V-Belt lemah yang bikin Honda Beat ESP nggak cocok untuk main akselerasi ngedrag


Barusan ini penulis merasakan bahwa Honda Beat penulis jadi tidak enak dipakai setelah dipakai akselerasi kuat. Masalah belum pernah timbul sebelumnya, namun biasanya akselerasi maksimal dilakukan saat sendirian. Saat itu penulis sedang berboncengan dengan istri dan balita. Penulis mencoba melakukan akselerasi dari 0 sampai 40 kpj, nggak sampai kencang tapi akselerasi dimaksimalkan. Setelah akselerasi tersebut motor dijalankan di kecepatan konstan. Di saat berjalan di kecepatan konstan tersebut reaksi dari motor serasa seperti karet, reaksi gas tidak spontan dan terasa ada membal membalnya. Reaksi dari mesin yang biasanya lumayan halus jadi terasa sedikit bergetar.

Sebelumnya penulis juga pernah melakukan akselerasi maksimal, namun saat itu dalam kondisi tidak dimodif (modifnya lepas), jadi tarikan terasa lemot dan tidak bertenaga. Saat terjadi masalah, modif sudah dipasang sehingga tenaga terasa lebih kuat. Sepertinya penambahan tenaga inilah yang membuat sistem transmisi tidak mampu untuk bekerja dengan benar. Seandainya tenaga mesin masih lemot seperti standardnya Honda Beat ESP pada umumnya, masalah transmisi ini bisa tidak terjadi karena sistemnya masih sanggup.

Untungnya masalah tidak permanen. Paginya kondisi sudah normal lagi, sentakan terasa halus dan tidak membal lagi. Bisa jadi karena overheat atau semacamnya.

Masalah sepertinya baru akan terjadi bila kendaraan diakselerasi maksimal di kecepatan rendah dengan muatan yang mendekati maksimal. Masalah bisa jadi tidak akan keluar bila motor dipakai sendirian saja atau bila tidak pernah akselerasi maksimal walau berboncengan. Jadi sebaiknya walau tenaga lemot, Honda Beatnya jangan diupgrade dan bila akselerasi yang kalem kalem saja. Pakai di kecepatan tinggi rasanya tidak terlalu masalah. Untuk jaga – jaga, sebaiknya walau Honda Beatnya masih lemot / masih standard / belum diupgrade, jangan sering sering melakukan akselerasi maksimal bila berboncengan. Hati hati juga saat ditanjakan. Ada kemungkinan pemakaian rpm rendah di tanjakan yang panjang juga akan membuat masalah ini timbul.

 

Kalau dari informasinya sepertinya Belt di Honda Beat ESP ini lebih baik dari Honda Beat FI sebelumnya:
Kupas Tuntas Honda Beat ESP series VS Honda Beat FI . . . Bagian Mesin ( Part 1 ) December 22, 2014
belt roller honda Beat

Sebenarnnya jarak poros antar pulley di CVT tetap sama, namun karena Movable drive Honda Beat eSP lebih besar, maka Drive Belt nya jadi ikut ikutan lebih panjang nih dari 805 mm di bealt drve Beat FI lama menjadi 820 mm di Honda Beat eSP baru . .. ini lumayan banget lebih panjang 1,5 cm . . . ini lah yang tmcblog sempat tanyakan di sesi Q&A dengan Pak Sarwono Edhi . . . apakah belt lebih panjang akan membuat tarikan tidak responsif nantinya?

Jawaban pak sarwono Edhi adalah . . . panjangnnya belt drive itu dikarenakan kemiringan dari Movable drive namun tidak mempengaryuhi performance (menurunkan performance karena jarak pulleynya sama)

Lalu Rollernnya pun dibuat lebih berat 2 gram perpiece, ( bobot roller beat eSP 15 g-roller beat FI 13 g) dengan jumlah roller yang tetap yakni 6 roller . .. diameter roller beat eSP dibuat lebih kecil 0,11 m dibanding roller beat FI . . . dan kembali di sesi Q&A tmcblog tanya lagiii . . . * nanya mulu nih hehehe Lho kenapa dibuat lebih berat dan lebih kecil?

Jawaban Pak sarwono edhi adalah . . . Secara total . . . ada perbaikkan perfomance di Low dan mid rpm dengan membuat Roller jadi lebih berat dan perbaikan movable drive jadi lebih lebar dan perbedaan kemiringannnya.

Penulis curiga masalah ini terjadi pada matic Honda yang lain, termasuk juga Honda PCX dan vario. Silahkan baca ulasan dan komen pembaca di artikel berikut:
Satu Tahun Bersama New Honda PCX 150, Apa Kekurangan dan Kelebihannya? 09/10/2015

Jika CVT kotor maka getaran pada setang dan kaki sangat mengganggu, terasanya pada saat stop dan go.. kalau sudah jalan sih normal. Ini karakter PCX yang sulit hilang sejak gen lawas..Yang KBY lakukan untuk menanggulanginya adalah dari yang paling mudah hingga melakukan servis berkala.Yang termudah dengan menahan rem depan dan memutar gas hingga motor ingin melaju. Tahan sekitar 5-10 detik, biasanya setelah itu getarannya hilang.Yang kedua adalah melakukan penggantian pelumas mesin dengan yang lebih baik (lebih encer lebih licin) seperti pelumas untuk mobil. Hal ini juga tokcer menghilangkan getarannya untuk jangka waktu cukup lama…

10. Speed Man – 09/10/2015
Sama dengan vario 125ku mang, kalo v belt kotor getarannya kya jalan di bebatuan dan bikin pegel. tapi kalo varioku tak paksain malah mesinnya bunyi klotok” pas idle. pernah minta utk dibersihin cvtnya di ahass malah ditolak, katanya gak boleh dibuka sebelum 10rb km. walahhh

33. DmNc – 12/10/2015
buru diical we sblm harganya jatoh krn versi lokalnya nongol. kl geter coba ganti ke v-belt aftermarket. ane nyoba di vario ade ane lemayanan.

 

Sepertinya solusinya adalah dengan menggunakan Belt racing, mungkin macam TDR:
MERANCANG MESIN BALAP MATIC (1)

V-belt seperti rantai, tugasnya meneruskan putaran mesin sampai roda belakang skubek. Kendalanya sampai sekarang belum didapat v-belt racing yang kuat dari standar. Akhirnya buat balap, tetap pakai standar namun lebih cepat ganti.

Coki alias Yessy Liga Siswanto dari JP Racing sudah pernah riset. Bahkan, beberapa v-belt racing buatan luar dicobanya. Namun, tetap saja putus. “Itu terjadi di Mio drag bike 250 cc (22 dk) atau Mio road race 150 cc (15 dk),” kata Coki bek..
Sebagai solusi, tetap menggunakan v-belt standar. Namun batas pakainya lebih cepat. “Habis balap harus dilepas,” jelas Beny Pria ‘Baong’ Nursandi, pembalap seeded bangkotan yang kini melirik balap skutik
Goday, mekanik JP Racing kasih penjelasan rinci. Katanya demi keamanan setiap 15 lap harus ganti v-belt. Sebab berisiko fatal jika sampai putus. “Bahayanya seperti putus cinta. Iya puli depan (driven pully) kerap rompal akibat v-belt putus,” tambah Beny.

Itu ditangkap Mitra2000 yang terkenal dengan TDR-nya. Maklum, Mitra2000 sudah banyak bereksperimen, sebelum balap skubek rame. Masih ingat kan, skubek milik Mitra200 yang menarik mobil off-road bongsor. Nah, itu saja, V-BELT TDR gak putus-putus. Apalagi hanya menarik motor. balap-skubek(beni-mitra)—.jpg” title=”Beny Rachmawan. Berani diuji ”

Padahal, tuh skubek menghela beban yang ruar biasa berat. “Mitra2000 melakukan riset v-belt atas dasar standar. Basicnya, harus berpatokan pada v-belt asli pabrik. Itu yang dilakukan,” sebut Tedy Hartono, bos Mitra2000.

Singkat cerita, Mitra2000 yang bermitra dengan Bando Manufacturing Thailand (BMT) Ltd., yang tentu, bermarkas di Thailand. BMT sebagai penyuplai v-belt resmi pabrikan pabrikan Jepang. Punya basic atau ukuran kekuatan sabuk standar pabrik. “Khusus untuk TDR dibikin lebih kuat lagi,” rinci Tedy yang sedang ke Thai untuk menangkap Gajah Putih lalu diikat pakai v-belt TDR. Maksud, loe? Iya, itu tanda sabuk TDR kuat. He, he…

Pantas TDR berani jadi sponsor resmi balap skubek yang akan dipentas 4 seri sepanjang 2009 ini. “Bahkan TDR berani kasih kepada semua tim dan pembalap untuk memakainya. Ini komitmen Mitra2000 untuk membuat produk berkualitas,” timpal Beny Rachmawan, juru bicara TDR.

 

Karena sekarang sudah tahu kelemahannya, maka ya sudah, toh hanya dipakai terutama sama istri, pemakaian dibuat nyantai nyantai saja. Kalau untuk pembaca yang punya niat modif mesin Honda Beatnya, jangan melupakan untuk upgrade Beltnya juga.

Tambahan:
Berdasarkan informasi dari mas Yogas, sepertinya masalah yang terjadi di Honda Vario atau Honda PCX lain. Masalah mereka terjadi terutama saat start awal saja. Mas Yogas menyebutkan masalah terjadi karena kopling yang kurang besar / kurang mengigit. Menurut penulis bisa ada dua macam penyebab.

Yang pertama adalah bagian CVT. Belt pada sistem CVT terhubung pada dua as. Saat rpm rendah maka pemberat tidak mengapit sehingga bagian depan beltnya menempel langsung pada as, dan bagian belakang membesar karena diapit per, silahkan lihat video berikut untuk lebih jelasnya. Bagian depan dijepit dari reaksi pemberat sementara bagian belakang dijepit dari reaksi per:

Bila belt kendor atau kurang lebar atau per CVTnya lemah maka efek nyendal atau kurang mengigit saat start bisa terjadi. Bagian CVT biasanya kotor dan perlu dibersihkan dan diberi stempet ulang karena tidak terendam oli.

Yang kedua adalah bagian transmisi dimana ada mekanisme untuk menyangkutkan roda dengan putaran CVT. Di Honda mekanisme ini termasuk rawan. Bagian ini mempunyai bak oli yang terpisah dari mesin dan sering terlupakan. Saran penggantian oli biasanya 8000km, lebih jarang daripada oli mesin. Bila mekanisme tersebut aus, maka pada saat awal akan terasa nyentak atau kurang mulus saat awal. Oli mesin yang jelek akan memperparah keadaan.

9 thoughts on “V-Belt lemah yang bikin Honda Beat ESP nggak cocok untuk main akselerasi ngedrag

    • sumber getarannya beda. Dulu saya pernah punya Honda supra 100 gen awal, getaran bersumber pada dudukan roda belakang. Kalau pas kencang getarannya parah, injakan kaki untuk yang dibonceng pun terasa sekali getarannya sampai tidak nyaman.

      Iya, sekarang sepertinya model moped / bebek untuk Honda mesinnya jauh jauh lebih halus daripada matiknya.

      Suka

  1. […] Masalah lain yang muncul adalah reaksi beltnya matik yang jadi membal setelah dipakai akselerasi kencang saat boncengan. Jadi benar benar tidak recommended untuk yang mau tarik tarikan di luar kota. Perlu ganti Vbelt dengan versi aftermarket dulu. V-Belt lemah yang bikin Honda Beat ESP nggak cocok untuk main akselerasi ngedrag V-Belt lemah yang bikin Honda Beat ESP nggak cocok untuk main akselerasi ngedrag […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s