trend motor sport tanpa pegangan belakang seperti mobil tanpa spoiler belakang alias jadi tidak sporty


Entah mengapa motor sport sekarang makin lama makin menyiksa penumpangnya. Selain duduk dibuat tinggi, porsi tempat duduk dikurangi, pegangan atau behel belakang juga dihilangkan. Mungkin tujuannya biar lebih keren, tapi apa benar begitu? Menurut penulis sih tidak.

Ide untuk membahas ini bermula saat pagi ini penulis menjumpai Honda Sonic. Kebetulan motor tersebut tanpa pegangan belakang. Kalau lihat di foto foto sih mestinya ada pegangan belakangnya, jadi kemungkinan dilepas sendiri oleh pemiliknya.

Mungkin pemiliknya berpikir bahwa melepas pegangan tersebut bikin keren, tapi menurut penulis, tampilannya justru terlihat jelek. Rasanya seperti ada yang kurang. Sudah begitu motor jadi terlihat tidak sporty, atau paling tidak, sudah nggak keren.

Ini membuat penulis jadi teringat bahwa akhir akhir ini motor sport dirilis tanpa pegangan belakang. Entah apakah ada lagi yang lebih awal tapi sepertinya dipopulerkan oleh R15.
Yamaha-YZF-R15-Movistar-Edition-Photo-08

Lalu Vixion
Yamaha-New-V-ixion-Advance-launching_20

Lalu Xabre
Yamaha Xabre dilihat dari belakang tidak adanya pegangan belakang membuatnya terlihat jelek

Lalu Aerox
Tanpa pegangan belakang Yamaha Aerox terlihat jelek

Lalu Honda CBR150R
Honda CBR150R dilihat dari belakang tidak adanya pegangan belakang membuatnya terlihat jelek

Lalu Kawasaki Z125 pro
Tanpa pegangan belakang Kawasaki Z125 pro terlihat jelek

Lalu Kawasaki Ninja
Tanpa pegangan belakang Kawasaki Ninja terlihat jelek

Sengaja penulis ambil foto yang terlihat dari belakang karena kalau di jalan pegangan belakang atau handle bar terlihatnya kalau tidak dari samping ya dari belakang. Kalau dari alasannya pabrikan sepertinya menganggap hilangnya pegangan belakang membuat tampilan lebih sporty. Seperti contohnya di website resmi Yamaha untuk Aerox, disebutkan:

Hidden Rear Grab Handle
Kesan Sports bike semakin kuat dengan desain pegangan tangan belakang yang tersembunyi.

Entah darimana pabrikan bisa mengambil kesimpulan bahwa tidak ada pegangan belakang membuat tampilan motor lebih sporty, menurut penulis sih hilangnya pegangan belakang justru membuat tampilan jadi nggak sporty. Terus terang, selain karena sudah terbiasa melihat motor yang pasti ada pegangan belakangnya, opini penulis sangat dipengaruhi dengan keberadaan spoiler di dunia mobil. Mobil, kalau ada embel embel sporty, pasti dikasih spoiler belakang sama pabriknya. Tidak perduli itu mobil city car, SUV, MPV atau sekelas LCGC sekalipun tipe tertinggi selalu pakai spoiler. Cuma versi paling murah saja yang ditawarkan gundulan tanpa spoiler.

Melihat motor tanpa pegangan belakang kesannya seperti melihat mobil yang nggak ada spoiler belakangnya. Mobil yang nggak ada spoiler belakangnya terlihat tidak sporty.

Memang selera orang berbeda, ada yang lebih suka polosan, semua logo dilepas, stripping ditutupi, lebih suka tanpa embel embel, dst. Penulis menghormati pilihan itu. Tapi bagi penulis sendiri tidak adanya pegangan belakang bikin penampilan motor jadi tidak ok, apalagi bila dilihat dari belakang. Menambahkan pegangan belakang bagi motor motor diatas tidak mengurangi nilai sportynya dan menurut penulis justru lebih sporty.

Kalau alasannya biar motornya jadi lebih mirip motornya motogp, apa bro mau motornya dikasih winglet juga? Amit amit dah. Nggak semua yang di moto gp terlihat bagus kalau diterapkan di motor harian.

31 thoughts on “trend motor sport tanpa pegangan belakang seperti mobil tanpa spoiler belakang alias jadi tidak sporty

  1. motor sport yg pertama kali menerapkan buritan tanpa pegangan di Indonesia seingat saya Ninja 250 karbu, bukan R15

    Suka

    • Iya, kan bisa dibikin seperti asesori pemanis juga.

      Lagipula tuh motor sepertinya nggak untuk Indonesia. Orang barat sih enak badannya tinggi, sehingga yang belakang gampang pegangannya walau tinggi tempat duduk dibedakan. Kalau Orang Indonesia kan kebanyakan nggak setinggi orang barat, jadinya lebih susah pegangan.

      Suka

  2. hehehe…
    mungkin pabrikan malas ngasi behel om, krn dijalanan banyak motor yg behelnya sengaja dicopot… kan mubazir kalo bikin motor ada behelnya tapi ga dipake….

    Suka

    • Ngakunya sih untuk bisa kelihatan lebih sporty, tapi kok rasanya malah makin jelek. Kalau soal mubazir, mungkin cuma untuk yang jomblo saja. kalau punya cewek atau istri, kan kasihan juga kalau pegangannya susah, mau merangkul juga kejauhan jarak tempat duduknya, sehingga akhirnya jadi seperti berikut ini.

      Yang depan harus mengorbankan kejantanannya dijepit, kalau sampai berjam jam apa nggak berbahaya sama kejantanannya?:

      Kalau yang dibonceng cowok juga, masa ya harus mesra mesraan berangkulan?

      Kalau yang dibonceng tinggi, kan maksimal cuma bisa pegang pundak, lebih membahayakan baik untuk rider maupun yang dibonceng.

      Suka

  3. setuju.

    harusnya behel belakang jangan dihilangkan.
    karena banyak fungsinya.
    kalau memang maunya terlihat sporty dan clean, tinggal bagaimana desainernya yg ngakali desain behel.

    Suka

  4. wkwkwk behel disamakan spoiler… yang pantes spoiler disamakan winglet, setidaknya sama2 buat aerodinamik bukan buat pegangan tangan, kalo di mobil mungkin handel yg di pilar buat pegangan tangan buat masuk ke mobil…. di barat, behel disesuaikan jenis motor, misal di touring/HD atau goldwing, enduro atau multi purpose/CB series misalnya, kalo moge sport ya buat apa, buat geser motor juga percuma berat bgt, buat boncenger yg bener ya memeluk terserah dianggep apa… nah untuk motor lokal mengarahnya kemana, sport, multipurpose, turing dll… makanya di verza, byson, mio n beat series, inazuma sejenisnya saya yakin behel akan tetap ada, trust me

    Suka

    • Spoiler kalau di mobil itu kebanyakan cuma asesori yang tidak membantu aerodinamika, maksimal bantu mengurangi kotor kaca belakang. Kalau mau beneran untuk racing ya kurang besar, butuhnya GT wing. Coba perhatikan saja ukuran dan arah hadapnya dari banyak spoiler, nggak banyak merubah aliran angin. Yang beneran juga kebanyakan masangnya agak misah dari bodi, nggak nempel.

      Kalau di Indonesia, mau motor sport sekalipun seringnya butuh diboncengi juga, atau bahkan bertiga. Beda sama motor touring barat yang lebih fokus dinaiki sendirian. Kursi belakang saja kadang nggak ada.

      Xabre itu tipenya touring, tapi nggak ada behelnya. Kalau Honda juga latah, bisa jadi the next motor naked touringnya n(saingan Xabre) ggak ada behelnya juga.

      Suka

  5. arah tampilan sporty jaman sekarang kayak gitu, kalo dulu bergaya cafe racer ala world championship motogp malah pake dual shock biar tampilan sporty di jaman 60an ga kayak sekarang yang udah mono shock and tahun 90an buntut yang segede gaban dan lampu belakang bulet udah jadi tampilan sporty apalagi kalo pake proarm.
    bukan ga mungkin kalo nanti arah tampilan sporty bakal beda lagi di masa depan, mungkin pake automatic winglet atau hal nyeleneh lainnya ngikutin arah design superbike.
    arah tampilan sporty sekarang juga di design biar posisi duduk rider maupun boncengan biar keliatan sporty kebayang ga boncengan tapi megang pegangan belakang, malah keliatan lucu.

    Suka

  6. kl menurut hemat saya sihh behel memang lebih berguna untuk geser motor, pak, hanya kl diarahkan ke sporty look kl menurut saya siih di motor dengan mobil memang berbeda, spoiler di mobil lebih kepada assesories, walaupun dibundling dengan mobil tipe sporty pun hitunggannya spoiler itu assesories, sedangkan kl behel sepertinya memang selalu ada di semua tipe motor, kl sekarang guna-nya itu dihilangkan mungkin menurut pabrikan model kaya r15 itu bukan tipe motor yg harus diparkir di tempat sempit, dengan kata lain, konsumennya diarahkan ke orang2 yang jarang pake motor ini pergi ke ITC / pasar, mungkin ya pak ini cuma asumsi, atau kl kayak Kawasaki z125 mungkin memang tidak ditujukan untuk boncengan ?karena ukuran motor yang kecil, karena kl penumpang belakang pegangan dengan behel bukan nya berbahaya pak kl tiba2 yg bawa motor ngerem mendadak, apa ga sakit pak yg boncengan pegangan di behel, saya sihh pernah coba lumayan sakit, tapi ini cuma pendapat saya, btw tp ini artikel bagus pak….🙂 peace

    Suka

    • terima kasih.

      saya menyamakan spoiler mobil dari bentuknya. Bentuk behel kebanyakan dimiripkan dengan spoiler mobil terutama mobil kelas sedan / coupe.

      Rasanya pabrikan bukan menghalangi konsumen parkir tempat sempit tapi cuma mengorbankan kebutuhan konsumen demi alasan desain. Kalau Z125 masih mending karena tempat duduknya sambung / masih selevel. Tapi memang masih repot, apa disuruh pegangan bodi ya?

      Suka

  7. fungsi behel itu cuma 2
    buat geser motor dan men-standar tengah motor
    rata2 motor tanpa standar tengah gak pake behel, karena fungsi behel cuma buat geser2 jadi mending ditiadakan

    behel buat pegangan boncenger? iti adalah cara membonceng yang salah. mau cowok apa cewek membonceng yang benar itu ya pegangan ke rider

    pengalaman ane sebagai rider,, kalo pembonceng cuma pegangan behel tiap aksel, ngerem, bahkan cuma pindah gigi aja jadi grogi,

    Suka

    • Untuk saya behel menjadi asesori pemanis juga. Sebagai contoh, behel di Mio M3:

      Kalau untuk parkir ada bagian yang bisa dipegang masih bisa dimaafkan. Kalau enggak berarti desainernya yang kurang sip.

      Kalau yang dibonceng bodinya gede, behel bisa jadi tempat duduk juga.

      Menurut saya pegangan ke rider itu bisa bahaya, karena pegangan dari yang bonceng bisa mengurangi refleks dari rider. Apalagi bila pas kejadian ekstrem, yang bonceng tentu akan refleks menggerakkan bahu rider ke satu sisi, kalau si rider panik juga, bisa berabe.

      Soal grogi karena pembonceng pegangan behel, saya sendiri merasakan bahwa bila yang dibonceng duduknya berjauhan dari rider, gerak dari pembonceng jadi mempengaruhi handling. reaksi gerak dari yang dibonceng bikin motor nggak stabil. Lebih stabil handlingnya bila pembonceng duduknya rapat ke rider.

      Sehingga tempak duduk yang terpisah itu menunjukkan motornya nggak ideal dipakai kencang berboncengan. Secara fungsi nggak sporty. Untuk motor boncengan, harusnya tempat duduk dibuat rata.

      Suka

      • pembonceng peganganke rider berbahaya????? referensi darimana sih? heran…baca lagi lah om…pernah boncengan high speed? belok kanan kiri? lama lama ngasih tau orang kok ga bener sih? ga masuk akal malah…pernah bawa 250 cc boncengan? silahkan baca2 referensi safety riding deh…lama lama bikin artikel ngaco lu…

        Suka

        • Yang sependapat dengan saya ada kok:
          Akhirnya Pemudik R15 Disorot Koran Nasional Juga..!!! 15 Juli 2015

          LajuPacu.Com. Beberapa hari belakangan ini, dunia maya dihebohkan dengan aksi pulang kampung satu pengguna Yamaha R15 dengan mengangkut keluarga kecilnya… Gaya mengalahkan Safety… Dan ternyata Media Indonesia pun ikut menyorot kejadian ini. Jika diperhatikan Posisi dua anak yang dibawa, sangat kasian… Karena memang posisi riding yamaha r15 memang dirancang bukan buat ngangkut lebih dari 2 orang. Akibatnya ya… tidak ada space buat ‘bernafas’… Tapi apa hendak dikata, biar dikata keren, macho, atau apalah namanya, tetap dipaksakan juga, dengan mengabaikan segala resiko yang akan terjadi. Menurut LP mudik sih mudik, tapi keselamatan tetap nomor wahid sob.

          Kasihan biker mudik nyemplak R15 kena bulliying, setia1heri | July 13, 2015

          Lagi ramai secara viral sebuah jepretan seseorang biker nunggang R15 bersama istri dan kedua anaknya. Tidak jelas kapan gambar di jepret dan tujuan kemana karena tidak semuanya serba tidak jelas. Namun yang jelas sebagian besar netizen dan beberapa Blogger mumbulliying pengendara r15 ini

          Bicara soal keamanan, begini menurut media luar negeri:

          Road & Driver – Safety Advice fMotorcyclists and their Pillion Passengers

          Decide what you want to hold onto. Most bikes have pillion handles either on both sides of your seat or behind you which you can grip or you can wrap your arms around the rider if they are happy for you to do so. Personally I always favour the handles as I feel I can get a better grip but it does mean on a particularly windy day you get pushed back slightly more with acceleration.

          Riding Two Up: The Ultimate Pillion Guide

          Thirdly, they can hold on wherever they feel most comfortable. Some pillions prefer to hold on to the grab bar, while others prefer to hold on around the waist of the rider; it doesn’t matter either way. Many regular pillion passengers opt for a ‘one hand on the grab bar and another around the waist’ approach; this way they can use their hand around your waist to push against the petrol tank if they need to brace and then hold on to your waist for when you accelerate again.

          Pillion riding

          Taking a passenger on your bike means accepting a lot of responsibility. It works the other way too: riding as a pillion passenger means you can have a profound effect on the controllability of the motorcycle.
          place hands on knees, around your waist or gripping the rear passenger handles.

          Tips for motorcycle riding with a passenger

          How to sit – The more to the back of the bike you sit, the more your weight will disturb the motorcycle in corners. So it is better not to lean backwards, but to sit close to the rider in front.
          How to fasten yourself – You can grab the coat of the rider in front, or, if available, the grab rails of the motorcycle. The advantage of grabbing the coat of the rider, is that you almost automatically will move along.

          Poin terakhir itu penting. Memang pegangan ke drivernya lebih baik, namun itu hanya bila badan penumpang bisa merapat ke drivernya. kalau nggak merapat ya sama juga bohong. Jadi motor yang tempat duduknya membuat penumpang terpisah dari drivernya tidak seharusnya menghilangkan pegangan / grab handle bar. Karena pegangan bisa membuat penumpang lebih menyatu ke motor.

          Motor yang kursi penumpangnya terpisah, bila tanpa rear handle grab bar maka penumpang jadi sulit untuk bisa mengikuti gerakan motor dan membuat motor lebih sulit dikendalikan.

          Suka

  8. Sirik aje yg punya blog. Tiap artikel yg ditulis cuma asumsi pribadi yg terlalu subyektif, kata-katanya kemlinti. Saya ga pernah melihat ada review positif di blog ini, hampir semua yg dibahas pasti soal kejelekan motor kecuali honda beat. Ntu motor keren & cool abis, hahaha,,,

    Sering kalah adu argument jawabanya malah konyol, ada aja alibi untuk membenarkan argumenya yg sebenarnya dia sendiri tahu kalau itu salah. Mgkn kedepanya harus diselingi juga review-review yg positif, ga melulu harus bahas kejelekan motor. Vixion jelek, R15 jelek, Xabre jelek, CBR150R jelek, Ninja jelek, trs yg bagus itu motor apa??
    Ah saya tahu pasti jawaban anda honda Beat.
    Saran juga, kalau nulis artikel usahakan dengan gaya bahasa yg santun. Jangan sombong & sok tahu atau bahkan gayanya sok pinter dari para insinyur-insinyur pabrikan motor yg sering anda jelek-jelekin itu.

    Suka

  9. kalo motor dualsport / trail street-legal dikasih pegangan belakang, menurut SUBYEKTIFITAS saudara gimana? Sportykah?

    Suka

    • Ada cara agar menambahkan pegangan belakang justru menambah cakep. Seperti contohnya di Yamaha MT09. Saya justru tidak suka yang di konsepnya yang tanpa pegangan belakang:

      Bila dibandingkan dengan yang versi rilis dengan pegangan belakang:

      Sumber dari Yamaha eropa:
      Rilis

      Konsep

      Suka

  10. bener mas bro…tadinya saya tertarik…tapi artikel ini kok terlalu…sungguh terlalu subjektif…mbonceng kok ngga pegangan rider dan kalo pegangan rider malah bahaya ki pie to? referensinya naik motor2 kecil saja sepertinya dan jarak dr rmh ke pasar…dan behel belakang dsamakan spoiler? wakakakakaka mobil pake spoiler jga dipikir…itu mobil layout ff pake spioler yg jadi contoh justru modifnya ricer bgt wakakakaka rada2 yg modif itu mobil…jangan asal lah bikin artikel…cari referensi yg banyak dlu…jangan bikin pembodohan macam ini lah…too shame…too shame…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s