Kelemahan – kelemahan sistem injeksi / FI bisa membuatnya lebih merugikan dibanding sistem karburator


Di Indonesia motor – motor sekarang sudah pada dilengkapi dengan sistem injeksi. Banyak kelemahan dari motor injeksi sudah tidak berlaku lagi dengan mulai populernya motor dengan sistem injeksi. Namun ada juga kelemahan yang baru diketahui saat motor injeksi sudah populer. Berikut ini bahasan dari beberapa kelemahan – kelemahan motor injeksi.

Kesulitan mencari bengkel yang bisa servis?

Karena pabrikan sudah berkomitmen untuk memberikan pelayanan, maka sekarang ini bengkel resmi sudah siap untuk melakukan servis baik perawatan maupun perbaikan untuk motor injeksi. Jadi sudah tidak ada alasan tidak bisa menemukan bengkel. Bengkel tidak resmi bisa saja tidak siap, namun karena sekarang ini motor sudah banyak yang injeksi, mau tidak mau bengkel tidak resmi pun harus bisa melakukan servis untuk motor injeksi kalau tidak mau kelihangan pelanggan.

Harga part mahal

Sepertinya ini masih jadi masalah. Sistem injeksi memang bikin harga motor lebih mahal. Tapi karena semua pilihan yang tersedia untuk motor baru semuanya injeksi, motor karbu cuma tersedia di model lama, masa masih memaksakan mau memilih motor karbu? Kalau untuk soal penggantian part, sepertinya sudah menjadi resiko yang dimaklumi sama seperti lampu depan LED.

Biaya modif mahal?

Kalau untuk ini penulis kok ragu. Yang penulis tahu kalau mau modif ya memang mahal. Mau sistem karburator atau sistem injeksi mau lebih cepat ya nggak murah. Kalau argumentasinya modif karbu bisa murah, modif injeksi juga ada yang murah juga. Salah satu contohnya dengan mengakali sensor seperti yang pernah penulis bahas sebelumnya.

Biaya modif sulit?

Karena banyak motor yang sudah pakai injeksi, modif tidak lagi sulit. Banyak bengkel yang bisa menaikkan performa entah lewat alat atau lewat mapping ulang sistem ijeksi. Tinggal ada uangnya atau tidak. Namun tetap harus hati hati karena tidak 100% aman dan tetap ada yang bohongan.

Bisa rusak karena bahan bakar jelek?

Ada yang mengkhawatirkan bahwa bahan bakar jelek bisa membuat injektornya mampet. Namun sepertinya ini hanya mitos karena desain dari sistem injeksi sepertinya sudah mempertimbangkan itu. Namun tetap injektor harus dibersihkan berkala untuk menghilangkan kerak walau yang pakai bensin bersih atau bensin mahal sekalipun.

Bisa rusak karena kelistrikan tidak stabil?

Banyak yang mengungkapkan ketakutan bahwa sistem injeksi butuh listrik yang lebih stabil selain agar bisa awet juga agar bisa performanya lebih bagus. Penulis merasa ini kekhawatiran yang tidak berdasar. Buktinya banyak mobil yang sudah puluhan tahun pakai sistem injeksi juga masih bisa jalan normal. Jarang sekali dengar ada kerusakan sistem injeksi. Yang justru sering rusak itu justru yang sudah pakai alat yang ngaku ngaku bikin listrik lebih stabil. Sayangnya memang banyak orang yang ketakutan dan membeli voltage stabilizer. Walau beberapa ada yang aman, masalah juga bisa timbul setelah pemakaian alat tersebut, ini sudah penulis bahas sebelumnya. Paling tidak garansi kelistrikan bisa hangus bila memasang alat semacam voltage stabilizer.

Lebih aman bila standard, jangan menambahkan alat pembantu penstabil voltase. Bila aki soak, maka lebih aman mengganti aki daripada pasang voltage stabilizer. Ini juga yang membuat penulis ingat bahasan berikut:

Kelemahan wajar motor injeksi, nggak bisa jalan bila aki mati

Motor injeksi seringkali tidak bisa menyala bila akinya mati atau soak. Bagi beberapa orang ini kelemahan yang merepotkan, karena kalau motor karbu akinya mati, motor masih bisa dipakai bila pakai starter kaki. Namun bro harus ingat bahwa aki di motor injeksi merupakan komponen yang penting.

Aki dipakai untuk memompa bensin saat motor akan dinyalakan. Jadi kalau tidak ada arus dari aki, maka bensin tidak terpompa. Listrik dari starter kaki bisa jadi kurang kuat untuk bisa menyalakan pompa.

Aki dipakai untuk menstabilkan arus. Dengan arus yang stabil maka sistem injeksi bisa bekerja dengan lebih konsisten.

Dan yang paling penting, aki mencegah kelebihan voltase. Bila bro ada yang pernah menjalankan motor karbu tanpa aki, bro tentu bisa memperhatikan bahwa lampu jadi lebih terang dari biasa, saking terangnya sampai jadi mati kalau dipakai kencang. Di motor injeksi, banyak perangkat kelistrikan yang bisa rusak karena kelebihan voltase ini.

Untuk melindungi komponen kelistrikan yang harganya mahal ini wajar bila pabrik motor injeksi mendesain agar motor tidak bisa menyala bila aki mati. Bila motor dibuat bisa jalan pakai starter kaki maka akan beresiko merusak komponen sistem injeksi, yang ujung ujungnya menambah persoalan. Dari yang aslinya butuh cuma ganti aki jadi harus ganti komponen sistem injeksi juga.

Jadi pasrah saja bila motor injeksi dibuat tidak bisa jalan bila akinya mati.

Kelemahan baru motor injeksi, jadi boros bila sudah berumur

BIla dulu sistem injeksi banyak yang open loop, sekarang ini banyak yang sudah close loop. Sistem injeksi close loop memanfaatkan banyak sensor untuk membuat pembakaran makin optimal. Namun sayangnya, karena sistem injeksi sangat mengandalkan informasi dari sensor, maka bila sensornya tidak bekerja dengan benar maka kerja dari sistem injeksi menjadi tidak benar juga.

Sayangnya juga sensor dari sistem injeksi tidak awet. Ada yang harus dibersihkan, ada pula yang harus diganti. Contoh yang paling ekstrem adalah pada sensor oksigen. Bila sensor oksigen sudah kotor, maka motor bisa jadi boros. Umur dikatakan cuma tiga tahun atau 100 ribu kilometer.

Pemilik motor injeksi ada yang mengatakan bahwa motor jadi dua kali lebih boros setelah beberapa tahun dipakai. Ini merupakan hasil yang wajar sehingga sudah sering dibahas di website tentang sistem injeksi mobil. Ini juga pernah penulis bahas sebelumnya. Sensor oksigen yang soak bisa bikin mesin sangat boros.

Hal yang sama juga berlaku pada throttle position sensor. Selain butuh perawatan, kadang butuh penyetelan. Bila sudah aus, maka harus diganti juga. Lalu juga pompa bensin dan komponen pendukungnya seperti selang dan regulator. Dengan bertambahnya umur maka tekanan akan makin melemah. Kalau sudah lemah otomatis semprotan bensin ke mesin tidak lagi maksimal, jadi harus diganti. Atau juga regulator atau selang yang jadi tidak optimal dan membuat mesin jadi bermasalah. Sementara itu bagian injektor juga perlu dibersikan secara berkala dari kerak setiap 10 ribu kilometer.

Biaya penggantian dari beberapa komponen diatas memang mahal, namun itu sudah jadi resiko pakai motor dengan sistem injeksi. Tinggal dihitung lebih hemat mana antara ganti komponen yang harganya mahal atau tetap membiarkan motornya dua kali lebih boros dari aslinya.

 

Semoga berguna

16 thoughts on “Kelemahan – kelemahan sistem injeksi / FI bisa membuatnya lebih merugikan dibanding sistem karburator

  1. kalau ada orang yg ragu meminang motor injeksi krn alasan sulit cari bengkel yg bisa menyervis itu ada benarnya, tapi tidak sepenuhnya benar. kalau hanya sekedar servis rutin, setel klep, dll yg berkaitan dengan mesin saya rasa bengkel umum pun bisa (saya sendiri sering menyervis motor injeksi saya di bengkel umum langganan). yang tidak bisa dilakukan kebanyakan bengkel umum adalah jika kerusakan/troublenya ada pada sistem injeksi, krn tidak semua bengkel umum punya diagnostic tool utk mendetekai sumber masalah dan mereset data ECU

    Suka

    • Iya setuju. Baru sadar bahwa bagian injeksi jarang di utak utik saat servis.. Yang jadi pertanyaan adalah mengapa kok banyak artikel menyebutkan kesulitan servis sebagai kelemahan.

      Suka

  2. Saya rasa ada sebagian pengguna motor injeksi yg sebenarnya belum siap dengan teknologi tsb.Jika anda lihat motor yg tidak ada starter kaki Pasti tidak akan disukai,
    Dengan alasan nanti kalau akinya soak ga bisa starter.lah Kan jadi mubazir kickstarter di motor injeksi terlebih lagi di motor naked atau sport.
    Kalau saya jujur aja lebih suka motor karburator karena sudah mengert dan juga servis atau pengantian part saya lakukan sendiri semuanya tanpa ke beres ataupun bengkel umum. Dan yg paling masalah untuk saya di sistem injeksi adalah sensor sensornya yg harganya tidak murah.

    Suka

    • Iya, namun sayangnya dulu belum musim irit sehingga motor karbu masih pada boros – boros. Padahal kalau di India motor karbu juga banyak yang irit contohnya Yamaha Saluto yang bisa 78km/liter mesin 125 cc.:
      http://www.yamaha-motor-india.com/motorcycle-saluto.html

      Soal starter kaki, bisa jadi sebaliknya. Biar akinya nggak soak dikasih starter kaki sama pabriknya. Waktu terima Honda Beat dari bagian delivery, yang ngirim bilang sebaiknya sering sering pakai starter kaki biar aki nggak soak.

      Suka

  3. Belum tentu fu fi tidak bisa nyala tanpa aki,patut dicoba dahulu..nyatanya vario150 bisa kok mesin nyala tanpa aki,dg kick starter tentunya

    Suka

  4. sebenarnya begini om…
    perubahan karbu ke injeksi sudah KESEPAKATAN BERSAMA pabrik/ produsen motor…
    alasannya supaya spare part laku, bengkel resminya laku, after sales servisnya initinya om…
    jadi ga hanya jualan motor aja, tapi spare part juga jasa…
    jadi mau apa apain motornya ya ke tempat bengkel resminya…

    ane tau dari teman ane yg sekolah stm sampai lanjut ambil jurusan teknik malah setelah lulus jadi penjual kue

    Suka

    • repotnya ke bengkel resmi kalau mau servis ngantri puanjang dan nggak terima upgrade tenaga. Kalau mau cepat enaknya ke bengkel lapas. Upgrade untuk motor injeksipun adanya di bengkel lepas.

      Suka

      • sebenarnya bisa kalo mau upgrdae di bengkel resmi om…
        tapi konsekuensinya garansi mesin hangus…plus garansi kelistrikan….
        ane pernah bawa jupiter z teman untuk di tune up di bengkel resmi, mekaniknya mau tapi ya itu tadi garansi mesin hangus krn kondisi tidak standar pabrikan.

        Suka

        • terima kasih infonya. Berarti sangat bergantung pada skill mekaniknya. Saya sarankan sih jangan menganggap semua mekanik tahu cara upgrade. Kalau yang sip lakukan di bengkel yang punya dyno.

          Suka

  5. menurut aku sie, motor cc kecil ga perlu injeksi, cukup karbu, berapa sie perbedaan pemakaian bbm contoh suprax 125 karbu dan yg injeksi, kecuali motor dengan cc besar kemungkinan sangat signifikan perbedaannya. Kelemahan utama injeksi pada sensor2 yg jumlahnya banyak. Mobil aja biasanya sekitar 200 rb Km, ada satu sensor yg mati. belum lagi harga sensor yg mahal. Teknologi yg mubazir untuk mesin cc kecil, injeksi di mesin cc kecil lebih condong ke fashionable..biar keliatan canggih dengan embel2 i…pdhl bumerang untuk beberapa thn kemudian.

    Suka

    • Setuju. Repotnya ini tidak disosialisasikan sehingga banyak pemakai injeksi yang cuma pasrah. Banyak yang tahu bahwa mobilnya jadi boros banget tapi tidak tahu bahwa penyebabnya karena sensornya perlu diganti. Harga sensor kalau di mobil diatas 3 juta.

      Bisa jadi motor jadi kayak mobil, pilihan cuma ada yang injeksi….

      Suka

  6. mslh boros atau irit. Hampir sebanding klo sudah di tes dijalanan, contoh beat karbu 45km/l sedang beat injeksi 47km/l.. kondisi jalan bervariasi, jd mendingan sistem karburator

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s