Motor dengan tenaga lebih di rpm menengah sering diremehkan dan baru ketahuan unggul saat dipakai sesuai dengan karakteristiknya


Perbandingan performa dyno dan uji lapangan motor mesin baru Honda Sonic dan CB150R menunjukkan informasi berharga. Perbandingan – perbandingan tersebut menunjukkan bahwa walau hp maksimal cuma beda sedikit, tapi performa bisa beda jauh. Ini mungkin terasa aneh awalnya, namun uji dyno menunjukkan bahwa hal itu lumrah.

Untuk contoh gampang, mari kita lihat dyno perbandingan antara mesin lama Honda CB150R dan mesin baru yang diposting di websitenya mas Taufik, hasil dyno dari mas Sena Ponda:
dyno mesin Honda CB150R dan Sonic K15G vs K15A

Beda spesifikasi (sumber):
New:

Perbandingan Kompresi 11.3:1
Daya Maksimum 12.4 kW (16.9 PS) / 9,000 rpm
Torsi Maksimum 13.8 Nm (1.41 kgf.m) / 7,000 rpm

Old

Perbandingan Kompresi : 11.0 : 1
Daya Maksimum : 12,5 kW (17,0 PS)/ 10.000 rpm
Torsi Maksimum : 13,1 Nm (1,34 kgf.m)/ 8.000 rpm

Hp maksimal cuma beda sedikit, namun coba dilihat di 5000 rpm atau 6000 rpm dimana rpm tersebut sering dipakai setelah ganti gigi atau saat mau ngegas. Terlihat bahwa mesin baru punya tenaga 20% lebih besar. Tenaga yang lebih besar ini akan mengakibatkan perubaha drastis pada tenaga yang dirasakan rider yang sering pakai di rpm tersebut. Bisa dilihat sendiri komentar dari mas Iwan Banaran tentang perubahan karakteristik ini:
Impressi total test ride Honda new CB150R versi 2015…….nyaris semua sektor dibenahi !! August 20, 2015

Masuk gear satu dan “klik”……empuk tur smooth. Tuas kopling mulai IWB buka diiringi puntiran gas…..wah, lho koq enteng?. Percaya atau tidak…..ban 130 belakang dan 100 depan seperti tidak berasa mzbro. Dengan ukuran ruang bakar terbaru dan piston yang lebih ringan plus teknologi Roller Rocker Arm, Offset Cylinder serta dinding piston bertekstur…..IWB merasakan tarikan new CB lebih agresif dibanding CBR150R K45. Nyendal tenan . Masuk jalan raya bersama para rombongan….IWB mulai mencoba merasakan power pergigi. Ora pakai acara sabar-sabaran. Ada celah jalan lowong langsung gazzzzzzz !!!…..

Engine meraung hingga limiter (kisaran 11,000RPM). Loncatan RPM termasuk cepat untuk motor sekelasnya. Yang menyenangkan….mesin tidak ngoyo ketika masuk zona 9000 keatas (cek video terlampir). Dan yang paling penting adalah…IWB tidak merasakan stress engine berlebih saat nabrak limiter sekalipun. Minim vibrasi baik pada tanki ataupun stang. Hhhmm….bagus juga ki peredamannya. Memberikan engine mounting baru dikombinasikan raiser stang memberikan dampak positif soal vibrasi…..

Perubahan karakteristik ini juga mengakibatkan perubahan pada tenaga di rpm tinggi juga. Efeknya mesin menjadi lebih tidak bertenaga pada putaran mesin atas. Sehingga rider harus memberikan perlakuan yang berbeda bila ingin memanfaatkan tenaga mesin secara maksimal.

Ini diungkapkan dengan jelas oleh mas Iwan Banaran:
Menjelajah Solo-Pacitan nunggang Honda new CB150R dan CBR150R…….!!!! November 25, 2015

Dari belakang doi hanya geleng-geleng kepala. Doi sepertinya gantian cekot-cekot sirahe (kepalanya) mzbro . “Wah…habis pakai CB150R, CBR150R seperti tanpa tenaga mz. Dipuntir larinya ntar…“serunya terkekeh. Yup….apa yang dikatakan Vandra memang benar adanya. Dengan mesin spek overbore, RPM kudu dipancing melewati 7000 baru tenaga meledak keluar. Sedang lewat near square engine…..new CB150R tidak perlu membuka gas dalam sebab power sudah keluar sejak bawah. Dan pada praktek dijalanan…..spek tersebut terasa lebih pas karena tenaga seperti sambung menyambung tidak ada habisnya. Jiannn ancen encer tenan ki engineering yang ngracik…wis dikalkukasi semua pakde. Akhirnya…..IWB pun kembali menggunakan CBR dan menyerahkan sang Cibi pada Vandra….

Juga mas Taufik:
Turing AKAP Pakai New Honda CB150R Ke HBD 2015 . . . Bikin CBR 150R keponthal ponthal November 23, 2015

Gimana Performanya . . Yap gearnya pendek pendek yaa . . Perasaan koq cepet amat naik gearnya hehehe . . . dan kebetulan Saat touring Sobat Blogger Iwan pakai Honda CB150R Lokal yang secara sasis hampir Mirip dengan CB150R baru namun berda karakter mesin . . . Yap Mesin CB150R Yang overbore kata Iwan Bikin CBR150R keponthal ponthal ( artinya apa ya, pokoke berusaha kerass githu lah ) ngikuti di Jalur Maiunstream Solo-Pacitan yang penuh bus, truk, angkot dan lain lain .. . dan karena jalannya stop and Go, so kebanyakan CBR150R akan ketemu banyak momen dimana Mesin balik lagi ke Putaran mesin rendah . . . dan Yap DI putaran Mesin rendah memang secara teori dan ternyata empirik, Mesin Near Square CB150R lebih cepat ngisi

Sebaiknya rider mempergunakan rentang rpm yang tenaganya maksimal. Untuk Honda CB150R versi lama, dari data dyno, sebaiknya bro mempergunakan rpm antara 9000 sampai 11500. Sementara itu untuk versi baru, sebaiknya bro mempergunakan rpm antara 7500 sampai 10000. Bila startnya harus rolling atau sambil jalan, maka yang pakai versi sebelumnya harus siap – siap shift down karena perbedaan tenaga di rpm rendah yang signifikan.

Untuk lebih maksimal, bro sebaiknya melakukan uji dyno untuk mendapatkan dyno yang lebih akurat untuk motor bro. Hasil dyno bisa terpengaruh modif dan bahan bakar yang dipakai. Sebagai contoh, modif knalpot racing seringkali menghilangkan tenaga di rpm bawah dan menambah tenaga di rpm atas sehingga cara pemanfaatan tenaga menjadi berbeda.

 

Untuk contoh pembanding, mari kita lihat dyno dari motor Honda Sonic, Suzuki Satria dan Yamaha MX King yang di posting di website mas Taufik:
Komparasi Honda Sonic 150R VS Yamaha MX King 150 VS Suzuki Satria FU 150 versi OtoPlus .. . Sonic 150R menang telak September 1, 2015
dyno mesin Honda Sonic Suzuki Satria dan Yamaha MX King

Disitu bisa terlihat bahwa untuk bisa maksimal maka pemakai Honda Sonic perlu memanfaatkan rpm antara 8000 sampai 10000, Suzuki Satria antara 7500 sampai 10500, dan Yamaha MX-King antara 7000 sampai 9500. Pada rentang rpm optimal masing masing terlihat Honda Sonic lebih unggul dari Suzuki Satria ataupun Yamaha MX-King, sehingga bila rider dari masing masing motor memanfaatkan rentang rpm yang optimal, tenaga Honda Sonic tetap lebih unggul.

Sementara itu terlihat juga bahwa pada rpm 6500 tenaga mesin satria kalau jauh dari Honda Sonic maupun Yamaha MX King. Tenaga yang lebih besar pada rpm rendah ini berimbas juga pada lebih efisiennya pembakaran. Sehingga untuk pemakaian normal, yang biasanya menggunakan rpm rendah dan menengah, beda tenaga yang mencapai 20% atau lebih tersebut sangat mempengaruhi keiiritan kendaraan. Menjadi tidak mengagetkan bila Suzuki Satria menjadi motor yang paling boros diantara ketiganya.

 

Agak disayangkan juga bahwa komparasi perbandingan motor dengan karakteristik yang berbeda seringkali tidak disertai video onboard. Sehingga kita tidak tahu apakah jokinya sudah beneran pakai rpm yang optimal, apa benar sudah shifting sesuai dengan karakteristik mesin. Bila ternyata motor dengan power yang lebih besar justru akselerasinya kalah dengan yang powernya lebih rendah, bisa jadi karena pemakaian rpm optimal, shifting tidak sesuai dengan karakteristik mesin. Seperti yang terjadi berikut ini:
Akselerasi Honda Sonic 150R vs Yamaha MX King oleh TMCBlog

Dari tenaga dan berat motor, harusnya Sonic menang telak. Namun sayang tidak adanya onboard video membuat hasil ini susah dipelajari.

 

Semoga berguna bro. Bila ingin mengoptimalkan akselerasi, mengetahui karakteristik mesin sangat berguna. Walau menggunakan patokan spedo atau tachometer bisa membantu, dyno akan lebih akurat dalam memberikan informasi ini.

Jadi motor yang tenaganya besar di rpm menengah bisa gampang kalah bila pakainya salah. Apalagi yang seperti Sonic dan CB150R baru yang di rpm tingginya tenaga justru berkurang.

5 thoughts on “Motor dengan tenaga lebih di rpm menengah sering diremehkan dan baru ketahuan unggul saat dipakai sesuai dengan karakteristiknya

  1. bagaimana dengan penyimpangan rpm di speedometer om?
    kan ahm menyebutkan limiter sonic 9500rpm, di dyno kok bisa sampe 10000an rpm?

    Suka

  2. bukan hanya power dan torsi, namun gigi rasio juga berpengaruh, jika rasio disetting tepat, meski power to weight ratio kalah, namun akselerasi bisa imbang, bahkan bisa jadi unggul.

    Suka

    • Kalau gigi pertimbangannya antara akselerasi vs top speed. namun pemakaian rpm optimal tetap berhubungan dengan kurva tenaga. Kalau salah pakai maka bisa kalah jauh walau power to weight menang.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s