Mesin dynonya sama pakai merek DYNOmite, tapi kok hasil dyno Satria kok bisa beda lebih dari 25 persen?


Di artikel sebelumnya penulis mengamati bahwa perbedaan angka Honda Sonic tidak proporsional dengan yang lain:
Menyikapi dyno ultraspeed bukan rendahnya angka Satria yang harus diperhatikan tapi tingginya angka sonic bila dibanding sama MX King

Penulis juga mengamati bagaimana di merek mesin dyno yang sama – sama DYNOmite, tapi hasil bisa berbeda – beda.
Sama sama ditulis sebagai hasil uji Ultraspeed racing angka dyno Satria Injeksi bisa beda yang satu 12 koma 88, satu lagi 16 koma 54

Di artikel tersebut Satria injeksi yang di uji dyno dengan mesin DYNOmite milik Plug and Play Performance mendapatkan angka 16,54dk, sementara dyno dengan mesin DYNOmite milik Ultra Speed Racing pada waktu hampir sama mendapatkan angka 12,88dk. Anehnya di hasil PNP disebutkan “by UltraSpeed Racing”. Jadi sama sama pakai mesin dyno merek DYNOmite tapi hasil jauh berbeda.

Kemudian hasil sonic juga berbeda beda 13,17dk pada pengukuran 22 Agustus 2015, lalu 12,99dk pada pengukuran 5 Maret 2016. Mungkin selisih 0,18 dk itu kecil, tapi banyak alat penambah tenaga yang memanfaatkan perbedaan sekecil ini sebagai sarana promosi, termasuk yang jual knalpot, busi, koil ,dst. Jadi selisih seperti ini penulis anggap signifikan.

Tambahan:
Hasil uji Sonic yang dilakukan oleh Plug and Play Performance ternyata juga beda jauh. Dikatakan Honda Sonic standard angkanya 14.32dk, sekitar 10% lebih tinggi dari pengukuran oleh Ultra Speed Racing.

Dyno run di mesin dyno dynomite satria fu fi baru, kondisi standar tembus 16.54 dk torsi 12.72 nm. Istimewa, sonic std hanya tembus 14.32 dk

 

Jadi walau mesin dynonya sama, pakai mesin dyno merek DYNOmite, hasil angka yang diperoleh Ultra Speed Racing berbeda jauh dari angka yang diperoleh Plug and Play Performance. Hasil berbeda didapat baik untuk pengukuran tenaga Honda Sonic maupun tenaga Suzuki Satria injeksi. Hasil PNP memenangkan Satria injeksi. Hasil USR memenangkan Sonic.

Plug and Play Performance:

honda sonic 150R = 14.32 dk
Satria injeksi = 16.54 dk torsi 12.72 Nm

Ultra Speed Racing:

Honda Sonic = 12.99whp@9300rpm
Suzuki FU injeksi = 12.88whp@11.500rpm

 

Menurut penulis ini sesuatu yang aneh karena logikanya bila jenis dan merek alat ukurnya sama, maka hasilnya mestinya sama. Keduanya merupakan alat dyno dengan jenis eddy current dan mereknya sama, sehingga harusnya hasil pengukurannya sama.

 

Tidak sengaja penulis menemukan informasi sebagai berikut yang sepertinya menjelaskan mengapa itu bisa terjadi, silahkan lihat yang digaris bawah:
Beda Merek Beda Hasil, Rabu,16 Des 2009 00:00 WIB, Penulis: Agus Sulis

umumnya pengukuran tenaga maupun torsi puncak dari pabrikan menggunakan metode on engine alias diukur langsung dari mesin. Sehingga reduksi tenaganya lebih sedikit bila dibanding lewat roda belakang.

REXTOR SportDevice V3.3
Pada mesin dyno ini tidak perlu memasukkan input data spesifikasi motor kayak final gear atau kapasitas mesin dan sebagainya. “Tinggal gas saja kok, bilang Hasyim Sonedi dan Kurok, mekanik AHRS yang kerap jadi operator dyno.

Dynojet 250i
Produk buatan Amerika. Sama halnya dengan Rextor, pengukuran performa motor juga lewat roda belakang dan tidak perlu memasukkan input data spek motor alias tinggal gas saja.

DYNOmite
Banyak fitur yang ditawarkan DYNOmite. Selain fitur standar untuk mengukur tenaga dan torsi, “Juga mampu mencatat AFR (air fuel ratio), BSAC (brake system air consumption) serta air flow meter turbulence, juga suhu oli mesin, terang Freddy A. Gautama, bos Ultraspeed. saat akan mengukur performa motor, cukup banyak parameter yang mesti dimasukkan. Seperti diameter x langkah piston, bobot motor, dan diameter ban.

Dyno Dynamics
Sebenarnya dynamometer ini diperuntukkan bagi mobil, makanya sangat tenar di kalangan speedgoers roda empat. Namun tak haram untuk motor. Dengan dibikinkan dudukan khusus sebagai penahan roda depan, ban belakang bisa memutar salah satu roller, yaitu belakang sebelah kanan. Parameter yang wajib diisikan saat akan mengukur adalah diameter roda, karena sangat berpengaruh terhadap hasil. Selain itu tentu saja identitas pemilik dan kendaraan.

 Data Hasil Pengujian Dyno Yamaha Byson 150  
 Merek dyno  Max power  Max torque
 Stardar pabrik  13,54 dk/7.500 rpm     13,6 Nm/6.000 rpm
 Dynojet 250i  10,35 dk/7.750 rpm  11,3 Nm/5.000 rpm
 Rextor V3.3  12,8 dk/10.543 rpm  9,80 Nm/6.727 rpm
 DYNOmite  13,97 dk/7.228 rpm  15,25 Nm/5.514 rpm
 Dyno Dynamics  11,2 dk/7.700 rpm  11,47 Nm/5.900 rpm
 AHRS : 021-77820649
 BRT : 021-8765447
Khatulistiwa Surya Nusa : 021-4248384
Ultraspeed Racing : 021-93858080  

Coba perhatikan bagian yang digaris bawah, terlihat bahwa operator harus memasukkan data untuk bisa dapat hasil akurat. Jadi untuk pengukuran mesin DYNOmite, keakuratan hasil pengukuran sangat ditentukan oleh operator. Kalau ban sudah aus tapi dimasukkan ukuran ban baru maka hasil akan salah. Apalagi kalau cuma pakai kira kira. Padahal tentunya tidak susah untuk melakukan pengukuran diameter ban secara manual. Tidak cuma diameter ban, tapi berat juga harus akurat. Seandainya yang satu memasukkan berat motor saja sementara yang lain memasukkan juga berat ridernya maka hasil bisa beda jauh juga.

Contohnya bisa dilihat sendiri, bahwa dengan motor yang sama, mesin dyno yang sama, angka bisa sampai beda 25 persen lebih. Perbedaan yang semencolok itu tidak bisa dianggap main main. Karena perbedaan ini jadi membuat hasil tidak akurat. Masa mesin dynonya pabriknya sama hasilnya bisa beda.

Jadi kesimpulannya, hasil dari dyno nggak bisa diandalkan. Jadi dipakai hanya untuk tahu saja. Sayangnya angka uji akselerasi juga nggak bisa diandalkan karena juga bergantung pada operatornya. Kalau salah memandaatkan rpm maka bisa jeblok hasilnya, dst.

Penulis lebih memilih cara berikut, walau mungkin tidak akurat, tapi paling tidak kalau kondisi dibuat tetap sama, lebih bisa diandalkan untuk bisa mengetahui beda performa:
Membikin grafik kurva tenaga ala dyno dengan data dari video akselerasi

14 thoughts on “Mesin dynonya sama pakai merek DYNOmite, tapi kok hasil dyno Satria kok bisa beda lebih dari 25 persen?

  1. itu udh bnyk yg ganti kyk ban, gear set, dan itu ngaruh di mesin dyno.. di dynomite USR power 11 12 sm sonic, di dynojet250i sportisi juga 11 12 sm sonic.. tp fu punya powerband yg lbh luas karna limiternya lbh tinggi, mangkanya top speed lbh tinggi

    Suka

    • kalau ganti ban dan gear set bisa bikin hasil dynonya beda maka mesin dynonya nggak beres tuh. Masa ya ganti ban bisa bikin tenaga naik 2dk?

      Rasanya top speed nggak bergantung limiter kalau range giginya cukup. Power band rasanya cuma beda dikit (3000 vs 2500). Top speed di mesin dyno juga nggak bisa jadi acuan.

      Suka

  2. looo ngaruh lo itu.. coba aja.. limiter malah ngaruh om, banyak lo jarak 2500 rpm itu.. bandingin aja top speed ninja 250 fi sm r25, r25 powerbandnya lbh luas dan limiter cm terpaut 1000 rpm, tp top speednya beda jauh sm ninfi.. ninfi mntok 170 kpj, r25 bisa nmbus 190 an..

    Suka

    • Power band yang saya maksud itu adalah range rpm dimana powernya cukup kuat. Itu hanya bisa dilihat dari grafik dyno atau turunannya. Power band tidak bergantung pada limiter rpm. Misalkan yang pakai satria injeksi pakainya di range rpm yang sama dengan sonic ya jelas kalah satrianya karena power band ada di range rpm lebih tinggi. Sama dengan bila pemakai sonic ngotot pakai rpm di sekitar 10ribu, karena power band ada di range rpm lebih rendah.

      Top speed di mesin dyno nggak bisa dipakai sebagai patokan karena nggak ada hambatan anginnya. top speed yang bisa dicapai di kenyataan akan tinggi bila rasio giginya pas di power band.

      Rasio gigi / ukuran roda cuma memindah konsentrasi tenaga dan bukan menambah atau mengurangi.

      Suka

  3. itu namanya bukan powerband om, itu namanya peak power.. powerband itu luasnya grafik dyno yang diperoleh, dan luasnya hasil dyno itu ya tergantung limiternya.. peak power fu ada di 10000 an rpm, sonic 8000 an rpm.. fu bisa ngimbangin power sonic digear yg sma ya harus meraung di rpm setinggi itu..
    dan top speed r25 yg a ne maksut itu top speed real dijalan om bisa nmbus 190 an.. ninfi kalau di paddock bisa kena 178 an kpj..

    Suka

    • power band tidak bergantung pada limiter. Saya menyimpulkan angka tersebut dari melihat data dyno.

      Misalkan Sonic power bandnya 2500 (dari 7500 ke 10 ribu rpm), seandainya limiternya ditinggikan jadi 13000, maka powerband tetap 2500, tenaga diatas 10 ribu tetap anjlok. kecuali bila di upgrade performa.

      Suka

  4. wkwkwkwk, trus gunanya limiter kalau bukan untuk memperluas powerband buat apalagi om ?? powerband luas itu pasti limiternya tinggi.. coba aja tanya sm org2 yg pernah ngedyno.. powerband itu grafik yg diciptain dari hasil dyno sebuah kendaraan.. dan luasnya atau panjangnya grafik yg diciptain itu tergantung limiter enginenya.. nggk ada ceritanya habis ganti ecu walau motor std pas di dyno power lagsung loss (anjlok abis) pas sudah melewati limiter std.. coba aja daahh

    namanya habis peak power ya power anjlok om.. semua motor juga gitu.. jika peak power 10k rpm tp limiter di 13k rpm, setelah lewat 10k rpm ya power pasti turun.. kalaupun sonic diganti ecu racing dan limiter seumpama digeser di 12k rpm, maka powernya nggk akan setinggi power di peak powernya di 8k rpm.. tp power akan tetep ngisi sampe kecekik limiternya yg baru (12k rpm) walau powernya kecil dan cenderung turun..

    Suka

    • Nanti lihat barangkali ada contoh yang lepas limiter komentarnya bagaimana. Rasanya sih percuma meninggikan limiternya sonic kalau masih standard. Nggak semua power turun setelah peak. Tapi beberapa memang sengaja disetel limiternya setelah peak.

      Ini ada contoh dari bro Sena Ponda dimana band, power, peak dan limiternya naik. mendekati limiter yang baru tenaga masih tidak begitu turun:

      Nur Abbas Basuki: TB+injektor+klep STD.. Seher 60mm.. Rasio Kompresi Pertamax Plus.. ECU BRT Junken 3.. Kem custom

      Sena Ponda: Fyi ati2x pk knalpot racing di Sonic 150R salah2x mlh droop Torsinya dibanding standart walau Dk ne munggah.

      Jangan asal ganti knalpot racing, design dan bentuk silencernya sangat sensitif dalam merubah torsi. Jangan sampe torsi ug jadi andalan mesin Sonic mlh droop gara2x salah pilih knalpot….

      Suka

      • Pertanyaannya bisa gak sonic standar di geber di jalan sampai kena limiter? kalo bisa berarti jika limiternya di naikan maka topspeednya bakal bisa nambah.

        Suka

        • Mesin Sonic berbeda dari mesin Honda lainnya. Jadi tenaga difokuskan di rpm menengah. Jadi kalau mau menaikkan top speed ganti rasio gigi lebih pas agar pada waktu kecepatan tinggi bisa di rpm yang tenaganya paling maksimal.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s