Jangan pakai pertalite bro! tenaga motor berkurang


Pertalite sekarang ini sudah tersedia di banyak SPBU. Mungkin pembaca sudah banyak yang mencoba pertalite dan membandingkannya dengan premium ataupun pertamax. Kalau kata pertamina sendiri adalah:
Energia weekly – 27 April 2015 NO. 17 TAHUN LI

Sementara itu, Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, mengungkapkan bahwa produk Pertalite Ron 90 memiliki kualitas bahan bakar yang lebih baik dibanding Premium. Ia juga meyakini masyarakat akan beralih ke Pertalite daripada tetap menggunakan bensin Premium.

pertalite

Energia Weekly – 5 Oktober 2015, NO. 40 TAHUN LI

Dari hasil turun langsung menjual Pertalite itu, lanjut Zainal, manajemen juga ingin mendengarkan langsung masukanmasukan dari konsumen terkait produk baru ini. “Alhamdulillah responnya bagus. Rata-rata yang sudah pakai Pertalite bilang tarikan ke mesin jadi lebih enteng,” ungkapnya. “Bahkan becak motor pun ada yang sudah pakai Pertalite,” lanjutnya.

Energia Weekly – 10 Agustus 2015, NO. 32 TAHUN LI

JAKARTA – Pertamina melakukan tatap muka dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk menyosialisasikan kelayakan Bahan Bakar Minyak (BBM) varian baru Pertalite bagi pengguna kendaraan bermotor. Ekonom Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) ITB, Tri Yuswidjajanto Zaenuri yang ikut hadir dalam acara tersebut menjelaskan, masing-masing bahan bakar minyak seperti Premium dan Pertamax memiliki perbedaan signifikan dengan Pertalite. “Secara umum, Pertalite lebih irit ketimbang dengan Premium,” ungkap Tri.

Uji coba untuk kendaraan roda dua dilakukan pada motor jenis Honda Beat 110 cc Full Injection (FI), Honda Vario 125 ccFI, dan Yamaha Vixion 150 ccFI. Sedangkan roda empat pada jenis Toyota Camry, Toyota Avanza, dan Mercedes. Secara performa, lanjut Tri, Pertalite lebih baik dibanding Premium namun masih dibawah Pertamax.

 

Katanya begitu, namun dari beberapa testimoni kenalan, banyak yang mengungkapkan bahwa tenaga mesin pakai pertalite tidak sehebat janji tersebut. Bahkan ada yang klaim bahwa pakai campuran premium dan pertamax terasa lebih bertenaga dan lebih irit daripada pakai pertalite.

Bagi yang ingin irit, tentu premium tetap menjadi pilihan utama. Terlepas dari klaim bahwa premium tidak akan dihapuskan tentu pembaca sudah tahu sendiri bahwa itu tidak bisa jadi jaminan, pemerintah bisa saja secara tiba – tiba mengumumkan pengentian penjualan premium demi alasan ekonomi.

Apalagi memang sudah diklaim bahwa pertalite dikeluarkan tujuannya untuk mengurangi kerugian pertalite.
Energia Weekly – 17 Agustus 2015, NO. 33 TAHUN LI

Belum lagi upaya Pertamina dalam memberikan pilihan kepada konsumen dengan meluncurkan produk baru, seperti Pertalite. Dengan produk baru tersebut, Pertamina berusaha mencari solusi untuk mengurangi kerugian akibat melemahnya harga crude. Selain tentunya sebagai bukti bahwa Pertamina selalu mengedepankan customer satisfaction sehingga masyarakat dapat memilih bahan bakar yang digunakan sesuai dengan kemampuan ekonominya.
Jadi, ketika tahun 2015 pemerintah menggaungkan tagline “Ayo Kerja” di usia 70 tahun negara ini, sesungguhnya Pertamina tiada henti bekerja demi mengejawantahkan kemandirian energi untuk bumi pertiwi.•

Bila yang pakai premium masih jauh lebih banyak, maka bisa jadi akan ada aturan yang memaksa masyarakat untuk pakai pertalite. Sesuai dengan semboyan pemerintah sekarang untuk meminta masyarakat mencari uang lebih keras, “ayo kerja”.

Untuk mempromosikan, pertamina juga bekerja sama dengan go-jek:
Energia weekly – 21 September 2015, NO. 38 TAHUN LI

“Ini adalah win-win solutions. Go-Jek berkomitmen menggunakan produk Pertamina, seperti BBM non subsidi Pertalite dan pelumas Pertamina,” jelas Ahmad Bambang.

Untuk penulis sendiri, selama premium masih tersedia, lebih memilih pakai premium saja. Toh kendaraan masih bisa irit, kencang dan bisa dibikin nggak berisik walau pakai premium. Penulis juga tidak percaya pertalite tenaganya lebih ok, toh banyak teman yang tidak puas dengan performa pertalite. Mereka lebih menyarankan campuran premium dan pertamax, kalau memang tidak ingin pakai premium dan pertamax dianggap terlalu mahal.

Seandainya pertalite dijual dengan harga yang sama dengan premium, penulis lebih memilih pakai premium. Kalau memang butuh tenaga nambah ya mending mencampur dengan pertamax atau pakai aditif, toh juga penulis sudah pakai modif penambah tenaga yang juga merubah sifat bensin. Dengan modif ini premium terasa lebih bertenaga daripada pakai pertamax. Mau adu dengan yang pakai pertamax pun no problem, apalagi kalau cuma dibanding dengan pertalite. Pertalite terasa tidak bermanfat bagi penulis. Penulis cuma bisa berharap agar premium akan tetap ada.

Bagaimana kesan bro terhadap pertalite?

update:
Karena penasaran maka penulis memutuskan untuk mencoba pertalite. Untuk lebih fair, penulis terlebih dahulu melepas semua modif pro capacitor / cemenite yang ada di motor penulis. Penulis pakai dulu beberapa hari untuk lebih hapal respon mesinnya.

Ternyata hasilnya mengecewakan. Tenaga saat pakai pertalite lebih parah daripada waktu isi bensin yang paling basi. Tarikan serasa kurang, motor susah diajak akselerasi, kecepatan juga berkurang. Setelah penulis balik lagi ke premium, tenaga terasa mulai pulih kembali.

Sepeda motor penulis sengaja dibuat dengan setelan irit. Namun dengan pemakaian pertalite, seakan setelan jadi lebih irit lagi. Saat kembali ke premium, campuran bensin terasa lebih kaya.

Efek di mesin juga parah, mesin terasa lebih panas waktu pakai pertalite. Mungkin pertalite itu mirip dengan alkohol, oktannya tinggi tapi tenaganya kurang.

Ini bikin penulis jadi berpikir, mengapa kok sampai ada yang mengaku pakai pertalite tenaga nambah? Berikut kemungkinan yang penulis pikirkan:
– Saat mencoba, pertalite masih baru keluar jadi bensinnya masih fresh. Jadi yang coba sebenarnya membandingkan antara bensin basi dan bensin segar. tentu hasil tidak seimbang
– kendaraan yang coba setelan mesinnya terlalu boros, sehingga saat diberi pertalite yang simpanan tenaganya kurang, tenaga mesin justru bertambah
– yang coba tidak sadar bahwa yang dirasakan sebenarnya tenaga berkurang, dikira tenaga nambah padahal justru berkurang

Kesimpulannya, sebaiknya hindari pertalite, bila ingin pakai oktan tinggi mending pertamax, atau kalau dana kurang pertamax campur premium.

Update:
di bulan Agustus 2016 tempat pengisian premium sudah mulai dikurangi. Bila pertalite sudah bukan lagi campuran dari pertamax dan premium dan aditif, maka tenaga pertalite bisa jadi akan lebih baik. Paling tidak tenaga jadi setara dengan premium (dengan asumsi oktan sudah cukup). Karena sudah pernah dibahas sebelumnya bahwa untuk membuat premium 88, pertamina mencampur bensin impor 90 dengan naphta untuk mengurangi oktan. Dan ini sempat penulis rasakan dimana tenaga pertalite setelah premium langka menjadi lebih baik. Namun ini bisa jadi belum merata di semua SPBU.

Update lagi:
Ternyata salah impresi. Bila setelah pakai pertalite, memang pakai premium tarikannya terasa sama. Akan tetapi, bila sudah beberapa minggu pakai premium, setelah pakai pertalite akan terasa tenaga berkurang. Jadi ada sesuatu di pertalite yang mengganggu kerja mesin. Dan efek baru hilang setelah beberapa minggu pakai premium lagi.

84 thoughts on “Jangan pakai pertalite bro! tenaga motor berkurang

  1. Ane dh coba d vario 110lc
    tenaga jd brkurang,prasaan lbh boros..
    Balik lg deh k premium..
    Dcampur minyak goreng kali ya pak pertalite itu?? Mosok kok parah bgt..
    Betul kata Bapak.. Klopun hrg pertalite sama dgn premium,ane tetep pilih premium..
    Bkn mslh harganya,tp kualitasnya..

    Suka

    • Wah parah dong pertalite. Mungkin oktan 90 nya juga perlu diragukan.

      Kalau dicampur minyak goreng, jujur justru lebih enak. Sudah coba. Tapi knalpot jadi berasap, busi lebih hitam. Oli mahal ada yang pakai bahan minyak goreng karena minyak goreng itu termasuk kategori synthetic oil.

      Suka

    • Nyobanya dulu waktu masih jaman supra/grand/crystal. satu tangki satu sendok makan, kalau kebanyakan tenaga malah berkurang. Lebih enak karena makin licin. Kira kira premium selicin pertamax plus. Efek tentu beda dari kalau pakai cemenite. Terasa terutama di rpm tinggi.

      Belum nyoba pakai solar.

      Suka

    • Di campur minyak goreng jelas enak, yg penting jgn terlalu gorengnya, krn klo terlalu lama nanti bs gosong, nanti jd gk enak tempe gorengnya.

      Suka

    • betul, penulis cuma pakai pemikiran sendiri aja,gak ada hasil uji tes
      bisa saya simpulkan semua yg di ungkapkan di tulisan di atas adalah OMONG KOSONG
      saya beralih ke pertalite jadi lebih bertenaga dan irit dengan setingan standar, saya sadar dan bukan tidak sadar
      saya pun berfikir apakah penulis ini oknum yg mau menjatuhkan pertalite?

      Suka

      • Perlu diingat bahwa disini membandingkan pertalite vs campuran premium & pertamax.

        Karena campuran premium dan pertamax hasilnya lebih oke dari kalau pakai pertalite, ya berarti pertalite jelek.

        Suka

  2. Oh iya Pak..
    Menurut Bapak cemenite mana yg energinya paling bagus? Yg 2 lilitan? 3 lilitan? Atau 4 lilitan?
    semua berdimensi kotak tentunya..
    Trimakasih Pak..

    Suka

  3. Benar kan soal Performa, tidak melulu soal Oktan, tapi masih banyak faktor Chemical Properties didalamnya yg mempengaruhi, soal RON 90 kan bisa aja Premium campur Pertamax, dan malah banyak yg bilang performanya lebih baik daripada Pertalite, padaha RON sama-sama 90.

    Karena Pertalite itu beda bahan sob, bahan dasarnya adalah Nafta yg memiliki RON 65 – 70, lalu dicampur HOMC (High Octane Mogas Component) alias Pertamax yg memiliki RON 92 – 95 bahkan diatas 98.

    Setelah RON didapat 90, lalu dicampur dengan Aditif Treatment bernama EcoSave Technology (Fitur Pertamax Series).

    Nafta Nafta adalah material yang memiliki titik didih antara Gasoline dan Kerosin yang biasa digunakan untuk :

    * Pelarut Dry Cleaning (Pencuci)
    * Pelarut Karet
    * Bahan awal Etilen
    * Bahan Bakar Jet dikenal sebagai JP-4

    Sedangkan HOMC yaitu merupakan produk Naphtha (Komponen Minyak Bumi) yang memiliki Struktur Kimia bercabang dan Ring (Lingkar) berangka Oktan tinggi (daya bakar lebih sempurna dan instant cepat).

    Kebanyakan merupakan hasil olah lanjut Naphtha jadi ber-angka oktane tinggi atau hasil perengkahan minyak berat menjadi HOMC. Terbentuknya oktane number tinggi adalah hasil perengkahan katalitik ataupun sintesa catalityc di reaktor kimia Unit kilang RCC/FCC/RFCC atau Plat Forming atau proses polimerisasi katalitik lainnya.

    Lalu Premium ?

    Nah Premium ini sama-sama dibuat dari Naphtha (bukan Nafta), jadi sama seperti Pertamax, Pernah dengar kalo Premium aslinya RON 90 – 92 tapi dioplos dengan bahan kimia tertentu sehingga RON turun jadi 88 ?

    Itu memang benar, makanya Premium sejatinya lebih mahal daripada Pertamax karena tambahan bahan kimia penurun oktan tersebut, yg dapat meningkatkan n-heptana meningkat menjadi 12% sehingga iso-oktana menjadi berkurang kadarnya menjadi 88% sehingga didapat angka RON 88 dan MON 79 (lebih tepatnya RON 88,7 dan MON 79,9).

    Bahan kimia tersebut yaitu olahan lebh lanjut dari Naphtha (bahan dasar bensin itu sendiri) yg membuat kadar n-heptana meningkat dan iso-oktana berkurang. Karena kan yg dijual di Dunia sudah tidak ada lagi yg menggunakan RON 88, adanya cuma 90 ke atas, jadi tidak ada pilihan lain yakni menambahkan lagi Naptha kedalamnya agar RON turun sesuai spesifiasi Premium yakni RON 88.

    Mirip seperti kita pesan Sirup di Warung tapi terlalu manis maka kita tambahkan Air yg tersedia di meja agar manisnya berkurang, Air disini adalah bahan dasar sirup tersebut, sedangkan Sirup adalah bahan tambahan, Air ibarat Naphtha dan Sirup ibarat Ethanol/MTBE/TEL, dll, dan ini bikin biaya produksi Premium jadi lebih mahal, dan ditanggung oleh APBN/Subsidi.

    Makanya dengan hadirnya Pertalite yg mana bahan dasarnya adalah Nafta yg sangat melimpah di Indonesia (bahkan sampai-sampai diexport ke Jepang) menjadi solusi bagi Pertamina agar Premium yg mahal itu kalo bisa gk diproduksi lagi, dan berhubung teknologi mesin sekarang sudah maju jadi minimal RON adalah 90, kecuali Rasio Kompresi 7:1 yg minimal harusnya RON 90. itu pun karena sudah dimodifikasi ATPM, coba kalo tidak ?, lebih tinggi lagi kebutuhan RONnya, misal setelah dimodif ATPM Kompresi 11:1 adalah minimal RON 88 (Kenapa disebut ideal pakai RON 92 ?, RON 92 kan Pertamax, ya cuma lebih bersih aja karena aditif EcoSave), tapi jika tidak dimodif maka minimal adalah RON 95.

    Premium itu ibarat Bensin/Gasoline murni gan, Octane Booster bisa kita tentukan sendiri mau pake Norival atau apa pun, dan mau ente jadikan RON berapa pun (Norival Gold = 92, Norival Platinum = 95), soal Aditif Treatment bisa pakai Produk STP yakni STP Petrol Treatment (Dosis lebih sedikit), atau STP STP Multipurpose Motor Treatment (Dosis lebih banyak tapi fitur lebih lengkap dan lebih ampur) yg dicampur ke Bensin. Lalu jadilah Pertamax Series bikinan sendiri😀

    Tapi … yg bikin ane males pake Premium adalah Antri di SPBU (Bensin Eceran kualitasnya anjlok alias Basi), Gengsi Motor keren gini pake Bensin Subsidi, Takut dianggap bodoh karena pakai Motor Kompresi Tinggi tapi kok pakai Premium yg notabene RON rendah tidak sesuai kompresi motor ane, ane merasa berdosa pakai Premium karena ane Alhamdulillah termasuk golongan mampu, dan banyak alasan lainnya kenapa ane gk mau pilih Premium.

    Suka

    • Wah,terima kasih banyak pencerahannya. Jadi banyak belajar. Saya pikir Pertamina mampunya bikin RON88 saja. ternyata ada produk lainnya juga yang bisa cocok untuk pertalite.

      Syukur bisa pakai pertamax.

      Kalau untuk saya, justru motor lebih bertenaga bila pakai premium. Mobil sepertinya juga begitu. Mungkin karena modifnya alirannya beda sendiri. Kalau pakai pertamax atau yang plus sekalipun justru mesin bergetar lebih keras namun tenaga tidak sekuat kalau pakai premium. Suara knalpot pun paling tegas kalau pakai premium, kalau pakai pertamax justru lebih teredam. Mungkin aditifnya tidak terlalu kompatibel dengan modif saya. Sehingga khusus untuk motor/mobil saya, kalau nggak ada premium merasa susah. Apalagi kalau premiumnya dari SPBU yang banyak pohon rindang, tenaga sangat mantap. Di jalan kompetitif sekali🙂.

      Terima kasih sudah sharing resep, bisa dicoba untuk yang lain.

      Suka

      • Setelah ane pikirkan dengan sungguh-sungguh, ane kumpulkan pengalaman “buruk” ane selama pakai Premium, dan hasilnya ane gk suka Premium gan, banyak alasannya,,, kalo ane pernah bilang lebih baik pilih Premium daripada Pertalite, maka ane tarik statement itu🙂

        Yang nyata aja, Sensor Kapasitas Bensin error karena kandungan air didalam Premium yg bikin sensor di fuel pump error, Pertamax memiliki fitur “pegurai air” yg sejatinya adalah untuk mengamankan komponen elektronik didalam tangki seperti sensor volume bensin dan fuel pump, juga punya fitur anti karat yg mencegah timbulnya karat di fuel system karena adanya kandungan air (gk cuma di tangki tapi semua yg dilalui bensin/fuel line).

        Belom lagi senyawa Olefin didalam Premium yg bikin Deposit dimana dia mengalir khususnya di Injektor, Intake Manifold, dan Klep In,,,,

        Fuel Pump Filter jadi cepat banget kotor karena Olefin ini tadi, Throttle Body bagian dalam cepat kotor karena asap jelaga hasil pembakaran premium (pertamax juga ada tapi tidak separah premium), semakin lama Premium disimpan, semakin banyak kandungan Olefin didalamnya yg sering disebut “Bensin Basi”, Pertamax relatif lebih stabil karena aditif anti oxidant didalam EcoSave Technology.

        Secara aroma, Premium VS Pertamax lebih menyengat Premium baunya, ane yg punya masalah di Paru-paru sering mual-mual, pusing, produksi lendir berlebih di sinus, dll kalo nyium aroma Premium, sedangkan Pertamax tidak.

        Belom lagi kerak di combustion chamber yg gila-gilaan kalo pake Premium, yg gk bisa bersih tuntas jika tidak overhaul, dibersihkan secara langsung (karena olefin itu tadi), Pertamax juga ada, tapi lebih tipis dan lama baru terbentuk.

        EcoSave Technology walau gk seampuh produk-produk STP, dan tidak seampuh aditif punya Shell, tapi minimal sejak dia (Pertamax) diproduksi sudah dilindungi dengan EcoSave Technology tersebut sampai masuk ke tangki bensin motor ane.

        Karena senyawa olefin semakin banyak selama bensin itu disimpan, maksimal adalah 6 bulan, indikasinya warna menjadi keruh dan pekat, sayangnya kita gk tau berapa bulan bensin tersebut disimpan, belom lagi di tangan pengecer.

        Itu diatas baru sebagian saja alasan ane gk suka Premium, minimal jika toh Pertamax nanti naik lagi diatas 10rb dan Pertalite stabil dibawah 10rb, ane pilih Pertalite + Norival Tipe Drag Evo yg menggunakan Teknologi NPC (Norival Perfectum Catalysator), karena Pertalite itu lebih bersih daripada Premium karena pakai EcoSave Technology sejak pengolahan di kilang minyak, soal Energy/Performa, ada Norival Perfectum Catalysator yg akan meningkatkan performa Pertalite. Maklum Pertalite beda Base dengan Premium.

        Suka

        • OK, terima kasih informasinya. Bisa dipakai pertimbangan untuk yang lain.

          Kalau soal kandungan air, rasanya kendaraan sekarang lebih tahan karena memang dibutuhkan di sertifikasi Flex.

          Untuk bau, mungkin kalau di tangki, bisa diusahakan agar lebih kedap. Untuk bau dan polusi dari knalpot, setiap pemilik kendaraan sebaiknya memastikan kendaraan bekerja optimal. Kalau kondisi mesin ok, tentu polusi berkurang. Saya sendiri sejak pakai cemenite dan sekarang pro capacitor, bau asap knalpot terasa berkurang, terutama terasa kalau di mobil. Seharusnya efek yang sama juga bisa terjadi bila pakai norival.

          Kelemahan yang disebutkan rasanya bisa jadi tidak tetap. Karena toh kebanyakan premium adalah hasil impor, jadi kualitas dan kandungan aditif bisa beda beda, tergantung beli di mana. Masalah yang sama bisa saja akan terjadi pada pertalite, karena rasanya bisa saja pertalite impor juga, entah sebagian atau seluruhnya. Bila masalah terjadi hanya pada hasil produksi pertamina, maka konsumen yang kebagian jatah produksi luar negeri bisa bersyukur. Jadi cuma bisa berharap saja bahwa belinya yang kualitasnya bagus.

          Membandingkannya mungkin bukan premium vs pertalite tapi (premium + pertamax) vs pertalite.

          Suka

  4. beda sama pengalaman ane gan. tapi motor ane cuma bebek sih, bukan motor kelas atas. pengabut bensinnya injeksi. sejak nyoba pertalite, mesin lebih halus, ganti gigi lebih smooth, lebih irit juga.
    oh ya, ane yg awam ini jadi agak bingung juga. ada yg bilang mencampur pertamax dg premium itu sebaiknya dihindari karena beda rantai kimianya. gak akan bisa kohesif. tapi sampean sepertinya setuju dg pencampuran itu.

    Suka

    • Motornya apa bro? nyobanya selagi masih baru keluar atau sudah lama? akhir akhir ini membandingkan lagi atau tidak?

      yang pakai campuran pertamax dan premium itu banyak kalau untuk mobil, mereka juga tidak merasakan masalah. Kalau soal beda rantai kimia, rasanya pertamax sekalipun tidak betul betul homogen. Selain itu juga ada aditifnya.

      Ada alat penambah tenaga yang fungsinya membuat campuran bensin homogen.

      Suka

      • motor ane jupiter z1 bro. dari sejak pertalite keluar sampai sekarang ane pakai pertalite.
        dulu pernah juga nyampur pertamax-premium tapi kurang enak

        Suka

        • ok, terima kasih. saya curiga bahwa banyak orang merasakan tenaga meningkat itu karena bensinnya masih fresh, masih seger. Sementara itu saya mencobanya saat pertalite sudah lama keluar, sudah mulai basi.

          Suka

  5. Saya dah coba di 3 kendaraan beberapa kali dg impresi yang sama: 1. motor bebek: biasanya premium, coba pertalite tarikan lebih enak lbh halus. 2. Motor sport : biasa pertamax, coba pertalite tarikan berat banget. 3. Mobil : biasa premium, coba pertalite tarikan n mesin lebih halus. Percobaan ini dilakukan beberapa kali dengan hasil impresi yang sama.

    Suka

  6. Klo saya sih berhubung motor beli second, ya isinya premium aja.
    Tapi utk kenderaan yang saya beli dari baru, haram diisi pertamax apalagi premium.
    Saya pilih Shell Super.
    Mendengar pengakuan pertamina yang rugi terus menerus, mending dibikin bangkrut sekalian.

    Suka

  7. Men.ane se BBM pngaruh jg trhadap kondisi kndaraannya,bgt jg sbaliknya,motor baru,di kasih minuman apapun ok2 aj,n trgantung kompresi jg,kompresi kecil di kasih prtamax,mubadzir,tp boleh2 aj skali2 d kasih minuman segar aka pertamax,klo milih antra prtalite n prtamax,ane lbh milih prtamax,dilihat dr segi harga, selisihnya ga sampe 1000,hanya aj g bsa terus2an pke prtamax,bikin kantong jeboool,skali2 boleh lah🙂 , klo premium nanti dihapuskan,dr blog sbelah,klo h salh kmgknan 2-3 tahun k depan,mau gak mau minimal harus pake prtalite

    Suka

    • yang diadu adalah harga yang sama yaitu campuran (premium + pertamax) vs pertalite saja. Jadi dibandingkan dengan uang misalnya 20 ribu antara premium campur pertamax atau pakai pertalite. Rekomendasi saya mending campuran premium dan pertamax.

      Soal bensin basi mengacu pada umur penyimpanan. Sepertinya orang mengujinya antara pertalite masih baru distok dan premium yang sudah bulanan dan basi. Harusnya membandingkannya waktu sama sama basi.

      Suka

  8. .
    .
    sekedar info.
    .
    selama ini kita tahunya premium, pertalite dan pertamax itu berasal dari minyak bumi.
    belum banyak dibahas bensin yg diolah dari kondensat gas bumi. Pertamina masih merahasiakan hal ini.
    dengan sedikit aditif pada kondensat maka bensin akan siap dipakai.
    stok kondensat sangat melimpah di negara kita karena negara kita merupakan negara dengan cadangan gas 20% dari gas dunia (mirip Arab Saudi yg punya cadangan minyak bumi terbesar).
    hanya sayang gas alam indonesia banyak dikuasai asing.
    yg menghalangi kondensat jadi bensin adalah kualitas kondensat yg sering berubah di setiap kilang.
    kondensat terbaik untuk dijadikan bensin adalah kondensat di kilang gas Bojonegoro.
    .
    apa itu kondensat ?
    secara umum kondensat adalah endapan cairan dari gas bumi, terjadi di kilang gas alam atau yg paling mudah ada di tabung gas LPG rumahan.
    kalo anda mau buktikan, jemurlah tabung gas yg sudah habis dibawah sinar matahari yg panas, maka cairan kondensat akan berubah jadi gas kembali dan bisa digunakan untuk memasak kembali.
    Hal ini banyak dilakukan pengusaha restoran di Timur Tengah untuk efisiensi (coba anda tanyakan ke TKI yg kerja di restoran Arab).
    .
    mengenai tabung gas 3 KG yg katanya disubsidi pemerintah, hanya awalnya tabung kosong diisi benar 3 KG, lama kelamaan akan diisi hanya 2,5 KG karena di tabung masih ada 0,5 KG kondensat.
    Selisih 0,5 KG gas LPG inilah yg menjadi pertanyaan, kemana uang subsidinya atau uang pengisiannya ???
    Bayangkan 0,5 KG dikali milyaran tabung, itu duit puluhan trilyun dalam setahun.
    .
    Semoga membuka pengetahuan kita tentang sumber daya alam kita yg banyak dirahasiakan demi kepentingan oknum negara.
    .

    Suka

  9. Awalnya livina saya pakai pertamax, tapi karena teman kadang pinjem, mereka jadi enggan karena mesti ngrogoh kantung lebih dalem. Lalu ganti premium, sekarang teman-teman sudah nyaman minjem. Jadi premium terasa lebih sosialis ketimbang pertamax….
    Gak ada pertalite nya….

    Suka

      • Saya masih pake pertalite sejak launching sampe skrg. Masalah umur penyimpanan Ane ga tau karna pom bensin yang ane hinggapi beda2 sih. Entah deket rmh deket kantor lg di jalan dst…
        Kalo pertalite habis ane isi pertamax.
        FYI, ane mulai pake kendaraan motor ini dr mei 2015 ga pernah isi premium. Dulu awal pertamax, pas pake pertalite ane rasakan performa menurut tapi cenderung efisien. Irit dpt tenaga dpt. Kalo pertamax kayanya menang di tenaga aja tapi ga irit. Hehe.
        Btw. Cemenite itu logis ga sih efek nya atau sebenernya cuma suggesti aja? Jd semua hanya sekedar terasa irit, merasa bertenaga. Atau dgn kata lain hanya sekedar perasaan dan relatif.?

        Suka

        • Apa mungkin karena aditif pertalite lebih ke pelumas ya?

          Kalau untuk cemenite, ini contoh testimoninya, dari mereka yang buat sendiri.

          Cemenite tak taruh di tangki sebelah kiri bawah. Mepet dengan kran bensin. Tak ikat karet dan kawat ke pangkon kiprok. Jan jos mas. Entheng. Mesin aluuss.. Tenaga isi terus. Jalan naik curam coba tak giring yo nutut mas. Biasa gigi 2 ke 1.

          Cemenite 6 cm saya tes di motor mio m3. Tarikan gas jadi lebih ngisi, akselerasi lebih oke saat dipake utk nyalip dan nanjak.

          hari Minggu sudah saya tes di avanza G tarikan enteng terasa tidak pakai ac biasanya pakai ac kan terasa ada beban ini nggak.

          kmarin uji coba d motor saya megapro hasilnya bagus,tarikan oke,mesin trasa halus,pp sidoarjo-mojokerto bbm lebih hemat kurang lebih 30%

          Siang tadi coba C4 pertama kalinya di avanza. Hasilnya maknyuss, pedal gas diinjek dikiit aja mobil udah ngacir. Beda banget dibanding tanpa cemenite. Padahal cuma saya taruh di dalam bagasi mobil belakang yg deket dengan tangki bensin

          Syarat untuk pakai cemenite campuran bensin wajib disetel irit.

          Suka

  10. Klo mnurut saya sendiri yg sudah mencoba premium dan pertama di kedua motor yg teknologi ny berbeda. Prnah saya coba d beat karbu standar. Setelan angin karbu seimbang pada saat pake premium dan tnaga mesin enak dan tarikan enteng, tapi saat saya isi pertalite sepertiny gas dan tarikanny menjadi sedikit berat, tetapi sepertiny torsi mesin meningkan krna mesin terasa sedikit menjambak pada saat d tarik gas perlahan, dan walopun gas ny menjadi berat, ttapi d setiap tarikan gas menjadi berisi tenagany.. (Ngerti kan maksud kata2 saya hihi)

    Tapi saya gasuka dgn motor yg gas ny berat walopun tenaga ny keras dan menjambak ketika d tarik gas perlahan,, jdi saya coba setel karbu dan saya banyakin anginny sdikit. Dan alhasil. Gas ringan, tarikan menjambak pokokny lebih bertenaga d banding pake premium. Jdi mungkin klo motor penulis diatas karbu, coba d stel ulang dlu karbuny klo mau pake pertalite. Oiya kompresi motor saya normal yaitu 9:3

    Dan jga pernah saya coba d beat fi thun 2015 kompresi normal 9:5. Saya coba menggunakan bensin, karakter gasny ringan tetapi waktu d tarik buat berakselerasi dia sedikit kurang menjambak, dan kadang suka kosong gas ny. Sepertiny torsi mesin tdk tercapai pada kondisi maksimal. Trus saya coba menggunakan pertalite yg notabene d rekomendasi buat beat fi karna pertalite cock buat motor yg kompresi ny 9 hingga 10:1. Dan alhasil beat fi saya serasa power dan torsi pada kondisi optimal dan sgt terasa berbda d banding menggunakan premium. Dan sepertiny pertalite bhn bkr yg tanpa timbal, dan sedikit lebih bersih, itu katany. Karna motor yg kompresi tinggi jika menggunakan premium bisa mengakibatkan bhn bkr terbakar sblm percikan api busi ato biasa yg d sbut ngelitik dan membuat mesin knocking apalagi jika suhu mesin sudah panas biasany ak lbih sering terjadi ngelikit pda msin kompresi tinggi yg mnggunakn premium trsbut. Jdi saya ttp menggunakan pertalite pda beat fi saya dan beat karbu saya. Karna saya jga mau mendukung program pemerintah

    Suka

  11. Itu tergantung mesinmu. Jika motormu pakai oli 15w-50 contoh bm1 3000 maka pakai pertalite jauh lebih gahar daripada pertamax.
    Dalam kehidupan nyata saya suka kebut kebutan dijalan malang jombang lewat batu pujon. Jalan tanjakan tetapi motor vixion tahun 2012 lebih garang daripada menggunakan pertamax.
    Kalau saya pakai pertamax justru motor tidak bisa lari. Itu semua tergantung mesin.
    Yang nulis ini kagak tau perbedaan yang pasti. kalau nyoba jangan pakai motormu yang ga jelas. Pakai motor segalanya termasuk mobil.
    Kemudian premium dicampur pertmax maka unsur pertamaxna hilang karena premium bercampur dengan timbal. Apabila dibakar justru kurang bagus bagi mesin.

    Suka

    • timbal merupakan aditif penambah tenaga yang sangat efektif. tapi karena beracun, maka sekarang pertamina tidak lagi pakai aditif timbal. kalau ada timbalnya justru jos bro, tapi ya gitu, beracun dan timbalnya bikin catalytic converter nggak fungsi. Kalau yang suka ngebut, catalytic converter seringnya dilepas baik di mobil ataupun motor.

      sekali lagi yang dibandingkan adalah premium campur pertamax, melawan pertalite. dan ini sudah ada yang coba di mobil juga. apa nggak curiga mengapa kok iklan pertalite gencar sekali, sampai ada tulisan di tiap spbu “cuma nambah …. sudah dapat pertalite”.

      Suka

  12. Au ah ga teu mcm2 teory tuh yg pst skrg dah kapox pke pertalit, disini kbanyakn jg ga suka, trserah lah ma yg suka pke

    Suka

  13. Motor f1zr ane malahan kagak mau hidup gara2 pake pertalite, tapi setelah bensim di tangki di kuras habis, trus ane pake premium lagi, motor ane jadi hidup lagi

    Suka

    • terima kasih sharingnya, wah kalau seperti itu mungkin bensinnya kecampuran cairan lain juga. Jadi ingat waktu isi bensin di pom bensin tertentu, mesin susah banget hidupnya dan waktu hidup tenaganya lemah sekali, padahal itu sudah pakai alat pengubah bensin. Kalau tanpa alat itu mestinya mesin nggak akan menyala.

      Suka

  14. hai,, sy bengkel di kampungan,mungkin sekitar 3atau4 blanan emang byak orng mengeluh sihh,,,awalnya sy gak tahu,dari selama ada pertalite kok pasen sy banyak yn mengeluh motornya klu pagi pasti susah hidup,dan pasti busi basah,abis klu ganti busi baru langsung hidup,dan ada cairan hitam diluar busi,,dan sangat pasti itu gara2 pertalite,mungkin selama itu tiap hari ada 200 motor yg mengeluh,,,,ya ada untungnya bagi sy gak jual bensin tapi busi tiap hari laris,,,,oh ya apa kamu bisa laporkan mslah prtalite ini ke atasan ,,klu bs monggo,,,,,,,,by masterx

    Suka

    • terima kasih sharingnya. menarik sekali. Busi basah dan mesin susah menyala saat awal pertanda busi kurang panas.
      Pakai busi dingin tidak selalu lebih baik

      Tapi aneh itu terjadi karena tentunya sudah banyak yang coba pertamax dan premium tanpa masalah. Harusnya dengan beda oktan sedikit tidak sampai membuat pembakaran terhambat kalau mesin masih dingin. Jadi sepertinya campuran pertalite ada tambahan aditif yang membuat bahan bakar lebih susah terbakar.

      Suka

  15. ane pake mobil VW tahun 1973. pake premium malah boros ga ada tenaga. ngelitik terus. sekarang pake pertalite tenaga malah joss ga ngelitik. dipake naik gunung muat 8 org ga ngos2an ngalahin mobil diesel. pernah pake bensin premium campur pertamax sama aj pake premium. pake premium surabaya jogja PP habis 750rb. pertalite cuman habis 650rb. intinya semua tergantung kompresinya bro.

    Suka

  16. ane kemarin terpaksa ngisi tangki motor ane dgn pertalite di sebuah spbu karena premium tdk ada…
    setelah sy rasakan memang tarikan jadi agak sedikit berkerang (agak berat)…ane jadi berpikir
    benar ndak yaa apa yg digembar gemborkan selama ini kalo pertalite bikin tarikan jadi enteng dan irit
    *note =motor ane jupiter Z thn 2009

    Suka

    • terima kasih sharingnya. Iya. sepertinya memang tergantung motor. Kalau motor butuh oktan tinggi baru terasa lebih enak, tapi kalau nggak butuh oktan tinggi baru terasa nggak enak.

      Suka

  17. Bro2 semua mau sharing. saya punya mobil xenia saya kasih pertalite tarikan kok jadi berat sekali. trus esok harinya saat udah habis saya ganti ke premium(biasanya memang pakai premium) tapi tarikan tetap aja berat sekali seperti ditahan beban berat itu mobil. Padahal sebelum pakai pertalite tarikan enteng. sekarang udah berjalan sebulan tapi masih aja berat sekali dibawa. busi udah saya ganti dan ganti filter hawa tapi masih aja berat. beratnya seperti ada yg nahan dari belakang. apa pertalite bikin rusak mesin??? saat liat busi yg lama ada seperti gum/gel hitam di ujung businya. saya takut jgn2 piston saya rusak ada gum nya makanya tarikan sumpah berat sekali ga wajar sekali

    Suka

    • Sepertinya ada dua cara yang harus dilakukan:
      1. carbon clean, untuk membersihkan kerak di mesin. Kalau busi sampau ada gum maka di dinding silinder juga ada gum. Kalau rusak sepertinya tidak tapi akan sangat membantu bila dibersihkan.
      2. ganti oli yang lebih bagus, saya sarankan pakai fastron 10W40. Bisa jadi additif olinya konflik dengan aditifnya pertalite dan menghasilkan gum.
      3. reset ecu. Bisa pakai cabut sekring atau lepas negatifnya aki beberapa menit.

      Suka

  18. klo mnrut sy sih,bertenaga ato tdk itu relatif ya,trgntung masing2 pngendara. klo pengalaman sy sndri,sblm lhr prtalite sy sdh coba pake pertmax slama berbulan bln,tp ada kalanya pas stok hbs isi lg dgn premium dan disitu sy br ngrasa klo pke premium mmg trasa lbh ringan respon mesin n akselerasi,bgtu pke lgi prtamax trasa brt itu jg krn kompresi yg kcl dipksa pke oktan tinggi.bgtu lhr prtalite sy pke prtalite smpe skrg
    dan sbenarx konsumen jg suka2 mo pke yg mn,,klo sy suka pke prtlite krn mmg ruang bkr relatif lbh brsih drpd pke premium dan itu sdh sy buktikn.
    sebuln pke premi lgsg ada kerak,lalu sbulan pke pertalte brsh kmbli,sy hnya mnjg kbersihn ruang bkr sj mknya sy pretal ato pertamx.
    klo soal irit borosnya jg trgntung bgmn cara berkndara,toh kita kan bkn mo balapan.
    klo mtr injek kan hrsnya wajib ya pke min prtalite,soalx sy sring dgr mesin injek hnda beat esp bru 1 thn sdh brisik apa krn mnum premi trus2 ya?

    NB: mtr sy motcin 70 cc,120 km 2 ltr prtalite,itu pemakean stop n go..

    Suka

    • terima kasih sharingnya, lumayan irit juga motornya.

      Iya, efek memang bisa berbeda untuk beda pengendara / kendaraan.

      Untuk soal bersih, bensin bukan satu satunya alasan, dan banyak juga yang ruang mesinnya hitam walau sudah pakai pertamax. Filter udara dan oli mesin bisa jadi penyumbang kotornya ruang mesin.

      Suara kasar di beat terutama karena oli mesinnya. Bila pakai oli mesin bagus maka suara jadi halus kok. Apalagi kalau sudah pakai modif perubah bensin semacam pro capacitor. Kalau jejer matik lain jadi nggak kedengar suara mesin sendiri.

      Suka

  19. Hahaa.., saya juga kapok pake pertalite dah, beda bgt sama pertamax, klo pake pertamax muntir gasnya sedikit aja udah ngacir, tenaganya berasa banget, kerasa padet gitu, lha pake pertalite udah gak bertenaga, ngeden lagi, kapok dah kapok,,, tapi yaahh berhubung masih separo tangki abisin dulu dah huehehehe

    Suka

    • terima kasih sharingnya. Iya, saya juga kemarin terpaksa isi pakai pertalite karena premium di dua tempat habis. Tenaga berkurang banyak. Sama Yamaha Byson jadi kalah akselerasinya padahal sebelumnya bisa menang.

      Suka

  20. bener banget…rasany agak ngempos tenagany, balik k premium lebih padet..

    trus kalo pertalite bau dari knalpot kek lem castol, sedang premium seperti uap air biasa…

    pertalite = bensin kreasi pencitraan

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s