Alasan tidak masuk akal dari motor fairing 150cc Honda yang bisa lebih ringan daripada yang naked


Honda CBR150R 2016 barusan dirilis. Banyak yang kaget dan suka dengan tampilan barunya. Baik dari tenaga ataupun tampilan banyak dipuji. Namun ada satu hal yang bikin penulis tergelitik, yaitu fakta bahwa berat bodi Honda CBR150R (135kg) lebih ringan daripada versi nakednya, CB150R (136kg). Alasan dijelaskan di beberapa artikel berikut:
3 Penyebab Honda CBR150R Lebih ringan dari Honda CB150R February 20, 2016
Spesifikasi All New CBR150R 2016 – 5 Alasan Bobot Lebih Ringan Dari New CB150RPosted on 19/02/2016
Kenapa all new CBR150R lebih ringan dibanding new CB150R…??. Nih dia jawabannya… February 19, 2016

Bila dirangkum maka alasan bodinya lebih ringan adalah:
– subframe lebih ringan dan diperpendek
– hilangnya kick starter dan komponen pendukungnya
– hilangnya standard tengah
– hilangnya hand grip belakang
– hilangnya lampu konvensional
– beda desain triple clamp

honda cbr150r

Yang membuat penulis tergelitik adalah karena versi sebelumnya kok beratnya 143kg!
Harga dan Spesifikasi Honda CBR150R Lokal (K45)

Jadi tidak adanya kick starter, standard tengah dan beda desain triple clamp tidak bisa dijadikan alasan pengurangan bobot karena di versi sebelumnya itu juga tidak ada, namun nyatanya beratnya masih mencapai 143kg. Yang cuma bisa jadi alasan adalah:
– subframe lebih ringan dan diperpendek
– hilangnya hand grip belakang
– hilangnya lampu konvensional

Jadi mungkin kalau dibandingkan dengan versi naked Honda CB150R streetfire, kelihatan banyak, namun kalau dibandinkannya dengan versi sebelumnya kelihatan bahwa alasan tersebut terlihat tidak masuk akal.

Rasanya beda berat nggak terlalu banyak untuk lampu, seberapa banyak sih beda berat reflectornya lampu bolam dan lampu LED? Masa ya sampai satu kilo. Hand grip belakang juga begitu, paling juga dibawah satu kilo. Jadi cuma berat bodi yang banyak berubah.

Berat bodi kira kira beda 7 kilogram. Beda berat sebesar ini sangat signifikan. Berat yang sekarang (135kg) juga mirip dengan berat Yamaha R15 (136kg). Kalau berkurangnya hanya dari sub frame saja maka ketahanan bodi dari Honda CBR150R yang baru jadi perlu dipertanyakan. Mungkin kuat untuk sendiri, tapi apakah nanti kuat untuk boncengan? Apakah nanti akan muncul masalah bodi bengkok karena tidak kuat seperti yang terjadi di Yamaha Scorpio?

Atau mungkin beda berat juga diperoleh dengan menggunakan bahan plastik yang ringan, sehingga logam untuk penahan bodi juga nggak perlu terlalu kuat. Namun semoga bodi paling tidak cukup kuat menahan benturan ringan, jangan sampai kalau kesenggol langsung melar atau goyang goyang.

Yang jelas dengan mesin yang sama dengan versi naked, dengan bobot yang mirip dengan versi naked, performa dari versi fairing tidak lagi kalah dengan versi naked. Bahkan di kecepatan tinggi, fairing akan bisa membantu meningkatkan aerodinamika dan hambatan angin, sehingga versi fairing akan lebih unggul di jalan lurus luar kota. Walau ada juga yang protes karena wind shieldnya kurang tinggi, pembeli dari versi fairing tidak lagi perlu takut kalah dengan versi naked yang lebih murah. Ini keunggulan CBR150R versi baru bila dibanding versi sebelumnya.

Soal bodi lebih ringkih atau plastik lebih tipis, toh belum ada yang mengeluh. Tinggal dilihat nanti.

Tambahan, dengan mesin yang baru, lampu diganti dari bolam menjadi LED, ternyata Honda new CB150R street fire justru menjadi lebih berat 7kg, dari asalnya 129kg (old) menjadi 136kg (new).
New CB150R Terlalu Gambot dan Berat, Mampukah Menumbangkan New Vixion Advance (NVA)
berat new CB

Dari contoh tersebut menjadi lebih mengherankan lagi mengapa CBR 150 baru kok bisa lebih ringan.

Ternyata motor lama pun tetap bisa dibikin dua kali lebih irit


Semenjak memiliki Honda Beat ESP, motor Suzuki Spin penulis menjadi terasa boros. Irit dari Honda Beat hampir dua kali lipat dari Suzuki Spin. Apalagi ini diperparah dengan filter udara Suzuki Spin yang sudah lama tidak dibersihkan. Bila biasanya bensin premium 10 ribu bisa masih banyak sisanya sekarang jadi hampir ngepres.

Sebenarnya motor Suzuki Spin penulis sudah disetel “paling irit” bila menurut setelan bengkel resmi. Karena sudah pakai penambah tenaga, setelan normal justru jadi tidak enak, sehingga setelan harus diiritkan. Setelah diiritkan tarikan justru jadi lebih enak. Jadi selain lebih irit, tenaga justru nambah. Memang bila alatnya dilepas, maka tenaga jadi lemah sekali, namun penulis berencana untuk tidak pernah melepasnya.

Walau dibilang setelan paling irit, sebenarnya setelan masih memungkinkan untuk dibuat lebih irit lagi, namun mekaniknya melarang karena dikatakan bahwa setelan yang lebih irit dari setelan tersebut membuat motor jadi susah menyala dan jadi tidak enak dipakai. Bila diminta konsumen untuk mengiritkan, biasanya mekanik maksimal hanya memainkan setelan udara, tapi khusus untuk motor penulis, mekaniknya juga sudah merapatkan sampai habis baut pilot jet dan main jet. Setelan yang dilarang di rubah adalah setelan ketinggian jarum di karbu. Sebenarnya penulis ingin setelan jarum dibuat lebih dalam lagi, namun mekaniknya melarang.

Bila tanpa alat penambah tenaga, setelan tersebut mungkin sudah maksimal, tenaga sudah banyak dikurangi dan sudah lumayan irit. Namun dengan alat penambah tenaga campuran bensin terasa masih berlebihan. Cirinya adalah bila gas dilepas rpm turunnya lama. Padahal bila setelannnya irit, bila gas dilepas maka rpm seharusnya akan langsung turun. Jadi melihat dari ciri tersebut, setelan masih bisa lebih diiritkan lagi. Penulis menggunakan alat penambah tenaga dua pro capacitor untuk motor Suzuki Spin.

Karena sudah ada niatan untuk membersihkan filter udara, maka penulis sekalian melakukan perubahan pada setelan jarum skep. Normalnya setelan ketinggian jarum disetel di tengah dari 3 kemungkinan posisi ring penahan. Oleh penulis, ring dipindah ke posisi paling ujung, sehingga jarum menjadi masuk lebih dalam, sementara penahan lain dibuat tetap standar. Foto jarum bisa dilihat di artikel berikut:
Seting Karburator Standar Suzuki Skywave, Banyak Cara Akali AFR

 

Efek yang bisa dirasakan setelah modifikasi kecil tersebut adalah tenaga yang sekarang jadi lebih mirip Honda Beat ESP. Bila sebelumnya tarikan di kecepatan rendah mantap, sekarang jadi lebih setara dengan Honda Beat, alias terasa kurang tenaganya. Akselerasi menengah yang biasanya terasa seperti bensin terlalu kaya menjadi terasa lebih pas. Setelan bensin terasa sudah pas, tidak terlalu basah, tidak terlalu kering. Suara knalpot dan rasa akselerasi rasanya sudah tidak seperti bila bensinnya kebanyakan lagi.

Namun yang lebih mengagetkan adalah iritnya. Irit menjadi hampir sama dengan Honda Beat. Biasanya untuk satu perjalanan menuju kantor membuat jarum indikator bensin turun setengah, namun kali ini cuma turun seperempatnya. Ini betul betul mengagetkan penulis. Hanya merubah ketinggian jarum satu strip saja tapi pengaruhnya besar sekali. Iritnya motor Suzuki Spin penulis sekarang ini kira kira 60km/liter. Sebelumnya motor tidak pernah bisa seirit itu, biasanya maksimal cuma mendekati 45km/liter saja setelah servis komplit.

Dilihat dari tenaga dan irit sepertinya setelan yang sekarang ini yang paling optimal. Namun sebaiknya langkah ini jangan ditiru sembarangan apalagi bila motor bro belum pakai alat penambah tenaga. Bila ingin mencoba, lakukan secara bertahap atau sedikit sedikit, jangan langsung sekaligus. Pilihan alat penambah tenaga bisa dilihat di link berikut:
DIY penambah tenaga/irit

Hasil ini juga membuktikan bahwa motor karbu generasi lama pun sebenarnya bisa sama iritnya dengan motor injeksi sekarang, sesuai dengan artikel sebelumnya. Padahal juga motor Suzuki spin itu fokusnya bukan di soal irit namun ternyata juga bisa dibuat irit sekali. Pengurangan tenaga juga masih bisa ditoleransi karena masih tetap bisa kencang. Penulis puas karena sekarang Suzuki Spin sudah bisa sama iritnya dengan Honda Beat.

Lampu depan LED CB150R sangat pantas ditilang polisi


Kemarin sore saat penulis pulang dari kantor, dari kaca spion penulis melihat kilasan lampu yang sangat terang dan menyilaukan. Diantara puluhan atau ratusan kendaraan baik mobil dan motor, cahaya itu terlihat sangat terang dan cukup membuat terkejut. Saat itu sudah mulai gelap sehingga banyak mobil yang sudah mulai menyalakan lampu, namun terangnya lampu mobil tetap masih kalah terang dengan sumber cahaya tersebut, lampu motor nggak ada apa – apanya dari lampu menyilaukan tersebut.

Karena penasaran, maka penulis coba mencari tahu kendaraan apa yang lampunya menyilaukan tersebut. Dan setelah kendaraannya dekat ternyata itu adalah Honda new CB150R yang sudah pakai lampu depan dari LED. Kepada pengendaranya penulis menyarankan agar pakai lampu dekat saja, tapi ternyata itu sudah lampu dekat! Itu jelas ngaco.

Kalau ada yang bilang bahwa pemakaian lampu LED sudah dipikirkan matang matang oleh Honda, kasus tersebut menunjukkan bahwa itu omong kosong. Seharusnya dengan sudah diperhitungkannya roda, suspensi dan perangkat lainnya, sudah bisa juga diperhitungkan posisi ketinggian lampu maksimum pada segala kondisi. Jadi harusnya setelan nggak pas sekalipun nggak sampai terjadi lampu dekat menyorot keatas. Namun nyatanya itu yang terjadi. Dalam kondisi lampu dekat sampai bikin silau jelas penerangan malam hari juga tidak maksimal. Lampu jauh bisa jadi menyorotkan ke atas pohon.

Lepas dari desain yang ngaco, ini juga menunjukkan betapa lemahnya kontrol kualitas Honda. Kalau di Suzuki, penulis ketahui bahwa setiap motor akan dikirim atau diservis akan dilakukan pengecekan semua fungsi, mulai dari rantai, tekanan ban dan termasuk juga ketinggian lampu. Jadi seandainya desainnya ngaco tapi pengecekan dilakukan dengan benar maka lampu dekat nggak akan sampai bikin silau. Sampai bisa terjadi motor di tangan konsumen dalam kondisi lampu dekat menyorotnya terlalu tinggi itu adalah bukti lemahnya kontrol kualitas Honda, atau mungkin lebih tepatnya Astra Honda Motor. Standar mutunya kurang.

Seandainya kasus ini terjadi cuma satu atau dua kali masih bisa dimaklumi, tapi masalahnya ini termasuk sering terjadi. Bahkan sampai motor yang diterima blogger pun setelan lampunya ngawur.
Ngetes kekuatan lampu LED Honda new CB150R….monggo intip video terlampir !! October 13, 2015

Selain itu posisi default LED bawaan pabrikan IMHO terlalu dongak keatas. Mencoba mencari-cari posisi penyetelan juga belum nemu. Mungkin masukan buat pabrikan…tidak hanya Honda, IMHO semuanya….mungkin desain headlamp LED kedepan diperhatikan soal adjustment panel supaya diletakan diposisi yang gampang diraih. Kayak headlamp model bohlam yang hanya diberikan baut kiri kanan misalnya (tipe sport).

Bila lampu dekat saja sampai bikin silau maka tidak perlu heran bila polisi sampai menilang.
Waduh !! Lampu LED di tilang polisi? January 11, 2016

Hello sobat semua, dimanapun anda berada. Kaget mendengar dari salah seorang di forum group FB yang menceritakan bahwa temanya membeli honda CB150R terbaru yang lampu utamanya sudah LED melakukan perjalanan sampai cirebon di tilang polisi dengan alasan lampu putih tidak sesuai dengan undang-undang.

Kejadian ini bikin mengerutkan dahi saja karena memang aslinya itu lampu bawaan dari pabrik aslinya seperti itu kok masih saja di tilang, apakah polisi tidak tahu akan hal ini atau memang kurang update. entahlah dan lagi-lagi polisi cirebon yang terkenal dengan main tilang saja seperti kasus yang dahulu karena lampu yamaha R15 yang menyala cuma 1 di tilang padahal itu juga bawaan dari pabriknya.

Kalau ada yang bilang itu lucu atau menganggap polisinya kurang informasi, bagi saya itu enggak. Karena jelas waktu saya mengalami sendiri lewat kaca spion saja sudah begitu menyilaukannya, tidak bisa membayangkan jika mengalami itu pas lagi berpapasan di jalan kecil yang banyak halangannya. Sudah pantas polisi menilang motor yang seperti itu. Yang salah bukan LEDnya, tapi setelannya. Kalau setelannya benar maka lampu tidak akan menyilaukan. Namun repotnya setelan dari Honda ngawur dan tidak sesuai dengan aturan keselamatan.

Polisi nggak perduli itu asli dari pabrik atau tidak, karena jelas itu membahayakan pengendara lain maka tentu wajib ditilang. Justru aneh kalau ada kasus lampu menyilaukan seperti itu terus dibiarkan hanya dengan alasan sudah bawaan dari pabrik. Pengendara seharusnya juga sudah bisa tahu sendiri seandainya lampunya ketinggian. Apa ya enak kalau pakai motor lampunya ketinggian? Lampu ketinggian nggak nambah keren tapi bikin dimaki orang.

Tentunya bro semua juga tidak ingin membahayakan keselamatan orang lain juga. Jadi bagi pemilik Honda new CB150R yang sudah pakai Lampu depan LED, segera sesuaikan ketinggian lampu depan karena sepertinya besar kemungkinan ketinggiannya disetel ngawur oleh Honda. Caranya bisa dibaca di artikel berikut:
Senin,21 Des 2015 09:59 WIB, Setting Sendiri Ketinggian Sorot Lampu All New Honda CB150R, Mudah!
DIY: Setel Ketinggian Sorot Lampu Depan Honda New CB150R – Ternyata Gampang! 05/12/2015

Memperkirakan arah pengembangan model motor sport Yamaha berdasar motor yang sudah ada


Facelift dari CBR150R yang dikatakan mirip dengan motor sport Yamaha membuat penulis tertarik untuk menyelidiki apakah benar bahwa motor Yamaha berikutnya akan seperti itu. Galeri foto dari Honda CBR150R 2016 yang baru bisa dilihat di link berikut:
Kupas Tuntas Detail All New Honda CBR150R . .. Plus Mega galeri Foto February 15, 2016

Untuk sumber inspirasi, penulis menggunakan website Yamaha Eropa sebagai referensi. Berikut foto foto dari motor motor sport Yamaha, terutama penulis ambil yang memperlihatkan lampu depan.

Yamaha R3
Yamaha-YZF-R320

Yamaha R15/R25
Yamaha R3 R15

Yamaha TZR50 (motor 50 cc dua tak!)
Yamaha-TZR50

Yamaha R1
Yamaha-YZF-R1

Yamaha R125
Yamaha-YZF-R125-2

Yamaha R125
Yamaha-YZF-R125

Yamaha R6 2015

 

Terlihat bahwa bentuk bentuk diatas berbeda dari lekukan Honda CBR150R 2016 berikut:
Honda CBR150R 2016

Bentuk dari Honda CBR150R 2016 justru terlihat lebih agresif. Sementara bentuk depan dari Yamaha terlihat lampu depan cenderung dipisah jauh dan lebar. Namun bisa jadi Yamaha mengambil langkah ekstrem dengan tidak meniru motor sport Yamaha yang sudah ada tapi meniru Yamaha Xabre:
Yamaha Xabre

Bentuk lebar dari lampu motor sport Yamaha luar negeri sepertinya karena lampu masih harus pakai bulb, sementara itu di Indonesia yang lagi tren adalah lampu LED. dengan lampu model LED maka bisa jadi ukuran lampu depan akan berkurang jauh dan cenderung kecil atau mini.

Sebagai perbandingan, Yamaha MT3 dan Yamaha MT125 luar negeri bentuk lampunya besar karena masih belum LED:
Yamaha MT125

Yamaha-MT320

Kesimpulannnya, dari melihat contoh yang ada pengembangan dari R15 bisa jadi tidak akan mirip seperti Honda CBR150R 2016. Desain bisa saja lebih kalem dari R15 sebelumnya.

Motor karbu sebenarnya juga bisa irit kok bro, pabriknya saja yang takut nggak laku sehingga memilih cuma jual versi injeksi


Terus terang selama ini penulis berasumsi bahwa motor injeksi pasti lebih irit. Namun setelah penulis membuat artikel tentang motor injeksi yang jadi sangat boros setelah beberapa tahun membuat penulis berpikir apakah benar motor injeksi lebih irit daripada motor karbu seandainya motor didesain dengan teknologi yang sama.

Kalau secara resmi, keunggulan sistem injeksi dikatakan sebagai berikut:
Ada Dua Faktor Penyebab Motor Injeksi Irit BBM

Menurut Sriyono, Technical Training Instruktur PT Astra Honda Motor (AHM) setidaknya ada dua alasan mengapa motor injeksi lebih irit. Ini disampaikan oleh Sriyono saat berlangsungnya gelaran One Day Workshop The Other Side of Modern Matic.

Pertama adalah karena campuran bahan bakar dan udara atau yang biasa disebut dengan air fuel ratio (AFR) yang masuk ke ruang bakar selalu sama. “Pada karburator harus diseting manual, tiap tangan mekanik pasti beda hasilnya. Padahal perbandingan campurannya salah sedikit saja pasti akan boros dan emisi gas buangnya buruk,” jelasnya.

Sedang pada teknlogi injeksi, campuran bahan bakar dan udara sudah diseting secara otomatis. Jadi jangan heran bila Honda menyebut teknologinya dengan istilah Programmed Fuel Injection atau PGM FI, bahan bakar yang di-inject ke ruang bakar secara terprogram.

Yang kedua adalah karena bahan bakar yang disemprotkan oleh injector partikelnya lebih kecil sehingga lebih mudah terbakar. Hal ini juga menjadikan bahan bakar lebih hemat dan ruang bakar relatif lebih bersih yang ujung-ujungnya umur komponen lebih panjang.

Sebagai contoh, penulis memilih Yamaha karena Yamaha punya teknologi yang dikatakan sangat irit, yaitu Blue Core. Sayangnya agak sulit mencari postingan angka mileage di website resmi sehingga terpaksa agak berubah spesifikasinya.

Walau contoh berikut cc nya beda, penulis anggap bahwa masyarakat tidak terlalu mementingkan ccnya. Kalau promosinya disebutkan sebagai motor irit ya yang dipentingkan iritnya. Entah di India kedua motor berikut ini dianggap sebagai motor irit atau tidak, yang jelas Yamaha Byson dan Yamaha Mio M3 dipromosikan sebagai motor irit. Silahkan dibandingkan beda iritnya motor karbu dan motor injeksi berikut ini.

Contoh pertama di motor kelas sport:
Yamaha Saluto

SALUTO – MILEAGE TUJHE SALAAM
The new 125cc Saluto is based on the concept of “Economical & Practical Indian Family Motorcycle”. The new model achieves the best fuel economy in the 125cc class and has been developed as a family-use motorcycle with practical performance at an affordable price. Based on the Blue Core Engine Development ideal, it is powered by a new engine with a more compact combustion chamber than previous 125cc models released by the company. Thanks to its thoroughly-lightweight design, the new model has the lightest weight in its class at 112kg, which in turn improves fuel economy by approximately 10% as compared to the company’s previous models in its class. The Saluto boasts of a mileage of 78 kmpl. Catering to the needs of the Indian market, where carrying a pillion passenger is frequent, the new Saluto’s suspension, footrests and seat are setup to enhance comfort. The new model has a resin tank cover, which adds to the motorcycle’s dynamic styling.

Yamaha Saluto

Jadi Yamaha Saluto bisa mencapai 78km/liter. Bila dibandingkan dengan Yamaha Byson, maka Byson FI cuma mampu mencapai 47km/liter.
Byson Injeksi 18 Persen Lebih Irit BBM daripada Versi Karburator

Ditemui di kesempatan yang sama, Asisten GM Marketing PT YIMM, Mohammad Masykur mengatakan, konsumsi BBM Byson versi karburator berada di angka 40 km/liter. Artinya, konsumsi BBM All New Byson FI bisa menyentuh angka 47 km/liter.

“Sebelumnya (versi karburator) sekitar 40-an km/liter. Sekarang 46 smpai 47 km/liter,” ucapnya.

Contoh lain di motor matik:
Yamaha strengthens its scooter line up with the All New Fascino

The new stylish Fascino is powered by an air-cooled, 4-stroke 113cc “BLUE CORE” engine with a continuous variable transmission (CVT). It features a lightweight body with glamorous design and offers user-friendliness as well as great fuel efficiency at 66 kmpl.

Spesifikasi Yamaha Fascino:

YamahaFascino

Jadi Yamaha Fascino yang karbu bisa mencapai 66km/liter. Sebagai perbandingan, motor matik yang sama sama sudah Blue Core yaitu Yamaha Mio M3, diklaim cuma 54km/liter:
Test Konsumsi Bahan Bakar Yamaha Mio M3 125 Blue Core 2015 ” How Far Can You go with 1 L of petrol ” . . . tembus 60,3 km/liter Pertamax March 5, 2015

Artinya 1 liter Pertamax yang tmcblog kucurkan, Yamaha Mio M3 125 bisa di ajak jalan dengan variasi ecoride 40-60 km/jam sampai 60,3 km . . . atau boleh dibilang, dengan metoda ” How Far Can You Go with 1 Liter of Petrol ” Khas TMCBlog untuk Yamah Mio M3 125 tembus 60,3 km/liter . . . dan jelas pengukuran tmcblog ini lebih irit dari Klaim Yamaha Indonesia sendiri yang berada di angka 54 km/liter

Dari contoh tersebut terlihat jelas bahwa motor karbu pun iritnya bisa mengalahkan motor injeksi. Untuk konsumen yang membutuhkan irit, beda iritnya lumayan banget.

Rasanya ini pula yang membuat motor injeksi tidak populer di India. Motor karbu bisa irit, harga juga bersaing. Coba simak review berikut ini:

Carburetor Vs. Fuel Injection [Myths & Facts]

Fuel Injection: Myths
Myth 1: Fuel Injection gives a drastic increase in mileage (fuel efficiency)
Myth 2: Fuel Injection gives a bump in Power
Myth 3: Fuel Injection gives a much better throttle response than a carburetor

In theory a Fuel Injection system should improve the fuel efficiency, power delivery and throttle response. But after having ridden numerous motorcycles over the years both with carburetor and with Fuel Injection, also having owned a fuel injected motorcycle (Pulsar 220 DTS-Fi), I can tell with conviction that the above benefits of “Fi” are hardly tangible to the rider.

A well tuned carbureted motorcycle also returns equally good fuel efficiency, can deliver same power and once warmed up the engine can feel same in operation.

Price differential between a Carbureted and Fuel Injected variant of the same model currently in India is around Rs. 15,000-20,000 (Eg: Carb and Fuel Injected variants of the Hero Glamour, Honda CBF Stunner, TVS Apache RTR 160). As I mentioned earlier, the fuel injected variants hardly give an increment in either power or fuel efficiency despite the price premium.

Expecting customers delighted to pay Rs. 15,000 more for fuel injection when the cost of the vehicle is Rs. 60,000 just for hassle free early morning starting would be wishful thinking.

Poin yang penting adalah dikatakan bahwa motor yang pakai injeksi harganya 25% lebih mahal. Dengan kenaikan harga setinggi itu, manfaat yang didapatkan konsumen hampir tidak ada. Motor tidak lebih irit, tenaga juga hampir sama. Manfaat cuma lebih bebas polusi, tidak perlu menyetel campuran karena sudah lebih otomatis dan kalau mesin dingin nggak repot ngechoke. Kalau komsumen bisa menyetel motor karbu sesuai tempat dan pakai choke dianggap tidak merepotkan, maka keunggulan sistem injeksi cuma lebih bebas polusi. Lebih bebas seberapa banyak juga nggak jelas.

Seperti yang sudah disinggung di artikel sebelumnya, motor injeksi akan jadi boros setelah beberapa tahun. Kalau sudah begini irit yang dianggap sebagai keunggulan motor injesi jadi hilang juga. Keunggulan motor karbu dalam hal ini adalah irit atau borosnya stabil. Kalau dari awal setelannya sudah boros ya terusan boros, kalau dari awal setelannya irit ya tetap irit. Kalau motor karbu sudah terasa boros tinggal di servis terus bisa jadi irit lagi, nggak perlu harus mengganti sensor.

Kira kira 25% lebih mahal itu sudah pantas tidak untuk pabrik tidak lagi menawarkan tipe karbu?

Sepertinya pihak pabrikan tidak berani untuk memproduksi motor karbu karena masyarakat sudah kadung terlanjur percaya bahwa sistem dengan injeksi lebih irit. Blogger atau website otomotif juga rasanya jarang melakukan melakukan pengecekan klaim lebih irit dari motor injeksi. Masyarakat Indonesia juga sepertinya tidak masalah untuk membayar lebih mahal, beda dengan masyarakat India.

Edit: Penulis diingatkan sama bro ASD bahwa beda harga motor karbu dan motor injeksi di Indonesia cuma beberapa ratus ribu atau dibawah 5% harga motor. Jadi kelemahan motor injeksi bukan di harga tapi di perawatan dan borosnya bila sudah berumur.

Karena masyarakat Indonesia sangat percaya iklan, dan pabrik juga sepertinya lebih untung, maka sepertinya untuk kedepan pabrikan tetap akan menghilangkan versi karbu walau sebenarnya bisa produksi motor karbu dengan irit dan performa hampir sama dengan versi injeksi.

Entah itu merupakan hal yang baik atau buruk. Kalau pakai karbu bisa lebih murah dengan irit dan performa yang hampir sama, penulis lebih memilih motor karbu.

Tambahan:
Ternyata motor Suzuki Spin penulis yang karbu bisa seirit Honda Beat ESP setelah setelan karbu dibuat paling ngirit pol. Main jet dan pilot jet mentok rapet, lalu setelan jarum skep dibuat paling dalam. Tapi memang tenaga sekarang jadi mirip seperti Honda Beat. Di gas nariknya lebih lambat.
Ternyata motor lama pun tetap bisa dibikin dua kali lebih irit

Kelemahan – kelemahan sistem injeksi / FI bisa membuatnya lebih merugikan dibanding sistem karburator


Di Indonesia motor – motor sekarang sudah pada dilengkapi dengan sistem injeksi. Banyak kelemahan dari motor injeksi sudah tidak berlaku lagi dengan mulai populernya motor dengan sistem injeksi. Namun ada juga kelemahan yang baru diketahui saat motor injeksi sudah populer. Berikut ini bahasan dari beberapa kelemahan – kelemahan motor injeksi.

Kesulitan mencari bengkel yang bisa servis?

Karena pabrikan sudah berkomitmen untuk memberikan pelayanan, maka sekarang ini bengkel resmi sudah siap untuk melakukan servis baik perawatan maupun perbaikan untuk motor injeksi. Jadi sudah tidak ada alasan tidak bisa menemukan bengkel. Bengkel tidak resmi bisa saja tidak siap, namun karena sekarang ini motor sudah banyak yang injeksi, mau tidak mau bengkel tidak resmi pun harus bisa melakukan servis untuk motor injeksi kalau tidak mau kelihangan pelanggan.

Harga part mahal

Sepertinya ini masih jadi masalah. Sistem injeksi memang bikin harga motor lebih mahal. Tapi karena semua pilihan yang tersedia untuk motor baru semuanya injeksi, motor karbu cuma tersedia di model lama, masa masih memaksakan mau memilih motor karbu? Kalau untuk soal penggantian part, sepertinya sudah menjadi resiko yang dimaklumi sama seperti lampu depan LED.

Biaya modif mahal?

Kalau untuk ini penulis kok ragu. Yang penulis tahu kalau mau modif ya memang mahal. Mau sistem karburator atau sistem injeksi mau lebih cepat ya nggak murah. Kalau argumentasinya modif karbu bisa murah, modif injeksi juga ada yang murah juga. Salah satu contohnya dengan mengakali sensor seperti yang pernah penulis bahas sebelumnya.

Biaya modif sulit?

Karena banyak motor yang sudah pakai injeksi, modif tidak lagi sulit. Banyak bengkel yang bisa menaikkan performa entah lewat alat atau lewat mapping ulang sistem ijeksi. Tinggal ada uangnya atau tidak. Namun tetap harus hati hati karena tidak 100% aman dan tetap ada yang bohongan.

Bisa rusak karena bahan bakar jelek?

Ada yang mengkhawatirkan bahwa bahan bakar jelek bisa membuat injektornya mampet. Namun sepertinya ini hanya mitos karena desain dari sistem injeksi sepertinya sudah mempertimbangkan itu. Namun tetap injektor harus dibersihkan berkala untuk menghilangkan kerak walau yang pakai bensin bersih atau bensin mahal sekalipun.

Bisa rusak karena kelistrikan tidak stabil?

Banyak yang mengungkapkan ketakutan bahwa sistem injeksi butuh listrik yang lebih stabil selain agar bisa awet juga agar bisa performanya lebih bagus. Penulis merasa ini kekhawatiran yang tidak berdasar. Buktinya banyak mobil yang sudah puluhan tahun pakai sistem injeksi juga masih bisa jalan normal. Jarang sekali dengar ada kerusakan sistem injeksi. Yang justru sering rusak itu justru yang sudah pakai alat yang ngaku ngaku bikin listrik lebih stabil. Sayangnya memang banyak orang yang ketakutan dan membeli voltage stabilizer. Walau beberapa ada yang aman, masalah juga bisa timbul setelah pemakaian alat tersebut, ini sudah penulis bahas sebelumnya. Paling tidak garansi kelistrikan bisa hangus bila memasang alat semacam voltage stabilizer.

Lebih aman bila standard, jangan menambahkan alat pembantu penstabil voltase. Bila aki soak, maka lebih aman mengganti aki daripada pasang voltage stabilizer. Ini juga yang membuat penulis ingat bahasan berikut:

Kelemahan wajar motor injeksi, nggak bisa jalan bila aki mati

Motor injeksi seringkali tidak bisa menyala bila akinya mati atau soak. Bagi beberapa orang ini kelemahan yang merepotkan, karena kalau motor karbu akinya mati, motor masih bisa dipakai bila pakai starter kaki. Namun bro harus ingat bahwa aki di motor injeksi merupakan komponen yang penting.

Aki dipakai untuk memompa bensin saat motor akan dinyalakan. Jadi kalau tidak ada arus dari aki, maka bensin tidak terpompa. Listrik dari starter kaki bisa jadi kurang kuat untuk bisa menyalakan pompa.

Aki dipakai untuk menstabilkan arus. Dengan arus yang stabil maka sistem injeksi bisa bekerja dengan lebih konsisten.

Dan yang paling penting, aki mencegah kelebihan voltase. Bila bro ada yang pernah menjalankan motor karbu tanpa aki, bro tentu bisa memperhatikan bahwa lampu jadi lebih terang dari biasa, saking terangnya sampai jadi mati kalau dipakai kencang. Di motor injeksi, banyak perangkat kelistrikan yang bisa rusak karena kelebihan voltase ini.

Untuk melindungi komponen kelistrikan yang harganya mahal ini wajar bila pabrik motor injeksi mendesain agar motor tidak bisa menyala bila aki mati. Bila motor dibuat bisa jalan pakai starter kaki maka akan beresiko merusak komponen sistem injeksi, yang ujung ujungnya menambah persoalan. Dari yang aslinya butuh cuma ganti aki jadi harus ganti komponen sistem injeksi juga.

Jadi pasrah saja bila motor injeksi dibuat tidak bisa jalan bila akinya mati.

Kelemahan baru motor injeksi, jadi boros bila sudah berumur

BIla dulu sistem injeksi banyak yang open loop, sekarang ini banyak yang sudah close loop. Sistem injeksi close loop memanfaatkan banyak sensor untuk membuat pembakaran makin optimal. Namun sayangnya, karena sistem injeksi sangat mengandalkan informasi dari sensor, maka bila sensornya tidak bekerja dengan benar maka kerja dari sistem injeksi menjadi tidak benar juga.

Sayangnya juga sensor dari sistem injeksi tidak awet. Ada yang harus dibersihkan, ada pula yang harus diganti. Contoh yang paling ekstrem adalah pada sensor oksigen. Bila sensor oksigen sudah kotor, maka motor bisa jadi boros. Umur dikatakan cuma tiga tahun atau 100 ribu kilometer.

Pemilik motor injeksi ada yang mengatakan bahwa motor jadi dua kali lebih boros setelah beberapa tahun dipakai. Ini merupakan hasil yang wajar sehingga sudah sering dibahas di website tentang sistem injeksi mobil. Ini juga pernah penulis bahas sebelumnya. Sensor oksigen yang soak bisa bikin mesin sangat boros.

Hal yang sama juga berlaku pada throttle position sensor. Selain butuh perawatan, kadang butuh penyetelan. Bila sudah aus, maka harus diganti juga. Lalu juga pompa bensin dan komponen pendukungnya seperti selang dan regulator. Dengan bertambahnya umur maka tekanan akan makin melemah. Kalau sudah lemah otomatis semprotan bensin ke mesin tidak lagi maksimal, jadi harus diganti. Atau juga regulator atau selang yang jadi tidak optimal dan membuat mesin jadi bermasalah. Sementara itu bagian injektor juga perlu dibersikan secara berkala dari kerak setiap 10 ribu kilometer.

Biaya penggantian dari beberapa komponen diatas memang mahal, namun itu sudah jadi resiko pakai motor dengan sistem injeksi. Tinggal dihitung lebih hemat mana antara ganti komponen yang harganya mahal atau tetap membiarkan motornya dua kali lebih boros dari aslinya.

 

Semoga berguna

OOT Cara memperbaiki hand phone Android yang terkena virus trojan Beauty Video


Karena merasa tidak menemukan solusi untuk virus aneh yang menyerang hand phone / table Android, maka penulis mencoba menerangkan cara yang penulis lakukan untuk mengatasi virus Beauty video.

Penulis sudah dua kali menjumpai dua hp Android yang ketularan virus ini dalam beberapa hari. Selain membuat handphone menampilkan gambar porno, virus akan mendownload banyak aplikasi yang nggak jelas. Virus trojan tersebut juga membuat handphone Android restart secara terus menerus. Habis menyala sebentar langsung restart.

Repotnya, walau sudah di reset ke factory setting, virus tersebut masih tetap aktif.

Virus tersebut sepertinya cuma menyerang ke handphone buatan Cina. Karena kebetulan kedua handphone yang terkena virus menu reset factorynya pakai bahasa Cina.

Penulis tidak tahu apakah handphone perlu di reset factory dulu untuk membersihkan, namun kebetulan kedua handphone yang terkena virus tersebut sudah di reset factory saat sampai ke tangan penulis. Jadi isi kedua handphone tersebut sudah bersih sama persis seperti baru. Namun virus tetap saja muncul.

Penulis membersihkan virus dengan mendisable atau mematikan aplikasi – aplikasi yang disebut dalam list berikut:
– Engriks
– Engrils
– Measure
– Monkey Test
– Time Service
– MobileOcr
– SystemInfo.
– AdobeAir
– Beautyvideo
– com.google.android.searchbox
– PornClub

Untuk bisa mendisable aplikasi, kita perlu masuk ke “setting”, lalu masuk ke “apps”, lalu geser ke yang “all”, lalu scroll ke aplikasi yang dicari, setelah masuk ke aplikasi tersebut akan ada pilihan mendisable atau mematikan, lalu perlu memilik “OK”. Karena hp androidnya restart restart terus, penulis terpaksa harus adu cepat dengan restartnya. Seperti main game, harus bisa mendisable aplikasi sebelum hp restart sendiri. Butuh kecepatan tangan dan ketelitian. Lumayan menantang, tapi terus terang malas melakukan lagi. Lumayan bikin stress juga.

Tidak tahu asal virus tersebut dari mana. Tapi berdasar link berikut, kemungkinan virus tersebut berasal dari aplikasi yang didownload dari google Playstore. Entah benar atau tidak, yang jelas kita harus hati hati dalam memilih aplikasi.
‘Ghost Push’: An Un-Installable Android Virus Infecting 600,000+ Users Per Day

As of now, we've discovered 39 infected apps that contain ‘Ghost Push’:

WiFi Enhancer PinkyGirls WordLock SettingService Sex Cademy
TimeService XVideo Codec Pack Fast Booster boom pig iVideo
Indian Sexy Stories 2 Amazon Talking Tom 3 WhatsWifi Fruit Slots
Assistive Touch Hubii News Photo Clean Hot Video Wifi Speeder
Accurate Compass itouch Super Mario Lemon Browser WiFi FTP
All-star Fruit Slash Light Browser SmartFolder Multifunction Flashlight Ice Browser
Happy Fishing XVideo Simple Flashlight Assistive Touch PornClub
MonkeyTest Memory Booster Daily Racing Hot Girls

Yang cukup aneh, dikatakan dalam link tersebut bahwa aplikasi cleanmaster bisa mendeteksi adanya virus. Namun dari aplikasi bawaan yang ada di hp yang tertulari virus, salah satunya ada clean master. Jadi sudah ada clean master tapi masih tertulari.

Itu membuat penulis jadi kurang percaya sama kemampuan dari anti virus android.

Untuk pencegahan penulis menyarankan agar bro jangan download yang berbau porno. Nggak usah download aplikasi yang ngaku ngaku bikin cepat android, yang ngaku ngaku membersihkan memori, ngaku ngaku bisa membantu menutup aplikasi nggak perlu. Banyak bohongnya.

Kalau ingin response Androidnya lebih cepat, maka disable atau uninstall aplikasi aplikasi yang nggak perlu. Bisa beda jauh performanya. Misal nggak butuh fitur speech, maka matikan dari semuanya. Matikan juga aplikasi bawaan seperti search, email dan sebagainya.