Membandingkan Honda Beat ISS dengan Suzuki Spin seperti membandingkan kw2 dengan kw1


Untuk mengantar jemput anak yang mulai masuk sekolah menengah, istri minta dibelikan motor. Istri ingin motor matik Honda dengan bodi yang ringan, maka pilihan jatuh pada motor Honda Beat. Istri memilih berdasarkan pilihan warna yang ada dan modelnya, kebetulan untuk warna yang diinginkan cuma ada variasi tertinggi dari Honda Beat Sporty dengan fasilitas combi brake dan idle stop system. Kesan berikut disimpulkan dengan membandingkan motor yang penulis pakai sekarang ini, Suzuki Spin 2009, motor matik 125cc.

Yang paling mengesankan saat pertama mengendarai Honda Beat adalah jok yang sangat empuk. Suspensi terasa tidak berbeda dari Suzuki Spin, namun dengan jok yang empuk membuat mengendarai terasa lebih empuk daripada Suzuki Spin. Sepertinya ini juga dibantu dengan damper skok yang lebih empuk dari punya Spin.

Bodi Honda Beat terasa lebih ringan dari Suzuki Spin saat didorong. Namun anehnya lebih berat saat harus di standar tengah. Istri mungkin akan sangat kesulitan untuk bisa menstandar tengah Honda Beat.

dek dan posisi aki
dek dan posisi aki

Ground clearance juga tinggi. Jarak bodi ke tanah kira – kira sama dengan Suzuki Spin. Namun injakan kaki pengemudi yang lebih tinggi membuat kaki lebih cepat lelah daripada bila pakai Spin. Terasa bila perjalanan lebih dari setengah jam.

Berbeda dengan Suzuki Spin, transmisi CVT Honda Beat terasa pada saat akselerasi. Ada kesan drrt drrt drrt saat CVT beraksi. Getaran terasa sampai ke setang. Efek ini tidak terasa pada Suzuki Spin dimana akselerasi terasa halus. Mesin Honda Beat memang lebih bergetar, yang bisa membuat setang bergetar kuat saat stasioner, namun saat jalan getaran mesin tidak terlalu terasa.

 

Untuk soal mesin, sebelumnya penulis sudah membuat artikel yang khusus membahas berisiknya mesin Honda Beat:
Pujian mesin terbaik dari otomotif.net untuk Honda Beat ISS tidak memperhitungkan kondisi setelah dipakai

Berdasarkan penilaian dari otomotif.net, penulis berasumsi bahwa suara mesin Honda Beat halus saat baru beli dan jadi berisik setelah beberapa saat dipakai. Namun penulis salah besar, karena ternyata suara mesin Honda Beat sudah sangat berisik walau baru pertama kali beli.

Untuk itu penulis memohon maaf kepada pembaca atas kesalahan informasi.

Suaar kasar dari mesin Honda tersebut mengalahkan berisiknya suara knalpot Ninja 2 tak. Ini menjadi aneh karena sepertinya Ninja 150R tidak lolos uji emisi Euro III karena faktor kebisingan suara.
Metoda ampuh yang bisa membantu Kawasaki Ninja 2tak 150R lolos standard emisi Euro3

Dari sisi suara, Honda Beat jelas lebih berisik dari suara blender. Suara blender dikatakan mempunyai kebisingan 90dB. Padahal peraturan menuntut agar suara dari kendaraan tidak lebih lebih berisik dari 80dB. Jadi seharusnya motor Honda Beat ISS tidak pantas lolos uji emisi Euro 3.
Aturan kebisingan berlaku tidak hanya pada knalpot, kita bisa protes tentang mesin yang berisik

Namun ini sepertinya ada jawabannya. Karena ternyata setelah oli mesin penulis tambahi dengan oli Valvoline yang biasanya dipakai untuk Spin, suara mesin menjadi lebih senyap. Suara mesin menjadi setara dengan suara mesin dari Spin sekarang.

Bahkan di jalan pun suara mesin menjadi lebih halus, jauh lebih halus dari bahkan motor Yamaha, apalagi bila dibanding dengan Honda Beat lain atau yang lebih parah Honda Vario. Suara knalpot juga tidak lagi tertutupi suara mesin (apa karena ini ya alasan kebisingan hanya diukur pakai knalpotnya saja?).

Walau lebih senyap, suara yang berisiknya setara dengan Suzuki Spin menunjukkan perbedaan paling tidak kualitas material (ada kemungkinan juga perbedaan presisi). Bila mesin Suzuki Spin kw 1, maka mesin Honda Beat ISS kw 2 atau lebih rendah. Padahal dari level berisik yang sekarang penulis merasa mesin Suzuki waktunya ganti komponen, karena suara sudah jauh lebih kasar dari beberapa tahun lalu karena dipakai top speed tiap hari.

Ekstremnya perbedaan setelah oli ditambahi oli bagus juga menunjukkan betapa tidak layaknya oli standar. Karena kualitas material yang kurang maka oli mesin menuntut yang lebih bagus agar mesin lebih awet. Mesin kw 2 harus pakai oli kw 1 agar awet. Penulis menyarankan agar pembaca menggunakan oli yang lebih baik untuk Honda Beat pembaca. Jangan termakan iklan, sebaiknya mencoba sendiri. Coba dibandingkan suara mesin Honda Beat pembaca dengan punya penulis sebagai referensi. Suara mesin wajib lebih halus dari yang pakai oli standard.

 

Perbedaan poros roda Honda Beat dengan Suzuki Spin
Perbedaan poros roda Honda Beat dengan Suzuki Spin

Saat dikendarai Honda Beat terasa sangat berbeda dari Suzuki Spin, terutama saat menikung. Ternyata memang sumbu roda keduanya berbeda, sumbu roda Honda Beat berada di depan sumbu kemudi, sementara sumbu roda Suzuki Spin berada di belakang sumbu kemudi. Di motor sport sumbu roda biasanya berada ditengah sumbu kemudi. Ini menghasilkan perbedaan saat setir di belokkan. Honda Beat terasa lebih lincah di kecepatan rendah sementara Suzuki Spin terasa lebih anteng di kecepatan tinggi.

spedometer
spedometer

Sayangnya Honda Beat dilengkapi di dengan spedometer yang cembung, sehingga bisa lebih silau bila dikendarai siang hari. Posisi spedo terasa lebih dekat ke wajah daripada punya Spin. Beruntung meteran bensin masih menggunakan manual sehingga sisa bensin bisa lebih mudah diperkirakan. Konsumsi bensin juga terasa lebih irit, namun masih belum pasti seberapa banyak.

Kelemahan lain adalah spion yang terasa susah dipakai. Bentuknya gepeng bila diposisikan horisontal, namun terasa sempit bila dibuat diagonal. Penulis lebih suka dengan bentuk spion yang cenderung kotak daripada model ketupat.
SANYO DIGITAL CAMERA
SANYO DIGITAL CAMERA

kunci pembuka samping
kunci pembuka samping

Penulis merasa beruntung karena di versi ini bagasi tidak harus dibuka lewat kemudi. Penulis tidak suka dengan metode membuka bagasi lewat kunci depan.

Bagasi lumayan besar untuk banyak keperluan. Bentuk juga akomodatif dan tidak aneh seperti di kendaraan lain. Sayangnya posisi untuk gantungan helem terlalu masuk ke dalam dan membuat helem susah digantungkan. Helem juga tidak bisa dimasukkan bagasi dan helem juga tidak bisa ditaruh di gantungan tengah. Ini bisa menjadi persoalan saat butuh membawa helem tambahan ataupun saat parkir.

 

filter udara dan pencegah cipratan air kotor
filter udara dan pencegah cipratan air kotor

Persoalan lain adalah penahan cipratan air. Sepertinya desain dari Honda kurang memperhitungkan hal ini sehingga banyak ruang yang bisa jadi cepat kotor saat musim hujan. Sepertinya ada usaha untuk mengatasi ini seperti yang terlihat di lembaran plastik di bawah spakbor belakang.

posisi spakbor dan roda
posisi spakbor dan roda

Sayang untuk roda depan tidak ada usaha yang sama. Kesan kejar tayang juga bisa terlihat dari sorotan lampu depan, setelan tidak pas dan membuat lampu menyorot terlalu keatas. Sehingga bila lampu jauh diaktifkan maka menyorot keatas.

 

Dari sisi finishing Honda Beat lumayan. Walau cat masih dibawah Suzuki Spin yang walau motor tapi catnya metalik.

logo depan dan tuas parking brake
logo depan dan tuas parking brake

Fasilitas parking brake ada namun agak bingung kapan itu ada gunanya. Bila untuk mencegah motor maju ke depan saat standar tengah atau samping maka harusnya parking brake dipasang di rem depan, namun kok di Honda Beat dipasang di rem belakang. Di motor penulis, walau masih baru nyis, motor masih bisa didorong walau sudah di parking brake.

Fasilitas combi brake juga terkesan tidak bermanfaat, yang akan dibahas lebih detil di artikel lain.

Fitur ISS mungkin bisa mengurangi efisiensi bensin, namun selain kelemahan lampu depan menyala saat mesin sudah mati dan tenaga mesin berkurang karena itu, rasanya fitur ini butuh penyesuaian. Waktu dinyalakan rasanya seperti mesin yang stasionernya kurang tinggi sehingga mati sendiri saat berhenti. Justru sering reflek menekan tombol starter saat motor berhenti. Lagipula butuh perjalanan agak jauh baru fitur bisa aktif. Kalau cuma ke pasar atau mengantar jemput anak sekolah fitur bisa belum sempat aktif walau di perjalanan pulang. Dilihat dari sisi pengguna fitur ini juga gampang di terapkan ke motor lain, tinggal disetel idlenya agak rendah sehingga mesin mati sendiri setelah beberapa detik. Tapi baik istri maupun penulis merasa fitur ISS ini tidak nyaman dipakai karena kendaraan jadi terasa seperti kendaraan yang salah setel.

 

Velg racing dan rem cakram di kiri, kabel spedo di kanan
Velg racing dan rem cakram di kiri, kabel spedo di kanan
rem tromol
rem tromol
kipas pendingin dan knalpot
kipas pendingin dan knalpot
tombol idle stop system
tombol idle stop system
tombol lampu
tombol lampu
kunci kontak
kunci kontak
unknow
stripping samping
logo depan
logo depan
lampu depan
lampu depan
lampu belakang
lampu belakang
kap depan
kap depan

Secara keseluruhan, ada ketidakpuasan setelah memiliki motor Honda Beat Sporty ISS. Keunggulan utama ada pada kenyamanan, jok terasa empuk saat dikendarai. Mesin terasa kurang ok. Oleh karena itu penulis berencana untuk tidak pernah pakai oli gratisan atau oli apapun yang disediakan secara resmi. Karena mesin terasa seperti kw 2 maka penulis ingin menggunakan oli kw 1. Sayangnya oli lokal sepertinya tidak memproduksi oli kw 1 dan hanya fokus pada oli murah, sehingga harus mencari di merek luar negeri (yang bukan abal abal). Sayang juga karena oli yang tersedia di bengkel kurang mumpuni untuk menutupi kelemahan mesin kw 2 Honda Beat.

Mungkin bro ada saran untuk oli apa yang bisa membuat mesin Honda Beat senyap?

Edit:
Ada keunggulan dari Honda Beat yang sekaligus menjadi kelemahannya. Di Honda Beat bagian suspensi belakang ada pelindung debunya. Namun sayang ini menjadi kelemahan, saat dibuat boncengan suspensi terasa mentok saat lewat polisi tidur. Beban yang bisa membuat suspensi mentok sekitar 130kg. Sementara Suzuki Spin pernah dipakai untuk beban 200kg dan tidak masalah kecuali mentok di spakbor depan karena roda sudah diganti 80/90 dari aslinya 70/80.

Ada kemungkinan pelindung tersebut akan pecah bila dipaksakan dinaiki dengan beban diatas 130kg. Saran penulis, sebaiknya jangan membebani motor Honda Beat kecuali sudah mengganti suspensi belakang atau rela pelindung debunya pecah. kalau sudah pecah, mending di rusak sekalian pelindung debunya dan diambil. atau klaim garansi kalau masih bisa. Ini bukan ringkih, tapi cuma keterbatasan karena desain saja.

64 thoughts on “Membandingkan Honda Beat ISS dengan Suzuki Spin seperti membandingkan kw2 dengan kw1

    • Sy ada suzuki spin taun 2007 mei. Keluaran awal. Kilometer uda siatas 100rb malah. Bisa dibilang motor capek karna dipake keliling marketing. Yg jadi bangga karna mesin sama sekali blm pernah ada yg ganti part daleman kecuali bagian cvt. Daleman mesin msh ori pabrik semua. Memang sih kampaskopling uda waktunya ganti tapi kan faktor usia sama jarak tempuh uda gila itungannya. Trus bagian cvt roller set sama belt cvt juga baru 1 kali aja ganti. Olie sih g pernah stagnan pake 1 merk sih karna memang ganti2 cari yg paling enak aja sambil percobaan..hehe. Tapi emang sy akui. Mesin spin 125 ini bener2 superb. Luar biasa untuk kelas menengah kebawah dan untuk pemakaian yg bener2 uda abis2an. Mesin aja masih senyappp bgtt bahkan beat fi aja kalah suara idle ama ni spin. O ya. Ini pun juga pake ring 17 velgnya uk. 160 dan 185 ban pake fdr genzy 80/80 ma 70/80.
      Darisini sy tau mana yg jual kualitas dan mana yg jual kuantitas.
      Saya puas pake ni spin.

      Suka

      • Wah ring 17. Saya pakai ban 90/90 untuk nambah top speed. memang mesinnya bandel. Sama saya juga sudah ratusan ribu. Kalau kampas dan belt, memang harus periodik ganti. Kalau nggak pernah top speed, suara memang halus banget.

        Suka

  1. izin komen gan. ane juga miara shogun 125 tahun
    2004. ampe sekaeang daleman mesin, piston etc
    lum pernah ganti. masih awet. dah hampir 2 kali
    reset spido perjalanan tiap hari 80 an kilo.
    alhamdulillah masih jalan sampe sekarang masih
    sehat

    Suka

  2. sebelumnya juga miara suzuki rc100 tahun 1995 dan supra x 125. supra baru make 2 tahun mesin dah ambrol. padahal pemakaian mirip2 ja ma shogun. akhirnya balik lagi pake shogun. supra dipake ma bokap.

    Suka

    • BC atau tidak, bila ada fakta yang salah, maka silahkan dikoreksi. Terus terang saya merasa tertipu dengan beberapa fitur unggulan, karena ternyata tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

      Suka

  3. gimana dg rem depan Spin Mas? saya piara sodaranya Spin, Hayate 125, rem depan payah. sudah pake tenaga dalam masih nylonong aja. kayaknya bobotnya terlalu berat untuk kaliper 1 piston. dan masalah teratasi setelah caliper saya ganti punya satria fu. tapi anehnya caliper hayate enteng aja buat menghentikan laju satria fu, mungkin karena bobotnya ringan dan cakramnya lebar

    Suka

  4. Om apa stang beat Fi itu lebih tinggi dari matic lain?
    Kalo ngeliat orang naik beat Fi kok keliatan lucu / aneh, duduknya hampir jongkok, tangannya kayak megang pager yang tinggi. Trus badannya mepet stang.
    Penasaran pengen tau tinggi setang beat Fi dibanding tinggi stang merk lain.

    Suka

    • Rasanya bukan setang tapi spedonya. Saya coba ukur antar dua jengkal vs dua setengah jengkal. Duduk seperti jongkok karena injakan kaki Honda Beat memang lebih tinggi. Mungkin tinggi dibanding tempat duduk ya? akan saya coba bandingkan.

      Suka

      • Suara mesin honda yg agak ksar saat idle tu bkn cma d motor matik tpi d motor bebek jga, alasan knp mesin motor honda skrg agak kasar dkarenakn jarak antara kopling ganda dng penampangx dbrikan jeda bbrp mm, hal ini brtujuan untuk membuat kampas kopling yg lbih awet

        Suka

        • agak tidak setuju. Saat motor Honda Beat saya ini saya beri oli bagus dan penambah tenaga pro capacitor, sekarang ini suaranya jadi lebih halus dari Honda Beat lain, dan juga lebih halus dari kebanyakan motor matik. Saat dijalan yang hening, yang keras suara triiiik nya dari valve dan traaak entah dari mana, tanpa suara krasak krasak umumnya.

          Suka

  5. berarti yg mesinnya sama dengan beat fi punya penyakit yg sama ya om sucahyo?

    tetangga ane punya scoopy fi, dia nanya ke ane kenapa scoopy bunyi kerr kerr kerr saat idle?
    krn ane ga tau, ane nanya ke bengkel resmi honda sekalian servis…
    kata mekanik honda, memang begitu….

    mumet…

    gimana menurut om sucahyo?

    Suka

    • Kalau bunyi kerr itu apa dari CVT atau per klep ya? untuk Honda Beat saya, memang ada bunyi seperti bila setelan klep tidak pas kalau di suzuki. Bunyi yang baru muncul setelah keseringan dipakai top speed. Bunyi tersebut ada di semua Honda matik tapi biasanya ketutup oleh berisiknya gesekan piston (sak sak sak) dan mekanik (trraak)

      Suka

  6. Masalah material memang Honda dibawah suzuki, masalah irit jelas irit Honda.
    Masalah Oli, jgn pernah pake oli pabrikan motor honda lbh dr 1000km.

    Untuk masalah start awal bergetar itu masalah klasik motor matik di semua merek, kebeneran situ dapetnya yg gitu.

    Mesin berisik ya oli 10w-30 mana ada yg bikin hening?

    Masalah spion hanya masalah selera dan kebiasaan.

    Combibrake g berguna?

    Blm pernah naik motor ngerem sampe ngesot berarti.

    Brake lock? Itu setelan pabriknya kurang pas.
    Fungsinya kalo lg ditanjakan/turunan berhenti, udah g perlu pegang handle rem.

    Oli pilih oli mobil aja. Selain lbh bagus jg masa pakai bisa lbh lama. Jgn apatis sama merek lokal. Banyak oli lokal yg bagus.

    Fastron techno, Fastron gold, Castrol magnatec, Castrol edge, Shell helix, Total quartz 9000, amsoil.

    Bikin mesin lbh terjaga.

    Maaf bukan FBH.
    Hanya berusaha lbh objectif🙂

    Suka

  7. Keliatan fansboy banget, segala model kaca spion dan kaca cembung spedometer d permasalahkan wkwkw okee deh SPIN itu motor sesembahan paling sempurna,

    Suka

  8. Kalau menurutku cbs itu cuma buang buang duit, gimana nggak buang duit, ane dapet fitur cbs di vario techno 110, berapa selisih harga vartech cbs dengan non cbs ? Hampir sejuta ! Dilihat perangkat cbs nya juga nggak canggih, cuma mengandalkan pengait dan kabel / kawat sling dan plat.
    Tapi fungsi? Nggak fungsi, direm tuas kiri, cbs gerak tapi nggak sampai menekan tuas rem kanan. Jadi ya percuma duit hampir sejuta, toh tanpa cbs juga udah bisa ngerem dengan tepat.
    Untuk pengereman saya cenderung berat di rem depan. Jadi kampas depan udah 3 kali ganti, kampas rem belakang baru sekali.

    Suka

  9. intinya, dinikmati saja , kan sudah dibeli, tiap motor kan ada plus minusnya, saya juga pengguna beat, tapi yang karbu sudah 70ribu km , alhamdulillah masih betah ngerawat

    Suka

  10. Setuju dengan penulis ttg berisiknya honda beat terbaru. Soalnya tetangga depan rumah gue juga pake beat yg di belinya pertengahan tahun 2015. Suara mesinnya berisik banget padahal jarak antara rumah gue dan rumahnya sekitar 7 meter-an, dan mesin masih baru lagi. Suara mesinnya lebih jelas terdengar di banding suara mesin m3 ane yg masih pake oli diler. Jadi ceritanya gini, kan gue ama tetangga gue ketika akan berangkat kerja tentu saja nyalain motornya kan? (posisi motor sama2 di teras rumah) Ketika motor beat dan m3 sudah nyala, suara mesin beat jauh lebih terdengar di bandingkan dengan suara mesin m3. Omong2 Agan pernah coba dengar suara mesin mio m3 ?

    Suka

    • terima kasih sharingnya. Motor sekarang memang rata rata suaranya berisik, saat dengar suara Mio M3 juga tidak halus. Namun berisiknya Beat / Vario seperti bila olinya palsu, shak shak shaknya / gesekan komponen keras.

      Aneh juga bisa lolos uji emisi suara Euro3.

      Suka

  11. ISS bisa nyala kalo:
    – Hidupkan Motor harus pakai Elektrik Starter.
    – Suhu mesin sudah mencapai 60 derajat.
    – Sudah melaju di atas 10 KM/Jam.

    Dari 3 Point si atas, sudah di lakukan Mas ??

    Ohiyaaa kalo Brake Lock kaga nguci, itu biasanya karena setelan Rem Belakang terlalu renggang, coba di kencangkan baut setelan Rem Belakangnya (tapi jangan terlalu kencang juga, kasian Kampas Remnya bakaln cepet habis )
    🙂

    Suka

    • Sekarang sudah bisa lagi ISSnya setelah dikomplinkan dan diperbaiki di bengkel resmi. Aktifnya sekarang dalam jarak lebih pendek namun sekarang lampu indikator jadi tidak fungsi.

      Terima kasih tips untuk remnya.

      Suka

  12. Nice blog. Sebenarnya saya tidak begitu paham tentang teknis sepeda motor. Tp dr pengalaman, kebetulan saya pernah punya motor dr hmpr semua merk besar motor mulai dr suzuki, honda, yamaha dan kawasaki. Kl dr bandelnya mesin, saya akui suzuki dan kawasaki punya tingkat bandel plng tinggi. Jd walaupun motor jrng d servis dan d ganti oli, motor msh bs jalan tanpa masalah brarti, beda dngn honda yg agak rewel, trutama motor2 barunya skrng.
    Kedua, kualitas bodi dan cat. Ngga usah dipungkiri honda berada dngn level plng bawah untuk ini. Bodi terutama, supra X125 FI saya dlm waktu 2 tahun bodinya sudah super berisik d jalan rusak kl d bandingkan sama Spin saya yg berumur 10 tahun. Pdhal pemakaian rata2 sama. Jrng lewat jalan rusak extreme krn jalan2 d bali trgolong cukup bagus.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s