Apakah memang performa rem perlu dibahas pada saat review motor kalau isinya selalu sama?


Mungkin pembaca sudah sering lihat review yang membahas motor baru atau motor yang sudah beberapa lama dipakai. Dalam review tersebut lumrah dibahas beberapa aspek yang dianggap penting. Namun ada satu aspek yang sering sekali dibahas namun bagi penulis cukup membingungkan, terutama bila review tersebut membahas motor baru. Aspek tersebut adalah performa pengereman.

pengereman maksimal

Yang bikin bingung itu adalah karena yang sering dibahas adalah pakemnya. Rasanya kok tidak masuk akal suatu motor kok remnya tidak pakem, apalagi bila motor baru. Sekarang juga motor sudah standard pakai rem cakram semua. Aneh bila rem nya motor nggak pakem.

Sehingga tidak heran bila bagian yang mengupas pengereman isinya sama semua, yaitu: “Remnya pakem”. Memang isi dari pembahasan tersebut sering diselingi kata kata lain, namun rasanya itu sepertinya dilakukan hanya agar bagian tersebut bisa jadi penuh. Intinya cuma mau bilang remnya pakem, titik. Pembaca tentu susah untuk membayangkan sehingga pembaca sering tidak mendapatkan informasi yang berguna.

Alangkah baiknya bila review pengereman itu juga membandingkan dan menjelaskan. Misalnya bila faktor pengereman dibandingkan dengan motor lain, disertai alasan alasan mengapa berbeda. Penjelasan dibuat rinci, misalkan motor A pengereman terasa lebih payah karena bobot yang lebih berat atau karena ban yang lebih tidak menggigit. Atau misalnya masalah terjadi karena kualitas komponen yang dibawah standar atau karena setelan pabrik kurang pas.

Review pengereman bila dibuat serius memang menjadi susah karena pengereman sendiri susah dibandingkan dengan tepat. Pengereman sangat bergantung pada kondisi yang bisa berupa jalan, jenis ban, tekanan ban, bobot motor, bobot pengemudi, kelicinan jalan, roda cacing, dst. Pengujian pengereman motor lain di beberapa waktu yang lalu seringkali tidak bisa dipergunakan untuk pengereman sekarang karena sering sudah lupa atau kondisi berbeda.

Karena faktor yang harus diperhatikan banyak maka pengujian jadi panjang. Misalkan membandingkan pengereman antara mengendarai sendiri atau berboncengan. Atau bila jalan tidak rata dibanding dengan di jalan rata. Atau bila jalan licin dibanding dengan jalan kering. Kerumitan seperti ini yang sepertinya membuat pembuat review enggan untuk melakukan. Jadi sepertinya mereka cuma memilih cara gampang dan sederhana.

Kalau yang mau gampang tentu uji pengereman pakai cara di tekan penuh. Tapi pengujian ini selain tidak akurat juga tidak mencerminkan perilaku kebanyakan pengendara saat di jalan. Kalau nggak betul betul panik, tentu orang jarang mengerem dengan menekan penuh. Dari logika juga mengerem yang maksimal tidak boleh dengan ditekan penuh tapi disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kalau asal tekan penuh tentu motor bisa lepas kontrol. Sehingga kalau yang realistis, pengereman dilakukan dengan metode threshold braking, atau mengerem dengan perasaan. Tapi kalau sudah pakai perasaan, maka komparasi jadi subyektif, alias jadi susah dinilai.

Kalau yang review canggih, mungkin juga bisa ditambahkan bagaimana perubahan perilaku motor saat di rem secara maksimal. Namun uji begini membahayakan dan bisa bikin motor rusak. Sebagai contoh kalau misalnya yang diuji motor matik, tentu perilakunya kalau di rem mendadak penuh maka motor bisa langsung jatuh. Untuk motor Honda Supra Fit, seringkali bodi jadi serong ke arah kanan (ini penulis lihat sendiri waktu ada jalan licin dari rombongan beberapa motor, dua motor Honda Supra Fit bodi belakang ngepot ke kanan semua).

Kerumitan kerumitan diatas seringkali review tentang pengereman motor isinya tidak bermutu. Isinya cuma menyebut tentang rem yang pakem. Coba dibandingkan dengan aspek lain, seperti akselerasi. Setiap review selalu memberikan detil yang bisa membuat motor gampang dibedakan dari yang lain. Coba bayangkan bila setiap review isinya cuma: akselerasi mantap. Tentu pembaca tidak akan bisa mendapatkan informasi.

Apakah bisa diharapkan agar yang review bisa memberikan informasi yang lebih berguna? Karena pengereman tentu bagian yang sangat penting dari keselamatan. Kalau cuma asal disebut pakem tentu tidak berguna. Mari kita doakan agar review untuk pengereman bisa lebih memberikan manfaat.

4 thoughts on “Apakah memang performa rem perlu dibahas pada saat review motor kalau isinya selalu sama?

  1. Eh tong, itu penting juga. Biar pembaca tau kalo tuh motor remnya pakem biar pembaca tahu segalanya tentang motor kalo mau ngebelinya.

    Suka

  2. Atas ane..
    Baca dulu artikelnya dgn teliti bro,baru komen..

    Oh iya Pak..
    Tanya.. Cara menaruh cemenite apa harus diletakkan dtanah atau lantai? Apa tdk boleh dgantung? Semisal saya menaruh cemenite pada pelepah kelapa sawit yg masih kecil? Atau menaruhnya d atas meja? Atau menggantungnya d tengah/pojok ruangan?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s