada kenyamanan, jok terasa empuk saat dikendarai. Mesin terasa kurang ok. Oleh karena itu penulis berencana untuk tidak pernah pakai oli gratisan atau oli apapun yang disediakan secara resmi. Karena mesin terasa seperti kw 2 maka penulis ingin menggunakan oli kw 1. Sayangnya oli lokal sepertinya tidak memproduksi oli kw 1 dan hanya fokus pada oli murah, sehingga harus mencari di merek luar negeri (yang bukan abal abal). Sayang juga karena oli yang tersedia di bengkel kurang mumpuni untuk menutupi kelemahan mesin kw 2 Honda Beat.

Mungkin bro ada saran untuk oli apa yang bisa membuat mesin Honda Beat senyap?

Edit:
Ada keunggulan dari Honda Beat yang sekaligus menjadi kelemahannya. Di Honda Beat bagian suspensi belakang ada pelindung debunya. Namun sayang ini menjadi kelemahan, saat dibuat boncengan suspensi terasa mentok saat lewat polisi tidur. Beban yang bisa membuat suspensi mentok sekitar 130kg. Sementara Suzuki Spin pernah dipakai untuk beban 200kg dan tidak masalah kecuali mentok di spakbor depan karena roda sudah diganti 80/90 dari aslinya 70/80.

Ada kemungkinan pelindung tersebut akan pecah bila dipaksakan dinaiki dengan beban diatas 130kg. Saran penulis, sebaiknya jangan membebani motor Honda Beat kecuali sudah mengganti suspensi belakang atau rela pelindung debunya pecah. kalau sudah pecah, mending di rusak sekalian pelindung debunya dan diambil. atau klaim garansi kalau masih bisa. Ini bukan ringkih, tapi cuma keterbatasan karena desain saja.