Tren suara mesin motor keluarga makin berisik bikin motor nggak enak didengar tapi nggak pernah dibahas di review


Entah mengapa, sekarang ini sepertinya kesenyapan mesin motor keluarga sudah tidak lagi menjadi perhatian pabrikan motor di Indonesia. Motor – motor keluaran sekarang pada berisik – berisik suaranya. Seakan pabrikan tidak perduli walau mesin motor suaranya kasar. Berisiknya mesin bahkan sepertinya sudah melebihi standard emisi, suara sudah lebih berisik dari suara blender ataupun vacuum cleaner. Sayangnya kalau membahas emisi suara, cuma knalpot yang disorot. Ini kembali menjadi perhatian penulis setelah sering bergantian antara memakai Suzuki Spin dan Honda Beat.

Dari kehalusan mesin, Suzuki Spin tidak termasuk yang paling halus. Tapi kalau dibandingkan dengan Honda Beat kok jauh banget bedanya, padahal motor Honda Beatnya sudah ESP, sudah pakai starter yang tidak ada bunyinya. Bila saat naik Spin yang terdengar suara dari knalpotnya, suara mesin hampir tidak terdengar, saat naik Beat yang terdengar suara berisik mesinnya walau sedang lewat di jalan ramai. Padahal Beat penulis sudah jauh lebih mendingan suaranya dari pada saat pertama kali datang dan juga lebih mendingan daripada suara Honda Beat yang lain.

Berisiknya mesin ini juga membuat perjalanan jadi tidak nyaman. Berbeda dengan suara berisik yang dikeluarkan motor sport, suara berisik Honda Beat tersebut tidak memberi kesan sporty atau gagah tapi malah seperti motor tidak terawat, motor yang murahan. Ini berlaku juga pada banyak motor keluaran sekarang. Nggak cuma Honda saja, tapi termasuk Yamaha juga.

 

Dulu suara mesin halus sempat menjadi salah satu strategi pemasaran. Saat masih lagi ramai motor impor dari Cina, suara halus menjadi andalan penjual motor. Walau model sama ngeplek dengan punya Honda atau Yamaha, yang buatan Cina suaranya jauh lebih halus, sampai hampir tidak terdengar. Motor Jepang pun saat itu akhirnya ikut ikutan bikin suara motornya jadi lebih senyap.

Sayang itu tidak berjalan lama. Sekarang, setelah motor Cina tidak lagi laris, katanya karena kualitas yang kurang, ternyata justru produk dari pabrikan yang ngakunya lebih berkualitas menjadi berkurang kualitasnya. Sekarang ini suara mesin motor jadi makin berisik. Kalau ada iklan motor matik keluaran sekarang yang dibilang mesinnya halus maka jelas yang bikin iklan ngawur. Makin laris motornya, makin berisik suara mesinnya.

 

Sekarang ini motor keluarga yang dianggap eksklusif atau dikesankan mewah sekalipun suara mesinnya berisik. Kalau dulu motor mewah itu identik dengan mesin senyap sekarang ini sudah tidak lagi. Coba dengar motor motor keluarga yang dianggap mewah saat ini seperti Nmax, Vario dan PCX, rata rata suara mesin pada berisik. Yang nggak berisik mungkin cuma yang selain motor Jepang. Motor motor buatan Cina, Taiwan atau Itali sepertinya masih menjaga kualitas sehingga suara mesin tidak berisik.

Rasanya juga tidak ada bedanya antara motor yang mewah dan motor yang murah. Keduanya sama sama berisik. Ini berbeda sekali dengan mobil. Kalau untuk mobil, senyap menjadi salah satu hal yang sangat penting walau bukan mobil mewah. Di kelas paling bawah pun kesenyapan mobil menjadi salah satu andalan penjualan. Mobil yang kabinnya tidak senyap dianggap remeh oleh konsumen. Sehingga mobil versi terendah pun oleh pabriknya dibuat senyap. Mobil semacam LCGC pun yang pada awal dirilis kurang senyap mengalami revisi sehingga sekarang menjadi lebih senyap. Di mobil kelas lebih mewah seperti Avanza dan Innova sekalipun tetap dilakukan peningkatan kesenyapan. New Avanza 2016 dan New Innova 2016 dikatakan 20% lebih senyap daripada versi sebelumnya. Di motor ini nggak berlaku. Walau disebut sudah pakai injeksi makin irit, makin bertenaga dan seterusnya, berisik mesin motor tetap tidak diperbaiki.

 

Anehnya, ini terjadi terutama pada motor matik. Sementara itu motor sport yang jika mesin berisik tidak masalah, justru suara mesinnya sering lebih halus. Motor – motor sport sekarang malah justru lebih senyap daripada motor keluarga. Motor keluarga yang harusnya lebih senyap malah berisiknya lebih parah dari motor sport.

Kalau di jalan, bila ada mobil suaranya berisik lewat, maka biasanya itu mobil sport, berisiknya juga merdu di dengar. Kalau motor justru sebaliknya, bila ada motor yang suaranya berisik lewat, maka itu biasanya itu motor keluarga, berisiknya nggak enak didengar dan mengganggu telinga. Sementara motor sport ewat dengan senyap atau cuma kedengaran suara rantainya.

 

Yang melakukan review motor juga sepertinya sudah tidak lagi membahas senyap tidaknya suara mesin. Padahal seharusnya halusnya suara mesin merupakan bagian penting dari kenyamanan. Bila ngomong soal mesin yang halus, biasanya cuma tentang halusnya getaran atau akselerasi. Soal suara nggak dibahas. Ada yang review suara AGC bikin mesin bisa start tanpa suara, tapi soal berisiknya mesin setelah menyala nggak dibahas. Saat pertama penulis menyalakan mesin Honda Beat waktu baru diterima, penulis benar benar nggak menyangka akan sebegitu berisiknya. Harusnya yang review motor bisa memberi gambaran sehingga pembaca nggak kaget. Harusnya suara mesin yang berisik seperti tidak lolos dari pengamatan yang review.

Bukti bahwa suara mesin merupakan bagian penting dari penilaian kualitas motor dicontohkan pada review berikut oleh mas Iwan Banaran:
Bukti mesin Honda emang ajib???…., January 28, 2011

Secara pribadi saya memang sudah merasakan ketangguhan mesin sayap mengepak. Dulu tahun 2002 menunggangi Megy pulang kampung dari Jakarta keSurabaya….jarak sekitar 860km. Berangkat jam 01.00 dini hari sampai dirumah jam 20.00 malam. Istirahat hanya 4 kali, ngisi bensin dan makan (lebih kurang 15menit). Tiba diSurabaya badan remek habis!!! nenggak Krating Daeng 2 botol telah dijalani…doping bro!! Tapi tidak dengan kuda besi. Loyo badan tidak dibarengi dengan loyonya siMegy. Sejak dari Jawa Tengah mesin malah nyaris tanpa suara….halus bertenaga. Melewati hawa dingin, sejuk, panas dan hujan dilibas tanpa keluhan.

Kalau review yang sama bisa diterapkan untuk motor matik keluaran sekarang maka motor sekarang bisa dikatakan sudah nggak ajib lagi.

Kalau orang awam sih dulu berpendapat bahwa motor yang suara mesinnya berisik kualitasnya rendah. Tapi kalau sekarang itu tidak bisa dilakukan. Karena motor sekarang yang dikatakan kualitasnya bagus sekalipun tetap berisik. Motor yang kualitas komponennya jelek suaranya lebih amit amit. Sayangnya penulis termasuk yang harus merasakan yang suaranya termasuk amit amit.

Repotnya suara berisik ini susah diatasi. Pakai oli bagus sekalipun suara mesin tetap kasar. Mungkin ada beberapa blogger yang menyarankan untuk ganti oli setiap 8000km sekali. Nggak ngefek bro, lha wong motor penulis baru terima saja sudah berisiknya minta ampun. Yang begini tidak bisa dari konsumen, harus dari produsennya. Nggak bisa hanya mengandalkan oli saja. Namun pakai oli bagus tetap membantu, bila pakai oli jelek atau oli bawaan maka suara makin hancur dan kondisi mesin makin parah.

 

Mungkin ada yang berpendapat bahwa suara berisiknya mesin itu sudah menjadi tuntutan. Yaitu untuk mengejar performa. Oli harus pakai yang encer sehingga suara mesin lebih berisik, lalu desain mesin terpaksa harus berisik agar tenaga bisa keluar. Namun bukannya motor keluarga itu yang penting bisa sampai tujuan? Yang penting nyaman dipakai dan bisa irit?

Aneh juga bila untuk mengejar performa motor keluarga menjadi tidak bisa senyap. Demi mengejar handling ruang kaki dibuat lebih sempit, kaki nggak bisa rilek, duduk nggak bisa santai, dibuat mengangkut barang juga susah, suspensi juga keras. Apa desainer pabrik motor nggak sadar bahwa motor matik itu konsumennya bukan cuma pembalap? Kalau motor dari aslinya sudah nggak bertenaga, nggak cocok untuk balapan, mengapa kok harus ngoyo?

Sehingga akhirnya yang tersiksa adalah konsumen. Naik motor terpaksa harus dibetah betahkan untuk mendengar suara mesin yang nggak merdu dan bikin stress. Kalau konsumen nggak protes, maka bisa jadi kedepannya suara mesin bisa makin hancur walau tenaga mesin nggak seberapa. Masih mau naik motor suara mesinnya berisik bro?

12 thoughts on “Tren suara mesin motor keluarga makin berisik bikin motor nggak enak didengar tapi nggak pernah dibahas di review

  1. nah… setuju ane…
    dulu kalo motor mesinnya berisik dianggap jelek…
    apa mungkin kualitas material ya om?
    dulu paman ane punya c70 dan glmax thn83, suara mesinnya tidak se-berisik astrea impresa, legenda,tiger, supra, blade, revo, supra125, vario, beat, vario125, vario150 dll…

    kabarnya dulu material yg dipake kualitas “samurai”, kalo sekarang kualitas lokal….

    Suka

    • Iya, kualitas mungkin menentukan, baik dari material ataupun kontrol mutu. Tapi motor laki sama saja kualitasnya juga lebih senyap, walau senyapnya masih jauh kalau dibandingkan dengan yang KW1.

      Suka

  2. Ya karena satu hal, konsumen gak peduli. Kecuali bila akan ada suatu masa dimana suara mesin lebih parah daripada suara knalpot modifikasi.

    Ane sendiri juga gak peduli, karena selama ini pakai BeAT karbu gak ngerasa suara mesin di luar kewajaran.

    ACG starter masuk akal untuk dibahas karena suara teramplifikasi dari pantulan dinding garasi/rumah. Namun selepas dari rumah, suara mesin tidak menjadi persoalan.

    Hanya sebagian kecil konsumen yg terganggu suara mesin skutik jaman sekarang.

    Suka

  3. kualitas bajanya bang. nilai rambat getaran sangat ga stabil. beda kalo bajanya bagus, nilai rambatnya stabil. jadi melepaskan daya getar mesin cvt nya ga berisik. selama kualitas menurun, maka ya akan berisik. kalo mau anti berisik bisa menggunakan part alumunium biar daya getar bisa diserap untuk diperkecil.

    Suka

  4. spin vs beat. shogun FL 125 vs supra x 125… kalo tester jujur dn tdk berat sbelah mngkin produk S lbih baik… pngalaman sy pernah make ke empat speda mtor tsb.

    Disukai oleh 1 orang

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s