Kawasaki Z125, bodi motor laki tapi pakai mesin motor bebek


kawasaki z125

Mas Taufik dari tmc blog memberikan indikasi bahwa Kawasaki Indonesia akan mendatangkan motor Kawasaki Z125. Yang jadi perhatian penulis adalah spesifikasi dari motor ini.

Spesifikasi bisa dilihat di website resmi Kawasaki Thailand.
Spesifikasi Kawasaki Z125 thailand

Mari kita bandingkan dengan spesifikasi Suzuki Thunder yang sama sama 125cc:
Spesifikasi Suzuki Thunder 125

Dari spesifikasi mesin Z125 dan Thunder 125 sama sama 125cc. Namun terlihat banyak perbedaan mencolok. Transmisi Z125 cuma 4 speed. Lalu yang model biasa tanpa kopling, hanya yang model PRO saja yang pakai koling tangan. Ban juga jauh banget cuma pakai velg 12″ dibanding dengan Thunder yang 18″. Namun yang bisa dianggap sebagai keunggulan adalah bobot yang cuma 101kg.

Jadi Kawasaki Z125 itu motor dengan bodi motor laki, tinggi tempat duduk ala motor laki, tapi dengan mesin ala motor bebek, berat ala motor matik dan roda ala motor matik. Dengan cc cuma 125cc, lalu kompresi mesin cuma 9.8:1, tenaga paling juga cuma setara motor matik atau motor bebek 115 cc. Spesifikasi mirip dengan Kawasaki Athlete tapi sudah injeksi. Kalau Athlete yang masih karbu tenaganya 9,8 PS di 8,000 rpm. Sebagai perbandingan Honda Blade 125 tenaganya 10,1 PS, Honda Vario 125 tenaganya 11.3 PS, Yamaha Jupiter Z tenaganya 10,1 PS, dan Yamaha Aerox tenaganya 11,4 PS. Di jalan Kawasaki Z125 jadi motor lambat.

Tapi gayanya unik sih. Kalau mau untuk gaya gayaan cocok. Kalau untuk performa, malu sama yang matik dan bebek.

motor sport tapi kok dengan fairing ala motor matik, analisa bocoran bebek super Honda dari malaysia


Honda yang sepertinya akan merilis motor bebek super sportnya dengan bodi depan ala Vario 150. Penulis tertegun adalah saat melihat tampilan motor yang dikatakan sebagai calon bebek super Honda SupraX 150, karena tampilan sama sekali tidak sporty. Fotonya sebagai berikut. Diambil dari website mas Taufik
calon bebek super Honda Sonic tapi tampilan motor kalem Vario2

calon bebek super Honda Sonic tapi tampilan motor kalem Vario

Coba bandingkan dengan foto berikut
tampilan dashboard spedo vario 150Vario 150 tampilan atas depan

Terlihat bahwa ada banyak kesamaan pada bodi bagian depan. Renderan juga diperlihatkand i website motoblast:
renderan motoblast.org untuk calon bebek super Honda SupraX 150

Penulis sendiri merasa bahwa dengan bodi yang mirip dengan model matik, bebek Honda tersebut tidak pantas disebut bebek super. Karena tampilan jadi terkesan bebek keluarga, yang notabene dipakainya bukan untuk kencang tapi butuh tampilan elegan. Biar jalannya pelan yang penting terlihat berkelas.

Entah mengapa Honda mengambil langkah ini. Menurut penulis ini langkah mundur. Mungkin Honda menganggap bahwa model Vario itu sporty banget, sehingga motor sport sekalipun pantas pakai bodi Vario 150. Namun penulis sudah terlanjur menganggap bodi macam Vario 150 itu sebagai bodi motor matik yang konotasinya bukan sporty tapi untuk kalem kaleman.

Bila Honda pingin membuat bebek super, harusnya mencomot bodi yang berikut ini, versi low rider dari Vario 150:
New-Honda-Vario modif low rider

Tapi nggak tahu lagi. toh walau banyak kelemahannya motor Honda selalu laku. Lihat saja nanti. Kalau untuk pribadi sih walau ketemu motor bebek super tersebut di jalan, walau jalannya kencang, dalam hati masih menganggap bukan motor kelas sport.

Nilai motor sport untuk penulis bukan cuma dilihat dari performa saja namun dari modelnya juga. Honda Beat walau dimodif jadi jauh lebih kencang dari motor Honda CB150R, tetap saja dianggap bukan motor sport. Walau Vario 150 lebih kencang dari Verza sekalipun, Vario 150 tetap dianggap sebagai motor keluarga dan Verza sebagai motor sport. Verza yang diberi bodi Vario 150 kesannya jadi bukan motor sport lagi.

Untuk bisa dipanggil sebagai bebek sport, tampilan dari Vario 150 masih kurang garang, apalagi untuk tampilan dari depan:
Honda Vario tampilan depan

Tapi mungkin ini langkah agar konsumen cewek lebih tertarik, dengan resiko mengurangi minat konsumen cowok. Motor bebek Honda yang dikatakan super ditujukan untuk konsumen cewek, sementara yang model naked Sonic 150 untuk konsumen cowok. Jadi mungkin kedepannya akan ada bebek super Honda dengan stiker bunga bunga dan comic seperti di Honda beat.

Rangkaian peredup lampu sederhana untuk yang sering kena masalah LED mati karena voltase terlalu besar di motor


Berikut adalah rangkaian sederhana yang bisa dipergunakan untuk membatasi arus yang mengalir ke peralatan elektronik yang menggunakan arus DC. Sangat berguna bagi yang lampunya sering mati karena kelebihan voltase. Tinggal disetel sehingga lampu cukup terang tapi tidak terlalu terang.

rangkaian peredup lampu sederhana

demonstrasi dari rangkaian ini bisa dilihat di video berikut:

Kelemahan dari rangkaian ini adalah panas yang ditimbulkan oleh transistor bisa sangat tinggi, tergantung dari besar arus yang melewati transistor. Transistor wajib diberi pendingin, yang kalau bisa diangin angin atau sekalian kasih kipas 12V 5 ribuan. Aternatif transistor selain TIP3055 bisa pakai TIP31C, TIP42C atau 2N3055.

Juga untuk amannya, sebaiknya dari sumber daya menuju komponen diberi sekring 10 amper. Jangan lupa bahwa bagian pendingin yang menempel transistor harus dilapisi insulator karena logam transistor menempel ke kaki collector. Jadi kalau nggak pakai insulator yang konslet.

Rangkuman foto foto perbandingan ergonomi ruang kaki motor matik


Berikut ini rangkuman screen shot dari motor matik 125cc yang diposting oleh om Taufik. Yang perlu diperhatikan adalah posisi duduk apakah perlu mundur atau tidak agar lutut tidak membentur, perhatikan posisi lengan apakah masih rilek menekuk atau harus lurus. Kalau duduk harus mundur atau lengan harus lurus maka akan cepat capek. Juga perhatikan apakah sudut lutut kurang dari 90 derajat atau tidak saat duduk. Karena bila sudut lutut kurang dari 90 derajat artinya tempat duduk kurang tinggi atau injakan kaki terlalu tinggi yang akan membuat kaki cepat pegal atau cepat capai.

Untuk melihat artikel aslinya silahkan klik gambar.

Honda Beat:
ergonomi ruang kaki Honda Beat2

ergonomi ruang kaki Honda Beat

ergonomi ruang kaki Honda Beat3

 

Honda Vario:
ergonomi ruang kaki Honda Vario

ergonomi ruang kaki Honda Vario2

 

Suzuki Address:
ergonomi ruang kaki suzuki address

 

Suzuki Nex
ergonomi ruang kaki suzuki nex

 

Yamaha Aerox:
ergonomi ruang kaki Yamaha Aerox

ergonomi ruang kaki Yamaha Aerox2

 

Yamaha NMax
ergonomi ruang kaki Yamaha NMax

ergonomi ruang kaki Yamaha NMax2

 

Yamaha Mio M3:
ergonomi ruang kaki Yamaha Mio M3

ergonomi ruang kaki Yamaha Mio M32

 

Yamaha Mio Soul:
ergonomi ruang kaki Yamaha Mio Soul

Alasan mengapa review pengirit bensin oleh popular mechanic tidak bisa dipercaya


Beberapa waktu yang lalu penulis sempat kaget karena ternyata ada juga bro yang termakan dengan kebohongan review dari majalah popular magazine tentang berbagai macam alat pengirit bensin. Dari postingan bro tersebut, terlihat bahwa si bro tersebut percaya sepenuh hati dengan review dari majalah popular magazine sampai – sampai menganggap review tersebut lebih kredible dari hasil penelitian universitas. Penelitian dari universitas dianggap curang.

Penulis agak maklum dengan sikap dari bro tersebut karena diskusi untuk hal tersebut sering jadi bahan tertawaan, jadi bahan hujatan dan di bully di tempat bro tersebut posting. Tempat mangkalnya bro tersebut benar benar skeptis dengan cara mengirit bensin alternatif yang ala inventor rumahan. Bro tersebut sepertinya belum pernah browsing di diskusi terbuka dari pemakai teknologi alternatif yang sudah sukses. Jadi karena dari awal posting saja sudah skeptis, dibarengi dengan usaha percobaan yang setengah setengah, belajar dari sumber yang salah, bukannya belajar dari yang sukses tapi belajar justru dari yang gagal atau menipu, bisa dimaklumi bahwa bro tersebut mendapat kesimpulan yang negatif.

Harus diingat bahwa majalah semacam popular mechanic itu majalah komersial. Kadang informasi yang disampaikan berisi pesan titipan. Jadi bisa jadi ada beberapa informasi yang sifatnya tidak netral.

Untuk peralatan yang disebut dalam daftar tersebut penulis merasa bahwa, entah sengaja atau tidak, si pembuat artikel menggunakan versi yang paling jelek, dicomot dari penjual penipu, menggunakan tidak sesuai dengan kebutuhan dan tidak memahami aturan pemakaian dari peralatan tersebut.

Aturan pakai yang paling penting untuk pemakaian alat pengirit bensin adalah mesin dalam kondisi baik atau standar. Filter yang kotor atau sensor oksigen yang soak bisa membuat pemakaian alat pengirit bensin justru makin memperparah keadaaan. Beberapa alat bekerja lebih baik bila setelan campuran bahan bakar dibuat kering atau lean.

Review majalah popular mechanic bisa dibaca di link berikut
The Gas-Saving-Gadgets Hall of Shame

We’ve been testing—and debunking—gas-saving devices around here at PM for as long as there have been cars. We’ve heard all the snake-oil mpg claims, and we’ve spent many hours separating real gains from bogus claims. Here are the eight wackiest bogus gas-savers ever.

Arti dari judul artikel tersebut adalah “daftar memalukan dari peralatan pengirit bensin”. terjemahan isi:

Kami telah menguji dan membongkar perangkat penghemat bensin disini di Popular Mechanic mulai dari mobil mulai ada. Kami telah mendengar semua klaim penambahan irit dari banyak penjual ala penjual minyak gosok, dan kami telah menghabiskan banyak waktu memisahkan antara mana yang punya manfaat nyata dengan mana yang klaim palsu. Berikut adalah delapan perangkat pengirit bensin yang paling nggak masuk akal yang pernah ada

Penulis akan mencoba membahas keanehan review tersebut.

1. Hydrogen generator

Hydrogen generator adalah cara mengirit bensin dengan memanfaatkan arus listrik untuk mengubah air menjadi gas hidrogen dan oksigen. Alat tersebut dikatakan sebagai “bogus” atau palsu.

Yang menjadi masalah adalah gambar hydrogen generator yang ditunjukkan di artikel tersebut juga terkenal sebagai alat palsu yang dikatakan oleh komunitasnya sebagai usaha untuk menjelek – jelekkan nama dari pengirit bensin hydrogen generator. Selain berbahaya, alat yang ditunjukkan di foto juga tidak ada efeknya dan tidak awet. Mestinya kalau si pembuat artikel serius, dia tidak akan memilih penjual penipu.

Bentuk hydrogen generator yang aman dan bandel tidak seperti itu. Bentuk untuk yang asli tidak sesederhana itu. Harga juga tidak bisa murah karena bahan yang dipergunakan butuh stainless steel terbaik, SS316L.

Memakai teknologi ini juga tidak bisa sembarangan, ada aturan pakainya, yaitu minimal setelan kendaraan harus irit. Ini karena hydrogen generator sama dengan menambahkan bahan bakar yang tidak terekam oleh ECU. Jadi ECU harus diakali sehingga tambahan bahan bakar dari luar dan dari yang dialirkan oleh ECU menjadi seimbang. Oleh karena itu di komunitas pemakai hydrogen generator juga disharing cara mengakali ECU. Tanpa mengakali ECU, maka hasil tidak maksimal atau lebih parah lagi justru bisa mengurangi efisiensi mesin karena campuran bahan bakar menjadi kacau.

Bila berminat untuk mencoba, bisa coba baca – baca di link berikut:
IonizationX

Penulis juga sudah pernah mengupas di:
Teknologi HHO hydroxy, mengubah air menjadi bahan bakar, kaitan dengan penemuan mahasiswa Universitas Sumatera Utara

2. Vortex Generators

Vortex Generator ini alat yang memutar udara sebelum masuk saluran intake. Dikatakan justru mengurangi tenaga dan menambah boros.

Kesimpulan ini agak aneh karena tujuan utama dari vortex generator ini adalah menambah irit, bukan untuk menambah tenaga. Juga yang mengherankan, mengapa si pembuat artikel memilih alat yang dijual sementara yang sukses justru membuat sendiri?

Di link berikut banyak sekali yang sudah sukses bisa lebih irit dengan menggunakan vortex generator. Mengapa si pembuat artikel bisa sampai gagal?
“A.V.E.C.” (Air + Vortex = Economiseur Carburant)

Ini pernah penulis kupas di artikel berikut:
Alat penambah tenaga vortex, memutar udara yang masuk ke mesin

Yang harus diperhatikan bahwa vortex generator ini memang berpotensial untuk mengurangi tenaga, namun mestinya hanya di putaran mesin tinggi saja. Bila kita lihat kendaraan yang punya sistem variable intake, saat putaran mesin rendah saluran intake menggunakan yang panjang, saat putaran mesin tinggi saluran intake menggunakan yang pendek. Pemakaian vortex generator ini efeknya hampir sama dengan memperpanjang saluran intake. Sehingga tenaga rpm rendah lebih banyak, tenaga rpm tinggi berkurang.

Jadi bila uji dyno tidak mengikutkan putaran mesin rendah, maka akan terkesan pakai vortex generator mengurangi tenaga, padahal aslinya menambah tenaga tapi di rpm rendah. Tenaga yang meningkat di rpm rendah ini membuat kendaraan makin irit bila dipergunakan di rpm rendah (gaya mengendarai hypermileage)

3. Ion Generators

Keterangan dan gambar tidak jelas apa itu beneran ion generators, namun dari yang penulis tahu ion generator sebenarnya adalah ionizer atau ozonizer yang fungsinya mengionisasi udara yang akan masuk ke intake. Rasanya si pembuat artikel beli alat yang salah.

Penulis sendiri pernah coba dengan rangkaian corona maker yang bisa dilihat di link berikut:
Corona Maker

Hasilnya mirip dengan carbon cleaner namun lebih ekstrem. Sayang tidak direkam, namun pada kendaraan Kijang karbu, mesin yang asalnya idlenya kemlonthang / berisik menjadi senyap dan halus sekali.

Ada beberapa alatyang mengaku ion generator tapi cuma mengandalkan sirip dan jarum bunga api. Yang semacam itu terlalu lemah untuk dipakai di mobil dan hanya cocok untuk pemakaian dalam ruangan. Beda dengan corona yang daya ionisasinya sangat kuat walau memakai listrik hanya 12 watt.

4 & 5. Acetone & BioPerformance’s Mothballs

Ini sepertinya review tentang aditif. Dikatakan tidak punya efek walau tidak disebutkan pernah melakukan uji dyno juga. Agak aneh bila dikatakan aditif tidak bisa menambahkan tenaga. Karena bahkan universitas luar negeri pun juga punya penelitian yang mengakui bahwa pakai aditif bisa menambah tenaga. Perusahaan sekelas pertamina pun pakai aditif. Bahkan dulu jadi pembahasan karena pakai aditif beracun timbal.

Jadi pakai aditif bila dilakukan dengan benar, dengan takaran yang pas dan di kendaraan yang kondisinya baik, akan bisa memberikan penambahan tenaga atau tambah irit. Namun sayangnya beberapa aditif mempunyai efek samping yang jelek. Ada yang bisa merusak komponen atau ada yang beracun. Sehingga bila ingin mencoba atau memakai aditif, perlu memilih dengan hati – hati. Pelajari sifat dan kandungan dari aditif tersebut dan sesuaikan dengan kebutuhan.

Kutipan penelitian untuk aditif dapat dilihat di artikel berikut:
Walau mungkin bisa tidak merusak mesin, pakai aditif tetap rugi bro

6. Ectoplasm Traps

Judul ini sindiran yang sepertinya mengacu pada alat pengirit bensin yang bisa bekerja dengan hanya menempelkan di selang bensin, bukan magnet karena untuk magnet dibahas terpisah. Dikatakan alat semacam itu seperti penangkap hantu (orang barat jarang yang percaya hantu), dan dikatakan efeknya hanya ilusi saja.

Sebagai pengguna pro capacitor dan cemenite (keduanya juga tidak punya daya magnet), penulis percaya betul bahwa efek penambahan tenaga atau irit bisa terjadi hanya dengan menempelkannya ke selang bensin. Bahkan kadang menempatkan dalam kendaraan di posisi manapun bisa terasa efeknya. Jadi penulis percaya bahwa ada alat lain yang punya kemampuan yang sama. Untuk produk komersial yang populer, sepertinya produk Qmax nano juga punya sifat hampir sama.

Untuk yang buat sendiri, beberapa orang bisa merasakan penambahan tenaga / irit hanya dengan memasang ferit atau melilitkan kabel di selang bensin atau kabel busi. Mungkin untuk cara ini penambahan tenaga kecil, namun tetap murah meriah. Lebih murah dan kadang lebih efektif daripada kalau beli alat konvensional yang dipercaya bisa menambah tenaga seperti misalnya busi iridium atau filter udara racing.

7. Fuel-Line Magnets

Ini tentang efek magnet sebagai penambah tenaga. Dari contoh sepertinya yang dicoba adalah alat palsu, terlihat magnetnya kecil dan tidak sama dengan yang diteliti di universitas. Jadi sepertinya wajar bila tidak ada efek, namun harusnya dari logika, kalau mau ngetes sungguhan, nggak usah beli tapi cukup dengan coba magnet besar subwoofer.

Bila ingin mencoba magnet, sebaiknya jangan beli tapi buat sendiri. Penelitian berikut memberikan informasi yang lebih baik tentang hal ini:
PENGUJIAN PENGARUH MEDAN MAGNET SEBAGAI ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) BAGI KENDARAAN BERMOTOR

Dari hasil penelitian – penelitian diatas, bisa disimpulkan bahwa efek dari magnet terhadap bahan bakar itu pasti ada. Namun efeknya sangat tergantung pada cara pemakaian dan kekuatan dari magnet yang dipergunakan.
Hasil yang mengecewakan dari alat penambah tenaga magnet yang dijual di pasaran kemungkinan bisa karena material yang daya magnetnya lemah bila terkena panas (untuk tipe neo magnet) atau karena ukuran / daya magnetnya terlalu kecil.
Jadi, bila ingin mencoba sebaiknya mencari bahan sendiri. Misalnya di pasar loak cari bass speaker bekas / rusak lalu ambil magnetnya saja. makin besar makin bagus. Bisa juga cari bekas speaker mobil. Pemasangan sepertinya lebih baik bila bensin lewat tengah lobangnya, walau begitu di tempel juga bisa. Lebih baik lagi bila bisa membuat bensin mengalir melalui magnetnya. Bisa juga pakai model elektro magnet seperti di salah satu penelitian di atas, tapi pastikan bahwa desain memperhitungkan daya panas yang akan timbul.

Kutipan hasil penelitian universitas di Indonesia maupun luar negeri dapat dilihat di artikel berikut
Pro kontra magnet sebagai penambah irit dan tenaga

Pemakaian magnet pada selang bahan bakar ini ada aturan pakainya juga. Sebaiknya kendaraan disetel irit atau dalam kondisi standard. Bila kendaraan dalam kondisi tidak sempurna, maka efek bisa tidak terasa.

Dari yang sudah penulis rasakan, efek penambahan dengan magnet bisa lebih kuat daripada busi iridium atau filter udara racing. Sebelum pakai pro capacitor dan cemenite, penulis selalu pakai magnet di selang bensin.

8. Water Injectors

Ini adalah metode pengiritan dengan menambahkan uap air ke saluran intake dengan bantuan bubbler. Walau di artikel dikatakan tidak meremehkan implementasi sistem di pesawat terbang, pembuat artikel itu tidak menyebutkan bahwa sistem water injection juga dipakai di mobil juga, yang banyak dipakai justru di dunia racing.

Aneh bila sistem bubbler dianggap tidak efektif oleh pembuat artikel karena kita tahu sendiri bahwa saat hujan tenaga mesin serasa bertambah. Dengan menambahkan uap air maka selain membantu mendinginkan mesin, uap air juga akan membantu mengurangi knocking. Sangat membantu bila kita pakai bensin murahan dari Pertamina (Premium 88).

Jadi penambahan tenaga dengan sistem air ini tidak langsung, tapi sebagai suplemen dari modif lain yang menuntut pemakaian oktan bensin lebih tinggi. Atau kalau untuk kita, bila pakai bensin yang oktannya lebih rendah dari yang seharusnya.

Ulasan tentang bubbler untuk water injection dibahas di artikel berikut:
Meningkatkan efisiensi mesin dengan water injection bisa murah dan meriah

Jadi water injection system itu sama sekali tidak palsu. Mencurigakan sekali bila ini dimasukkan ke dalam daftar memalukan karena ini benar benar dipakai oleh industri bahkan dunia racing sekalipun.

Bukti bahwa si pembuat artikel ini cuma asal ngomong adalah bahwa perusahaan sekelas BMW pun mengeluarkan versi mobil sport yang pakai water injection. Masa yang begitu dimasukkan teknologi memalukan?
in the near future, BMW M Division will begin production of a model featuring water injection.

Using water injection to increase the knocking limit also helps to largely resolve a familiar conflict in objectives when designing powerful engines. Performance and consumption are not least determined by the compression ratio. This also applies, in particular, to highly charged turbo engines like the BMW M TwinPower Turbo, inline six-cylinder. Thanks to a high compression ratio, this engine is highly efficient and boasts low consumption figures, especially in the partial load range. However, the maximum compression ratio is limited by the knocking tendency when fully loaded. Water injection is also hugely beneficial here, as it reduces the tendency for the engine to knock, whilst at the same time increasing the compression ratio. This way, the turbo engine can achieve optimal performance across a wide range of operating points

The 2016 BMW M4 GTS is a street-legal water-injected track monster, and it’s coming to the US

Even so, performance gets a very marked boost courtesy of that H2O: 493 hp at 6,250 rpm and 442 lb-ft at 4,000-5,500 rpm. Compare that to 425 hp and 406 lb-ft on the regular M4. 0-60 time is down to 3.7 seconds, and top speed is a stated 189.5 mph. Meanwhile, because we’re sure you care, fuel economy shouldn’t take much of a ding (we’re curious to see EPA numbers).

Terbukti artikel popular mechanic tidak bisa dipercaya

Kesimpulannya, artikel yang dimuat di majalah popular mechanic tersebut jelas bias dan tidak bisa dipercaya. Beberapa poin jelas punya efek positif saat dicoba orang lain atau bahkan institusi terpercaya, namun dikatakan tidak punya efek. Jadi review tersebut perlu dianggap tidak valid, tidak bisa dijadikan pegangan.

Untuk motifnya, bisa jadi kemungkinan untuk mengarahkan pembacanya agar pasrah dengan kondisi kendaraan apa adanya, sehingga jadi pakai bahan bakar lebih banyak, menguntungkan penjual bahan bakar. Atau mengarahkan pembaca agar modifnya pakai yang konvensional, yang kalau nggak beli ya harus ke bengkel.

Tidak bisa dipungkiri bahwa yang percaya dengan review populer mechanic itu ada. Bahkan sepertinya ada komunitasnya. Bila bro ingin sharing atau mengetahui cara mengirit bensin yang bisa dilakukan sendiri, jangan di forum atau grup yang membernya percaya dengan review majalah popular mechanic tersebut. Ciri untuk mengenali forum atau grup seperti itu gampang. Lihat saja diskusi topik tentang misalnya magnet atau vortex generator atau aditif, lihat apakah modif seperti itu dihujat atau dibully atau dianggap penipu di forum tersebut. Bila iya, maka bro tidak bisa percaya dengan statement member disana. Nanti malah diarahkan suruh beli busi atau filter udara, yang harganya lebih mahal namun efeknya kalah jauh dengan modif diatas. Penulis sih berpendapat modif busi dan filter udara itu setengah penipuan, karena manfaat tidak sebanding dengan harga. Beberapa juga justru menimbulkan masalah. Contohnya filter udara yang ngakunya filteringnya setara dengan standar walau mengalirkan udara lebih banyak malahan bikin intake jadi kotor dan bikin boros. Busi yang katanya iridium, ternyata tipenya nggak cocok yang justru malah bikin masalah.

Penulis sendiri menganggap bahwa baik yang cara konvensional ataupun yang inovatif sama sama ada yang betulan dan ada yang tipuan. Kalau belajarnya dari orang gagal yang gagal juga. Kalau belajarnya dari orang yang sukses ya sukses juga. Kalau belinya ke penipu ya tidak akan ada efeknya dan malah akan bisa merusak mesin, nggak perduli modifnya mahal atau murah.

Beli knalpot mahal mahal dan berpikir akan nambah tenaga eh ternyata cuma nambah dikit di rpm tinggi sekali yang jarang kepakai dan berkurang banyak di rpm yang sering kepakai, dan jadi lebih boros pula. Atau pakai piggy back tapi mesin jadi bermasalah, kadang idlenya, kadang tenaga ngempos saat tanjakan, atau bensin jadi boros walau tenaga di rpm tinggi memang beneran nambah. Yang begini ini seringkali tidak digubris sama forum / grup yang isinya orang skeptis, grup yang percaya betul sama review semacam majalah popular mechanic. Upgrade tenaga atau irit secara konvensional dikatakan terpercaya padahal itu tergantung skill dari yang pasang. Dan yang benar benar jago langka.

Lebih baik cari forum atau grup yang bisa bilang baik kelebihan dan kelemahan. Hati hati sama grup yang cuma bilang kelebihan saja tanpa menyebut kelemahan. Atau yang cuma bisa bilang kelemahan tanpa tahu kelebihan. Hindari grup yang membernya merupakan orang skeptis (tidak pernah coba tapi main tebak asal asalan) atau orang gagal (sudah mencoba tapi tidak berhasil atau ketipu). Belajar dari orang gagal lebih susah suksesnya, lebih baik tidak menghiraukan informasi dari mereka daripada nanti buang buang uang untuk sesuatu yang bisa dicapai dengan murah.

Intinya review pengirit bensin oleh popular mechanic betul betul tidak sesuai kenyataan dan tidak bisa dipercaya. Juga jangan percaya sama orang yang mereferensikan atau percaya pada artikel tersebut. Lebih baik cari grup / forum yang membernya sharing kesuksesan mereka menerapkan teknologi pengirit bensin diatas.

Alasan mengapa Kawasaki, Honda dan Yamaha akan susah untuk menghalangi Suzuki Satria menjadi raja jalanan, performa mengalahkan bahkan motor 250cc


Suzuki membuat gebrakan yang mencengangkan dengan mengeluarkan versi baru dari Satria, selain dilengkapi dengan sistem injeksi dan bagasi, juga dirilis dengan tenaga lebih dari 18 hp. Dengan tenaga mesin sebesar ini, performa dari Satria yang baru jelas akan jauh meninggalkan kompetitor di kelasnya. Namun yang kurang menjadi sorotan adalah bila kita bandingkan dari data power to weight, performa dari Satria akan juga sangat kompetitif bila disandingkan dengan motor kelas 250cc.

Berikut perbandingan power to weight ratio dari Satria FI berdasarkan brosur dengan motor lain:

Motor Horse power Berat hp/ton
Honda Sonic 15,40 hp 114 kg 135
Suzuki Satria Injeksi 18.49 hp 105 kg 176
Suzuki Satria F-150 Karbu 15.70 hp 107 kg 146
Yamaha MX King 15.15 hp 116 kg 130
Honda CB150R (new) 16.63 hp 136 kg 122
Kawasaki Pulsar 200NS 17.00 hp 145 kg 117
Kawasaki Ninja 150R 23.73 hp 124 kg 191
Yamaha Vixion (new) 16.36 hp 131 kg 124
Honda CBR 250 23.33 hp 164 kg 142
Kawasaki Ninja 250RR Mono 23.4 hp 151 kg 154
Kawasaki Ninja 250FI 26.21 hp 172 kg 152
Suzuki Inazuma 20.50 hp 188 kg 109
Yamaha R25 27.63 hp 163 kg 169

Terlihat bahwa performa Satria sudah mengungguli bahkan kelas 250cc sekalipun. Ini yang membuat penulis mencantumkan Kawasaki juga, performa Satria injeksi sudah lebih besar dari motornya Kawasaki juga. Hanya kalah dengan Ninja 2 tak, motor yang sekarang sudah tidak diproduksi lagi.

Yang harus diingat dari tabel perbandingan diatas adalah bahwa tenaga yang dicantumkan adalah tenaga maksimum, sementara bila dijalan yang lebih menentukan adalah tenaga rata – rata pada rpm yang dipergunakan. Sebagai contoh, adu drag dari MX-King vs Satria karbu vs Sonic sering kali hasilnya 11:12 walau angka performa lebih unggul Satria Karbu. Bentuk kurva tenaga dari ketiganya yang cukup berbeda membuat gaya mengendarai rider bisa sangat menentukan hasilnya. Bila rider tidak memanfaatkan tenaga sesuai dengan karakteristik mesin maka performa tidak akan sesuai dengan perhitungan. Ini sudah diungkap di artikel sebelumnya:
Motor dengan tenaga lebih di rpm menengah sering diremehkan dan baru ketahuan unggul saat dipakai sesuai dengan karakteristiknya

Bila bobot rider dihitung, maka dengan bobot rider 70kg, Satria injeksi punya P/W = 105, Sonic punya P/W = 84, sementara Ninja 250FI punya P/W = 108. Terlihat bahwa power to weight ratio dari Satria terlihat sangat jauh meninggalkan kompetitornya. Performa jadi setara dengan motor 250cc.

Bisa jadi peminat dari motor 250cc akan melirik ke Satria. Yang menjadi penghalang adalah bentuk motor yang sorotannya ABG. Bapak bapak penggemar performa jadi sungkan untuk mengendarai Satria FI. Walau mungkin dijalan performa Satria bisa setara atau lebih cepat dari motor 250cc, bapak – bapak yang kepincut dengan performanya masih akan mikir mikir kalau mau memiliki Satria. Mungkin belinya pakai alasan mau dipakai untuk anak padahal mau dipakai sendiri….

Mungkin nanti ada yang jual bodi moge untuk Satria Injeksi biar bapak bapak nggak malu naik Satria. Daripada nanti naik motor CC gedhe tapi dipermalukan sama motor ABG.

Hadirnya Satria Injeksi jelas bikin motor sport 250CC sekalipun berkurang pamornya.

Sumber:

Adu geber Honda new CB150R vs Yamaha New Vixion Advance versi Otomotif……ediannn ketat kanggg !!

Data Uji Performa YZF R25 vs New CBR 250R vs Ninja 250RR Mono vs Ninja 250FI Part 2 – R25 Superior
Horse Power unit Produksi Massa R25 disunat 2 HP oleh Yamaha?
http://www.oprekmotore.com/2014/07/24-beda-hasil-dyno-tak-hanya-dialami-yamaha-25.html

Uji Motorplus All New Honda CB150R Menang telak dari Yamaha New Vixion Advance

Ini Dia Perbandingan Hasil Dynotest Motor 250cc Standar !

Kupas Fitur dan Teknologi All New Suzuki Satria F150 Injection . . Berdasarkan Brosur 🙂

Dynotest….power asli Pulsar 200NS hanya 17ps??

Uji test Dyno power Kawasaki Ninja 150R…….nangkring di 23,73HP !!!

All New Suzuki Satria F150 Injection Power 18,49 HP . . . Ini Bocoran pilihan Warnanya sob !