Isi angin dengan nitrogen kalau di lihat dari ilmu fisika terlihat sedikit sekali keunggulannya, jadi terasa kemahalan


Ada yang bilang bahwa bila ban pakai diisi dengan angin nitrogen maka akan lebih baik daripada kalau diisi angin udara biasa. Penulis tidak setuju.

Untuk penjelasan, mari kita simak dulu pendapat dari yang percaya bahwa nitrogen lebih baik dari isi angin biasa.

Kenapa Nitrogen lebih baik dibanding angin biasa???….. May 27, 2014

Bro dan sis sekalian….pernah nggak sampeyan ngintip pengisian nitrogen untuk kendaraan pribadi baik roda dua ataupun empat. Pengisian rada mahal bukan masalah demi keawetan ban. Betulkah seperti itu?. Yuk kita coba bahas bareng-bareng agar opini ini tidak dibilang salah kaprah dan informasi tanpa dasar…

Sebagai informasi…angin biasa yang disuntikkan kedalam ban mengandung 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen dan sisanya adalah CO2 serta gas lain seperti neon dan argon plus sedikit unsur air….

1. Gas nitrogen (N2) lebih stabil daripada angin dan udara biasa karena tidak gampang terpengaruh suhu ban yang sering naik turun akibat cuaca dijalanan.

2. N2 mempunyai berat jenis lebih ringan dan partikelnya yang lebih besar dibanding oksigen membuat kebocoran ban ber-Nitrogen lebih sedikit sehingga tidak membutuhkan pengisian yang terlalu sering. Keawetan nitrogen didalam ban bahkan diklaim 1/3 lebih lama dibanding angin….

3. Kinerja ban lebih optimal ketika berputar karena sifatnya yang dingin

4. Lebih hemat BBM (bila tekanan angin selalu terjaga)

5. Memperbaiki manuver tunggangan

6. Sifat nitrogen adalah non-corrosive dan mampu mengurangi oksidasi dan karat karena N2 nihil oksigen dan unsur lembab

7. Nitrogen adalah gas kering yang akan mencegah terjadi karat atau korosi pada pelk. Selain itu kompon karet yang diisi N2 juga akan lebih awet “long life” akibat nihilnya unsur air yang memicu kelembahan pada ban. Padahal dalamn jangka waktu lama…..lembab sisi dalam dan panas sisi luar bisa membuat material karet ban crack secara mikro yang berdampak pada kurangnya durability….

Nah….banyak kan bro benefit menggunakan Nitrogen. Dan yang penting……saat mengisi Nitrogen pertama kali, IWB sangat anjurkan mengeluarkan seluruh isi angin diban sebelumnya. Inflate tires sangat penting untuk memastikan unsur yang masuk kedalam ban adalah murni N2. Dengan peningkatan Nitrogen hingga 95 persen (sangat sulit membuatnya 100 persen) maka keuntungan yang kita dapatkan bakal maksimal. Piye…masih kekeh menggunakan angin biasa??. IWB mah emoh rek ….(iwb)

 

Mari dibahas satu persatu.

Jelas bahwa yang dibandingkan adalah nitrogen 95% vs nitrogen 78%. Perbedaan rasio adalah 20%.

1. Gas nitrogen lebih stabil?

Nitrogen dan oksigen sama sama gas. Yang namanya gas, secara hukum alam, kalau makin panas yang makin mengembang. Namun seberapa banyak sih kecepatan gas nitrogen mengembang bila dibandingkan dengan oksigen?

Bila kita pakai referensi rasio pengembangan dari cair ke gas
Expansion ratio – From Wikipedia

nitrogen 1 to 696
liquid helium 1 to 757
argon 1 to 847
liquid hydrogen 1 to 851
liquid oxygen 1 to 860
Neon has the highest expansion ratio with 1 to 1445.

Dari angka itu jelas kelihatan bahwa nitrogen pun masih tetap mengembang.

Kalau diukur maka angin nitrogen daya mengembangannya = (5% x 860) + (95% x 757) = 762
Kalau diukur maka angin udara biasa daya mengembangannya = (22% x 860) + (78% x 757) = 780

Beda ternyata cuma 2%. Kalau di angka begini, sakti banget bila bisa merasakan bedanya.

Petunjuk berikut juga penting:
Clearing the Air About Nitrogen Tire Inflation

And since all gasses expand when heated and contract when cooled, tire inflation pressures rise and fall with changes in temperature by about one psi (pound per square inch) for every 10° Fahrenheit change in temperature.

Dikatakan bahwa tekanan ban meningkat satu psi ketika suhu naik sekitar 5 derajat celcius.

 

2. Mungkin berat jenis lebih ringan, namun apa benar nitrogen lebih besar partikelnya?

Kalau untuk yang ini terus terang penulis kurang tahu. Dari yang penulis tahu, yang namanya ukuran partikel itu nggak ada besar kecil. karena partikel itu ya atom. Ukuran atom entah siapa yang tahu. Yang jelas oksigen punya lebih banyak elektron, dan karena itu jadi lebih berat molekulnya. Udara oksigen lebih berat di 1.429 g/L, sementara nitrogen di 1.251 g/L.

Kalau diukur maka angin nitrogen beratnya = (5% x 1.429) + (95% x 1.251) = 1.26
Kalau diukur maka angin udara biasa beratnya = (22% x 1.429) + (78% x 1.251) = 1.29

Ternyata beda cuma sekitar 2% juga. Tapi terus terang penulis merasa takjub karena ternyata banyak lho yang berani klaim pakai ban nitrogen lebih ringan. Apa keliru diisi pakai karbit ya? (hydrogen / udara ringan).

 

3. Sifat nitrogen lebih dingin???

Untuk yang ini penulis angkat tangan. Mencari data nggak nemu. itu ngukur pakai apa ya? Apa itu maksudnya thermal conductivity? tapi kalau thermal conductivity itu artinya mestinya daya hantar panas, bukan soal dingin atau panas tapi seberapa bagus dalam menghantarkan panas. kalau menurut wiki thermal conductivitynya oksigen adalah 26.58×10−3 W/(m·K), sementara nitrogen adalah 25.83×10−3 W/(m·K). beda tipis banget.

Kalau diukur maka angin nitrogen daya hantar panasnya = (5% x 26.58) + (95% x 25.83) = 25.8
Kalau diukur maka angin udara biasa daya hantar panasnya = (22% x 26.58) + (78% x 25.83) = 26

Beda kurang dari 1%. nggak signifikan banget.

 

4. Nitrogen lebih hemat BBM?

Kalau yang ini penulis tidak setuju. Yang namanya penghematan BBM itu, kalau dari ban yang menentukan adalah tekanan angin. Kalau tekanan angin bannya sudah sesuai ya iritnya nggak beda antara pakai nitrogen ataupun oksigen. Kalau tekanan angin kurang, BBM ya tetap boros walaupun sudah pakai nitrogen. Kalau nggak percaya boleh deh dicoba. Ban silahkan diisi dengan nitrogen tapi tekanan angin dikurangi. Coba bandingkan dengan kalau diisi udara biasa tapi tekanan ban dibuat sesuai ketentuan. Baik irit maupun tarikan atau bahkan top speed lebih enak yang tekanan anginnya sudah sesuai.

 

5. Nitrogen memperbaiki manuver tunggangan?

Sama dengan diatas, kalau pakai angin nitrogen tapi tekanan angin kurang ya tetap handling nggak maksimal. Boleh dicoba sendiri. Tapi ingat bahwa meteran isi angin yang di gerai pom bensin jangan disamakan dengan yang di pinggir jalan, meteran tekanan angin nggak akurat bro.

 

6. Sifat anti korosi Nitrogen

Memang iya nitrogen mencegah korosi. Nitrogen sendiri dikenal sebagai inert gas, atau gas yang tidak bereaksi. Namun salah juga kalau membandingkannya dengan N2, kan angin nitrogen yang dijual dipinggir jalan nggak bisa 100% nitrogen, masih ada 4-5% yang oksigen. Bisa jadi unsur lembabnya pun masih ada, walau memang lebih sedikit. Kalau takut di soal lembabnya, baca dulu di bahasan berikut.

 

7. Pakai angin nitrogen mencegah karat

Bro, velg motor sekarang ini kalau tubeless dijamin bahannya bukan besi, tapi pakai campuran aluminium, jadi dijamin nggak bisa karatan. Cuma mobil saja yang velg tubelessnya ada yang dari bahan besi baja, kebanyakan juga sudah campuran aluminium. Jadi walau bro pakai angin udara biasa sekalipun nggak ada bedanya. Di motor yang velgnya pakai besi udaranya malah nggak kena velg sama sekali karena pakai ban dalam. Desain ban dalam juga sudah pinter pakai, bagian dalamnya sengaja pakai karet, sudah nggak pakai besi lagi kecuali ban dalam merek jelek. Jadi ban dalam juga nggak karatan pentilnya. Velg besi memang bisa karatan, tapi penulis yakin bukan gara gara isi angin pakai udara biasa. Yang bikin karatan velg besi itu karena air merembes masuk dan nggak bisa keluar, yang dikombinasikan dengan panas jadi bisa menyebabkan karat. Jadi mau pakai angin nitrogen pun karatan bisa tetap muncul. Jadi mau pakai angin nitrogen atau udara biasa, kalau velgnya dari bahan campuran aluminium pasti nggak karatan. Kalau motor velgnya besi, mau pakai nitrogen sekalipun ya tetap bisa karatan.

 

Ada satu faktor yang merupakan fakta keunggulan dari nitrogen tapi tidak dibahas, yaitu soal ban dengan angin nitrogen berkurangnya angin 33% lebih sedikit daripada kalau diisi dengan angin biasa.

Berikut kutipannya, sebenarnya ada penelitiannya, tapi lupa linknya.

Nitrogen reduces the loss of tire pressure due to permeation through rubber over time by about 1/3. This helps maintain the vehicle’s required tire pressures a little longer, but doesn’t eliminate the need for monthly tire pressure checks. This is good for people who don’t maintain their vehicles well.

Dijelaskan bahwa tekanan ban pakai nitrogen bocornya 1/3 lebih sedikit dari yang pakai angin biasa. Tapi tetap anginnya berkurang sehingga pengecekan berkala tetap harus dilakukan. Kalau kebiasaan ngecek tekanan ban di tanggal muda habis gajian ya tetap harus ngecek juga walau sudah pakai angin nitrogen. Jangan dilewatkan karena nanti di tanggal gajian berikutnya tekanan ban bisa jadi sudah terlalu lemah dan bisa merusak ban selain juga lebih boros.

 

Jadi apakah pakai angin nitrogen ada keunggulannya? Jawabannya ada, tapi cuma dari soal bocornya angin lebih sedikit. Tapi toh tetap sama, tiap bulan toh harus tetap mengecek tekanan ban, nggak perduli itu isi angin nitrogen ataupun oksigen.

Kesimpulannya:

  • Angin nitrogen cuma 2% lebih “stabil” daripada angin biasa.
  • Angin nitrogen cuma 2% lebih ringan daripada angin biasa.
  • Angin nitrogen cuma 1% lebih “dingin” daripada angin biasa.
  • Angin nitrogen tidak lebih hemat BBM daripada angin biasa, karena tekanan angin yang lebih pengaruh.
  • Angin nitrogen tidak lebih enak handlingnya daripada angin biasa, karena tekanan angin yang lebih penagruh.
  • Angin nitrogen tidak lebih anti korosi daripada angin biasa, karena nggak ada yang bisa dikorosi.

Dari sisi karat, stabil, dingin, ringan, performa dan lain lain penulis anggap hanya mitos. Melihat beda secara ilmu fisika yang sebegitu kecil, terasa nggak worth it kalau mau pakai angin nitrogen.

Tapi pakai angin dari nitrogen juga tidak apa apa. Mungkin keunggulan cuma sedikit, tapi toh juga tidak membahayakan. Mau pakai nitrogen nggak masalah, cuma lebih mahal isi anginnya saja, nggak ada kelemahan lain. Entah lagi kalau ditipu, tulisannya isi nitrogen, tapi ngisinya pakai udara biasa lewat kompressor dan bukan dari tabung nitrogen.

Ada satu keunggulan kalau isi angin di gerai nitrogen, yaitu meteran tekanan angin lebih akurat daripada di pinggir jalan. Kalau di pinggir jalan seringkali meterannya nggak dirawat sehingga pengukuran nggak sesuai. Kadang juga kalau ngisi angin di motor nggak pakai meteran sama sekali cuma pakai feeling, ditekan pakai tangan atau dipukul pukul. Sayangnya walau akurat, petugas tetap harus menebak nebak berapa ukuran angin yang diperlukan. Sehingga akhirnya balik ke pemilik motornya lagi, mau diisi berapa. Enaknya kalau di gerai kalau sudah hapal yang berikutnya akan cocok walau ngisinya di gerai lain, kalau dipinggir jalan, ngisi ditempat lain bisa beda beda.

Mungkin ada bro yang merasakan pakai angin nitrogen lebih enak. Bisa jadi itu karena waktu isi angin di pinggir jalan tekanan anginnya lebih rendah dari seharusnya, misalnya karena meteran sudah lemah. Jadi waktu isi angin di gerai dengan angka yang sama tekanan ban jadi lebih tinggi daripada waktu isi di pinggir jalan, sehingga tentu saja motor jadi enteng, akselerasi mantap dan handling ok. Yang salah bukan anginnya tapi akurasi meteran yang dipakai.

Sumber:
Nitrogen – From Wikipedia, the free encyclopedia
Oxygen – From Wikipedia, the free encyclopedia

15 thoughts on “Isi angin dengan nitrogen kalau di lihat dari ilmu fisika terlihat sedikit sekali keunggulannya, jadi terasa kemahalan

  1. Ane sangat setuju sekali dgn penulis, keuntungan pake nitrogen tidak sebanding dgn harga yg kita keluarkan.
    Ane pernah isi pake nitrogen, dan kebetulan ane punya alat ukur tekanan ban. Setiap 3 hari sekali ane cek tuh ban ane yg di isi oleh nitrogen, dan ternyata setiap seminggu sekali ban ane tetap saja tekanan bannya dibawah standar, yaitu depan 29psi, belakang 33psi. Jd dgn nitrogen pun, tetap saja seminggu sekali tekanan ban sama seperti disi oleh angin biasa, alias seminggu sekali tetap isi tekanan ban. Bisa dibayangkan ongkos setiap bulannya, jika setiap seminggu kita isi pake nitrogen, mending ongkos tsb kita belikan BBM buat kendaraan kita.

    Suka

  2. Ane sangat setuju sekali dgn penulis, keuntungan pake nitrogen tidak sebanding dgn harga yg kita keluarkan.
    Ane pernah isi pake nitrogen, dan kebetulan ane punya alat ukur tekanan ban. Setiap 3 hari sekali ane cek tuh ban ane yg di isi oleh nitrogen, dan ternyata setiap seminggu sekali ban ane tetap saja tekanan bannya dibawah standar, yaitu depan 29psi, belakang 33psi. Jd dgn nitrogen pun, tetap saja seminggu sekali tekanan ban berkurang, sama seperti ketika ane isi dgn angin biasa, alias seminggu sekali tetap isi tekanan ban. Bisa dibayangkan ongkos setiap bulannya, jika setiap seminggu kita isi pake nitrogen, mending ongkos tsb kita belikan BBM buat kendaraan kita.

    Suka

    • terima kasih sharing pengalamannya. setuju, ban akan tetap kekurangan angin walau pakai isi angin nitrogen sekalipun. Apalagi kalau velgnya nggak center, tekanan ban bisa berkurang walau hanya dalam sekali perjalanan. Kalau ada yang mengalami ban cepat kekurangan tekanan, daripada isi angin nitrogen, uangnya lebih cocok dipakai untuk setel pelg.

      Suka

  3. Bagi yg tidak percaya apa yg telah diulas oleh penulis, bisa lakukan pencarian di youtube, dgn keywords “fifth gear nitrogen”

    Suka

  4. Yang jelas saya alami, tiap bulan saya nambah nitrogen. Tiap mau ke luar kota selalu cek tekanan dan pasti nambah juga.
    Secara teknis saya gak mudheng tapi selama pakai nitrogen sih gak begitu beda sama angin biasa….
    Tapi tetep saya pakai nitrogen karena tinggal ngisi ajah… Hehe..

    Suka

  5. kalo saya yg bikin males pake nitrogen karena udara di atmosfer hampir 70% nya nitrogen.
    bedanya paling angin biasa sama nitrogen kadar uap airnya

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s