Penjelasan kode busi untuk Bosch, Denso dan NGK beserta tabel konversi bila ganti merek


Barangkali bro ada yang ingin mengganti busi dengan merek lain, mungkin tabel berikut bisa membantu.

Di setiap busi ada kode, di kode tersebut menyertakan selain fitur juga menyertakan ukuran dan jenisnya. Berikut kode busi untuk NGK:
kode busi NGK ok

Kode busi untuk Denso:

Kode busi untuk Bosch:
kode busi Bosch

 

Untuk memilih busi pengganti, selain ukuran yang pas yang penting juga adalah heat range. Penjelasan tentang pentingnya heat range bisa dilihat di link berikut:
Pakai busi dingin tidak selalu lebih baik

Angka kode untuk heat range berbeda antara satu pabrikan dengan yang lain, oleh karena itu bisa menggunakan tabel berikut ini:
NGK – Heat Range Conversion Chart
Heat_Range_Chart

Biarpun teknologi dibilang lebih canggih, pakai iridium, platinum, twin tip, v groove, dst. Kalau heat range nggak cocok maka hasilnya nggak maksimal atau malah bikin masalah. Sayangnya, biasanya pilihan heat range ini jarang ada kalau beli di toko onderdil motor. Paling cuma pilihan sesuai model motor saja. Jadi perhatikan apakah heat range sudah cocok.

Bila heat range tidak sama maka bisa menimbulkan masalah. Bila busi terlalu dingin maka motor jadi tersendat bila jalan pelan, bila busi terlalu panas maka bisa bikin mesin panas dan terjadi knocking yang bisa merusak mesin.

Jadi perhatikan betul. Boleh pakai rekomendasi heat range pabrik bila percaya, atau menguji businya dengan cara yang di sebutkan di artikel diatas bila motor sudah di modifikasi.

8 thoughts on “Penjelasan kode busi untuk Bosch, Denso dan NGK beserta tabel konversi bila ganti merek

  1. motor jupiter z1 saya kurang maksimal bekerja saat mesin sudah panas .. akibat yg ditimbulkan berupa motor kehilangan tenanganya dan sesekali bila dibetot lebih dalam terdengar suara kemericik pada bagian mesin .. apakah itu sumbernya dari busi om ?? mohon pencerahannya ..

    Suka

    • Kalau solusinya, pakai busi lebih dingin bisa membantu. Tapi bila start jadi susah, maka cari solusi lain.

      Sebaiknya dicari penyebab overheatnya, coba pakai oli lain semacam valvoline, repsol atau shell. Nggak perlu yang mahal, tapi pilih yang kental (20W50 atau minim 10W40).

      Kalau filternya dilepas, coba dipasang lagi, campuran bensin diperkaya. Solusi lain, coba buat cemenite dan dipasang.

      Coba dilihat warna busi setelah dipakai kencang, bila beneran ada bintik bintik, maka sebaiknya cepat di benahi.

      Suka

  2. Assallamuallaikum,Sy tertatik dengan artikel bapak tentang cemenite dan argonite,menurut bapak mana yang lebih bagus?mau coba bikin untuk dipasang di rumah,biar lebih privat bagaimana kalau saya minta email bapak,atau kiriman lewat email,terima kasih.Assallamuallaikum

    Suka

    • Wa ‘alaikumus salam. Dari beberapa orgonite yang saya coba, walau yang isinya emas atau kyanite sekalipun, semuanya mengurangi tenaga mesin, jadi saya sarankan jangan pakai orgonite. Efek orgonite juga sangat tergantung kemampuan spiritual yang membuat, jadi bukan untuk pemula. suhu orgonite di Indonesia bilang orgonite tidak bisa untuk memperbaiki cuaca, sehingga bila cuaca jadi tidak bersahabat mereka tidak menyalahkan orgonitenya. Sementara itu cuaca adalah salah satu ukuran dari sukses tidak nya membuat cemenite.

      akan saya email.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s